<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan

Usia 5 tahun Syarifuddin Khalifah mengislamkan Ribuan Orang

 

image

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan, untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru lima tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.
Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.
Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syeikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.
Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal Qur’an pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung!
Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang diwasa.
Kinilah saatnya Syeikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.
Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka. Selain pandai menggunakan ayat Al Qur’an, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.
Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen, dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syeikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalamai tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”
Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.
Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya, dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syeikh kecil itu masih lima tahun. [Disarikan Abu Nida dari “Buku Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang”]

[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Memeluk Anak Bisa Menjadikan Rasa Aman Ketika Remaja

 

ayah memeluk anak

Kaum pria jangan pelit memberikan pelukan untuk anak-anak Anda. Cara ini dipercaya bisa memberikan rasa aman yang besar untuk anaknya. Alhasil, anak itu tak akan mencari cara lain untuk membuatnya aman seperti mabuk-mabukan atau mengonsumsi obat-obatan terlarang saat si kecil sudah beranjak besar.

Demikian disampaikan Hipnoterapis Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT, di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (10/7/2013) merujuk hasil penelitian di Amerika Serikat.

"Kenapa bukan ibu? Dekapan di dada dari bapaknya itu cukup. Anak-anak jadinya merasa aman. Ketika sudah besar, di sekelilingnya orang gemar mabuk atau narkoba, dia tidak terpengaruh karena di alam bawah sadarnya rasa aman itu sudah menguat," kata Widya.

Ia memberi contoh, ketika pikiran bawah sadar anak itu sudah tertanam rasa aman, gangguan dan

godaan apa pun yang bisa menjerumuskan si anak di masa dewasanya bisa dihadangnya. Anak-anak itu merasa, apa pun yang ditawarkan ke dia tak akan membuatnya aman karena rasa aman yang lebih besar dan nyata hanya ada dan bisa diperoleh dari ayahnya. Jadi, pelukan ayah bisa mengalahkan apa pun.

Menurutnya, ayah yang bertindak sebagai figur otoritas bisa membuat apa yang dirasakan si anak masuk dengan cepat ke alam bawah sadarnya. Dengan begitu, anak akan merasa aman. "Jadi para lelaki jangan pelit-pelit berikan dadamu kepada anakmu," imbuhnya.

Ia mengatakan, di zaman modern ini orang kerap melupakan pikiran bawah sadar dan lebih mengingat pikiran sadar. Padahal, pikiran bawah sadar 9 kali lebih kuat dibanding pikiran sadar.

Selain itu, pikiran bawah sadar sangat cerdas dan berusaha melindungi diri sendiri. Namun, pikiran bawah sadar layaknya anak berusia di bawah delapan tahun. Ia akan menerima apa yang ditangkapnya bulat-bulat tanpa menganalisanya.

Sumber: tribunnews

READ MORE ... Monggo di-Klik

Anak TK dan SD Jago Computer? Jangan Anda Banggakan Dulu?

Anak Jago Komputer Sejak TK? Jangan Anda Bangga Dulu, Berdampak Negatif, Lho …

Mengajari anak memakai komputer, internet, atau ponsel, ternyata tidak selamanya baik. Ada kecenderungan, anak-anak yang lebih dini mengenal kecanggihan teknologi komunikasi ini akan punya kemampuan dan keterampilan sosial dan empati lebih rendah.

”Saat ini jika anak kecewa, ada kecenderungan mereka menarik diri, marah, mudah putus asa atau frustrasi. Sekarang toleransi anak-anak juga  rendah,  Psikolog RSUP Dr Sardjito dan dosen psikologi Fakultas Kedokteran UGM, Dr Indria Laksmi Gamayanti, Kamis (2/1).

Belum lagi bila anak bisa mengeksplorasi situs porno. Meskipun ahli teknologi informasi mengatakan ada proteksi, situs porno terbukti masih dapat diakses oleh anak-anak. ”Ada kejadian seorang guru memberi tugas kepada anak untuk mencari sebuah informasi di internet, tetapi ternyata yang keluar situs porno. Ada klien saya cerita, anaknya yang baru berusia enam tahun, mendapat kiriman video mesum artis,” ungkap psikolog perkembangan ini.

Karena itu Gamayanti tidak setuju apabila anak TK dan SD sudah belajar komputer dan siswa disuruh mengakes sendiri. Dia pun menyarankan agar proses belajar menarik dan hidup, sebaiknya menggunakan LCD proyektor. Atau, lebih baik hanya guru yang menggunakan komputer serta menjelaskannya, sedangkan murid melihatnya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Agenda Besar Tersembunyi Gazwul Fikri Media Televisi Indonesia

 

Hati-Hati! Sinetron Yang Mendistorsi Islam dan Umat Islam,

Tukang Bubur naik haji, Ustadz Fotokopi, Haji Medit adalah beberapa diantara sinetron, yang nampaknya religi namun tersirat mendiskreditkan dan mendistorsi ajaran Islam dan umat Islam.                                                                                                                  by Irsyad_Ali

  1. Sejak kemaren, denger laporan dari teman2, bahwa sinetron skrang menempatkan Islam sbagai "tersangka" kejelekan. #SineSARA  Sinetron yg berbau SARA, termasuk didalamnya menistakan (simbol Islam)

  2. Gak suka sinetron, tapi akhirnya tadi sy sempatkan nonton Haji Medit di SCTV, agar bisa lihat sendiri. Asli saya risau & malu.

  3. Sy jg pernah nonton Islam KTP, Haji Muhidin, Ustad Fotocopy. Sy pun malu menontonnya. 4. Disinetron itu, Islam digambarkan kejam, jahil, bodoh, tamak, kikir dan sifat tercela lainya.

  4. Sy sempat berfikir, apakah ada agenda TV tertentu merendahkan agama mayoritas di negeri ini?

  5. Sy sebagai Muslim jelas risau, tdk suka, kecewa dgn #SineSARA yg ditayangkan. Jauh dari nilai Islam yg sesungguhnya.

  6. Dulu juga pernah ada Sinetron tentang Pesantren Rock, dicitrakan pesantren tempat pacaran.

  7. Dulu, pernah dilarang tampilan Ustad/Kyai yg dikesankan hanya sebagai pengusir setan. (marak di film-film tahun 70 dan 80an -editor)

  8. Fungsi kyai & ustad hanya sebatas dipanggil utk melawan makhluk halus. Padahal ulama penerus risalah para nabi.

  9. Sinetron sekrang, jauh dari unsur pendidikan, justru bertentangan dgn akhlak terpuji.

  10. Skrang muncul lg sinetron dgn simbol2 Islam tapi kelakuanya jahiliyah. Bernama Haji Medit.

  11. Medit itu sama dgn Kikir, Pelit, tdk suka berbagi, yg artinya jauh dari akhlak terpuji.

  12. Sinetron jaman skrg bawa istilah2 Islam. Kalo ada jeleknya, Islam yg kena cap jelek. Apa sutradaranya gak mikir ?

  13. Ustad, Haji, Kyai adalah simbol Islam, yg dihormati, krn guru & pendakwah. bukan simbol agama lain.

  14. Saat ini ada skenario TV utk memfitnah Ustad atau Haji. Seakan2 yg dpt gelas ust atau haji adalah nista

  15. Justru secara tidak sadar saat ini, yg dijelek2an #sineSARA bukan Ustad/Haji, tapi Islam.

  16. Setelah Islam KTP yg menggambarkan si Madit sebagai haji yg kikir & pelit & suka menghina. citra Islam jadi jelek. #SineSARA

    #SineSARA tentang Haji Muhidin yg akhlaknya tdk terpuji, sombong, tamak. Menggambarkan Islam seolah2 mengajarkn begitu.

  17. Apa manfaat #SineSARA Ustad Fotocopy ?. Sy lihat aneh, itu bukan karakteristik ustad. Ustad/guru agama tdk utk becandaan.

  18. Bagaimana reaksi @KPI_Pusat jk ada sinetron dgn cerita Pendeta atau biksu yg jahat, antagonis & bodoh? | #SineSARA. @azimahsubagijo

  19. Bagaimana reaksi @kpi_pusat, jk ada sinetron dgn cerita Pendeta atau biksu pelit & melecehkan agamanya ? #SineSARA | @ezkisuyanto

  20. Saat ini ada #SineSARA, menggambarkan Ustd/Haji (umat Islam) seolah2 bodoh, kikir, jahil, tdk beradab, | @azimahsubagijo @ezkisuyanto

  21. Knp sinetron sekarang menceritakan simbol2 Islam sperti, haji & ustad yg bodoh, tamak, jahat, pelit. Any Agenda? #SineSARA

  22. Knp sinetron skrang melecehkan simbol2 Islam. Di gambarkan Islam itu rendah, tak berkahlak, kuno & jahiliyah? #SineSARA

  23. Sinetron skarang menghina apa?. Knp tokoh antagonis yg jahat & berpenyakit hati selalu diperankan oleh "ustad" / "haji"? #SineSARA

  24. Wajar jk byk yg menyangka kalau ada agenda terselubung, misi utk "downgrade* simbol Islam. Lihat pengambilan judul2nya.

  25. Tukang Bubur Naik Haji, Ustad Fotocopy, Haji Medit, semua sinetron ini membuat tokoh seorang Haji, namun diluar figur islami

  26. Paradigma SARA harus segera di ganti, bnyk cerita lain yg membuat orang tertarik menontonya. Sorry. #SineSARA

  27. Mohon maaf kpd para producer, ulama adalah pewaris para nabi, dan Haji identik dgn tokoh Islam, jgn nistakan. Terimakasih.

  28. Mohon bantuan mb @ezkisuyanto @azimahsubagijo komisioner @kpi_pusat, kami risau dgn Sinetron yg berbau SARA yg menyinggung Ustad/Haji. Thx

Source : http://chirpstory.com/li/67476
Reply RT Favorite

READ MORE ... Monggo di-Klik

Social Behavior Study : Mengapa Daging Babi Diharamkan?

 

Suatu ketika Syeikh Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Beberapa mahasiswa menanyakan padanya tentang alasan ajaran Islam mengharamkan babi. “Umat Islam mengatakan babi itu haram karena memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri-bakteri berbahaya. Sekarang, semua itu sudah hampir tidak ada karena babi dipelihara di peternakan modern, kebersihannya terjamin, dan proses sterilisasi yang sudah memadai. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba berbahaya?”

Muhammad Abduh tidak langsung menjawab. Dengan cerdik beliau minta dihadirkan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina, serta 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina.

Mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?”

“Penuhi apa yang saya minta, maka akan saya perlihatkan satu rahasia,” jawab Syeikh

Mereka memenuhi permintaan Muhammad Abduh. Pemikir Islam ini segera mengurung 2 ekor ayam jantan bersama 1 ekor ayam betina dalam 1 kandang. Apa yang terjadi? Dua ekor ayam jantan itu berkelahi dan

saling membunuh untuk mendapatkan ayam betina. Setelah itu Muhammad Abduh melepas 2 ekor babi jantan dg 1 ekor babi betina. Kali ini, mereka menyaksikan sebuah “keanehan”. Tidak ada sedikit pun perkelahian utk memperebutkan babi betina. Tanpa rasa cemburu dan harga diri, babi jantan yang satu justru membantu babi jantan lainnya melaksanakan hajat seksualnya. Mengapa hal ini terjadi? “

Saudara-saudariku semua, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian membiarkan istrinya bersama lelaki lain, tanpa rasa cemburu.
Seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, tapi kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was.
Sesungguhnya, daging babi itu menularkan sifat-sifat buruk pada orang yang memakannya.

Muhammad Abduh kemudian memberikan contoh-contoh baik dalam syariat Islam. Misalnya, Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran serta memakan kotorannya. Siapapun yang ingin menyembelihnya harus mengurungnya selama beberapa hari serta memberinya pakan yg sesuai. Mengapa? Agar perutnya terbebas dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba berbahaya yang bisa menular pada manusia. Itulah hukum Allah. Itulah perlindungan dan kasih sayang Al-Khaliq kepada manusia.

(Disalin dari buku “Haram Bikin Seram” karya Tauhid Nur Azhar)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Keutamaan Menghibur Membahagiakan Hati Anak Perempuan

 

Sebenarnya dalil-dalil yang telah disebutkan dalam pembahasan sebelumnya juga menjadi dalil untuk pasal ini. Namun, maksud dari pasal ini adalah untuk memberikan dalil yang lebih banyak untuk menegaskan urgensi tema ini dalam mendidik dan mengasuh anak perempuan.

image

Imam Al-Alusi berkata, “Yang diketahui dari orang-orang yang memiliki sikap mulia adalah mereka biasanya sangat memperhatikan perasaan wanita, mereka berusaha untuk selalu membahagiakan dan menghibur hati wanita, karena tabiat wanita yang lemah. Oleh karena itu, ketika orang tua ingin memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, maka dianjurkan untuk mendahulukan anak perempuan.”

Membahagiakan dan menghibur hati anak perempuan bukan hanya dengan berlaku adil di dalam hal pemberian saja, akan tetapi masih banyak hal lainnya yang bisa membuat hati anak perempuan bahagia dan terhibur. Seperti memberikan perhatian, perawatan dan rasa kasihan kepadanya ketika ia sedang sakit. Al-Barra’ meriwayatkan dan berkata, “Suatu ketika Abu Bakar datang menjenguk putrinya, Aisyah r.a yang sedang terserang sakit demam, lalu ia berkata, “Bagaimana keadaanmu putriku ?” lalu ia mencium pipi putrinya tersebut.” (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Salah satu petunjuk Nabi saw dalam hal ini adalah riwayat dari Ummu Khalid binti Khalid bin Sa’id, ia berkata, “Suatu hari saya bersama ayah datang kepada Rasulullah saw. Waktu itu saya mengenakan pakaian warna kuning, lalu Rasulullah saw berkata, “Bagus, bagus.” Lalu saya mendekat kepada Rasulullah saw dan bermain-main dengan beliau, lalu ayahku pun menghardikku. Lalu beliau berkata, “Biarkan.” Kemudian beliau mengucapkan doa, “Ablii wa akhliqii, tsumma Ablii wa akhliqii,” . Setelah itu, berkat doa Nabi saw tersebut, Ummu Khalid memang benar-benar dikaruniai umur panjang oleh Allah swt.”(HR Bukhari)

Dalam hadits ini, Rasulullah saw ingin menghibur dan membahagiakan hati Ummu Khalid, sekaligus ingin memberikan contoh kepada seluruh ummatnya. Karena, hal seperti ini memiliki dampak positif yang sangat besar terhadap jiwa dan perilaku anak perempuan. Ketika anak perempuan mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua seperti ini, maka dengan penuh kecintaan dan lapang dada ia juga akan membalas semua itu denagn selalu mentaati seluruh perintah dan pengarahan orang tua.

Metode yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw di atas lalu dipraktekkan oleh ummatnya dengan penuh antusias di dalam mengasuh dan mendidik anak-anak perempuan mereka. Hal ini mereka praktekkan dalam berbagai bentuk. Di antaranya adalah apa yang dicontohkan oleh Mu’in bin Aus, ia adalah seorang ayah yang memiliki delapan anak perempuan. Ia pernah berkata, “Aku tidak ingin seandainya anak-anak perempuanku diganti dengan anak laki-laki.” Tentang anak-anak perempuannya tersebut, ia berkata,

“Aku melihat banyak orang tua membenci anak-anak perempuan, padahal di antara mereka –dan aku tidak bohong- terdapat banyak perempuan-perempuan shalihah. Pada saat zaman membinasakan anak laki-laki, banyak di antara anak-anak perempuan yang tidak bosan memberikan  banyak manfaat dan di antara mereka terdapat perempuan-perempuan yang kuat.”

Sumber  : Buku “Tarbiyyatul Banaat fil Islaam” Penulis : Abdul Mun’im Ibrahim. Penerbit : Maktabah Awlaad Syekh lit-Turaats, 1423 H/2002 M.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kang Aher – Ahmad Heryawan yang mempesona wartawan ...

Suatu saat di bulan november....

Ia turun, dan para stafnya keheranan. Tak ada siapapun. Tak ada kemeriahan apapun. Mereka akhirnya saling berbisik sementara lelaki tadi berjalan dan mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh area.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan wilayah Cimangkok, Sukabumi. Inilah tempat yang mendadak ia kunjungi di sore ini. Areal yang cukup luas, sepi, nampak beberapa pohon yang malas tegak, juga kelihatan ada kegiatan pembangunan yang terbengkalai.

Mendapati seorang pria kurus tengah mencangkul, iapun mendekatinya. Membicarakan beberapa hal dan sebagainya. Setelah terlihat mendapat kesimpulan dengan apa yang terjadi di tempat ini, ia minta ajudannya untuk menlepon ke kepala dinas bersangkutan, dan pembicaraan berlanjut dengan staf yang kian berbisik membayangkan mimpi apa orang yang ditelpon itu

Setelah itu ia pun meluncur ke sebuah pelosok kampung. Saya sebut kampung rasanya tak berlebihan. Karena memang demikian nyatanya. Kolam ikan dan sawah di kiri-kanan jalan sempit. Hawanya pun sejuk. Sampai di tujuan, ia agak berlari. Tidak memperhatikan staf yang terbirit membawakan payung untuknya. Ya, sore itu langit sukabumi hujan.

Ia pun sampai di depan sebuah rumah, membuka pagar bambu khas desa-desa dan masuk. Rumah sederhana. Masih heran dengan apa yang saya lihat, ia keluar lagi. "Mau masuk? tapi maaf tempatnya memang agak sempit", ujarnya dengan sumringah. Sebelum sempat menerka atas alasan apa ia nampak bahagia, akhirnya ia beri jawabnya: "di rumah, keluarga lagi kumpul, gak apa-apa nunggu disni ya," katanya sambil menunjukkan beberapa kursi di teras rumah.

Rumah yang sederhana. Saya pikir jika pejabat pasti akan punya dinasti kecil. Setidaknya keluarganya 'terlindung' disana. Namun dilihat bagaimanapun ini rumah biasa. Terlalu biasa malah. Di dalamnya tinggal nenek kesayangan seorang Ahmad Heryawan. Nenek berusia 106 tahun yang setiap hari bisa melahap 3 juz Al Quran. Nenek yang giginya masih bagus dan belum pikun. Begitu sering ia ceritakan dengan bangganya.

Itulah pertama kali saya beraktivitas panjang dengannya. Melihat sendiri orang seperti apa ia. Nyatanya demikian. Tak rumit, responsif, dan saya merasa sedang tak bekerja pada atasan. Biar usia saya tak berbeda jauh dengan putra pertamanya, dari cara berinteraksi saya merasa seperti rekan setara saja. Padahal jauh. Jauuuuuh sekali posinya. Saya cuma peliput lepas. Ia seorang Gubernur, pemangku kekuasaan tertinggi di provinsi yang kepadatannya sudah seperlima Indonesia.

Tak rumit. Pakaiannya paling atasan batik atau kemeja polos dengan celana bahan warna hitam. Jika tiba waktu shalat, dimana bertemu mesjid, rangkaian mobil pun berhenti. Mushalla kecil sampai Mesjid besar. Terurus atau tidak, tak masalah. Suatu kali bahkan pernah di acara Gubernur Saba Desa di sebuah daerah di majalengka. Aparat kecamatan dan desa setempat sempat heboh saat Gubernur hendak shalat. Pasalnya, mushalla itu sempit, gelap, dan (maaf) nampak tak terurus. "Gak apa-apa, gak apa-apa, shalat disini saja." Ujarnya santai saat beberapa orang menawarinya shalat di area kantor, yang lebih nyaman.

Ia responsif. Saya salut. Sering saya perhatikan dalam diskusi dan audiensi-audiensi. Bila ada yang mengeluhkan sesuatu persoalan, wajahnya lantas memurung. Nampak berpikir keras. Seperti sedang bertanya-tanya, apa yang salah? dimana letak persoalannya? Bagaimana memecahkannya?

Ia juga aktif menjalin relasi dengan perusahaan. Mengincar (dalam artian positif) kantong-kantong CSR (Corporate Social Responsibility). Dari situlah salah satunya, ia bisa menggenjot pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru)  terbanyak sepanjang sejarah Jabar.

Saya perhatikan, lewat bantuan twitter di akun @aheryawan ia sering mendapat masukan dan informasi. Pernah suatu saat di daerah garut heboh berita kelaparan di suatu kampung. Berita membesar dan memancing banyak hujatan gugatan. Ia pun mengirim 10 ton beras ke daerah bersangkutan. Ketika sampai, ternyata yang disebut kelaparan, hanya dua rumah bukan sekampung yang heboh diberitakan. Mereka makan nasi aking. Petugas pemprov yang sampai di lokasi kebingungan, mau diapakan beras sebanyak itu? Namun instruksi dari Gubernur sederhana: "Bagikan saja di kampung itu."

Ini hanya sekilas. Barangkali bila diteruskan, bisa jadi tulisan yang tak karuan, hehe. Mudah-mudahan yang disampaikan proporsional. Tak dilebih-lebihkan. Allah-lah yang lebih tahu apa yang berkelumit di hati hamba-hambaNya. Bila ada yang baik moga bisa jadi contoh dan jadi bagian diri. Bila ada yang salah, hanya pada Allah kita berlindung dan memohon petunjuk.[]

by roni sewiko

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kilauan Mutiara Manikam Terserak di Kehidupan Kaum alaf

MENGAPA DISKUSI PARA SALAF SELALU DILIMPAHI BERKAH, SEDANGKAN DISKUSI KITA MERENGGANGKAN UKHUWWAH ?

Amirul Mukminin Umar bin Khattab -radhiyallohu 'anhu- setiap berbeda pendapat dengan seseorang, beliau selalu berkata :

ما حاججت أحداً إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه

"Tidaklah aku menyampaikan hujjahku kepada seseorang kecuali aku berharap agar kebenaran (al haq) ada pada lisannya (hujjahnya)"

Beginilah tawadhu' nya seseorang yang Rasulullah berkata tentangnya:

"Sesungguhnya Allah telah meletakkan kebenaran (al Haq) pada lisan Umar dan hatinya" (HR. Ahmad dan Imam Hakim dalam Al Mustadrak dan beliau menyatakan hadits ini shahih atas persyaratan Bukhari dan Muslim)

Setiap kali Imam Syafi'i berbeda pendapat dengan orang lain, beliau selalu mengatakan :

ما جادلت أحداً إلا تمنّيت أن يظهِر الله الحق على لسانه دوني

"TIDAKLAH AKU MENDEBAT SESEORANG KECUALI AKU BERHARAP AGAR ALLAH MENUNJUKKAN KEBENARAN (AL HAQ) DI ATAS LISANNYA, BUKAN LISANKU."

DR. Thariq Suwaidan berkata :

لم أر غروراً أشد من غرور المتدين الذي يعتبر نفسه يتكلم بإسم الشرع بينما الامام الشافعي يقول: ما جادلت أحدا إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه

"Aku tidak pernah melihat kesembronoan melebihi sembrononya seorang yang mengaku memegang teguh Dien nya yang merasa -hanya- dirinya saja yang berpegang teguh dan berbicara atas nama Syari'ah Islam sedangkan Imam Syafi'i berkata :

"TIDAKLAH AKU MENDEBAT SESEORANG KECUALI AKU BERHARAP AGAR ALLAH MENUNJUKKAN KEBENARAN (AL HAQ) DI ATAS LISANNYA, BUKAN LISANKU"

BEGINI LAH PARA SALAF SALING MENGHORMATI KELEBIHAN MEREKA

يروى أن زيد بن ثابت _ كاتب الوحي _ كان يهم بركوب دابته،

فيقف عبد الله بن عباس _رضي الله عنهما _ بين يديه ويمسك له ركابه ، ويأخذ بزمام دابته .

فقال له زيد :دع عنك يا ابن عم رسول الله

فقال ابن عباس : هكذا أُمرنا أن نفعل بعلمائنا

.فقال له زيد : أرني يدك ، فأخرج ابن عباس يده له ، فمال عليها و قبلها

وقال : هكذا أمرنا أن نفعل بأهل بيت نبينا صلى الله عليه وسلم.

Diriwayatkan bahwa Shahabat Zaid bin Tsabit -penulis wahyu Rasulullah- suatu hari hendak menaiki untanya, melihat hal tersebut, shahabat Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthallib -saudara sepupu Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam- segera bergegas mendekati beliau dan memegangi kekang unta beliau.

Zaid bin Tsabit sangat terkejut seraya berkata :

"Lepaskan tanganmu dan biarkan aku melakukannya sendiri wahai anak paman Nabi"

Spontan Abdullah bin Abbas menjawab :

"DEMIKIANLAH KAMI DIAJARI NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM UNTUK MENGHORMATI AHLI ILMU (ULAMA) KAMI"

(Tak mau kalah) Zaid bin Tsabit menjawab : "Ulurkan tanganmu, perlihatkan padaku"

Abdullah bin Abbas segera menjulurkan tangannya ke arah Zaid bin Tsabit. Seketika Zaid bin Tsabit menarik tangan Abdullah bin Abbas dan menciumnya seraya berkata :

DEMIKIAN KAMI DIAJARI NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM UNTUK MENGHORMATI AHLUL BAYT (KELUARGA) NABI KAMI" (Shuwar Min Hayat Ash Shohabah jilid 3/11)

BEGINILAH PARA ULAMA' SALING MENGHARGAI

قال الإمام أحمد بن حنبل: كل حديث لا يعرفه يحيى بن معين فليس بحديث , ها هنا رجل خلقه الله لهذا الشأن، يظهر كذب الكذابين

Imam Ahmad Bin Hanbal -rahimahullah- berkata :

"Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Imam Yahya bin Ma'in, maka itu bukan hadits. Beliau lah orang yang Allah ciptakan khusu untuk ilmu ini -ulumul hadits- beliau lah yang akan menyingkap kebohongan para pendusta"

Imam Yahya bin Ma'in telah menulis satu juta hadits dengan tulisan tangan beliau sendiri. Dan setiap satu hadits beliau ulangi sebanyak 50 kali.... !!!!! (Qiymah Az Zaman 'Inda Ahl Ilmi hal 35)

Imam Muhammad Ibnu Siirin, seorang Tabi'in yang masyhur berkata :

إذا بلغك عن أخيك شيء فالتمس له عذرًا ، فإن لم تجد فقل: لعل له عذرًا لا أعرفه

"Jika sampai kepadamu sebuah berita tentang keburukan saudaramu, maka carilah udzur baginya. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka ucapkanlah : "Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak tahu" (Syu'abil Iman lil Bayhaqi juz 6/323)

تأن ولا تعجل بلومك صاحبًا .. ... .. لعل له عذرًا وأنت تلوم

Berhati-hati lah dan jangan engkau tergesa-gesa mencela saudaramu,

Barangkali ia memiliki udzur namun engkau justru mencela udzurnya itu

وعين الرضا عن كل عيب كليلة

ولكن عين السخط تبدي المساويا

ولست بهياب لمـن لا يهابنـي

ولست أرى للمرء ما لا يرى ليا

فإن تدن مني تدن منك مودتـي

وإن تنأ عني تلقني عنـك نائيـاً

Dan pandangan mata yang penuh ridho akan tumpul melihat aib saudaranya

Akan tetapi pandangan penuh kedengkian selalu memunculkan keburukan

Aku tidak akan takut kepada orang yang tidak menakut-nakuti aku

Aku juga tidak akan melihat kepada orang lain dengan cara yang ia tidak melihatku seperti itu

Maka jika engkau mendekat padaku, rasa cintaku pun akan mendekat kepadamu

Namun jika engkau menjauh dariku, niscaya akan engkau dapati aku pun menjauh darimu

MENDAHULUKAN ADAB SEBELUM SIKAP KRITIS

Ilmu memang memilki derajat yang tinggi di hadapan Allah, namun adab adalah buah nyata dari ilmu itu. Adab adalah tanda dalamnya ilmu dan tingginya wara' seseorang dan tawadhu' terhadap ilmu dan adab walaupun itu dimiliki olah orang yang usianya jauh lebih muda darinya .

عَنْ غُضَيْفِ بْنِ الْحَارِثِ أَنَّهُ مَرَّ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. فَلَقِيَهُ أَبُو ذَرٍّ فَقَالَ أَىْ أُخَىَّ اسْتَغْفِرْ لِى. قَالَ أَنْتَ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنْتَ أَحَقُّ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لِى. فَقَالَ إِنِّى سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ نِعْمَ الْفَتَى غُضَيْفٌ. وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ضَرَبَ بِالْحَقِّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ ». قَالَ عَفَّانُ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ يَقُولُ بِهِ

Dari Ghudhoif bin Al Harits Radhiyallohu 'Anhu ia bercerita bahwa suatu hari ia lewat di depan Umar Bin Khattab Radhiyallohu 'Anhu, lalu Umar berkata :

"Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif".    Ghudhoif melanjutkan ceritanya :

"Setelah peristiwa itu aku berjumpa dengan Abu Dzar, beliau berkata kepadaku : "Wahai saudaraku mintakan ampun kepada Allah untukku".

Ghudhoif menjawab : "Engkau shahabat Rasul yang terpandang, engkau lah yang lebih pantas berdo'a dan memintakan ampun kpd Allah buatku".

Abu Dzar menjawab : "Sungguh aku mendengar Umar berkata : "Sebaik-baik anak muda adalah Ghudhoif", sedangkan Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam : "Sesungguhnya Allah meletakkan kebenaran pada lisan dan hati Umar"

(HR. Ahmad dan Imam Hakim dalam Al Mustadrak dan beliau menyatakan hadits ini shahih atas persyaratan Bukhari dan Muslim, Muhtashor Tarikh Dimasyq juz 6 hal 247)

ADAB LEBIH DICINTAI PARA SALAF DIBANDING ILMU

Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

إنما بعثت لأتمم مكارم لأخلاق

"Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlak mulia"

Oleh karena itulah para Ulama Salaf lebih mendahulukan adab dibanding ilmu dan mereka amat sangat menjaga adab Islami dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan mereka. Berikut beberapa nasehat mereka:

Imam Ibnul Mubarak berkata :

تعلمت الأدب ثلاثين سنة، وتعلمت العلم عشرين سنة

"Aku belajar adab selama tigapuluh tahun, dan aku belajar ilmu selama duapuluh tahun"

Seorang ulama Salaf menasehati anaknya :

يا بنى لأن تتعلم بابا من الأدب أحب إلى من أن تتعلم سبعين بابا من أبواب العلم

"Wahai anakku, aku lebih suka melihatmu mempelajari satu bab tentang adab dibanding mempelajari tujuh puluh bab tentang ilmu"

Al Mikhlad bin Husain berkata kepada Imam Ibnul Mubarak :

نحن إلى كثير من الأدب أحوج منا إلى كثير من الحديث

"Kita jauh lebih membutuhkan banyaknya adab dibanding banyaknya hadits"

Imam Syafi'i pernah ditanya seseorang tentang bagaimana besarnya keinginan dan kesungguhan beliau untuk belajar dan memahami adab. Beliau menjawab :

أسمع بالحرف منه مما لم أسمعه فتود أعضائى أن لها أسماعا فتنعم به

"Ketika aku mendengarkan satu huruf saja tentang adab yang belum pernah aku dengar sebelumnya, maka aku rasakan seluruh anggota tubuhku menginginkan untuk mempunyai pendengaran sehingga mereka mendengarnya dan mendapatkan nikmatnya adab"

Lalu orang itu bertanya lagi :    "Lalu bagaimana keinginanmu mempelajari adab itu?"

Beliau –rahimahullah- menjawab:

طلب المرأة المضلة ولدها وليس لها غيره

"Seperti seorang ibu yang sedang mencari anak satu-satunya yang hilang" Lalu berkata :

ليس العلم بما حفظ العلم ما نفع

"Ilmu bukanlah diukur dengan apa yang telah dihafal oleh seseorang, tetpi diukur dengan apa yang bermanfaat bagi dirinya"

Diriwayatkan dari Musa bin Nushair, beliau berkata :

"Aku mendengar Isa bin Hammad menasehati para pelajar ilmu hadits:

تعلموا الحلم قبل العلم

"Pelajarilah kelembutan hati dan kerandahan jiwa sebelum kalian belajar ilmu"

Imam Ibnu Wahab berkata :

ما تعلمت من أدب مالك أفضل من علمه

"Aku lebih utamakan belajar adab kepada Imam Malik dibanding belajar ilmu darinya"

Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) berkata :

الحكايات عن العلماء ومجالستهم أحب إلى من كثير من الفقه لأنها آداب القوم وأخلاقهم

"Kisah-kisah tentang kehidupan para ulama dan duduk dalm majlis mereka lebih aku sukai dari mempelajari banyak ilmu, karena kisah-kisah itu penuh dengan ketinggian adab dan akhlak mereka"

Imam Ibnul Mubarak menyusun sebuah syair

أيها الطالب علما ائت حماد بن زيد

فاقتبس علما وحلما ثم قيده بقيد

Wahai para penuntut ilmu, datanglah kepada Imam Hammad bin Zaid

Dan belajarlah ilmu dan kelembutan hati lalu ikatlah dengan pengikat yang kuat

Semua ini disampaikan oleh para ulama salaf di zaman yang umat manusia masih sangat dekat dengan ulama dan ahlul ilmi yang menjaga adab dan ilmu mereka, bagaimana dengan zaman akhir yang kemungkaran dan kebodohan telah merajalela ?

KETEGASAN TIDAK SAMA DENGAN BERSIKAP KASAR DAN KERAS. KARENA KETEGASAN BISA DISAMPAIKAN DENGAN CARA YANG LEMBUT

Sebagaimana ketegasan Musa dan Harun terhadap Fir'aun yang disampaikan melalui kata-kata yang lembut atas perintah Rabb mereka

"Pergilah kamu beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. MAKA BERBICARALAH KAMU BERDUA KEPADANYA DENGAN KATA-KATA YANG LEMAH LEMBUT, MUDAH-MUDAHAN IA INGAT ATAU TAKUT." ( QS Thahaa 42 – 44)

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan kasih sayang dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. SEKIRANYA KAMU BERSIKAP KERAS LAGI BERHATI KASAR, TENTULAH MEREKA MENJAUHKAN DIRI DARI SEKELILINGMU. Karena itu maafkanlah -berikan kemudahan dan maklumi, pen- mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya". (QS Ali Imron 159)

Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam- bersabda :

من يحرم الرفق يحرم الخير

"Barangsiapa yang mengharamkan dirinya (membenci) sikap lemah lembut maka itu berarti ia menolak kebaikan" (HR. Muslim)

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, Rasulullah Bersabda :

"Sesungguhnya tidaklah sifat lemah lembut ada pada suatu tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu indah, dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari pada suatu tindakan kecuali ia pasti akan membuat tindakan itu cacat." (HR. Muslim)

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لاَ يُعْطِى عَلَى مَا سِوَاهُ

Dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha, Rasulullah Bersabda :

"Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lemah lembut dan Mencintai kelemah lembutan, Dia akan memberikan karunianya atas mereka yang bersikap lemah lembut dan tidak memberikannya kepada mereka yang bersikap kasar, serta akan memberikan kepada mereka apa-apa yang tidak Allah Berika kepada selain mereka" (HR. Muslim)

Anas Bin Malik berkata : "Suatu ketika datang seorang Arab Badui dan kencing di pojok Masjid, maka orang-orang datang memarahinya. Seketika Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam- melarang mereka, setelah orang itu menyelesaikan Rasulullah -shollallohu 'alaihi wasallam-memerintahkan para shahabat untuk mengguyur bekasnya dengan air"

Dalam hadits lain ditambahkan :

"KALIAN TIDAK DIUTUS KECUALI HANYA UNTUK MEMBERIKAN KEMUDAHAN BUKAN MEMBUAT KESULITAN" (HR Bukhari)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Ya Rabb ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku" ( QS Thahaa 42 – 44)

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari lemahnya hati dan kemalasan, sifat pengecut, kikir, kepikunan dan dari azab kubur.

Ya Allah limpahkan pada hatiku ketaqwaan kepada-Mu dan sucikanlah ia sesungguhnya Engkau lah sebaik-baik Yang Mensucikan hati. Engkau lah pelindung hatiku dan Yang Paling dicintainya".

"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak pernah tenang, nafsu yang tidak pernah merasa puas dan dari do'a yang tidak pernah dikabulkan" (HR Bukhari dan Muslim )

Andai setiap kita mampu meneladani para salaf –rodhiyallohu 'anhum-.

Allahumma habbib ilainaa hubba Nabiyyika wa hubba man yuhibbuhu : Ya Allah karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi Mu shollallohu 'alaihi wasallam dan kepada mereka yang mencintainya. Wallohu Jalla Fie 'Ulaahu A'lam.

Source: Fuad Al Hazimi II

READ MORE ... Monggo di-Klik

LKS SD Bercerita bahwa : Menghisap Ganja atau Rokok dan Meminum Minuman Keras sebagai Resep Awet Muda

 

Sungguh negeri ini sedang menjurus ke jurang kehancuran generasi muda tanpa banyak orang menyadarinya. Telah terjadi suatu pembiaran yang justru di masa pemerintahan yang dianggap otoriter – zaman pemerintahan “Pak Harto” hal ini sangat musykil terjadi. Zaman “kebebasan” dan pemerintahan demokrasi liberal dan kapitalisme pendidikan saat ini telah membuka pintu kerusakan karakter anak-anak secara gamblang. Kerusakan generasi penerus kita pun semakin terlihat nyata.

Sangat memiriskan hati, anak2 kita usia SD, (bahkan masih kelas 3 usia 9 tahunan) sudah dikenalkan apa itu “Istri Simpanan” atau selingkuhan dalam LKS yang ada pada bacaan cerita Bang Maman, atau pertanyaan dengan jawaban yang benar adalah “Komunis” hingga anak diarahkan untuk punya pandangan positif terhadap GANJA, ROKOK DAN MINUMAN KERAS seperti dilansir oleh www.infospesial.net   

image

Setelah polemik “Istri Simpanan” Bang Maman dan LKS siswa SMP bergambar bintang porno Jepang, Mari Ozawa (Miyabi) dan pertanyaan dengan pilihan ideologi komunis sebagai jawaban yang benar, kini timbul soalan baru di buku LKS Bahasa Jawa murid kelas III SD di Kudus, Jawa Tengah. Pada halaman 4 buku LKS Bahasa Jawa terbitan CV Sindunata yang  beredar di Kudus berisi 5 dialog yang tidak layak dibaca siswa SD.

Bacaan berjudul "Resepe Simbah," menggambarkan pemuda bernama “Glendhoh” bertanya kepada kakek yang sedang duduk di teras terkait resep awet muda. Si Kakek, bernama “Klithuk” menjawab resep awet muda dengan cara "nyimeng" (menghisap ganja), ngombe (diasumsikan meminum minuman keras) 2 botol dan merokok 2 bungkus dalam sehari.

Ironisnya, pada sampul LKS terbitan CV Sindunata, Sukoharjo, Surakarta terdapat tulisan kurikulum terbaru, terintegrasi pendidikan karakter, acuan pengayaan dan sesuai SK Gubernur Jateng nomor 423.5/5/2010.

"Setiap hendak membeli buku LKS, sebaiknya diteliti dan dibaca secara seksama guna memastikan materi yang ada memang layak untuk anak-anak SD", kata Sudjatmiko Kepala Dinas Pendidikan di Kudus, Kamis kemarin (9/11).

Kepala Dinas Pendidikan Kudus, Sudjatmiko, juga mengaku baru tahu adanya kasus ini. "Kami baru mengetahui di dalam LKS itu ternyata ada materi tidak layak dibaca untuk siswa SD," kata Sudjatmiko, seperti dirilis infospesial.net.

Ini artinya di era “Kebebasan” ini, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak lagi memiliki kontrol atau memang tidak ambil pusing terhadap isi materi cetakan buku untuk para siswa anak didik di sekolah-sekolah wilayah lingkup kerjanya. Mereka hanya bersikap responsif, seperti juga aparat negara lainnya, yang akan bertindak jika ada bukti atau pengaduan warga atau munculnya reaksi masyarakat.

Kepala SD Negeri 1 Barongan, Kudus, Jawa Tengah (Sudjatmiko) mengimbau agar sekolah selektif memilih LKS. "Jangan sampai, setelah lama menggunakan LKS tersebut sekolah baru mengetahuinya." Siswa kelas III SD telah menggunakan LKS itu untuk semester satu yang dimulai Juli 2012 dan berakhir pada Desember 2012.

Penerbit Tidak Bertanggung Jawab dan  Tidak Punya Sikap Tanggung Jawab

Sementara itu, karena terjadi polemik, pihak penerbit siap menarik LKS. "Yang kami edarkan sejak pertengahan tahun ini sudah ada 5000 eksemplar di Jawa Tengah. Kami siap menariknya kembali jika ada perintah dari Dinas Pendidikan" ujar Manager CV Sindunata Sukoharjo Yatim Arohmah di kantornya, Senin (12/11).

Yatim mengatakan, pihaknya punya niatan baik dengan mencetak LKS tersebut. Yakni ingin ikut mencerdaskan bangsa sesuai visi dan misi pendidikan nasional. Yatim juga membantah jika pembuatan LKS tersebut tanpa pertimbangan matang.

LKS yang dibuat CV Sindunata, menurut Yatim, bukan hanya beredar di Kudus saja. Namun sudah beredar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Solo.

Di kota-kota atau kabupaten lain LKS yang beredar tidak bermasalah. Tetapi di Kudus oleh salah satu SD, LKS tersebut dianggap bermasalah.

Jika setiap hal yang menyangkut perusakan karakter anak selalu menunggu respon penolakan masyarakat, sementara aparat negara hanya bersikap responsif - yang akan bertindak jika ada bukti atau pengaduan atau muncul reaksi masyarakat, lalu dimana tanggung jawab negara terhadap anak-anak bangsa.

Muatan Pornografi Mulai Dikenalkan di LKS

Seperti berita yang dikutip dari VIVANews,  pihak sekolah SMP Islam Brawijaya di Kota Mojokerto tidak menyadari keberadaan foto bintang film dewasa itu dalam LKS, apalagi bukan sekolah yang menerbitkannya. "Fotonya biasa saja, bajunya juga biasa," kata Sri, salah satu petugas Tata Usaha sekolah tersebut. Pihak sekolah baru mengetahuinya setelah ada pihak yang melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Masalah di sekolah ini sudah selesai, sudah ditarik," tambah dia.

Selain di SMP Islam Brawijaya, diperkirakan LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia itu juga beredar di sekolah lain.

Foto Miyabi di LKS tersebut ada di halaman 36, Bab 2 bagian task 6 tentang Could You Report It?, foto artis film dewasa itu dipasang berdekatan dengan foto aktor Indonesia dan gambar fauna. Foto Miyabi di LKS itu membuat heboh warga Mojokerto, meski dalam LKS tersebut Miyabi berpenampilan rapi dan sopan atau tidak mengenakan baju seksi yaitu memakai blazer warna putih. Namun dengan hadirnya artis porno di buku pelajaran sekolah dikhawatirkan foto itu memancing keingintahuan siswa tentang sosok Maria Ozawa.

LKS Foto miyabi

Ini tampak pada contoh soal isian gambar seperti yang ada di atas.
Pada contoh itu dituliskan;
X: Do you know this animal?
Y: Yes, it is a hamster
X: What do you think about it
Y: How beautiful it is
"Dengan begitu, siswa diminta untuk mengetahui siapa Miyabi ini," ujar Iwud Widiantoro, aktivis LSM Aliansi Masyarakat Peduli Mojokerto (AMPM).

Menurut dia, bisa jadi siswa yang semula tak tahu akan mengetahui siapa sosok Miyabi. Selain itu, lanjut dia, karena usia pelajar siswa kelas 3 SMP ini merupakan usia yang rawan, bakal menimbulkan keingintahuan siswa terhadap sosok Miyabi ini.
"Kalau sudah begitu, maka dia akan mencari diinternet. Bisa-bisa yang muncul juga gambar-gambar Miyabi dalam pose seronok. Ini semestinya jadi pertimbangan,"

Dia menyayangkan karena dalam buku LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia yang disusun Tim Penyusun Musyawarah Guru Bahasa Inggris SMP ini, banyak berisikan gambar-gambar artis.

"Buku LKS ini kayak majalah infotainment saja, berisikan foto-foto artis. Seharusnya khan foto tokoh penting atau pakai karikatur yang mendidik," ujarnya.
LKS (Lembar Kerja Siswa) Sekolah adalah buku penunjang pelajaran siswa untuk lebih giat lagi belajar. Isi LKS biasanya kumpulan soal latihan yang harus dikerjakan siswa setelah membaca buku paket. Jika isinya "Mari Mengenal Artis Porno"

Gimana jadinya generasi penerus bangsa ini dimasa depan?????

READ MORE ... Monggo di-Klik

Meluruskan Pandangan Teologis Anak Sejak Dini – Part 1

Sering terdengar ungkapan " ... terserah pada yang di Atas" dari anak2  remaja (ABG).  Terlebih  ungkapan ini  populer  di kalangan selebrities, yang segan menyebut nama Tuhannya, pada tayangan info-tainment TV. Ungkapan ini merujuk pada keberadaan Tuhan ada di "atas" atau di suatu tempat ATAU Tuhan membutuhkan tempat untuk mengisi eksistensi / keberadaan Allah.
Inilah racun sangat berbahaya yang sangat halus lagi tersembunyi dan telah merusak aqidah (pandangan teologis) umat Islam, nohok langsung ke pusat kesadaran hingga menyesatkan akal dari memahami pandangan benar tentang hakikat Tuhan, merusak kesucian-Nya - SubhaanaAllah.

Lebih fatal lagi, bagi yang meyakini bahwa Allah benar2 ada di “Atas” atau “Allah ada bertempat”  bisa disamakan dengan keyakinan Tuhan yang ada (bertempat) di sorga. ungkapan yang selalu mengiringi  doa2 kaum Nashrani. Maka bisa Anda dibayangkan imannya bisa lepas dengan sangat cepat dan tanpa ia sadari seperti lepasnya anak panah dari busur. Itulah salah satu racun paling berbahaya di sekitar kita yang mengancam keimanan keluarga di rumah  kita sendiri dan TV kita sendiri.
Kawal anak berakhlaq islami
Kawal aqidah dan akhlaq Anak kita
Benarlah berita yang disampaikan Muhammad SAW bahwa mendekati kiamat, fitnah dajjal akan memasuki rumah-rumah muslim. Faktanya fitnah itu sudah masuk melalui perangkat TV, internet dan audio video atau image gambar membahayakan anak-anak kita atau bahkan tanpa disadari diri kita sendiri pun belum tentu selamat dari fitnah besar ini.

Dalam Teologi Islam pasca tabi'it-tabi'in (3H / 9M) kita mengenal banyak kelompok aliran. Pengelompokan didasarkan pada kecenderungan masing-masing aliran dalam menafsirkan ayat-ayat tentang ketuhanan. Mulai dari kelompok yang sangat berhati-hati dengan tidak mau menafsirkan sifat Allah dalam Qur'an - sebanyak 99 (Asma'ul husna) – yaitu mereka pahami apa adanya. Bahwa hanya Allah yang mengetahui penafsiran ayatnya. Contoh :tafsir Alif Lam Mim (QS Al-Baqoroh 2:1), Alif Lam Ra (Yusuf 11:1).

Ada juga kelompok yang - dalam menafsirkan - cenderung mendahulukan wahyu dari pada akal (aliran Asy'ariyah). Ada kelompok yang cenderung mendahulukan akal daripada wahyu (Mu'tazilah). Selanjutnya berkembang aliran mujasimah, musyabihah dan banyak aliran lain yang semakin sesat-menyesatkan, terutama yang datang belakangan.

Seiring meluasnya wilayah Islam dan interaksi dengan masyarakat non-Islam telah membuka pintu masuk unsur pagan (animisme-dinamisme, filsafat, Yudaism, India, adat, ajaran leluhur, kejawen). Terjadi sinkretism (pencampur-adukan ajaran) yang merusak aqidah-Islam. Bahaya paling kontemporer adalah pandangan teologis Jaringan-Islam-Liberal dengan penafsiran sebebas-bebasnya segala hal tentang Islam.
Awalnya perbedaan pandangan masalah teologi terjadi antara pengikut Abu al Hasan  al Asy'ary (aliran Asy'ary) dengan pengikut Washil ibn Atho' (Mu'tazilah) berkisar pada wujud Allah, zat dan sifat-sifat-Nya. Polemik ini sesuatu yang baru, yang tidak terjadi di zaman Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in dan baru terjadi sesudah zaman tabi'it tabi'in.
Yang paling aman adalah memegang teguh aqidah ulama salaf (yang DIMAKSUD BUKAN kaum salafi  Wahhabi). Tapi yang dianut para sahabat hingga tabi'it tabi'in yang membatasi diri dalam menafsirkan ayat-ayat Qur’an tentang wujud, zat dan sifat-sifat Allah. Karena hanya Dia yang tahu hakikat wujud, zat dan sifat-sifat-Nya sendiri.    
------------------------------------
Kembali ke BAGIAN PALING ATAS halaman klik!      Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

Missing-Link : Titik Lemah Kurikulum Pendidikan Indonesia

 

Mau dibawa kemana dunia pendidikan kita? Dunia pendidikan di Indonesia memiliki titik kelemahan paling mendasar, yaitu Missing-Link. Produk pendidikan sama sekali kehilangan LINK dengan dunia luar (di laur akademis) dan tidak aneh kita temukan prestasi terbesar seorang fresh-graduate (sarjana baru - S1) adalah hanya selembar lamaran kerja dan penolakan dari perusahaan.

Sama sekali tidak aneh! Sistem pendidikan penjajah Belanda – yang misi & visinya untuk memenuhi tenaga clerk (ambtenaar) pamongprojo atau ‘pegawai negeri’ pemerintahan Hindia-Belanda – hingga sekarang masih diwariskan pada Blue-print kurikulum pendidikan. Output pendidikan adalah mental pegawai atau ‘kacung’ dimana output terbaik dengan Indeks Prestasi terbaik akan menjadi ‘kacung’ yang baik dan patuh. Dalam kadar berbeda mental ini masih berlaku hingga sekarang.

Kelemahan ini mudah sekali kita lihat, seperti dibawah ini :

  1. A.  Pendidikan Indonesia identik hafalan berbasis "kunci jawaban" bukan 
         pengertian.
  2. Ujian Nasional, tes masuk PT, kursus-kursus, lembaga bimbingan belajar dan lembaga pendidikan lainnya  semua berbasis hafalan. Sampai tingkat sarjana, mahasiswa diharuskan hafal rumus ilmu pasti dan ilmu hitung lainnya, bukan diarahkan untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rumus tersebut.
  3. Efeknya bisa dikaji, dengan biaya ekstra seorang siswa lulus tes masuk perguruan tinggi mengandalkan rumus-rumus ‘jalan-pintas’ dari tempat Bimbingan Belajar, mengalami kesulitan di tahun kedua dan seterusnya karena tidak paham pengertian rumus-rumus tersebut.

  4. B.  Kurikulum pendidikan terlalu teoritis, sangat tidak aplikatif dan sangat
         tidak sesuai realita di lapangan. Literaturnya pun sering tidak up-to-date.
  5.      Anggaran pendidikan yang terilyun2 hanya difokuskan demi pencapaian
         hasil UN tertinggi.
  6. (keberhasilan pendidikan hanya diukur dari besarnya % kelulusan. Jika 100% pendidikan dianggap berhasil).

  7. Semua itu hanya untuk meningkatkan gengsi pejabat daerah atau pengelola pendidikan semata. Tidak untuk kepentingan anak didik.

  8. C.   Pendidikan Moral, Agama, karakter, Budi pekerti semua hanya berupa
           Materi Hafalan (Kognitif), sangat kurang dengan aspek penerapan.

Karena berbasis hafalan, murid di Indonesia dijejali sebanyak mungkin pelajaran. Itulah mengapa anak kita sarat dengan beban kurikulum.

Mereka dididik menjadi :

Jack of all trades, but master of none

(tahu sedikit2 tentang banyak hal  tetapi tidak menguasai apapun).

Semua bisa dirangkum dengan sebuah komentar :

“semenjak aku keluar kuliah aku juga berfikir.
kuliah sampah, paling cuma 1% ilmu yang masuk 99% sampah.
”

Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, melayangkan kritik pedas terhadap kurikulum yang di terapkan dalam dunia pendidikan. Pasalnya, kurikulum yang saat ini dijalankan, dikhawatirkan alokasi dana dari APBN dana 20 persen atau sebesar Rp200 triliun untuk bidang pendidikan akan sia-sia saja di gelontorkan. Karena tidak akan menghasilkan mutu pendidikan yang memadai.

"Karena tidak diajari tentang pendidikan finansial dan entrepreneurship maka ketika kita menjadi sarjana, satu-satunya prestasi yang bisa dilakukan adalah membuat surat lamaran kerja. Tidak pernah kita mendengar seorang mahasiswa kita lulus kuliah lalu membuka lowongan kerja," jelas Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, di hadapan para tokoh dalam acara safari Ramadan, di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu, Minggu (29/7/2012)seperti dirilis Okezone.

Menurutnya, kurikulum yang saat ini diterapkan dinilainya hanya mendidik murid menjadi tidak mandiri dan tidak mampu mengelola kemampuan pribadinya.

Seharusnya sejak tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi, harus ada mata pelajaran maupun mata kuliah pendidikan finansial dan entrepreneurship.

Anis mengambil contoh entrepreneurship yang di tunjukan Nabi Muhammad SAW. Yang mana sejak kecil Nabi Muhammad mengembangkan kemampuannya dengan membuka jasa pengelolaan ternak.  Dari jasa pengelolaan ternak tersebut Nabi Muhammad SAW mampu membelikan mahar berupa 100 ekor unta.

"Bila satu ekor unta seharga Rp10 juta maka saat berumur 25 tahun, beliau saat itu berarti telah mempunyai harta Rp1 miliar untuk membeli unta. Ini contoh dalam mendidik anak-anak kita kedepan," paparnya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

TV : Infiltrasi Budaya Barat yang menjadi Ancaman!

 

Kita, semua pihak serasa tidak mampu mengantisipasi dampak buruk infiltrasi budaya asing yang mengancam nilai sosial, norma Islam dan bahkan keyakinan atau akidah Islam. Tanpa terasa kita dan anak-anak kita dibawa ke pusaran budaya Barat. Banyak sekali contoh – atau kajian dampak sosial tayangan TV yang merubah nilai, norma, attitude dan perilaku kalangan diwasa dan terutama anak-anak.

Dan ironisnya sangat sedikit di antara kita yang sama sekali tidak peduli – tidak ambil pusing dengan fakta infiltrasi budaya ini. Menutup mata bahwa ‘budaya Barat’ yang dimaksud tidak lain adalah budaya sampah, hedonis dan agenda global Zionist.

OK. Berita dari Yaman yang dilansir dari Vivanews patut menjadi renungan bersama:

Sinetron Menginspirasi Pembunuhan di Yaman

Di Yaman, sinetron menyumbang meningkatnya angka perceraian.

Kamis, 12 Juli 2012,

Ilustrasi sinetron

VIVAnews - Bersikaplah selektif dalam memilih tontonan, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Salah-salah bisa bernasib seperti pria Yaman ini yang vonis mati setelah membunuh 5 orang karena meniru adegan sinetron Turki.

Hal ini diakui sendiri oleh sang pelaku, Mohammed Ali Azab. Menurut harian Al Arabiya, Rabu 11 Juli, Azab mengakui bahwa sinetron Turki 'Lembah Serigala' telah menginspirasinya untuk membunuh.

Awalnya, Azab bertikai dengan seorang pria di distrik Dawran, wilayah Dhama. Kalap, dia pun menembaki lima orang, termasuk ibu dari pria yang bertikai dengannya. Setelah pelurunya habis, Azab pun menyerahkan diri. Berdasarkan ketentuan umum yang berlaku di Dhama, kasus Azab ditangani oleh pengadilan adat. Dia pun divonis mati karena keluarga korban menolak memaafkannya.

Sinetron dalam beberapa tahun terakhir menjadi tontonan wajib bagi beberapa orang di Yaman. Namun, cerita sinetron yang kebarat-baratan dinilai bertentangan dengan adat budaya Yaman. Pengaruh buruk sinetron disebut sebagai dalang meningkatnya angka perceraian di negara itu.

Salah satu sinetron berjudul "Noor" menyumbang hal ini. Beberapa istri di Yaman yang menonton Noor menggugat cerai suaminya karena dianggap tidak seromantis pria di sinetron. Bulan lalu, seorang istri berusia 20 tahun menceraikan suaminya karena tidak memakai celana jeans, persis aktor di film Noor.

"Sinetron ini hadir di tengah masyarakat Yaman yang konservatif dan memperkenalkan nilai sosial yang asing serta bertentangan dengan keyakinan beragama dan norma. Ini akan mengancam identitas mereka," kata ahli sosiologi di Yaman, Khaled Modhesh.

---------------

Anda bayangkan budaya pop saja sangat mudah mempengaruhi orang diwasa, dan tak terbayangkan lagi dampak tayangan TV terhadap anak-anak dari hari ke hari hingga mereka diwasa. Membentuk attitude dan behavior atau aspek nilai lainnya sebagai individu yang tercemar.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kisah Mualaf Yahudi Perancis mengislamkan jutaan orang


In Memoriam Jadullah Qur'ani (1958-2003)

Ini adalah kisah luarbiasa seorang hamba Allah dalam masa 30 tahun keislaman, dengan dakwah bil Hikmah mampu mengajak 6 jutaan manusia masuk agama diridhoi Allah Subhana wa Ta'ala. Berikut ini kisahnya.

- Di suatu tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim, ia adalah orang tua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen dimana salah satu penghuninya  keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" umur 7 tahun.

Jad si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat dimana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah, setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya. Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

Ibrahim pun menjawab: "Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu!" Jad menyetujuinya dengan penuh kegirangan.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi.

Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan menyuruhnya membuka secara acak. Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca 2 lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.

14 tahun berlalu, kini Jad telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.

Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya dimana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiapkali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad.

Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak, Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya,  dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.

Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.

Jad mencoba membuka lembaran-lembaran buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya. Kemudian ia pergi ke salah seorang teman berkebangsaan Tunisia dan memintanya membacakan 2 lembar dari buku tersebut. Persis seperti kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.

Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari 2 lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu. Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya. Teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.

Jad terhenyak kaget, dengan penuh penasaran ia bertanya,

"Buku apa ini !?"

Ia menjawab : "Ini adalah Al-Qur'an, kitab sucinya orang Islam!"

Jad sedikit tidak percaya, sekaligus merasa takjub.

Jad kembali bertanya: "Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?"

Temannya menjawab : "Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!"

Setelah itu, tanpa ragu Jad mengucapkan Syahadat, ia pun kini muslim!

Jad menjadi - Jadullah seorang Muslim.

Ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Sejak saat itu ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk menyebarkan ajaran Al-Qur'an.

Mulailah Jadullah mempelajari Qur'an untuk memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan 6.000 Yahudi dan Nasrani.

Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur'an hadiah dari Ibrahim. Tiba-tiba ia mendapati lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda-tangan Ibrahim dan dibawahnya tertuliskan ayat :

((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ...!!))

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!..." (QS. An-Nahl; 125)

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.

Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa untuk dakwah ke Afrika - Kenya, Sudan selatan (mayoritas Nasrani), Uganda serta negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.

Akhir Hayat Jadullah

Jadullah Al-Qur'ani, seorang muslim sejati, da'i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit. Kala itu beliau berumur 45 tahun, beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.

Kisah Belum Selesai

Ibu Jadullah Al-Qur'ani adalah wanita Yahudi fanatik, berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.

Si ibu bercerita, – saat putranya masih hidup– ia menghabiskan 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya. Sedangkan Ibrahim, Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.

Kemudian yang menjadi pertanyaan: "Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?"

Jadullah Al-Qur'ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya : "Hai orang kafir!" atau "Hai Yahudi!" bahkan Ibrahim tidak pernah berucap: "Masuklah Islam!"

Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tak sekalipun mengajarinya agama, tentang Islam ataupun Yahudi. Seorang tua muslim sederhana itu tidak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Namun ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur’an.

Kemudian dari kesaksian DR. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zolo. Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur’ani? Ia jawab; tidak!  Tapi ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah.

Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur’ani. Dan Jadullah Al-Qur'ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.

Begitulah  kisah Jadullah Al-Qur'ani, kisah nyata yang oleh penulisnya didapatkan dari catatan asy-syahid alm. Syeikh Imad Iffat dijuluki "Syaikh Kaum Revolusioner Mesir". Beliau ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak mati dalam sebuah insiden di Kairo di hari Jumat, 16 Desember 2011.

Kisah nyata ini layak direnungkan, di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur'ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, klaim sesat, menyatakan bid'ah, melaknat, memfitnah, padahal ditujukan ke sesama muslim.

Dahulu da'i-da'i berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid, mengislamkan orang kafir, namun kenapa sekarang orang sudah Islam justru dikafir-kafirkan dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja? Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan membelah dada setiap manusia untuk mengetahui kadar iman setiap orang.

Mari renungkan QS Thaha ayat 44 yaitu Perintah Allah SWT. kepada Nabi Musa dan Harun –'alaihimassalam– saat akan mendakwahi fir'aun :

((فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيِّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى))

"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut."

Bayangkan, fir'aun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun saat harus dakwah kepada orang seperti itu tetap harus dengan kata lemah lembut. Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Adakah orang yang saat ini lebih kafir dari fir'aun sehingga Al-Qur'an pun merekam kekafirannya hingga kini?

Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dakwah dengan metode Qur'an? Dengan Hikmah, Nasehat baik, diskusi dan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun?

Dalam dakwah yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita agar mudah menyampaikan kebenaran Islam. Boleh jadi kita dapati orang kafir, namun boleh jadi akhir hayatnya Allah akan memberi hidayah sehingga ia masuk Islam. Bukankah Umar bin Khattab dulu juga pernah memusuhi Rasulullah? Allah berkehendak lain, sehingga Umar mendapat hidayah dan memeluk Islam. Lalu sekarang seseorang muslim, bisa jadi akhir hayatnya Allah mencabut hidayah darinya sehingga ia mati dalam keadaan kafir. Na'udzubillah tsumma Na'udzubillahi min Dzalik.

Sesungguhnya dosa pertama yang dilakukan iblis adalah sombong dan angkuh serta merasa diri sendiri paling suci sehingga tidak mau menerima kebenaran Allah dengan sujud hormat kepada Adam –'alaihissalam–. Oleh karena itu, boleh jadi Allah mencabut hidayah dari seorang muslim yang tinggi hati lalu memberikannya kepada seorang kafir yang rendah hati. Segalanya tiada yang mustahil bagi Allah!

Pertahankan akidah Islam yang telah kita peluk ini, dan jangan sombong, angkuh atau mencibir atau "menggerogoti" akidah orang lain yang telah memeluk Islam (bertauhid). Kita saudara dalam Islam. Saling mengingatkan adalah baik, saling melindungi akidah adalah baik. Marilah kita senantiasa berjuang bahu-membahu demi perkara yang baik-baik saja.

Wallahu Ta'ala A'la Wa A'lam Bis-Shawab.

Penulis: Mustamid, seorang mahasiswa Program Licence Universitas Al-Azhar Kairo Konsentrasi Hukum Islam.

source : arrahmah.com

READ MORE ... Monggo di-Klik

Metode Pengajaran Terbaik untuk Jiwa Anak

 

Jakarta, 2010-10-25

Saya sangat mencemaskan anak. Anak lahir menginjak tahun ke-8 nikah. Tersemat di Akta Lahir Najwa Dzikrina Istighfarah binti Zulkarnain (5) disusul Abdillah Tanjung (3). Dua insan beradik-kakak ini  bak lubuk curahan hati ayah-bundanya. Najwa sekolah Pre-School. Inilah sumber keresahanku sebab tahun depan ke Elementary School. Setelah mencari tahu. Alamak! Sekolah-sekolah bagus yang ditawarkan berbiaya mahal. SD Negeri bebas SPP dan biaya masuk tetapi banyak sekali pungutan.  

Pendidikan Bersubsidi Penuh

Saya termangu membandingkan sekolah SD Negeri tahun 1970-an dengan kondisi belasan tahun terakhir. Teman sepermainanku, anak tukang cuci, dengan sistem pendidikan saat itu memungkinkan dia meraih Master dan status sosial terhormat. Banyak anak buruh petani miskin di pedesaan Jawa namun anaknya mampu kuliah di universitas Negeri. Temanku kuliah seangkatan di Fakultas Ekonomi UGM adalah anak petani miskin di Bantul Yogyakarta namun mampu membiayai kuliah dari kerja mengayuh becak.

Maka terjadi peluang besar Mobilitas Sosial Vertikal dari Masyarakat Kelas Bawah ke Masyarakat Menengah - Atas.

Satu-satunya biaya riil yang dibebankan ke siswa adalah SPP. Biaya SPP selama saya bersekolah di sekolah Negeri : SD Rp.100,- per bulan, SPP SMP Rp.400,- per bulan, SMA SPP Rp.900.- dan Sumbangan BP Rp.350,- per bulan dan biaya kuliah di FE UGM hingga lulus Rp 40.500,-/semester dan sama sekali tanpa pungutan. Registrasi Rp77.000  (include SPP thn. I dan jaket almamater) – SEMUA DITANGGUNG NEGARA. 

Apa nak jadi, sekolah di Indonesia kini sarat biaya setelah masuk pusaran
'Kapitalisme-Pendidikan' implikasi kebijakan negara yang tunduk mengikuti intervensi tekanan kekuatan Asing DULU melalui menir IMF - Bank Dunia. Advise-nya KURANGI SUBSIDI di semua lini sehingga negara tidak berdaya memberdayakan rakyat. Terjadilah proses pemiskinan struktural - orang melarat karena dia miskin dan tidak ada akses modal - tidak ada lagi BUUD (Badan Usaha Unit Desa) dan KUD (Kredit Usaha Tani). Dunia pendidikan semakin tertutup aksesnya karena subsidi tidak lagi mencukupi.

Yang tinggal hanya indahnya romantism masa lalu. Sebelum pukul 07.00 pagi anak-anak miskin tanpa alas kaki, celana pendek dan baju beragam (belum ada wajib seragam) penuh semangat berangkat sekolah dengan buku paket yang setahun penuh boleh dibawa pulang. Mereka lantang menceritakan cita-cita setinggi-tingginya di kelas dan berani bermimpi.

Murid SD tahun 1970-an bebas tidak beralas kaki terutama di pedesaan, saya sendiri meskipun tinggal di kota Yogyakarta baru mulai bersepatu ketika naik ke kelas 6.

Jiwa Manusia adalah OBYEK Pengajaran

Sungguh bukan biaya pendidikan yang menakutkan, tapi sistem pendidikan TERLALU 'Intelektualistis' yang menjadi mimpi buruk saya. Ini dirasakan di level Dasar hingga Menengah-Atas. Di tingkat Diploma dan Sarjana tidak jauh beda dengan tambahan kurikulum yang terlalu Job-Oriented. Motif kuliah paling dominan menjadi orang kaya dan impian kemewahan.

Tujuan mengubah nasib melalui jalur pendidikan tidak salah, namun hampir tidak ada orang menuntut ilmu (bersekolah) karena kecintaan kepada ilmu itu sendiri, apalagi pada sistem pendidikan kapitalistik.

Kondisi sebaliknya terjadi di institusi pendidikan Islam yang di-cap 'Terlalu Transedental' atau 'Terlalu Spiritualistis'. Ditambah anggapan: 

“Semakin tinggi tingkat pendidikan atau semakin mendalam materi ajaran Islam maka akan semakin sukar dipahami pikiran atau bahkan dianggap diluar pengertian dan pengalaman manusia biasa. Ujung-ujungnya nampak tidak rasional dan tidak memiliki link dengan dengan kehidupan modern.”

Pendidikan dalam Islam tidak mengenal dikotomi seperti itu - tidak ada pemisahan urusan dunia dan masalah spiritual. Pengajaran Islam meliputi seluruh aspek kehidupan. Tidak melulu intelektualistik yang menghasilkan pribadi Rasional, Pragmatis, serba praktis. Tidak pula melulu spiritualistik yang terlalu asyik dengan ritual ibadah.

Islam memiliki pengajaran unik, konsep pendidikannya sangat menekankan ILMU. Ilmu dalam ISLAM berdimensi IMAN dan AMAL. Itu sebabnya konsep Pendidikan Islam sangat menuntut pemahaman 2 hal:

(1) Kedudukan IMAN, ILMU dan AMAL dalam jiwa manusia, ---  kemudian,

(2) Bagaimanakah cara menanamkan itu semua ke dalam jiwa manusia.

Saya sangat kesulitan menemukan tempat pendidikan anak dengan visi seperti itu di sekitar kediaman saya. SD Islam Terpadu terlalu mahal dan ikut pusaran intelektualistik. Sering ditemukan SDIT mencantumkan Iman-Ilmu-Amal atau membentuk generasi Rabbani, faktanya jauh dari harapan. Pesantren Modern yang menjamur juga sama saja.

Budaya IKHLAS mencintai ilmu dan memuliakan guru atau Tuan Guru yang juga lkhlas transfer ilmu sementara ini hanya tersisa di pesantren salaf (BUKAN SALAFI! Wahabi!), dayeuh yang justru semakin ditinggalkan dan sebagian pesantren Modern, sisanya wallaahu a'lam.

Santri mulai pelajaran tahun I dengan mengaji kitab Ta'liimu muta'allim yang berisi adab (etika) Penuntut ilmu terhadap ilmu itu sendiri, terhadap guru, larangan dan anjuran dan hal lain yang relevan.

Semua pelaku dunia pendidikan Islam harus memahami benar bahwa jiwa manusia (nafs) adalah OBYEK pengajaran dalam sistem Pendidikan yang akan diterapkan. Pemahaman terhadap Konsep Jiwa Manusia Dalam Pandangan Islam ini sangat-sangat dibutuhkan sebelum bicara metode atau sistem pendidikan, karena jiwa manusia memiliki bagian-bagian penting yang saling berkaitan.

Fokus pendidikan Islam adalah : Bagaimana ilmu berproses sehingga ilmu melahirkan iman. Bukan bagaimana ilmu didapat (intelektualistik) seperti sistem pendidikan sekuler. Jika pendidikan Islam memperhatikan potensi batiniyah maka akan lahir manusia tinggi ilmu dan iman, sekaligus banyak amal.

Butuh pengorbanan IKHLAS  berbagai kalangan bekerjasama dan berijtihad untuk menemukan kembali sistem pendidikan yang terintegrasi untuk PENGEMBANGAN JIWA ANAK DALAM SEMUA ASPEK KEJIWAANNYA.


READ MORE ... Monggo di-Klik

Seberapa besar keteguhan hati mengiringi kepahitan hidup?


Kata berhikmah darimana pun datangnya, hendaklah kita pungut. “Sebutir mutiara meski berada di mulut seekor anjing, ia tetaplah sebutir mutiara.”

Dengan begitu kita berharap hidup kian bermakna dari hari ke hari, dari waktu ke waktu sehingga  bisa berharap menemukan “husnul-khotimah” (menghadap Rabbul Izzati di puncak potensi keimanan).

Title : Garam dan Telaga

Source: Masjid Azzaituun (Komunitas Alumni Al-Furqon - Remaja Masjid Az-Zaituun, Demangan, Yogyakarta periode tahun 80-an dan 90-an) / Bulletin Mocopat Syafa’at p.8

imageTelaga Kastoba di pulau Bawean
Lokasi : Desa Paromaan Kecamatan Tambak Pulau Bawean Kab. Gresik

Di suatu kampung yang sepi, hiduplah seorang tua nan bijak. Pada suatu pagi datang seorang pemuda yang sedang di rundung banyak masalah. Langkah gontai dan air mukanya tidak cerah. Setelah mengenalkan diri ia menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak mendengarkannya dengan seksama.

Setelah ia menyelesaikan kisahnya, Pak Tua mengambil 2 genggam garam, dan meminta tamunya mengambil segelas air. Ditaburkannya garam ke dalam gelas tersebut dan diaduk perlahan.

"coba minum ini, dan katakan rasanya?" ujar Pak Tua.

"Asin, sangat asin bahkan terasa pahit, pahit sekali", jawab tamunya sambil meludah-ludahkannya.

Pak Tua lalu mengajaknya berjalan ke telaga di dekat tempat tinggalnya. Sesampainya di tepi telaga yang tenang, Pak Tua kembali menaburkan 2 genggam garam ke telaga. Dengan sepotong kayu, ia mengaduk-aduk riak air, suaranya berkecipak-kecipak mengusik ketenangan alam telaga.

"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah!"

Selepas Pemuda itu meneguk air, Pak Tua bertanya "Bagaimana rasanya?"

"Segar dan menyejukkan", sahut tamunya.

Pak Tua bertanya lagi, "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?"

"Tidak", jawab pemuda itu.

"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. jumlah rasanya bisa jadi sama. Tapi kepahitan yang kita rasakan,  sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu  didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Semuanya  sangat tergantung pada HATI dan AKAL kita. Hati dan akalmu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya.

Jangan kita dijadikan seperti gelas, tapi buat laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubah menjadi kesegaran kebahagiaan.

Jadi, saat merasakan kepahitan  kegagalan hidup, hanya  satu yang bisa dilakukan. Lapangkan dadamu untuk menerima semuanya. Luaskan hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu dan optimalkan akalmu untuk menghadapi semuanya.




Tag Technorati: {grup-tag},

READ MORE ... Monggo di-Klik

Nabi Melarang Minum Sambil Berdiri – Tinjauan Kesehatan

 

Islam mengajarkan tuntunan hidup sehari-hari mencakup semua aspek kehidupan termasuk makanan, minuman dan cara konsumsi. Rasulullah SAW memberi  arahan kesehatan dan tindakan  preventif melalui cara kita makan dan minum.

Hadits Nabi SAW, “Jangan kamu makan dan minum sambil berdiri”

Bahaya Cara Minum Berdiri

Air minum yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh Sfinger, yaitu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Setiap kita minum, air akan disalurkan ke ‘pos-pos’ penyaringan yang ada di ginjal. Jika minum sambil berdiri. Air minum otomatis masuk tanpa disaring lagi di ginjal. Langsung menuju kandung kemih. Saat air menuju kandung kemih terjadi pengendapan di saluran sepanjang perjalanan air (ureter). Karena banyak limbah yang menyisa di ureter inilah awal mula munculnya bencana.

sitting drink insure healthy

Penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang sangat berbahaya. diduga diakibatkan karena Susah kencing. Hal ini terkait dengan saluran yang sedikit demi sedikit tersumbat tadi.

Penyakit ginjal parah sangat berbahaya, karena disamping harus secara rutin melakukan cuci darah, komplikasi dari penyakit ini bisa merembet merusak organ tubuh lain. Sementara penyakit ginjal sangat mahal biaya perawatannya.

Bahaya Cara Makan Berdiri

Dari Anas ra. dari Nabi SAW :

"Bahwa Nabi melarang seseorang minum sambil berdiri" Qatadah berkata, "Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa hal itu lebih buruk lagi."

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabrak dengan keras, jika ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan usus melar dan jatuh usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Nabi pernah sekali minum sambil berdiri, hal itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesak manusia, tapi bukan merupakan kebiasaan.

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf bekerja keras supaya mampu mempertahankan semua otot tubuh, sehingga bisa berdiri stabil dan sempurna. Ini merupakan kerja sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara sinergis dan simultant (serentak) yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan rileks (tidak tegang) sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap menerima makanan dan minuman dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang masuk pada saat berdiri bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini jika terjadi secara keras dan tiba-tiba bisa menyebabkan saraf tak berfungsi (vagal inhibition) untuk menghantar detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Membiasakan makan dan minum sambil berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka lambung. Para dokter melihat bahwa luka lambung 95% terjadi di tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan/minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalan makanan ke usus secara mudah dan kadang menyebabkan rasa sangat sakit yang mengganggu fungsi pencernaan. Rasa nyaman pun bisa hilang saat makan dan minum.

Ketika Nabi SAW di rumah Aisyah ra. sedang makan daging dikeringkan diatas talam sambil duduk bertekuk lutut, tiba-tiba masuk perempuan yang mulutnya keji dan  melihat cara duduk Nabi seperti itu, ia  berkata :

"Lihatlah orang itu duduk seperti budak."

Maka dijawab oleh Nabi :

”Saya seorang hamba, maka duduk seperti duduk budak dan makan seperti makan budak." Lalu Nabi mempersilakan wanita itu makan.

Makan-minum sambil duduk bertelekan (bersandar) juga dilarang Nabi :

"Sesungguhnya Aku tidak makan secara bertelekan (BERSANDAR)" (HR Bukhari).


Tag Technorati: {grup-tag},

READ MORE ... Monggo di-Klik

Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

 

Bagi Pemerhati Pendidikan moral atau orangtua peduli perkembangan moral atau tabiat putra-putrinya, pasti cemas melihat begitu banyaknya pengaruh buruk disekitar anak remaja kita. Mulai dari pengaruh pergaulan remaja yang tidak sehat, kehidupan sosial, tayangan info entertaintment, media audio-visual (TV, MP3, video, internet etc.) yang  mengedepankan Hedonism dan kontennya meracuni jiwa dan akhlak anak.
big hammer - bigger hammerInginkah Anak Anda bertarung seperti ini?

Bahkan sejak usia masih dini (3-12 tahun) – usia yang paling rentan, sudah harus menghadapi kondisi seperti diatas melalui konten tayangan film kartun anak di TV atau media simpan VCD, DVD, HP dan lainnya. Sadarkah kita dibalik hiburan menyenangkan, ada bahaya tersembunyi bagi perkembangan tabiat anak kita?

clip_image002Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"

Seperti Film Kartun Anak "Tom And Jerry" selain mengajarkan budaya kekerasan sejak anak usia dini, juga mengajarkan untuk sama sekali tak menghormati orang lain (orangtua atau orang lebih tua). Atau bahkan mempermainkan orang lain. Banyak sekali contoh film kartun seperti itu, seperti “Oscar” yang saat ini populer.

Maka tidak berlebihan jika Anda lebih selektif memberi hiburan anak. Paling tidak lebih sering mendampingi anak ketika menonton dan beri penjelasan tentang hal baik dan hal yang buruk.

clip_image001[5]

Republika - Selasa, 4 Januari  2011

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Hampir dipastikan anak-anak di Indonesia pernah menyaksikan serial film kartun Tom and Jerry. Tapi tahukah Anda para orang tua bahwa film yang mengangkat kisah abadi perseteruan dua makhluk kucing dan tikus berbahaya bagi anak-anak karena menyuguhkan aksi sadisme?

Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua terutama ibu untuk mewaspadai tayangan merusak seperti yang terdapat pada Tom and Jerry atau film lain. “Di sejumlah negara Eropa seperti di Perancis sudah didemo besar-besaran, tapi di Indonesia film itu masih beredar luas.”

Selain itu, hal lain yang mengkhawatirkan terutama bagi wanita adalah kebebasan informasi dan liberalisasi pemikiran yang menyangkut 3 Prinsip :Human Right, Women Right dan Reproduction Right. Dalam Liberalisasi pemikiran, tidak ada lagi batasan dan ini melanggar nilai dan moralitas.

Dia contohkan gaya hidup sebagian wanita Indonesia tidak mempersoalkan lagi seks bebas atas dasar suka sama suka. Kebebasan ini akan mengarah pada tindakan pembiasaan aborsi dengan alasan women right / reproduksi right. “Ironisnya, di Amerika yang kerap disebut sebagai cermin free seks telah melakukan gerakan kembali ke virginitas,” ujarnya.

Tambahan :
Eksistensi Trans-gender (Banci/Wanita-Adam), penyuka sejenis (lesbian dan homoseksual) semakin mendapat tempat dalam publisitas media dan audio-visual. Peran waria di TV atau film Indonesia ditampilkan seronok.


Tag Technorati: {grup-tag}

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?