<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Simalakama : Otoritarian Junta Militer Mesir atau Kebangkrutan akibat penerapan jam malam

Jam malam memperburuk ekonomi Mesir

Peraturan jam malam yang diterapkan oleh junta militer dan pemerintahan interim Mesir memaksa sekitar 20 juta penduduk Kairo untuk mengurung diri dalam rumah mereka. Hal itu berpengaruh terhadap ekonomi ibukota Mesir yang terkenal dengan aktivitas kegiatan malamnya, laporan Al-Jazeera.

Koran Israel Haaretz menyatakan belum didapatkan data resmi tentang kerugian yang dialami akibat penerapan aturan jam malam di Mesir sejak 14 Agustus lalu. Namun diperkirakan kerugian berkisar antara 25 hingga 30 milliar dolar.

Angka tersebut merupakan jumlah yang sangat besar bagi Mesir yang memiliki tumpukan hutang menggunung. Kerugian langsung ini masih akan ditambah oleh kerugian jangka panjang seperti hilangnya devisa negara akibat kelumpuhan parsial di bidang perdagangan dan produksi.

Anggaran pendapatan Mesir bertumpu kepada devisa dalam negeri yang berkisar 365 miliar pound dari pajak pendapatan dan pajak-pajak wajib lainnya. Namun saat perdagangan malam yang menjadi bagian penting dari devisa negara mengalami kenihilan, maka pendapatan dan pajak pendapatan mengalami penurunan drastik. Hal itu menambah kelemahan ekonomi dan memaksa pemerintah Mesir untuk meningkatkan jumlah hutang.

Aturan jam malam telah melumpuhkan transportasi malam di Mesir. Hal itu mengakibatkan barang yang masuk ke pasar mengalami penurunan signifikan. Dampak negatifnya langsung terasa dengan melonjaknya harga barang, termasuk sembako, selama dua pekan terakhir.

Meskipun pemerintah interim Mesir melakukan pengawasan terhadap harga sembako, namun situasi krisis saat ini menyulitkan pengawasan tersebut.

Pemerintah interim Mesir mengalami kesulitan lain yaitu subsidi untuk produk bahan bakar dan gas.

Pemerintah Mesir terpaksa harus mensubsidi 114 miliar pound untuk kedua item tersebut, meskipun anggaran belanja Mesir hanya menyediakan subsidi 70 miliar pound. Pemerintahan interim pimpinan Hazem el-Bablawi akhirnya menyetujui penambahan subsidi sebesar 30 miliar pound. Kemungkinan besar pemerintahannya terpaksa akan meningkatkan jumlah subsidi guna mendapatkan tambahan bahan bakar dan gas dengan harga miring dari negara-negara Teluk.

Mesir mengimpor sekitar 450 ribu ton solar, 200 ribu ton bensin dan 180 ribu ton gas setiap bulannya.

Impor secara teratur dan berkesinambungan disertai subsidi pemerintah untuk mencegah melambungnya harga bahan bakar dan gas menjadi unsur fundamental bagi stabilitas politik di Mesir.

Kini tanggung jawab sepenuhnya berada di pundak junta militer yang mengendalikan roda pemerintahan. Jika junta militer gagal menjamin impor sistemik terhadap kebutuhan pokok dan bahan bakar, rakyat Mesir akan menganggap junta militer gagal mengatur negara.

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/08/31/jam-malam-memperburuk-ekonomi-mesir.html#sthash.YORspIxs.dpuf - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/08/31/jam-malam-memperburuk-ekonomi-mesir.html#sthash.YORspIxs.dpuf

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ahmad Thayyib; Syeikh Al-Azhar, Seorang Sekular Bikinan Perancis

 

Mesir adalah negara yang agamis. Ketika  melakukan kudeta, As-Sisi tidak lupa dengan hal ini. Dia melibatkan para pemuka keagamaan dalam memuluskan agendanya.

Setelah tertekan dengan demonstrasi besar-besaran di Rab’ah, Nahdha, dan tempat-tempat yang lain, As-Sisi menggunakan kekuatan fatwa untuk membubarkannya. Mulai dari fatwa larangan mendemo pemerintah yang sah, hingga fatwa membolehkan membunuh para demonstran.

Mungkin banyak orang bertanya-tanya, mengapa ulama sekaliber Syeikhul Azhar dan mantan mufti bisa diperalat mereka? Shabir Masyhur dalam situs elsyaab.org Ahad 25 Agustus kemarin menulis sebuah artikel berjudul “Paus Al-Azhar, Seorang Sekular Bikinan Perancis”

Di awal artikelnya, Shabir mempertanyakan keanehan nama imam dan syeikh bagi Dr. Ahmad Thayyib, “Beliau digelari imam akbar, tapi tidak pernah mengimami shalat. Beliau juga digelari syeikh akbar, tapi tidak pernah khutbah. Oleh karena itu, sebenarnya beliau adalah seorang sekular yang diimpor dari Perancis lalu diberi pakaian Al-Azhar dan disebut sebagai seorang Syeikhul Azhar.”

Shabir juga mempertanyakan keberadaan Ath-Thayib di Perancis, “Ketika masih muda dan segar, beliau dikirim ke Perancis. Tinggal di rumah sebuah keluarga Perancis. Hanya Allah swt. yang Tahu apakah keluarga itu baik-baik atau sebaliknya.”

Shabir membuat sebuah analisis sederhana tentang belajar di negeri non Islam, “Beliau belajar di Universitas Sorbonne. Yang mengajarinya tentang Islam adalah profesor-profesor Kristen dan atheis. Aku bertanya, bisakah seorang Kristen diajari agamanya orang seorang ulama muslim bisa diangkat menjadi paus? Bisakah seorang paus bisa mengenal Kristen mereka melalui pengajaran para ulama muslim yang memang tidak mengimani akidah kristen mereka? Seperti itulah Ath-Thayib, mengenal Islam dari para pemikir Kristen, yang mereka menganggap Islam sebagai sebuah bid’ah hasil rekaan Muhammad.”

Setelah itu, Shabir menyinggung tentang gerak politik Ath-Thayib, “Beliau bergabung dengan Partai Nasional Demokrat, yang merupakan partai sekular. Beliau sama sekali tidak mengenakan pakaian kebesaran Al-Azhar sekembalinya dari Perancis. Tapi begitu didaulat menjadi seorang mufti, beliau langsung mengenakannya karena sekadar mempertimbangkan sisi kepantasan. Begitupun setelah dipindahkan menjadi pemimpin lembaga Al-Azhar, beliau langsung melepaskan kembali pakaiannya, dan melaporkan daftar panjang mahasiswa yang kontra dengan Mubarak.”

Terakhir, Shabir mempertanyakan paradoksi fatwa politik Ath-Thayib, “Di masa rejim Mubarak, beliau mengharamkan demonstrasi dan protes melawan Mubarak. Ketika Mubarak jatuh, beliau mengumumkan diri bersama revolusi. Di masa Presiden Mursi, beliau membolehkan demonstrasi melawan seorang pemimpin muslim yang dipilih oleh rakyatnya. Lalu memfatwakan bolehnya menggulingkan beliau untuk digantikan oleh seorang pemimpin sekular. Setelah kudeta dilakukan, beliau kembali mengatakan bahwa demonstrasi melawan pemerintah adalah haram.” (msa/dkw/elsyaab)

*sumber: dakwatuna

READ MORE ... Monggo di-Klik

Apakah kami menjadi teroris karena menjadi oposisi dari kudeta?

 

Pemimpin Ikhwanul Muslimin menyatakan Pemerintah Mesir menggunakan frasa ancaman terorisme untuk menghancurkan legitimasi oposisi. Pemimpin senior IM Muhammad Elbeltagy kepada Aljazeera mempertanyakan, siapa sesungguhnya yang berperilaku sebagai teroris.

Elbeltagy yang harus kehilangan putrinya Asmaa yang baru berusia 17 tahun karena ditembak tentara Mesir balik menuduh militer Mesir merupakan teroris.

image

"Biarkan saya mengungkapkan, terminologi perang terhadap teroris ini. Pertama, kita harus bertanya siapa teroris sebenarnya? Mereka adalah yang melakukan pembantaian, menyerang masjid, menodai, dan membakar mayat," ujarnya.

Dia pun menegaskan, teroris sesungguhnya adalah pihak yang menghadapi rakyat, sementara warga berdiri selama 48 hari dan hanya menggunakan suara mereka untuk menolak rezim kudeta militer. Mereka yang berkata tidak kepada jenderal yang menggunakan tank, peluru, dan kekuatan untuk kebebasan rakyat Mesir dan menculik presidennya.

"Delegasi internasional, termasuk Uni Afrika dan Uni Eropa, telah mengunjungi aksi duduk dan melihat bagaimana damainya peserta aksi."

Elbeltagy pun mempertanyakan, jika para pengunjuk rasa memiliki senjata, mengapa mereka tidak menggunakan untuk melawan pembantaian? "Jika Ikhwanul Muslimin memiliki milisi atau senjata mengapa mereka tidak menggunakannya untuk mempertahankan pemimpin Muhammad Badei yang ditahan?"

Dia melanjutkan, "Bagaimana Jenderal Sisi mengklaim Ikhwanul Muslimin adalah teroris, sementara sebelumnya dia merupakan seorang menteri di bawah kabinet presiden yang berasal dari Ikhwanul Muslimin? Bagaimana dia mengklaim kami adalah teroris, sementara dalam beberapa tahun dia mengepalai intelijen dan tak pernah menyebut kami kelompok teroris? Apakah kami menjadi teroris karena menjadi oposisi dari kudeta?"

*sumber : Republika

READ MORE ... Monggo di-Klik

Rahasia tersembunyi tentang Jendral As Sisi YANG PERLU diketahui

 

Ada beberapa informasi penting yang berasal dari dr. Husam As-Sisi, salah seorang sepupu As-Sisi. Dia adalah seorang dokter bedah gigi yang menetap di London.
Dr Hasam menyampaikan informasi seputar As-sisi yang selama ini tidak banyak diketahui publik :
    As-Sisi menikah dengan Nahad Nur. Nahad adalah saudara perempuan Thariq Nur. Pernikahan tersebut dijembatani secara pribadi oleh Suzan Mubarak. Kira-kira ada hubungan pribadi apa antara As-Sisi dan Suzan?
    Thariq Nur adalah pemilik stasiun televisi Al-Qahirah dan An-Nas. Selain itu, dia juga pemilik saham kebanyakan stasiun televisi. Hanya televisi Aljazeera saja yang menolak menerima tawaran saham menggiurkan darinya. Thariq Nur adalah pemimpin sebenarnya Lion Club Mesir.
    Thariq Nur menikah dengan seorang wanita Kristen Koptik yang dekat dengan Paus Koptik dan Naguib Sawiris (pengusaha dan menteri di rejim Mubarak).
    Thariq Nur dan Sawiris adalah penyokong dana utama bagi gerakan Tamarrud.
    Para wartawan dan penggiat media berkumpul dengan Thariq Nur dan Sawiris di salah satu klub malam yang dimiliki Thariq Nur. Dalam kesempatan itu, mereka menyepakati langkah-langkah menggulingkan Presiden Mursi.
    As-Sisi adalah mata-mata Mubarak untuk mendapatkan informasi tentang militer Mesir. Dia sendiri yang menyampaikan laporan berkala kepada Mubarak; setiap hari Ahad, Selasa, dan Kamis. Dialah yang bertanggung jawab dalam pengamanan Mubarak.
    As-Sisi adalah tokoh yang dipaksakan Dewan Militer agar Presiden Mursi menjadikannya menteri pertahanan, kalau Presiden Mursi hendak mengganti Thanthawi dan Anan.
Jadi sangat beralasan jika kemudian As-Sisi menjadi eksekutor dari penggulingan presiden Mursi, karena memang kudeta militer sudah merupakan bagian dari konspirasi rezim mubarak dan As-sisi berada didalamnya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Tentara Amerika diizinkan pakai Blog untuk siasat perang

Amerika Pakai Blog untuk Siasat Perang

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Tentara kafir AS merasa “dihantam” mujahidin Taliban terkait propaganda media. Ini menyangkut jumlah korban sipil yang tewas dalam serangan udara yang Amerika lakukan di Afghanistan.

Taliban dan saksi mata dari penduduk lokal melaporkan, ratusan warga sipil kehilangan nyawa akibat pertempuran berdarah tersebut. Aksi permintaan maaf dilakukan oleh Presiden dan Menteri Luar Negeri. Hal ini membuat AS merasa kecolongan dan terpukul.

Tak ingin kecolongan lagi, Amerika lantas memutar otak dan akhirnya mantan pejabat militer, Michael Wynne berpikir siasat blogger akan menjadi solusi paling tepat.

Seperti yang dilansir wired, Jumat (15/5) nantinya, pasukan-pasukan berseragam dan bersenjata Amerika akan diperbolehkan nge-blog di tengah tugas mereka.  Sebagai salah satu siasat perang AS untuk kembali menyebarkan propaganda murahan ke publik dunia.

Siasat apapun yang dilakukan AS tidak akan mampu menutup mata dunia mengenai kejahatan yang mereka lakukan dan tidak akan mampu memutarbalikan fakta mengenai jumlah korban dari kalangan sipil yang telah mereka bantai.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Sajadah bersimbol dajjal zionis beredar di Masjid dan Musholla

 

Saat kita mengetahui fakta bahwa banyak ditemukan lambang-lambang dajjal di sekitar kita, apa yang kita rasakan? Kaget?
Ya! Pasti
Itu pula yang Allah prediksi dalam al-anbiya : 97
"Dan semakin dekatlah janji yang haq (kiamat). Maka serta merta orang yang mengingkarinya mata mereka terbelalak..."
Tapi semoga kita tidak digolongkan kepada orang-orang yang mengingkari fakta ini

Astaghfirullah, sajadah berlambang dajjal zionis beredar di Banjarmasin

Kali ini benar-benar mengejutkan dan tak disadari, sajadah yang biasa dipakai untuk shalat diduga sudah disusupi oleh lambang-lambang Dajjal. Sajadah seperti diatas sering saya temukan sejak lama di Palembang, Yogyakarta dan hingga publish artikel ini, saat ini, sajadah laknat ini  sehari-hari digelar di musholla di belakang rumah tinggal saya di Cakung Jakarta. Di Banjarmasin pun sudah beredar sejak lama.

Jika diperhatikan dengan seksama, memang ada beberapa motif dalam sajadah tersebut yang menjadi ikon Dajjal kaum Zionisme “Israel”. Seperti lambang bintang Satanisme, dan lambang mata satu. Memang tidak terlalu nampak benar jika tak dilihat dengan seksama.

Banjarmasin-sajadah-berlambang-dajjal-di-banjarmasin

“Dulu pernah dengar dan ketika tahu di Banjarmasin juga ditemukan sajadah berlambang dajjal itu saya menjadi takut untuk memakai sajadah itu,” ujarnya seperti dikutip habaronline, Ahad (11/8/2013).

Menurut penjual karpet di Banjarmasin, sajadah yang berisi lambang-lambang aneh ini umum sekali kita temukan di masjid-masjid dan langgar di kota Banjarmasin karena harganya yang lebih miring dibanding jenis lainnya.

Rata-rata para penjual sajadah dan karpet tidak mengetahui hal ini, karena memang keterbatasan info tentang lambang Dajjal dari organisasi Paganisme.

Banjarmasin-beredar-sajadah-berlambang-dajjal-di-banjarmasin2

Memang hal ini masih menjadi pro dan kontra. Sebagian langgar dan Masjid di Banjarmasin biasanya menutup sajadah itu dengan kain putih di atasnya. Entah sekadar kebetulan atau disengaja, kehadiran beberapa lambang khas pemuja Satanisme ittu memang nyata ada.

(sumber: habaronline)

READ MORE ... Monggo di-Klik

As-Sisi Gigit Jari : Menantikan hukuman mati1

 

****
Mulai esok hari, masyarakat dilarang menukarkan uang Pound Mesir ke mata uang asing (dollar). Media online memberitakan, rakyat Mesir berduyun-duyun menarik tabungan mereka, setelah bank Central meminjamkan uang dengan jumlah fantastis kepada pemerintahan kudeta. Kerugian 1 bulan setelah kudeta ditaksir lebih dari 150 Milyar Pound Mesir. Bahkan Menkeu Mesir mengatakan, utang pemerintah mencapai 94 % dari cadangan devisa Mesir.
Junta militer As-Sisi benar-benar gigit jari. Perhitungannya salah besar. Diprediksi banyak pihak, kudeta di Mesir gagal total.
Junta militer terlalu percaya diri. Terutama dukungan dana berlimpah dari UAE, Kuwait dan KSA. Namun limpahan dana ini tak berarti apa-apa, saat masyarakat melakukan aksi pembangkangan sipil secara ekonomi.
Junta militer mengandalkan dukungan AS di dunia internasional. Namun sikap Turki yang tegas dan sikap Uni Afrika yang diluar dugaan, mampu menjadikan lobi-lobi AS dan Zionis sia-sia.
Ketika junta militer bertopang pada media busuk dan rusuk untuk mempromosikan kudeta di tengah khalayak, pengaruh media ini dimatikan oleh "kesadaran global" masyarakat Mesir tentang hakikat kejadian sebenarnya. Mafia kudeta bukan mendapat simpatik, malah masyarakat makin antipati.
Kemudian saat junta militer menebar ancaman berupa tindakan represif, mulai dari pembunuhan hingga penangkapan dengan harapan masyarakat takut dan demonstran bubar, aksi sebaliknya terjadi. Masyarakat Mesir malah turun ke jalanan. Dimana demonstran tidak lagi didominasi pendukung Moursi atau kader IM, namun sudah melibatkan masyarakat luas dari desa hingga kota. Dari orang biasa hingga orang luarbiasa.
Kondisi ini diperparah dengan mandulnya pengaruh preman Blakblok dan tentara bayaran yang dibackup polisi hingga militer dalam melakukan aksi pembunuhan simpul-simpul massa. Justru intimidasi dilawan jutaan manusia di 64 titik demonstran. Bahkan militer terpaksa menarik diri, hingga polisi pun mulai ketar-ketir.
Selain itu, pilihan bulan Ramadhan menjadi awal kudeta adalah pilihan yang salah. As-Sisi lupa, Ramadhan adalah bulan jihad untuk Ikhwanul Muslimin dan aktivis gerakan Islam sejati. Justru saat Ramadhan itulah, masyarakat pendukung Moursi menjadikan arena demonstrasi sebagai arena silaturahmi-iftor jama'i-sahur berjamaah-kultum Ramadhan tiap hari-hingga i'tikaf tiada henti.
As-Sisi dan mafia demonstran benar-benar salah memilih orang. Salah memilih waktu. Salah memilih teman koalisi. Salah juga menggunakan uang dan media.
Selamat As-Sisi, Anda tinggal menunggu hukuman mati!

{Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Darah Musyahidiin …! Haadza waquudu al Nashri …! Inilah Bahan Bakar Kemenangan …!

 


Tulisan di lantai berdarah: "Ini adalah bahan bakar Kemenangan!"

HEADLINE NEWS BERITA TERBARU SIANG INI

Serangan brutal dan penuh kebencian oleh polisi dan militer Mesir, pembenci Islam, terhadap demontran damai  – tanpa senjata – telah terjadi pada siang hari ini di lapangan Rabia Al Adaweya, Kairo. Serangan terjadi beberapa jam setelah pernyataan Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim yang menegaskan bahwa dalam waktu dekat demonstrasi pro Morsi akan dibubarkan paksa sesuai hukum.

UPDATE: Saat berita ini ditulis (13:25 WIB), Gehad El-Haddad jubir Ikhwanul Muslimin menyatakan korban meninggal terkonfirmasi lebih dari 70. "confirmed death toll just tipped over 70 !!!" tulisnya via akun twitter@gelhaddad.
Satu diantara yang terbunuh dari demonstran Pro Mursi adalah anak seorang jenderal.
"one of those dead his father is a military general under sisi, he died saying tell him I'm not angry at him" tulis El-Haddad.
El-Haddad melanjutkan, "btw, it hasnt stopped yet. police is still shooting at peaceful protestors & as more of them fall more emerge from within the sit-in" (Sampai detik ini masih terus berlangsung penembakan oleh polisi pada demonstran damai).
THEY HAVENT STOPPED YET !! 6 HOURS OF CLEANSING, MURDUR & BLOODSHED. & THE WORLD STILL WATCHES !! #EGYPT (@gelhaddad)
A war photographer saying he never saw such hatred & brutality. police killing unarmed protestors in cold blood.(Seorang fotografer perang mengatakan dia tidak pernah melihat kebencian &kebrutalan seperti ini dimana polisi membunuh demonstran tak bersenjata dengan darah dingin).

Menurut seorang dokter dari rumah sakit kepada Aljazeera, rumah sakit menerima sekitar 700 kasus demonstran terluka dalam tiga jam. Ia memprediksi jumlah yang meninggal akan bertambah karena banyak korban cedera berada dalam kondisi kritis.

Ia menyebutkan apa yang terjadi terhadap para demonstran sebagai “genosida” karena sebagian besar cedera terjadi di kepala.

Koresponden Al-Jazeera Abdel Fattah Fayed mengatakan, sebelum aksi serangan itu polisi menembakkan gas air mata untuk mencegah para pengunjuk rasa mendirikan tenda di lokasi yang jauh dari daerah lapangan Rabia Al Adaweya. Sementara jumlah demonstran semakin banyak dan tidak tertampung lagi di lapangan Rabia Al Adaweya.

Sekonyong-konyong rentetan suara senjata terdengar beriringan dengan datangya sejumlah kendaraan polisi dan sejumlah tembakan dari penembak jitu yang bersembunyi di sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Para pengunjuk rasa sebelumnya telah membangun dinding semen di dekat pintu jalan yang mengakses ke jembatan, untuk masuknya pasukan keamanan.(LNA)

Aljazeera Live - Sekitar pukul 14.30 WIB Dr. Hasan Asy-Syafi'i Penasehat Syaekh Al-Azhar Asy-Syarif membacakan PERNYATAAN SIKAPnya yang disiarkan secara langsung AlJazeera mengutuk keras pembantaian sipil berdarah.

Beliau tegaskan bahwa menumpahkan darah orang yang beriman itu jauh lebih kriminal dan berdosa dari pada menghancurkan Ka'bah Al-Musyarrafah.
Beliau menyeru dunia Islam semuanya, termasuk menyebut INDONESIA untuk hentikan pembunuhan ini.
Beliau membaca pernyataannya dengan suara terharu sedih melihat darah sipil tak berdosa mengalir.
Beliau juga mendesak Syaikhul Azhar, Ahmad Thayyib untuk menyatakan pada pengkudeta agar tidak membunuhi rakyat sipil.

(Sampai ini ditulis dikabarkan sudah 120 korban meninggal, 4500 luka parah)

Nyali calon musyahid ... Pemuda Gagah

Apakah preman-preman bersenjata ini membuat takut para pemuda pendukung Mursi?? Lihatlah betapa gagah beraninya pemuda di kota Alexandria ini sendirian hanya berbekal mushaf Al-Quran di tangan hadapi keganasan preman.
Keberanian yang membuat takjub seorang musisi kenamaan Mesir Hamza Namira sampai-sampai musisi ini memposting gambar itu di akun twitternya @HamzaNamira yang memiliki folower satu juta lebih sambil bilang... "Apa yang terlintas dalam benak anda melihat gambar ini? ... Laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyil adhim"

image

Ya … Allah, berilah kemenangan untuk ummat Islam atas konspirasi jahat yang memusuhi.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Mahasiswi Cantik Tokoh Paling Berpengaruh di Chile


Kecantikan, kecerdasan dan keberanian      telah menjadi magnet kuat massa besar dalam revolusi di Chile - negeri yang berbatasan dengan samudera Pasifik di Amerika Selatan. Trend revolusioner tampaknya masih ada di Amerika Latin. Di kawasan ini kekuatan politik kiri masih kuat melawan kekuatan Sayap Kanan (Neo-Liberalisme) dan selalu memiliki kejutan baru. Salah satunya ada di Chile, negeri yang memiliki tradisi kuat gerakan kiri pasca diktator militer Augusto Pinochet.

Mahasiswi Cantik Pemimpin Revolusioner Baru

Wanita cantik ini merupakan putri pasangan Reinaldo Vallejo dan Mariela Dowling. Keduanya merupakan aktivis serta anggota Partai Komunis Cile. Kedua orangtua Camila juga penentang rezim militer kala itu, Augusto Pinochet.  Darah aktivis dari kedua orangtuanya itulah yang akhirnya diwarisi Camila. Bahkan, oleh media Cile, Camila dijuluki sebagai orang komunis yang paling berpengaruh di Cile di abad XXI ini.


Camila Vallejo figur inspiratif

Camila Vallejo (berbaju biru laut), biasanya cewek seumuran dia (23) lebih suka fashion dan hedonisme. Tapi tidak dengan Camila Vallejo! Muda, cantik dan pemberani. Mahasiswi Universidad de Chile, studi Geografi ini tokoh oposisi paling berpengaruh dalam revolusi Chile. Ia pemimpin aksi demonstrasi sejak Mei-Oktober 2011. Lebih 30 aksi besar  diikuti 100-an ribu hingga  jutaan rakyat  digelar dan membuat pejabat Polisi dan Kementerian Kebudayaan dipecat.
  • "Sejak masa Subcomandante Marcos dari Zapatista, belum pernah lagi Amerika Latin terpesona dengan seorang pemimpin perlawanan, … Kali ini, pemimpin itu tidak pakai topeng, cangklong dan senjata, melainkan cincin di hidung." (The Guardian).
Lahir 28 April 1988 dari pasangan aktifis Partai Komunis, Camila tidak butuh waktu lama untuk belajar politik dan menjadi aktifist politik, terdaftar sebagai kader Pemuda Komunis. Januari tahun 2011, Camila menjadi President Ikatan Mahasiswa Universidad de Chile. Dalam seabad lebih sejarah universitas ini, ia perempuan ke-2 yang menduduki posisi president dan menjadi modal memimpin revolusi Chile.

"Selama bertahun-tahun, anak muda Chile menjadi korban model Neo-Liberal yang mengagungkan konsumerisme dan pencapaian personal. Semua tentang saya, saya, dan saya. Tidak ada banyak empati untuk yang lain,"  kata Komandan Camila, begitulah nama panggilannya, di kantornya yang dihiasi foto ukuran besar Karl Marx.

Awalnya merupakan demonstrasi kecil di dekat kampus, aksi-aksi mahasiswa Universidad de Chile dan sejumlah mahasiswa universitas lain menggelembung menjadi aksi massa nasional. Dari isu sederhana meminta pendidikan gratis hingga tuntutan mundur Presiden Sebastian Pinera (dari Sayap Kanan). Jadilah ini aksi terbesar di Chile sejak era Pinochet.

Meski dikenal dengan tradisi politik kiri yang kuat, sistem pendidikan Chile lebih dikuasai sektor swasta yang diwarisi era Pinochet. Daily Beast menulis, gelar sarjana adalah milik elite. Banyak pelajar putus sekolah, mencapai 52%, sedangkan utang, biayanya harus ditanggung selama satu dekade. Dan Pinera – representasi Neo-Liberalisme  – menjadi sasaran keputusasaan rakyat Chile.

Respons pemerintah sangat keras, namun Kepala kepolisian tidak mampu mengatasinya hingga dipecat. Seorang pejabat Kementerian Kebudayaan yang twitt di Twitter  "Bunuh wanita itu, musnahkan jasadnya" dipecat.  Akhirnya Mahasiswa diundang dialog oleh menteri Pendidikan. Tapi Aksi massa terus dilakukan sehingga Presiden pun mengundang Camila bernegosiasi.

Dalam hitungan bulan, Camila menjadi cerita kepahlawanan baru Amerika Latin dan sensasi di internet dengan 300.000 follower Twitter dan puluhan ribu di Facebook. Penggemar Korea Selatan membuat akun Twitter khusus mengenai dia.  kecantikannya pun mempesona rakyat, sampai penyanyi terkenal Argentina – Kevin Johansen – menulis di Twitter, "Camila milik saya."

"Kami semua cinta padanya," kata Wakil Presiden Bolivia, Álvaro García Linera. Saat pertemuan pemimpin muda Bolivia, Garcia pun meminta pemuda Bolivia meniru aksi Camila. "Ada seorang pemimpin muda dan cantik, yang memimpin anak muda dalam perlawanan," katanya.

Camila menyadari kecantikannya.
  • Dia (kecantikan) menjadi pelengkap, mereka datang mendengarkan saya, karena penampakanku. Lalu saya menjelaskan ide-ide. Sebuah gerakan sebagai  sejarah yang tidak bisa dirangkum hanya dalam istilah-istilah permukaan," katanya.
Presiden menawarkan Camila dan Comprados peningkatan beasiswa dan budget pendidikan. Ternyata bukan ini tuntutannya sekarang. “Tindakan ini bagus, namun bukan perubahan struktural," kata Camila sambil menghisap rokok. "Kami ingin mengubah model pembangunan."

Akankah ia mengikuti jejak Eva Peron?

----------------------------------------------------------
(Source: Guardian, Daily Beast, Wikipedia)

                                                                                                                                                        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

Camila Vallejo : Mahasiswi Cantik Oposisi Terkemuka di Chile

Amerika Latin masih punya trend revolusioner dan selalu ada surprise. Dari Chile yang terkenal tradisi gerakan kiri pasca Augusto Pinochet muncul HERO baru. Di internet follower Twitternya 400an ribu, Facebook puluhan ribu. Fans di Korea Selatan membuat account Twitter khusus Camila Vallejo.

Mahasiswi Cantik Pemimpin Revolusioner Baru

Camila Vallejo in web design Lahir 28 April 1988, biasanya wanita muda (23) lebih menyukai hedonism. Tetapi tidak dengan Camila! Muda, cantik dan pemberani yang menjelma  “Che Guevara wanita.” Mahasiswi Universidad de Chile, studi Geografi ini menjadi tokoh oposisi paling berpengaruh. Ia pemimpin demonstrasi sejak Mei-Oktober 2011. Lebih 30 aksi besar  diikuti 100-an ribu hingga jutaan demonstran digelar.

Camila Vallejo in website design
source image Kapanlagi.com

  • "Sejak masa Subcomandante Marcos dari Zapatista, belum pernah lagi Amerika Latin terpesona dengan figur pemimpin perlawanan, … Kali ini pemimpin itu tidak pakai topeng, cangklong dan senjata, melainkan cincin di hidung." (The Guardian).

Lahir dari pasangan aktifis Komunis, Camila cepat belajar dan aktif kegiatan politik. Dia terdaftar sebagai kader Komunis Chile. Awal tahun 2011, Camila menjadi Presiden Ikatan Mahasiswa Universidad de Chile. Dalam seabad lebih sejarah universitas ini, dia perempuan ke-2 yang menduduki posisi itu dan kemudian memimpin demonstrasi jutaan rakyat Chile.

  • "Selama bertahun-tahun, anak muda Chile menjadi korban model Neo-Liberal yang mengagungkan konsumerisme dan pencapaian personal. Semua tentang saya, saya, dan saya. Tak ada banyak empati untuk yang lain," kata Komandan Camila, di kantornya yang dihiasi foto ukuran besar Karl Marx.

Awalnya hanya demonstrasi kecil di dekat kampus Universidad de Chile, kenudian  sejumlah mahasiswa universitas lain bergabung dan akhirnya menggelembung menjadi aksi massa nasional. Dari isu sederhana pendidikan gratis hingga ke tuntutan mundur Presiden Sebastian Pinera (dari Sayap Kanan).

Meski dikenal dengan tradisi politik kiri yang kuat, sistem pendidikan Chile dikuasai swasta warisan era Pinochet. Daily Beast menulis, gelar sarjana milik elite. Pelajar putus sekolah mencapai 52 persen, Biaya hutang harus ditanggung selama satu dekade. Dan Pinera – representasi Neo-Liberalisme  – menjadi sasaran keputusasaan rakyat.

Awalnya respon pemerintah sangat keras tetapi gagal sehingga Kepala Kepolisian dipecat. Seorang pejabat Kementerian Kebudayaan yang menulis di Twitter "Bunuh perempuan itu dan musnahkan jasadnya." Tulisan itu menjadikannya dipecat. Akhirnya mahasiswa diundang Kementerian Pendidikan untuk dialog. Sementara Aksi massa terus dilakukan hingga Presiden Pinera mengundang Camila bernegosiasi.

Camila Vallejo in website download1

Camila Vallejo-website download

Camila Vallejo in my website

 

 

 

Ia tawarkan peningkatan beasiswa dan budget pendidikan. Ternyata kini bukan itu tuntutannya   “Tindakan bagus, namun ini bukan perubahan struktural. Kami ingin mengubah model pembangunan."  

Kata Camila sambil menghisap rokoknya.  

Apakah karier politiknya mengikuti jejak Eva Peron?
(Source : Guardian, Daily Beast, Wikipedia)                                                                                  icon scroll to top Back to Top


READ MORE ... Monggo di-Klik

Menuai di ladang jihad : 4 Akhwat Pro Presiden Mursi Syahid



Headline news

Empat aktivis perempuan Ikhwanul Muslimin Mesir (Akhwat) Pembela Presiden sah Muhammad Mursi telah menjemput kesyahidan. Status terakhir FACEBOOK mereka :

"Kami mencintai kesyahidan..."

Allah memuliakan ikhwah Mesir dg memberi ujian dan kesyahidan. Sungguh bulan nan berkah penuh kemuliaan. #RamadhanKarim

Empat orang muslimah pendukung Presiden Mursi gugur (syahid, insya Allah) setelah diserang orang-orang berpakaian preman, Jum’at (19/7) waktu setempat bertepatan dengan 10 Ramadhan 1434 H. Salah satunya adalah akhwat berusia 20 tahun, Hala Muhammad Abu Syaisyi.

Seperti merasakan cita-citanya mendapatkan syahid semakin dekat, status terakhir yang ditulisnya difacebook mengungkapkan kerinduan dan kecintaannya pada mati syahid.

"Kami mencintai kesyahidan jauh lebih besar daripada kami mencintai kehidupan. Oleh karena itu jangan cabar kami. Bagi kami, syahid adalah cita-cita tertinggi ," kata Hala dalam status terakhirnya difacebook seperti dikutip MesirKini.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Rassd.com, bahwa ia membawa dua anaknya dalam kereta bayi sebab seperti sebelumnya, demo pendukung Mursi adalah aksi damai. Namun tiba-tiba di sebuah jalan Manshurah sekelompok orang berpakaian preman menyerang peserta long march. Anak-anak menangis, sejumlah wanita menjerit dan suasana berubah mencekam seketika. Suara tembakan pun terdengar. Beberapa orang terjatuh dengan luka dan darah yang tercecer ke tanah.

Selain Hala, korban lain adalah Islam Abdul Gani (seorang apoteker berusia 38 tahun, memiliki 4 anak), Amal Mutawally Farhat (45 tahun) dan Jihad Musa. Seperti dilansir Rassd.com, Islam Abdul Gani terkena tembakan bagian kepala, sedangkan Hala Muhammad Abu Syaisyi’ dan Amal Mutawally Farhat terkena tembakan di bagian perut



[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Eksekusi tembak mati 27 Militer Mesir oleh Kesatuannya : Menolak Tembaki demonstran Pro-Mursi

Berita terbaru yang hampir terlewatkan!

Dalam sebuah pembicaraan telepon dengan stasiun CNN, ayah seorang perwira militer mengatakan bahwa anaknya termasuk korban yang meninggal dunia. Menurut keterangan pihak militer, anaknya termasuk korban tindakan kekerasan demonstran pendukung Mursi.

Ayah tadi menyebutkan bahwa dirinya telah mengirim pesan singkat, SMS kepada anaknya di tengah malam agar tidak terlibat membunuhi para demonstran damai, dan dia mengiyakan. “Insya Allah, aku tidak akan membunuh seorang pun,” demikian dia menirukan.

image

Kebenaran terungkap ketika salah seorang rekan anaknya menginformasikan bahwa anaknya dieksekusi mati bersama 27 tentara lainnya karena tidak mentaati instruksi menyerang para demonstran. Demikian diberitakan Dakwatuna.

Video beberapa tentara yang menolak menembaki demonstran bisa disimak di tautan Youtube :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=w_9BEojzLFE#at=13

[source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kemerdekaan Indonesia - Ikhwanul Muslimin Mesir dan Mesir

 

Sejarah mencatat Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di balik pengakuan Mesir tersebut terkuak fakta bahwa pencetus dan pejuangnya adalah Ikhwanul Muslimin (Pribadi, 2013). IM adalah gerakan Islam yang dibentuk Syeikh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.  Dr. Richard Mitchell mengungkapkan bahwa IM merupakan gerakan Islam moderat dan modern terbesar di dunia abad ini. Gerakan ini sangat berpengaruh dan mampu menyebar di lebih 70 negara.

Ikhwanul Muslimin saat itu sering mengerahkan massa untuk demonstrasi dan menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Para buruh IM yang bekerja di kapal-kapal Inggris banyak melakukan pemogokan bahkan berhenti bekerja dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris supaya berhenti membantu Belanda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrphB-MLRE8Tl5eEM0g1CuBiqwr8_Id_C-9PYytyB0zmhWqo8mPr_xKy02WwQVrC9o3Tz6Fzazuwwpf_5AEQ4CrVuoD8kWOZVAnn-WqA6AUcWvycvEuswsbuecdYs1FmJE0w8ASWQ_eM0/s1600/944118_674809242546004_2097013607_n.jpg           Buruh Ikhanul Muslimin Suez Canal mogok menuntut Inggris tidak bantu Belanda

Ikhwanul Muslimin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran dan majalah miliknya. Tatkala terjadi pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan banyak koran Indonesia memberitakan, IM mengadakan shalat ghaib berjamaah.

Puncaknya IM mendesak agar pemerintah Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Tepat tanggal 22 Maret 1946 Mesir di bawah Raja Farouk resmi menjadi negara pertama yang menyatakan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Mesir mengirimkan utusan khususnya yang membawa surat pengakuan itu untuk menemui Presiden Soekarno. Mesir selanjutnya menyalurkan bantuan lunak berupa uang kepada pemerintahan Indonesia yang kas-nya masih kosong.

Tidak sampai disitu, IM dengan jaringannya yang tersebar selanjutnya menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya. Mesir dan negara-negara Arab membentuk Panitia Pembela Indonesia dan mendorong pembahasan isu Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa dan Liga Arab.

Sebelum pengakuan tersebut Indonesia baru merdeka secara de facto belum de jure. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.Negara-negara di luar Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mau ikut campur urusan Indonesia karena dianggap sebagai masalah dalam negeri Belanda. Delegasi Indonesia seperti Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Soedjatmoko, dan LN Palar juga tidak boleh masuk ke Sidang Majelis Umum PBB.

Zein Hassan dalam bukunya Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, menulis bahwa pengakuan kemerdekaan membuat posisi Indonesia setara dengan negara lainnya, termasuk Belanda dalam diplomasi internasional.

Proklamator Bung Hatta sebagaimana dinukil dalam buku tersebut menyatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagaimana selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

Sjahrir dan Agus Salim mewakili Indonesia pernah menemui Hasan al-Banna untuk menyampaikan terima kasih kepada IM atas dukungannya kemerdekaannya. Sebagai bangsa berbudaya dan berkarakter sangat pantas Indonesia berterima kasih kepada IM maupun pemerintah Mesir secara umum.

Rekaman di atas menunjukkan bahwa hubungan historis antara IM, Mesir dan Indonesia sangatlah  kuat. Di Mesir bahkan ada Jalan Ahmad Soekarno yang diambil dari nama Presiden Pertama Republik Indonesia.

Pada saat bencana dahsyat tsunami Aceh, pada pagi hari 26  Desember 2004, Ikhwanul Muslimin Mesir segera mengirim tim relawan kemanusiaan di Aceh dipimpin oleh Mohammad Mursi yang baru saja dikudeta oleh Militer Mesir sebgai Presiden sah Mesir hasil pemilihan umum paling demokratis dalam sejarah Mesir. Berikut ini dokumentasi tim relawan Ikhwanul Muslimin Mesir beserta foto Mohammad Mursi.

image            Mohammad Mursi (keempat dari kiri) pasca Tsunami Aceh – Desember 2004.

READ MORE ... Monggo di-Klik

coup d ‘état al Mishri : Konspirasi kudeta dari balik penjara Turra

 

Kamis, 11 Juli 2013 - Dakwatuna

KAIRO - Salah bila ada orang mengatakan bahwa Presiden Mursilah yang mengangkat As-Sissi menjadi menteri pertahanan. Karena pengangkatan As-Sissi adalah salah satu syarat ketika menggulingkan Thanthawi, menteri pertahanan sebelumnya.

Ketika menggeser Thanthawi dan Adnan, sebenarnya Presiden Mursi tidak menguasai militer dan Dewan Militer sepenuhnya. Oleh karena itu, Mursi tidak bisa memilih pemimpin militer yang pantas memimpin. Sehingga yang terjadi adalah saling tawar-menawar dengan anggota Dewan Militer, yang akhirnya menyetujui turunnya Thanthawi dengan pengganti dari mereka, yaitu Abdul Fattah As-Sissi. Saat itu Presiden tidak bisa menolak, apalagi beliau menganggap bahwa saat itu adalah masa transisi untuk sedikit demi sedikit mengakhiri kekuasaan militer.

Para pengamat menilai bahwa pengangkatan As-Sissi sebagai menteri pertahanan adalah skenario dari Mubarak yang menjalankan perang dari penjara. Mubarak memandang bahwa Thanthawi sudah gagal dalam memimpin militer, hal yang terindikasi dengan yel-yel demonstran “Jatuhlah pemerintahan militer”. Dengan demikian, tidaklah mungkin bisa dia menggalang kekuatan massa yang besar melawan Ikhwanul Muslimin.

Thanthawi Mengumumkan Kemenangan Mursi sebagai Presiden
Kemenangan Mursi adalah pukulan yang sangat berat bagi rezim Mubarak. Mereka ingin Syafiqlah yang memenangkan pemilu, apapun konsekwensinya. Sedangkan Thanthawi menyerah dengan hasil pemilu, dan khawatir kondisi Mesir semakin kacau tak terkendali. Saat itu, demostran juga sudah berkumpul dalam jumlah yang sangat besar di Bundaran Tahrir. Oleh karena itu, Thanthawi mengumumkan kemenangan Mursi sebagai presiden.

Pemimpin Dewan Militer Tetap Loyal dengan Mubarak
Setelah pengumuman kemenangan Mursi, Mubarak langsung memutuskan untuk mengganti Thanthawi, dengan akses para pemimpin Dewan Militer yang masih loyal kepadanya. Mengingat masih banyak pemimpin Dewan Militer yang lebih loyal kepada Mubarak daripada kepada pemimpin mereka, Thanthawi.

Para pemimpin militer tersebut mendatangi Presiden Mursi. Mereka melaporkan bahwa militer sudah terlalu jauh terjun dalam politik. Hal ini sedikit-banyak telah menurunkan kemampuan tempur mereka. Apalagi ketika Thanthawi memimpin, militer menjadi musuh banyak sekali kekuatan politik. Mereka mengusulkan, militer menarik diri dari politik dan mengganti Thanthawi. Mereka meyakinkan dan menjamin, militer tidak akan memprotes penggantian tersebut, dengan syarat yang menggantikannya adalah Abdul Fattah As-Sissi. Karena As-Sissi masih muda dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kembali performa militer yang hilang dalam masa transisi.

Sebenarnya Presiden Mursi tidak yakin dengan usulan mereka. Tapi beliau akhirnya menerimanya mengeluarkan militer dari politik. Dalam benaknya, Mursi pun ingin segera mengganti As-Sissi dengan seorang pemimpin baru yang bisa memegang amanah kemashlahatan militer Mesir.

Kenapa Harus As-Sissi?
Sebelumnya, As-Sissi adalah pemimpin intelijen militer, dan orang yang paling loyal kepada Mubarak. Sedangkan Mubarak sendiri hanya percaya kepada militer.

As-Sissi adalah orang yang bertanggung jawab atas “Perang Unta” (kejadian penyerbuan sekelompok orang penunggang kuda dan unta ke tengah-tengah demonstran di Bundaran Tahrir). Dia orang yang memegang kendali “pihak ketiga” yang terlibat dalam banyak sekali kerusuhan yang menjatuhkan banyak korban. Misalnya kejadian Maspero, stadion Port Said, dan sebagainya.

Kemudian langkah berikutnya adalah As-Sissi berusaha memperbaiki citranya, mendekati kekuatan-kekuatan politik yang ada, memastikan loyalitas kalangan Kristen Koptik, Fulul, dan penggerak revolusi yang tidak mendapatkan porsi kekuasaan di pemerintahan Mursi.
Lalu dia memulai konspirasi dengan menggunakan kepolisian, perwira intelijen, dan pendanaan Saudi Arabia dan Emirat. Dimulai membuat pergolakan-pergolakan, menyebarkan 200 ribu preman, sehingga kondisi keamanan Mesir lepas kendali. Dalam kondisi ini, rakyat sangat mendambakan keamanan walaupun dengan imbalan kembalinya rezim Mubarak.

Di sinilah As-Sissi tampil sebagai tokoh penyelamat. Dia menyelesaikan permasalahan keamanan dengan sangat mudah dengan kekuatan militer yang super. Di waktu yang sama, As-Sissi juga menenangkan Presiden Mursi, bahwa dirinya tidak menginginkan kekuasaan, dan militer akan selalu melindungi pemerintahan yang sah.

Ultimatum 48 Jam Dan Detik-Detik Menentukan
Sampai tibalah detik-detik yang menentukan. Terjadi demonstrasi yang sangat besar menuntut Presiden Mursi mundur. Saat itulah As-Sissi tampil dan mengatakan bahwa dirinya telah mendengar akan memenuhi tuntutan mereka. Dia akan memberi Presiden Mursi tenggang waktu 48 jam untuk menyelesaikan krisis ini, jika tidak berhasil maka militer akan mengambil alih kekuasaan untuk masa transisi.

Begitu tenggang waktu habis, As-Sissi mengumumkan kudeta militernya dengan menyampaikan sebuah inisiatif solusi yang sebenarnya semua butirnya sudah diutarakan oleh Presiden Mursi, kecuali butir penggulingannya.

Drama ini berakhir dengan menggulingkan dan menahan Presiden Mursi. Mesir pun masuk kepada kondisi sulit, yang tidak jelas akhirnya.

[Source]


READ MORE ... Monggo di-Klik

coup d ‘état al Mishri : Anda Salah Perhitungan JENDRAL as-Sisi!

OPINI | 11 July 2013 | 13:47 Dibaca: 2128 Komentar: 16 6

Campur aduk rasanya melihat berita tentang Mesir. Coup d’etat di Mesir adalah ironi di tengah dunia yang semakin beradab. Mursi, presiden yang hafal seluruh isi al-Quran itu adalah presiden Mesir yang terpilih secara sah dan konstitusional setelah memenangkan pemilu yang demokratis sebagai buah dari revolusi Arab Spring di Mesir tahun lalu.

1373525206942138807Mursi sewaktu menjadi relawan Mesir pasca tsunami di Aceh akhir Desember 2004. Kini Mohammed Mursi Presiden sah negeri Kinanah - Mesir.

Namun rumusan sejarah sejak zaman primitif masih saja berulang, ada kelompok dalam kontentasi pemilu yang tidak siap menerima kekalahan. Mereka melakukan kerusuhan, anarkisme, bahkan hingga perkosaan massal. Barbar.

Amerika sendiri yang acap bicara demokrasi terlihat ambigu dan galau. Ada dua ambugitas amerika. pertama Amerika tidak tegas untuk mengatakan bahwa penggulingan presiden sah Mesir Mohammed Moursi adalah sebuah kudeta militer. Kedua, inkonsistensi AS dengan tetap memberikan bantuan militer kepada Mesir pasca pelengseran Mursi. Bahkan akan tetap meneruskan rencananya mengirimkan empat pesawat jet tempur F-16 ke Mesir dalam beberapa minggu mendatang. Padahal hukum AS melarang pemberian bantuan kepada pemerintah asing hasil kudeta terhadap pemimpin yang terpilih secara demokratis. Setiap tahunnya, AS memberikan bantuan sebesar 1,5 milliar dolar kepada pemerintah Mesir dimana 1,3M dialokasikan untuk militer, terbesar kedua setelah bantuan kepada Israel. Pasca kudeta ini, AS tetap memberikan bantuan dengan mencari-cari celah untuk mendefinisikan ulang, “apakah penggulingan Mursi dapat disebut sebagai kudeta militer?”

Sebuah inkonsistensi dan standard ganda yang sangat telanjang. Sikap ini sekaligus menggambarkan bagaimana tesis Samuel Huntington (1927 –2008) The Clash of Civilizations yang tersohor itu masih relevan sampai sekarang. The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order yang merupakan perluasan dari artikelLuar Negeri 1993 ditulis oleh Samuel Huntington sebagai hipotesis tatanan dunia baru pasca-Perang Dingin itu setidaknya menempatkan Peradaban Islam sebagai satu dari tujuh peradaban dunia selain barat “yang perlu diperhatikan”.

Kudeta Mesir sendiri sebetulnya hanyalah de javu atas tragedi serupa yang terjadi di al-Jazair dimana kemenangan kelompok Islam Front Islamique du Salut yang menang mutlak 51% pada 1991 (dan meraih 81% kursi parlemen) akhirnya dikudeta oleh militer negara itu. Juga de javu serupa atas kemenangan kelompok Islam HAMAS (harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah) di Palestina tahun 2006 yang akhirnya justru diboikot oleh dunia barat.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah kelompok Islam dilarang memenangkan pemilu? Bukankah mereka telah mengikuti prosedur demokrasi secara sah dan konstitusional. Mengapa jika pemilu dimenangkan kelompok Islam mereka berat menerima kenyataan? Tampaknya sikap paranoid dari kelompok islamophobiaterhadap kemenangan kelompok islamist democrat telah menjadikan mereka lupa bahwa pemilu adalah cara yang paling fair untuk berkontestasi dalam Negara modern, dan kudeta adalah cara masyarakat primitive dimana kekuatan senjata mengalahkan logika.

Universalisme demokrasi yang acapkali diserukan barat akhirnya menjelma kedustaan, karena Barat dihinggapi ´ideologi ketakutan’ terhadap peradaban Islam –akibat buku-buku yang mereka baca merupakan produk dari crusade yang efeknya masih terasa. Apakah kita juga bisa mengatakan bahwa demokrasi sebetulnya hanyalah produk partikular barat yang tidak universal? Bukankah ideologi, menurutRolland Barthes (Ian Adam: 2007), seorang teoritisi budaya asal prancis,  selalu meniscayakan penganutnya untuk “menaturalkan hal-hal yg pada faktanya kultural, dan me-universalkan hal-hal yg pada faktanya partikular”

Ah, Kita masih berharap pada Turki, dimana kemenangan kelompok Islamis Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP) yg kini dipimpin Erdogan akan menyanggah semua kekhawatiran itu. Turki yg perlahan menuju menjadi Negara industri dibawah AKP sedang menuju kemajuan. Angka wisatawan meningkat dari 4juta menjadi 35juta, tingkat kesejahteraan naik 300%. Keberhasilan Turki juga kerap diulas di harian Al Ahram, dan Al Akhbar (Mesir), Aljazirah (Qatar), Al Sharq Al Awsat (Saudi), Al ‘Arabiyah, dan Al Khalij. Kelompok AKP sebetulnya mewakili fenomena baru sebagai apa yang disebut oleh pengamat dengan istilah “islamist democrat”, sebuah kelompok Islam yang berusaha mengimplementasikan tujuan-tujuannya melalui prosedur-prosedur demokrasi. Keberhasilan Turki harusnya menjadi contoh bagi As-Sisi bahwa kemenangan kelompok Islamis tidak perlu ditakuti.

Anda Salah Perhitungan, Jenderal!

Selayak film The Curse of Golden Flower, rupanya As-Sisi salah berhitung. Apakah ia lupa bahwa menjadikan para penentang Mursi di Tahrir Square sebagai representasi Rakyat Mesir adalah sebuah kekeliruan. Mereka hanyalah kelompok minoritas kalah pemilu yang tidak bisa menerima kekalahan. Tidak mereprsentasikan keinginan mayoritas rakyat Mesir. Justru yang terjadi berikutnya adalah gelombang tsunami pendukung Mursi. Pemandangan yang terlihat kemudian adalah 30 juta rakyat sebagaimana dilaporkan BBC tumpah ruah di seluruh Mesir menuntut dikembalikannya otoritas Mursi sebagai presiden yang sah.–

13735247091319716903pendukung Mursi Shalat Tahajjud berjamaah

1373524737118706673demikian padatnya pendemo sehingga tempat tidak mencukupi, pendukung Mursi shalat di atas pohon

1373524791298861271muslimah siapkan kafan untuk dirinya demi mempertahankan presiden Mursi

13735248301869503860jadwal menikah sudah ditetapkan, tetap menikah meski sambil demontrasi dukung Mursi

1373524864904587314perjuangan ini karena kebenaran, dan Tuhan memerintahkan ummat-Nya untuk membela kebenaran

demikian damai aksi dukung Mursi hingga disediakan pos khusus utk “barang hilang”

13735249531712481303tarawih pendukung Mursi

1373524978919500802bisa dikatakan, jamaah tarawih pendukung Mursi ini diikuti umat Islam terbanyak setelah tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

13735250211618711319sujud menghamba, meminta pertolongan pada Tuhan yang Membela Kebenaran

13735250541013379192siapa sebetulnya yang tidak siap berdemokrasi?

Foto2: Islamedia, bersamadakwah

Militer sendiri kemudian dikabarkan terpecah antara kelompok pendukung kudeta dan penentangnya. Uni Afrika melalui Ketua Komisinya Nkosazana Dlamini-Zuma segera membekukan keanggotaan Mesir dari organisasi negara-negara benua hitam itu.Amnesty international mengecam kebrutalan militer setelah sebelumnya Human Rights Watch melaporkan kebiadaban penentang Mursi. Disebabkan As-Sisi, Mesir terancam kehilangan legitimasinya sebagai Negara.

Yang terjadi kemudian adalah kepanikan As-Sisi. Secara natural jenderal tersebut pasti mengkhawatiri keadaan dirinya melihat efek gempa yang dibuatnya sendiri.Hanya dalam hitungan hari As-sisi secara sempurna mewarisi diktatorisme Gamal Abdel Nasser yang menangkap membunuhi aktivis Ikhwanul Muslimin di era awal.

Dan khawatir reputasinya sebagai jenderal runtuh, pemandangan berikutnya adalah kegilaan. Bagaimana nurani kita bisa membenarkan berondongan peluru ditujukan untuk membunuhi rakyat yang semestinya mereka lindungi pada saat rakyat menunaikan ibadah sholat shubuh hingga menewaskan 53 orang? Padahal sebelumnya mereka mendiamkan pendemo di Tahrir Square di masa Mursi. As-Sisi tidak ingin harga dirinya jatuh dan keselamatannya terancam karena kudetanya diambang kegagalan. Akhir tragis dari As-Sisi hanya menunggu waktu, seperti menonton the Curse of Golden Fower, dimana pihak penentang kekuasaan yang sah harus mengakui kegagalan kudetanya sebab lebih banyak pendukung yang menaruh setia kepada kaisar.

Gambar-gambar di bawah ini akan menunjukkan agar kita tahu: Kelompok Islam atau kelompok sekularkah yang membuat Mesir bersimbah darah. As-Sisi sebaiknya berikir ulang dan menyadari dengan siapa dia berhadapan; Ikhwanul Muslimin… sebuah gerakan Islam terbesar di dunia. Kini ia sedang bergerak dengan dukungan rakyat…

Kini kita melihat negeri kinanah Mesir menjadi muram. Hari-hari Ramadhan seperti hari yang gelap dimana awan hitam berarak di langit. Orang-orang waras dan sadar akan berdo’a agar awan gelap tersebut segera menurunkan hujan lebat. Menyuburi bumi Mesir untuk kemudian mencipta cerah berpelangi indah.

Source : Kompasiana

Kudeta Mesir, Anda Salah Perhitungan, Jenderal!

OPINI | 11 July 2013 | 13:47 Dibaca: 2128 Komentar: 16 6

READ MORE ... Monggo di-Klik

Momen Tragis! Fotografer Ditembak Mati saat Rekam Pembantaian oleh Tentara Mesir

 

Inilah satu-satu hasil karya jurnalistik yang merekam secara utuh kejadian pembantaian para demontran di depan markas Garda Republik  ketika mereka sedang menunaikan sholat shubuh berjama’ah pada roka’at terakhir.

KAIRO - Mengenaskan! Seorang fotografer media Mesir tewas ditembak tentara. Namun, fotografer dari surat kabar Al-Horia Wa Al-Adala ini sempat mengambil gambar tentara yang menembaknya dari atas gedung di Kairo.

Adegan demi adegan berhasil diabadikan oleh kamera milik Ahmed Samir Assem (26). Insiden tragis ini terjadi ketika serangan melanda para demonstran pendukung presiden terguling Mohammed Morsi, yang berkumpul di luar markas besar pasukan elit Mesir, Garda Republik, di Kairo.

Seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (10/7/2013), Assem mengabadikan seluruh kejadian, terutama sejak para pendukung Morsi menunaikan salat subuh berjamaah pada Senin (8/7) waktu setempat. Ketika serangan terjadi, kamera Assem terus mengambil gambar.

Hingga kamera Assem menangkap gambar para tentara yang melepas tembakan dari atap sebuah gedung berwarna kuning. Tentara-tentara yang bersenjatakan senapan penembak jitu tersebut terlihat melepaskan tembakan beberapa kali ke arah para demonstran.

Kemudian tiba-tiba, senapan tersebut mengarah tepat ke lensa kamera Assem. Beberapa saat kemudian, rekaman kamera berakhir dan berakhir pula hidup Assem. Identitas Assem sebagai seorang fotografer diketahui dari kamera berdarah dan sebuah telepon genggam yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Pada pukul 06.00, seorang pria datang ke pusat media dengan membawa kamera berlumuran darah dan memberi tahu kami bahwa salah satu rekan kami terluka," tutur seorang editor surat kabar Al-Horia Wa Al-Adala, Ahmed Abu Zeid.

"Sekitar satu jam kemudian, saya mendapat berita bahwa Ahmed ditembak oleh seorang sniper di dahinya ketika mengambil gambar atau foto sebuah gedung di lokasi kejadian," imbuh Zeid.

Saat kejadian, Zeid tengah bekerja dari sebuah fasilitas di dekat masjid Rabaa al-Adawiya yang berjarak sekitar 1,5 km dari lokasi kejadian. "Kamera Ahmed merupakan satu-satunya yang mengambil gambar seluruh kejadian dari awal," ucapnya.

"Dia mulai mengambil gambar dari sejak salat digelar, jadi dia menangkap setiap adegan dari awal dan dalam video tersebut, Anda bisa melihat puluhan korban. Kamera Ahmed menjadi salah satu bukti dari pelanggaran yang telah terjadi," tandas Zeid.

Assem merupakan salah satu dari sedikitnya 51 orang yang tewas dalam serangan yang terjadi Senin (8/7) subuh waktu setempat ini. Serangan ini menuai kemarahan pihak Ikhwanul Muslimin yang menuding militer Mesir yang melakukan penembakan.

Militer Mesir telah membantah dan menyatakan bahwa 'kelompok teroris bersenjata' yang melakukan penembakan brutal terhadap puluhan pendukung Morsi tersebut. Pihak militer mengakui hanya melepas tembakan peringatan dan gas air mata. Namun dengan adanya video rekaman Assem yang berdurasi 20 menit ini, pihak Ikhwanul Muslimin semakin gencar menuding militer Mesir yang disebutnya melakukan pembantaian. (detik)

image Pahlawan jurnalistik Mesir

READ MORE ... Monggo di-Klik

Behind the scene : Orang Khusus Mursi, Ungkap Pra-Pasca Kudeta

 

Selasa, 09 Juli 2013

Bagaimana gejolak jiwa dan ketegaran Mursi sebelum dan sesudah kudeta militer? Hanya orang khusus dan terdekat saja yang bisa mengungkapkannya.
Dr Najla Mahmud, Istri sang Presiden, bercerita tentang hari-hari sebelum terjadinya kudeta militer. Sang istri berkata, "Di hari-hari yang penuh ujian, tatkala aku masuk ke dalam bilik, kulihat beliau sedang sujud memohon pertolongan Allah. Dia tengah mengadukan hal dirinya dan negaranya, sambil menangis.
Apabila dia hendak tidur, tangisannya masih terdengar, walau dia sudah berada diatas katilnya. Sehingga basahnya umpama mandi."
Untuk menghibur suaminya, sang istri berkata, "Wahai Mursi, niscaya Allah tak akan membiarkanmu dalam keadaan sedih, dan tidak membiarkanmu tanpa pertolongan dari Allah."
Perlu diketahui saja, walau Mursi seorang Presiden, dia tinggal di rumah kontraka biasa saja, dia sendiri yang membayarnya bukan dari uang negara. Dia pun, belum pernah mengambil gajinya sejak menjabat.
Adakah Presiden yang seperti ini?
Staff khusus Mursi mengungkapkan, pada saat kudeta akan terjadi, Menlu dan Dubes Amerika datang menghadap Mursi. Permintaan mereka, Mursi segera menanggalkan kepresidenannya atau tetap jadi presiden namun pedana mentri, kabinet dan pejabat penting diganti sesuai keinginan mereka. Namun Mursi menolak.
Akhirnya utusan tersebut berkata, "Telpon saya ketika kamu sudah dipenjara,"
Melihat gelagat ini, maka Mursi pun membuat pidato rahasia yang pidatonya diposting ke youtube. Ketika Mursi sudah ditangkap, maka postingan pidato Mursi baru tersebar luas di internet.
Dimana keberadaan Mursi sekarang?
Secara valid belum ada yang tahu. Tetapi dari bocoran yang ada, sudah beberapa kali pihak militer mesir memintanya untuk segera mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden.
Mursi pun menolaknya, dengan berkata, "Saya tidak akan menanggalkan kepercayaan yang sudah diberikan rakyat mesir. Lebih baik anda menembak saya dengan peluru daripada melakukan itu."
Permintaan Mursi pada mereka yang menahannya hanya satu. Yaitu meminta sajadah dan mushaf al-Qur’an saja.
Subhanallah, heroik dan penuh ketenangan….



[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

8 Kejadian Penting Sebelum Pembantaian di Garda Republik

 

Selasa, 09 Juli 2013

72 Jam Sebelum Pembantaian Garda Republik

Seorang Penulis Arab internasional, Abdul Bari 'Athwan menulis di laman pribadinya di Sosial Media Facebook akan rentetan kejadian 72 jam sebelum terjadinya pembantaian Wisma Garda Republik.
8 Kejadian Penting Sebelum Pembantaian
Akan datang hari dimana kita akan menceritakan kepada rakyat Mesir kisah tentang para pahlawan dari dalam jajaran Intelejen Umum dan Pengawal Pribadi Jenderal  As-Sisi sendiri, yang  menukilkan kepada kami kisah di dalam internal Kementrian Pertahanan yang menolak terjadinya kudeta.
Kejadian Pertama
Jumat 5/7 pukul 21.00 malam di kantor kementrian pertahanan, Jendral As-Sisi bertemu dengan para Kepala Staf angkatan bersenjata yang tidak dihadiri oleh Kepala Staf Territorial 2 karena kondisi beberapa propinsi Terusan Suez yang genting. Pertemuan selama 3 jam ini menghasilkan pentingnya mengadakan perundingan dengan Muhammad Mursi karena inilah yang dianggap tindakan paling bijak. Lalu ditugaskanlah Kepala Staff Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Sidki Subhi dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Yunus Sayyid Hamid untuk berunding dengan Muhammad Mursi.
Kejadian Kedua
Letnan Jendral Sidki dan Marsekal Madya Yunus berangkat menuju kantor Garda Republk (tempat Muhammad Mursi ditahan) pada jam 2 pagi hari Sabtu 6/7. Mereka menawarkan agar presiden mau mundur dan memaksanya untuk mengambil pilihan ini. Presiden tidak  mau dan bersikeras tidak menanggapinya.
Lalu mereka menawarkan bagaimana jika Presiden Mursi kembali kejabatannya, dengan jaminan Baradei menjadi Perdana Mentri yang memiliki kebijakan penuh dalam urusan politik dan ekonomi dan presiden tidak boleh ikut campur. Presiden juga tidak boleh ikut campur dalam urusan militer, baik urusan administrasi maupun persenjataannya.
Presiden tersenyum sambil berkata, "Semoga Allah meridai kalian. Kalian sudah menghabiskan waktu saya untuk Qiyamullail."  Ucapan ini membuat Letjend Sidki Subhi marah dan berang di hadapan presiden. Dia berkata, "Demi Allah, kami akan bunuh kalian satu-persatu hingga menjadi kolam darah. Dan Anda tidak akan kembali menjadi presiden kecuali setelah melangkahi mayat kami.  Masa depan Anda dan Jamaah Anda bisa Anda bayangkan sebentar lagi!"
Kejadian Ketiga
Pertemuan As-Sisi dan seluruh kepala staf pada jam 7 pagi dan membahas hasil laporan dari Intelejen Perang yang mengakui bahwa keadaan semakin rumit di setiap markas angkatan bersenjata. Ada perasaan kesal dan kecewa yang dirasakan setiap individu tentara. Kepala Staf Teritorial 3 Letnan Jenderal Usamah Askar menyela dan mengkritik kebijakan As-Sisi  dan tindakannya yang  terburu-buru. Hal ini membuat As-Sisi meninggikan suaranya dan berang kepada semua yang hadir dan mengatakan bahwa keputusan yang diambilnya adalah hasil kesepakatan semua kepala staf. Suasana semakin memanas dan suara yang tinggi bersahut-sahutan,  tanpa lagi memperhatikan pangkat militer dan  posisi panglima. Rapat ini berakhir tanpa hasil kongkrit.
Kejadian Keempat
Sabtu 6/7 jam 12:00 siang.
As-Sisi bertemu  dengan Letjend Sidki dan Letjend Ahmad Abu Dahab (Direktur Urusan Moral) membahas masukan-masukan dari Intelejen Perang dan kembali menyusun kartu. Terkhusus masalah media, terkait kebijakan penggalangan massa penyeimbang gerakan Islam pada hari Ahad besok. Dan akan fokus di media untuk mengangkat isu pengkhianatan Ikhwan serta gerakan Islam lainnya, juga memberi label "teroris,” membuka file-file sejarah kelam ikhwan di media, berkoordinasi di lapangan dengan Kementian Dalam Negeri untuk menciptakan tindakan anarkis, tempat-tempatnya, pelaksanaan tekhnisnya, dan pengambilan gambarnya.
Kejadian Kelima
Hari Ahad 7/7 jam 17:00 sore. Intelejen Perang memberikan warning kepada Jenderal As-Sisi bahwa massa Ikhwan bertambah banyak dan mereka mendapatkan simpati dari rakyat.  Pertambahan jumlah massa ini dalam perhitungan mereka antara 750 ribu sampai 900 ribu massa yang berkumpul di lapangan-lapangan terbuka. Dan hari ini jumlah massa diperkirakan mencapai 1 juta setengah manusia. Media-media asing menekan pemerintah mereka karena tidak sepakat dengan kebijakan kudeta. Dan yang lebih bahaya menurut laporan ini adalah: didapatinya hubungan telpon antara beberapa perwira berpangkat Brigadir Jenderal ('Amiid) dan Kepala Urusan Tekhnik Militer Mayor Jendral Tahir Abdullah yang membicarakan pentingnya bagi lembaga militer mengambil keputusan secepat mungkin dan keluar dari krisis ini dengan membayar berapapun harganya.
Kejadian Keenam
Hari Ahad jam 22:00 malam.
Mayor jendral Syahin menghubungi Muhammad Badi' (mursyid IM) dan mengajak beliau untuk berunding dengan militer. Hal ini ditolak oleh Muhammad Badi' dengan berkata, "Saya tidak akan bernegosiasi dengan seorang pun. Bersama kalian ada presiden saya dan presiden kalian. Negosiasilah dengan tuan presiden".
Kejadian Ketujuh
Ahad 00:00 –Senin (8/7) pagi.
Letnan Jenderal Sidki Subhi pergi menemui presiden Mursi dan menyampaikan bahwa jumlah yang gugur syahid dari anggota jamaah ikhwan sudah melewati ratusan di beberapa propinsi Mesir karena ulah preman dan polisi. Dan militer belum ikut campur.
Letjend Subhi mengatakan, "Jika Anda terus bersikeras maka kami akan menyembelih kalian semuanya dan masalah akan bertambah runyam. Dan kita tidak akan bisa keluar dari krisis ini setelah hari ini. Anda memilih; merekam pengunduran diri Anda atau kembali menjadi presiden dengan syarat yang telah kami sebutkan sebelumnya. Atau Anda memilih darah Anda dan darah pendukung Anda?"
Mursi berkata:
"Jika saya menerima tawaran ini setelah gugurnya para syahid tersebut, maka saya telah mengkhianati mereka. Saya telah mengkhianati darah mereka. Saya telah mengkhianati sumpah saya di hadapan Allah dan di hadapan rakyat. Jika saya menerima tawaran ini sekarang maka tidak ada masa depan bagi negeri saya di bawah kendali kalian. Kalian bunuh saya, demi Allah, itu lebih ringan bagi saya".
Kejadian Kedelapan
Hari Senin, jam 02:00 pagi
Jenderal As-Sisi mengadakan rapat tertutup dengan panglima Garda Republik dan Kepala Operasi Militer Mayor Jenderal Muhsin Syadzili. Mereka sepakat untuk membuat skenario kejadian berdarah, yang membuat efek semua pihak mau kembali bernegosiasi dan menerima tawaran untuk berdialog.
-----
Dan sangat sayang, kami tidak mengetahui jenis operasi dan bentuknya, hingga terjadi kejadian berdarah pembantaian di depan kantor Garda Republik Senin pukul 03:30 pagi.

(Disarikan dari egyptwindow.net)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Surat untuk sang Pengkhianat! Pengkhianatan Hizb an-Nuur

 

Dengan penunjukan sang ambisius tokoh sekuler Mohamed elBaradei sebagai Prime Minister baru, partai pengkhianat Hizb an-Nuur yang mengkhianati ummat Islam Mesir ini kini justru gantian merasa dikhianati. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang oleh teknokrat pilihan Presiden Mesir, yakni Hisham Qandhil yang ditunjuk oleh presiden Muhammad Mursi Juli 2012 lalu.

Ditunjuknya tokoh liberal dan sekulerMohamed el-Baradei menjadi Perdana Menteri Mesir juga mendapat penolakan dari faksi Islam terbesar kedua tersebut. Partai Islam an-Nour menegaskan penunjukkan itu tidak sesuai dengan rulemap bersama antar sesama oposisi.

''Penunjukkan el-Baradei tidak sesuai dengan kesepakatan antara oposisidan militer,'' kata Wakil Pimipinan Partai an-Nour Ahmed Khalil, seperti dikutip al-Ahram dan dilansir al-Arabiyah, Ahad (7/7).

Khalil menegaskan agar el-Baradei menolak jabatan tersebut.Khalilmengancam akan menarik diri dari kekuatan politik sementara, jika el-Baradei tetap menjabat sebagai perdana menteri.

Peran pengkhianatan partai an-Nuur ini pun oleh ulama yang dihormati di kalangan mereka disamakan dengan pengkhianatan kaum khawarij yang memberontak terhadap kekhalifahan ketiga Utsman bin Affan di Madinah.

Surat Syeikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq untuk sang Pengkhianat

Minggu, 07 Juli 2013

Surat untuk Dr. Yasir Barhami dan partainya (Annour)
Dari Syeikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq Alyusuf*
Kalian telah mengkhianati amanat melanggar janji dan memimpin/ mengambil bagian besar dalam penurunan Presiden yg telah kalian baiat, dan diridhoi oleh mayoritas umat Mesir. Kalian mendukung musuh-mush umat, dan menyobek undang-undang yang kamu adalah salah seorang penulisnya dan disetujui jumhur/kebanyakam umat Mesir.
Aku tidak melihat permisalan antara kalian dan presiden yang kalian khianati dan kalian copot kecuali seperti yang terjadi antara Utsman bin Affan RA dan orang-orang yg telah memberontak kepadanya.
Utsman bin Affan adalah khalifah pertama yang dipilih dengan referendum seluruh muslimin yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Auf RA, sampai beliau berkata setelah menanyai pendapat semua laki-laki dan perempuan di Madinah bahkan pemudi-pemudi belia: "Aku melihat kebanyakan orang tidak ada yg berpaling dari Utsman seorangpun".
Mursi adalah presiden terpilih pertama dalam sejarah Mesir dan sudah dibaiat oleh kebanyakan penduduk mesir dengan hati dan tangan mereka.. kalian dan partai kalian juga termasuk dari mereka.
Utsman RA adalah seorang Hafidz Quran, ahli puasa, ahli qiyam, dan kami mengira Mursi juga seperti itu.
Utsman.. para pemberontak menyuruhnya menyerah dan turun tetapi dia menolak dan menunggu kematian, dan dia telah bermimpi ketika sedang dikepung Rasulullah berkata kepadanya: "Sesungguhnya Allah telah memakaikanmu baju, maka bila mereka ingin kamu melepaskannya jangan turuti mereka".
Begitu juga Mursi, para pemberontak ingin dia turun sukarela dan melepaskan baju kepresidenan yg telah dipakaikan oleh rakyat Mesir, tetapi dia menolak permintaan para pemberontak.
Dan memang tidak sepatutnya dia turun sukarela karena bila dia melalukan hal itu tanpa merujuk kepada orang-orang yang telah membaiatinya maka dia telah mengkhianati mereka.
Sedang kalian.. tidak ada permisalan bagi kalian dalam sejarah kecuali dengan para pemberontak khawarij yg telah memberontak kepada Utsman RA tanpa menghiraukan perjanjian mereka dan kehormatan Utsman, dan mengikuti perintah Ibnu Saba.
Dan ketahuilah bahwa darah yg akan tertumpah dan kehormatan/ larangan yg akan dilangar disebabkan pelanggaran janji kalian dan pengkhianatan amanat kalian, akan menjadi tanggung jawab kalian, karena kaluan yg memimpin/ mengambil peran besar dalam hal ini, dan kalian telah berusaha untuk hal itu dengan terang2an atau sembunyi2.
Bila engkau berbangga bahwa engkau telah membuat roadmap (mesir), ketahuilah bahwa para pencuri kekuasaan yang telah menelikung keinginan rakyat tidak akan mungkin menjadi orang2 yang adil dan saksi bagi Allah meskipun atas diri mereka sendiri.
Dan kalian telah melakukan hal itu, supaya orang2 melepaskan baju Salafi (dr pandangan mereka) yang telah lama kalian pakai tanpa hak dan dgn kebohongan. Dan menjadikan kalian golongan orang2 yang membangkang kepada penguasan tanpa hak.
Dan ketahuilah bahwa kamu tidak akan menjadi pengganti Mursi meskipun mereka telah mengiming imingimu hal itu karena sesungguhnya Allah tidak merestui tipu daya orang orang yg berkhianat.
*Ditulis oleh: Abdurrahman Abdul Khaliq Alyusuf
(Beliau adalah ulama yg sangat dihormati salafy -red)
26 Syaban 1434
4 Juli 2013

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ketika Tempo melakukan Distorsi pemberitaan tentang Mursi

Media seharusnya mengawal dan memberitakan demokrasi secara berimbang, Namun bagaimana jika media telah menciderai nilai-nilai jurnalistik dengan penulisan distorsi pemberitaan pemenang proses demokrasi karena orientasi politik, uang, kepentingan dan ideologi berbeda?  Berikut ini ulasan berita dari Tempo.co yang telah memelintir dari sumber beritanya The Guardian karena tidak fair dan tidak suka dengan arus politik Islam

Ganjar Widiyoga
(calon doktor Hubungan Internasional di Inggris)

Media menjadi salah satu pilar demokrasi bukan tanpa alasan. Media diperlukan untuk mengontrol perilaku eksekutif, legislatif dan yudikatif. Media diharapkan membuka borok penyelenggara negara dan mengapresiasi prestasi mereka. Informasi yang muncul dari media menjadi dasar masyarakat untuk memberikan suara mereka pada partai politik dan kandidat yang mereka pandang berprestasi dan memperjuangkan aspirasi.

Namun di Mesir, media justru menjadi perpanjangan tangan aktor politik. Media yang banyak dimiliki oleh kroni Mubarak ini secara beruntun menyajikan berita dan informasi yang anti-Mursi dan tanpa sungkan menyajikan nara sumber yang berat sebelah. Penelitian Dr. Muhammad Elmasry, Asisten Profesor Komunikasi Publik di American University in Cairo (bisa dibuka di Jadalliya) menjelaskan bagaimana berat sebelahnya media di Mesir. Media pro-Mursi berusaha mengimbangi, namun pengalaman media-media pro-Mursi kalah jauh dibandingkan dengan media-media anti-Mursi. Satu-satunya media besar yang netral adalah Al Jazeera Mesir. Karena itulah, setelah militer mengambil alih kekuasaan, militer menutup media-media pro-Mursi dan Al Jazeera Mesir, menyegel kantor dan  menangkapi para wartawan, termasuk wartawan Al Jazeera Mesir.

Perilaku media ini patut disayangkan. Agaknya memang sulit menempatkan diri sebagai penjaga demokrasi. Bahkan media di Indonesia pun seringkali menghadirkan berita yang tidak berimbang. Kasus terbaru adalah berita diturunkan oleh satu media nasional, menyebutkan 'Empat Alasan Mursi Ditumbangkan' (bisa dilihat tempo.co). Sadar atau tidak, artikel ini memelintir berita dan menumbuhkan citra buruk bagi Presiden Mursi.

Artikel ini sejatinya merujuk pada artikel di Guardian (bisa dilihat di Guardian). Namun, judul asli di Guardian adalah “"Mohammed Morsi: the Egyptian Opposition Charge Sheet". Jika dibahasaindonesiakan, artikel Guardian tersebut lebih pas mendapatkan judul "Tuduhan Oposisi pada Mursi". Tuduhan, bukan fakta.

Inilah pelintiran pertama yang terjadi. Bisa jadi, ada khilaf dalam proses penerjemahan. Namun mencermati isi artikel di media Indonesia tersebut, nampak jelas memang artikel itu ingin membangun opini bahwa Mursi layak digulingkan.

Pelintiran kedua terjadi dalam proses penerjemahan isi. Artikel di Guardian memberitakan secara berimbang apa yang menjadi tuntutan oposisi dan bagaimana alasan pendukung Mursi. Secara mandiri, artikel yang diterjemahkan ini bisa jadi memberikan porsi yang lebih banyak pada tuntutan oposisi. Namun meletakkan dalam konteks rangkaian berita Guardian secara lebih komprehensif, kita dapat melihat bahwa Guardian sangat berhati-hati dalam menjaga obyektivitas dan keseimbangan pemberitaannya. Maka, menjadi lucu saat artikel media di Indonesia tersebut tidak menerjemahkan beberapa poin di Guardian, poin-poin yang dapat menjadi penyeimbang tuduhan tersebut.

Terkait tuntutan oposisi sendiri, ada banyak analis internasional yang membantahnya. Richard Falk, seorang cendekiawan ternama hubungan internasional menulis opini khusus tentang Mursi (aljazeera.com). Inti dari pendapat Falk adalah, Mesir pasca-Mubarak dalam kondisi yang carut-marut. Negarawan sekelas Nelson Mandela saja mungkin akan mengalami kesulitan mengelolanya. Apalagi Mursi, yang masih hijau di dunia pemerintahan dan baru satu tahun menjabat?

Secara lebih detail, saya akan membahas tuduhan oposisi terhadap Mursi yang dimuat oleh artikel di media nasional di atas.

1. Dominasi Ikhwan di Pemerintahan

Dominasi Ikhwan di Pemerintahan adalah tuduhan terlucu yang dapat dilontarkan pihak oposisi. Dalam pemerintahan demokratis, wajar jika pemenang pemilu menguasai pemerintahan. Partai Kebebasan dan Keadilan memenangkan pemilu dengan suara 40%. Wajar jika kemudian mereka memiliki anggota dewan terbanyak dan menjadi mayoritas di parlemen. Itupun, Mursi menahan diri dengan hanya mengangkat tiga orang menteri dari Ikhwan (kemudian belakangan menambah dua orang lagi, menjadi lima orang). Menteri-menteri lain diangkat dari kalangan professional non-partisan.

Mempermasalahkan ini sama saja dengan mempermasalahkan kenapa jumlah anggota DPR-RI dari Partai Demokrat lebih banyak dari partai-partai lain, atau kenapa jumlah menteri Partai Demokrat lebih banyak daripada jumlah menteri dari PDIP. Lucu dan tidak masuk akal.

Terlebih, berkali-kali Mursi mengajak pihak oposisi untuk bekerja sama dalam menyusun konstitusi dan menjalankan pemerintahan, namun oposisi menolak. Penolakan pihak oposisi merupakan hak mereka. Namun menggelikan jika mereka di satu sisi menolak tawaran Mursi, di sisi lain mengeluh karena tidak terlibat dalam pemerintahan.

2. Ekonomi memburuk

Buruknya ekonomi Mesir merupakan warisan Mubarak. Birokrasi di masa Mubarak adalah birokrasi yang korup, dan birokrasi ini masih bertahan di masa Mursi. Mursi sudah berupaya melakukan reformasi birokrasi, namun upaya ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Salah-salah, upaya reformasi birokrasi yang terlalu agresif akan memperkuat tuduhan oposisi bahwa Mursi berupaya menyingkirkan lawan politik dan melakukan IM-isasi pemerintah.

Berkaca dari pengalaman Indonesia, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi adalah proses panjang yang mustahil diselesaikan dalam satu tahun. Tidak tepat jika kemudian melimpahkan seluruh kesalahan itu pada presiden berikutnya jika sumber kesalahan berada pada pemerintahan lama. Ini sama saja dengan menyalahkan. Artikel Guardian berikut menyajikan analisis singkat tentang kondisi Mesir dan apa yang sudah Mursi lakukan (bisa dilihat di guardian.co.uk).

3. Pelanggaran HAM

Polisi Mesir adalah polisi yang terkenal paling kejam dan melanggar HAM. Mereka terlatih dan dibiarkan melakukan itu sejak zaman Nasser. Bahkan tidak terhitung berapa anggota Ikhwan yang meninggal akibat siksaan polisi. Saat Mursi memerintah, polisi masih polisi lama. Banyak tindakan mereka yang tidak dapat dikontrol Mursi.

Serangan ke Gereja Koptik memang terjadi, tapi pelakunya tidak jelas. Polisi tidak dapat (tidak mau?) mengusut kasus ini. Saat itu pemuda Ikhwan sempat menawarkan untuk membantu menjaga gereja-gereja (english.ahram.org), namun mereka tidak dapat mencegah kekerasan yang meluas karena memang itu kewajiban polisi.

Intinya, kekerasan BUKAN karena instruksi Mursi/pemerintahnya. Pelakunya belum teridentifikasi dan polisi yang mewarisi budaya lama kesulitan (enggan?) mengusutnya.

4. Dekrit Presiden

Ini dilakukan Mursi karena banyak antek Mubarak di pengadilan (reuters.com, arabnews.com) dan MK mencoba menggulingkan Mursi dengan berbagai tuduhan (guardian.co.uk). Karena itu, Mursi membuat dekrit dengan menyatakan Presiden tidak dapat diturunkan oleh pengadilan (edition.cnn.com).

Kalau mau dinilai otoriter, bisa juga dekrit ini dipandang demikian. Menurut saya, ini satu-satunya alasan yang "layak" untuk mendemo Mursi. Terlepas dari kondisi yang pelik di Mesir, memang secara teori politik kurang pas untuk membuat dekrit demikian. (pm)

*http://www.nabawia.com/read/422/ketika-media-memelintir-mursi—lagi

[source]

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?