<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label Sphere. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sphere. Tampilkan semua postingan

Amazing Romance Story : Kisah cinta seorang wanita mualaf Rusia

 

Sebermula … Ia seorang gadis Rusia, berasal dari keluarga penganut Katholik ortodox Rusia dan sangat fanatik. Salah seorang pedagang Rusia menawarinya untuk pergi bersama dengan sekelompok gadis ke negara teluk untuk membeli alat-alat elektronik yang kemudian akan dijual di Rusia. Demikianlah awal kesepakatan antara pedagang dengan mereka.

image

Ketika mereka telah sampai di negara  di Teluk, laki-laki itu mulai menampakkan taringnya dan mengungkapkan niat jahatnya. Ia menawarkan kepada gadis-gadis tersebut profesi tercela dunia PROSTITUSI. Ia mulai merayu dengan kelimpahan harta dan hubungan luas, sampai mereka terpedaya dan akhirnya menerima idenya, kecuali wanita satu ini. Ia nashrani sangat fanatik sehingga ia menolak.

Laki-laki itu menertawakannya seraya berkata,

“Engkau di negeri ini tersia-sia, engkau tidak memiliki apapun selain pakaian yang engkau pakai … dan aku tidak akan memberikan apapun kepadamu”.

Ia mulai menekannya, ia tempatkan wanita itu di sebuah flat bersama gadis-gadis lain dan ia sembunyikan paspor mereka. Gadis-gadis lain tidak mampu mempertahankan prinsipnya, mereka larut bersama arus … sementara ia tetap teguh menjaga kesuciannya. Setiap hari ia selalu mendesak laki-laki itu untuk menyerahkan paspor atau memulangkan dirinya ke negeri asalnya. Tetapi laki-laki itu menolak. Pada suatu hari ia berusaha mencari paspornya di flat. Setelah susah payah mencari akhirnya ia temukan. Langsung saja ia ambil paspor dan kabur.

Ia keluar menuju ke jalan raya, sementara ia tidak punya apa-apa selain pakaian yang dikenakan. Ia kebingungan, ia orang asing yang tidak tahu kemana harus pergi, tak ada keluarga, tak ada hubungan, tak ada harta, tak ada makanan dan tak ada tempat tinggal. Wanita lemah itu benar-benar kebingungan, menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba ia melihat seorang pemuda sedang berjalan bersama tiga orang wanita, ia merasa tentram dengan penampilannya.

Ia menghampirinya dan mulai berbicara dengan bahasa Rusia.Pemuda itu minta maaf karena ia tidak paham bahasa Rusia. Wanita itu berkata, “Apakah kalian bisa berbicara bahasa Inggris”. Mereka menjawab, “Ya, bisa.” Wanita itu menangis karena gembira, lalu berkata, “Aku seorang wanita dari Rusia, kisahku begini (ia menuturkan kisahnya), aku tidak punya harta dan tempat tinggal, aku ingin pulang ke negeriku, yang aku inginkan dari kalian hanyalah sekedar mau menampungku dua atau tiga hari agar aku dapat mengatur urusanku bersama keluargaku dan saudara-saudaraku di negeriku.”

Pemuda yang bernama Khalid itu merenungkan kata-katanya, ia berfikir boleh jadi wanita ini menipu! Sementara wanita itu melihat kepadanya dan menangis. Lalu Khalid bermusyawarah dengan ibu dan kedua saudara perempuannya.

Akhirnya mereka sepakat membawanya ke rumah. Ia mulai menghubungi keluarganya di Rusia, akan tetapi tidak ada yang menjawab. Jaringan telepon terputus di negeri itu! Padahal ia sudah mengulang-ulang menelpon setiap jam.

Keluarga itu tahu bahwa wanita itu seorang Kristen. Mereka berusaha untuk berlemah lembut dan santun kepadanya. Wanita itu mencintai mereka dan mereka mengajaknya untuk memeluk Islam. Akan tetapi ia menolak dan tidak ingin berpindah agama, bahkan tidak bersedia sekedar untuk diskusi tentang masalah agama sama sekali, karena ia dari keluarga ortodox yang sangat fanatik membenci Islam dan kaum muslimin!

Khalid pergi ke Pusat Islam dan Dakwah (Islamic Center) lalu membawakan untuknya beberapa buku tentang Islam berbahasa Rusia. Wanita itu membacanya dengan seksama. Setelah membaca buku-buku tersebut ia mulai bisa memahami tentang Islam. Pada akhirnya ia terkesan dan kagum dengan Islam yang baru ia kenal. Hari-hari terus berlalu sementara mereka terus berusaha meyakinkannya hingga akhirnya dia masuk Islam. Semakin hari keislamannya semakin baik. Ia mulai menaruh perhatian terhadap ajaran Islam dan semangat untuk bergaul dengan wanita-wanita shalihah. Setelah memeluk Islam ia takut kembali ke negerinya karena khawatir kembali ke agama Kristen.

Pernikahan

Karena ia telah menjadi seorang wanita yang muslimah maka akhirnya Khalid pun menikahinya. Ternyata ia lebih teguh dalam memegang dien daripada kebanyakan wanita-wanita muslimah lainnya. Pada suatu hari ia pergi bersama suaminya ke pasar, di sana ia melihat seorang wanita bercadar. Ini adalah untuk pertama kalinya ia melihat seorang wanita berjilbab yang menutupi wajahnya (bercadar). Seorang wanita berjilbab dengan sempurna, ia merasa heran dengan bentuk pakaian tersebut!! Ia berkata kepada suaminya , “Khalid, kenapa wanita itu berpakaian seperti itu? Mungkin wanita itu tertimpa penyakit yang membuat rusak wajahnya sehingga ia menutupinya?”

Khalid menjawab, “Tidak, wanita itu berhijab dengan hijab yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk hamba-hamba-Nya dan yang diperintahkan oleh Rasul-Nya.” Ia terdiam sebentar kemudian berkata, “Ya, benar, ini adalah hijab yang islami, yang dikehendaki oleh Allah untuk kita.”

Khalid berkata, “Dari mana engkau tahu?” Ia menjawab, “Aku sekarang merasakan, jika aku masuk ke pertokoan, mata-mata para pemilik toko itu tidak lepas dari wajahku! Seakan-akan mereka mau menelan wajahku sepotong-sepotong!! Kalau begitu wajahku ini harus ditutup, tidak boleh ada yang melihatnya selain suamiku saja, kalau begitu aku tidak akan keluar dari pasar ini kecuali dengan hijab seperti itu. Di mana kita bisa membelinya?”. Khalid berkata, “Tetaplah terus dengan hijabmu ini, seperti ibu dan saudara-saudara perempuanku.” Ia menjawab, “Tidak, aku ingin hijab seperti yang diinginkan Allah.”

Hari-hari terus berlalu atas wanita ini sementara tidak ada yang bertambah kecuali keimanannya. Orang-orang yang ada di sekelilingnya menyukainya, hati dan perasaan Khalid pun terkuasai olehnya.

Pada suatu hari ia melihat paspornya, ternyata hampir habis masa berlakunya dan harus segera diperpanjang. Yang paling sulit adalah paspor itu harus diperpanjang di kota tempat dulu ia tinggal. Jadi mesti pergi ke Rusia. Jika tidak, maka ia akan dianggap pendatang gelap. Khalid memutuskan untuk pergi bersamanya, karena wanita itu tidak mau bepergian tanpa disertai mahram.

Mereka berdua naik pesawat jawatan penerbangan Rusia (Russian Air Lines) sementara wanita itu tetap dengan hijabnya yang sempurna!! Ia duduk di samping suaminya dengan mantap dan penuh kewibawaan. Khalid berkata kepadanya, “Aku khawatir kita menemui kesulitan-kesulitan karena hijabmu ini.” Ia menjawab, “Subhanallah! engkau ingin agar aku mentaati orang-orang kafir tersebut dan mendurhakai Allah? Tidak, demi Allah, terserah mereka mau ngomong apa.”

Orang-orang mulai memandanginya. Dan para pramugari mulai membagi-bagikan makanan dan khamr (bir) kepada para penumpang. Tak lama kemudian khamr mulai beraksi di kepala mereka, kata-kata kasar mulai bermunculan dari orang-orang di sekelilingnya yang diarahkan kepadanya. Ada yang membuat lelucon (humor), ada yang tertawa, ada juga yang mengolok-olok. Mereka berdiri di samping wanita itu dan mengomentari dirinya. Sementara Khalid melihat ke arah mereka tanpa memahami ucapan mereka sedikitpun. Adapun wanita itu tersenyum dan tertawa serta menerjemahkan omongan mereka kepadanya. Sang suami marah, tetapi wanita itu berkata, “Jangan, jangan engkau bersedih, jangan merasa sempit dada, ini perkara kecil dibandingkan ujian dan cobaan iman yang dialami oleh para sahabat Nabi, baik yang laki-laki maupun perempuan.” Wanita itu bersabar, demikian juga sang suami, hingga pesawat itu mendarat.

Di Rusia

Khalid berkata, “Ketika kami turun di bandara, aku menyangka bahwa kami akan pergi ke rumah keluarganya dan tinggal di sana, setelah itu akan menyelesaikan pengurusan perpanjangan paspor kemudian pulang. Akan tetapi pandangan istriku ternyata cukup jauh.”Wanita itu berkata, “Keluargaku masih menganut kristen ortodox semua, mereka fanatik dengan agamanya. Oleh karena itu aku tidak ingin ke sana sekarang! Tetapi kita akan menyewa sebuah kamar di satu tempat dan tinggal di sana lalu mengurus perpanjangan paspor. Nanti sebelum pulang, kita berkunjung ke rumah keluargaku.”

Khalid setuju usulan bagus itu. Kami menyewa sebuah kamar dan bermalam di situ. Keesokan harinya kami pergi ke kantor bagian pengurusan paspor. Kami menemui petugas dan ia meminta agar kami menyerahkan paspor lama berikut foto pemiliknya. Istriku menyerahkan pas fotonya hitam putih.

Petugas berkata, “Foto ini menyalahi aturan, kami minta foto berwarna, dan terlihat di situ wajah, rambut dan leher dengan sempurna!!” Istriku menolak menyerahkan selain foto itu. Kami pergi ke petugas kedua lalu petugas lainnya lagi, akan tetapi mereka semua minta foto tidak berjilbab, sementara istriku berkata,

“Tidak mungkin aku berikan kepada mereka foto yang tabarruj (terbuka auratnya) selama-lamanya.”

Para petugas itu menolak melayani permintaan kami. Kemudian kami menuju ke pimpinan utama mereka yang perempuan.

Istriku berusaha semampunya meyakinkan pimpinan itu agar mau menerima foto tersebut. Akan tetapi ditolak. Istriku mulai mendesak seraya berkata, “Apakah tidak engkau lihat rupaku yang sebenarnya lalu engkau bandingkan dengan yang ada di foto itu? Yang penting wajah terlihat, adapun rambut bisa saja berubah. Bukankah foto ini sudah cukup?!”Pimpinan itu tetap bersikeras bahwa aturan tidak membolehkan foto seperti itu. Maka istriku berkata,

“Saya tidak akan menyerahkan selain foto-foto ini, adakah solusinya?” Si pimpinan berkata, “Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini kecuali direktur utama di kantor pusat pengurusan paspor di Moskow.” Kami keluar dari kantor tersebut.

Ia menoleh kepadaku seraya berkata, “Wahai Khalid, kita akan pergi ke Moskow.” Ketika itu aku berkata kepadanya,

“Sudahlah, serahkan saja foto yang mereka minta, bukankah Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya? Bertakwalah kepada Allah semampumu. Dan ini sesuatu yang darurat, sementara paspor itu tidak akan dilihat kecuali oleh segelintir orang, itupun untuk sesuatu yang darurat, kemudian setelah itu engkau sembunyikan di rumah sampai habis masa berlakunya. Lepaskan dirimu dari kesulitan-kesulitan ini, kita tidak perlu pergi ke Moskow.”

Ia menjawab, “Tidak, tidak mungkin aku tampil dengan bentuk yang tabarruj (membuka aurat) setelah aku mengenal agama Allah ini.”

Di Moskow

Ia mendesakku, akhirnya kami pergi ke Moskow, lalu menyewa sebuah kamar. Keesokan harinya kami pergi ke kantor pusat pengurusan paspor. Kami menemui petugas pertama, kedua dan ketiga. Pada akhirnya kami terpaksa menghadap direktur utama.

Kami menemuinya, ternyata ia termasuk orang paling buruk akhlaknya! Ketika ia melihat paspor, ia membolak-balik foto-foto kemudian mengarahkan pandangan ke istriku, seraya berkata, “Siapa yang bisa membuktikan kepadaku bahwa engkau adalah pemilik foto-foto ini?” Ia ingin agar istriku membuka wajahnya agar dapat melihatnya. Istriku berkata kepadanya, “Katakan saja kepada salah seorang pegawai wanita yang ada di sini atau sekretaris wanita untuk menemuiku lalu aku bersedia membuka wajahku untuknya, sehingga ia dapat mencocokkan foto-foto itu. Adapun engkau maka tidak akan bisa mencocokkannya, aku tidak akan membuka wajahku untukmu.”

Orang itu marah lalu mengambil paspor lama dan foto-fotonya berikut berkas-berkas lainnya kemudian dijadikan satu dan dilemparkan ke laci meja pribadinya. Ia berkata kepada istriku, “Engkau tidak akan bisa memperoleh paspor yang lama ataupun yang baru kecuali jika engkau serahkan kepadaku foto-foto yang benar-benar cocok dan kami bisa mencocokkannya denganmu.”Istriku mulai berbicara kepadanya dan berusaha untuk meyakinkannya. Kedua orang itu berbicara dengan bahasa Rusia, sementara aku memandangi keduanya tanpa faham sedikitpun pembicaraan mereka.

Aku marah … tetapi aku tak dapat berbuat apa-apa, sementara orang itu mengulang-ulang, “Engkau harus mendatangkan foto-foto yang sesuai dengan syarat-syarat kami.”

Istriku tetap berusaha meyakinkannya… tetapi tanpa hasil! Akhirnya ia diam dan berdiri, aku menoleh kepadanya dan mengulangi perkataanku sebelumnya, “Wahai istriku yang terhormat, Allah tidak akan memberikan beban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan kita dalam keadaan darurat, sampai kapan kita berkeliling di kantor-kantor pengurusan paspor?”Dia menjawab,

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia adakan baginya jalan keluar dan Dia karuniakan kepadanya rizki dari arah yang tidak diduga-duga.”

Perdebatan antara aku dengannya semakin sengit, direktur pengurusan paspor itupun marah dan kami diusir dari kantornya. Kami keluar sambil menyeret langkah kami, perasaanku antara kasihan dan marah kepada istriku. Kami pun pergi untuk saling mempelajari perkara ini di kamar kami. Aku berusaha untuk meyakinkannya, akan tetapi ia tetap bersungguh-sungguh meyakinkanku, sampai larut malam. Kami pun shalat Isya’. Fikiranku tetap risau dengan musibah ini, kemudian kami makan malam seadanya lalu aku letakkan kepalaku untuk tidur.

Bagaimana engkau bisa tidur?

Ketika ia melihatku seperti itu, wajahnya berubah lalu menoleh kepadaku seraya berkata, “Khalid, engkau akan tidur?!” Aku menjawab, “Ya, apakah engkau tidak merasa capek?!”Ia berkata, “Subhanallah, dalam kondisi yang sulit ini engkau bisa tidur?! Kita sedang melewati saat-saat yang kita harus lari kepada Allah, bangun dan mohonlah kepada Allah dengan sungguh-sungguh, karena ini adalah waktu untuk memohon.”

Aku pun bangun dan shalat sesuai dengan yang Allah kehendaki untukku, kemudian aku tidur, adapun dia tetap berdiri untuk shalat dan shalat, setiap kali aku terbangun dan melihatnya, aku dapati dia masih dalam keadaan ruku’ atau sujud atau berdiri atau berdoa atau menangis, sampai terbit fajar. Ia membangunkanku seraya berkata,

“Telah masuk waktu fajar, mari kita shalat berjam’ah.”

Aku pun bangun, berwudhu’ dan shalat berjama’ah, Lalu ia tidur sejenak. Setelah matahari terbit ia terbangun seraya berkata, “Mari kita pergi ke kantor pengurusan paspor!!”Aku berkata, “Kita pergi ke kantor pengurusan paspor lagi?! Dengan argumen apa?! Mana foto-fotonya, kita masih belum punya foto itu!!”

Ia berkata, “Marilah kita pergi dan berusaha, jangan putus asa dari rahmat Allah.” Kami pun pergi. Demi Allah, ketika kaki-kaki kami menginjak lantai ruang pertama kantor pengurusan paspor tersebut dan mereka melihat istriku -yang sudah mereka ketahui sebelumnya- dengan hijabnya itu, tiba-tiba salah seorang petugas memanggil, ”Engkau Fulanah?”Istriku menjawab, “Ya, benar!” Petugas itu berkata, “Ambillah paspormu.” Ternyata paspor itu telah beres, lengkap dengan fotonya yang berjilbab. Aku sangat gembira, lalu ia menoleh seraya berkata,

“Bukankah telah aku katakan kepadamu, barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia adakan baginya jalan keluar.”

Tatkala kami ingin keluar, petugas itu berkata, “Kalian harus kembali ke kota yang kalian datangi pertamakali agar paspor Anda distempel di sana.” Kami kembali ke kota yang pertama. Dalam hatiku berkata, ini  kesempatan mengunjungi keluarganya sebelum kami meninggalkan Rusia. Akhirnya kami sampai di kota keluarganya. Kami menyewa sebuah kamar kemudian kami menstempel paspor tersebut.

Perjalanan penuh seksa

Kami kunjungi keluarganya. Rumah itu tampak kuno dan sederhana. Nampak jelas ada tanda-tanda kemiskinan. Kami mengetuk pintu rumah dan yang membukakan pintu adalah kakak laki-lakinya tertua, ia seorang pemuda yang kekar otot-ototnya. Istriku gembira bertemu dengan kakaknya, ia membuka wajahnya dan tersenyum serta mengucapkan selamat berjumpa! Adapun sang kakak -ketika pertama kali melihat adiknya- wajahnya terlihat gembira dengan kepulangannya yang selamat tapi bercampur heran karena pakaiannya yang hitam.

Istriku masuk sambil tersenyum dan memeluk saudaranya. Aku pun ikut masuk di belakangnya dan duduk di ruang tamu, duduk seorang diri. Adapun dia, terus masuk ke dalam rumah. Aku mendengar mereka berbicara dengan bahasa Rusia. Aku tidak faham sama-sekali, tetapi aku perhatikan nada suara mereka semakin meninggi dan keras!! Logatnya pun berubah!! Teriakan mulai meninggi!!… Tiba-tiba mereka semua meneriaki istriku, sementara ia membela diri dan menyanggah. Aku merasa ada hal yang tidak baik dalam urusan ini, tetapi aku tidak bisa memastikannya karena aku tidak faham sedikitpun pembicaraan mereka.

Tiba-tiba suara mereka semakin mendekat ke ruangan tamu –dimana aku berada di situ- kemudian keluarlah tiga orang pemuda dipimpin oleh seorang yang agak tua menemuiku. Pada mulanya aku menduga bahwa mereka akan menyambut kedatangan suami dari anak mereka! Ternyata mereka menyerangku seperti binatang buas. Tiba-tiba sambutan berubah menjadi pukulan-pukulan dan tamparan-tamparan!! Aku berusaha untuk membela diri dari serangan mereka, aku berteriak dan minta tolong, hingga habis kekuatanku. Aku merasa di rumah inilah akhir hidupku.

Mereka semakin menghujaniku dengan pukulan-pukulan. Sementara itu aku berusaha menoleh ke sekitarku, aku berusaha mengingat-ingat dari pintu mana aku tadi masuk supaya aku bisa keluar. Ketika aku melihat pintu, aku segera bangkit membuka pintu dan kabur. Sementara mereka mengejar di belakangku. Aku masuk di tengah kerumunan orang hingga tersembunyi dari mereka.

Kemudian aku menuju ke kamarku yang kebetulan tidak jauh dari rumah itu. Aku berdiri membersihkan darah dari wajah dan mulutku. Aku melihat diriku, ternyata pukulan dan tamparan-tamparan itu meninggalkan bekas pada kening, pipi dan hidungku. Darah mengalir dari mulutku, pakaianku robek. Aku memuji Allah yang telah menyelamatkanku dari binatang-binatang buas tersebut. Tetapi aku berkata dalam hati, “Aku telah selamat, tetapi bagaimana dengan istriku?!” Wajahnya terbayang-bayang di hadapanku, apakah ia juga menerima pukulan dan tamparan sepertiku? Laki-laki saja hampir-hampir tak sanggup menghadapinya… sementara ia adalah seorang wanita, apakah ia mampu menanggungnya?! Aku khawatir wanita yang lemah itu roboh…

Inikah saatnya perpisahan…??

Syetan mulai bekerja dan membisikkan kepadaku, “Ia akan murtad dari agamanya dan kembali menjadi Kristen, lalu engkau akan kembali ke negerimu seorang diri.” Aku jadi bingung, apa yang harus aku perbuat? Di negeri ini, kemana aku harus pergi, apa yang mesti aku lakukan? Nyawa di negeri ini murah, engkau bisa menyewa seseorang untuk membunuh orang lain hanya dengan sepuluh dollar!! Uuuh … bagaimana kalau keluarga istriku menyiksanya lalu ia menunjukkan kepada mereka tempatku, kemudian mereka mengutus seseorang untuk membunuhku di kegelapan malam…?

Aku kunci kamar, aku tetap merasa takut dan cemas sampai pagi. Kemudian aku berganti pakaian lalu pergi untuk mencari-cari informasi, aku lihat rumah mereka dari kejauhan, aku mengawasinya dan mengikuti apa yang terjadi di situ. Akan tetapi pintunya tertutup. Aku terus menunggu. Tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah tiga orang pemuda dan seorang tua yang telah menyiksaku. Dari penampilannya nampaknya mereka akan pergi ke tempat kerja. Pintu pun tertutup dan terkunci kembali. Aku tetap mengawasi dan mengintai. Berharap dapat melihat wajah istriku, akan tidak berhasil.

Aku terus mengawasinya sampai berjam-jam. Kemudian para laki-laki yang pergi itu kembali dari pekerjaan mereka dan memasuki rumah mereka. Aku merasa lelah, lalu kembali ke kamarku. Pada hari kedua, aku pergi mengawasi kembali. Akan tetapi aku tidak melihat istriku. Pada hari ketiga pun sama. Aku sudah putus asa akan kehidupannya, aku menduga ia sudah mati karena kerasnya siksaan atau dibunuh! Akan tetapi seandainya ia telah mati tentu paling tidak akan terlihat kesibukan di rumah itu, akan ada yang datang untuk berta’ziah (melayat) atau menjenguk. Akan tetapi ketika aku tidak melihat sesuatu yang aneh. Akhirnya aku meyakinkan diriku bahwa ia masih hidup dan kesempatan bertemu kembali masih ada.

Pertemuan

Pada hari yang keempat, aku tidak sabar untuk duduk di kamarku, lalu aku pergi untuk mengawasi rumah mereka dari kejauhan. Ketika para pemuda itu pergi bersama ayah mereka ke tempat kerjanya seperti biasa, sementara aku tetap mengawasi dan berharap, tiba-tiba pintu terbuka… dan ternyata wajah istriku terlihat dari balik pintu.

Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, aku melihat ke wajahnya, ternyata penuh dengan lingkaran-lingkaran merah dan bekas-bekas pukulan yang membiru, karena banyaknya pukulan dan tamparan. Pakaiannya bersimbah darah. Aku merasa cemas dan iba ketika melihat penampilannya. Aku segera menghampirinya. Aku melihatnya semakin jelas, ternyata darah mengalir dari luka-luka di wajahnya. Kedua tangan dan kakinya pun mengalirkan darah. Pakaiannya robek-robek, tidak tersisa kecuali secarik kain sederhana yang menutupinya. Kedua kakinya terikat dengan belenggu!! Kedua tangannya pun diikat ke belakang dengan rantai. Tatkala aku melihatnya seperti itu aku menangis. Aku tidak dapat menguasai diriku, aku panggil ia dari kejauhan…

Keteguhan

Istriku berkata kepadaku sambil menahan air matanya dan merintih karena pedihnya siksaan, “Dengarkan wahai Khalid, jangan engkau mencemaskan diriku, aku tetap teguh di atas perjanjian. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, apa yang aku temui sekarang ini tidak sebanding seujung rambut pun dengan apa yang ditemui oleh para sahabat dan tabi’in, apalagi para Nabi dan Rasul. Dan aku mengharap agar engkau tidak ikut campur dalam urusan antara aku dan keluargaku, dan pergilah cepat-cepat sekarang juga serta tunggulah di kamar sampai aku datang, insya Allah, akan tetapi perbanyaklah doa, qiyamullail dan shalat.”

Aku pun pergi dari sisinya sementara aku merasa sangat iba dan sedih atas dirinya, aku tinggal di kamarku sehari penuh menunggunya, aku mengharapkan kedatangannya. Hari berikutnya pun lewat. Hari ketiga juga berlalu, sampai malam telah larut, tiba-tiba pintu kamarku diketuk! Aku terkejut… siapakah gerangan yang di balik pintu?! Siapa yang mengetuk itu? Akan merasa sangat takut, siapa yang datang pada tengah malam begini? Boleh jadi keluarganya telah mengetahui tempatku, atau boleh jadi istriku telah mengaku lalu keluarganya datang untuk membunuhku. Aku ditimpa ketakutan seperti mau mati, tidak ada jarak antara aku dengan kematian kecuali seujung rambut. Aku bertanya dengan mengulang-ulang, “Siapa yang mengetuk pintu itu?”

Tiba-tiba terdengar suara istriku berkata dengan penuh kelembutan, “Bukalah pintu, aku Fulanah.” Kemudian aku nyalakan lampu kamar dan aku buka pintu. Ia masuk dalam keadaan gemetar dan kondisi yang mengenaskan, sementara luka-luka disekujur tubuhnya. Ia berkata, “Cepat kita pergi sekarang!” Aku berkata, “Sementara keadaanmu seperti ini?!” Ia menjawab, “Ya, cepatlah.” Aku mulai membereskan pakaianku sementara ia mengambil kopernya, ia mengganti pakaiannya dan mengeluarkan hijab dan ‘aba’ah (mantel luar) nya lalu dipakainya. Kami segera mengambil semua barang-barang kami lalu turun dan naik taksi. Wanita yang lemah itu menghempaskan tubuhnya yang lapar dan penuh luka itu ke kursi mobil…

Ke Bandara

Begitu aku naik taksi, aku langsung berkata kepada sopir dengan bahasa Rusia, “Ke bandara pak!” Aku memang sudah mengetahui beberapa kata dalam bahasa Rusia. Tetapi istriku berkata, “Tidak, kita tidak akan pergi ke bandara, tetapi kita akan pergi ke suatu desa.”Aku bertanya, “Kenapa? Bukankah kita akan kabur?!” Ia menjawab, “Benar, akan tetapi jika keluargaku tahu akan kepergianku mereka pasti akan segera mencari kita di bandara. Kita pergi saja ke suatu desa, jika kita telah sampai di desa tersebut kita akan turun, lalu naik mobil lain ke desa yang lainnya, kemudian ke desa lainnya, kemudian ke sebuah kota lain yang di situ ada bandara internasional.”

Ketika kami telah sampai di bandara internasional, kami segera memesan tiket untuk pulang ke negeri kami, akan tetapi pemesanan terlambat, lalu kami menyewa sebuah kamar dan tinggal di situ. Tatkala kami sudah merasa tenang tinggal di kamar, istriku melepas aba’ah (mantel luar) nya. Aku melihat kepadanya, ya Allah … ternyata tidak ada satu tempat pun yang selamat dari darah!! Kulitnya tercabik, darah-darah yang membeku, rambut yang terpotong-potong dan bibir yang membiru …

Kisah menakutkan

Aku bertanya kepadanya, “Apa yang telah terjadi?.” Ia menjawab, “Ketika kita telah masuk ke rumah, aku duduk bersama keluargaku, lalu mereka berkata kepadaku, ‘Pakaian apa ini?!! Aku menjawab, ‘Ini adalah pakaian Islam.’ Mereka berkata, ‘Dan siapakah laki-laki itu?!’ Aku menjawab, ‘Dia suamiku, aku telah masuk Islam dan menikah dengan laki-laki tersebut.’ Mereka berkata, ‘Tidak mungkin ini terjadi!’”

Kemudian aku berkata, “Dengarkanlah dulu ceritaku.” Lalu aku ceritakan kepada mereka kisah laki-laki Rusia yang ingin menarikku ke lembah prostitusi, lalu bagaimana aku bisa lari darinya, kemudian pertemuanku denganmu. Mereka berkata, “Seandainya engkau menempuh jalan prostitusi tentu lebih kami sukai daripada engkau datang kepada kami sebagai muslimah.” Mereka juga berkata kepadaku, “Sekali-kali engkau tidak akan bisa keluar dari rumah ini kecuali sebagai wanita kristen orthodox atau mayat yang kaku!!”

Sejak saat itu mereka menyiksa dan memukuliku, kemudian mereka menuju kepadamu dan memukulimu, sementara aku mendengar mereka memukulimu dan engkau berteriak minta tolong, sedangkan aku saat itu dalam keadaan terikat. Dan ketika engkau lari, saudara-saudaraku kembali kepadaku dan menumpahkan cacian serta cercaannya kepadaku. Kemudian mereka pergi dan membeli rantai belenggu, lalu mereka mengikatku.

Mereka mulai mencambukku, aku merasakan cambukan yang meninggalkan bekas, mereka mencambukku dengan cambuk-cambuk yang aneh dan asing!! Setiap hari pemukulan dimulai ba’da ‘ashar sampai tiba waktu tidur, adapun di pagi hari, ayah dan saudara-saudaraku pergi ke tempat kerja, sedangkan ibuku di rumah. Nah, inilah waktu istirahatku satu-satunya. Tidak ada di sampingku selain adik perempuan yang umurnya 15 tahun. Ia mendatangiku dan menertawakan keadaanku. Percayakah engkau bahwa hingga tidur pun aku dalam keadaan pingsan? Mereka mencambukku sampai aku pingsan dan tertidur. Mereka hanya menuntut dariku agar murtad dari Islam, tetapi aku menolaknya dan berusaha keras untuk bersabar. Setelah itu adik perempuanku mulai bertanya kepadaku, “Kenapa engkau tinggalkan agamamu dan agama ibu, ayah serta kakek-kakekmu?.”

Dia adakan baginya jalan keluar

Aku berusaha untuk meyakinkannya, aku jelaskan kepadanya tentang dien ini, aku terangkan tentang tauhid, lalu ia pun mulai merasa puas dan terkesan!! Gambaran tentang Islam mulai jelas di hadapannya!! Tiba-tiba aku dikejutkan olehnya ketika ia berkata, “Engkau di atas kebenaran … inilah agama yang benar, inilah agama yang seharusnya aku anut juga!!” Kemudian ia berkata kepadaku, “Aku akan membantumu.” Aku menjawab, “Jika engkau memang ingin membantuku maka bantulah aku untuk menemui suamiku.”

Adik perempuanku mulai melihat dari atas rumah, lalu ia melihatmu sedang berjalan, ia segera berkata kepadaku, “Sesungguhnya aku melihat seorang laki-laki yang begini dan begitu cirinya.” Aku berkata, “Dialah suamiku, jika engkau melihatnya maka bukakanlah pintu untukku agar aku bisa berbicara kepadanya.”

Dan benar, ia pun membukakan pintu lalu aku keluar dan berbicara kepadamu, akan tetapi aku tidak bisa keluar menghampirimu karena aku dalam keadaan terikat dengan dua rantai belenggu yang kuncinya dipegang oleh saudaraku, dan rantai yang ketiga diikatkan ke salah satu tiang rumah agar aku tidak bisa keluar. Kuncinya dipegang oleh adik perempuanku ini dan akan dibukanya bila aku hendak ke kamar mandi.

Ketika aku berbicara kepadamu waktu itu dan aku meminta kepadamu agar tetap tinggal sampai aku datang, keadaanku masih terikat dengan rantai belenggu. Lalu aku mulai meyakinkan adik perempuanku tentang Islam, maka ia pun masuk Islam dan ingin berkorban dengan pengorbanan yang lebih besar dari pengorbananku. Ia pun memutuskan untuk melepasku agar bisa keluar rumah, akan tetapi kunci-kunci rantai belenggu dipegang oleh saudaraku dan ia sangat menjaganya.

Pada hari tersebut, adik perempuanku menyiapkan untuk saudara-saudaraku khamr yang kental dan berat. Lalu mereka pun meminumnya sampai mabuk berat dan tidak sadar sama sekali. Kemudian adikku mengambil kunci tersebut dari kantong saudaraku dan membuka rantai-rantai belenggu itu dariku. Lalu aku datang menemuimu pada kegelapan malam itu.

Aku bertanya kepada istriku, “Bagaimana adik perempuanmu? Apa yang akan terjadi dengannya?” Ia menjawab, “Tidak masalah, aku sudah meminta kepadanya agar merahasiakan ke-Islamannya sampai kita bisa memikirkan urusannya.”

Kami pun bisa tidur malam itu, dan keesokan harinya kami pulang ke negeri kami. Begitu kami sampai di negeri kami, langsung aku masukkan istriku ke rumah sakit. Ia tinggal di situ beberapa hari menjalani pengobatan karena bekas cambukan-cambukan dan penyiksaan. Dan sekarang ini kami berdoa untuk adik perempuannya agar Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan hatinya di atas dien-Nya.

***

Kisah ini dikutip dari kaset yang berjudul Qishash Mu’atstsirah, oleh Dr. Ibrahim Al Faris

[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Foto Klasik Yogyakarta : Memori Anak 7 tahun di Era 70-an

 

YOGYAKARTA – Aku kembali! Dimanakah sahabat-sahabat masa kecilku?

Pertanyaan itu menggayut, setiap turun dari KA Jakarta-Yogyakarta. Inilah kotaku, Emak melahirkan aku, 16 Desember, di RS Bethesda Jln Jenderal Sudirman, ketika rumah kami di pinggir Jalan Urip Sumoharjo (d/h Jl. Solo) hanya 500m sebelah timur RS dekat Bioskop RAHAYU Purbonegaran. Tetangga menyebut rumah itu “Omahe Eddy Empi anak’e Syukri Wong Palembang" hingga kami pindah ke Sapen (selatan IAIN) pada tahun 1973.

Tahun 1974-1976 pindah ke Kepuh dan terakhir ke Demangan – kini rumah kami hanya ditempati Emak-Bapak. Begitulah, sejarah urbant keluargaku berkutat di kecamatan Gondokusuman. Ibu berasal dari wilayah paling selatan pesisir Jawa (dekat pantai Samas, Bantul, DIY). Ayah berasal dari dusun kecil pinggir hutan lebat alur sungai Musi – Sekayu, SUMSEL. Kami adalah keluarga urbant di Yogyakarta.

Kilo Meter NOL

menuju_Malioboro_by_pakto

Menuju Jalan Malioboro, belok kiri – dan – Lihat! Becak melintasi :

Gedung BI Cabang YogyakartaGedung Bank Indonesia cabang Yogyakarta,  Jalan Panembahan Senopati (samping Benteng Vree de Burg). Di sampingnya Kantor POS Besar.
Yogyakarta KM 0 on July 1, 2011

Emang Asyik Jadi Anak Kampung!

Saya dibesarkan dalam atmosfer Yogjakarta era 70-an dan awal 80-an yang khas Njawani. Dahulunya kupunya kegemaran Sekaten, menonton wayang kulit, wayang wong (ketoprak Mataram), “celelekane” Basiyo di RRI, pengamen keliling Mas Sujud, Malioboro Fair atau Jalan Solo Fair, TVRI stasiun Yogya dan bermain di alam bebas.

Kegiatan bermain bersama, misal : Bak sodor, sundah mandah, pethak umpet, main perang-perangan dengan pedang kayu (dari batang petai china) melawan anak kampung tetangga (bukan dalam konteks tawuran untuk sengaja saling menyakiti! Tapi perang-perangan sebagai ekspresi kegembiraan – jika bagian tubuh tertentu tersentuh pedang dianggap kalah) atau  tembak-tembakan dengan senapan dari papan kayu blabag yang digergaji atau glagah tebu dibeli di Pasar Lempuyangan. Peluru yang melesat juga dari batang glagah. Jika kena dia dianggap kalah.

Tampaknya aku tumbuh ‘Dhadhi wong Yogjo’ seiring metamorfosis ayahku, perantau Sumatera yang kuliah di Fakultas FIPA UGM, dari wujud wong Palembang pelan tapi  pasti menjadi wong Yogjo, tidak mau pindah dari kota ini karena cinta. Sebaliknya aku terobsesi balik ke kampung halaman ayah. Selepas lulus dari Fakultas Ekonomi UGM saya 5 tahun mukim di Palembang sebelum akhirnya hidup di Jakarta.

Saat itu Jalan Solo hingga Jalan Sudirman, dari IAIN hingga jembatan Gondolayu berjejer pohon Asam Jawa usia puluhan tahun. Berjarak 400 meter arah timur rumahku tumbuh pohon Randu Alas raksasa, diameter 2 meter lebih. Sebelah timur Langensari berdiri kokoh beringin besar, pepohonan kenari yang meninggi di sisi jalan Bengkel KA Pengok. Yogyakarta saat itu dirindangi oleh pepohonan tepi jalan.

Lokasi Randu Alas (ditebang tahun 1977) di seberang BANK  BCA Jl. Urip Sumoharjo (sekarang) hanya berjarak 30 meter dari Jalan raya. Batangnya jauh lebih besar dan kokoh dibanding RANDU ALAS depan rumah pelukis surealis AFANDI, jembatan GADJAH WONG. Saat sore, hadir suara harmoni alam dari burung, kelawar dan bangau. Seakan tidak terusik, karena kendaraan bermotor belum banyak namun lebih banyak becak, sepeda, motor DKW, andong dan sedikit motor Honda 70 cc.

Setiap pagi jalan depan rumah dilewati Andong (kereta kuda) dan gerobak sapi membawa hasil pertanian dari desa-desa di Sleman dan Prambanan ke kota Jogya. Semua jalan masih 2 arah tanpa Traffic Light. Aku sering menumpang Gerobak Sapi, naik dari Bioskop RAHAYU turun di (Hotel) Ambarukmo, kecepatannya lebih pelan dari sepeda tapi sangat sensasional sebab berjalan sembari bergoyang. pulangnya berjalan kaki sekitar 4 KM bersama kawan sepermainan.

Njajah Kali Melan Kori

Sepulang sekolah di SDN Klitren Lor - Balapan (belakang DUTA Photo) sering aku menyusur sungai mencari ikan dengan alat penyaring dari anyaman bambu. Mencari ikan di kali (sungai kecil) mulai dari Langensari (Pengok), di bawah jembatan Jalan Solo (dulu disebut sebagai “buk” dan kini diatasnya menjadi toko besar Gardena), hingga ke mata-airnya di Kupel, kampung Kuningan sebelah timur Fakultas Hukum UGM (disebut juga lembah) yang masih banyak sawah dan Bong (makam Cina).

Sungai menjadi tempat favorit; tempat cari ikan Wader, Kuthuk, Cethul, Pala Timah dan Lele atau sekali waktu mendapat belut sawah. Cari udang di sungai jernih di sela batu dan pasir, hampir tidak ada sampah plastik. Aktivitas paling favorit berburu udang sungai ukuran besar kehitam-hitaman, karena begitu dapat langsung dijemur sampai merah - siap santap dan Wuih gurih!!! Lemak nian!! uji wong Palembang. Dijemur di atas batu atau di atas besi rel KA.

Setiap pagi dan sore tepian sungai Gadjah Wong ramai, orang pun datang untuk mandi di sungai atau mata-air kecil yang banyak (di area persawahan sebelah timur kampus IAIN saja saat itu ada 10 mata-air kecil yang disebut "Mbelik").

Pedesaan di Yogyakarta Pemukiman Penduduk di daerah BANTUL - Yogyakarta

Aku sangatlah puas menjelajah sungai Gajah Wong dan kali Kucing di atasnya. Penjelajahan alur sungai Gadjah Wong dimulai dari sebelah timur kampus Sanata Dharma (kp. Mrican – Papringan – Sapen - Sorowajan  hingga di kaki Jembatan KB. Gembira Loka). Alam sepanjang alur Gadjah Wong masih alami dengan sawah nan luas dan kebun karet di sebelah timur Timoho.

Hiburan TV tahun 1970-an Awal (tahun 1970 - 1975)

Untuk hiburan TV perlu perjuangan berat sebab TV langka, listrik pun langka karena hampir seluruh kampung Sapen tidak ada stroom listrik dari PLN – semua gang/jalan atau rumah hanya diterangi lampu minyak tanah sentir, teplok atau petromak. Satu-satunya tempat di SAPEN untuk menonton TV hanya ada di perumahan dosen IAIN. Nonton pun rame-rame dari balik jendela jeruji besi. Siaran TV dimulai pukul 17.00-24.00 . Namun aku tidak pernah menonton sampai larut malam, sebab setelah jam 7 malam gordyn (kain tirai) jendela ditutup.

Jika masih mau, terpaksa berjalan kaki 1,5 km rame-rame (sebab tidak punya sepeda) ke Bengkel KA Pengok atau pergi ke sebelah barat tokobuku GRAMEDIA sekarang. TV ditempatkan dalam sangkar kotak setinggi 3,5 meter.  Bayangkan bak menonton layar tancap keliling.

Layar Tancap keliling masa 70-an satu-satunya penyelenggara adalah Deppen RI (Departemen Penerangan) di lapangan terbuka dengan film perang kemerdekaan, dokumentasi pembangunan hingga tayangan kampanye Keluarga Berencana (KB). Pada momen tahunan Sekatenan di Alun-alun Lor, Layar Tancap ini juga menjadi tontonan favorit dan gratis.  

Hingga kini teringat serial film sore: SINTARO, Lancer, Bonanza, Rodex, Batman and Robin, serial Ivanho + Robinhood and Richard King the Lion Hearth, Daniel Bond, Rin Tin Tin, Popeye The Sailor dan Woody Pecker Show etc.

Klip video serial film Hawaian Fife O klik saja --> Hawaian Fife O

Serial TV Bonanza Keluarga Cowboy dalam serial “Bonanza”

Sebelum “Dunia Dalam Berita” pukul 10 malam ditayangkan Hawaian Five O, The Champion, Star Trek, Baretta, Jeanny (jin kocak dan juga cantik istri Mayor AU Nelson “Barbara Eden” yang tinggal dalam botol), PRIMUS – Penyelam laut Dalam, Twelve O Clock (kisah pilot AS dalam PD II), Telly Savalas dan The Saint - Roger Moore. Dari semua itu yang menjadi favorit adalah Film Cerita Akhir Pekan, film lepas pilihan selama 2 jam penuh tanpa iklan dengan thema  perang Dunia 2, spionase, detektif atau drama.

uang 1 rupiah lamaMenonton “Gambar Hidup”  di Bioskop terdekat – RAHAYU terasa mahal. Uang jajan Seringgit (Rp 2,50) atau Segelo (Rp1) mana cukup beli tiket? Kalaupun tiket terbeli, tetap saja ditolak masuk,  karena kategori film 17 Tahun ke atas. Akhirnya hanya bisa mlototin poster film atau sekali-kali menyelinap tidak bayar atau sembunyi di balik pintu setengah terbuka, mengintip lewat celah engsel pintu, sementara porter menyobek karcis, hingga saat pintu tersebut ditutup sepenuhnya. Dah!!! Puas tuntas dah!!!.

The Old-Fashioned Marketing from 1960s - 70s

Anda tahu bagaimana film baru dipromosikan? Sekitar jam 2 siang mobil iklan film melintasi depan rumah. Mobil yang dipasangi poster film dari kain kanvas berjalan pelan sambil menyebarkan selebaran kertas stensilan promosi film keliling kota. Sementara tidak hentinya staf pemasar berteriak-teriak melalui megaphone besar mempromosikan judul film baru.

Idiom sering dipakai seperti “Film action terhebat”, “Bruce Lee Otot Kawat Balung Wesi”, “dengan bintang tenar Charles Bronson, John Wayne, Jim Brown, Charlton Heston …” Promosi sukses! Film diputar pkl 10.00, 14.00 (Matine Show), 17.00 (Evening) & 21.00 sering terlihat antrian panjang. Apalagi tayangan Sabtu malam pukul 24.00 (Midnight Show). 

Photo Yogyakarta di masa lalu 

My father was a settled foreigner from South Sumatera who studied at the Faculty of FIPA UGM and my mother is a native resident. He so love Yogyakarta and never move from the city. My parents are dwelling in kampung Demangan Yogyakarta. Instead I have lived in my father's hometown, Palembang, for 5 years before living in Jakarta until now.

My first school was at primary school SDN Balapan (in the south of DUTA PHOTO, now a campus of STIE YKPN), proceeded to SMP Negeri V Kota Baru and then continue to SMAN I Teladan Yogyakarta. Finally I passed graduate of Economic Faculty of Gadjahmada University.

Kampusku pada 50-an tahun lalu. Ini gedung pusat UGM (gedung Induk), entah diambilnya foto ini pada tahun berapa. Latar belakangnya tampak gunung Merapi terlihat sangat jelas dan berdiri kokoh belum ada pepohonan perindang di selatan gedung. Ruang-ruang kuliah saya di Fakultas Ekonomi sepanjang tahun 1984 – 1988 ada di lantai 2 dan 3 pada sayap utara dan selatan Gedung Induk.

SMAN I Teladan Yogyakarta My High School SMA Negeri I Teladan Yogyakarta

Jalan antara Tugu Yogya dan Gondolayu bridge

Foto suasana Jalan Jendral Sudirman, di sisi Barat Jembatan Gondolayu. Kini masuk wilayah kelurahan Cokrodiningratan, kecamatan Jetis. Di kejauhan tampak tegak icon Yogyakarta (Tugu) dan di Abdi Dalem Kraton naik Sepeda. Di dekatnya sekarang telah dibangun HOTEL SANTIKA PREMIERE.

JEMBATAN Kewek JOGJA KOTA BARU Kreteg Kewek berasal dari nama Belanda Kerk & Werg, berarti “jalan menuju gereja” (gereja KOTABARU) dari sudut pandang Hotel Garuda. Tampak percabangan rel KA  dan pemukiman asri Kota Baru dan Seminari Katolik. samar-samar terbaca : Lucht Foto KNIL.

tugu-tempo-dulu

"TUGU YOGYAKARTA" – Samar-samar di kejauhan terbaca TOKO SEN di jalan Mangkubumi menuju Malioboro. Tahun 1992 saya membubut block mesin (kotter) sepedamotor GL 100. Masih adakah tokonya? Di bawah pohon besar (kanan) tampak Depot Es arah menuju pasar Kranggan.

malioboro3 1948

Jalan Pangeran Mangkub

Jalan Pangeran Mangkubumi pada tahun 1948. Dikenali dari bentuk trotoar dan pada tahun 1970-an saya melihatnya masih seperti itu. Di sisi timur tidak ada toko kecuali di ujung utara dekat icon kota  Yogyakarta (Tugu). Di sisi kiri jalan, dari kejauhan tampak plang warna putih dengan letter “Kedaulatan Rakyat.” Sekarang ini trotoar di sisi kanan menjadi jalur lambat.

jalan malioboro 1 Malioboro atau Jalan Ahmad Yani dimasa lalu.

jogja lama KANTOR POS BESAR (sebelah kanan) dan BANK INDONESIA di KM NOL. Melihat Kantor Pos Besar tahun 1955, orang segera mengingat bahwa Yogyakarta di masa silam telah ada bangunan bagus, namun tidak sedikit yang telah lenyap.

Photo diambil dari arah Gedung Agung (Istana Kepresidenan). Di seberang Gedung BI merupakan halaman Benteng Vreedeburg. Saya masih ingat tahun 1972 jalan ke arah kiri dihiasi pepohonan yang lebat yang jika sore hari langit ditingkahi hiruk pikuk suara bangau, walet dan kelalawar. Tahun1975 dibangun Monumen Yogya Kembali persis di seberang Kantor Pos Besar. Lihat Mobil dan becak melaju ke arah kiri sementara saat ini pasti dilarang karena one way traffic.

Sultan HB IX Menyumbang NKRI 6.000.000 Gulden

Perpisahan Sukarno HB IX Ibukota pindah ke Jakarta

Dan Sejarah Akan Terus Mencatat di tahun1950 :
"Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi. Silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta," sambil mengeluarkan cek senilai 6 juta gulden untuk modal awal menjalankan roda pemerintahan NKRI. Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengatakan itu dengan berurai air mata di hadapan Ir Soekarno menteri-menterinya.
Para menteri kabinet Soekarno ikut menangis.

-------------------------------------------------------------- 
Dan pemerintahan saat ini (period 2009-2014) hendak menghilangkan keistimewaan Yogyakarta dan gagal mengatasi korupsi berjamaah secara besar-besaran sehingga menyengsarakan rakyat !!!!! ..... Meski akhirnya gagal karena DPR tidak meloloskan RUU tersebut. Apakah demokrasi ala Amerika akan menjadikan NKRI tidak tahu balas budi atau memang mau melupakan sejarah ini?

Masjid Agung Yogyakarta tahun 1900 Masjid Agung Yogyakarta tahun 1900.

Pengrajin Yogyakarta pada tahun 1900-an Pengrajin Yogyakarta pada tahun 1900-an awal

KLA Project - Yogyakarta

 

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


                                                                                        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

Era Baru Militer Turki : Membaca dan Mempelajari Al Qur’an

 

Tahun 1923 khilafah Islam di Turki dihapus, sultan terakhir Turki Utsmani diusir keluar negeri dan Turki berubah menjadi Republik  dan mulai menegakkan nilai-nilai sekurarisme dan memusuhi segala yang berbau Islam. Tepat setelah 90 tahun dilarang mempelajari pelajaran agama di institusi militer, kini personil militer Turki diperbolehkan membaca dan mempelajari Al-Quran, biografi Nabi Muhammad (shalaallahu ‘alaihi wa sallam), Nilai-nilai dan norma-norma dasar Islam akan diajarkan di sekolah-sekolah militer di Turki, menurut laporan Umma-inform, seperti dilansir oleh Islam.ru.

Laporan mengatakan bahwa Menteri Pendidikan Turki mengeluarkan sebuah dekrit yang menghapuskan larangan mengajarkan pelajaran agama di institusi-institusi pendidikan militer. Sejak saat ini, para murid di sekolah militer-dimulai dari kelas 5-yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pengetahuan Islam di sekolah menengah. Demikian juga di perguruan-perguruan tinggi militer Turki akan ada pelajaran dasar-dasar Islam, membaca Al-Quran, adab-adab Islam, dan sejarah Nabi Muhammad (shalalallahu ‘alaihi wa sallam).

Selain itu, dekrit tersebut juga membatalkan aturan yang mengharuskan pemilihan pelajaran untuk para murid oleh para komandan, sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.

Karena kekurangan guru-guru Islam yang berkualitas, pernyataan resmi telah dikirim ke Kementerian Agama Turki untuk menyediakan guru-guru Islam untuk peluang ini.

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/11/militer-turki-mulai-mempelajari-al-quran.html#sthash.nBZOXbNd.dpuf

READ MORE ... Monggo di-Klik

Social Behavior Study : Mengapa Daging Babi Diharamkan?

 

Suatu ketika Syeikh Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Beberapa mahasiswa menanyakan padanya tentang alasan ajaran Islam mengharamkan babi. “Umat Islam mengatakan babi itu haram karena memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri-bakteri berbahaya. Sekarang, semua itu sudah hampir tidak ada karena babi dipelihara di peternakan modern, kebersihannya terjamin, dan proses sterilisasi yang sudah memadai. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba berbahaya?”

Muhammad Abduh tidak langsung menjawab. Dengan cerdik beliau minta dihadirkan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina, serta 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina.

Mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?”

“Penuhi apa yang saya minta, maka akan saya perlihatkan satu rahasia,” jawab Syeikh

Mereka memenuhi permintaan Muhammad Abduh. Pemikir Islam ini segera mengurung 2 ekor ayam jantan bersama 1 ekor ayam betina dalam 1 kandang. Apa yang terjadi? Dua ekor ayam jantan itu berkelahi dan

saling membunuh untuk mendapatkan ayam betina. Setelah itu Muhammad Abduh melepas 2 ekor babi jantan dg 1 ekor babi betina. Kali ini, mereka menyaksikan sebuah “keanehan”. Tidak ada sedikit pun perkelahian utk memperebutkan babi betina. Tanpa rasa cemburu dan harga diri, babi jantan yang satu justru membantu babi jantan lainnya melaksanakan hajat seksualnya. Mengapa hal ini terjadi? “

Saudara-saudariku semua, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian membiarkan istrinya bersama lelaki lain, tanpa rasa cemburu.
Seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, tapi kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was.
Sesungguhnya, daging babi itu menularkan sifat-sifat buruk pada orang yang memakannya.

Muhammad Abduh kemudian memberikan contoh-contoh baik dalam syariat Islam. Misalnya, Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran serta memakan kotorannya. Siapapun yang ingin menyembelihnya harus mengurungnya selama beberapa hari serta memberinya pakan yg sesuai. Mengapa? Agar perutnya terbebas dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba berbahaya yang bisa menular pada manusia. Itulah hukum Allah. Itulah perlindungan dan kasih sayang Al-Khaliq kepada manusia.

(Disalin dari buku “Haram Bikin Seram” karya Tauhid Nur Azhar)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Habibie’s Endless Love Poem : PUISI HABIBIE UNTUK AINUN

adegan-habibie-dan-ainun

Ainun,

Hari ini, tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka
Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar memukau, mempesona “Getaran Cinta”, bagian dari “Getaran Jiwa”
Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan nafas
Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat

Sekarang 50 tahun 8 menit kemudia, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan
Tempat peristirahatan ragamu, Getaran Cinta dan Getaran Jiwa kita, telah menyatu, memukau, mempesona berirama denyutan jantung dan tarikan nafas yg tinggi
Memanjatkan Do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita
Karena Cinta kita paling suci, murni, sejati sempurna dan abadi sampai akhirat

Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan Kalibata
Jakarta, Rabu 7 Maret 2012

READ MORE ... Monggo di-Klik

Turis Adrenalin : Supir Truk Jepang ini menikmati Tur baku tembak di Medan Perang Suriah

 

Kematian datang bisa dimana saja dan kapan saja. Para pengecut yang selalu menghindar jauh dari mara bahaya dan mengkhawatirkan nyawanya atau takut akan kehadiran si Pencabut nyawa – malaikat maut Izra’il  - namun justru ajal mendatanginya. Sementara orang-orang pemberani yang menyambut bahaya dan selalu dekat dengan aroma kematian justru tetap dapat melanjutkan kehidupannya.

Seseorang tidak akan bisa menghindar dari maut ketika takdir kematiannya sudah tiba, meskipun dia berlindung di benteng yang tinggi dan kokoh. Seseorang akan keluar dari tempatnya menuju tempat yang ditakdirkan sebagai tempat kematiannya. Pilihannya adalah bagaimana dia memilih  cara matinya.

Ada perbedaan 180 derajat antara seorang mujahid Islam yang berperang mencari mati untuk mendapatkan kemuliaan mati syahid diperbandingkan dengan tentara pembela permerintahan sekuler yang berperang untuk mempertahankan nyawanya agar tetap hidup atau berperang untuk membela kepentingan duniawi.  


Tour de Adrenaline

Seorang Jepang bosan dengan profesinya sebagai supir truk, yang sehari-harinya mengemudi dari Osaka hingga Tokyo atau Nagasaki, mengangkut beban tangki bensin, air atau bahkan cokelat, telah memutuskan "berlibur"  memacu adrenalinnya di medan perang sengit di Suriah.

Toshifumi Fujimoto biasa dipanggil Fujimoto, usia 45 tahun, laki-laki perawakan agak  gemuk ini benar-benar menyukai resiko kematian dengan melewati momen-momen maut yang memacu adrenalin, benar-benar hal yang tak biasa dalam hidup dia sebelumnya. Pria ini benar-benar senang dan sangat menikmati menjadi turis perang.

Dia telah berusaha membunuh kebosanannya menjalani rutinitas sebagai supir. Dan kini Fujimoto telah menggantinya dengan hari-hari menegangkan dan situasi "seru" di jalan-jalan kota Aleppo, Suriah, Di negara perang ini adalah tempat ia berpetualang saat ini. Tempat baru petualangannya setelah sebelumnya melalui tempat-tempat konflik lainnya di Timur Tengah. Semuanya ia abadikan dengan mengambil foto dan merekam video dan mengupload dan menarasikannya di account Facebook sembari menghindari peluru dengan penuh semangat.

Sebelum tiba di Suriah, tahun lalu ia berada di Yaman menikmati Arab Spring – revolusi dan demonstrasi besar rakyat Yaman. Ia juga hadir menyaksikan revolusi Mesir dan demonstrasi rakyat di depan kedutaan besar AS dan Lapangan Tahrir Square di Kairo, Mesi., Kemudin disusul jatuhnya pemerintahan presiden Husni Mubarak. Pada akhir tahun 2011. Fujimoto pun berencana untuk menemui Mujahidin Taliban di Afghanistan.

Saat ini, ia telah lebih dari 2 minggu menikmati tur di kota Aleppo, salah satu tempat perang paling sengit di Suriah. Fujimoto telah "bermain-main" bersama dengan para Mujahidin di bawah suara dentuman bom dan tembakan mortir dan meriam besar.

Dengan memakai seragam ala tentara Jepang "bersenjatakan" kamera foto dan video, Fujimoto mendatangi front tempur dimanapun yang setiap harinya ia dokumentasikan perang paling sengit yang sedang berlangsung di salah satu kota terbesar Suriah itu.

Fujimoto, tidak bisa berbicara bahasa Inggris, apalagi bahasa Arab, ia pun hanya bisa diwawancarai dengan memanfaatkan fitur Google Translate yang ada di laptopnya.

"Saya selalu pergi sendiri, karena tidak ada tur guide yang mau pergi ke front ini. Ini sangat menarik, dan adrenalin terpacu tidak seperti biasanya," katanya bersemangat.

"Di Suriah, jauh lebih bahaya untuk menjadi wartawan daripada menjadi turis," katanya. Ia gambarkan bagaimana setiap pagi ia berjalan 200 m untuk mencapai 'front.' “Saya di sana berada di jajaran baku tembak bersama para tentara Pembebasan Suriah (FSA)."

"Ini membuat saya kagum, dan Saya juga menikmatinya," katanya. Dalam suatu kesempatan, Fujimoto juga mengambil foto para Mujahidin Suriah yang bertebaran di jalan-jalan kota Aleppo.

"Kebanyakan orang mengira Saya ini orang Cina, dan mereka menyapa saya dengan bahasa Cina," ungkapnya sambil tersenyum.

Fujimoto bersama mujahidin Suriah (foto ini diambil dari akun Facebook Toshifumi Fujimoto)

Saat pertempuran sedang sengit, ia ambil kesempatan untuk mendokumentasikannya, namun jika situasi bahaya para Mujahidin memperingatkan para warga sipil atau siapapun yang bukan pejuang untuk menjauh.

Namun ia sering mengabaikan peringatan dan tetap berusaha mengambil foto yang kemudian akan ia share di Facebook-nya, ia bahkan tidak takut mati.

"Saya bukanlah target para penembak jitu karena Saya adalah turis, tidak seperti kalian para jurnalis," katanya kepada wartawan AFP. "Selain itu, Saya tidak takut apakah mereka menembak saya atau mereka mungkin membunuh saya. Saya adalah kombinasi samurai dan kamikaze."

Fujimoto bahkan tidak menggunakan helm atau jaket anti peluru sebagai pelindung.

"Itu sangat berat ketika digunakan untuk berlari dan lebih menyenangkan jika pergi ke front tanpa apa-apa (pelindung). Selain itu, ketika mereka menembak itu sangat menyenangkan dan menarik."

Dalam foto-foto yang ia share di akun Facebook-nya, terlihat ia sering bersama Mujahidin dan anak-anak Suriah. Di antara fotonya menunjukkan ia sedang menembak bersama Mujahidin, namun tak ada keterangan apakah ia sedang belajar menembak atau turut menembak pasukan rezim.

Fujimoto mengatakan bahwa majikannya tidak tahu ia sekarang berada di Suriah. "Saya hanya mengatakan kepada mereka Saya pergi ke Turki untuk berlibur. Jika Saya mengatakan mereka yang sebenarnya, mereka akan mengatakan kepada saya bahwa Saya benar-benar gila."

Fujimoto bersama mujahidin Suriah (Foto ini diambil dari akun Facebook Toshifumi Fujimoto)

Mungkin banyak orang mengatakan ia gila, tetapi orang-orang tidak tahu bahwa pekerjaannya dan kehidupan keluarganya adalah akar kesedihannya yang membuat ia ingin mencari hidup baru.

Fujimoto telah bercerai dengan istrinya, dan mengatakan "Saya tidak memiliki keluarga, tidak ada teman, tidak ada pacar. Saya sendirian dalam hidup ini."

Tetapi ia memiliki tiga anak perempuan, yang tidak pernah ia lihat selama lima tahun, "bahkan tidak di Facebook atau Internet, tidak ada. Dan itu adalah kesedihan saya yang mendalam," katanya sambil mengusap air matanya.

Sebab itulah ia membayar asuransi jiwa, dan "Saya berdoa setiap hari bahwa, jika sesuatu terjadi pada saya, gadis-gadis daya mungkin akan mendapatkan uang asuransi dan mampu hidup dengan nyaman."

Fujimoto tidak menjual foto-foto atau rekaman yang ia ambil selama turnya di medan perang ini, dan ia telah menghabiskan uang hingga USD 2.500 dari kantong pribadinya untuk terbang ke Turki. Kemudian mengeluarkan USD 25 sehari untuk biaya penginapan.

Selama di Aleppo, ia telah mendatangi berbagai medan tempur, seperti di distrik Amariya, Salahuddin, Saif al-Dawlah, Izza. Dan meskipun ia senang mengambil gambar di tempat konflik ini dan menyebarkannya, tetapi ada gambar yang membuatnya terpaku dan menyangkut dalam pikirannya.

Ketika ia membuka file di laptopnya, ia menunjukkan sebagian tubuh anak perempuan kecil berusia 7 tahun membusuk di Saif al-Dawlah, karena ditembak oleh penembak jitu rezim. Ia membayangkan, betapa sedihnya kehilangan puteri yang dicintai.

"Saya cinta anak-anak, tetapi Suriah bukanlah tempat bagi mereka. Sebuah bom bisa menghabisi nyawa mereka kapan saja," katanya yang kemudian diajak oleh mujahidin untuk bergabung dengan mereka di Salahuddin dan segera turun ke jalan menuju tempat di mana suara tembakan terdengar untuk melanjutkan "liburannya" di mana ia bisa merasakan hidup yang lebih hidup.

Inilah Fujimoto, orang Jepang yang rela menghabiskan uang untuk pergi ke medan perang. Demi mencari kehidupan yang lebih hidup, melupakan segala kepenatan dan kesedihan dalam hidupnya. Tak takut mati atau takut rugi harta.

Namun bagi seorang Muslim, medan Jihad bukanlah layaknya film action di Hollywood yang hanya untuk ditonton, atau "tempat wisata" yang hanya untuk "refreshing." Ada perniagaan sejati yang menggiurkan di sana yang ditawarkan oleh Allah SWT.

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar."                                                                                              (Q.S Ash-Shaff [61]: 10-12).

Maka tidak tertarikkah dengan janji ini?

"Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?"  (Q.S An-Nisaa' [4]: 87)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Jejak Kaum Ad : Penemuan Arkeologis Rangka Manusia

image

Kegiatan eksplorasi gas oleh tim The Aramco Exploration di wilayah gurun pasir Arab Saudi Selatan baru-baru ini menemui tengkorak manusia berukuran raksasa dan sangat mengejutkan. Wilayah di gurun pasir Arab selatan ini disebut “Empty Quarter” atau Rab al-Khaliy.

image 
image

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa Allah SWT pernah menciptakan manusia berukuran besar. Mereka adalah kaum ‘Ad, dimana Nabi Hud AS diutus kepada mereka. Tubuh mereka sangat tinggi dan kuat sehingga karena itu mereka bisa memeluk sebuah pohon besar dan mencabutnya.

 image image
Setelah Allah SWT memberi kekuatan kepada mereka dan melebihkan mereka dari umat-umat lain, kaum Ad
berbalik menjadi pendurhaka,
mendustakan dan menentang
kenabian Nabi Hud AS. Sebagai hukumannya, mereka kemudian diazab Allah SWT. Para Ulama Arab Saudi meyakini penemuan ini adalah kaum ‘Ad dari zaman Nabi Hud tersebut.

Demi keselamatan jejak arkeologis tersebut, tentara Arab Saudi telah menjaga kawasan penemuan ini dan tidak seorang pun dibenarkan memasuki lokasi kecuali para pegawai eksplorasi Aramco.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Alam Semesta Ciptaan Allah : Seberapa Besar BUMI kita?

Kita hidup di planet bumi yang terhampar termat luas, dimana terbagi oleh negeri-negeri yang didiami oleh manusia dengan ras dan berbangsa-bangsa. Allah pun menciptakan manusia yang satu menjadi berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Begitu banyak hal yang belum kita tahu tentang negeri-negeri lain, sementara bumi secara keseluruhan, sebagai planet, dapat di ibaratkan sebagai satu titik (noktah) di alam semesta ini.

Seberapa besarkah ukuran buki kita?

Keliling planet yang kita diami ini, BUMI kita, panjangnya 40.000 km (Jika kita ada di Pontianak, kota yang berada pada posisi 0 derajat LU/LS, pergi terbang lurus ke Barat mengitari bumi,  hingga kemudian tiba kembali di kota Pontianak dari arah Timur. Itu artinya kita telah menempuh jarak 40.000 KM). Ini artinya bumi sangat besar bagi kita. Untuk pergi ke Amerika atau Afrika saja terasa jauh sekali.

Namun coba kita lihat seberapa besar Bumi kita di banding planet yang masih dalam satu tata surya kita yang hanya memiliki SATU matahari sebagai pusatnya dan 11 planet ini tidak henti mengitari matahari. Ternyata BUMI kita tidak ada apa-apanya.

image Pada gambar 1, BUMI lebih besar (secara berurutan) dari Venus, Mars, Mercurius danyang  terkecil Pluto dalam konfigurasi Tata Surya Matahari kita.

Pada gambar 2, ukuran BUMI kita jauh lebih kecil dari Planet Yupiter (yang terbesar)-Lihat! Ukuran planet Bumi nomor 1 dari kiri pada baris paling bawah gambar 2. Planet lain yang ukurannya jauh lebih besar dari Bumi (secara berurutan) Neptunus, Uranus dan Saturnus.

Pada gambar 3, Bumi hanya seperti satu titik (urutan planet nomor 5 dari kiri) pada baris planet-planet Tata Surya di bawah gambar “seukuran bola tenis” MATAHARI.

Sementara Matahari kita hanyalah satu bintang diantara bintang yang jumlahnya tidak terhingga dari konstelasi galaksi BIMA SAKTI. Dan alam semesta memiliki galaksi yang tidak terhingga. Semua itu adalah ciptaan Allah SWT, yang menjadikan bumi kita sangat-sangat teramat kecil, lalu bagaimana dengan kita di hadapan alam semesta ini. Lalu bagaimana kita di hadapan Yang Menciptakan alam semesta.

Sementara bintang yang terbesar pun hanya satu titik dibanding Galaksi, Cluster, Super Cluster, Jagad Raya. Allah Maha Besar!

Ukuran Bumi dibanding Planet Jupiter

Ukuran Bumi dibanding Matahari. Diameter (lebar) matahari 1.391.980 km. Jika bumi “dimasukkan” ke matahari, ada 1,3 juta bumi yang bisa masuk.

Ukuran Matahari dibanding Bintang Arcturus

Ukuran Matahari dibanding Bintang Antares. Saat ini bumi sudah tidak bisa dilihat lagi. Diameter Antares 804.672.000 km.

Kalau anda menganggap Antares sudah sangat besar, ternyata bintang itu masih belum apa-apa dibanding dengan galaksi seperti Galaksi Bimasakti yang terdiri dari ratusan milyar bintang dengan lebar hingga 100 ribu tahun cahaya (1 detik cahaya=300.000 km).

Galaksi itu pun tidak seberapa jika dibanding dengan Cluster (Kumpulan) Galaksi yang terdiri dari ribuan Galaksi.

Tapi di atas Cluster masih ada Super Cluster yang terdiri dari ribuan Cluster. Ribuan Super Cluster akhirnya membentuk jagad raya.

Saat ini diperkirakan Jagad Raya (Universe) lebarnya 30 milyar tahun cahaya. Tapi ini cuma angka sementara mengingat teleskop tercanggih saat ini “cuma” bisa mencapai jarak 15 milyar tahun cahaya!

Ini baru langit ke 1. Belum langit ke 2, langit ke 3, hingga langit ke 7 di mana saat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad sampai hingga ke sana.

Jika dunia ini begitu luas, maka Allah menegaskan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Jauh lebih luas lagi dari dunia!

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah 255]

Source:
http://www.alphadad.net/Previous%20Alpha%20Dad%20Site/alphadadkids.htm
http://www.bcssa.org/newsroom/scholarships/great8sci/Space/4galaxys.html
http://apod.nasa.gov/apod/ap080210.html
http://www.nasaimages.org/luna/servlet/detail/NVA2~8~8~14669~115210:The-Violent-Lives-of-Galaxies–Caughttp://media-islam.or.id/2010/03/11/seberapa-besarkah-bumi-kita-allah-maha-besar/

READ MORE ... Monggo di-Klik

Tim Relawan Indonesia: Melawat ke Latakia Suriah Utara

 

Mata terus menatap keindahan bintang-bintang di langit Latakia. Sambil berdzikir, memupuk terus keyakinan bahwa kematian itu sudah digariskan. Entah di Suriah atau di Indonesia, kematian datang karena memang sudah tiba saatnya. Bukan karena kenekatan kami datang ke daerah konflik semacam ini. Sebab, menolong orang terzhalimi di wilayah konflik tidak akan mendekatkan kita kepada kematian, sebagaimana duduk diam di rumah tidak akan melindungi diri dari kematian. Hasbunallah wa nikmal wakiil.

Hujan lebat mengguyur Bandara Soekarno Hatta, Sabtu 3 Nopember 2012 lalu, saat tim ke-3 Hilal Ahmar Society (HASI) bertolak ke Turki. Mengemban misi seperti 2 tim sebelumnya, tim ini dipimpin Abu Yahya dengan anggota Ustadz Oemar Mita sebagai penerjemah, dr. Herry Syahbana dan Eddy Subiyanto sebagai tim medis. Begitulah berita kecil yang di-release dari http://www.muslimdaily.net 

Status Abu Yahya masih bekerja sebagai editor penerbit Ummul Quro Jakarta juga salah satu pengurus HASI. Ustadz Oemar Mita kesehariannya dai aktif di sekitar Jakarta. Dr. Herry aktivis Hilal Ahmar Jogjakarta sedang menempuh pendidikan spesialis radiologi UGM. Sementara Eddy Subiyanto sehari-hari sebagai perawat di RS YARSIS Surakarta.

Dalam pesan yang disampaikan menjelang keberangkatan, dr. Sunardi selaku salah satu pendiri HASI menekankan kepada tim agar menjaga niat ikhlas dan kesabaran. "Anda adalah duta yang mewakili umat Islam Indonesia di hadapan rakyat Muslim Suriah yang sedang terzalimi."

Kami berusaha melintasi perbatasan Suriah  Turki untuk menembus ke kota Latakia melalui koridor aman, meski harus menempuhi medan yang teramat sulit.    

image

"Kedatangan antum kemari telah membawa berkah," kata salah seorang penjemput kami, warga Suriah. Kegelapan malam membuat saya tidak mengenali wajahnya.  "Hujan sering turun, halilintar sering menggelegar. Pesawat-pesawat itu mengurangi intensitas serangan,"

Melintasi perbatasan Turki-Suriah harus melalui medan yang berat. Kami harus mendaki tebing curam. Tentu dengan beban carrier bag cukup besar yang harus kami bawa sendiri. Tidak mungkin meminta bantuan ikhwah Suriah, karena mereka sendiri juga membawa beban obat-obatan yang tidak ringan. Sebut saja botol infus, di Indonesia terbuat dari plastik. Di Turki, terbuat dari kaca yang tentu menambah beban.  Perjalanan seru! Saya mengalami jatuh terduduk dan Ustadz Umar sempat meminta berhenti dan celananya sobek.

Disambut hujan rintik, nafas tersengal dan keringat bercucuran—meski sebenarnya temperatur cukup dingin—kami usaikan "estape" terakhir perjalanan melintas batas. Ujung tebing yang kami daki ternyata jalan aspal. Tidak seberapa lebar memang, tapi cukup bagus untuk sebuah jalan di pegunungan—bila dibandingkan di Indonesia.

Di pinggir jalan tersebut kami rehat sejenak sambil menanti ambulan yang dijanjikan akan menjemput kami ke klinik darurat di Salma. Tak berapa lama, di ujung jalan terlihat seberkas sinar bergerak mendekat diiringi raungan mesin disel. Sebuah truk engkel (kalau di Indonesia sosoknya seperti KIA Travello) menghampiri kami. Wajah baru menyapa kami dari kabin depan truk tersebut. "Ahlan wa sahlan," sambutnya tersenyum disertai rekannya yang akan mengawal kami.

"Maaf, ambulan sedang dipakai. Jadi kita dijemput pakai truk ini," kata Ubay si kurir. Kami semua—10 orang—menaikkan barang, dan menata diri di bak truk. Di ujung bak ada genset, sementara di bagian depan ada kotak logistik keperluan Rumah Sakit darurat selain obat-obatan yang kami bawa. Sejurus, kami semua duduk di bak belakang. "Mana syabab Indonesia.... ayo di tengah. Jangan boleh di ujung belakang," kata Ubay. "Oke, siap. Kita berangkat," katanya kepada sopir.

Mobil menyusuri jalanan sempit di antara tebing dan jurang. Kami dalam beragam posisi. Ada yang duduk, bersandar di tas, dan.... pak Edi terlelap tidur. Sesekali, kami isi dengan cengkrama bersama para ikhwah Suriah. Mulai dari sindiran mereka yang melapuk bujang, sampai kebiasaan mereka bersenda gurau. Namun ada pula fase mendebarkan, yaitu saat saya berdiri menata isi tas, saya nyalakan senter.

Sebermula saya ragu, karena mungkin ini membahayakan. Tapi melihat lampu truk terus menyala sepanjang jalan, saya pikir nyala senter bukan masalah. Tapi :

"Hey, duduk dan matikan lampu," teriak Ubay. "Di samping kanan kiri kita ada marshad (tempat pengintaian) milik tentara Asad. Mereka punya peluncur granat," katanya. "Bagaimana dengan nyala lampu mobil?" tanya Ustadz Umar. "Saya sudah ingatkan sopir," jawabnya pendek.

Asir, pemuda Suriah yang duduk di samping saya kemudian menceritakan berbagai bentuk serangan yang sering dilakukan tentara Asad. Mulai dari roket, hingga Birmil. "Apa itu?" tanya saya penasaran dalam posisi tangan bersedekap kedinginan. "Birmil itu tempat minyak. Tingginya sekitar 1,5 m dan diameternya setengah meter. Mereka isi dengan bahan peledak jenis TNT dicampur potongan besi, paku serta benda-benda tajam lainnya," papar Asir.

Birmil—yang kemudian saya menerkanya sebagai tong, drum atau sejenis tangki—itu lanjut Ala dibawa dengan pesawat dan dijatuhkan dari ketinggian sekitar 400 m. Satu birmil, bisa kadang diisi TNT seberat 60 kg. "Bisa dibayangkan kalau menimpa sebuah bangunan," kata Abu Bakar, salah seorang mujahid dari Katibah Ahlus Sunnah wal Jamaah. "Ini metode baru Basar Asad untuk menghemat biaya. Sebab, menyerang dengan roket memerlukan biaya besar. Birmil bisa jauh lebih hemat dengan efek mematikan tetap tinggi," imbuh Ala.

Rupanya, birmil itu pula yang menimpa klinik pengobatan tempat teman-teman HASI tim ke-2 (sebelum kami) berada. Alhamdulillah, meski bangunan rusak berat, hanya seorang dari tim ke-2 HASI yang terluka ringan di kepalanya. Namun, birmil itu pula yang menewaskan Komandan Abu Burhan, pimpinan Liwa' Ahbaabullah. Ia sedang membawa air untuk dibawa ke rumahnya di kawasan Lattakia, ketika sebuah pesawat menjatuhkan birmil. Dan, sebuah potongan besi menghantam kepalanya hingga menemui kesyahidan, insya Allah.

Saya merebahkan diri sekadar meregangkan otot. Menatap langit yang berubah tak menentu. Kadang mendung atau cerah bertabur bintang. Menatap bintang, mencoba membedakan bentuknya dengan pesawat. Sebab, serangan udara banyak dilakukan di malam hari. Ketika melihat perbukitan dengan rumah-rumah bertaburan lampu, saya menanyakannya kepada Asir, "Itu milik Sunni atau Nushairi?" Jawabnya “Milik Sunni”. "Mengapa berani menghidupkan lampu?" "Ya, nanti jika terdengar suara pesawat, seluruh lampu itu mati dipadamkan." "Pesawat lebih sering datang di malam hari karena tidak terlihat. Tiba-tiba saja langsung jatuh bom,"

Mata saya tetap terus-menerus menatap beku ke bintang-bintang di langit malam Latakia. Sambil tetap terus berdzikir, memupuk terus keyakinan bahwa kematian itu sudah digariskan. Entah di Suriah atau di Indonesia, kematian datang karena memang sudah tiba saatnya. Bukan karena kenekatan kami datang ke daerah konflik semacam ini. Sebab, menolong orang terzhalimi di wilayah konflik tidak akan mendekatkan kita kepada kematian, sebagaimana duduk diam di rumah tidak akan melindungi diri dari kematian. Hasbunallah wa nikmal wakiil.

READ MORE ... Monggo di-Klik

LKS SD Bercerita bahwa : Menghisap Ganja atau Rokok dan Meminum Minuman Keras sebagai Resep Awet Muda

 

Sungguh negeri ini sedang menjurus ke jurang kehancuran generasi muda tanpa banyak orang menyadarinya. Telah terjadi suatu pembiaran yang justru di masa pemerintahan yang dianggap otoriter – zaman pemerintahan “Pak Harto” hal ini sangat musykil terjadi. Zaman “kebebasan” dan pemerintahan demokrasi liberal dan kapitalisme pendidikan saat ini telah membuka pintu kerusakan karakter anak-anak secara gamblang. Kerusakan generasi penerus kita pun semakin terlihat nyata.

Sangat memiriskan hati, anak2 kita usia SD, (bahkan masih kelas 3 usia 9 tahunan) sudah dikenalkan apa itu “Istri Simpanan” atau selingkuhan dalam LKS yang ada pada bacaan cerita Bang Maman, atau pertanyaan dengan jawaban yang benar adalah “Komunis” hingga anak diarahkan untuk punya pandangan positif terhadap GANJA, ROKOK DAN MINUMAN KERAS seperti dilansir oleh www.infospesial.net   

image

Setelah polemik “Istri Simpanan” Bang Maman dan LKS siswa SMP bergambar bintang porno Jepang, Mari Ozawa (Miyabi) dan pertanyaan dengan pilihan ideologi komunis sebagai jawaban yang benar, kini timbul soalan baru di buku LKS Bahasa Jawa murid kelas III SD di Kudus, Jawa Tengah. Pada halaman 4 buku LKS Bahasa Jawa terbitan CV Sindunata yang  beredar di Kudus berisi 5 dialog yang tidak layak dibaca siswa SD.

Bacaan berjudul "Resepe Simbah," menggambarkan pemuda bernama “Glendhoh” bertanya kepada kakek yang sedang duduk di teras terkait resep awet muda. Si Kakek, bernama “Klithuk” menjawab resep awet muda dengan cara "nyimeng" (menghisap ganja), ngombe (diasumsikan meminum minuman keras) 2 botol dan merokok 2 bungkus dalam sehari.

Ironisnya, pada sampul LKS terbitan CV Sindunata, Sukoharjo, Surakarta terdapat tulisan kurikulum terbaru, terintegrasi pendidikan karakter, acuan pengayaan dan sesuai SK Gubernur Jateng nomor 423.5/5/2010.

"Setiap hendak membeli buku LKS, sebaiknya diteliti dan dibaca secara seksama guna memastikan materi yang ada memang layak untuk anak-anak SD", kata Sudjatmiko Kepala Dinas Pendidikan di Kudus, Kamis kemarin (9/11).

Kepala Dinas Pendidikan Kudus, Sudjatmiko, juga mengaku baru tahu adanya kasus ini. "Kami baru mengetahui di dalam LKS itu ternyata ada materi tidak layak dibaca untuk siswa SD," kata Sudjatmiko, seperti dirilis infospesial.net.

Ini artinya di era “Kebebasan” ini, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak lagi memiliki kontrol atau memang tidak ambil pusing terhadap isi materi cetakan buku untuk para siswa anak didik di sekolah-sekolah wilayah lingkup kerjanya. Mereka hanya bersikap responsif, seperti juga aparat negara lainnya, yang akan bertindak jika ada bukti atau pengaduan warga atau munculnya reaksi masyarakat.

Kepala SD Negeri 1 Barongan, Kudus, Jawa Tengah (Sudjatmiko) mengimbau agar sekolah selektif memilih LKS. "Jangan sampai, setelah lama menggunakan LKS tersebut sekolah baru mengetahuinya." Siswa kelas III SD telah menggunakan LKS itu untuk semester satu yang dimulai Juli 2012 dan berakhir pada Desember 2012.

Penerbit Tidak Bertanggung Jawab dan  Tidak Punya Sikap Tanggung Jawab

Sementara itu, karena terjadi polemik, pihak penerbit siap menarik LKS. "Yang kami edarkan sejak pertengahan tahun ini sudah ada 5000 eksemplar di Jawa Tengah. Kami siap menariknya kembali jika ada perintah dari Dinas Pendidikan" ujar Manager CV Sindunata Sukoharjo Yatim Arohmah di kantornya, Senin (12/11).

Yatim mengatakan, pihaknya punya niatan baik dengan mencetak LKS tersebut. Yakni ingin ikut mencerdaskan bangsa sesuai visi dan misi pendidikan nasional. Yatim juga membantah jika pembuatan LKS tersebut tanpa pertimbangan matang.

LKS yang dibuat CV Sindunata, menurut Yatim, bukan hanya beredar di Kudus saja. Namun sudah beredar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Solo.

Di kota-kota atau kabupaten lain LKS yang beredar tidak bermasalah. Tetapi di Kudus oleh salah satu SD, LKS tersebut dianggap bermasalah.

Jika setiap hal yang menyangkut perusakan karakter anak selalu menunggu respon penolakan masyarakat, sementara aparat negara hanya bersikap responsif - yang akan bertindak jika ada bukti atau pengaduan atau muncul reaksi masyarakat, lalu dimana tanggung jawab negara terhadap anak-anak bangsa.

Muatan Pornografi Mulai Dikenalkan di LKS

Seperti berita yang dikutip dari VIVANews,  pihak sekolah SMP Islam Brawijaya di Kota Mojokerto tidak menyadari keberadaan foto bintang film dewasa itu dalam LKS, apalagi bukan sekolah yang menerbitkannya. "Fotonya biasa saja, bajunya juga biasa," kata Sri, salah satu petugas Tata Usaha sekolah tersebut. Pihak sekolah baru mengetahuinya setelah ada pihak yang melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Masalah di sekolah ini sudah selesai, sudah ditarik," tambah dia.

Selain di SMP Islam Brawijaya, diperkirakan LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia itu juga beredar di sekolah lain.

Foto Miyabi di LKS tersebut ada di halaman 36, Bab 2 bagian task 6 tentang Could You Report It?, foto artis film dewasa itu dipasang berdekatan dengan foto aktor Indonesia dan gambar fauna. Foto Miyabi di LKS itu membuat heboh warga Mojokerto, meski dalam LKS tersebut Miyabi berpenampilan rapi dan sopan atau tidak mengenakan baju seksi yaitu memakai blazer warna putih. Namun dengan hadirnya artis porno di buku pelajaran sekolah dikhawatirkan foto itu memancing keingintahuan siswa tentang sosok Maria Ozawa.

LKS Foto miyabi

Ini tampak pada contoh soal isian gambar seperti yang ada di atas.
Pada contoh itu dituliskan;
X: Do you know this animal?
Y: Yes, it is a hamster
X: What do you think about it
Y: How beautiful it is
"Dengan begitu, siswa diminta untuk mengetahui siapa Miyabi ini," ujar Iwud Widiantoro, aktivis LSM Aliansi Masyarakat Peduli Mojokerto (AMPM).

Menurut dia, bisa jadi siswa yang semula tak tahu akan mengetahui siapa sosok Miyabi. Selain itu, lanjut dia, karena usia pelajar siswa kelas 3 SMP ini merupakan usia yang rawan, bakal menimbulkan keingintahuan siswa terhadap sosok Miyabi ini.
"Kalau sudah begitu, maka dia akan mencari diinternet. Bisa-bisa yang muncul juga gambar-gambar Miyabi dalam pose seronok. Ini semestinya jadi pertimbangan,"

Dia menyayangkan karena dalam buku LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia yang disusun Tim Penyusun Musyawarah Guru Bahasa Inggris SMP ini, banyak berisikan gambar-gambar artis.

"Buku LKS ini kayak majalah infotainment saja, berisikan foto-foto artis. Seharusnya khan foto tokoh penting atau pakai karikatur yang mendidik," ujarnya.
LKS (Lembar Kerja Siswa) Sekolah adalah buku penunjang pelajaran siswa untuk lebih giat lagi belajar. Isi LKS biasanya kumpulan soal latihan yang harus dikerjakan siswa setelah membaca buku paket. Jika isinya "Mari Mengenal Artis Porno"

Gimana jadinya generasi penerus bangsa ini dimasa depan?????

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?