<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Camila Vallejo : Mahasiswi Cantik Oposisi Terkemuka di Chile

Amerika Latin masih punya trend revolusioner dan selalu ada surprise. Dari Chile yang terkenal tradisi gerakan kiri pasca Augusto Pinochet muncul HERO baru. Di internet follower Twitternya 400an ribu, Facebook puluhan ribu. Fans di Korea Selatan membuat account Twitter khusus Camila Vallejo.

Mahasiswi Cantik Pemimpin Revolusioner Baru

Camila Vallejo in web design Lahir 28 April 1988, biasanya wanita muda (23) lebih menyukai hedonism. Tetapi tidak dengan Camila! Muda, cantik dan pemberani yang menjelma  “Che Guevara wanita.” Mahasiswi Universidad de Chile, studi Geografi ini menjadi tokoh oposisi paling berpengaruh. Ia pemimpin demonstrasi sejak Mei-Oktober 2011. Lebih 30 aksi besar  diikuti 100-an ribu hingga jutaan demonstran digelar.

Camila Vallejo in website design
source image Kapanlagi.com

  • "Sejak masa Subcomandante Marcos dari Zapatista, belum pernah lagi Amerika Latin terpesona dengan figur pemimpin perlawanan, … Kali ini pemimpin itu tidak pakai topeng, cangklong dan senjata, melainkan cincin di hidung." (The Guardian).

Lahir dari pasangan aktifis Komunis, Camila cepat belajar dan aktif kegiatan politik. Dia terdaftar sebagai kader Komunis Chile. Awal tahun 2011, Camila menjadi Presiden Ikatan Mahasiswa Universidad de Chile. Dalam seabad lebih sejarah universitas ini, dia perempuan ke-2 yang menduduki posisi itu dan kemudian memimpin demonstrasi jutaan rakyat Chile.

  • "Selama bertahun-tahun, anak muda Chile menjadi korban model Neo-Liberal yang mengagungkan konsumerisme dan pencapaian personal. Semua tentang saya, saya, dan saya. Tak ada banyak empati untuk yang lain," kata Komandan Camila, di kantornya yang dihiasi foto ukuran besar Karl Marx.

Awalnya hanya demonstrasi kecil di dekat kampus Universidad de Chile, kenudian  sejumlah mahasiswa universitas lain bergabung dan akhirnya menggelembung menjadi aksi massa nasional. Dari isu sederhana pendidikan gratis hingga ke tuntutan mundur Presiden Sebastian Pinera (dari Sayap Kanan).

Meski dikenal dengan tradisi politik kiri yang kuat, sistem pendidikan Chile dikuasai swasta warisan era Pinochet. Daily Beast menulis, gelar sarjana milik elite. Pelajar putus sekolah mencapai 52 persen, Biaya hutang harus ditanggung selama satu dekade. Dan Pinera – representasi Neo-Liberalisme  – menjadi sasaran keputusasaan rakyat.

Awalnya respon pemerintah sangat keras tetapi gagal sehingga Kepala Kepolisian dipecat. Seorang pejabat Kementerian Kebudayaan yang menulis di Twitter "Bunuh perempuan itu dan musnahkan jasadnya." Tulisan itu menjadikannya dipecat. Akhirnya mahasiswa diundang Kementerian Pendidikan untuk dialog. Sementara Aksi massa terus dilakukan hingga Presiden Pinera mengundang Camila bernegosiasi.

Camila Vallejo in website download1

Camila Vallejo-website download

Camila Vallejo in my website

 

 

 

Ia tawarkan peningkatan beasiswa dan budget pendidikan. Ternyata kini bukan itu tuntutannya   “Tindakan bagus, namun ini bukan perubahan struktural. Kami ingin mengubah model pembangunan."  

Kata Camila sambil menghisap rokoknya.  

Apakah karier politiknya mengikuti jejak Eva Peron?
(Source : Guardian, Daily Beast, Wikipedia)                                                                                  icon scroll to top Back to Top


READ MORE ... Monggo di-Klik

Salah urus! : Maslahat Rakyat dikelola ala Manajemen Saudagar

 

Habib Nabiel Al-Musawa, Ketua Kelompok Komisi Pertanian Fraksi PKS DPR - RI, berkomentar :

Daging Sapi Kualitas Buruk, Kok di Impor?

Komentar ini terkait dengan operasi pasar stabilisasi penurunan tingginya harga daging sapi menjelang hari raya lebaran yang sempat melambung tinggi diatas Rp. 100.000,’ per kg.

Jakarta – Untuk menstabilkan harga daging sapi, pemerintah melalui Perum Bulog sudah mendatangkan dari australia dan selandia baru puluhan ton daging sapi impor dari total 3.000 ton. Dengan harga jual antara Rp75.000-Rp85.000/kg sesuai dengan jenis dagingnya, ke 148 titik pasar di Jabodetabek. Namun ternyata, daging tersebut berkualitas rendah sehingga membuat pedagang enggan menjualnya.

Ketua Kelompok Komisi Pertanian Fraksi PKS, Habib Nabiel Al-Musawa menilai, Produk daging berkualitas rendah yang masuk ke Tanah Air merupakan kesalahan importir yang hanya mencari keuntungan tanpa memperhatikan kualitas barang, ujarnya, Sabtu (20/7).

Menurutnya Perum Bulog mencurangi masyarakat karena menjual daging sapi impor berkualitas buruk dengan harga diatas kualitasnya. Selain daging, kualitas beras yang selama ini dikelola Bulog pun buruk, raskin sering berkutu, bau apek, dan kurang layak. Seharusnya Bulog bisa menjual harga daging lebih murah, bukan malah aji mumpung cari untung besar.

Keuntungan Bulog kalau dihitung sekitar Rp 10 ribu per kg dari penjualan daging. Salah satu contoh daging bagian depan atas kaki sapi (shank), di Australia harganya 5,2 Dollar AS. Jika diimpor ada bea kirim dan bea masuk sekitar 10%. Harga daging shank pun menjadi Rp 57 ribu per kg. Lalu ke pedagang, Bulog menjual seharga Rp 67 ribu per kg. Kemudian di tingkat konsumen harga menjadi Rp 75 ribu per kg.

Anggota Panja RUU Nakeswan ini mengatakan, Bulog sebagai stabilisator harga daging sapi belum menjalankan tugasnya dengan baik. Seharusnya jika memang diamanatkan menurunkan harga daging, jangan ambil untung terlalu besar sehingga harga jualnya bisa terjangkau oleh masyarakat.

Habib melanjutkan, dari kasus tersebut menunjukan Pemerintah belum punya solusi jitu untuk menurunkan harga daging sapi, sesuai permintaan masyarakat dan pedagang. Padahal penugasan Bulog dimaksudkan untuk menstabilkan harga daging jelang Ramadhan dan Lebaran, tapi sampai saat ini harga masih tetap stabil tinggi.

Kenaikan harga daging sapi yang cukup tinggi dan diluar kewajaran, bahkan ada yang menembus harga diatas Rp 100 ribu per Kg di beberapa pasar di Indonesia, selain karena harganya memang naik sebagai dampak kenaikan harga BBM, juga disebabkan minimnya pasokan yang diduga dimainkan oleh kartel daging sapi yang melakukan operasi ambil untung dari hulu ke hilir, pungkas Habib.




[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Menuai di ladang jihad : 4 Akhwat Pro Presiden Mursi Syahid



Headline news

Empat aktivis perempuan Ikhwanul Muslimin Mesir (Akhwat) Pembela Presiden sah Muhammad Mursi telah menjemput kesyahidan. Status terakhir FACEBOOK mereka :

"Kami mencintai kesyahidan..."

Allah memuliakan ikhwah Mesir dg memberi ujian dan kesyahidan. Sungguh bulan nan berkah penuh kemuliaan. #RamadhanKarim

Empat orang muslimah pendukung Presiden Mursi gugur (syahid, insya Allah) setelah diserang orang-orang berpakaian preman, Jum’at (19/7) waktu setempat bertepatan dengan 10 Ramadhan 1434 H. Salah satunya adalah akhwat berusia 20 tahun, Hala Muhammad Abu Syaisyi.

Seperti merasakan cita-citanya mendapatkan syahid semakin dekat, status terakhir yang ditulisnya difacebook mengungkapkan kerinduan dan kecintaannya pada mati syahid.

"Kami mencintai kesyahidan jauh lebih besar daripada kami mencintai kehidupan. Oleh karena itu jangan cabar kami. Bagi kami, syahid adalah cita-cita tertinggi ," kata Hala dalam status terakhirnya difacebook seperti dikutip MesirKini.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Rassd.com, bahwa ia membawa dua anaknya dalam kereta bayi sebab seperti sebelumnya, demo pendukung Mursi adalah aksi damai. Namun tiba-tiba di sebuah jalan Manshurah sekelompok orang berpakaian preman menyerang peserta long march. Anak-anak menangis, sejumlah wanita menjerit dan suasana berubah mencekam seketika. Suara tembakan pun terdengar. Beberapa orang terjatuh dengan luka dan darah yang tercecer ke tanah.

Selain Hala, korban lain adalah Islam Abdul Gani (seorang apoteker berusia 38 tahun, memiliki 4 anak), Amal Mutawally Farhat (45 tahun) dan Jihad Musa. Seperti dilansir Rassd.com, Islam Abdul Gani terkena tembakan bagian kepala, sedangkan Hala Muhammad Abu Syaisyi’ dan Amal Mutawally Farhat terkena tembakan di bagian perut



[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ibrahim Sily : Kisah Aneh Pendeta Masuk Islam

 

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah… medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!”

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal… kami berjalan lamban… kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami. (Abu Mufti, Facebook).

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)


[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Memeluk Anak Bisa Menjadikan Rasa Aman Ketika Remaja

 

ayah memeluk anak

Kaum pria jangan pelit memberikan pelukan untuk anak-anak Anda. Cara ini dipercaya bisa memberikan rasa aman yang besar untuk anaknya. Alhasil, anak itu tak akan mencari cara lain untuk membuatnya aman seperti mabuk-mabukan atau mengonsumsi obat-obatan terlarang saat si kecil sudah beranjak besar.

Demikian disampaikan Hipnoterapis Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT, di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (10/7/2013) merujuk hasil penelitian di Amerika Serikat.

"Kenapa bukan ibu? Dekapan di dada dari bapaknya itu cukup. Anak-anak jadinya merasa aman. Ketika sudah besar, di sekelilingnya orang gemar mabuk atau narkoba, dia tidak terpengaruh karena di alam bawah sadarnya rasa aman itu sudah menguat," kata Widya.

Ia memberi contoh, ketika pikiran bawah sadar anak itu sudah tertanam rasa aman, gangguan dan

godaan apa pun yang bisa menjerumuskan si anak di masa dewasanya bisa dihadangnya. Anak-anak itu merasa, apa pun yang ditawarkan ke dia tak akan membuatnya aman karena rasa aman yang lebih besar dan nyata hanya ada dan bisa diperoleh dari ayahnya. Jadi, pelukan ayah bisa mengalahkan apa pun.

Menurutnya, ayah yang bertindak sebagai figur otoritas bisa membuat apa yang dirasakan si anak masuk dengan cepat ke alam bawah sadarnya. Dengan begitu, anak akan merasa aman. "Jadi para lelaki jangan pelit-pelit berikan dadamu kepada anakmu," imbuhnya.

Ia mengatakan, di zaman modern ini orang kerap melupakan pikiran bawah sadar dan lebih mengingat pikiran sadar. Padahal, pikiran bawah sadar 9 kali lebih kuat dibanding pikiran sadar.

Selain itu, pikiran bawah sadar sangat cerdas dan berusaha melindungi diri sendiri. Namun, pikiran bawah sadar layaknya anak berusia di bawah delapan tahun. Ia akan menerima apa yang ditangkapnya bulat-bulat tanpa menganalisanya.

Sumber: tribunnews

READ MORE ... Monggo di-Klik

Eksekusi tembak mati 27 Militer Mesir oleh Kesatuannya : Menolak Tembaki demonstran Pro-Mursi

Berita terbaru yang hampir terlewatkan!

Dalam sebuah pembicaraan telepon dengan stasiun CNN, ayah seorang perwira militer mengatakan bahwa anaknya termasuk korban yang meninggal dunia. Menurut keterangan pihak militer, anaknya termasuk korban tindakan kekerasan demonstran pendukung Mursi.

Ayah tadi menyebutkan bahwa dirinya telah mengirim pesan singkat, SMS kepada anaknya di tengah malam agar tidak terlibat membunuhi para demonstran damai, dan dia mengiyakan. “Insya Allah, aku tidak akan membunuh seorang pun,” demikian dia menirukan.

image

Kebenaran terungkap ketika salah seorang rekan anaknya menginformasikan bahwa anaknya dieksekusi mati bersama 27 tentara lainnya karena tidak mentaati instruksi menyerang para demonstran. Demikian diberitakan Dakwatuna.

Video beberapa tentara yang menolak menembaki demonstran bisa disimak di tautan Youtube :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=w_9BEojzLFE#at=13

[source]

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?