<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label ASURANSI KEBAKARAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASURANSI KEBAKARAN. Tampilkan semua postingan

Industri Asuransi Sarat Menanggung Klaim US $ 25 M di Jepang

 klaim asuransi gempabumi JepangGempabumi  8,9 SR melanda Jepang Utara, Jumat  11 Maret 2011  yang diikuti Tsunami tinggi 10m kebakaran hebat dan kebocoran reaktor nuklir Fukushima telah membuat kerugian sangat signifikan bagi industri asuransi. Khusus untuk kerugian akibat krisis nuklir ini belum bisa diketahui karena masih dalam penyelidikan dan penanggulangan.

Asuransi gempabumi jarang diminati dan closing polis pun disyaratkan membeli asuransi kebakaran atau PAR lebih dahulu. Lalu Masalah sangat sedikit yang ingin meneruskan membeli asuransi gempabumi. Mungkin Jakarta dirasakan aman atau orang memang tidak tahu bahwa 4 kali gempa besar pernah melanda Jakarta yang menyebabkan kerusakan besar dan banjir lumpur. Atau karena rate asuransi gempabumi  relatif mahal yaitu 1.25 per seribu, lebih dari 2X lipat Tarif Asuransi Kebakaran.

Kesadaran masyarakat pada pentingnya asuransi sangat tipis, padahal 2/3 wilayah Indonesia rawan gempa karena dilalui Ring of Fire (patahan dan lempeng bumi yang menjalar dari Aceh sampai Maluku dan Sulawesi Utara). Ingat! Sekali saja gempabumi besar melanda akan menimbulkan kerusakan massif dengan potensi kerugian finansial sangat besar.

Pada hari selasa siang, 22 Februari 2011 Gempa bumi New Zealand melanda Christchurch, kota terbesar kedua setelah ibukota Wellington di pantai timur Selandia Baru, Samudera Pasifik Selatan, berlangsung kurang dari 1 menit dan hanya berkekuatan 6,3 SR, namun telah menimbulkan kerugian Industri Asuransi mencapai 11,5 Milliar dollar Selandia Baru  setara dengan US $ 8,6 Milliar. Sumber Informasi ini dari perusahaan  pemodelan bencana AIR Worldwide. Perusahaan berbasis di AS, yang mengkhususkan diri dalam peramalan biaya bencana alam dan serangan teror.

Sepanjang pantai pasifik Timur juga pernah dilanda gempabumi besar, Gempabumi San Fransisco tahun 1906, gempabumi Chile tahun 1960 yang tercatat paling kuat dalam skala 9,5. dan gempabumi Mexico.

Tidak sampai sebulan kemudian, gempabumi kekuatan besar 8,9 SR disertai bencana Tsunami setinggi 10 meter dan kebakaran hebat yang meluas terjadi jauh di Pasifik Utara, tepatnya di Jepang Utara pada siang hari Jumat, 11 Maret 2011. Mengulang gempabumi besar di Kanto, Jepang tahun 1923.

Dikutip dari AFP, EQECAT sesaat setelah kejadian memperkirakan kerugian dari pertanggungan sebesar USD12-25 miliar. Perkiraan sampai akhir Maret 2011, potensi klaim asuransi mencapai US $ 35 Milyar dan klaim asuransi jiwa mencapai US $ 4,9 Milyar. Dan belum memperhitungkan kerugian dari dampak kebocoran reaktor nuklirnya.

"Ini perkiraan kerugian meliputi dampak gempa bumi, berikutnya tsunami dan kebakaran, dan kerugian untuk mobil, kehidupan laut, dan asuransi kecelakaan diri," tambahnya.

Perkiraan kerugian ini tidak memperhitungkan krisis nuklir yang kini berkembang. Pemerintah Jepang tengah berlomba dengan waktu untuk mencegah bencana yang lebih besar akibat nuklir ini, "Perkiraan ini tidak memperhitungkan kerugian terkait dengan darurat nuklir yang saat ini tengah terjadi di pembangkit listrik di wilayah tersebut," katanya.

EQECAT memperkirakan bahwa antara USD2,0 miliar hingga USD4,0 miliar dari kerugian diperkirakan akan ditanggung oleh pemerintah Jepang dari Reasuransi Gempa.  (sumber :  Okezone, 17 Maret 2011).

----------------------------------------------------------

READ MORE ... Monggo di-Klik

Asuransi Merugi 1.5 Milyar Dollar Akibat Gempa di New Zealand

 

image Siang itu hari cerah, sebagian besar penduduk kota ada di luar rumah. Pusat bisnis di kota Christchurch, kota kecil di wilayah timur New Zealand menunjukkan rutinitas seperti biasa. Penduduk seolah telah melupakan gempabumi besar 7 SR yang tejadi 4 September 2010. Sebagian sudah memulai pekerjaannya setelah jam istirahat siang, ketika tiba-tiba bumi kota itu dilanda gempa dahsyat. Kurang dari 1 menit kota itu luluh lantak oleh gempabumi.

Dikutip dari sumber KOMPAS.com – Menurut laporan dari Wellington – Gempa bumi dahsyat yang melanda kota Christchurch, Selandia Baru, menelan kerugian Industri Asuransi sampai dengan 11,5 miliar dollar Selandia Baru  atau setara dengan 8,6 miliar dollar AS. Informasi ini berasal dari perusahaan  pemodelan bencana AIR Worldwide, Rabu (23/2/2011). Kekuatan gempa 6,3 SR, selasa siang, 22 Februari 2011, memang lebih rendah dari gempa sebelumnya, tetapi kerusakannya jauh lebih parah.    

Perusahaan berbasis di AS, yang mengkhususkan diri dalam peramalan biaya bencana alam dan serangan teror, mengatakan kerusakan gempa yang luas telah menutup sebagian besar pusat bisnis. Infrastruktur juga hancur. "AIR Worldwide memperkirakan bahwa  kerugian industri asuransi ... akan berkisar antara 5,0 miliar dollar Selandia Baru hingga 11,5 miliar dollar Selandia Baru," kata perusahaan itu dalam pernyataan.    

Dikatakan juga integritas struktur bangunan yang masih bertahan di  pusat bisnis Christchurch perlu hati-hati dinilai setelah kota itu untuk kedua kalinya dilanda gempa besar dalam enam bulan terakhir. Jalan dan jembatan di Christchurch telah rusak oleh pencairan, ketika getaran seismik memutar cairan bumi, AIR mengatakan, mencatat pinggiran kota dan sekitarnya juga telah terpengaruh.     Gempa 6,3 SR pada Selasa menyusul gempa berkekuatan 7,0 pada September dan AIR mengatakan gempa susulan yang kuat di kota itu tetap menjadi perhatian.

Estimasi kerugian mencakup kerusakan bangunan komersial dan rumah yang diasuransikan, isi mereka dan gangguan langsung pada operasi bisnis. Properti yang tidak diasuransikan dan kerusakan mobil, tanah, dan infrastruktur bukan bagian dari estimasi.

Gempabumi berkekuatan 6,3 SR yang melanda Selandia Baru kemarin, tidak hanya menewaskan sedikitnya 75 orang di Christchurch. Melainkan juga menggoyang hingga lepas 30 juta ton es gletser terpanjang di negeri itu, mengirim blok-blok es terjun ke danau di dekatnya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ring of Fire : Bukan Ancaman Baru Bagi Indonesia

Gempabumi tidak seketika membunuh manusia dan kerugian besar justru terjadi sesaat pasca gempa. Di Jepang misalnya meski diterapkan standar tinggi bangunan tahan gempa, tapi pada gempa 8.9 SR  11 Maret 2011, kerugian fatal dan aroma kematian  justru akibat tsunami dan  kebakaran hebat. Maka antisipasi kerugian tidak cukup hanya dengan standar bangunan, tapi juga harus dicover Asuransi Kebakaran, Property All Risks, Asuransi Gempa, Asuransi Mobil dengan perluasan bencana.

index Faktanya  2/3 wilayah Indonesia rawan dampak gempabumi dan letusan gunung berapi karena dilalui jalur    “Ring of Fire.”  Perhatikan peta di samping, warna kuning adalah jalur  zone subduksi dan hampir semua wilayah Indonesia di-blok kuning, artinya Indonesia benar-benar menyimpan potensi bencana dahsyat (seperti letusan dahsyat yang menciptakan bekas kawah raksasa yang saat ini menjadi Danau TOBA.  Kemudian bandingkan topografi  dan struktur geologi Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku Utara, Papua hingga Sulawesi Utara memperlihatkan bukti keberadaan lempeng bumi dan patahan serta 154 gunung berapi aktif. Bahkan Jakarta pernah di landa 4 kali gempabumi besar dalam periode 3 abad terakhir.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Apa Perbedaan Dasar Antara Property All Risks dan Asuransi Kebakaran?

Pada dasarnya semua resiko yang ditanggung oleh polis asuransi Kebakaran beserta perluasan yang ditawarkan sudah terkandung dalam resiko-resiko yang dijamin pada asuransi Property All Risk (PAR). Lalu apa perbedaannya dengan penutupan polis PAR?

Polis Asuransi Kebakaran secara spesifik menyebutkan risiko apa saja yang dijamin, terdiri dari  :

  1. 1].    Main Coverage (Resiko Utama)  :
  2.         Coverage Utama pada asuransi kebakaran bisa diringkas
            dalam abbreviasi FLEXAS, yaitu singkatan dari  :
            Fire (kebakaran), Lightning (Petir), Explosion (Ledakan), Impact
            of Aircraft (Kejatuhan Pesawat Terbang) dan Smoke (Asap).
  3. 2].    Extended Coverage :
  4.         Kerusuhan (RSMD), Banjir, Tanah Longsor, Pembersihan Puing,
            Huruhara, terorisme dan sabotase dan seterusnya.
  5.         Untuk perluasan gempabumi dan Kebongkaran (Burglary)
            diterbitkan dalam polis tambahan.
  6. 3].    Exclusion (Risiko yang dikecualikan).

Sehingga polis Asuransi Kebakaran dinamakan “Named Perils”   Policy.
------------------------------------

Lalu Bagaimana dengan Property All Risk (PAR)?

Pada Polis Property All Risk / Industrial All Risk tidak secara tegas disebutkan risiko apa saja yang dijamin. Di dalam polis PAR / IAR yang disebutkan secara specific adalah Exclusion (Pengecualian). Dengan kata lain polis PAR / IAR menjamin semua risiko selama risiko tersebut tidak dikecualikan.
Sehingga polis PAR / Industrial All Risk dinamakan “Unnamed Perils” Policy.

Apa saja yang menjadi Exclusion dalam polis PAR /Industrial All Risk ?

Ada 2 jenis Exclusion (Pengecualian) dalam polis PAR / Industrial All Risk yaitu :

  1. General Exclusions   :
    • Perang, kerusuhan, huru-hara, penjarahan, revolusi, pengambilalihan kekuasaan, terorisme.
    • Radiasi, ionisasi, kontaminasi radioaktif nuklir.
    • Kesengajaan/kecerobohan tertanggung atau yang mewakili tertanggung.
    • Penghentian pengerjaan sebagian maupun keseluruhan.
    •  
  2. Special Exclusions   :
    • Property dalam masa konstruksi.
    • Property dalam masa perbaikan, pembersihan, renovasi.
    • Property dalam perjalanan melalui darat, kereta, udara atau air (diasuransikan dengan polis asuransi Cargo / marine cargo).
    • Kendaraan darat, laut, udara, air, ruang angkasa, lokomotif dan sejenisnya.
    • Perhiasan, batu berharga, medallion, barang langka/karya seni.
    • Pohon kayu, hewan, gunung, ikan, tanaman.
    • Tanah, jalanan, rel kereta, bendungan, kanal, kabel, tunnel, jembatan, pipa, pelabuhan, tambang, offshore property.
    • Barang sewa, kredit dan sejenisnya.
    • Langsung/tidak langsung disebabkan oleh :
      • Keterlambatan, hilangnya pasar, kegagalan pemasangan.
      • Ketidakjujuran, kecurangan, penipuan.
      • Hilang, lenyap, susut yang tidak diketahui sebabnya.
      • Tangki air dan perlengkapannya yang jebol, luber, dilepaskan atau bocor ketika tempat itu tida digunakan.
      • Karat, aus, korosi, jamur, kutu, basah, kering, larva serangga.
      • Polusi, kontaminasi.
      • Peraturan mengenai konstruksi, perbaikan atau pemusnahan pada bangunan yang dipertanggungkan.
      • Pengerutan,perubahan warna/rasa/texture, kehilangan berat.
      • Perubahan temperatur, kelembaban, atau kegagalan operasi pada sistem pendingin atau pemanas.
      • Angin, hujan, hujan es, salju, banjir atau debu yang merusak benda bergerak di tempat terbuka, pagar atau pekarangan.
      • Biaya-biaya pemeliharaan/perawatan.
      • Biaya-biaya perbaikan, desain, faulty workmanship.

Dapatkah kita minta agar yang dikecualikan di dalam polis Property All Risk / Industrial All Risk dapat dijamin pula di dalam polis?

Ada beberapa yang dapat, yaitu dengan mencantumkan Extension Clause (Klausula Perluasan) yang menerangkan bahwa Risiko yang sebenarnya dikecualikan tersebut menjadi dijamin.

Contohnya adalah Jaminan Kerusuhan dan Huru-hara (RSMD 4.1ACC), di mana dalam standard polis Property All Risk / Industrial All Risk sebenarnya RSMD 4.1ACC adalah dikecualikan. Jadi agar risiko tsb termasuk ke dalam yang dijamin di dalam polis, maka dalam polis tsb dicantumkan Klausula Endorsement RSMD4.1ACC.

Contoh lain adalah Penghentian pengerjaan sebagian maupun keseluruhan (Silent Risk) yang tercantum dalam General Exclusion. Agar risiko tsb dijamin maka dicantumkan Klausula Silent Risk.

Dalam polis PAR/IAR, resiko Gempabumi tidak disebutkan sebagai salah satu yang dikecualikan. Apakah Gempa Bumi dijamin dalam PAR/IAR ?

Pada awalnya Gempa Bumi memang dijamin di dalam polis PAR/IAR, namun dengan melihat kecenderungan semakin sering risiko Gempa Bumi terjadi di Indonesia, akhirnya pada tahun 2002 risiko Gempa Bumi dijamin dalam polis tersendiri yang diback-up oleh Pool Reasuransi Gempa Bumi Indonesia (PRGBI, sekarang bernama Maipark).

Untuk menerangkan bahwa polis PAR/IAR tersebut tidak menjamin Gempa Bumi, maka pada polis tersebut dilekatkan Earthquake Exclusion Clause (Klausula Pengecualian Gempa Bumi).

READ MORE ... Monggo di-Klik

TAKAFUL ASURANSI KEBAKARAN (FIRE)

Bencana alam, kecerobohan, tindak kejahatan dan kebakaran sering menyebabkan kerugian financial yang terlalu besar jika harus ditanggung sendiri. Untuk  mengantisipasi kerugian itu Anda membutuhkan Asuransi yang akan mengambil alih resiko kerugian (Transfer of Risk).

Takaful Fire Insurance merupakan Produk Asuransi Kerugian  yang akan mengganti kerugian kerusakan bangunan, disebabkan oleh kebakaran, kejatuhan pesawat, petir, peledakan dan asap.  Pertanggungan diberikan pada bangunan, rumah, sekolah, kantor, hotel, Rumah sakit, pabrik, toko dan lainnya berikut isi bangunan (seperti perabotan, furniture, mesin, persediaan bahan baku, barang jadi dan lain-lain).

Risiko yang dijamin ada 2 bagian besar yaitu :
1.  Jaminan Standar sesuai Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia
2.  Jaminan Tambahan atau Perluasan

A.   Jaminan Standar Asuransi Kebakaran

Fire (Kebakaran) :   Kebakaran ditimbulkan api sendiri, kurang hati-hati, kesalahan pelayan, tetangga, perampok, ataupun sebab lainnya.

Lightning (Petir) :   Kerusakan atau kerugian harta yang dipertanggungkan akibat tersambar petir. Explotion (Peledakan) : Segala macam ledakan terkecuali ledakan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh tenaga nuklir.

Aircraft (Kejatuhan Pesawat Terbang) :   Kerusakan dan/atau kerugian atas harta benda yang dipertanggungkan akibat Kejatuhan Pesawat Terbang atau Benda-benda yang jatuh dari Pesawat Terbang.

Smoke (Asap) : Asap yang berasal dari harta benda dan/atau kepentingan  yang dipertanggungkan pada polis atau polis lain yang berjalan serangkai dengan polis ini untuk peserta yang sama. 

B.   Simulasi Perhitungan Premi Asuransi Kebakaran

Perhitungan Premi Kebakaran Rumah Tinggal : 

Misalkan RUMAH TINGGAL dengan rincian sebagai berikut :                    Taksiran nilai Bangunan (minus harga tanah)                Rp.  500.000.000 ,-
Perabot Rumah (Meubel, Elektronik dan lain-lain)         Rp.  100.000.000 ,- + 
Nilai Pertanggungan                                                      Rp.  600.000.000 ,-

Basic Premium : 0.58/1,000 x Nilai Pertanggungan   =    Rp. 348,000,-    
Bea Polis dan Materai                                                     Rp.   34,000 .-  +
Total Premi Asuransi Kebakaran  :                                   Rp.   382,000 ,-

C.   Perluasan Jaminan

Ada premi tambahan untuk perluasan jaminan kerusakan akibat   :

  •    Kerusuhan, pemogokan dan perbuatan jahat (4.1A)
  •    Tertabrak Kendaraan 
  •    Kerusuhan, pemogokan dan perbuatan jahat + huruhara (4.1.B)
  •     Banjir, topan, badai kerusakan karena air (4.3)
  •     Pembersihan puing-puing (4.4)
  •     Tanah longsor (4.10)
  •     Menjamin obyek penyebab terjadinya arus pendek (4.12)
  •     Terbakar sendiri (4.13)

D.    Data yang Diperlukan untuk Closing Asuransi Kebakaran

Objek Pertanggungan  :

Objek Pertanggungan  Asuransi Kebakaran adalah semua jenis Bangunan dengan segala macam kegunaan dan atau isinya.

Pemegang Polis Asuransi  :

     Setiap orang pemilik Bangunan dan atau isinya.
     Bank atau Lembaga Keuangan yang memberikan dana untuk
       pembelian bangunan dan dijadikan agunan.

Detail Penutupan Asuransi Kebakaran :

    Fungsi atau kegunaan bangunan
    Lokasi atau letak bangunan
    Nilai Bangunan dan isi dalam bangunan
    Kondisi lingkungan sekitar letak bangunan (kiri, kanan, depan
      maupun belakang dari bangunan itu)
    Komponen pembentukan dari bangunan (seperti atap, dinding,
      lantai, tiang, tangga, rangka dan lain-lain)
    Informasi lain terkait dengan kepemilikan bangunan tersebut.

E.    Prosedur Klaim Asuransi Kebakaran

1.   Memberi laporan telepon 1x 24 jam disusul laporan tertulis dilengkapi
      dokumen pendukung
2.   Surat pengajuan klaim
3.   Estimasi klaim yang diajukan.

Bila diperlukan Insurer menunjuk "Lost Adjusters" untuk melakukan penelitian dan perhitungan kerugian.

F.    Pengecualian

Risiko umum yang dikecualikan adalah kerugian akibat  :

  •    Pencurian dan sejenisnya 
  •    Kesengajaan dan sejenisnya
  •    Kebakaran hutan dan sejenisnya
  •    Akibat bahan peledak dan sejenisnya
  •    Nuklir, radioaktif dan sejenisnya
  •    Kehilangan keuntungan (business interuption) dan sejenisnya
  •    Perang, invasi dan sejenisnya

Risiko khusus yang dikecualikan adalah kerugian akibat ;

  •    Kerusuhan, huruhara, pemogokan kerja, pembangkitan rakyat,
         terorisme & sabotase dan sejenisnya
  •    Banjir, topan, badai dan kerusakan karena air
  •    Gempa bumi, gunung meletus dan tsunami
  •    Tanah longsor
  •    Tertabrak kendaraan dan asap industri
  •    Pembersihan puing

Harta Benda/kepentingan yang dikecualikan  :

   Api atau panas timbul sendiri atau karena sifat barang itu sendiri
    Penyebab hubungan arus pendek
    Barang milik pihak lain yang disimpan atas dasar percaya/komisi
    Kendaraan/alat transportasi (kecuali dirinci pada ikhtisar polis)
    Logam mulia, emas, permata dan sejenisnya
    Barang antik/seni dan sejenisnya
    Naskah, desain, gambar, pola dan sejenisnya
    Dokumen, surat2 berharga, meterai dan sejenisnya
    Software, chip dan sejenisnya
    Pondasi, basement, pagar Pohon, hewan dan sejenisnya
   Tanah, saluran air, waduk, jalan, jembatan dan sejenisnya
  • Hubungi :
    Phone : +62 815 8525 9555 SMS 0897 8262 195
    Email   : yusuf.edyempi@yahoo.com

    Yusuf Zulkarnain

  •             Biarkan kami melayani Anda

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Sejarah Singkat Asuransi Kebongkaran

     

    ASURANSI KEBONGKARAN (BURGLARY INSURANCE) adalah Produk asuransi kerugian (general insurance) yang memberikan jaminan resiko akibat dari kebongkaran (baik karena pencurian maupun perampokan) yang disertai dengan kekerasan dan pengrusakan dari objek tertanggung.

    Tingginya tingkat kriminalitas, khususnya pencuriimagean dan perampokan di kota kota besar,   seperti JAKARTA   menyebabkan
    masyarakat imagemelakukan berbagai usaha preventif seperti menggaji jasa Satuan Pengamanan, penggunaan CCTV, Kamera deteksi panas untuk memantau area gelap atau rimbunnya pepohonan yang rawan penyusup,  system alarm dini, sistem keamanan lingkungan, memelihara anjing penjaga dan bahkan membentengi rumah dengan pagar tinggi serta tertutup rapat. Namun kasus pencurian yang disertai dengan kekerasan masih tetap terjadi sehingga menimbulkan kerugian financial cukup besar.

    Jika semua usaha pengamanan terhadap harta benda dirasakan belum memadai maka Anda membutuhkan solusi untuk kebutuhan rasa aman dengan membeli premi Asuransi Kebongkaran (Pencurian dan Perampokan). Tetapi untuk Penutupan asuransi kebongkaran diwajibkan lebih dahulu menutup asuransi kebakaran dengan akhir periode yang sama. Mengapa harus demikian ? Sebab sejarah awalnya asuransi Kebongkaran merupakan perluasan jaminan atau endorsement dari polis asuransi kebakaran.

    clip_image001

    Sejarah Singkat

    Perusahaan yang pertama kali menjual produk asuransi yang menjamin kebongkaran dan pencurian adalah the Property Protection Insurance Company pada tahun 1846 dan the General Indemnity Insurance Company sekitar tahun 1853. Namun sayangnya tidak diketahui sejauh mana perkembangan produk tersebut.

    Pada tahun 1897 seorang underwriter Lloyd menyetujui perluasan jaminan asuransi kebakaran dengan melekatkan sebuah endorsement yang menambah resiko pembongkaran semata-maa karena tambahan saja. Dalam perkembangannya permohonan akan jaminan pembongkaran ini semakin banyak. Akhirnya pada tahun 1889 berdiri the Merchantile Accident and Guarantee Insurance Company of Glasgow. Walaupun jumlah polis yang terjual cukup banyak pada saat itu, yaitu 6.364 polis dengan premi 4,638 poudsterling, namun dalam kurun waktu satu tahun kemudian terjadi klaim yang cukup besar sehingga akhirnya perusahaan diambil alih oleh the Scottish Alliance Insurance Company.

    Sebelum PD I (1914-1918) terjadi tingkat kejahatan yang tinggi, maka setelah perang berakhir terjadi peningkatan permintaan asuransi kebongkaran terutama setelah munculnya produk asuransi "Householders Comprehensive" pada tahun 1920 yang mencakup jaminan kebongkaran.

    Tingkat kejahatan termasuk pembongkaran rumah meningkat tajam selama beberapa tahun pasca PD II, asuransi kebongkaran pun mengalami masa yang tersulit dalam sejarahnya akibat tingginya klaim. Akibatnya, rate asuransi terpaksa dinaikkan berkaitan pula dengan semakin meluasnya jaminan tambahan.

    Jika melihat sejarah asuransi kebongkaran (Burglary)  yang bermula dari perluasan jaminan asuransi kebakaran, maka hingga saat ini satu syarat untuk menutup asuransi kebongkaran adalah bangunan yang berisi harta benda tersebut harus sudah dijamin oleh asuransi kebakaran terlebih dulu.

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    History of Burglary Insurance

     

    One of products of PT. ASURANSI TAKAFUL UMUM is Burglary Insurance, but this product must be associated and preceded by closure of Fire Insurance. So what is Burglary Insurance ?  BURGLARY INSURANCE is a general insurance product which guarantees the risk of burglary (whether due to theft or robbery), accompanied by violence and destruction of the insured object.

    Increasing number of cases of theft and robbery in big cities cause people to do various prevention efforts such as the use of CCTV, alarm systems, maintaining guard dogs and even fortify houses with high fences and closed. However, cases of theft accompanied by violence still occur, causing considerable financial losses.

    image clip_image002If all security efforts for protecting your property be felt inadequate then to meet the security needs, the solution is to buy Burglary insurance (guarantee risks of Theft and Robbery). But for the Closure of Burglary Insurance is required prior to close fire insurance. Why should it? Because the history of insurance initially broken into an extension of the guarantee or endorsement of fire insurance policy.

     

    clip_image001  Brief History

    The first company to sell insurance products that guarantee theft and Robbery was the Property Protection Insurance Company in 1846 and then followed the General Indemnity Insurance Company around 1853. But unfortunately not known how far the development of such products.

    In 1897 a Lloyd's underwriter approved the extension of fire insurance coverage by attaching an endorsement that increase the risk of theft and Robbery solely because of the additional course. And further, application for burglary (theft and robbery) collateral was more and more. Finally established the Mercantile Accident and Guarantee Insurance Company of Glasgow. Although the number of policies sold pretty much at that time, 6.364 policy with a premium of 4.638 poudsterling, but within a period of one year later there were big claims so that eventually the company was taken over by the Scottish Alliance Insurance Company.

    Before World War I (1914-1918) there was a high crime rate, then after the war ended there was an increase demand for Burglary insurance especially after the emergence of insurance products "Householders Comprehensive" in 1920 which includes theft and robbery guarantees .

    Crime rate increase sharply, including demolition of the house for several years after World War II. Burglary insurance  was experiencing the most difficult period in its history due to high claims. As a result, insurance rates had increased also related to the expanding additional warranty.

    Looking at the historical development of Burglary Insurance that stems from the expansion of fire insurance coverage, so to this day one of the requirements for closing Burglary insurance of property,  the building containing the property must already be secured by the first fire insurance.

     

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Foto-foto Pasca Gempa New Zealand

     

    Gempa bumi dahsyat yang melanda kota Christchurch, Selandia Baru, Selasa, 22 Februari 2011 menyebabkan Industri Asuransi menanggung rugi hinggai 11,5 miliar dollar Selandia Baru  setara dengan US$ 8,6 miliar seperti diinformasikan sehari kemudian (23/02/2011) perusahaan  pemodelan bencana AIR Worldwide, punya spesialisasi memperhitungkan klaim asuransi gempabumi. Kekuatan magnitudo  6,3 SR memang lebih rendah  dari gempa  6 bulan sebelumnya namun kerusakannya jauh lebih parah.   

    Berita sebelumnya menyebutkan, titik pusat gempa berjarak 40 km dari Christchurch. Namun ahli seismologi memprediksikan, epicentrum berjarak 20 km pada kedalaman 5 km. Getaran terasa hingga Ibukota Wellington dan Kota Dunedin. Warga menuturkan, getaran gempa berlangsung selama kurang dari satu menit. Gempa ini juga merupakan yang terbesar sejak gempa berkekuatan 7,1 SR pada 4 September 2010 lalu.

    Gempa Selandia baru ini terjadi pada siang hari. Saat itu, banyak warga kembali melanjutkan rutinitas usai jam istirahat. Gempa ini menghantam selatan timur kota dengan kedalaman 5 kilometer dan menyebabkan kerusakan luas. Kerugian sementara yang ditaksir mencapai US$ 3 miliar.
    Gempa kuat tersebut juga memicu kebakaran dan keruntuhan pada bangunan di kota terbesar kedua Selandia Baru, Christchurch.

    clip_image001[8]

    clip_image001[6]

    clip_image001

    image

    clip_image001[4] 

    clip_image001[10]

    clip_image001[12]

    clip_image001[14]

    Mudah-mudahan ini membangkitkan empati kita akan penderitaan orang lain dan dapat menyentakkan kewaspadaan kita, karena berdasar struktur geo-morfologi Jakarta berada diatas formasi geologi tanah lunak sedimentasi lempung dan lempung pasir, terutama di Jakarta bagian utara. Potensinya sama dengan gempa Mexico City 1985.

    ( The End )

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Bagaimana Perasaanmu Jika Jakarta dinyatakan bukan zone Aman Gempa?


    Lalu datang gempa menimpa mereka dan mereka pun bergelimpangan mati di dalam reruntuhan rumah mereka (QS Al A’raf (7) : 78 dan 91).
    Manusia tidak pernah tahu kapan terjadinya.  Ramalan bencana justru membangkitkan kepanikan massal. Sementara pengetahuan tentang kapan dan dimana akan terjadi bencana sama halnya dengan pengetahuan tentang kapan dan dimana kematian akan hadir adalah wilayah domain Allah. Saat terjadi bencana dahsyat pun manusia tidak berdaya mencegah atau menghindar. Analisa dan kajian bencana bersifat pragmatis untuk kepentingan kebijakan mengantisipasi dan penanganan pasca bencana.
    Lalu apa yang harus kita lakukan jika dinyatakan JAKARTA dikepung sumber gempa? Cara paling efektif adalah membangun gedung dengan kontruksi tahan gempa yang sesuai dengan standar wilayah Jakarta. Dan juga diperlukan tindakan menekan resiko yang harus ditanggung akibat gempabumi dengan ASURANSI GEMPABUMI dan Asuransi Kebakaran. 
    JAKARTA DIBAWAH ANCAMAN GEMPA
    Ahli gempa LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, meski patahan aktif belum dideteksi  sejarah mencatat gempa besar melanda Jakarta th. 1699, 1780 dan 1852. Ia menyebut sejarah gempa selalu berulang dalam periode tertentu. Peringatan bagi  9 juta penduduk agar siap menghadapi skenario terburuk. Jakarta dikepung sesar aktif Selat Sunda sebagai rentetan  patahan besar sesar Semangka di pantai barat Sumatera dan patahan lain di Jawa Barat serta zone subduksi selatan Jawa. 
    clip_image0017_thumb1[1][3]Kepanikan Gempabumi di Jakarta (ANTARA/Andika Wahyu)
    Peringatan Danny pun berdasar. Mengutip Berita dari VIVA news (Rabu, 24 November 2010, 07:12 WIB). Menurut peta gempa 2010, Jakarta ternyata termasuk rawan. Tingkat kerentanan Jakarta terhadap gempabumi naik probabilitasnya. Pada 2002, masih tercatat angka 0,15 g (gravitasi). Kini, pada 2010 naik menjadi 0,2 g.
    Menurut Jehansyah Siregar, pengamat perkotaan alumni ITB, ketahanan gedung di Jakarta diragukan. Saat gempa melanda Jakarta tahun lalu, banyak gedung retak. “Seandainya terkena gempa lebih hebat saya ragu apakah gedung itu akan bertahan dan tidak kolaps,."  Karena gempa yang terjadi di Jakarta hanya terimbas IV mmi dari gempa 7,3 SR di Tasikmalaya. Dia menilai standar toleransi gempa di Jakarta 7 SR dan ditambah lagi 20 persen, cukup memadai. Tapi pertanyaannya apakah pembangunan gedung sudah memenuhi standar?
    Ketahanan gedung dalam menghadapi gempa tidak terlihat. "Harus dilihat seperti apa pondasi gedung itu, berapa kedalamannya dan materi yang digunakan." Artinya, pengawasan standar keamanan pembangunan gedung harus ketat. Seperti di Jepang, jika ada Developer ketahuan membangun gedung di bawah standar pasti dihukum. "Bahkan menjadi berita nasional. Karena mengancam jiwa banyak orang."
    LIPI telah memperingatkan gedung di Jakarta untuk mengantisipasi gempabumi. LIPI menyebutkan adanya patahan di Jakarta yang melintang dari Ciputat sampai kawasan Kota (Sesar Ciputat). Dibuktikan adanya sumber air panas di Gedung Arsip Nasional.  Sesar itu  patahan tua dan berstatus tidak aktif. Tapi bisa terbangun  jika "digelitik" oleh gempabumi di atas 7 SR.
    ( Wabillaahit taufiq wal hidayah )

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Ancaman Gempabumi Besar : Jakarta Belum Siap Menghadapi


    Lalu datang gempa menimpa mereka dan mereka pun bergelimpangan mati di dalam reruntuhan rumah mereka (QS Al A’raf (7) : 78 dan 91).
    Setiap bencana besar datang sangat tiba-tiba, tidak ada satu makhluk pun dapat memperkirakan kapan kedatangannya. Manusia pun hanya bisa memperkirakan kemungkinan berdasarkan ilmu pengetahuan namun
    masalah waktu hanya menjadi rahasia Allah. 
    Selama tinggal di Jakarta 15 tahun terakhir, saya merasakan getaran gempa 6 kali. Timbul pertanyaan, amankah keberadaan gedung tinggi di Jakarta? Seberapa jauh Jakarta mengantisipsi dampak kerusakan jika terjadi gempabumi besar? Seberapa besar kesadaran warga Jakarta  menggunakan Asuransi Kebakaran dan Gempabumi? 
    Menurut sumber authentic sejarah yang ditulis Belanda dan Inggris, Jakarta pernah mengalami beberapa kali gempabumi besar yang menimbulkan kerusakan signifikan. Dalam kurun 3 abad terakhir ada 4 gempabumi besar melanda Jakarta pada tahun 1699, 1780, 1852 dan gempa akibat letusan krakatau 27 Agustus 1883.
    Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur, Jendral Britania Raya di Hindia Belanda saat Inggris menguasai wilayah ini, tahun 1811 – 1816, mencatat dalam bukunya History of Java, sebagai berikut :
    “ Gempabumi tahun 1699 berpusat di selatan Gunung Gede. Gempabumi 
       ini memuntahkan lumpur dari perut bumi. Lumpur pun menutup aliran
       sungai hingga menyebabkan kondisi lingkungan tak sehat yang  parah”
    Menurut sumber Encyclopedy of World Geography, gempabumi pada tahun 1699 menyebabkan sungai Ciliwung  di Batavia tertutup lumpur, pohon-pohon bertumbangan sehingga terjadi banjir.
    Lalu apa jadinya Jakarta, jika gempa seperti itu berulang lagi saat ini. Banjir Lumpur dan tidak ada lagi banyak pohon bertumbangan tetapi diganti dengan gedung-gedung tinggi roboh. Kekacauan lalulintas, rusaknya jaringan pipa air minum dan listrik yang sudah menjadi kebutuhan dasar metropolitan dan kebakaran besar akibat konsleiting listrik. Sebuah mimpi buruk yang mungkin saja terjadi lagi dan kebutuhan asuransi kebakaran dan asuransi gempabumi pun ada di depan mata.
    OK. Sekarang seberapa siap kota Jakarta menghadapi ancaman gempabumi besar. Saat ini ada peraturan gedung-gedung yang dibangun, harus memenuhi standar tahan gempa hingga 8 Skala Richter. Menurut Hermawan Sarwono, Direktur Utama perusahaan kontraktor umum PT Insani Daya Kreasi, gedung-gedung di Jakarta yang dibangun pasca 1989 sudah harus memenuhi persyaratan struktur gedung dan kinerja struktur gedung sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 1989.
    “Bahkan, standarisasi pembangunan gedung tahun 2002, ditingkatkan lagi melalui SNI 03-1726-2002 yang jauh lebih ketat dari standar SNI 1989,” kata Hermawan. Menurut Masyhur, ada beberapa tahapan yang perlu dilewati dalam sebuah perencanaan bangunan di Jakarta agar tahan gempa.
    Pertama, harus diketahui goyangan atau percepatan di batuan dasar. Angka ini bisa diperoleh dari Peta Gempa Indonesia 2010, di mana percepatan di batuan dasar (Peak Base Acceleration/ PBA) Jakarta adalah 0.19 g (g = gravitasi bumi = 981 cm per detik kuadrat)  untuk 10 persen kemungkinan terjadinya dalam 50 tahun dan untuk periode ulang gempabumi 475 tahunan.
    Artinya ada siklus periode ulang gempabumi besar. Jika dikaitkan sejarah gempa besar dalam 3 abad terakhir, ada selang 81 tahun, 72 tahun, 31 tahun dan 128 terakhir tidak terjadi gempa besar. Maka selama itu terjadi akumulasi energi di perut bumi dan variable lain yang akan memperbesar potensi gempa yang akan datang. Maka aturan tentang standardisasi bangunan tahan gempa harus diterapkan secara sangat ketat.
    Setelah itu, perlu diketahui percepatan di permukaan dengan menghitung efek kondisi tanah setempat, misalnya apakah tanah lunak atau tanah keras. Untuk Jakarta, goyangan di batuan dasar bisa saja sama, namun goyangan permukaan tanah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan berbeda, karena perbedaan tanah atau formasi geologis. Jakarta bagian Utara lebih rentan karena berada diatas lapisan tanah endapan yang lunak.
    Yang terakhir, perlu diperhitungkan goyangan di bangunannya sendiri, yang didasarkan pada perilaku bangunan tersebut. "Dengan mengetahui goyangan pada bangunan, maka dapat dihitung besarnya gaya gempa pada bangunan,” kata Masyhur.
    Padahal, hingga kini Jakarta belum memiliki peta mikrozonasi gempa, yang bisa secara lengkap menyediakan informasi peta kelabilan tanah, termasuk angka percepatan/ goyangan di permukaan tanah di masing wilayah Jakarta. “Sayangnya di Jakarta kita tidak punya,” kata Masyhur.
    Ketidaksiapan Jakarta dalam menghadapi Gempabumi Besar diperparah lagi dengan kepadatan penduduk dan gedung-gedung yang tidak memperhatikan aspek bangunan tahan gempa.
    ”Bagaimanapun juga, gempa tidak akan membunuh manusia. Tapi, bangunan roboh yang bisa membunuhnya.”
    THE END

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Analisa Geologis Potensi Dampak Kerusakan Jakarta Earthquake


    BENCANA : UJIAN BAGI ORANG BERIMAN DAN TIDAK BERIMAN
    Ada yang melukai hati korban Gempa Aceh dan Padang.  pasca gempa besar beredar opini inilah Hukuman Tuhan  sedang mereka muslim taat. Si jahil yang hobbi mereka-reka angka dan tanda-tanda alam sebagai firasat segera menyebarkan isu via SMS, FB, Twitter dan situs mengkaitkan gempa dengan fakta tidak relevan. Seperti situs dibawah ini.
    Wahai Publisher http://thephenomena.wordpress.com  bertobatlah dari  Thiyaroh (menganalisa firasat/angka yg sebenarnya fenomena alam biasa tapi dikait-kaitkan dengan takdir). Jika Anda Muslim, ingatlah : “Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik -tiga kali-.” (HR. Abu Daud no. 3910).
    Padang, 30 September 2009 beredar isu meresahkan. Gempa susulan pkl. 17.58 WIB. Angka 17.58 mereka kait-kaitkan dengan surat 17 ayat 58 :
    "Tak ada suatu negeri (durhaka penduduknya) melainkan Kami binasakan sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab sangat keras.”    Seolah mereka durhaka yang pantas azab Allah.  
    Gempa Kerinci, 01 Oktober 2009 pkl 08.52 WIB. Angka 08.52 dikait-kaitkan Surat 8 ayat 52 : "(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut2-nya serta orang2 sebelumnya. Mereka ingkari ayat2 Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya."  
    Jika musibah terjadi, para sahabat Nabi menahan diri dari berkomentar hingga menanyakan sendiri pada Nabi : “Kenapa itu terjadi?”  Nabi pun tidak segera menjawab hingga memperoleh wahyu. Kita beriman bahwa setiap kejadian karena kehendak Allah, tetapi salah besar jika berasumsi sendiri kenapa Allah melakukannya.
    “ Lalu saat mereka digoncang gempa. Musa berkata, 'Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki tentu Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang2 kurang
    akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki.”  (QS Al-A'raf [7]: 155). Tetapi mungkinkah gempabumi besar terjadi di JAKARTA ? 
    MOMEN KEPANIKAN GEMPA JAKARTA
    Masih dalam ingatan Safarudin, Rabu, 2 September 2009, 14.55 wib, tukang ojek yang mangkal dekat gedung Wisma Nusantara. Ia terhenyak ketika tanah bergoyang keras.
    “Kreeek…kreeek,” terdengar dari atas gedung, begitu keras di tengah deru mobil sekitar Bundaran HI yang padat. Safar menengadah, gedung jangkung di sekelilingnya berayun-ayun seolah hendak rubuh. Orang-orang dari dalam gedung terbirit-birit berhamburan keluar. “Gempa…gempa.”
    Sianto Wongjoyo, Manajer di Dell Indonesia ‘terperangkap’ saat rapat di Lantai 48 dari 57 lantai yang ada.di gedung Menara BCA Jakarta. Biasanya ia tidak terlalu sensitif terhadap gempa. Namun kali ini berbeda. Lantai bergoyang, kaca kantor bergetar, dinding berderak.
    Sesaat kemudian gempa berhenti, semua orang dievakuasi menyusuri tangga darurat satu per satu. Jarak 48 lantai membuatnya capek. Begitu juga dengan ribuan pengunjung dan karyawan yang berkantor di gedung sekitarnya. Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Wisma Nusantara dan Hotel Nikko dan sekitar 1400 gedung tinggi lain.
    Setidaknya peristiwa itu mengingatkan bahwa Jakarta bukan tempat aman dari ancaman gempa.
    POTENSI KEKUATAN GEMPABUMI YANG MENGANCAM JAKARTA
    JAKARTA dikepung sesar aktif Selat Sunda dan patahan di Jawa Barat serta patahan besar selatan Jawa yang sering menjadi sumber gempa Jakarta.
    clip_image001
    Merah     -    Gempa Selat Sunda 16 Oktober 2009 (USGS) 
    Kuning    -    Ditemukan Gunung Bawah Laut Raksasa dengan 
                        ketinggian diatas 4.000 meter dan diameter 50 km 
                        di perairan barat Bengkulu.
    Jakarta memiliki formasi geologi muda. Lapisan paling atas tanah lunak terdiri lempung - lempung pasiran dari endapan periode Holosen Akhir (12 ribu tahun). Dibawahnya alluvial vulkanik dari zaman Pleistosen Akhir.  Dibawahnya endapan marine dan non-marine dari periode Pleistosen Awal (2.588 juta tahun). Paling bawah batuan  periode Tersier.
    Ir Engkon K Kertapati, peneliti Pusat Survei Geologi – Badan Geologi, mengatakan bahwa Jakarta berada di atas tanah yang sangat rentan guncangan gempa. Secara geologis, Jakarta terbagi dua ; Jakarta bagian utara dengan lapisan tanah lunak dan Jakarta bagian selatan dengan lapisan tanah relatif lebih padat.
    Jakarta utara paling rawan mengalami proses likuifaksi (tanah amblas). Sifat tanahnya merambatkan getaran gempa sehingga  mengalami amplifikasi  (perbesaran) guncangan terhadap gedung di atasnya. Formasi geologi ini membuat Jakarta ikut merasakan guncangan meski episentrum gempa 200 km.  Saat itu Jakarta Utara mengalami amplifikasi gempa 2 kali lipat dan selatan Jakarta mengalami amplifikasi gempa sebesar 1,5 kali lipat.
    Bila gempa Tasik magnitudo lebih dari 8 SR, akan berdampak mematikan, seperti di Meksiko tahun 1985. Kekuatan gempa Meksiko 8,1 SR dan pusat gempa terjadi dibawah garis pantai Pasifik Meksiko. Episentrum berjarak 380 km namun mampu membuat kerusakan hebat Mexico City.
    Badan survei geologi AS, USGS, menyebutkan, setidaknya 9.500 tewas, 30 ribu terluka, lebih dari 100 ribu menggelandang karena rumah mereka hancur, 412 bangunan tumbang dan 3.124 bangunan rusak di Mexico City, Kerugian mencapai US$ 3 – 4 miliar. 60 persen bangunan di daerah lain seperti Ciudad Guzman, Jalisco juga musnah.
    Lalu kenapa episentrum begitu jauh tetap bisa mengoyak Mexico City? Ternyata kota itu berdiri diatas endapan lempung vulkanik berusia kurang dari 2.500 tahun. Sehingga getaran gempa di permukaan bisa mengalami amplifikasi antara 4-5 kali, dan amplifikasi gempa pada bangunan bisa mencapai 21 kali lipat dari getaran di batuan dasar.
    Ini peringatan bagi Jakarta karena Struktur  geologis lapisan tanah kurang lebih sama dengan Mexico City, diatas lapisan tanah lunak, endapan pasir dan tanah lempung.

    Berikut ilustrasi gambar kasus gempa Mexico City.
    clip_image002Ilustrasi pengaruh gempa dari episentrum 380 KM terhadap struktur geologis tanah Mexico City
    Ada sesar-sesar aktif  siap ‘menyuplai’ getaran ke Jakarta. Di antaranya Sesar Cimandiri dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan tanah 4 mm per tahun, sesar Lembang dengan magnitudo gempa 6,5 SR dan kecepatan pergerakan tanah 1,5 mm, dan Sesar Sunda dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan 5 mm.
    Belum lagi sesar Ciputat terbujur dari Ciputat hingga Kota. Ahli Gempa LIPI, Dr Danny Hilman Natawidjaya, mencurigai sesar ini dari keberadaan mata-air panas di Gedung Arsip Nasional. Ancaman utama bagi Jakarta adalah gempa dangkal dari zona Subduksi (Megathrust) selatan Jawa.
    ARTIKEL TERKAIT   :
    <Wa billaahit taufiq wal hidayah >

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    Simulasi Asuransi Rumah Tinggal

    clip_image002[4]

    Dengan hormat,

    Takaful adalah perusahaan asuransi pertama di Indonesia yang sepenuhnya beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Bersama ini kami menawarkan :

                JAMINAN PERLINDUNGAN BANGUNAN DARI RESIKO-RESIKO
    1. Fire (Kebakaran) :   Kebakaran yang ditimbulkan oleh api sendiri, akibat kurang hati-hati, kesalahan pelayan sendiri, tetangga, perampok, ataupun sebab lainnya.
    2. Lightning (Petir) :   Kerusakan dan/atau kerugian terhadap harta benda yang dipertanggungjawabkan akibat tersambar petir.
    3. Explotion (Peledakan) : Segala macam ledakan terkecuali ledakan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh tenaga nuklir.
    4. Aircraft (Kejatuhan Pesawat Terbang) :   Kerusakan dan/atau kerugian atas harta benda yang dipertanggungkan akibat Kejatuhan Pesawat Terbang atau Benda-benda yang jatuh dari Pesawat Terbang.
    5. Smoke (Asap) : Asap yang berasal dari harta benda dan/atau kepentingan  yang dipertanggungkan pada polis atau polis lain yang berjalan serangkai dengan polis ini untuk peserta yang sama. 
       

    PERLINDUNGAN BANGUNAN sesuai dengan jaminan standar Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) dari DEWAN ASURANSI INDONESIA. Tarif standar premi 0.58 Perseribu. Dan tarif akan disesuaikan dengan peruntukan bangunan di sekitar rumah tersebut.

    Perhitungan Premi Kebakaran Rumah Tinggal : 

    Misalkan RUMAH TINGGAL dengan rincian sebagai berikut :                    Taksiran nilai Bangunan (minus harga tanah)                  Rp.  500.000.000 ,-
    Perabot Rumah (Meubel, Elektronik dan lain-lain)         Rp. 100.000.000 ,-+   Nilai Pertanggungan                                                        Rp. 600.000.000 ,-

    Untuk pertanggungan di bawah Rp. 2 Milyar tidak dilakukan survei.

    Premi per Tahun :     0.58/1,000 x Nilai Pertanggungan = Rp. 348,000 ,-
    Bea Polis dan Materai                                                       Rp.   34,000 .-  +
    Total Premi Asuransi Kebakaran :                           Rp. 382,000 ,-

    Jika dikehendaki dapat ditambahkan perluasan Jaminan Resiko Banjir, Angin Topan & Badai, Tanah Longsor, Kerusuhan dan huruhara, Gempabumi atau resiko Pencurian/Kebongkaran dan Pembersihan Puing.

    Mudah-mudahan dapat memenuhi kebutuhan Bapak dan Ibu akan rasa aman atas harta benda yang dimiliki.

    clip_image003

    Hormat kami,
    PT. ASURANSI TAKAFUL UMUM

    Yusuf Zulkarnain
    Marketing Division

    <Billaahit taufiq wal hidatah … >

    READ MORE ... Monggo di-Klik

    TAKAFUL Asuransi Kebakaran (Fire)

     
    ASURANSI KEBAKARAN

    Program yang mengganti kerugian atas kerusakan atau kehilangan bangunan yang disebabkan oleh resiko kebakaran, kejatuhan pesawat terbang, sambaran petir, peledakan dan asap.

    Jaminan pertanggungan diberikan pada harta benda berupa bangunan rumah atau gedung sekolah, kantor, hotel, rumahsakit, pabrik, toko, dan lain-lain, berikut isinya (perabotan, perlengkapan, furniture, mesin-mesin, persediaan bahan baku serta barang jadi dan lain-lain).

    Risiko-risiko yang dijamin di dalam polis Asuransi Kebakaran terdiri dari 2 (dua) bagian besar yaitu :
    A. Jaminan Standar sesuai Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia
    B. Jaminan Tambahan atau Perluasan

    A. Jaminan Standar

    • Fire (Kebakaran) :   Kebakaran yang ditimbulkan oleh api sendiri, akibat kurang hati-hati, kesalahan pelayan sendiri, tetangga, perampok, ataupun sebab lainnya.
    • Lightning (Petir) :   Kerusakan dan/atau kerugian terhadap harta benda yang dipertanggungjawabkan akibat tersambar petir.
    • Explotion (Peledakan) : Segala macam ledakan terkecuali ledakan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh tenaga nuklir
    • Aircraft (Kejatuhan Pesawat Terbang) :   Kerusakan dan/atau kerugian atas harta benda yang dipertanggungkan akibat Kejatuhan Pesawat Terbang atu Benda-benda yang jatuh dari Pesawat Terbang.
    • Smoke (Asap) : Asap yang berasal dari harta benda dan/atau kepentingan  yang dipertanggungkan pada polis atau polis lain yang berjalan serangkai dengan polis ini untuk peserta yang sama. 


    B. Jaminan Tambahan atau Perluasan

    Dengan tambahan Premi, maka jaminan Standard Asuransi Kebakaran Indonesia dapat diperluas dengan jaminan tambahan yang diinginkan.
    Jaminan Terhadap Kerusakan Akibat :

    •    Kerusuhan, pemogokan & perbuatan jahat (4.1A/2007 – endorsemen
           kerusuhan)
    •    Tertabrak Kendaraan 
    •    Kerusuhan, pemogokan danperbuatan jahat + huruhara (4.1BB/2007 -     endorsment huruhara)
    •    Banjir, topan, badai kerusakan karena air (4.3)
    •    Pembersihan puing-puing (4.4)
    •    Tanah longsor (4.10)
    •    Arus pendek(4.12), menjamin obyek penyebab terjadinya arus pendek
    •    Terbakar sendiri (4.13)
    •    Biaya-biaya Pembersihan Puing

    Objek Pertanggungan :
    Objek Pertanggungan untuk jenis Asuransi Kebakaran ini adalah segala jenis Bangunan dengan segala macam kegunaan (okupasi), dan atau isinya (di luar harga tanah).

    Tertanggung :
    Yang dapat menjadi tertanggung dalam polis Asuransi Kebakaran adalah:

    •    Setiap orang pemilik Bangunan dan atau isinya.
    •    Bank atau Lembaga Keuangan lain yang memberikan dana untuk
           pembelian dan bangunan dimaksud dijadikan agunannya.

    Informasi yang Diperlukan Penutupan Asuransi Kebakaran :
    •    Fungsi atau kegunaan bangunan
    •    Lokasi atau letak bangunan
    •    Nilai Bangunan dan isi dalam bangunan 
    •    Kondisi lingkungan sekitar letak bangunan (kiri, kanan, depan
           maupun belakang dari bangunan itu)
    •    Komponen pembentukan dari bangunan (seperti atap, dinding,
           lantai, tiang, tangga, rangka dan lain-lain)
    •    Informasi lain terkait dengan kepemilikan bangunan tersebut
    Prosedur Umum Klaim :
    • 1.   Memberikan laporan melalui telepon 1x 24 jam, disusulkan dengan
            laporan tertulis serta melengkapi dokumen pendukung
    • 2.   Surat pengajuan klaim
    • 3    Estimasi klaim yang diajukan.
    • Bila diperlukan Perusahaan Asuransi akan menunjuk "Lost Adjusters" untuk melakukan penelitian dan perhitungan kerugian.
    Risiko-risiko umum yang dikecualikan, adalah kerugian/ kerusakan akibat :
    •    Pencurian dan sejenisnya 
    •    Kesengajaan dan sejenisnya
    •    Kebakaran hutan dan sejenisnya
    •    Akibat bahan peledak dan sejenisnya
    •    Nuklir, radioaktif dan sejenisnya
    •    Kehilangan keuntungan (business interuption) dan sejenisnya
    •    Perang, invasi, tindakan musuh asing dan sejenisnya
    Risiko_risiko khusus yang dikecualikan, adalah kerugian / kerusakan akibat ;
    •    Kerusuhan, huruhara, pemogokan kerja, pembangkitan rakyat,
           terorisme & sabotase dan sejenisnya
    •    Banjir, topan, badai dan kerusakan karena air
    •    Gempa bumi, gunung meletus dan tsunami
    •    Tanah longsor
    •    Tertabrak kendaraan dan asap industri
    •    Pembersihan puing-puing (removal of debris)

    Harta Benda/kepentingan yang dikecualikan, adalah :

       Api atau panas yang timbul sendiri atau karena sifat barang itu sendiri
       Penyebab hubungan arus pendek
       Barang milik pihak lain yang disimpan atas dasar percaya/komisi
       Kendaraan/alat transportasi (kecuali dirinci pada ikhtisar polis)
       Logam mulia, emas, permata dan sejenisnya
       Barang antik/seni dan sejenisnya
       Naskah, desain, gambar, pola dan sejenisnya
       Dokumen, surat2 berharga, meterai dan sejenisnya
       Sotware, chip dan sejenisnya
       Pondasi, basement, pagar Pohon, hewan dan sejenisnya
       Tanah, saluran air, waduk, jalan, jembatan, galangan dan sejenisnya

    READ MORE ... Monggo di-Klik
    Word of the Day

    Article of the Day

    This Day in History
    Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
    Free Backlinks Online Users

    Google Translate

    Add to Google
    Translate to 32 LANGUAGES
    Jpn
    Indonesia

    Sayangi Kendaraan Anda
    ASURANSI MOBIL SHARIAH
    contact :
    yusuf.edyempi@yahoo.com
    SMS......:...0815 8525 9555

    .

    Statistic

    danke herzlich für besuch

    free counters

    SEO for your blog

    sitemap for blog blogger web website
    Webmaster Toolkit - free webmaster tools
    Google PageRank Checker

    Recent flag visits


    bloguez.com

    STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?