<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Ketika Tempo melakukan Distorsi pemberitaan tentang Mursi

Media seharusnya mengawal dan memberitakan demokrasi secara berimbang, Namun bagaimana jika media telah menciderai nilai-nilai jurnalistik dengan penulisan distorsi pemberitaan pemenang proses demokrasi karena orientasi politik, uang, kepentingan dan ideologi berbeda?  Berikut ini ulasan berita dari Tempo.co yang telah memelintir dari sumber beritanya The Guardian karena tidak fair dan tidak suka dengan arus politik Islam

Ganjar Widiyoga
(calon doktor Hubungan Internasional di Inggris)

Media menjadi salah satu pilar demokrasi bukan tanpa alasan. Media diperlukan untuk mengontrol perilaku eksekutif, legislatif dan yudikatif. Media diharapkan membuka borok penyelenggara negara dan mengapresiasi prestasi mereka. Informasi yang muncul dari media menjadi dasar masyarakat untuk memberikan suara mereka pada partai politik dan kandidat yang mereka pandang berprestasi dan memperjuangkan aspirasi.

Namun di Mesir, media justru menjadi perpanjangan tangan aktor politik. Media yang banyak dimiliki oleh kroni Mubarak ini secara beruntun menyajikan berita dan informasi yang anti-Mursi dan tanpa sungkan menyajikan nara sumber yang berat sebelah. Penelitian Dr. Muhammad Elmasry, Asisten Profesor Komunikasi Publik di American University in Cairo (bisa dibuka di Jadalliya) menjelaskan bagaimana berat sebelahnya media di Mesir. Media pro-Mursi berusaha mengimbangi, namun pengalaman media-media pro-Mursi kalah jauh dibandingkan dengan media-media anti-Mursi. Satu-satunya media besar yang netral adalah Al Jazeera Mesir. Karena itulah, setelah militer mengambil alih kekuasaan, militer menutup media-media pro-Mursi dan Al Jazeera Mesir, menyegel kantor dan  menangkapi para wartawan, termasuk wartawan Al Jazeera Mesir.

Perilaku media ini patut disayangkan. Agaknya memang sulit menempatkan diri sebagai penjaga demokrasi. Bahkan media di Indonesia pun seringkali menghadirkan berita yang tidak berimbang. Kasus terbaru adalah berita diturunkan oleh satu media nasional, menyebutkan 'Empat Alasan Mursi Ditumbangkan' (bisa dilihat tempo.co). Sadar atau tidak, artikel ini memelintir berita dan menumbuhkan citra buruk bagi Presiden Mursi.

Artikel ini sejatinya merujuk pada artikel di Guardian (bisa dilihat di Guardian). Namun, judul asli di Guardian adalah “"Mohammed Morsi: the Egyptian Opposition Charge Sheet". Jika dibahasaindonesiakan, artikel Guardian tersebut lebih pas mendapatkan judul "Tuduhan Oposisi pada Mursi". Tuduhan, bukan fakta.

Inilah pelintiran pertama yang terjadi. Bisa jadi, ada khilaf dalam proses penerjemahan. Namun mencermati isi artikel di media Indonesia tersebut, nampak jelas memang artikel itu ingin membangun opini bahwa Mursi layak digulingkan.

Pelintiran kedua terjadi dalam proses penerjemahan isi. Artikel di Guardian memberitakan secara berimbang apa yang menjadi tuntutan oposisi dan bagaimana alasan pendukung Mursi. Secara mandiri, artikel yang diterjemahkan ini bisa jadi memberikan porsi yang lebih banyak pada tuntutan oposisi. Namun meletakkan dalam konteks rangkaian berita Guardian secara lebih komprehensif, kita dapat melihat bahwa Guardian sangat berhati-hati dalam menjaga obyektivitas dan keseimbangan pemberitaannya. Maka, menjadi lucu saat artikel media di Indonesia tersebut tidak menerjemahkan beberapa poin di Guardian, poin-poin yang dapat menjadi penyeimbang tuduhan tersebut.

Terkait tuntutan oposisi sendiri, ada banyak analis internasional yang membantahnya. Richard Falk, seorang cendekiawan ternama hubungan internasional menulis opini khusus tentang Mursi (aljazeera.com). Inti dari pendapat Falk adalah, Mesir pasca-Mubarak dalam kondisi yang carut-marut. Negarawan sekelas Nelson Mandela saja mungkin akan mengalami kesulitan mengelolanya. Apalagi Mursi, yang masih hijau di dunia pemerintahan dan baru satu tahun menjabat?

Secara lebih detail, saya akan membahas tuduhan oposisi terhadap Mursi yang dimuat oleh artikel di media nasional di atas.

1. Dominasi Ikhwan di Pemerintahan

Dominasi Ikhwan di Pemerintahan adalah tuduhan terlucu yang dapat dilontarkan pihak oposisi. Dalam pemerintahan demokratis, wajar jika pemenang pemilu menguasai pemerintahan. Partai Kebebasan dan Keadilan memenangkan pemilu dengan suara 40%. Wajar jika kemudian mereka memiliki anggota dewan terbanyak dan menjadi mayoritas di parlemen. Itupun, Mursi menahan diri dengan hanya mengangkat tiga orang menteri dari Ikhwan (kemudian belakangan menambah dua orang lagi, menjadi lima orang). Menteri-menteri lain diangkat dari kalangan professional non-partisan.

Mempermasalahkan ini sama saja dengan mempermasalahkan kenapa jumlah anggota DPR-RI dari Partai Demokrat lebih banyak dari partai-partai lain, atau kenapa jumlah menteri Partai Demokrat lebih banyak daripada jumlah menteri dari PDIP. Lucu dan tidak masuk akal.

Terlebih, berkali-kali Mursi mengajak pihak oposisi untuk bekerja sama dalam menyusun konstitusi dan menjalankan pemerintahan, namun oposisi menolak. Penolakan pihak oposisi merupakan hak mereka. Namun menggelikan jika mereka di satu sisi menolak tawaran Mursi, di sisi lain mengeluh karena tidak terlibat dalam pemerintahan.

2. Ekonomi memburuk

Buruknya ekonomi Mesir merupakan warisan Mubarak. Birokrasi di masa Mubarak adalah birokrasi yang korup, dan birokrasi ini masih bertahan di masa Mursi. Mursi sudah berupaya melakukan reformasi birokrasi, namun upaya ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Salah-salah, upaya reformasi birokrasi yang terlalu agresif akan memperkuat tuduhan oposisi bahwa Mursi berupaya menyingkirkan lawan politik dan melakukan IM-isasi pemerintah.

Berkaca dari pengalaman Indonesia, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi adalah proses panjang yang mustahil diselesaikan dalam satu tahun. Tidak tepat jika kemudian melimpahkan seluruh kesalahan itu pada presiden berikutnya jika sumber kesalahan berada pada pemerintahan lama. Ini sama saja dengan menyalahkan. Artikel Guardian berikut menyajikan analisis singkat tentang kondisi Mesir dan apa yang sudah Mursi lakukan (bisa dilihat di guardian.co.uk).

3. Pelanggaran HAM

Polisi Mesir adalah polisi yang terkenal paling kejam dan melanggar HAM. Mereka terlatih dan dibiarkan melakukan itu sejak zaman Nasser. Bahkan tidak terhitung berapa anggota Ikhwan yang meninggal akibat siksaan polisi. Saat Mursi memerintah, polisi masih polisi lama. Banyak tindakan mereka yang tidak dapat dikontrol Mursi.

Serangan ke Gereja Koptik memang terjadi, tapi pelakunya tidak jelas. Polisi tidak dapat (tidak mau?) mengusut kasus ini. Saat itu pemuda Ikhwan sempat menawarkan untuk membantu menjaga gereja-gereja (english.ahram.org), namun mereka tidak dapat mencegah kekerasan yang meluas karena memang itu kewajiban polisi.

Intinya, kekerasan BUKAN karena instruksi Mursi/pemerintahnya. Pelakunya belum teridentifikasi dan polisi yang mewarisi budaya lama kesulitan (enggan?) mengusutnya.

4. Dekrit Presiden

Ini dilakukan Mursi karena banyak antek Mubarak di pengadilan (reuters.com, arabnews.com) dan MK mencoba menggulingkan Mursi dengan berbagai tuduhan (guardian.co.uk). Karena itu, Mursi membuat dekrit dengan menyatakan Presiden tidak dapat diturunkan oleh pengadilan (edition.cnn.com).

Kalau mau dinilai otoriter, bisa juga dekrit ini dipandang demikian. Menurut saya, ini satu-satunya alasan yang "layak" untuk mendemo Mursi. Terlepas dari kondisi yang pelik di Mesir, memang secara teori politik kurang pas untuk membuat dekrit demikian. (pm)

*http://www.nabawia.com/read/422/ketika-media-memelintir-mursi—lagi

[source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

"Ikhwanul Muslimin Bangga Dikalahkan Militer, Bukan Kalah di Kotak Suara"

 

Breaking News,  telah terjadi kudeta milter terhadap pemerintahan sah di Mesir.  HARI INI Rabu malam waktu Mesir (3/7/2013), MILITER MESIR melakukan kudeta mengusir Presiden sah hasil pemilihan umum demokratis -Mohamed Morsi - dari kursi kepresidenannya.

DEMOKRASI UNTUK SIAPA?

Demokrasi ternyata hanya untuk menjaga hegemoni Barat untuk seluruh dunia, jika hasil proses demokrasi dimenangkan oleh kekuatan yang tidak bersahabat, maka kekuatan Barat akan selalu mengganggu dan mencoba menggulingkannya. Paradigma ini dengan sangat jelas diungkapkan oleh bekas ketua parlemen Israel.

Tapi MP Tzahi Hanegbi, orang dekat Netanyahu, menyambut gembira penyingkiran Mursi, presiden pertama, terpilih secara demokratis di Mesir yang berasal dari Ikhwanul Muslimin.

“Kepentingan yang jelas bagi Israel adalah Mesir tetap stabil, yang memihak Barat dan Amerika Serikat, dan bahwa ia tidak membiarkan dirinya terbawa oleh gelombang ekstremisme religius,” kata Hanegbi, mantan kepala Knesset (Parlemen Israel) komisi pertahanan dan urusan luar negeri.

Barat yang selama ini berkoar-koar menceramahi dunia Arab tentang demokrasi. "Apakah karena kekuatan Islam yang berkuasa, sehingga mereka diam bahkan mendukung aksi kudeta tersebut?" Tanyanya.

Jelas sudah, bahwa AS dan Uni Eropa hanya mengakui Demokrasi untuk kekuatan liberal dan sekuler, serta kekuatan-kekuatan yang mengikuti prinsip dan kepentingan mereka. Berita di New York Times menyatakan bahwa tokoh oposisi Mesir Mohammed Baradei, telah meminta dukungan kepada Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, dan Kepala Uni Eropa Urusan Luar Negeri, Catherine Ashton, untuk mendukung aksi kudeta tersebut.

“Selama tahun Mursi dalam kekuasaan, kami melihat perkembangan  mengkhawatirkan, dan itulah sebabnya kembali ke keunggulan tentara dan otoritas sekuler (untuk) mampu menjamin stabilitas negara adalah berita baik bagi Israel,” kata Abdul Bari Atwan, seorang wartawan terkemuka dan Editor Al-Quds Al-Arabi -kantor berita yang berbasis di London. Dalam wawancara sebuah wawancara televisi hari Jumat lalu (5/7).

Statemen resmi Presiden Mursi pasca kudeta militer

Presiden Republik Arab Mesir : “Saya menyaksikan bahwa Revolusi ini telah dirampas dari kita.” Prsiden Mursi juga mengatakan dia juga akan mempertaruhkan jiwanya untuk mempertahankan konstitusi” Semoga Allah SWT melindungi Anda … Yaaa Ikhwaan!!

Sebagai wujud kecintaannya pada rakyat Mesir, Dr. Mursi menyempatkan diri menyampaikan beberapa pesan dan tanggapan terkait keputusan militer. Berikut adalah ringkasan tanggapan Presiden Mursi:

1. Saya adalah Presiden yang sah dan resmi, dipilih langsung oleh rakyat pra/pasca pernyataan Militer

2. Ini adalah upaya kudeta. Tapi saya tetap menghimbau agar stabilitas keamanan negara tetap dijaga

3. Saya menghimbau kepada semua agar tidak bertikai dan menumpahkan darah sesama

4. Revolusi kita (25 Januari) telah dicuri oleh rezim lama dan oposisi

5. Beberapa langkah telah ditawarkan untuk melengkapi tujuan revolusi di antaranya Pileg Jurdil, Dialog dll. Tapi ditolak

6. Ini adalah upaya untuk mencuri Revolusi kita yang murni (25 Januari) agar kita balik ke awal dan mengabaikan semua capaian2

7. Saya katakan harus segera dilaksanakan Pemilu Legislatif yang jujur dan adil dengan pengawasan Militer dan Kemendagri

8. Revolusi 25 Januari itu keinginan rakyat, bagaimana bisa keinginan tersebut dilupakan hanya dalam waktu 1 tahun?

9. Saya tidak akan menyerahkan legitimasi ini kepada legitimasi baru. Karena itu bahaya

10. Jika ini dibiarkan, UU akan selalu dilanggar. Tiap bulan akan ada UU baru menghapus yang lama demi kepentingan sepihak

11. Kita semua mencintai Mesir. Saya katakan sekali lagi, tidak ada pengganti bagi UU yang sah

12. Saya akui adanya penolakan besar, tapi saya juga melihat adanya dukungan yang tidak kalah besar bagi legitimasi UU

Demikian ringkasan tanggapan Presiden Mursi pasca keluarnya pernyataan Militer Mesir

Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2013/07/04/36175/12-pesan-presiden-mesir-muhammad-mursi-setelah-di-kudeta-militer/#ixzz2Y3D5rvSE

"IM Bangga Dikalahkan Militer, Bukan Kalah Dalam Kotak Suara"

by @herricahyadi :
Sekularis-liberal yg munafik! Begitu gambaran mereka di Mesir. Ga siap berdemokrasi, Mesir pun mundur seribu langkah.. Poor #Egypt
Amerika mendiamkan kudeta militer, pdhl produk demokrasi diimpor lgsg oleh mrk. Mrk paham betul bhw keterlibatan militer adlh haram.
Skrg mrk meninggalkan #Egypt begitu sj stlh negeri itu poranda. Mrk mengevakuasi slrh staf kedubes di Kairo. Kelakuan "panglima" demokrasi..
Tidak hanya pejabat yg berasal dr Ikhwan, tapi militer jg menangkap petinggi tv #Egpyt yg pro #Morsi. Demokrasi yg mati..
Fyi, polisi dan militer jg menghentikan siaran + liputan Aljazeera Mesir, serta menahan seluruh jurnalis di dalamnya..
Si #anonymous, yg berhaluan kiri-liberal, yg srg mengkampanyekan "kebebasan", diam tak bicara thdp tragedi kudeta militer..
Raja Saudi mengucapkan selamat kpd presiden interim #Egypt yg baru. Dodol.
Fyi, Paus Kristen Koptik "memberkati" kudeta militer di Mesir. Mulai nampak wajah sesungguhnya..
Ikhwanul Muslimin mengatakan adalah sebuah kehormatan jika mrk dikudeta oleh militer. Sebab, demokrasi hny bs disingkirkan oleh tangan besi.
Ikhwanul Muslimin bangga bahwa mereka dikalahkan oleh militer, bukan kalah dalam kotak suara.. | Aku padamu, yaa Ikhwah! #SaveEgypt
Para sekularis-liberalis itu tak tahu malu ya? Kalah berdemokrasi, bangga dg kudeta militer. Bilang, "Rakyat & tentara bersatu". Hipokrit.
Sekularis-liberalis-leftist merayakan kudeta di Tahrir Square. Selamat, kalian menang di lapangan, bkn kotak suara!
Presiden #Morsi menghimbau kpd slrh rakyat & militer #Egypt agar mempertahankan konstitusi dan demokrasi, bukan dg kudeta militer..
Ratusan ribu pendukung #Morsi mulai berkumpul. Foto terbaru dr AA.

Sedih sekali kita hari ini, di saat demokrasi yg dipaksakan itu kita gunakan, lalu menang; kita dipaksa pula utk mundur..
Menurut riset PEW, mayoritas rakyat Mesir (58%) scr strik menginginkan Islam jd konstitusi, smntr 28% menilai Islam hrs ada, tp ga strik..
Hanya 11% yg mengatakan Al-Quran atau konstitusi Islam tdk boleh mempengaruhi konstitusi Mesir. 11% ini = sekularis, liberalis, leftist.
Fyi, #Morsi skrg menjadi tahanan rumah. Beliau diputus dr semua akses; komunikasi bhkn interaksi. Yg menangkap Paspampres Mesir..
Pengawal kepresidenan #Morsi jg ikut ditahan. Pimpinan #FJP & deputinya juga ditahan. Itu dr sekian ratus nama dlm list penahanan (jubir IM)
Ya, kalau mau dilihat watak liberal disini: tak jauh beda dari sentimen mrk thdp #Morsi, IM, #FJP, PKS, dll. Asal bukan Islam: semua HALAL!
Liberal berargumen: militer yg kudeta atas kehendak rakyat bukanlah "kudeta militer". Oh? Heloooo???
Bukankah sebuah kelucuan yg sangat, memaksa partai politik terbesar di Mesir utk tdk lagi ikut pemilu dan menang?
Sekarang, pro-demokrasi yg sesungguhnya akan berjuang melawan dominasi militer. Di saat liberal-sekuler bangga kembali ke era Mubarak..
@BarackObama bilang: "Segera kembalikan kekuasaan ke Rakyat Mesir!" | Maksudnya, ke 51.7% rakyat Mesir yg memilih #Morsi?
Breaking News: protes pendukung #Morsi di Rabaa mendapatkan "tanggapan" tembakan senjata dr militer, sekarang.. (Jubir IM)
Breaking News: #Rabaa, lokasi pusat pendukung #Morsi sdg diserang gas air mata, byk tembakan peluru, smtr mrk sdg siap-siap shalat..
Fyi, alasan mengapa Aljazeera Mesir diserang militer kr terlihat simpati thdp Ikhwanul Muslimin. Sama halnya Aljazeera dg AKP dan Hamas..
Utk diingat: sewaktu revolusi Mesir, kedubes Israel diserang & diduduki. Skrg Israel senang, kr musuh besar mrk diserang oleh bangsanya sdr.
Fyi, korban tewas akibat kudeta militer dan aksi anarki kelompok anti demokrasi Mesir menjadi 14 orang.. #SaveEgypt
Fyi, sekitar 300an pimpinan Ikhwan menjadi target penangkapan militer.. | Ini bukan lg kudeta thdp pemerintahan, tp ini kudeta gerakan!
Militer tak brbuat byk swaktu massa perusuh antidemokrasi mghancurkan markas IM, tp mrk beringas thdp pro #Morsi, bhkn saat mrk mau shalat..
Kita hrs belajar bhw jk suatu hari nnt jd SATU BESAR, hrs siap menerima kenyataan bahwa kaum liberal bisa mjd ekstremis anti demokrasi. *off

***

by @rmzulkipli :
Bung Karno dulu dikudeta Tentara dg pra-aksi demo besar2an, modusnya dengan "seakan" mandatnya dikembalikan ke MPRS, mirip MK (Mahkamah Konstitusi) di Mesir ini..
Pemilu yang demokratis itu people power yang sejati.. tentara dan kerumunan massa disebut people power? Ini mah pola umum kudeta :)
Biasa, kalau Tentara kudeta, selain tangkap lawan politiknya, mereka kemudian memberangus kebebasan pers. Jangan kaget Aljazerah disikat :)
Yang kaget itu, ada orang-orang yang selama ini susah payah mencitrakan dirinya demokratis.. tahu-tahu ngedukung tentara kudeta hahaha
Lagi, bersyukur tinggal di Indonesia. Tentara kita sudah sadar, Double Minoritas spt Harry Tanoe bisa kuasai media & Nyawapres. Demokrasi :)
Coba keliling dunia, ktm? double minoritas spt Harry Tanoe bisa monopoli sumber daya alam terbatas (frek tv) & Nyawapres pula. Demokrasi :)
Cuma, yang ribut2 di Indonesia belum toleran, kurang demokrasi selama ini.. eh malah ngedukung mliter kudeta di mesir. Ini lucu.. :)
Baru satu tahun, tentara yang puluhan tahun jadi tirani bersama mubarak.. didukung mengkudeta hasil pemilu. MK? Ingat MPRS? :D

***

by @ridlwanjogja :
Doa ku untuk saudara saudara di bumi Mesir yang diberkahi, sungguh Allah sayang kalian
Kalau disini cuma diserang pakai fitnah, belum apa-apa. Lihat di Mesir, menang demokratis digulingkan militer .
Ada yang bilang itu people power ? People yang mana ? Mau adu banyak ? Ada pemilu bung dan mereka kalah pemilu. Ini kudeta !
Lihat kantor kantor Ikhwan diserang secara masif dan bersenjata. Aktivis dibunuhi. Kudeta itu nggak harus pakai seragam.
Operasi penjatuhan Morsy khas gerakan intelijen. Siapa dibelakangnya ? Dilihat dari negara yang paling diuntungkan jika Morsy jatuh.
Operasi macam ini sudah disusun rapi dan sistematis. Ada agen atau aktor yang siap dengan perannya masing-masing.
Menurutku Ikhwan terlalu sayang dengan Mesir sehingga menahan diri utk tidak melawan. Sementara para agresor nggak pakai hati
Cek misalnya berita pemerkosaan yang marak di lapangan Tahrir. People seperti ini yang akan memimpin Mesir ?
Perkembangan Ikhwan membahayakan kepentingan negara macam AS dan Israel. Jangan difikir mereka tak bergerak. Operation still running
Analis mereka bekerja, operator mereka bekerja. Mencari pendukung, agen, kolaborator, yang siap memberangus Ikhwan di berbagai negara.
Tema serangan disesuaikan, melihat konstelasi opini publik. Di Mesir sampai berdarah-darah, di Indonesia cukup pake Fatonah
Bersiap siagalah. Kebatilan yang terorganisir membahayakan kebaikan yang tercerai berai. Mari bersatu. Solidkan. Rapikan shaff.

***

by @salimafillah :
Kalahnya kebenaran tak berarti ia batal, hanya saja ia lemah. Siapa menjauh kala kebenaran lemah; dia tak diperlukan di saat kebenaran kuat.
Penangkapan & penahanan dimulai.. Ya Allah; jaga Mursy, Khairat Al Syathir, Sa'd Al Katatny, Mahmud Bayumi, Essam El Erian, & rakyat Mesir..
Mursi; pemimpin pertama yang dipilih rakyat dalam ribuan tahun sejarah #Mesir; tak pernah menyensor media yang siang-malam menyerangnya.
Hanya dalam hitungan menit setelah Mursi dijatuhkan; militer menutup 7 kanal Media & menangkapi wartawannya. Selamat datang kembali Tirani!
Confirmed; telah ditangkap Rasyad Al Bayumi {Wakil Mursyid IM}, Essam El Erian {Ketua FJP}, & Al Katatny {Ketua Parlemen}.
Sembilan puluh lima ribu nyawa rakyatnya hilang; tapi Basyar Al Assad dipertahankan. Tak setetes darahpun ditumpahkan Mursi; dia dijatuhkan.
Bahaya besar peristiwa Mesir bagi dunia Arab; kian tipis kepercayaan pada jalan juang damai & moderat. Bandul ekstremisme akan berayun lagi.
Bayangkan fikiran ini; Ikhwan yang di mata harakah lain lembek & kompromis dengan berdemokrasi ujungnya begini. Jalan apa lagi tuk berjuang?
Tapi kita yakin; Ikhwan insyaaLlah mampu bersikap tepat setelah 8 dasawarsa berpengalaman menghadapi tiran dalam besi & api, kurung & bunuh.
Seperti tafakkur para sahabat RasuliLlah saat Perang Ahzab mengguncang & menyesak; kian gelap, kian gulita; adalah tanda fajar segera tiba.

___
"Morsi is an elected leader in a non-democratic country" (@Doylech)
"liberals n secularists obviously believe violence is the only viable method for change. They r the real extremists" #egypt (@Vghandi)

[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Berapa lama website saya hadir untuk Anda?

 

Berikut ini video runutan waktu tampil http://website-download.blogspot.com hingga menampilkan Homepage secara utuh.  Kunjungi di Youtube :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_detailpage&v=-hjMmgcPPRc

DOWNLOAD

DOWNLOAD

READ MORE ... Monggo di-Klik

Bongkar! Bongkar! BBM DISUBSIDI ADALAH OMONG KOSONG

Percakapan antara Djadjang dan Mamad

Oleh Kwik Kian Gie

Tulisan bulan Maret 2012

Pemerintah berencana tidak membolehkan kendaraan berpelat hitam membeli bensin premium, karena harga Rp. 4.500 per liter jauh di bawah harga pokok pengadaannya. Maka pemerintah rugi besar yang memberatkan APBN.

Apakah benar begitu? Kita ikuti percakapan antara Djadjang dan Mamad. Djadjang (Dj) seorang anak jalanan yang logikanya kuat dan banyak baca. Mamad (M) seorang Doktor yang pandai menghafal.

Dj : Mad, apa benar sih pemerintah mengeluarkan uang tunai yang lebih besar dari harga jualnya untuk setiap liter bensin premium ?

M : Benar, Presiden SBY pernah mengatakan bahwa semakin tinggi harga minyak mentah di pasar internasional, semakin besar uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengadakan bensin. Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip SBY yang berbunyi : “

  • Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun. Kalau USD 160, gila lagi. Kita akan keluarkan (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.”

Dj : Jadi apa benar bahwa untuk mengadakan 1 liter bensin premium pemerintah mengeluarkan uang lebih dari Rp. 4.500? Kamu kan doktor Mad, tolong jelaskan perhitungannya bagaimana?

M : Gampang sekali, dengarkan baik-baik. Untuk mempermudah perhitungan buat kamu yang bukan orang sekolahan, kita anggap saja 1 USD = Rp. 10.000 dan harga minyak mentah USD 80 per barrel.

Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) + biaya pengilangan (oil refinery) + biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin = USD 10 per barrel. 1 barrel = 159 liter. Jadi agar minyak mentah dari perut bumi bisa dijual sebagai bensin premium per liternya dikeluarkan uang sebesar (USD 10 : 159) x Rp. 10.000 = Rp. 628,93 – kita bulatkan menjadi Rp. 630 per liter. Harga minyak mentah USD 80 per barrel. Kalau dijadikan satu liter dalam rupiah, hitungannya adalah : (80 x 10.000) : 159 = Rp. 5.031,45. Kita bulatkan menjadi Rp. 5.000. Maka jumlah seluruhnya kan Rp. 5.000 ditambah Rp. 630 = Rp. 5.630 ? Dijual Rp. 4.500. Jadi rugi sebesar Rp. 1.130 per liter (Rp. 5.630 – Rp. 4.500). Kerugian ini yang harus ditutup oleh pemerintah dengan uang tunai, dan dinamakan subsidi.

Dj : Hitung-hitunganmu aku ngerti, karena pernah diajari ketika di SD dan diulang-ulang terus di SMP dan SMA. Tapi yang aku tak paham mengapa kau menghargai minyak mentah yang milik kita sendiri dengan harga minyak yang ditentukan oleh orang lain?

M : Lalu, harus dihargai dengan harga berapa?

Dj : Sekarang ini, minyak mentahnya kan sudah dihargai dengan harga jual dikurangi dengan harga pokok tunai ? Hitungannya Rp. 4.500 – Rp. 630 = Rp. 3.870 per liter ? Kenapa pemerintah dan kamu tidak terima ? Kenapa harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga yang Rp. 5.000?

M : Kan tadi sudah dijelaskan bahwa harga minyak mentah di pasar dunia USD 80 per barrel. Kalau dijadikan rupiah dengan kurs 1 USD = Rp. 10.000 jatuhnya kan Rp. 5.000 (setelah dibulatkan ke bawah).

Dj : Kenapa kok harga minyak mentahnya mesti dihargai dengan harga di pasar dunia?

M : Karena undang-undangnya mengatakan demikian. Baca UU no. 22 tahun 2001 pasal 28 ayat 2. Bunyinya :

  • “Harga BBM dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar.”

Nah, persaingan usaha dalam bentuk permintaan dan penawaran yang dicatat dan dipadukan dengan rapi di mana lagi kalau tidak di New York Mercantile Exchange atau disingkat NYMEX? Jadi harga yang ditentukan di sanalah yang harus dipakai untuk harga minyak mentah dalam menghitung harga pokok.

Dj : Paham Mad. Tapi itu akal-akalannya corporate asing yang ikut membuat Undang-Undang no. 22 tahun 2001 tersebut.

  • Mengapa bangsa Indonesia yang mempunyai minyak di bawah perut buminya diharuskan membayar harga yang ditentukan oleh NYMEX?

Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakannya bertentangan dengan konstitusi kita (UUD 1945). Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi :

  • “Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi : “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar DAN Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi BERTENTANGAN dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.”

M : Khan sudah disikapi dengan sebuah Peraturan Pemerintah (PP?

Dj : Memang, tapi PP-nya yang nomor 36 tahun 2004, pasal 27 ayat (1) masih berbunyi :

  • “Harga Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi, kecuali Gas Bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, DISERAHKAN PADA MEKANISME PERSAINGAN USAHA YANG WAJAR, SEHAT DAN TRANSPARAN”.

Maka sampai sekarang istilah “SUBSIDI” masih dipakai terus, karena yang diacu adalah harga yang ditentukan oleh NYMEX.

M : Jadi kalau begitu kebijakan yang dinamakan “menghapus subsidi” itu bertentangan dengan UUD kita?

Dj : Betul. Apalagi masih saja dikatakan bahwa subsidi sama dengan uang tunai yang dikeluarkan. Ini bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi menyesatkan. Uang tunai yang dikeluarkan untuk minyak mentah tidak ada, karena milik bangsa Indonesia yang terdapat di bawah perut bumi wilayah Republik Indonesia.

Menurut saya jiwa UU no. 22/2001 memaksa bangsa Indonesia terbiasa membayar bensin dengan harga internasional. Kalau sudah begitu, perusahaan asing bisa buka pompa bensin dan dapat untung dari konsumen bensin Indonesia. Maka kita sudah mulai melihat Shell, Petronas, Chevron.

M : Kembali pada harga, kalau tidak ditentukan oleh NYMEX apakah mesti gratis, sehingga yang harus diganti oleh konsumen hanya biaya-biaya tunainya saja yang Rp. 630 per liternya?

Dj : Tidak. Tidak pernah pemerintah memberlakukan itu dan penyusun pasal 33 UUD kita juga tidak pernah berpikir begitu.

Sebelum terbitnya UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, PEMERINTAH SEBELUMNYA MENENTUKAN HARGA ATAS DASAR KEPATUTAN, DAYA BELI MASYARAKAT DAN NILAI STRATEGISNYA. Sikap dan kebijakan seperti ini yang dianggap sebagai perwujudan dari pasal 33 UUD 1945 yang antara lain berbunyi :

  • ”Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”

Dengan harga Rp. 2.700 untuk premium, harga minyak mentahnya kan tidak dihargai nol, tetapi Rp. 2.070 per liter (Rp. 2.700 – Rp. 630). Tapi pemerintah tidak terima. Harus disamakan dengan harga NYMEX yang ketika itu USD 60, atau sama dengan Rp. 600.000 per barrel-nya atau Rp. 3.774 (Rp. 600.000 : 159) per liternya. Maka ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 menjadi Rp. 4.404 yang lantas dibulatkan menjadi Rp. 4.500. Karena sekarang harga sudah naik lagi menjadi USD 80 per barrel pemerintah tidak terima lagi, maunya yang menentukan harga adalah NYMEX, si ORANG ASING, bukan bangsa sendiri.

Dalam benaknya, pemerintah maunya dinaikkan sampai ekivalen dengan harga minyak mentah USD 80 per barrel, sehingga harga bensin premium menjadi sekitar Rp. 5.660, yaitu: Harga minyak mentah : USD 80 x 10.000 = Rp. 800.000 per barrel. Per liternya Rp. 800.000 : 159 = Rp. 5.031, ditambah dengan biaya-biaya tunai sebesar Rp. 630 = Rp. 5.660 Karena tidak berani, konsumen dipaksa membeli Pertamax yang komponen harga minyak mentahnya sudah sama dengan NYMEX.

M : Kalau begitu pemerintah kan kelebihan uang tunai banyak sekali, dikurangi dengan yang harus dipakai untuk mengimpor, karena konsumsi sudah lebih besar dibandingkan dengan produksi.

Dj : Memang, tapi rasanya toh masih kelebihan uang tunai yang tidak jelas ke mana perginya. Kaulah Mad yang harus meneliti supaya diangkat menjadi Profesor.

SIMULASI HARGA MINYAK DAN PERSEPSI UNTUNG RUGI

Lihat perbandingan beda pandangan antara pemahaman untung/rugi penjualan minyak antara pemikiran para Ekonom Islam/Rakyat dengan Ekonom Neoliberal yang dipengaruhi Yahudi.

Pengelolaan Sumber Daya Alam dengan EKONOMI ISLAM

Di zaman Nabi ada Yahudi yang menjual air dengan harga tinggi kepada rakyat. Harap diketahui, hingga sekarang harga air di Arab Saudi lebih mahal daripada harga minyak karena air di sana sangat langka. Namun setelah dibeli ummat Islam sumur airnya, Nabi Muhammad SAW membagikannya gratis kepada rakyat. Ini karena rakyat harus bisa mendapatkan kebutuhan hidupnya dengan mudah.

Pengelolaan SDA dan EKONOMI NEO-LIBERAL ala INDONESIA

Perbandingan Persepsi Untung – Rugi antara Ekonomi Rakyat dan Ekonomi Neo-Liberal

Sesungguhnya biaya produksi minyak dari menggali minyak (lifting), kilang (refinery), hingga distribusi ke Pom Bensin menurut Kwik Kian Gie adalah US$ 10/barel. Kita naikan saja menjadi US$ 15/barel (untuk memberi keuntungan bagi pendukung Neo-liberalisme yang mengatakan Subsidi BBM itu ada). Itu sudah termasuk keuntungan yang cukup besar bagi para operator dan distributor.

Jika ragu angkanya bisa lihat data komponen biaya dari website pemerintah AS :
http://www.eia.gov/petroleum/gasdiesel 

Di situ dijelaskan biaya cruel oil (minyak mentah) 72% dari harga jual, pengilangan 12%, Distribusi dan Pemasaran 5%, Pajak 11%.

image

Dengan asumsi  diatas,  rate 1 US$ = Rp 10.000 dan 1 barrel = 159 liter.
Jika harga bensin Rp 4.500/liter, artinya Rp 715.500/barel atau setara US$ 71/barel.

Orang awam memandang saat biaya produksi minyak (lifting, pengilangan dan distribusi pemasaran) US$ 15/barel dan dijual seharga Rp 4500/liter (setara US$ 71/barel) LOGIKA-nya pemerintah UNTUNG, ada INCOME  US$ 56/barel (US$ 71 - US$ 15/barel). Ada selisih positif antara harga jual ke masyarakat dikurangi biaya produksi (tidak ada biaya minyak mentah karena TIDAK IMPORT).

Saat harga minyak Dunia naik jadi US$ 120/barel (lihat tabel kolom 2), kaum NEOLIBERAL mengaggap RUGI sebesar US$ 49/barel (US$ 71 - US$ 120 /barel = minus US$ 49/barel). Dengan cara hitung yang sama, saat minyak dunia naik menjadi US$ 400/barel akan tetap dianggap RUGI, bahkan semakin  besar US$ 329/barel (LIHAT TABEL).

Padahal sebenarnya tetap UNTUNG karena produksi lifting 930.000 bph (barel pe hari) dan konsumsi dalam negeri hanya 723 ribu bph (42 juta kilo liter/tahun), ada SUPLUS PRODUKSI untuk EKSPORT dan menikmati kenaikan harga minyak dunia.

image

Jadi, perbedaan CUMA pada konsep pemikiran diantara ekonom kerakyatan (yang Islami) dibanding persepsi ekonom Neo-liberal yang memihak MNC minyak asing.

Meski untung, mereka tetap bilang rugi.

Padahal minyak adalah milik bersama rakyat Indonesia. Bukan milik perusahaan asing atau pemerintah Indonesia. Jadi tidak pantas dijual dengan harga “Internasional” ke rakyat Indonesia.

Jika pun “benar” Pemerintah rugi, bisa jadi PERTAMINA dipaksa membeli minyak Indonesia yang 90% dikelola oleh MNC minyak AS seperti Chevron dan Exxon dengan harga New York. Jika begitu, solusinya adalah Nasionalisasi. Cina dan Norwegia mengelola minyak mereka dengan BUMN mereka sendiri. Arab Saudi, Iran, dan Venezuela juga sudah nasionalisasi perusahaan minyak asing yang dulu memonopoli minyak mereka. Sekarang mereka makmur karena penerimaannya bertambah karena tidak dibohongi oleh perusahaan minyak asing.

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampok-asing-indonesia-akan-terus-miskin/

Terimakasih Pak Kwiek Kian Gie, Anda telah memberi pencerahan untuk kami.

Kekayaan Minyak itu suatu kutukan atau berkah bagi Indonesia?

Ideologi keserakahan saat ini mempengaruhi kebijakan ekonomi kita, pembangunan hanya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi – terlalu berorientasi dan hanya melihat sisi materialism, seperti simbol mata satu dewa Horus, sama ada seperti mata satu dajjal laknatullah. Kerakusan eksploitasi Sumber Daya Alam tidak menyisakan rasa syukur.

Dalam hal fluktuasi harga minyak dunia, seolah tidak ada keberkahan di dalamnya. Ketika harga minyak turun, pemerintah mengeluh karena pendapatan sektor Migas berkurang. Ketika NYMEX di New York Amerika mengumumkan kenaikan harga minyak dunia, pemerintah sangat reaktif dan teriak mengusulkan kenaikan harga BBM dalam negeri disertai usulan “SUBSIDI” palsu baru, yang menurut pengamat ekonomi Ichsanuddin Nursyi, alokasi dana kompensasi BBM berasal dari pinjaman luar negeri, dari Asia Development Bank (ADB) dan International Monetary Fund (IMF). 

Subsidi palsu ini juga diakui senior saya saat kuliah di FE UGM pertengahan tahun 1980-an, Anggito Abimanyu dan menjadi asisten dosen pak Budiono (Wapres kita) pada mata kuliah Ekonomi Indonesia. Dia salah satu fundamentalis Neo-Liberal Indonesia yang selalu bersikeras menaikkan harga BBM dengan alasan “mengurangi beban subsidi BBM.“ Mas Anggito mengakui bahwa selama ini (sebenarnya) TIDAK PERNAH ADA SUBSIDI DALAM BBM. “Masih ada surplus penerimaan BBM dibanding biaya yang dikeluarkan,” katanya dalam acara talkshow di TVOne hari Senin (13/03/2012), terkait rencana kenaikan harga BBM akibat naiknya harga minyak dunia.

Anggito menjadi salah satu narasumber bersama Kwik Kian Gie dan Wamen ESDM. Mungkin Anggito tidak akan pernah memberikan pengakuan seperti itu kalau saja tidak karena ada Kwik Kian Gie yang telah lama menyampaikan pendapatnya bahwa isu “subsidi” adalah pembohongan publik, dan pendapat itu diulangi lagi dalam acara talkshow tersebut di atas. http://muslimdaily.net/opini/opini-17/anggito-abimanyu-selama-ini-tidak-pernah-ada-subsidi-bbm.html 

Minyak kita adalah kutukan ataukah keberkahan?

Kahhh … kahhh … kahhhhhh. Beruk hanya tertawa terkekeh kekeh … tidak menjawab.    



Tambahan :

Propaganda kebohongan Peak Oil Theory

Sejumlah pakar mengatakan bahwa minyak sebenarnya bukan bahan bakar fosil. Teori bahwa minyak bumi berasal dari sisa fosil biologis zaman dahulu adalah sebuah kebohongan besar dari Illuminati (yang memang sejak awal menguasai bisnis minyak, media, dan institusi pendidikan). Illuminati ingin menggunakan propaganda Peak Oil untuk menaikkan harga minyak dan mengeksekusi rencana depopulasi dunia.

Teori Peak Oil adalah kebohongan massif yang dirancang untuk menciptakan kelangkaan buatan (artifisial) demi mendongkrak harga minyak dunia, juga memberikan negara-negara di seluruh dunia sebuah alasan untuk mengorbankan standar hidup yang telah kita perjuangkan dengan susah payah.

Publisitas menciptakan CFR dan Club of Rome strategy manual sejak 30 tahun lalu mengatakan bahwa pemerintah global perlu mengontrol populasi dunia melalui Neo-Feodalisme dengan menciptakan kelangkaan buatan.

untuk bahasan selanjutnya silahkan klik link artikelnya dibawah ini.

=> http://sinarilahdunia.wordpress.com/2012/03/13/propaganda-peak-oil-ternyata-minyak-bumi-bukan-berasal-dari-fosil/

Related Post : Untuk Apa Punya Minyak? Keberkahan ataukah Kutukan?

READ MORE ... Monggo di-Klik

Foto Klasik Yogyakarta : Memori Anak 7 tahun di Era 70-an

 

YOGYAKARTA – Aku kembali! Dimanakah sahabat-sahabat masa kecilku?

Pertanyaan itu menggayut, setiap turun dari KA Jakarta-Yogyakarta. Inilah kotaku, Emak melahirkan aku, 16 Desember, di RS Bethesda Jln Jenderal Sudirman, ketika rumah kami di pinggir Jalan Urip Sumoharjo (d/h Jl. Solo) hanya 500m sebelah timur RS dekat Bioskop RAHAYU Purbonegaran. Tetangga menyebut rumah itu “Omahe Eddy Empi anak’e Syukri Wong Palembang" hingga kami pindah ke Sapen (selatan IAIN) pada tahun 1973.

Tahun 1974-1976 pindah ke Kepuh dan terakhir ke Demangan – kini rumah kami hanya ditempati Emak-Bapak. Begitulah, sejarah urbant keluargaku berkutat di kecamatan Gondokusuman. Ibu berasal dari wilayah paling selatan pesisir Jawa (dekat pantai Samas, Bantul, DIY). Ayah berasal dari dusun kecil pinggir hutan lebat alur sungai Musi – Sekayu, SUMSEL. Kami adalah keluarga urbant di Yogyakarta.

Kilo Meter NOL

menuju_Malioboro_by_pakto

Menuju Jalan Malioboro, belok kiri – dan – Lihat! Becak melintasi :

Gedung BI Cabang YogyakartaGedung Bank Indonesia cabang Yogyakarta,  Jalan Panembahan Senopati (samping Benteng Vree de Burg). Di sampingnya Kantor POS Besar.
Yogyakarta KM 0 on July 1, 2011

Emang Asyik Jadi Anak Kampung!

Saya dibesarkan dalam atmosfer Yogjakarta era 70-an dan awal 80-an yang khas Njawani. Dahulunya kupunya kegemaran Sekaten, menonton wayang kulit, wayang wong (ketoprak Mataram), “celelekane” Basiyo di RRI, pengamen keliling Mas Sujud, Malioboro Fair atau Jalan Solo Fair, TVRI stasiun Yogya dan bermain di alam bebas.

Kegiatan bermain bersama, misal : Bak sodor, sundah mandah, pethak umpet, main perang-perangan dengan pedang kayu (dari batang petai china) melawan anak kampung tetangga (bukan dalam konteks tawuran untuk sengaja saling menyakiti! Tapi perang-perangan sebagai ekspresi kegembiraan – jika bagian tubuh tertentu tersentuh pedang dianggap kalah) atau  tembak-tembakan dengan senapan dari papan kayu blabag yang digergaji atau glagah tebu dibeli di Pasar Lempuyangan. Peluru yang melesat juga dari batang glagah. Jika kena dia dianggap kalah.

Tampaknya aku tumbuh ‘Dhadhi wong Yogjo’ seiring metamorfosis ayahku, perantau Sumatera yang kuliah di Fakultas FIPA UGM, dari wujud wong Palembang pelan tapi  pasti menjadi wong Yogjo, tidak mau pindah dari kota ini karena cinta. Sebaliknya aku terobsesi balik ke kampung halaman ayah. Selepas lulus dari Fakultas Ekonomi UGM saya 5 tahun mukim di Palembang sebelum akhirnya hidup di Jakarta.

Saat itu Jalan Solo hingga Jalan Sudirman, dari IAIN hingga jembatan Gondolayu berjejer pohon Asam Jawa usia puluhan tahun. Berjarak 400 meter arah timur rumahku tumbuh pohon Randu Alas raksasa, diameter 2 meter lebih. Sebelah timur Langensari berdiri kokoh beringin besar, pepohonan kenari yang meninggi di sisi jalan Bengkel KA Pengok. Yogyakarta saat itu dirindangi oleh pepohonan tepi jalan.

Lokasi Randu Alas (ditebang tahun 1977) di seberang BANK  BCA Jl. Urip Sumoharjo (sekarang) hanya berjarak 30 meter dari Jalan raya. Batangnya jauh lebih besar dan kokoh dibanding RANDU ALAS depan rumah pelukis surealis AFANDI, jembatan GADJAH WONG. Saat sore, hadir suara harmoni alam dari burung, kelawar dan bangau. Seakan tidak terusik, karena kendaraan bermotor belum banyak namun lebih banyak becak, sepeda, motor DKW, andong dan sedikit motor Honda 70 cc.

Setiap pagi jalan depan rumah dilewati Andong (kereta kuda) dan gerobak sapi membawa hasil pertanian dari desa-desa di Sleman dan Prambanan ke kota Jogya. Semua jalan masih 2 arah tanpa Traffic Light. Aku sering menumpang Gerobak Sapi, naik dari Bioskop RAHAYU turun di (Hotel) Ambarukmo, kecepatannya lebih pelan dari sepeda tapi sangat sensasional sebab berjalan sembari bergoyang. pulangnya berjalan kaki sekitar 4 KM bersama kawan sepermainan.

Njajah Kali Melan Kori

Sepulang sekolah di SDN Klitren Lor - Balapan (belakang DUTA Photo) sering aku menyusur sungai mencari ikan dengan alat penyaring dari anyaman bambu. Mencari ikan di kali (sungai kecil) mulai dari Langensari (Pengok), di bawah jembatan Jalan Solo (dulu disebut sebagai “buk” dan kini diatasnya menjadi toko besar Gardena), hingga ke mata-airnya di Kupel, kampung Kuningan sebelah timur Fakultas Hukum UGM (disebut juga lembah) yang masih banyak sawah dan Bong (makam Cina).

Sungai menjadi tempat favorit; tempat cari ikan Wader, Kuthuk, Cethul, Pala Timah dan Lele atau sekali waktu mendapat belut sawah. Cari udang di sungai jernih di sela batu dan pasir, hampir tidak ada sampah plastik. Aktivitas paling favorit berburu udang sungai ukuran besar kehitam-hitaman, karena begitu dapat langsung dijemur sampai merah - siap santap dan Wuih gurih!!! Lemak nian!! uji wong Palembang. Dijemur di atas batu atau di atas besi rel KA.

Setiap pagi dan sore tepian sungai Gadjah Wong ramai, orang pun datang untuk mandi di sungai atau mata-air kecil yang banyak (di area persawahan sebelah timur kampus IAIN saja saat itu ada 10 mata-air kecil yang disebut "Mbelik").

Pedesaan di Yogyakarta Pemukiman Penduduk di daerah BANTUL - Yogyakarta

Aku sangatlah puas menjelajah sungai Gajah Wong dan kali Kucing di atasnya. Penjelajahan alur sungai Gadjah Wong dimulai dari sebelah timur kampus Sanata Dharma (kp. Mrican – Papringan – Sapen - Sorowajan  hingga di kaki Jembatan KB. Gembira Loka). Alam sepanjang alur Gadjah Wong masih alami dengan sawah nan luas dan kebun karet di sebelah timur Timoho.

Hiburan TV tahun 1970-an Awal (tahun 1970 - 1975)

Untuk hiburan TV perlu perjuangan berat sebab TV langka, listrik pun langka karena hampir seluruh kampung Sapen tidak ada stroom listrik dari PLN – semua gang/jalan atau rumah hanya diterangi lampu minyak tanah sentir, teplok atau petromak. Satu-satunya tempat di SAPEN untuk menonton TV hanya ada di perumahan dosen IAIN. Nonton pun rame-rame dari balik jendela jeruji besi. Siaran TV dimulai pukul 17.00-24.00 . Namun aku tidak pernah menonton sampai larut malam, sebab setelah jam 7 malam gordyn (kain tirai) jendela ditutup.

Jika masih mau, terpaksa berjalan kaki 1,5 km rame-rame (sebab tidak punya sepeda) ke Bengkel KA Pengok atau pergi ke sebelah barat tokobuku GRAMEDIA sekarang. TV ditempatkan dalam sangkar kotak setinggi 3,5 meter.  Bayangkan bak menonton layar tancap keliling.

Layar Tancap keliling masa 70-an satu-satunya penyelenggara adalah Deppen RI (Departemen Penerangan) di lapangan terbuka dengan film perang kemerdekaan, dokumentasi pembangunan hingga tayangan kampanye Keluarga Berencana (KB). Pada momen tahunan Sekatenan di Alun-alun Lor, Layar Tancap ini juga menjadi tontonan favorit dan gratis.  

Hingga kini teringat serial film sore: SINTARO, Lancer, Bonanza, Rodex, Batman and Robin, serial Ivanho + Robinhood and Richard King the Lion Hearth, Daniel Bond, Rin Tin Tin, Popeye The Sailor dan Woody Pecker Show etc.

Klip video serial film Hawaian Fife O klik saja --> Hawaian Fife O

Serial TV Bonanza Keluarga Cowboy dalam serial “Bonanza”

Sebelum “Dunia Dalam Berita” pukul 10 malam ditayangkan Hawaian Five O, The Champion, Star Trek, Baretta, Jeanny (jin kocak dan juga cantik istri Mayor AU Nelson “Barbara Eden” yang tinggal dalam botol), PRIMUS – Penyelam laut Dalam, Twelve O Clock (kisah pilot AS dalam PD II), Telly Savalas dan The Saint - Roger Moore. Dari semua itu yang menjadi favorit adalah Film Cerita Akhir Pekan, film lepas pilihan selama 2 jam penuh tanpa iklan dengan thema  perang Dunia 2, spionase, detektif atau drama.

uang 1 rupiah lamaMenonton “Gambar Hidup”  di Bioskop terdekat – RAHAYU terasa mahal. Uang jajan Seringgit (Rp 2,50) atau Segelo (Rp1) mana cukup beli tiket? Kalaupun tiket terbeli, tetap saja ditolak masuk,  karena kategori film 17 Tahun ke atas. Akhirnya hanya bisa mlototin poster film atau sekali-kali menyelinap tidak bayar atau sembunyi di balik pintu setengah terbuka, mengintip lewat celah engsel pintu, sementara porter menyobek karcis, hingga saat pintu tersebut ditutup sepenuhnya. Dah!!! Puas tuntas dah!!!.

The Old-Fashioned Marketing from 1960s - 70s

Anda tahu bagaimana film baru dipromosikan? Sekitar jam 2 siang mobil iklan film melintasi depan rumah. Mobil yang dipasangi poster film dari kain kanvas berjalan pelan sambil menyebarkan selebaran kertas stensilan promosi film keliling kota. Sementara tidak hentinya staf pemasar berteriak-teriak melalui megaphone besar mempromosikan judul film baru.

Idiom sering dipakai seperti “Film action terhebat”, “Bruce Lee Otot Kawat Balung Wesi”, “dengan bintang tenar Charles Bronson, John Wayne, Jim Brown, Charlton Heston …” Promosi sukses! Film diputar pkl 10.00, 14.00 (Matine Show), 17.00 (Evening) & 21.00 sering terlihat antrian panjang. Apalagi tayangan Sabtu malam pukul 24.00 (Midnight Show). 

Photo Yogyakarta di masa lalu 

My father was a settled foreigner from South Sumatera who studied at the Faculty of FIPA UGM and my mother is a native resident. He so love Yogyakarta and never move from the city. My parents are dwelling in kampung Demangan Yogyakarta. Instead I have lived in my father's hometown, Palembang, for 5 years before living in Jakarta until now.

My first school was at primary school SDN Balapan (in the south of DUTA PHOTO, now a campus of STIE YKPN), proceeded to SMP Negeri V Kota Baru and then continue to SMAN I Teladan Yogyakarta. Finally I passed graduate of Economic Faculty of Gadjahmada University.

Kampusku pada 50-an tahun lalu. Ini gedung pusat UGM (gedung Induk), entah diambilnya foto ini pada tahun berapa. Latar belakangnya tampak gunung Merapi terlihat sangat jelas dan berdiri kokoh belum ada pepohonan perindang di selatan gedung. Ruang-ruang kuliah saya di Fakultas Ekonomi sepanjang tahun 1984 – 1988 ada di lantai 2 dan 3 pada sayap utara dan selatan Gedung Induk.

SMAN I Teladan Yogyakarta My High School SMA Negeri I Teladan Yogyakarta

Jalan antara Tugu Yogya dan Gondolayu bridge

Foto suasana Jalan Jendral Sudirman, di sisi Barat Jembatan Gondolayu. Kini masuk wilayah kelurahan Cokrodiningratan, kecamatan Jetis. Di kejauhan tampak tegak icon Yogyakarta (Tugu) dan di Abdi Dalem Kraton naik Sepeda. Di dekatnya sekarang telah dibangun HOTEL SANTIKA PREMIERE.

JEMBATAN Kewek JOGJA KOTA BARU Kreteg Kewek berasal dari nama Belanda Kerk & Werg, berarti “jalan menuju gereja” (gereja KOTABARU) dari sudut pandang Hotel Garuda. Tampak percabangan rel KA  dan pemukiman asri Kota Baru dan Seminari Katolik. samar-samar terbaca : Lucht Foto KNIL.

tugu-tempo-dulu

"TUGU YOGYAKARTA" – Samar-samar di kejauhan terbaca TOKO SEN di jalan Mangkubumi menuju Malioboro. Tahun 1992 saya membubut block mesin (kotter) sepedamotor GL 100. Masih adakah tokonya? Di bawah pohon besar (kanan) tampak Depot Es arah menuju pasar Kranggan.

malioboro3 1948

Jalan Pangeran Mangkub

Jalan Pangeran Mangkubumi pada tahun 1948. Dikenali dari bentuk trotoar dan pada tahun 1970-an saya melihatnya masih seperti itu. Di sisi timur tidak ada toko kecuali di ujung utara dekat icon kota  Yogyakarta (Tugu). Di sisi kiri jalan, dari kejauhan tampak plang warna putih dengan letter “Kedaulatan Rakyat.” Sekarang ini trotoar di sisi kanan menjadi jalur lambat.

jalan malioboro 1 Malioboro atau Jalan Ahmad Yani dimasa lalu.

jogja lama KANTOR POS BESAR (sebelah kanan) dan BANK INDONESIA di KM NOL. Melihat Kantor Pos Besar tahun 1955, orang segera mengingat bahwa Yogyakarta di masa silam telah ada bangunan bagus, namun tidak sedikit yang telah lenyap.

Photo diambil dari arah Gedung Agung (Istana Kepresidenan). Di seberang Gedung BI merupakan halaman Benteng Vreedeburg. Saya masih ingat tahun 1972 jalan ke arah kiri dihiasi pepohonan yang lebat yang jika sore hari langit ditingkahi hiruk pikuk suara bangau, walet dan kelalawar. Tahun1975 dibangun Monumen Yogya Kembali persis di seberang Kantor Pos Besar. Lihat Mobil dan becak melaju ke arah kiri sementara saat ini pasti dilarang karena one way traffic.

Sultan HB IX Menyumbang NKRI 6.000.000 Gulden

Perpisahan Sukarno HB IX Ibukota pindah ke Jakarta

Dan Sejarah Akan Terus Mencatat di tahun1950 :
"Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi. Silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta," sambil mengeluarkan cek senilai 6 juta gulden untuk modal awal menjalankan roda pemerintahan NKRI. Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengatakan itu dengan berurai air mata di hadapan Ir Soekarno menteri-menterinya.
Para menteri kabinet Soekarno ikut menangis.

-------------------------------------------------------------- 
Dan pemerintahan saat ini (period 2009-2014) hendak menghilangkan keistimewaan Yogyakarta dan gagal mengatasi korupsi berjamaah secara besar-besaran sehingga menyengsarakan rakyat !!!!! ..... Meski akhirnya gagal karena DPR tidak meloloskan RUU tersebut. Apakah demokrasi ala Amerika akan menjadikan NKRI tidak tahu balas budi atau memang mau melupakan sejarah ini?

Masjid Agung Yogyakarta tahun 1900 Masjid Agung Yogyakarta tahun 1900.

Pengrajin Yogyakarta pada tahun 1900-an Pengrajin Yogyakarta pada tahun 1900-an awal

KLA Project - Yogyakarta

 

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


                                                                                        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

Canal de Suez : Diantara Ferdinand de Lessep dan Umar ibn Khattab

 

Malam ini saya sangat terperangah. Selama ini aku mendapat informasi tentang Terusan Suez secara tidak lengkap dan cenderung disesatkan oleh sumber informasinya. Lebih dari 30 tahun lalu dalam buku kurikulum Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) untuk siswa kelas V dan VI SD di DIY, disebutkan Terusan Suez dibangun Ferdinand de Lessep dan diresmikan penggunaannya di tahun 1869 – setelah sekitar 10 tahun pembangunan. Saya pun mendapat kesan dan kesimpulan ide pembangunan ini berasal dari insinyur perancis ini.

Baru-baru ini saya temukan fakta baru, SIAPAKAH YANG SEBENARNYA MERINTIS PEMBANGUNAN TERUSAN TERBESAR DI DUNIA INI?

Terusan Suez Adalah Karya Master Piece Umar bin Khattab

Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.

Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.

Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.

Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk Amirul Mukminin.

Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.

Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.

Sumber : mediaumat.com

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?