<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label Historical Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Historical Review. Tampilkan semua postingan

Ummatan Wahidan : Keajaiban di Maidan Rabi'ah al 'Adawiyah

 

Dari lapangan Rab'ah al 'Adawiyah, Allah ingin menunjukkan tempat ini menjadi pusat percontohan peradaban Islam sesungguhnya, yang dibina di atas akhlak sangat luhur (akhlaaqul Karimah). Allah ingin menampilkan karakter ummat Islam yang sesungguhnya memalui rakyat Mesir, ummat yang yang siap untuk mengembalikan Palestina dan mesjid al Aqsha ke pangkuan dunia Islam.

Pagi hari Sabtu (3/8/2013), rumah sakit Maidan Rab'ah al 'Adawiyah mengumumkan bahwa RS kehabisan stok obat-obatan, darah dan tenaga medis, karena saking banyaknya korban penembakan subuh itu. Pengumuman disampaikan melalui FB, twitter, televisi (aljazeera mubasyir) dan dari mulut ke mulut.

Hanya berlangsung dua jam setelah pengumuman RS kebanjiran obat-obatan, sumbangan darah, peralatan medis, dan tenaga medis. Ada 65 ranjang berdatangan entah dari mana, dan ada 400 orang dokter dari segala spesialis menyumbangkan tenaga dan kemampuannya dengan gratis.

Keajaiban di Maidan Rabi'ah al 'Adawiyah

Tidak lama berlangsung RS justru kekurang lemari es untuk penyimpan darah. Pengumumanpun kembali disebarkan bahwa RS butuh 2 buah kulkas. Tidak sampai satu jam 6 kulkas diantarkan oleh masyarakat. Bukan kulkas bekas, tapi baru keluar dari toko. Sampai malam kulkas masih berdatangan sampai berjejer di samping panggung.

Di antara yang mengantarkan obat-obat itu adalah seorang penulis terkenal Ihab Mu'awwad. Sesampainya di RS ia menemui direktur RS dan menyampaikan kalau ia datang membawa satu truk obat-obatan yang telah ia kumpulkan dengan uang halal dari sumbangan keluarganya sendiri. Namun jawaban direktur RS sangat mengecewakan:

"Maaf, datang terlambat, pihak RS tidak membutuhkan obat-obatan lagi, karena obat yang sudah terkumpul sudah cukup untuk seumur hidup. Nanti kalau kami butuh sesuatu kami akan menghubungi anda".

Dengan memelas ia berkata: Tolonglah terima sumbangan saya ini. Dokter berkata sambil bercanda dan senyum: Kami sekarang tidak butuh obat lagi, tapi butuh orang sakit.

Hikmah Allah selalu ada dalam kondisi apapun. Saat ini Allah ingin memperlihatkan bagaimana watak asli orang Mesir yang sangat peduli kepada orang lain dan suka berkorban demi orang lain. Rab'ah al 'Adawiyah jadi pusat percontohan peradaban Islam sesungguhnya yang dibina di atas akhlak yang sangat luhur. Allah ingin menampilkan rakyat yang siap untuk mengembalikan Palestina dan mesjid al Aqsha ke pangkuan Islam.

[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kemerdekaan Indonesia - Ikhwanul Muslimin Mesir dan Mesir

 

Sejarah mencatat Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di balik pengakuan Mesir tersebut terkuak fakta bahwa pencetus dan pejuangnya adalah Ikhwanul Muslimin (Pribadi, 2013). IM adalah gerakan Islam yang dibentuk Syeikh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.  Dr. Richard Mitchell mengungkapkan bahwa IM merupakan gerakan Islam moderat dan modern terbesar di dunia abad ini. Gerakan ini sangat berpengaruh dan mampu menyebar di lebih 70 negara.

Ikhwanul Muslimin saat itu sering mengerahkan massa untuk demonstrasi dan menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Para buruh IM yang bekerja di kapal-kapal Inggris banyak melakukan pemogokan bahkan berhenti bekerja dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris supaya berhenti membantu Belanda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrphB-MLRE8Tl5eEM0g1CuBiqwr8_Id_C-9PYytyB0zmhWqo8mPr_xKy02WwQVrC9o3Tz6Fzazuwwpf_5AEQ4CrVuoD8kWOZVAnn-WqA6AUcWvycvEuswsbuecdYs1FmJE0w8ASWQ_eM0/s1600/944118_674809242546004_2097013607_n.jpg           Buruh Ikhanul Muslimin Suez Canal mogok menuntut Inggris tidak bantu Belanda

Ikhwanul Muslimin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran dan majalah miliknya. Tatkala terjadi pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan banyak koran Indonesia memberitakan, IM mengadakan shalat ghaib berjamaah.

Puncaknya IM mendesak agar pemerintah Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Tepat tanggal 22 Maret 1946 Mesir di bawah Raja Farouk resmi menjadi negara pertama yang menyatakan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Mesir mengirimkan utusan khususnya yang membawa surat pengakuan itu untuk menemui Presiden Soekarno. Mesir selanjutnya menyalurkan bantuan lunak berupa uang kepada pemerintahan Indonesia yang kas-nya masih kosong.

Tidak sampai disitu, IM dengan jaringannya yang tersebar selanjutnya menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya. Mesir dan negara-negara Arab membentuk Panitia Pembela Indonesia dan mendorong pembahasan isu Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa dan Liga Arab.

Sebelum pengakuan tersebut Indonesia baru merdeka secara de facto belum de jure. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.Negara-negara di luar Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mau ikut campur urusan Indonesia karena dianggap sebagai masalah dalam negeri Belanda. Delegasi Indonesia seperti Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Soedjatmoko, dan LN Palar juga tidak boleh masuk ke Sidang Majelis Umum PBB.

Zein Hassan dalam bukunya Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, menulis bahwa pengakuan kemerdekaan membuat posisi Indonesia setara dengan negara lainnya, termasuk Belanda dalam diplomasi internasional.

Proklamator Bung Hatta sebagaimana dinukil dalam buku tersebut menyatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagaimana selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

Sjahrir dan Agus Salim mewakili Indonesia pernah menemui Hasan al-Banna untuk menyampaikan terima kasih kepada IM atas dukungannya kemerdekaannya. Sebagai bangsa berbudaya dan berkarakter sangat pantas Indonesia berterima kasih kepada IM maupun pemerintah Mesir secara umum.

Rekaman di atas menunjukkan bahwa hubungan historis antara IM, Mesir dan Indonesia sangatlah  kuat. Di Mesir bahkan ada Jalan Ahmad Soekarno yang diambil dari nama Presiden Pertama Republik Indonesia.

Pada saat bencana dahsyat tsunami Aceh, pada pagi hari 26  Desember 2004, Ikhwanul Muslimin Mesir segera mengirim tim relawan kemanusiaan di Aceh dipimpin oleh Mohammad Mursi yang baru saja dikudeta oleh Militer Mesir sebgai Presiden sah Mesir hasil pemilihan umum paling demokratis dalam sejarah Mesir. Berikut ini dokumentasi tim relawan Ikhwanul Muslimin Mesir beserta foto Mohammad Mursi.

image            Mohammad Mursi (keempat dari kiri) pasca Tsunami Aceh – Desember 2004.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Canal de Suez : Diantara Ferdinand de Lessep dan Umar ibn Khattab

 

Malam ini saya sangat terperangah. Selama ini aku mendapat informasi tentang Terusan Suez secara tidak lengkap dan cenderung disesatkan oleh sumber informasinya. Lebih dari 30 tahun lalu dalam buku kurikulum Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) untuk siswa kelas V dan VI SD di DIY, disebutkan Terusan Suez dibangun Ferdinand de Lessep dan diresmikan penggunaannya di tahun 1869 – setelah sekitar 10 tahun pembangunan. Saya pun mendapat kesan dan kesimpulan ide pembangunan ini berasal dari insinyur perancis ini.

Baru-baru ini saya temukan fakta baru, SIAPAKAH YANG SEBENARNYA MERINTIS PEMBANGUNAN TERUSAN TERBESAR DI DUNIA INI?

Terusan Suez Adalah Karya Master Piece Umar bin Khattab

Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.

Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.

Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.

Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk Amirul Mukminin.

Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.

Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.

Sumber : mediaumat.com

READ MORE ... Monggo di-Klik

Sejarah Nama “Indonesia”: dari Jurnal Ilmiah Etnologi Geografi ke Makna Politis

 

Benar adanya jika dikatakan para Founding Father Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah orang-orang yang minder terhadap para penjajah Belanda dan bangsa Barat pada umumnya. Sampai-sampai nama “Indonesia” sebagai identitas bangsa dan negara yang merdeka pun harus mencomot dari hasil kajian mereka. Sesuatu yang naif untuk negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia dan populasi penduduk pada urutan ke-4 (setelah China, India dan Amerika Serikat),

Lalu kemerdekaan seperti apa yang kita maui jika nama negara, bangsa dari orang asing dan sistem hukum yang diberlakukan adalah warisan Belanda (KUHP)?

Penjajah Barat memang telah angkat kaki dari negeri-negeri muslim, tetapi mereka juga meninggalkan jejak konspirasi Zionist internasional (konggres tahun 1893), yaitu dikampanyekannya ideologi dan paham Nasionalis dan sistem demokrasi sebagai bom waktu untuk menjadikan dunia Islam terpecah dalam negara-negara kecil, selalu konflik untuk kepentingan nasional atau bahkan dalam lingkup lebih sempit - kepentingan partai. 

Sungguh benarlah nubuwwat Rasululloh SAW., bahwa ummat kelak akan seperti buih, jumlahnya sangat banyak namun tidak punya peran karena ummat tepecah belah masing-masing berselisih.  Tidak usah jauh-jauh, ummat Islam Indonesia saling berselisih membela partai yang mereka perjuangkan ideologi dan kepentingan partai. Dunia Islam terabaikan.

Apakah kita terima saja semua itu sebagai fakta politis?

Sebelum kedatangan bangsa Eropa

PADA zaman purba kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.

Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai “Nan-hai” (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini “Dwipantara” Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata kap Sansekerta “dwipa” (pulau) dan “antara” (luar, seberang).

Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke “Suwarnadwipa” (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita “Jaza’ir al-Jawi”  (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah “benzoe”, berasal dari bahasa Arab “luban jawi” (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon “Styrax sumatrana” yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra .

Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. “Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi , Sunda, semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Masa kedatangan Bangsa Eropa

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia . Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab , Persia , India , dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah Hindia”. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (*Indische Archipel, Indian Archipelago, l’Archipel Indien*) atau “Hindia Timur” *(Oost

Indie, East Indies , Indes Orientales)* . Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (*Maleische Archipel, Malay Archipelago , l’Archipel Malais*).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah *Nederlandsch- Indie* (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah *To-Indo* (Hindia Timur).

Berbagai Usulan Nama

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde*, yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin *insula* berar pulau).

Tetapi rupanya nama *Insulinde* ini kurang populer. Bagi orang Bandung , *Insulinde* mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950),yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “ India ”. Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.

Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 Lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari *Jawadwipa*( Pulau Jawa).

Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, *”Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” *(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis.

Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”, sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern.

Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia . Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, “Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia”  (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel *On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations*. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (*a distinctive name*), sebab nama Hindia Tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: *Indunesia*atau *Malayunesia* (*nesos* dalam bahasa Yunani berarti Pulau).

Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: *… the inhabitants of the Indian Archipelago or malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.*

Earl sendiri menyatakan memilih nama “Malayunesia” (Kepulauan Melayu) daripada “Indunesia” (Kepulauan Hindia), sebab “Malayunesia” sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan “Indunesia” bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah “Malayunesia” dan tidak memakai istilah “Indunesia”. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel “The Ethnology of the Indian Archipelago”.  Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanahair kita, sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan.

Logan memungut nama “Indunesia” yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan : “Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia , which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago”. Ketika mengusulkan nama “ Indonesia ” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “ Indonesia ” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel” sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.

Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam *Encyclopedie van Nederlandsch-Indie*tahun 1918.

Padahal Bastian mengambil istilah “ Indonesia ” itu dari tulisan-tulisan Logan. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “ Indonesia ” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama “Indonesische Pers-bureau”.

Masa Kebangkitan Nasional

Makna politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama “ Indonesia ” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama “ Indonesia ” akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa “Handels Hoogeschool” (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam , organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama “Indische Vereeniging” ) berubah nama menjadi “Indonesische Vereeniging” atau Perhimpoenan Indonesia . Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (“de toekomstige vrije Indonesische staat”) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Juga tidak “Hindia” saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli.

Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (“een politiek doel”), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (“Indonesier”) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. “ Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan “Indonesische Studie Club” pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 “Jong Islamieten Bond”  membentuk kepanduan “Nationaal Indonesische Padvinderij” (Natipij).

Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama “ Indonesia ”. Akhirnya nama “ Indonesia ” dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota “Volksraad” (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardji Kartohadikusumo, mengajukan mosi ke Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch- Indie”.

Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah NKRI.

Source: http://islamthis.wordpress.com

READ MORE ... Monggo di-Klik

Azas Musyawarah versus Democracy Crazy

 

Sistem Demokrasi telah menenggelamkan ke-Indonesiaan kita, tidak lagi ada tokoh nasional yang kuat dan menjadi panutan semua lapisan masyarakat (lintas partai dan non-partai), mereka digantikan oleh tokoh politik yang dikampanyekan 5 tahun sekali. Pamor mereka telah dirampas oleh tokoh-tokoh politik yang lahir dari partai dan citra politik  dibesarkan oleh media massa yang lacur dan idealisme pers bisa dibeli dengan uang. Politik Indonesia saat ini sangat beraroma UANG (baik dalam rekruitmen maupun berapa besar kontribusi (uang) setelah lolos masuk DPR dan pemerintahan). 

Koruptor besar, komprador zionist, antek asing dan pengkhianat bangsa bisa dicitrakan sebagai politikus bersih dengan kekuatan uang dan media massa. Semua tokoh politik adalah tokoh Partisan dibesarkan oleh partai dan dengan kekuatan uang partai baru bisa dijadikan kuda Troya oleh para kapitalis laknat.

Tidak diragukan lagi Democrazy (Democracy Crazy) sudah menjadi mainstream dunia. Demokrasi sudah sangat melewati batas dan telah mematikan nilai-nliai sosial lokal, etika moral dan nilai-nilai agama. Demikian juga demokrasi yang diekspor dari alam pemikiran dunia Barat ini telah mencengkeram kuat sistem politik di Indonesia. 

Secara konstitusional sebenarnya NKRI adalah negara yang berlandaskan syariat Islam, melalui kesepakatan para ulama dengan kaum nasionalis dalam persiapan kemerdekaan pada waktu itu telah terbentuk Piagam Jakarta. Namun dalam perjalanannya kaum nasionalis sekuler menghianati kesepakatan tersebut. Salah satunya ialah bentuk negara yang secara kontitusi disebutkan bahwa Indonesia adalah negara musyawarah yang tercantum dalam sila ke-4, namun oleh rezim yang berkuasa sejak awal kemerdekaan hingga hari ini diselewengkan menjadi negara demokrasi. Akibatnya selama puluhan tahun rakyat dicekoki dengan pemahaman demokrasi, sistem kufur dari bangsa barat. Dan tidak sedikit pula yang akhirnya tersesatkan dengan menyamakan bahwa demokrasi adalah musyawarah itu sendiri. Demikian penjelasan Habib Rizieq dalam ceramahnya tentang NKRI Bersyariah beberapa waktu lalu di Bojong Gede Bogor.

“Musyawarah itu beda dengan demokrasi. Musyawarah itu ajaran Islam, perintah Allah Swt sedangkan demokrasi itu sistem batil, sistem kufur dari orang-orang kafir yang haram untuk diikuti,” ujar Habib. Sementara dalam sistem demokrasi, ide sinting dan kegilaan melebihi hewan seperti Gay dan Lesbian bisa masuk UU perkawinan jika mendapatkan suara mayoritas di parlemen.

“Dalam musyawarah segala apa yang sudah ada ketetapan hukum dari Allah dan Rasul-Nya itu tidak boleh dirubah, yang di musyawarahkan hanya teknisnya saja. Contohnya seperti minuman keras, hukumnya sudah haram tidak boleh diganti lagi. Namun berbeda dengan demokrasi, dengan suara terbanyak minuman keras menjadi boleh, contohnya seperti Kepres No 3/thn 1997 tentang bolehnya miras beredar di masyarakat dengan kadar dibawah 5%,” papar ketua umum FPI ini.

Tentang hukumnya demokrasi, secara tegas Habib Rizieq juga mengatakan bahwa demokrasi itu haram dan lebih bahaya dari babi. “Demokrasi lebih bahaya dari babi. Jika kita colek babi itu terkena najis mugholadoh, dan jika dibersihkan 7 kali maka kembali suci. Jika dimakan dagingnya kita akan berdosa namun tidak jatuh kafir. Namun jika demokrasi dibenak kaum muslimin maka dia ridho hukum Allah dipermainkan, maka dia bisa murtad keluar dari islam. Demokrasi bisa memurtadkan kita,” tegas Habib.

“Maka dari itu mulai saat ini, buang jauh-jauh dari pikiran kita bahwa Indonesia negara demokrasi, ganti dengan bahwa negara Indonesia adalah negara musyawarah. Itulah yang sesuai dengan landasan konstitusional dan cita-cita para pendiri bangsa ini,” pesannya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Jamal Al-Banna, Tokoh Liberal Mesir Mati di Usia 93 Tahun

Muhib Al-Majdi

KAIRO – Pemikir Liberal Mesir yang juga adik bungsu dari pendiri Ikhwanul Muslimin, Jamal Al-Banna, meninggal pada hari Rabu (30/1/2013) pagi dalam usia lebih dari 93 tahun. Selain karena usia yang sangat tua, Jamal Al-Banna meninggal karena mengidap penyakit jantung dan sejumlah penyakit berat lainnya.

Koran Mesir Al-Wafd menulis bahwa Jamal Al-Banna meninggal pada Rabu pagi di Rumah Sakit Zara'iyin di kota Ad-Duqa.

Jamal Al-Banna adalah adik bungsu dari Hasan Al-Banna (1906-1949) M, ulama Mesir dan pendiri kelompok Ikhwanul Muslimin. Jamal Al-Banna dilahirkan di Mesir pada tanggal 15 Desember 1920 M. Berbeda dengan kakaknya yang menjadi aktivis, juru dakwah dan terhitung seorang tokoh pembaharu Islam (mujaddid) abad 20 M, sang adik bungsu justru dikenal luas dengan reputasinya sebagai seorang pemikir dan penulis Liberal. Jamal Al-Banna dikenal berani menggugat ajaran-ajaran pokok yang telah baku dalam syariat Islam.

Jamal Al-Banna dikenal sebagai penulis, dosen dan aktivis dunia buruh selama beberapa dekade. Jamal Al-Banna pernah memimpin serikat pekerja resmi di industri tekstil dan pada 1953 M ia mendirikan Masyarakat Mesir untuk Perawatan Tahanan dan Keluarga mereka. Sebagai dosen, Jamal Al-Banna mengajar di Institut Kairo pada Studi Serikat Perdagangan selama 30 tahun (1963-1993). Pada tahun 1981 ia mendirikan Konfederasi Islam Internasional Tenaga Kerja di Jenewa dan menjadi presiden pertamanya.

Jamal Al-Banna biasa mengenakan setelan abu-abu seperti yang biasa dikenakan oleh tokoh dan presiden komunis Cina, Mao Ze Dhong.

Jamal Al-Banna memiliki pemikiran-pemikiran liberal yang sangat bertentangan dengan syariat Islam. Ia secara terang-terangan menyelisihi banyak perkara ijma'. Ia menegaskan bahwa kerusakan Islam terjadi karena hadits nabi. Menurutnya hadits-hadits nabi banyak yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan karenanya harus ditolak.

Jamal Al-Banna menyatakan umat Islam tidak memerlukan penafsiran generasi sahabat dan penafsiran para ulama tafsir generasi setelahnya, karena menurutnya "Al-Qur'an tidak memerlukan penafsiran".

"Tidak ada kebebasan kecuali dengan membebaskan diri dari warisan fiqih, kembali kepada Al-Qur'an saja, tidak mempedulikan para ulama tafsir sejak Ibnu Abbas sampai sayid Qutub dan membatasi hadits dengan tolok ukur Al-Qur'an." Kata Jamal Al-Banna.

Jamal Al-Banna berpendapat wanita tidak wajib mengenakan hijab dan wanita berhak mengimami kaum laki-laki jika wanita lebih paham Al-Qur'an dibandingkan kaum laki-laki. Jamal Al-Banna juga berpendapat hukuman mati untuk orang murtad harus dihapuskan.

Universitas Al-Azhar dan para ulama Mesir telah berulang kali mengkiritik tajam dan menasehati Jamal Al-Banna untuk menarik kembali pendapat-pendapat sesatnya. Namun Jamal Al-Banna tidak pernah mempedulikan teguran dan nasehat para ulama tersebut. Sampai saat ia meninggal, Jamal Al-Banna tetap mempertahankan pendapat-pendapatnya yang menyimpang dari syariat Islam.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Jejak Kaum Ad : Penemuan Arkeologis Rangka Manusia

image

Kegiatan eksplorasi gas oleh tim The Aramco Exploration di wilayah gurun pasir Arab Saudi Selatan baru-baru ini menemui tengkorak manusia berukuran raksasa dan sangat mengejutkan. Wilayah di gurun pasir Arab selatan ini disebut “Empty Quarter” atau Rab al-Khaliy.

image 
image

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa Allah SWT pernah menciptakan manusia berukuran besar. Mereka adalah kaum ‘Ad, dimana Nabi Hud AS diutus kepada mereka. Tubuh mereka sangat tinggi dan kuat sehingga karena itu mereka bisa memeluk sebuah pohon besar dan mencabutnya.

 image image
Setelah Allah SWT memberi kekuatan kepada mereka dan melebihkan mereka dari umat-umat lain, kaum Ad
berbalik menjadi pendurhaka,
mendustakan dan menentang
kenabian Nabi Hud AS. Sebagai hukumannya, mereka kemudian diazab Allah SWT. Para Ulama Arab Saudi meyakini penemuan ini adalah kaum ‘Ad dari zaman Nabi Hud tersebut.

Demi keselamatan jejak arkeologis tersebut, tentara Arab Saudi telah menjaga kawasan penemuan ini dan tidak seorang pun dibenarkan memasuki lokasi kecuali para pegawai eksplorasi Aramco.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kapten Yonker - Aru Palaka : Petualangan Di Ranah Minang Hingga Menangkap Trunojoyo

 

Keduanya beserta anakbuahnya adalah orang yang turut memperkuat pasukan Belanda. Pasukan yang mereka pimpin sangat diandalkan karena keberanian dan keahlian berperang. Meskipun Kapten Yonker dan Aru Palaka ini berperang untuk pasukan Belanda namun kehebatan mereka dalam berperang patut mendapat catatan tersendiri.

Akhir hidup dari Kapten Yonker ini sebagai pendukung Belanda yang setia dan banyak jasanya cukup mengenaskan, dikhianati oleh bangsa Belanda yang dibela dengan nyawa. Sentot Alibasya masih lebih beruntung yang hanya di istirahatkan dengan mewah di Bengkulu.

Ekspedisi Pertama Perang di Minangkabau
Jacob Gruys pada bulan April 1666 dengan 200 pasukan Belanda dan pasukan-pasukan pembantunya menyerang kota Pauh untuk memadamkan pemberontakan rakyat. Serangan itu berakhir tragis bagi Belanda, hanya 70 serdadu yang kembali hidup-hidup, Jacob Gruys sendiri juga tewas, begitu pula 2 kapten dan 5 letnan.

Kekalahan tragis Jacob Gruys ini membuat Belanda kehilangan muka dan orang-orang Minang mulai memandang rendah Belanda serta melanggar kesepakatan dagang yang telah dibuat. Keadaan ini harus segera diatasi, maka pada bulan Agustus 1666 diberangkatkan dari Batavia 300 serdadu Belanda, 130 serdadu Bugis dibawah Aru Palaka dan 100 serdadu Ambon dibawah Kapten Yonker dibawah pimpinan Abraham Verspreet dengan gelar Komandan dan Komisaris.

Kepada Verspreet ditegaskan bahwa dalam setiap formasi tempur, pasukan Bugis pimpinan Aru Palaka dan pasukan Ambon pimpinan Kapten Yonker harus selalu berada didepan pasukan Belanda supaya korban dari pihak Belanda bisa dikurangi.
Setelah konsilidasi di Padang, pasukan Belanda mendapat tambahan sekitar 500 orang dari kota Padang yang ternyata dalam peperangan tidak banyak membantu tetapi cukup gesit dalam melakukan penjarahan setelah peperangan selesai.

Dalam peperangan pertama, korban dipihak Belanda adalah 10 orang tewas dan 20 luka-luka termasuk Aru Palaka dan Kapten Yonker yang terkena 3 buah tusukan tombak. Pasukan Aru Palaka dan Kapten Yonker ini sering kali terpisah dengan pasukan induk disetiap peperangan karena begitu sibuk membantai (biasanya dengan memenggal kepala) dan sulit diperintah untuk tetap dalam barisan.

Kota Ulakan dapat diduduki pada tanggal 28 September dan Aru Palaka mendapat gelar Raja Ulakan. Pada tanggal 30 September, pasukan Belanda sampai di Pariaman, disini Kapten Yonker diangkat sebagai Panglima (rakyat setempat menamakannya Raja Ambon) dan harus diberikan upeti. Tanggal 3 November, ekspedisi itu kembali ke Batavia dengan kemenangan. Aru Palaka dan Kapten Yonker mendapat banyak hadiah dalam bentuk pakaian dan emas serta masing-masing mendapat 20 ringgit untuk setiap tawanan yang dibawa dari Minangkabau.

Kapten Yonker dan Pasukan Ambon

Entah darimana ia mendapat julukan itu. Kapten Yonker adalah orang Islam sejak lahirnya di Pulau Manipa, Ambon dan meninggal di Batavia tahun 1689 saat berusia 50 tahun.  Ia anak emas Jenderal Speelman, karirnya memudar paska Speelman mati. Berkat jasa besarnya, ia dihadiahi rantai kalung emas sebagai medali seharga 300 ringgit dan bergaji besar. Tanggal 1 Januari 1665 diangkat sebagai kepala orang-orang Ambon di Batavia.

Pasukan Ambon-nya adalah kesatuan yang terdiri dari orang2 Ambon, tetapi jangan membayangkan sebgai pasukan berseragam dan berbaris menyandang senapan. Mereka ini kelompok tanpa seragam dan tanpa kemampuan baris-berbaris ataupun disiplin seperti pasukan profesional. Bersenjata senapan saja tidak, satu-satunya senjata yang mereka pakai kelewang dan beberapa memakai perisai. Mereka hanya tunduk kepada perintah 1 orang, Kapten Yonker atau dikenal sebagai Kapten Ambon.

Dalam keadaan normal, pasukan ini adalah orang-orang yang baik hati dan menaruh hormat pada orang lain, tetapi bila saat gelap mata lebih baik segera menjauh dari mereka. Saat bertempur mereka laksana harimau kelaparan, tidak takut mati, mata merah, berteriak-teriak dan tidak pandang bulu, siapa pun pasti dipenggal.

Pasukan ini ditempatkan di Kampung Ambon, daerah Jatinegara sedangkan Kapten Yonker sebagai pemimpin pasukan Ambon ini memiliki rumah yang cukup bagus dan tanah yang luas di Marunda dekat Cilincing, tepatnya di daerah Penjonkeran.

Pengalaman perang Kapten Yonker cukup banyak, ia pernah dikirim oleh Belanda ke India dan Sailan, dimana tangan kirinya lumpuh karena tertembak. Kapten Yonker juga dikirim ke Minangkabau tahun 1666 dibawah pimpinan Verspreet dan Poolman.  Lalu dikirim ke Makasar, Ternate, Banda, Ambon dan Jawa Timur untuk menangkap Trunojoyo. Pasukannya pernah menjadi pengawal pribadi Susuhunan Mataram. Kapten Yonker beserta pasukan Ambonnya berjasa menangkap Trunojoyo. Pada tahun 1681, Kapten Yonker dikirim ke Palembang - Jambi kemudian ke Banten untuk melawan Sultan Abdul Fatah pada tahun 1682 - 1683.

Akhir Tragis Kapten Yonker
Menjelang tahun 1689, Kapten Yonker dituduh mau merebut kekuasaan Belanda di Batavia. Menurut Van der Chijs yang menulis buku didedikasikan khusus untuk Kapten Yonker, bahwa banyak perwira Belanda tidak menyukai tentara pribumi yang mendapat kedudukan istimewa dan penghargaan tinggi karena keberaniannya di medan perang. Salah satunya Isaac de Saint Martin, perwira yang sangat dengki dan iri hati akan kehebatan Kapten Yonker, setelah Speelman meninggal maka tidak ada lagi orang Belanda yang membela Kapten Yonker.

Kapten Yonker dan pasukannya mengamuk di Batavia di bulan Agustus 1689 karena merasa dikhianati, dihina dan bercampur aduk perasaan kecewa terhadap perlakuan Belanda. Kapten Yonker dituduh ingin membunuh semua Belanda di Batavia karena mereka beragama Kristen. Ini adalah tuduhan yang paling berat di Batavia kala itu yang berarti hukuman mati. Tuduhan tidak masuk akal karena kedudukan Belanda di Batavia saat itu sangat kokoh namun apapun dilakukan untuk sekedar legitimasi dalam menyingkirkan Kapten Yonker.

Kapten Yonker dan pasukan bukan pertamakali ini mengamuk, demikian seringnya mengamuk hingga saat melihat pasukan Belanda datang, ia mengira kedatangannya  untuk menenangkan pasukannya seperti biasa. Kali ini ia tidak tahu, Penjongeran dikepung dari 3 jurusan, termasuk kesatuan yang mendarat dari laut. Ia sempat bersendau gurau dengan pasukan Belanda sebelum tiba-tiba ditembak.

Setelah Kapten Yonker tewas, Pasukan Ambonnya berjumlah 130 orang, dibantai danmayatnya dicincang dan yang melarikan diri, terus dikejar dan dimusnahkan dengan hadiah besar bagi siapa yang bisa membunuh bekas pengikutnya. Kepala Kapten Yonker dipancang di pinggir jalan di daerah kota (Nieupoort). Semua keluarganya dan anak-anak Kapten Yonker (kecuali anaknya terkecil dibuang ke Srilanka dan Afrika Selatan. Juru tulis dan pembantunya termasuk yang dibuang. Harta, tanah dan rumah disita dan dibagikan pada pasukan Belanda yang berjasa membunuhnya.

Reference:
Rusli Amran, Sumatera Barat hingga Plakat Panjang, 1981, Cetakan Pertama, Penerbit Sinar Harapan.
Kapitein Jonker, J.A. Van der Chijs, Den Haag, 1885.
Kapten Yonker, Ritter, Majalah Biang Lala; Indisch Leeskabinet, No. 2 tahun 1953.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Hakikat Demokrasi dalam Pandangan Islam

 

Jika dicermati arus berita politik global – tentu tidak asing dengan dictum “dunia internasional”, “komunitas internasional”, “masyarakat internasional” yang semua itu dimaknai dengan komunitas negara-negara yang menjunjung nilai demokrasi Barat. Negara seperti Korea Utara atau Burma di masa lalu atau yang tidak ramah kepada USA dan sekutunya pasti dianggap otoriter atau sengaja dikucilkan, meskipun demokrasi mendapat tempat di negara tersebut seperti Iran dan Venezuela.

Tampaknya semua itu adalah pencapaian obsesi Tata Dunia Baru - The New World Order [NOVUS ORDO SECLORUM] yang memang sejak berabad lalu menjadi impian besar Yahudi Amerika (lebih spesifik lagi – Zionist global) untuk mendominasi dunia.”

Dengan mata telanjang, kita lihat, nilai demokrasi Barat menampilkan pandangan tidak adil terhadap isu global. “Komunitas Internasional” tidak pernah mengakui kemenangan HAMAS dalam proses demokrasi Palestina pada tahun 2006 atau kemenangan sangat besar Front Penyelamat Islam - Front Islamic du Sulut (FIS) karena meraih 86% suara di Aljazair tahun 1991. Mereka sangat khawatir akan ancaman nyata kebangkitan Islam di halaman depan benua Eropa.

Pada sisi lain mereka sangat mendukung pemerintahan otoriter yang anti demokrasi di Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait etc. Atau produk demokrasi di Pakistan berupa pemerintahan korup dan membiarkan atau bahkan mendorong militer Pakistan disewa Amerika dengan imbalan bantuan milyaran dollar. Kemudian seperti apa wajah demokrasi yang dianut oleh masyarakat kita? 

image Negara ini tidak punya paradigma (ideologi) yang jelas, sehingga akan terus menerus mencari-cari dan mengikuti corak paradigma negara lain (AS) yang menjadi kiblat demokrasi. Bandingkan lambang dewa Horus dari Mesir kuno dengan lambang negara yang didesain tahun 1950-an awal oleh sultan Hamid II, didikan Belanda, tidak lama setelah kembali ke NKRI hingga pertanyaan yang menganggu, mengapa masih pakai KUHP bikinan Belanda?

Demikian juga sejarah demokrasi Indonesia. Era Soekarno demokrasi Indonesia bermazhab Demokrasi Terpimpin yang otoriter hingga bermetamorfosis menjadi  Nasionalis Islamis Komunis (Nasakom). Era Orde Baru bermazhab Nasionalis Sekuler. Setelah Orde Baru tumbang dan 4 kali pemilihan presiden, demokrasi kita sekarang beralih ke Demokrasi Liberal. termasuk memberi ruang kepada kaum gay dan lesbian di ruang publik. Sesuatu yang tidak hpernah terjadi sebelumnya.

Demokrasi mengizinkan eksistensi Homoseks, tapi tidak untuk segala hal yang mengarah pada nilai-nilai Islam

Alam demokrasi memang memberi ruang untuk apapun tetapi tidak untuk apapun yang mengarah pada penegakkan nilai-nilai Islam. Pencalonan Dede Utomo seperti foto di samping telah melengkapi potret buruk demokrasi Indonesia. Dia ketua umum Gay Indonesia (GAYA) payung komunitas gay.  Dede utomo menjadi calon Komisoner Komnas HAM. Meski DPR (sebagai produk demokrasi) yang akan menentukan.

Kita tahu Komnas HAM sendiri  merupakan produk turunan dari ajaran demokrasi dan mengacu pada  HAM PBB (masyarakat Internasional-nya Amerika. Sehingga gay dan paranormal pun berhak menjadi calon bersaing dengan kyai.

Kita juga tahu inti ajaran demokrasi adalah kedaulatan membuat hukum (legislasi) ada di tangan DPR termasuk memilih pejabat publik seperti komposisi anggota KPK, gubernur BI, komisioner HAM etc.

Selain menanam Sekulerisme, Barat juga memelihara konflik di dunia Islam dengan mengkampanyekan ide yang kompatibel dengan sekulerism ini. Seperti nasionalism, pluralism, demokrasi, dan HAM. Ide demokrasi ini berbasis pada sekularism dan freedom hingga kebebasan tafsir ulang ajaran Islam dan rekonstruksi hukum Islam.

Dampak Nasionalism

Ide Nasionalism  telah menjadikan dunia Islam pecah berkeping-keping menjadi 57 negara dalam 1 abad terakhir dan tampaknya jumlahnya akan semakin bertambah. Secara global, paham ini memberi andil sangat besar terciptanya 193 negara (yang diakui PBB) dikungkung nasionalism sempit dan sering kepentingan nasional masing-masing negara saling bertumbukan. Memicu perang … perang … perang!!!!

Adalah fakta yang biasa, seorang ulama yang alim dan salih dari negara lain datang ke Indonesia akan dianggap orang asing oleh saudaranya sesama muslim. Tetapi ironisnya sesama orang Indonesia, yang agamanya berbeda atau tidak beragama akan lebih diperlakukan sebagai saudara.

Lalu dimanakah gerangan perasaan bahwa “Ummat Islam itu ibarat satu tubuh yang jika salah satu anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuhnya pun ikut merasakan sakit  ….?”

READ MORE ... Monggo di-Klik

Akhir Masa Yahudi : “Israel, The Day After”

 

Gilad Atzmon, seorang pejuang hak-hak Palestina berdarah yahudi yang tinggal di Inggris. sekitar 3 minggu lalu mengeluarkan pernyataan tentang nasib akhir bangsa Yahudi, dan khususnya negara Israel. Yaaa…! Seorang dari kalangan Yahudi sendiri yang sangat memahami kejiwaan massal yang secara kolektif menghinggapi bangsa Yahudi di seluruh dunia, ia nyatakan dengan penuh kejujuran – akan kehancuran bangsanya – baik berdasar analisis masa depan Yahudi, sejarah, maupun keyakinan para Rabbi Yahudi sendiri. 

Sekali lagi inilah kesaksian tentang psikologi bangsa Yahudi dari orang Yahudi yang sangat memahami karakter bangsanya.

Mereka sendiri juga menyadari pada akhirnya bangsa Yahudi akan musnah. Para Rabbi Yahudi pun menyadari bangsa Yahudi memang menyandang hukuman Allah SWT karena sejarah panjang pembangkangannya sehingga menjadi bangsa yang dikutuk. Sama halnya seperti kesadaran yang dimiliki oleh Iblis.

image

"Israel, The Day After". Begitu judul tulisan Atzmon di blog pribadi-nya yang terkenal, "gilad.co.uk" Dipostingkan pada 12 September 2012. Sebagaimana biasa, tulisan-tulisan Gilad sangat "menohok" para zionis. Tidak saja karena gaya bahasa yang lugas, namun terlebih lagi karena kebenaran berdasarkan pengetahuannya yang mendalam tentang sejarah, watak dan kharakter orang-orang yahudi sendiri.

"Following Netanyahu, Barak and AIPAC’s relentless push for Armageddon, and bearing in mind that collective suicidal narratives such as Samson and Masada are so precious within the Zionist and Israeli discourses, we should stay on high alert." Itulah sebagian dari isi tulisan tersebut.

Review Sejarah Bangsa Yahudi Saat dalam Keputusasaan

Saya kutip dari blog Cahyono-adi.blogspot bahwa Samson adalah "nabi"-nya orang-orang Israel. Ia melakukan aksi bunuh diri sebagai misi terakhirnya melawan musuh Israel. Sedangkan Masada adalah benteng terakhir orang-orang yahudi dalam pemberontakan bersenjata melawan Romawi tahun 76 Masehi. Setelah berbulan-bulan menderita akibat blokade tentara Romawi, orang-orang Yahudi dalam benteng pun memutuskan aksi bunuh diri massal sebagai misi terakhirnya.

Atzmon mengingatkan kepada kita semua bahwa Israel akan meniru Samson dan orang-orang yahudi di Masada dalam misi terakhirnya. Namun, sebagaimana Samson menghancurkan musuh-musuh Israel bersama kematiannya, Israel pun terobsesi akan menghancurkan dunia bersama kehancurannya sendiri. Perlu diingat bahwa Israel memiliki 100-an hulu ledak nuklir dan beberapa tokoh garis keras Israel pernah mengancam dunia dengan nuklir.

Tulisan Gilad dilandasi oleh tulisan yahudi lain, Daniel Gordis, dalam situs "Tablemag.com". Dalam tulisan, Gordis mengkritisi "kehancuran negara Israel yang tidak terelakkan" dan konsekuensinya bagi masyarakat yahudi di seluruh dunia, terutama Amerika. Tulisan itu, menurut Gilad, telah menggambarkan dengan tepat identitas politik, budaya dan psikologi massal masyarakat yahudi

Tulisan Gordis dipicu oleh kekhawatirannya akibat menurunnya perhatian warga muda yahudi di Amerika terhadap eksistensi negara Israel sebagaimana ditunjukkan oleh sebuah "pooling". Jajak pendapat itu menunjukkan bahwa 50 persen kaum yahudi Amerika (berusia 35 tahun atau kurang) menganggap kehancuran Israel bukan sebagai sebuah tragedi.

Sejarah selalu berulang

Menurut Gilad, hal itu disebabkan kaum muda yahudi diaspora (di luar Israel) merasa sangat percaya diri dengan kekuatan mereka baik di bidang politik dan ekonomi. Terlebih dengan adanya kekuatan militer USA yang melindungi mereka. Namun sejarah berkata lain. Justru setelah orang yahudi merasa kuat dan nyaman, kehancuran ternyata telah menunggu mereka. Ini terjadi ketika orang Katholik Spanyol membantai mereka setelah selama 100-an tahun hidup aman damai di bawah perlindungan orang Islam. Juga ketika orang yahudi menemukan "surga" di Jerman sebelum munculnya Hitler. Saya (blogger) menambahkan contoh lain, yaitu ketika orang Mesir menindas mereka setelah sebelumnya orang yahudi hidup nyaman di Mesir di bawah perlindungan Nabi Yusuf (Joseph).

Tulisan Gordis, menurut Gilad, menunjukkan apa yang disebutnya sebagai kondisi kejiwaan PTSD ("Pre Traumatic Stress Disorder") yang melanda orang-orang yahudi modern. Inilah kondisi dimana orang-orang yahudi secara kolektif memiliki tendensi untuk secara kultural, spiritual, dan politik, dibentuk oleh fantasi, gambaran, masa depan dan peristiwa-peristiwa traumatis.

"Politik yahudi selalu dibentuk oleh trauma atas masa depan," tulis Gilad. "Bukan masa lalu yang mempersatukan kaum yahudi, melainkan masa depanlah yang mempersatukannya," tambahnya.

Negara Israel

Menurut Gordis kekuatan kaum yahudi global disebabkan oleh faktor keberadaan negara Israel yang telah menyatukan mereka. Namun justru dalam kekuatan yang kini dimiliki, kaum yahudi justru merasa tidak membutuhkan Israel.

“Israel telah mengubah kondisi kaum yahudi di semua tempat di dunia, termasuk Amerika. Tanpa Israel, kepercayaan diri dan rasa memiliki kaum yahudi Amerika akan menghilang dengan cepat," tulis Gordis sebagaimana diikuti juga pendapat ini oleh Gilad.

Dan justru hal inilah yang tengah menanti orang-orang yahudi. Kehancuran negara Israel yang akan diikuti kehancuran eksistensi yahudi di seluruh dunia. Mereka sendiri juga meyakini hal itu seperti pernyataan untuk kalangan internal yang bocor keluar bahwa akhirnya bangsa Yahudi akan musnah. Para Rabbi Yahudi benar-benar menyadari bangsa Yahudi memang menyandang hukuman Allah SWT karena sejarah panjang pembangkangannya sehingga menjadi bangsa yang dikutuk. Sama seperti kesadaran yang dimiliki oleh Iblis.

Kejayaan kaum yahudi saat ini tengah menuju ke titik akhir yang tak terhindarkan. Pertanyaannya adalah :

Apakah para pemimpin yahudi dan Israel akan membiarkan dunia tetap utuh, atau menghancurkannya bersama kehancuran Israel sebagaimana Samson dan orang-orang Masada. Dengan ratusan hulu ledak nuklir yang dimiliki Israel serta penyakit "Pre Traumatic Stress Disorder" yang melekat pada orang Israel, tampaknya kemungkinan kedua-lah yang akan terjadi.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Bank dan uang kertas : Bisnis curang ala Yahudi

Topik : Asal mula uang kertas dan bisnis bank

Yahudi sering berbuat kerusakan dimana pun mereka tinggal. Banyak disebut keburukan YAHUDI di al-Qur'an dan Injil. Yahudi dikenal kedurhakaan pada tuhannya, memusuhi nabi dan rasul mereka dan bahkan membunuhnya.

Theori Konspirasi

Kitab suci agama Yahudi – Talmud – mengajarkan ras non–Yahudi adalah  budak bangsa Yahudi dan dieksploitasi untuk kepentingan Yahudi.  Mereka terobsesi menguasai Dunia. Muncullah Teori-Konspirasi dan  gerakan Free Masonry yang dirintis pengikut Samiri, menurunkan berbagai gerakan Yahudi global hingga kini. 

Mereka dibalik penyimpangan ajaran kristen, intrik di Romawi atau Inggris yang menyebabkan raja Charles I dipancung abad 13, intrik terhadap gereja dengan support gerakan Protestan Martin Luther dan Ordo Yesuit, provokasi perang di Eropa, revolusi Perancis, kejatuhan Turki Usmani, Revolusi Bolshevik, PD I, Depresi Ekonomi 1930, PD II, kudeta Tahta Suci Vatican 26-28 Oktober 1956 (intrik terpilihnya Paus baru Kardinal Angelo Roncalli – anggota organisasi rahasia Masonry yang dikutuk paus terdahulu karena praktek paganisme) hingga krisis moneter dan finansial global.

Kudeta Tahta suci Vatican - POPE-WITH-ZION-HAT
Kudeta Tahta suci Vatican - POPE-WITH-ZION-HAT 

Free Masonry selalu berupaya menghancurkan gereja. Dalam upacara di Jerussalem tahun 2000, Paus Paulus II mengejutkan pakar kristen. Secara demonstratif ia menggunakan simbol salib terbalik dan salib bengkok sebagai tongkatnya. Padahal keduanya  simbol anti-Kristus, Paus saat ini, Benedict XVI, juga mengenakan simbol Bintang David di topinya (lihat!).

Praktek Bank Sentral : Penipuan dengan Uang Kertas

Yahudi yang pertama mempraktekkan bunga pinjaman dan bank. Riba dilarang semua agama samawi - Islam, Kristen dan Yahudi - karena unsur ketidakadilan dimana Pemberi Pinjaman mendapat keuntungan dari jerih payah Penerima Pinjaman. Praktik riba menimbulkan sifat malas Pemberi pinjaman dan sifat negatif lain. Perang dan kekacauan global disebabkan tamak dan keji.

[goldsmith.JPG]

Awalnya emas-perak menjadi alat tukar dan  pengukur nilai barang/jasa. Banyak Yahudi berprofesi penjual jasa penyimpanan emas – GOLDSMITH (Gold emas, Smith atau Semit=Yahudi). Profesi Ini dipilih karena di sebagian besar Eropa, Yahudi dilarang memiliki tanah.

Kelahiran uang kertas

Profesi GoldSmith kurang terhormat, tapi pemilik emas lebih senang menyimpannya di Goldsmith karena jaminan keamanan dan membayar fee  jasanya.  Untuk setiap emas yang disimpan, Goldsmith mengeluarkan secarik kertas (sertifikat) berisi keterangan kepemilikan emas. Tiap pengambilan simpanan cukup dengan menunjukkan sertifikat.

Semakin lama semakin tinggi kepercayaan masyarakat pada Goldsmith dan juga sifatnya likuid (mudah ditukarkan emas kapan saja), masyarakat pun mulai menerima secarik kertas  sebagai alat tukar jual-beli. Sertifikat tersebut menjadi uang kertas pertama di dunia. Pada prakteknya mereka curang menerbitkan uang kertas sebanyak mungkin tanpa jaminan emas.

Dengan uang kertas inilah menjadi jalan pintu masuk Yahudi menguasai dunia. Maka tidak aneh, jika Presiden Amerika Abraham Lincoln dibunuh pada malam hari setelah mengumumkan akan mencetak uang kertas sendiri untuk membiayai belanja pemerintah dan transaksi keuangan masyarakat, lepas dari uang kertas ciptaan bankir yahudi internasional yang kini mewujud dalam bank sentral Federal Reserve.

Akhirnya praktek uang kertas ini dilegalkan pemerintah AS dan menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah AS yang dikuasai konspirasi Yahudi tahun 1930 menyatakan uang kertas dollar tidak lagi dikaitkan cadangan emas. Artinya Segepok uang kertas  $100 yang nilai riilnya NOL,  setara dengan 1 rumah mewah atau sebongkah emas.

Kelahiran sistem perbankan

Semakin lama semakin banyak emas titipan,  Goldsmith  melihat  sejumlah besar emas teronggok begitu saja di brankas untuk waktu lama. Pemilik tak segera mengambilnya, karena kebutuhan likuiditasnya sudah terpenuhi dengan uang kertas.

Goldsmith berfikir "Bagaimana jika sebagian emas dipinjamkan ke orang lain (Debitor) dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga?" Goldsmith akhirnya melayani jasa rentenir dengan meminjamkan sebagian emas nasabahnya ke debitor dan mendapat income bunga pinjaman. Ini menjadi praktek bank yang paling sederhana. Idenya pun semakin licik.

Goldsmith berfikir lagi "Mengapa harus memberi pinjaman berupa emas? Bukankah uang kertas yang dikeluarkannya telah diakui sebagai alat tukar jual beli?"  Maka kemudian untuk setiap pinjaman yang diberikan, ia tidak lagi mengeluarkan emas cukup memberi uang kertas. Setelah jatuh tempo hutang, Goldsmith menerima pelunasan berupa  sebongkah emas ditambah bunga pinjaman

Goldsmith mengalami keajaiban nyata.  Hanya modal  secarik kertas, ia mendapat bongkah emas + income. Goldsmith telah melakukan penipuan Pemegang uang kertas mengira uangnya dijamin dengan emas yang benar-benar dimiliki Goldsmith. Padahal jika pun ada, emas yang menjadi jaminan itu milik nasabah. Selain menipu Goldsmith juga memeras dengan memungut bunga pinjaman.

Setelah sukses menipu debitor dan nasabah (yang tidak tahu emas yang dititipkan menjadi jaminan kredit), Goldsmith punya ide yang sangat licik. Bagaimana jika SATU potong emas yang dititipkan padanya  dibuatkan beberapa lembar uang kertas sekaligus untuk beberapa debitor?

Ide jahat tentang praktek BANK dibawah ini sangat sempurna. Setelah jatuh tempo, para debitor melunasi hutang dengan emas plus bunga.  HEBAT!   Hanya dengan modal kertas yang hampir tidak bernilai,  YAHUDI LICIK ini mendapat sejumlah besar emas.  Ia pun bernafsu menerbitkan uang kertas sebanyak mungkin.  Anehnya!  semakin banyak debitornya. Mereka antri duduk di bangku panjang untuk meminjam uang kertas. Bangku panjang (banque) untuk calon debitor ini menjadi asal kata BANK.

Seberapa banyak keuntungan?  Hanya dibatasi kemampuan cetak uang kertas. Tidak ada bisnis yang lebih menguntungkan daripada bisnis INI. Dalam waktu singkat, BANKIR YAHUDI menjadi orang terkaya di dunia.

Paling aneh praktek bank sekarang!
Bank bisa mengeluarkan pinjaman  baru dengan modal "Udara Kosong"    (tanpa modal sedikitpun), hanya tinggal input data di komputer maka Bank punya piutang. Uangnya secara riil mungkin tidak ada atau hanya terjadi transfer antar-bank tanpa wujud uang kertas.  Inilah transaksi SEMU.

Bank of England dan Imperium Inggris

Raja dan bangsawan bisa meminjam  untuk biaya perang. Mereka menjadi mangsa  Bankir Yahudi.  Saat Eropa damai tanpa perang, konspirasi Yahudi melakukan provokasi menciptakan perang baru, perpecahan, ekspansi, kolonisasi, perang antar berbagai negara, kudeta atau revolusi.  Semua didanai BANKIR YAHUDI.

Bank pertama di dunia – Bank of England didirikan Yahudi tahun 1694 -sebagai bankir kerajaan untuk membiayai semua perang Imperium Inggris. Pada tahun 1946 dinasionalisasi dan menjadi Bank Sentral.

Kolaborasi ini melahirkan imperium Inggris yang terkuat di Eropa dan super power abad 18-19 dengan wilayah jajahan paling luas. Sebaliknya Inggris menjadi pusat kekuatan Yahudi sebelum pindah ke USA. Inggris membantu terwujudnya negara Israel.

Sebagian orang menyadari bahaya Yahudi. Mereka pun mengusir Yahudi di Spanyol, Inggris (abad 12) atau sangat membenci seperti  NAZI JERMAN.

------------------------------------------------------

Faktanya, Yahudi memperbudak manusia dengan uang kertas dan sistem perbankan.  Kapitalis Yahudi sukses mengembangkan sistem moneter curang melalui kebijakan AS  -  nilai uang kertas dollar tidak lagi dikaitkan dengan emas. Kebijakan Moneter ini diikuti negara-negara seluruh dunia.  Hasil jerih payah, keringat dan darah dalam kerja dihargai uang kertas yang nilai riilnya NOL.     

“Kembalilah ke standard EMAS (DINAR)” untuk perniagaan adil – misalkan harga kambing 1 dinar emas di jaman Nabi, harganya akan tetap setara 1 dinar emas saat ini – tidak ada terkandung nilai ribaa (present value).

READ MORE ... Monggo di-Klik

When the Time of al Imam Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo was End

 

Berikut ini saat-saat terakhir seorang pejuang Islam yang konsisten hingga akhir hayatnya - Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo – menjelang eksekusi mati 50 tahun yang lalu di pulau Ubi.

Pulau Ubi  merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu menjadi saksi proses eksekusi mati Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Imam DI/TII yang memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia itu dieksekusi regu tembak dari TNI pada 5 September 1962.

Dengan berpakaian putih-putih, dengan mata ditutup kain, Kartosoewirjo diikat pada tiang papan yang sudah terpancang sebagai pengikat sang Imam. dan di depannya berdiri eksekutor yang terdiri dari 12 orang siap menembak mati.

"Tidak ada yang tahu berasal dari senjata siapa peluru disarangkan. Namun sesaat setelah komandan memberi instruksi, beberapa peluru menembus dada kiri Kartosoewirjo,"tulis Fadli Zon dalam bukunya berjudul Hari Terakhir Kartosoewirjo  yang diluncurkan pada, Rabu, (5/9/2012).

Ada 81 foto yang mengungkap, proses awal eksekusi hingga penguburan sang Imam. Berdasarkan foto ada sekitar 5 peluru bersarang di dada sebelah kiri Imam Kartosoewirjo. Ditambah tembakan jarak dekat sebagai eksekusi terakhir dari komandan regu tembak. Seusai eksekusi, jenazah Kartosoewirjo pun kemudian diperiksa tim dokter untuk memastikan bahwa pria kelahiran 7 Febriari 1905 di Cepu, Jawa Tengah itu sudah meninggal.

image "Usai pemeriksaan, jenazah dimandikan dengan air laut, dikafani dan disalatkan," Jenazah Kartosoewirjo diangkat dengan tandu dan dibawa ke tepi laut untuk dimandikan dengan air laut, jasadnya dikafani dan disalatkan tepi pantai.
"Dari sekian banyak orang yang hadir, diantaranya beberapa perwakilan instansi pemerintah, hanya 4 petugas yang ikut menshalatkan. Setelah itu jenazah Kartosoewirjo dikuburkan," tulis Fadli Zhon yang saat ini sedang mengambil program Doktoral Ilmu Sejarah.

Foto-foto dalam buku Hari Terakhir Kartosoewirjo, setelah mengebumikan jenazah, tertulis caption 'Kapten Rochdam (Rochani Kodam) V/Djaja sedang berpidato agar para hadirin turut mendoakan almarhum Kartosoewirjo'.

Demikianlah episode terakhir sang Martyr mujahid asy-Syahid (Insyaa-Allah) Imam Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. 

READ MORE ... Monggo di-Klik

The Last Lunch of Imam Sekarmadji Marijan Kartosoewiryo

 

Persis setelah 50 tahun kematian sang Imam Sekarmadji Marijan Kartosoewiryo, misteri sang pejuang Islam dan Imam DI/TII di saat terakhir menjelang eksekusi matinya mulai terkuak. Begitu juga dengan ekspose sebagai “gerombolan” DII/TII yang melakukan perusakan KA, pembunuhan dan perlakuan kekejaman terhadap penduduk biasa – di ruang pengadilan Mahmilub – Jenderal PKI Brigjen Suparjo mengungkapkan fakta sejarah baru yang tersembunyi bahwa “Sang Jendral PKI ini telah menyusupkan orang-orang PKI ke dalam gerakan NII dan melakukan peran gerombolan pengacau DI/TII.” Sehingga sejarah Indonesia pun menyebut gerakan NII sebagai gerombolan DII/TII.

"Saya merasa terpanggil untuk membuka fakta sejarah ini, agar masyarakat dan mereka yang masih menganggap Pulau Onrust sebagai tempat dimakamkannya kartosoewiryo dapat mengetahuinya fakta sebenarnya,"Kata Fadli Zon mengawali peluncuran dan bedah buku 'Hari Terakhir Kartosoewirjo' yang ia tulis, di Taman Ismail Marzuki, Jakpus, Rabu (5/9).

Sejarawan Mohammad Iskandar menambhkan publikasi 81 foto hari-hari terakhir pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, membuka pengetahuan baru. Foto-foto itu meluruskan kontroversi yang berkembang selama ini.

   Imam Kartosoewiryo bersama Istri setelah makan siang

Iskandar menceritakan, dirinya pernah bertemu dengan anak buah Kartosoewirjo. "Mereka bertanya karena banyak isu. Isunya kan nggak jelas, ada yang bilang ditembak dan tidak diperlakukan secara Islami," katanya

Dengan adanya foto ini, masyarakat, ungkap Iskandar dapat mengetahui secara jelas proses eksekusi mati yang dilakukan. "Ternyata (pemakaman) diperlakukan secara Islami, disalatkan. Dengan foto ini, kontroversi dan imajinasi yang mengawang-awang tersingkap," tuturnya.

   Makan siang terakhir bersama keluarga

Dalam foto terlihat jelas proses eksekusi yang dilakukan. Saat di kapal, Kartosoewirjo tampak dalam foto berdoa dengan dibantu seorang rohaniwan dari TNI. Usai ditembak, Kartosoewirjo juga diperiksa dokter dan dimakamkan dengan cara dikafani. Setelah dimakamkan tiang eksekusi Kartosoewirjo dibakar.

Bagi Iskandar, Kartosoewirjo adalah agen perubahan kala itu. "Dia tidak puas dengan kondisi yang ada termasuk kondisi masyarakat Islam saat itu," pungkasnya.

DI/TII gerombolan pengacau?

Ia juga menjelaskan bahwasanya, tuduhan dan anggapan masyarakat bahwa DI/TII merupakan gerombolan pengacau, disebabkan oleh penyusupan yang dilakukan oleh PKI dan mengaku-aku sebagai bagian dari DI/TII.

        Ruku' saat sholat Taubat

"Merekalah yang diduga sebagai gerombolan yang sering bersikap kasar terhadap masyarakat. Namun, saya belum bisa mengkonfirmasi nama-nama tersebut, karena sudah banyak yang meninggal" papar Iskandar.

Yayan, salah satu peneliti kehidupan kartosoewiryo membenarkan rumor yang beredar tersebut. Dalam sidang Mahmilub salah seorang tokoh PKI yang pernah menjadi perwira angkatan darat mengakui bahwa ia pernah menyusupkan anggota PKI ke dalam DI/TII saat membacakan eksepsinya.

        Regu tembak melakukan tembakan bersama

"Ketika (Brigjend.) Suparjo dituduh oleh oditur telah menaruh tentara ke dalam Dewan Revolusi, ia menyatakan bahwa ia menaruh tentara ke Dewan Revolusi bukan untuk memperkuat, tetapi untuk menikam dari dalam sebagaimana pernah ia lakukan dahulu kepada NII, nah ngaku dia" ungkap Yayan.

Tuduhan Hukum terhadap Sang Imam

Penulis buku 'Hari Terakhir Kartosoewirjo', Fadli Zon menyebut ada tiga kejahatan politik yang disangkakan pemerintah pada Kartosoewirjo. Pertama, memimpin dan mengatur penyerangan dengan maksud hendak menggulingkan pemerintah pemerintahan yang sah. Kedua, dituduh ingin memisahkan diri dari Indonesia. Dan ketiga Kartosoewirjo dituduh melakukan makar pembunuhan terhadap presiden.

"Namun, yang diakui oleh Kartosoewiryo dalam pengadilan hanya ingin mengguligkan pemerintahan, untuk keluar dari Indonesia dan membunuh presiden ia tolak" jelas Fadli.

       Tembakan terakhir

Pengadilan militer pada 16 Agustus 1962, menjatuhkan vonis mati bagi Kartosoewirjo. Dia akhirnya ditembak mati dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu pada September 1962.

Kejadian menarik sebelum terjadinya eksekusi mati, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo memiliki permintaan khusus kepada Mahkamah Darurat Perang (Mahadper).

Sardjono Kartosoewirjo, anak bungsu Kartosoewirjo mengungkapkan, ada empat permintaan ayahnya saat itu.

Pertama, meminta bertemu dengan perwira NII terdekat, namun ditolak. Kedua, meminta eksekusi dilihat oleh perwakilan keluarga, juga ditolak. Ketiga, Kartosoewirjo minta jenazahnya dikembalikan ke keluarga dan dimakamkan di pemakaman keluarga, pun diitolak.

"Namun, permintaan terkhir yang meminta bertemu dengan keluarga dikabulkan," tutur Sardjono.

Pertemuan Kartosoewirjo dengan keluarga untuk terakhir kalinya, diisi dengan makan siang bersama. Uniknya, dalam makan siang tersebut, menu yang disajikan ialah rendang. Padahal, dalam buku tersebut dikatakan bahwa Dewi Siti Kalsum, istri Kartosoewirjo, tidak terbiasa memakan rendang.

"Karena tidak terbiasa makan rendang, istri Kartosoewirjo merasa kepedasan," tulis caption foto yang ada dalam buku.

Foto dalam buku menggambarkan Kartosoewirjo sama sekali tidak memakan rendang yang telah disediakan. Ia hanya merokok dan berbincang dengan keluarganya.

Caption foto selanjutnya menuliskan, Kartosoewirjo menikmati kopi bersama istrinya sambil bersenda gurau sejenak.

"Anak-anak Kartosoewirjo akhirnya menghabiskan hidangan yang telah disajikan, daging rendang. Setelah makan bersama, mereka melakukan foto bersama, dan terlihat Kartosoewirjo memberikan pesan terakhir," tulis Fadli Zon.

Dalam jamuan terakhir itu, selain sang istri, lima dari tujuh anak-anak Kartosoewirjo turut hadir, yakni Tahmid Basuki Rahmat, Dodo Mohammad Darda, Kartika, Komalasari, dan Danti.

Dalam foto bersama keluarga yang terakhir, mata Dewi Siti Kalsum, istri Kartosoewirjo terlihat sembab, seusai suaminya menyampaikan pesan-pesan terakhir sebelum dieksekusi mati.

Melalui koleksi 81 fotonya, Fadli Zon menuturkan sesaat menjelang eksekusi, Kartosoewirjo tampak tenang dan ikhlas tanpa sedikitpun rasa takut.

Keinginan terakhir Sang Imam

"Kematian hanyalah perpindahan ruh, dari yang berjasad kepada yang tidak," tutur Sardjono, anak bungsu Kartosoewirjo, menceritakan pesan terakhir ayahnya.

                          Imam Kartosoewiryo di Sholatkan

Menurut Sarjono, Pada detik-detik terakhir, Ketua Mahkamah Darurat Perang (Mahadper) menyatakan dan menawarkan bahwa ia berhak memenuhi permintaan terakhir Kartosoewiryo sebelum dieksekusi, meskipun permintaan tersebut berupa keinginan pergi keluar negeri atau ke pelosok Amerika asalkan tidak ada unsur persoalan politik, akan Maahadper luluskan.

"Tetapi, bapak hanya meminta ke mereka (Mahadper), Saya ingin segera bertemu Allah, karena saya ingin segera tahu, apakah selama ini kebijakan yang saya jalankan sudah benar dan di terima oleh Allah" jelas Sarjono menirukan perkataan orang tuanya.

Sarjono pun, menaruh kekaguman yang besar kepada ayahandanya tersebut, sebab didetik-detik akhir hidupnya, tetap tegar dan hanya menginginkan suatu hal yang sederhana, segera bertemu dengan Allah. Semoga Allah menerima segala amal ibadah pejuang Islam Imam Kartosoewiryo. Amien.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Hanya Mengingatkan : Waspadai bahaya laten Komunis!

 
Allah akan selalu menguji setiap orang beriman sesuai dengan tingkat keimanannya untuk mendapatkan pencapaian derajat yang lebih tinggi. Untuk konteks ummat manusia ujian tersebut untuk mengetahui mana loyang (tembaga atau “emas palsu”) dan mana emas? Dalam konteks ummat Islam Indonesia ujian –ujian tersebut sebagai cabaran dalam meraih “baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghofur.”

Ummat Islam akan selalu harus bertarung dan mewaspadai lawan-lawannya. Salah satunya adalah bahaya latent orang-orang komunis yang sudah beranak cucu. September ini menjadi peringatan besar atas keberadaan mereka. Saat ini mereka menuntut pengadilan HAM ke Amnesti Internasional dan Komisi Nasional HAM yang sudah terinfiltrasi dengan memberi harapan atas tuntutan pengadilan ulang atas peristiwa 1965 sebagai korban pembunuhan dan penindasan.

Tujuan mereka jelas, di alam kebebasan berpolitik dan keterbukaan ini pengusung paham komunis sangat menginginkan rehabilitasi nama baik mereka sebagai pelaku bughot – seolah mereka lupa dengan provokasi sejak tahun-tahun sebelumnya atau sebagai pelaku pemberontakan negara.

Pangdam Jaya Mayjen TNI E. Hudawi Lubis mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai bahaya komunisme. Patut diingat kejadian pada September 1965 lalu, ketika putra terbaik bangsa gugur karena pemberontakan G 30 S/PKI/

"Paham komunisme tidak pernah mati. Bahkan tetap menjadi bahaya laten, oleh karena itu ideologi komunis perlu diwaspadai karena paham ini dapat saja berubah bentuk dan tindakannya," jelas Hudawi dalam sambutan sebagai Inspektur Upacara Bendera pada Minggu pertama awal bulan September 2012, seperti disampaikan Kodam Jaya dalam siaran pers, Senin (3/9) seperti dilansir detikcom.

Hudawi menjelaskan, bangsa Indonesia patut bersyukur karena Pancasila tetap tegak sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Meski demikian, segala macam bahaya laten harus diwaspadai.

"Untuk itu, agar mewaspadai hal-hal yang berkaitan dengan bahaya laten komunis yang dapat muncul dalam bentuk organisasi baru, sehingga pengalaman pahit sejarah bangsa ini tidak sampai terulang kembali," tutur Hudawi.

Selain itu juga, menyambut Pilgub pada 20 September mendatang, TNI telah menyiapkan pengamanan terkait Pilgub DKI. Langkah antisipatif disiapkan guna menghadapi kondisi yang tidak diharapkan.

"Kodam Jaya/Jayakarta tetap mempersiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap permasalahan yang sewaktu-waktu datang tidak terduga," terang Hudawi.

Hudawi berharap, momentum Pilgub tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan. Jangan sampai semangat kebersamaan yang sudah dibina ternodai.

"Dengan kebersamaan, akan memiliki kesadaran sebagai warga negara yang berkeyakinan kuat, dan menjunjung tinggi harkat orang lain, sehingga ikhlas dan senantiasa selalu berkerja dengan baik," jelasnya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

1] Kabut misteri interaksi NAZI dan ISLAM


Selama ini sumber informasi tentang Nazi Jerman berasal dari negara-negara besar pemenang Perang Dunia II via media yang dikuasai Yahudi. Mereka melakukan propaganda secara non-stop dan pencitraan buruk terhadap semua musuh Yahudi dengan memutar-balikkan fakta. Dipastikan informasi tentang NAZI Jerman telah
dimanipulasi sesuai kepentingan sekutu (Yahudi khususnya). Kebohongan luarbiasa ini telah ditelan mentah-mentah oleh kita terkait informasi tentang Nazi.
Wajar saja, karena sejarah selalu ditulis oleh Pemenang. Namun akan selalu ada kekuatan alternatif yang terus-menerus melawan kemapanan, seperti media dan jurnalis independen atau figur berpengaruh yang dengan opini melawan mainstream, seperti statemen Presiden Ahmadinejad :
"Holocaust" adalah dongeng yang digunakan untuk menciptakan negara Yahudi di jantung dunia Islam.
yang dinyatakan pada 14 Desember 2005 dalam konferensi dunia di Teheran dengan  thema ”Benarkah Holocaust ada?”
Sebuah artikel koran Inggris, The Daily Telegraph, yang diterbitkan 3 Oktober 2009 menyerangnya dengan menyebutkan bahwa ia keturunan Yahudi di Iran, nama aslinya saat dilahirkan – Mahmoud Sabourjian

Sabourjian menurut artikel itu di Iran bermakna “Selendang Tallit” yang biasa dipakai di kalangan Yahudi. Namanya menjadi Mahmoud Ahmadinejad saat usia 1 tahun – disesuaikan dengan identitas Islam ketika dibawa pindah ke Teheran tahun 1957.
Banyak ahli di Iran telah membantah informasi tersebut dan mengatakan leluhur Ahmadinejad diketahui sebagai Muslim, dan kerabat Ahmadinejad mengatakan, dia mengadopsi nama baru pada saat pindah ke Teheran, untuk menghindari diskriminasi berdasarkan akar pedesaan.
Benar atau tidaknya ia keturunan Yahudi – itu tidak penting. Karena dari bangsa apapun ketika menjadi mualaf kita tidak berhak men-justifikasi (menakar) keimanannya – itu hak Allah SWT. Kontroversi ini boleh jadi untuk menghadang popularitas Ahmadinejad di kalangan ummat Islam.
Ia terlahir sebagai anak pandai-besi (blacksmith) di desa pertanian Aradan, dekat kota Garmsar, 120 KM tenggara Teheran 28 Oktober 1956. Ketika lahir dinamakan Mahmoud Saborjhian dan diberi nama yang lebih religius Mahmoud Ahmadinejad.
Catatan :
Selendang Tallit – Penggunaannya seperti berita ini :
Prosesi pernikahan digelar secara Yahudi. Saat seremoni, Natalie Portman dan Benjamin memakai selendang yang biasa dipakai kaum Yahudi, Tallit. Selendang itu untuk menyelimuti keduanya. Selesai upacara, selendang dilepas.

Neo-Nazi di negeri Yahudi

neo-nazi-zionism_universal quotesProfil Neo Nazi sekarang ini sangat berbeda dengan hakekat profil pengikut NAZI sebenarnya.  Anarkhisme dilakukan oleh Neo Nazi dengan cirinya yang Plonthos (skinhead), asesoris Metal dan pakaian yang jauh dari kesan disiplin dan militan. Kita pun bertanya, “Benarkah mereka penerus Hitler sejati atau ini hanya infiltrasi Yahudi licik?”  model pencitraan yang menyesatkan.
Jerusalem-September 12, 2007
Nazi identik pelaku Holocaust (pembantaian Yahudi). Ironisnya, di Israel muncul Neo-Nazi. Anehnya mereka pemuda Yahudi. Lebih aneh lagi, salah seorangnya cucu korban selamat dari holocaust di Ukraina. Mereka dihadapkan tuduhan serangan rasis, selebaran hasutan, kepemilikan buku rasis dan senjata tajam illegal.
“Pemerintah akan bertindak keras terhadap kelompok yang melakukan hasutan rasial dan tindakan kekerasan lain yang berbau rasis,” ujar Kejaksaan Agung Israel sebagaimana dilansir AFP, selasa (11/9/2007).
Kepolisian Israel yakin pengikut garis keras revolusioner Hitler ini bergerak di wilayah Israel. Mereka melakukan aksi penyerangan warga asing dan pengikut yahudi dan merekam video untuk disebar via internet.
Dalam video di media Israel, mereka terlihat menendang dan memukul orang lemah, user narkoba dan penganut Yahudi. Polisi menemukan bukti seragam militer ala Nazi, gambar Adolf Hitler, pisau, senjata api dan TNT.
“Ideologi mereka ‘menyerang penganut Yahudi, warga Asia dan Asing’. Mereka diyakini terkait Neo-Nazi luar negeri,” kata polisi setempat.
-----------------------------------------------------------
Sekali lagi, kejadian di Israel ini adalah ironi yang sangat kontradiktif!

Ingin tahu profil Nazi sejati!  

image
Johannes von Leers (1902-1965) sahabat karib Menteri Propaganda Joseph goebbels dan Mohammad Amin al_Huseini Mufti Palestina (yang mengungsi di Berlin sejak sebelum PD II hingga sesudahnya). Dia penulis yang diakui di masa Hitler. Johannes von Leers tetap bersembunyi di Jerman dan selalu lolos dari kejaran tentara sekutu, setelah Jerman kalah PD II. 
Setelah 10 tahun kucing-kucingan dengan sekutu, Leers melarikan diri ke Mesir tahun 1955. Ia masuk Islam dengan nama Omar Amin von Leers. Ia bekerja di Kementerian Informasi Mesir. Ia sangat mencintai Islam dan menjadi simpatisan Ikhwanul Muslimin.  Leers  pun melanjutkan perangnya melawan Zionisme dari Mesir.
Ucapan terkenal Leers mewakili perasaan orang seperti dirinya:
1]   Dalam "Der Kardinal und die Germanen" dengan lugas mengkritik aksi kejam pasukan Eropa dalam Perang Salib. Dia bandingkan toleransi Islam terhadap agama lain dengan penaklukan berdarah bangsa Kristen atas orang Barbar ASLI Jerman (p. 23, 48, 52, 68).
2]  Dalam "Blut und Rasse in der Gesetzgebung", Leers mencatat persamaan paralel Islam dan tradisi kuno Jerman, "hukum Tuhan dan hukum manusia bersatu" dan hak manusia adalah "fragmen dari keteraturan semesta yang berasal dari Tuhan" (p. 6).
3]  Dec. 1942, Die Judenfrange memuat artikel  program pasca-perang Zionis yang mendemonstrasikan bagaimana Zionism  menguasai Palestina dan dengannya menyiapkan posisi penguasa dunia. Kontribusi artikelnya berjudul "Yudaisme dan Islam sebagai kebalikan."
4]  Selain mendiskusikan isu strategis kampanye Jerman di Afrika Utara, Leers merancang fondasi moral dan intelektual untuk persekutuan Third Reich dengan Arab dan Muslim. Dia puji sikap anti-Zionis, "Bila dunia bersatu mengusung kebijakan sama, kita tidak akan dipusingkan masalah Yahudi seperti saat ini."
(Jeffrey Herf, The Jewish Enemy: Nazi Propaganda During World War II and the Holocaust, Boston: The Belknap Press, p. 178-182).
----------------------------------------------------------
Leers pengagum kebudayaan Arab dan sangat paham  bahasa Arab. Dia membantu penterjemahan peraturan Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir ke bahasa Jerman. Teks yang dia terjemahkan adalah tulisan Syaikh Muhammad Abu Zahra tentang konsep Islam mengenai perang dan peraturan jihad (Begriff des Krieges in Islam) dan Ibrahim Muhammad Ismail tentang doktrin ekonomi Islam (Der Islam und die heutigen Wirtschaftstheorien).
Leers menulis surat ke H. Keith Thompson (bisnisman di New York yang terkenal sikapnya anti-Zionisme dan pernah menjadi sekretaris pribadi mufti Palestina al-Husseini di Beirut) sebagai berikut :
"Islam saat ini satu-satunya kekuatan spiritual dunia yang berjuang untuk agama yang benar, nilai manusia dan kemerdekaan. Satu hal yang pasti - lebih banyak lagi patriot Jerman yang bergabung dalam gerakan revolusi Arab melawan imperialisme. Di Aljazair beberapa prajurit Jerman menyeret 2 orang perwira Prancis beserta perwira rendahan. Mereka potong leher tawanan disaksikan para revolusioner Aljazair, bergabung dengan milisi lokal dan memeluk Islam. Itu bagus sekali!
"Tempat kita sebagai bangsa yang ditekan kekuatan luar seharusnya tidak di sisi pemerintahan Bonn bentukan kolonialis Barat, melainkan beserta para nasionalis Arab yang berjuang memerdekakan diri dari kungkungan Imperialisme. Biarlah (Konrad) Adenauer murka saat mengetahui para patriot Jerman yang jujur tidak diekstradisi oleh negara-negara Arab pecinta kemerdekaan kepada dirinya atau ke bos-bos Amerika/Inggris. Biarlah babi Inggris menjuluki kita "Pengusik", karena tidak lama lagi mereka akan terusir dari Timur Tengah, seperti halnya yang telah terjadi di Irak dimana para pelayan Imperialisme Inggris dibantai pejuang Arab."
"Alhamdulillah! Dukungan yang diberikan Amerika dan anteknya kepada tirani Yahudi di Jerman akan membuat bangsa Jerman bangkit berjuang. Sebenarnyalah, untuk bangsa kita hanya ada SATU harapan - untuk menyingkirkan imperialisme Barat dengan bergabung bersama grup anti-imperialis yang digalang negara-negara Arab dan Muslim."
(Coogan, op. cit., p. 382-383)
--------------------------------------------------------------------------------------
Nazi tidak seburuk persangkaan. Citra  buruknya dibentuk media Yahudi. Maka diperlukan informasi berimbang tentang patriot Jerman. Elit Nazi ternyata berakal sehat, prinsipnya kuat dalam memperjuangkan nilai-nilai asli GERMAN  dan justru lebih dekat dengan Islam. Sebaliknya pemenang PD II  dipengaruhi Yahudi laknatullah dan saat ini lebih memusuhi ISLAM.
--------------------------------------------
Related Post:
Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam–Bagian 4 
Rasialisme versi NAZI Jerman - Bagian 3
Islam di sekitar NAZI - Bagian 2
--------------------------------------------------------
Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

2] Pandangan NAZI Tentang Islam, Muslim di sekitar NAZI


Saya sangat bersyukur bahwa saya berada dalam suasana kondusif di Indonesia sehingga bisa  bebas mengungkapkan apa yang saya rasakan tentang suatu hal yang sangat tidak adil,  yaitu tuduhan NAZI Jerman sangat rasis seperti yang di-blowup oleh media mainstream yang dikuasai Yahudi dan negara pemenang perang. Menyanggah NAZI tidak rasis sangat mudah karena faktanya pandangan Islam dan personil muslim ada dalam kesatuan elit tentara NAZI Jerman.
Adapun sejarah NAZI faktanya juga telah dimanipulasi media yahudi. Negara-negara besar pemenang PD II (USA, Inggris, Prancis dan Rusia) sangat leluasa merombak super power sebelum PD II  (Jerman) sesuka hatinya, termasuk dalam penulisan sejarah Jerman dan pencitraan NAZI. Zionist tentu saja ikut bermain. 
Bukti foto memperlihatkan  pasukan "Ras Arya Perkasa" ternyata bercampur ras lain, seperti Slavia, Chechen, Mediterania Bosnia bahkan Arab dan Korea. Dan yang membuat kagum, kebanyakan ras asing ini bergabung dalam pasukan elite SS - pasukannya Himmler – Media Yahudi menyebut Himmler "Rasis nomor 1"! 
Tuduhan yang tidak berdasar dan berlawanan dengan fakta bahwa ras-ras asing justru dirangkum dalam pasukan elit Jerman.
Bukti lain: 
Tidak selalu orang Jerman berambut pirang, mata biru dan tinggi di atas rata-rata orang Eropa. Faktanya banyak dari mereka berdarah campuran dan berpenampilan sama sekali "tidak ideal". Paling kentara adalah Joseph Goebbels. Saya yakin pertamakali melihatnya, anda pasti menyangka Goebbels – Ahli Propaganda NAZI adalah non-Jerman, bahkan non-Eropa!
Demikianlah!. Bila ingin mendapat fakta jernih, kita harus meneliti sejarah dengan fair sehingga kesimpulan kita bukanlah sebagai pengekor "trend". Apalagi trend-setter opini pro-Yahudi.  Tidak selalu fakta adalah apa yang diyakini orang banyak.
Seperti dikatakan Hitler :
"Apabila suatu kebohongan dijejalkan terus-menerus, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah fakta."

Islam di Jerman pra Perang Dunia II

Jerman merupakan sekutu kekhalifan Turki dalam PD I. Jerman menderita malu, kepedihan mendalam atas kekalahannya dan penghinaan Sekutu. Hal ini juga terjadi pada orang Arab yang dikhianati janji palsu Inggris dan Prancis yang akan memberi kemerdekaan. Banyak  pejuang terbaik Arab Muslim tewas demi membela Sekutu.
Situasi suram dimanfaatkan ahli-ahli strategi Jerman untuk reposisi Geo-Politik terhadap kekuatan imperialism. Jerman harus merapat lebih dekat ke bangsa Arab Muslim.  Alasannya sederhana, ada musuh bersama.
Seperti Karl Haushofer  dan Otto Strasser inginkan "Kekuatan Ke-3" di Eropa yang bersama-sama menjadi lawan kapitalisme dan komunisme. Minat mereka, memenangkan kaum "tidak punya" (selama ini tertekan) melawan kaum "berpunya".
Latar belakang strategis ini ternyata kemudian berdampak sampingan - beberapa diantara ahli strategi Jerman tersebut masuk Islam setelah meneliti dan mendalami sumber utama kebudayaan Arab, yaitu  – ISLAM.
Pendukung Arab ini diantaranya Dr. Fritz Grobba, veteran di Kementerian Luar Negeri dari tahun 1924 yang bertugas sebagai Duta Besar Jerman di Irak dan Arab Saudi. Dia pengagum kebudayaan Islam, dijuluki "Lawrence of Arabia Jerman" dan menjadi teman dekat al-Husseini. Setelah PD II, Grobba memeluk agama Islam dan menjadi penghubung politik antara pemimpin Mesir Gamal Abdel Nasser dengan pihak Jerman dan Soviet.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 383).
Tokoh lain Werner-Otto von Hentig, teman dekat Grobba dan kepala Divisi Arab di Kementerian Luar Negeri saat dpimpin  Joachim von Ribbentrop. Setelah PD II, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Timur Tengah. Pada tahun 1955 Raja Ibnu Saud menunjuknya sebagai kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi.
Saat menjabat Duta Besar Jerman untuk Indonesia.  Dalam kapasitas tersebut, dia mendampingi delegasi Saudi sebagai penasihat khusus dalam Konferensi Asia-Afrika, Bandung, April 1955. Hentig memberi nasihat pada orang Arab untuk mengadopsi kebijakan netralisme dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan mereka dari super power dunia saat itu, Amerika – Rusia.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 384).

Pandangan NAZI tentang ISLAM?

Seiring bangkitnya gerakan Nasional-Sosialis (NAZI) Jerman, para tokoh politik baru juga menyuarakan statemen menyejukkan tentang Islam yang sangat berbeda dengan keyakinan umum saat itu di Eropa. Termasuk diantaranya  Adolf Hitler dan Heinrich Himler! Seperti apa pandangan mereka tentang Islam?
Nov. 1938, harian Die Welt, dengan merujuk artikel di Der Arbeitsmann, menulis sebagai berikut:
"Inti utama artikel tersebut adalah pujian akan konsep Islam tentang takdir sebagai contoh komperehensif akan ide-ide nasib akan datang dan sekaligus bertentangan dengan konsep yang diyakini doktrin Kristen yang selama ini berlaku."
Merujuk ke mingguan Berlin Fridericus, majalah Prancis menulis bahwa:
"Jumlah orang masuk Islam semakin meningkat. Namun sampai saat ini tidak timbul masalah berarti di Jerman."
Mingguan Fridericus juga mengklaim bahwa:
“… disebabkan oleh konsep Islam "memproklamasikan prinsip2 vital dari etika yang sudah terbina, sehingga sangat mungkin untuk dikonfirmasikan." Dengan mengharmonisasikan ide keadilan dan pengampunan, Islam telah membuat ‘banyak orang Nordik tertarik dengan ajaran pembebasan dan keseteraan yang dikemukakan ISLAM.’
Der Welt menyimpulkan laporannya:
"Orang-orang Austria yang bergabung kembali dengan Reich mendapati bahwa di ibukota kini berkembang penelitian dan minat besar akan agama Muhammad, sehingga kita melihat bertambahnya orang lokal yang memproklamirkan diri sebagai pengikutnya (seperti tercatat di laporan resmi pemerintah). Di pihak lain, propaganda terencana yang mendukung ditinggalkannya ajaran Gereja justru semakin berkembang."
(dikutip dari buku "Nazisme et Islam" karya Omar Amin Mufti).
------------------------------------------------------------
Demikianlah, NUR Islam bersinar terang di tengah-tengah semangat NAZI di jantung Eropa.
--------------------------------------------
Related Post:
Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam–Bagian 4 
Rasialisme versi NAZI Jerman - Bagian 3
Kabut Misteri Dibalik Interaksi NAZI Jerman dan Islam - Bagian 1
--------------------------------------------------------

Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?