<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label ISLAMIC Historical Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMIC Historical Review. Tampilkan semua postingan

Kemunculan jin atau iblis di masa Rasulullah SAW


1.     Di Daarun Nadwah

Ketika para tokoh kafir Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (gedung parlemen mereka), iblis menyusup menjelma sebagai seorang tokoh besar dengan baju kebesarannya. Saat mereka melihatnya, mereka pun bertanya: “Siapakah Anda?” ia menjawab, “Saya Syekh (tokoh) dari kota Nejed. Saya mendengar kalian telah bersatu, karena itulah saya hadir ke sini agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasehat saya.” Mereka antusias menyambutnya; “Ya silahkan masuk.”

Iblis pus masuk bersama mereka lalu berkata, “Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad). Demi Allah, sepak terjangnya tidak akan bisa kalian bendung …”
(Sirah Ibnu Hisyam: 2/94 dan Tafsir Ibnu Katsir: 2/379)

2.     Di Perang Badar

Ibnu Abbas berkata, “Iblis telah menyerupai manusia sebagai sosok Suraqah bin Malik, pemuka Bani Mudlij. Ia datang ke tengah barisan tentara orang-orang musyrikin. Ia berkata: ‘Tidak ada seorang pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya adalah pelindungmu’. Ketika manusia telah berkumpul Rasulullah SAW. mengambil segenggam debu, lalu beliau lemparkan ke arah orang-orang musyrikin, mereka pu lari tunggang langgang. Lalu Jibril menemui Iblis. Waktu itu Iblis sedang memegangi tangan salah seorang musyrik, begitu melihat kedatangan Jibril, ia langsung melepaskan tangan orang musyrik tersebut dan kabur mengambil langkah seribu. Orang musyrik itu pun langsung meneriakinya: ‘Wahai Suraqah, kamu tadi mengklaim diri sebagai pelindung kami? “ Iblis menjawab, “Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak bisa melihatnya, sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” Itulah reaksi Iblis saat melihat para malaikat.” (Tafsir Ibnu Katsir: 2/317).

3.     Di Dalam Shalat

Aisyah ra. berkata, “Ketika Rasulullah shalat, datanglah syetan kepadanya. Lalu Rasulullah menangkapnya, membantingnya dan menyekiknya. Rasulullah bersabda, “Sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku.” (HR. Nasa’i)

4.     Di Dalam Baitul Maal (Gudang Zakat)

Abu Hurairah berkata: Rasulullah mengamanahiku untuk menjaga hasil pengumpulan zakat di bulan Ramadhan, lalu datanglah seseorang. Lalu ia menciduk hasil zakat dengan tangannya. Aku menegurnya: “Demi Allah, kamu akan saya laporkan ke Rasulullah.” Lalu ia berkata: “Saya sangat butuh sekali, dan saya mempunyai keluarga yang sangat membutuhkan makanan ini.” Maka aku membiarkannya pergi. Di pagi harinya, Rasulullah bertanya kepadaku: “Apa yang dilakukan tahananmu semalam?”. (Lalu Abu Hurairaih bercerita, dan peristiwa itu berulang tiga kali), sampai akhirnya jin itu mengajari Abu Hurairah ayat Kursi untuk membentengi diri dari gangguan syetan. Dan hal itu dibenarkan Rasulullah. Beliau berkata, “Kali ini ia benar, padahal la pembohong, ia adalah syetan.” (HR. Bukhari).

5.     Di Dalam Gentong

Ubay bin Ka’ab berkata: “Saya pernah punya gentong yang berisi kurma, saya selalu memeriksanya. Namun pada suatu saat, kurma itu berkurang dan waktu itu saya melihat sosok hewan namun menyerupai anak remaja. Aku pun menegurnya, “Apakah kamu jin atau manusia?”' la menjawab: “Aku jin”. Aku bertanya: “Apa yang bisa membentengi kami dari kejahatanmu?”' la meniawab:”Ayat Kursi”. Lalu aku ceritakan hal itu ke Rasulullah. Beliau bersabda, “Syetan itu benar.” (HR. Nasa’i)

6.     Di Dalam Keranjang

Sesunggqhnya Abu Ayyub mempunyai sekeranjang kurma, lalu datangtah hantu (syetan menampakkan diri) dan mengambilnya. Kemudian aku lapor ke Rasulullah, beliau berdabda, “Pergilah (ke tempatmu semula), apabila kamu melihatnya lagi, bacalah!. “Bismillah ajibi Rosulallah” (Dengan nama Allah, Taatilah seruan Rasulullah). Kemudian aku praktikkan, lalu dia (hantu tersebut) bersumpah untuk tidak datang lagi. Cerita ini sama dengan yang dialami oleh Abu Hurairah.” (HR. Tirmidzi)

7.      Di Dalam Rumah

Abu As-Sa’ib berkata bahwa bahwa Abu Sa'id al-Khudri pernah bercerita tentang pemuda penghuni rumah sebelahnya yang mati akibat balas dendam jin yang dibunuhnya. Waktu itu, jin itu menampakkan diri berupa ular, Tidak diketahui secara persis, mana yang terlebih dahulu mati, pemuda atau ular?

Ketika peristiwa itu disampaikan ke Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ini ada jin yang telah masuk lslam. Oleh sebab itu, jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka biarkanlah (izinkanlah) tiga hari. Jika setelah itu masih terlihat, maka bunuhlah karena ia adalah syetan.” (simak kisah Iengkapnya dalam hadits riwayat lmam Muslim).

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ummatan Wahidan : Keajaiban di Maidan Rabi'ah al 'Adawiyah

 

Dari lapangan Rab'ah al 'Adawiyah, Allah ingin menunjukkan tempat ini menjadi pusat percontohan peradaban Islam sesungguhnya, yang dibina di atas akhlak sangat luhur (akhlaaqul Karimah). Allah ingin menampilkan karakter ummat Islam yang sesungguhnya memalui rakyat Mesir, ummat yang yang siap untuk mengembalikan Palestina dan mesjid al Aqsha ke pangkuan dunia Islam.

Pagi hari Sabtu (3/8/2013), rumah sakit Maidan Rab'ah al 'Adawiyah mengumumkan bahwa RS kehabisan stok obat-obatan, darah dan tenaga medis, karena saking banyaknya korban penembakan subuh itu. Pengumuman disampaikan melalui FB, twitter, televisi (aljazeera mubasyir) dan dari mulut ke mulut.

Hanya berlangsung dua jam setelah pengumuman RS kebanjiran obat-obatan, sumbangan darah, peralatan medis, dan tenaga medis. Ada 65 ranjang berdatangan entah dari mana, dan ada 400 orang dokter dari segala spesialis menyumbangkan tenaga dan kemampuannya dengan gratis.

Keajaiban di Maidan Rabi'ah al 'Adawiyah

Tidak lama berlangsung RS justru kekurang lemari es untuk penyimpan darah. Pengumumanpun kembali disebarkan bahwa RS butuh 2 buah kulkas. Tidak sampai satu jam 6 kulkas diantarkan oleh masyarakat. Bukan kulkas bekas, tapi baru keluar dari toko. Sampai malam kulkas masih berdatangan sampai berjejer di samping panggung.

Di antara yang mengantarkan obat-obat itu adalah seorang penulis terkenal Ihab Mu'awwad. Sesampainya di RS ia menemui direktur RS dan menyampaikan kalau ia datang membawa satu truk obat-obatan yang telah ia kumpulkan dengan uang halal dari sumbangan keluarganya sendiri. Namun jawaban direktur RS sangat mengecewakan:

"Maaf, datang terlambat, pihak RS tidak membutuhkan obat-obatan lagi, karena obat yang sudah terkumpul sudah cukup untuk seumur hidup. Nanti kalau kami butuh sesuatu kami akan menghubungi anda".

Dengan memelas ia berkata: Tolonglah terima sumbangan saya ini. Dokter berkata sambil bercanda dan senyum: Kami sekarang tidak butuh obat lagi, tapi butuh orang sakit.

Hikmah Allah selalu ada dalam kondisi apapun. Saat ini Allah ingin memperlihatkan bagaimana watak asli orang Mesir yang sangat peduli kepada orang lain dan suka berkorban demi orang lain. Rab'ah al 'Adawiyah jadi pusat percontohan peradaban Islam sesungguhnya yang dibina di atas akhlak yang sangat luhur. Allah ingin menampilkan rakyat yang siap untuk mengembalikan Palestina dan mesjid al Aqsha ke pangkuan Islam.

[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Teknologi Anti-Aircraft 9K33 OSA berhasil dikuasai Mujahidin Suriah

 

9K33 Osa atau dikenal dengan nama SA-8 Gecko merupakan sistem pertahanan udara mobile pertama yang menggabungkan radar dan peluncur rudal dalam satu kendaraan. Kendaraan ini dikembangkan oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan masih digunakan hingga saat ini.

clip_image001clip_image002

Kendaraan beroda enam ini merupakan kendaran amfibi yang dapat bergerak di darat dan air. Sistemnya dapat mendeteksi, melacak, dan bertempur dengan pesawat udara secara mandiri atau dengan bantuan radar pemantau resimen.

Suriah merupakan salah satu negara yang mengoperasikan kendaraan ini.

Alhamdulillah dengan izin Allah, Mujahidin Suriah dari Liwa’ Al-Islam berhasil menguasai salah satu kendaraan tersebut dan menggunakannya untuk menjatuhkan pesawat tempur rezim Suriah.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kemerdekaan Indonesia - Ikhwanul Muslimin Mesir dan Mesir

 

Sejarah mencatat Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di balik pengakuan Mesir tersebut terkuak fakta bahwa pencetus dan pejuangnya adalah Ikhwanul Muslimin (Pribadi, 2013). IM adalah gerakan Islam yang dibentuk Syeikh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.  Dr. Richard Mitchell mengungkapkan bahwa IM merupakan gerakan Islam moderat dan modern terbesar di dunia abad ini. Gerakan ini sangat berpengaruh dan mampu menyebar di lebih 70 negara.

Ikhwanul Muslimin saat itu sering mengerahkan massa untuk demonstrasi dan menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Para buruh IM yang bekerja di kapal-kapal Inggris banyak melakukan pemogokan bahkan berhenti bekerja dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah Inggris supaya berhenti membantu Belanda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrphB-MLRE8Tl5eEM0g1CuBiqwr8_Id_C-9PYytyB0zmhWqo8mPr_xKy02WwQVrC9o3Tz6Fzazuwwpf_5AEQ4CrVuoD8kWOZVAnn-WqA6AUcWvycvEuswsbuecdYs1FmJE0w8ASWQ_eM0/s1600/944118_674809242546004_2097013607_n.jpg           Buruh Ikhanul Muslimin Suez Canal mogok menuntut Inggris tidak bantu Belanda

Ikhwanul Muslimin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran dan majalah miliknya. Tatkala terjadi pertempuran Surabaya 10 November 1945 dan banyak koran Indonesia memberitakan, IM mengadakan shalat ghaib berjamaah.

Puncaknya IM mendesak agar pemerintah Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Tepat tanggal 22 Maret 1946 Mesir di bawah Raja Farouk resmi menjadi negara pertama yang menyatakan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Mesir mengirimkan utusan khususnya yang membawa surat pengakuan itu untuk menemui Presiden Soekarno. Mesir selanjutnya menyalurkan bantuan lunak berupa uang kepada pemerintahan Indonesia yang kas-nya masih kosong.

Tidak sampai disitu, IM dengan jaringannya yang tersebar selanjutnya menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya. Mesir dan negara-negara Arab membentuk Panitia Pembela Indonesia dan mendorong pembahasan isu Indonesia di Perserikatan Bangsa Bangsa dan Liga Arab.

Sebelum pengakuan tersebut Indonesia baru merdeka secara de facto belum de jure. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.Negara-negara di luar Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mau ikut campur urusan Indonesia karena dianggap sebagai masalah dalam negeri Belanda. Delegasi Indonesia seperti Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Soedjatmoko, dan LN Palar juga tidak boleh masuk ke Sidang Majelis Umum PBB.

Zein Hassan dalam bukunya Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, menulis bahwa pengakuan kemerdekaan membuat posisi Indonesia setara dengan negara lainnya, termasuk Belanda dalam diplomasi internasional.

Proklamator Bung Hatta sebagaimana dinukil dalam buku tersebut menyatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagaimana selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

Sjahrir dan Agus Salim mewakili Indonesia pernah menemui Hasan al-Banna untuk menyampaikan terima kasih kepada IM atas dukungannya kemerdekaannya. Sebagai bangsa berbudaya dan berkarakter sangat pantas Indonesia berterima kasih kepada IM maupun pemerintah Mesir secara umum.

Rekaman di atas menunjukkan bahwa hubungan historis antara IM, Mesir dan Indonesia sangatlah  kuat. Di Mesir bahkan ada Jalan Ahmad Soekarno yang diambil dari nama Presiden Pertama Republik Indonesia.

Pada saat bencana dahsyat tsunami Aceh, pada pagi hari 26  Desember 2004, Ikhwanul Muslimin Mesir segera mengirim tim relawan kemanusiaan di Aceh dipimpin oleh Mohammad Mursi yang baru saja dikudeta oleh Militer Mesir sebgai Presiden sah Mesir hasil pemilihan umum paling demokratis dalam sejarah Mesir. Berikut ini dokumentasi tim relawan Ikhwanul Muslimin Mesir beserta foto Mohammad Mursi.

image            Mohammad Mursi (keempat dari kiri) pasca Tsunami Aceh – Desember 2004.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Canal de Suez : Diantara Ferdinand de Lessep dan Umar ibn Khattab

 

Malam ini saya sangat terperangah. Selama ini aku mendapat informasi tentang Terusan Suez secara tidak lengkap dan cenderung disesatkan oleh sumber informasinya. Lebih dari 30 tahun lalu dalam buku kurikulum Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) untuk siswa kelas V dan VI SD di DIY, disebutkan Terusan Suez dibangun Ferdinand de Lessep dan diresmikan penggunaannya di tahun 1869 – setelah sekitar 10 tahun pembangunan. Saya pun mendapat kesan dan kesimpulan ide pembangunan ini berasal dari insinyur perancis ini.

Baru-baru ini saya temukan fakta baru, SIAPAKAH YANG SEBENARNYA MERINTIS PEMBANGUNAN TERUSAN TERBESAR DI DUNIA INI?

Terusan Suez Adalah Karya Master Piece Umar bin Khattab

Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.

Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.

Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.

Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk Amirul Mukminin.

Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.

Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.

Sumber : mediaumat.com

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kebangkitan Nasional : Budi Utomo atau Jamiat Kheir?


Setiap peringatan hari kebangkitan nasional, bangsa Indonesia menyisakan perdebatan klasik soal organisasi mana yang paling layak dianggap sebagai pelopor kebangkitan itu. Ada dua kutub utama yang muncul sebagai pemicu tonggak semangat kemerdekaan Indonesia tersebut, yaitu Budi Utomo dan Sarekat Islam.

Dalam pemahaman yang berkembang selama ini, kelahiran Budi Utomo pada 1908 menjadi tonggak sejarah nasional Indonesia. Budi Utomo yang didirikan oleh Soetomo dan para mahasiswa Stovia memberikan kontribusi dalam gerakan nasionalnya. Namun sejumlah pihak mempertanyakan organisasi yang berasal dari kaum priyayi ini, karena dianggap tidak sepenuhnya memperjuangkan kaum pribumi. Pihak tersebut menyatakan bahwa Budi Utomo bukanlah gerakan pertama yang mempelopori kebangkitan nasional, melainkan Sarekat Islam yang berdiri sejak 1911. Dalam persoalan pembebasan dan emansipasi, Budi Utomo melibatkan kalangan priyayi di Jawa dan Madura sedangkan Sarekat Islam memperjuangkan emasipasi hak-hak politik dan partisipasi politik rakyat secara luas.

Jika ditelusuri kembali sejarah berdirinya Budi Utomo, organisasi ini berdiri sebagai kebijakan balance of power dari pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini didirikan untuk mengimbangi gerakan kebangkitan pendidikan Islam yang dipelopori oleh Jamiat Kheir yang didirikan pada tahun 1901 di Jakarta, dengan proses yang berliku-liku baru mendapat pengesahan tanggal 17 Juli 1905. Organisasi modern pertama di Indonesia ini didirikan oleh elit Hadrami dan bangsawan Arab dari keluarga Sayyid bin Syahab dan al-Masyhur.

Diawali pada tahun 1898, beberapa tokoh dari kalangan masyarakat Arab sepakat untuk membuat suatu perkumpulan yang bertujuan membantu kondisi sosial masyarakat Arab. Berulangkali para tokoh masyarakat Arab mengadakan rapat untuk mewujudkan cita-cita mereka membantu kondisi sosial masyarakat muslim dan rencana mendirikan lembaga pendidikan Islam modern, yang merupakan semangat penolakan mereka terhadap kebijaksanaan kependidikan yang diterapkan pemerintah kolonial Belanda. Cita-cita tersebut sesuai pula dengan gagasan mufti Betawi sayid Usman bin Abdullah bin Yahya agar ummat Islam membangun suatu lembaga pendidikan agama untuk menangkal kristenisasi melalui sekolah-sekolah negeri.

pendiri-jamiat-kheir1

Pada tahun 1901 sebagai langkah permulaan beberapa tokoh masyarakat Arab berinisiatif mendirikan sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan berdasarkan Islam, yang diberi nama Jamiat Kheir. Pada mulanya organisasi ini dimaksudkan sebagai wadah kerjasama dan perlindungan, tapi mencerminkan pula sentimen keagamaan yang kuat dari pendiri-pendirinya, yang selalu siap memberi bantuan pada tiap organisasi dan pergerakan yang condong pada Islam. Karena anggota dan pemimpin organisasi ini pada umumnya terdiri dari orang-orang yang berada, maka mereka dapat menggunakan sebagian besar waktunya untuk perkembangan organisasi tanpa merugikan usaha mereka untuk pencaharian nafkah. Mungkin hal ini pulalah yang menjadi salah satu penyebab utama yang menunjang kemajuan dan perkembangan Jamiat Kheir.

Banyak tulisan-tulisan anggota Jamiat Kheir tentang pergerakan Islam di Indonesia, juga tentang apa yang mereka anggap sebagai penindasan pemerintah Hindia Belanda terhadap penduduk muslim Indonesia. Tulisan-tulisan ini dimuat dalam surat kabar dan majalah di Istanbul, Syria dan Mesir, diantaranya dalam majalah al-Manar. Karena publikasi Jamiat Kheir cukup luas, maka intimidasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda sampai juga ke telinga dunia internasional dan mendapat cukup perhatian dari mereka. Salah satu diantaranya adalah dari pemerintahan Usmani di Turki. Pemerintah Usmani Turki kemudian mengirimkan utusannya ke Batavia, yaitu Abdul Aziz al-Musawi dan Galib Beik. Disebutkan bahwa tujuan kedatangan mereka untuk menyelidiki keadaan kaum muslim di Indonesia.

Dapat dikatakan upaya penyelidikan ini sedikit banyak dipengaruhi juga oleh berita-berita anggota-anggota Jamiat Kheir yang dikirim ke Turki. Namun kedua konsul ini juga mendapatkan tekanan dan intimidasi dari pemerintah Hindia Belanda. Tekanan dan intimidasi dari pemerintahan Hindia Belanda kepada Jamiat Kheir menyebabkan semakin eratnya hubungan persaudaraan antara masyarakat Arab dan masyarakat pribumi Indonesia. Hal ini membuat Belanda menjadi semakin takut dan cemas, apalagi Jamiat Kheir merupakan penghubung antara bangsa Indonesia dengan pemerintah Usmaniyah di Turki yang sangat simpati dengan perjuangan kemerdekaan di Indonesia.

Untuk mengantisipasi dan mengimbangi jiwa nasionalisme Jamiat Kheir, maka atas inisiatif Bupati Serang yang juga anggota organisasi Jamiat Kheir, Ahmad Djajadiningrat, dibangunlah sebuah organisasi imbangan yang juga berada di Batavia. Organisasi tersebut harus dipimpin pula oleh bangsawan karena murid-murid Jamiat Kheir pun ada yang dari kalangan bangsawan Jawa, antara lain Ahmad Dahlan yang kelak menjadi pendiri Muhammadiyah. Hal ini sejalan dengan dugaan Haji Agus Salim yang menyatakan bahwa banyak anggota Budi Utomo sebelumnya adalah anggota Jamiat Kheir.

Adapun nama organisasi tandingannya, menurut Ahmad Djajadiningrat harus sama pula seperti Jamiat Kheir. Untuk itu dipilihlah nama Budi Utomo. Nama ini sebagai pengalihbahasaan dari bahasa Arab ke bahasa Jawa. Jamiat Kheir mempunyai arti ‘perkumpulan yang baik’, kemudian jika diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa menjadi Budi Utomo. Akan tetapi terdapat perbedaan yang mendasar di antara keduanya, jika Jamiat Kheir lebih mengutamakan amal saleh menurut ajaran Islam, Budi Utomo juga mengutamakan laku utama menurut ajaran Jawa.

Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya ‘Api Sejarah’ halaman 346 menulis : ‘apabila Jamiat Kheir mengimani manusia sebagai ciptaan Allah, Sutomo mempercayai manusia sebagai penjelmaan akhir Tuhan. Bila Jamiat Kheir menganjurkan sholat, sebaliknya Sutomo sebagai pendiri Budi Utomo mempercayai dirinya sebagai penjelmaan terakhir dari Tuhan, sesuai ajaran agama Jawa mengajarkan manusia tidak perlu mendirikan shalat’.

Begitu pula dengan berdirinya Sarekat Islam, di mana pendirinya Haji Samanhudi terpengaruh dan terinspirasi oleh jiwa nasionalisme keturunan Arab yang tergabung dalam Jamiat Kheir, membentuk organisasi Sarikat Dagang Islam yang kemudian hari menjadi Sarikat Islam. Peran Jamiat Kheir membantu Sarikat Islam dalam membangkitan perlawanan ekonomi terhadap Cina dibuktikan dengan banyaknya anggota Jamiat Kheir yang menjadi pengurus dan anggota Sarikat Islam.

Robert Van Niel dalam bukunya ‘The Emergence of the Modern Indonesia Elite’ menuliskan bahwa banyak anggota Sarikat Islam sebelum itu adalah anggota Jamiat Kheir. Sekalipun dalam resolusi tahun 1911 diputuskan untuk tidak lagi menerima yang bukan orang Indonesia asli sebagai anggota, tetapi banyak orang Arab tetap menjadi anggota atau aktif bekerja bersama Sarikat Islam. Di Jakarta, begitu hebat membanjirnya pendaftaran anggota Sarikat Islam sehingga pada bulan Maret 1913, untuk sementara penerimaan anggota baru harus dihentikan. Hal ini dimaksudkan agar administrasi tidak menjadi kacau.

Dalam kalangan Sarikat Islam terdapat perhatian yang besar untuk kegiatan pendidikan yang diusahakan oleh Jamiat Kheir. Pada tahun 1913, Jamiat Kheir sering dijadikan tempat rapat-rapat Sarikat Islam di Batavia. Di antara pengurusnya ialah Abdullah bin Husein Alaydrus salah satu pengurus Jamiat Kheir. Dalam kepengurusan Sarikat Islam, ia duduk sebagai ketua dan merupakan donatur utama.

Di luar Jakarta, di distrik Jatinegara dan Kebayoran dalam waktu yang singkat ribuan orang mendaftarkan diri sebagai anggota. Perkembangan yang paling dahsyat dilaporkan dari cabang Tangerang, di sini keanggotaan meningkat dalam waktu sebulan menjadi sepuluh ribu orang. Di Tangerang, ketua Sarikat Islam di pegang oleh sayid Usman al-Saqqaf dan sayid Abdurrahman al-Syatri sebagai komisioner.

Keikutsertaan anggota Jamiat Kheir menunjukkan dukungan masyarakat Arab pada Sarikat Islam. Di antaranya Ali bin Abdurrahman al-Habsyi, seorang ulama terkemuka di Batavia, Ahmad bin Muhammad al-Musawa di Surabaya, Hasan Ali Surati, seorang keturunan Arab yang lama tinggal di Surat India dan pedagang yang memainkan peranan penting di belakang layar dalam kegiatan Sarikat Islam. Menurut Rinkes, (penasehat pemerintah Belanda terhadap masalah-masalah keislaman), pendirian Sarikat Islam dipengaruhi oleh ketergantungan keuangannya pada golongan-golongan Arab yang mampu di Surabaya. Bahkan menurut Korver, HOS Cokroaminoto seorang yang sangat bergantung pada beberapa orang Arab terkemuka di Surabaya.

Dalam laporan rahasia tentang kongres Sarikat Islam di Surabaya pada bulan Juli 1915 dari Dr. Hazeu dikatakan bahwa ‘pengaruh Arab atas perkumpulan ini, atau lebih tepat atas pengurus besarnya tampaknya juga cukup meningkat’. Selama kongres itu, di antara orang yang sangat menonjol peranannya menurut Dr. Hazeu adalah Hasan bin Semith, seorang keturunan Arab. Hasan bin Semith ditempatkan pula dalam comisaris centraal Sarikat Islam tahun 1915.

Di bidang jurnalistik, perjuangan Jamiat Kheir ditandai dengan diterbitkannya surat kabar Oetoesan Hindia dengan HOS Cokroaminoto sebagai pemimpin redaksi, dan juga membiayai berdirinya surat kabar Medan Priyai yang dipimpin oleh Raden Mas Tirtoadisuryo, di samping melakukan korespondensi dengan surat-surat kabar dan majalah-majalah di luar negeri seperti di Istambul Turki yang banyak memuat berita-berita dan gerakan-gerakan Islam di Indonesia. Misalnya majalah al-Manar memperoleh informasi mengenai gerakan-gerakan Islam di Indonesia dari perkumpulan Jamiat Kheir. Tidak heran jika pemerintah kolonial Belanda mengawasi dengan ketat aktivitas perkumpulan itu.

jamiat khair

Jamiat Kheir telah menunjukkan perlawanan kepada pemerintah melalui artikel-artikel para anggotanya pada harian di luar negeri khususnya negara-negara Arab. Kedatangan utusan Turki menunjukkan bahwa Jamiat Kheir sebagai perkumpulan yang didirikan oleh keturunan Arab memang menjalin hubungan dengan kekhalifahan Turki. Hal ini menunjukkan pula bahaya Pan Islamisme dari Jamiat Kheir di mata pemerintah. Perkumpulan Jamiat Kheir ini dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial Belanda, karena pengaruhnya dapat membangkitkan semangat Islam, semangat jihad fisabilillah di kalangan kaum muslimin Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda kemudian melakukan penekanan-penekanan terhadap anggota Jamiat Kheir. Pada tahun 1917 dilakukan penangkapan dan interogasi terhadap tokoh Jamiat Kheir dan beberapa diantaranya kemudian dipenjarakan.

Pada akhirnya di tahun 1918 pemerintah memutuskan bahwa Jamiat Kheir sebagai organisasi yang didirikan oleh warga Timur Asing dilarang terlibat dalam kegiatan organisasi warga Indonesia. Dan ditekankan bahwa izin berdiri Jamiat Kheir dapat dicabut sewaktu-waktu. Menyadari kecurigaan pemerintahan terhadap perkumpulan dan penekanan-penekanannya, Jamiat Kheir kemudian mengambil strategi untuk kembali dalam Anggaran Dasarnya, khususnya dalam masalah pendidikan. Karena Jamiat Kheir sebagai perkumpulan sosial telah dicurigai pemerintah akibat kegiatan politiknya, maka pada tanggal 17 Oktober 1919 dilakukan perubahan bentuk perkumpulan menjadi yayasan pendidikan. Pada tanggal tersebut Jamiat Kheir berubah menjadi Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan School Djameat Geir, tertanggal 17 Oktober 1919 yang dimuat dalam akta nomor 143 notaris Jan Willem Roeloffs Valk di Jakarta. Sejak saat itu kegiatan Jamiat Kheir dilakukan melalui wadah Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir.

Melihat peran dan kiprah Jamiat Kheir dalam gerakan kebangkitan kesadaran nasional Indonesia, mengapa kabinet Hatta (1948-1949) menetapkan Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional, padahal jelas-jelas organisasi tersebut menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia dengan menolak sistem penerimaan keanggotaan yang tidak terbatas dari bangsawan Jawa semata, dan mengekalkan serta menguatkan agama Jawa. Bahkan Budi Utomo melalui medianya Djawa Hisworo mengangkat artikel yang menghina Rasulullah saw. Mengapa bukan Jamiat Kheir yang dijadikan tonggak sebagai pelopor kebangkitan kesadaran nasional Indonesia, yang secara faktual telah berjuang di hampir semua bidang, baik pendidikan, politik, ekonomi, dan jurnalistik. Apakah karena mereka beragama Islam dan berkewarganegaraan Timur Asing ?

Referensi:

  1. Al-Gadri, Hamid, Dutch Policy Against Islam and Indonesians of Arab Descent in Indonesia, Jakarta, LP3ES, 1994.
  2. Al-Masyhur, Idrus Alwi, Jamiat Kheir Mengangkat Martabat Bangsa, Jakarta, al-Mustarsyidin, 2006.
  3. Kesheh , Natalie Mobini, The Hadrami Awakening, Community and Identity in The Netherlands East Indies 1900-1942, New York, Southeast Asia Program Cornell University, 1999.
  4. Korver, APE, Sarekat Islam Gerakan Ratu Adil ?, Jakarta, Grafitipers, 1985.
  5. Robert Van Niel, The Emergence of the Modern Indonesia Elite, DenHaag, Van Hoeve, 1960.
  6. Simbolon, Parakitri T, Menjadi Indonesia, Jakarta, Penerbit Buku Kompas, 2006.
  7. Suryanegara, Ahmad Mansur, Api Sejarah, Bandung, Salamadani Pustaka Semesta, 2009.

Oleh: Benmashoor    Source : arrahmah.com

READ MORE ... Monggo di-Klik

The Last words of Omar Mukhtar – Fighter from Libia

 

My forefinger that admits in every prayer that there is no God but Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah cannot write a word of falsehood, we do not surrender, we win or die!
Omar Mokhtar

Last words of Omar Mukhtar

Omar Mukhtar, Emir of the Mujahideen of Libya, headed jihad against Italian invaders in the 1920-1930s. He was 70 years old, when he received a severe wound, and was taken prisoner by the invaders.

A dialogue in an infidels’ court in 1931, between the “judge” and Omar Mukhtar:

- Did you fight against the Italian state?

Omar: Yes

- Did you encourage people to fight against Italy?

Omar: Yes

- Are you aware of penalty for what you did?

Omar: Yes

- For how many years did you fight against Italy?

Omar: For 20 years already

- Do you regret of what you have done?

Omar: No

- Do you realize that you will be executed?

Omar: Yes

The “judge” remarked:

- It’s a dismal end for a man like you.

Hearing these words, Omar Mukhtar replied:

- On the contrary, it is the best way to end my life!

The “judge” then wanted to acquit him and deport him from the country if he appeals to Mujahideen in a statement to stop the Jihad. Then Omar Mukhtar said his famous words:

- My forefinger that admits in every prayer that there is no God but Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah cannot write a word of falsehood, we do not surrender, we win or die!

READ MORE ... Monggo di-Klik

Era Baru Militer Turki : Membaca dan Mempelajari Al Qur’an

 

Tahun 1923 khilafah Islam di Turki dihapus, sultan terakhir Turki Utsmani diusir keluar negeri dan Turki berubah menjadi Republik  dan mulai menegakkan nilai-nilai sekurarisme dan memusuhi segala yang berbau Islam. Tepat setelah 90 tahun dilarang mempelajari pelajaran agama di institusi militer, kini personil militer Turki diperbolehkan membaca dan mempelajari Al-Quran, biografi Nabi Muhammad (shalaallahu ‘alaihi wa sallam), Nilai-nilai dan norma-norma dasar Islam akan diajarkan di sekolah-sekolah militer di Turki, menurut laporan Umma-inform, seperti dilansir oleh Islam.ru.

Laporan mengatakan bahwa Menteri Pendidikan Turki mengeluarkan sebuah dekrit yang menghapuskan larangan mengajarkan pelajaran agama di institusi-institusi pendidikan militer. Sejak saat ini, para murid di sekolah militer-dimulai dari kelas 5-yang memiliki keinginan untuk mendapatkan pengetahuan Islam di sekolah menengah. Demikian juga di perguruan-perguruan tinggi militer Turki akan ada pelajaran dasar-dasar Islam, membaca Al-Quran, adab-adab Islam, dan sejarah Nabi Muhammad (shalalallahu ‘alaihi wa sallam).

Selain itu, dekrit tersebut juga membatalkan aturan yang mengharuskan pemilihan pelajaran untuk para murid oleh para komandan, sebagaimana yang dilakukan sebelumnya.

Karena kekurangan guru-guru Islam yang berkualitas, pernyataan resmi telah dikirim ke Kementerian Agama Turki untuk menyediakan guru-guru Islam untuk peluang ini.

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/04/11/militer-turki-mulai-mempelajari-al-quran.html#sthash.nBZOXbNd.dpuf

READ MORE ... Monggo di-Klik

Silaturahmi Anis Matta bersama Ratusan Kiai di Semarang

 

Hari Jum’at lalu (5 April 2013) ada kabar gembira dari Senayan bahwa PKS berhasil menggolkan usulan penghapusan pasal Pancasila sebagai Azas Tunggal dalam RUU Ormas yang akan disahkan 12 April nanti. Inilah berita yang sangat menggembirakan ummat Islam khusunya bagi semua Ormas Islam.

Takbir!!!     Allaahu Akbar … Allaahu Akbar … Allaahu Akbar walillaahi l hamd.

Berita gembira yang kedua adalah PKS kini telah memasuki fase baru dalam perjalanan politik dan mulai menjalin silaturahmi dengan para kyai kampung. Alhamdulillah – Inilah berita yang mengharukan dan sangat membahagiakan karena mulai dekatnya kita dengan para ulama yang bersahaja, waro’ dan tawadhu’ jauh dari hingar bingar duniawi dan pencitraan palsu.

  1. Politik pada hakikatnya adalah Ilmu Mengelola Manusia (Managing people) melibatkan Seni  dan Game, ada ketegangan namun tidak bahaya. Itulah Nature Politic dan sifat manusia selalu ingin menjauhi hal berbahaya.  sayangnya,
  2. dalam perjalanan, politik yang alami ini berubah dipahami menjadi sebatas perebutan kekuasaan, tegang dan berbahaya. Ini menjadi masalah besar kita.

Demokrasi Barat mengajarkan Politik itu untuk meraih kekuasaan, maka seringkali sejarah berulang orang-orang culas mencapai puncak kekuasaan. Sementara dalam Islam  – Kekuasaan adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan.

Maka demikianlah adanya, Nature Politik ini akan menjadi  relevan bagi PKS ketika PKS mulai diterima secara formal di kalangan pesantren salaf, ulama yang sebenar-benarnya ulama dan semoga terus dapat memenangkan hati ummat.  Berikut ini beritanya. 

Sumber : PKS Piyungan, Jumat, 05 April 2013

SEMARANG - Tekad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengubah mitos Jawa Tengah sebagai basis merah dalam pilgub dan pileg tidak bisa dianggap remeh. Hal itu ditunjukkan oleh partai dakwah ini saat Kamis (4/4/13) PKS mengumpulkan kiai kampung.

Dalam acara yang dikemas dalam silaturrahmi itu, setidaknya 150 kiai kampung hadir dalam silaturrahmi di Pondok Pesantren Poncol Desa Popongan Kec Bringin, Kabupaten Semarang pimpinan KH Nurkholis.

Sementara dari PKS tampak Presiden PKS Anis Matta, Sekjen DPP PKS Taufik Ridho, Ketua Bidang Pembinaan Ummat Raihan Iskandar, Ketua Wilda Jateng, Jatim, DIY Cahyadi Takariawan. Juga ikut dalam rombongan anggota DPR RI dari Fraksi PKS seperti Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Zuber Safawi, da juga Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih.

Anis Matta menyatakan bahwa kedatangannyake Ponpes Poncol adalah dalam rangka silaturrahmi dan ta'aruf. "Kita akan melakukan silaturrahmi dan ta'aruf ke seluruh daerah. Kebetulan kita mulai dari Jawa Tengah," paparnya.

Langkah kita juga dalam rangka minta tausiyah kiai dan ulama. "Tapi kalau dapat suara, itu adalah bonus," candanya yang disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut Anis bercerita kalau dirinya adalah jebolan pesantren selama 6 tahun. Dimana pesantren ternyata bisa melahirkan tokoh-tokoh besar. "Saya dengar Gus Dur pernah mondok disini," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Kyai Thohir, salah satu Kiai yang datang dalam acara tersebut berpesan agar PKS dapat memberi warna politik nasional yang Islami.

"Kita ingin politik nasional menjadi politik yang Islami dengan adanya PKS," tandasnya.

Silaturrahmi PKS dengan para kiai kampung ini pun berlangsung gayeng. Selain tuan rumah pimpinan Ponpes Ponnco KH Nurkholis, para kiai kampung yang hadir antara lain KH Fatkhurrohman, KH Tohir, KH.Syaifudin, KH.Muslim Saleh, KH.Hasyim Asari, KH.Muh Mughni, KH.Damroji, KH.Abdul Hamid, KH.Rifai.

Beberapa tokoh teras partai Islam selain PKS juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka diakui KH Nurkholis sebagai alumni Ponpesnya. "Gambar berbeda-beda tidak apa-apa, yang penting sama-sama Islam,"ungkap Nurkholis.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Azas Musyawarah versus Democracy Crazy

 

Sistem Demokrasi telah menenggelamkan ke-Indonesiaan kita, tidak lagi ada tokoh nasional yang kuat dan menjadi panutan semua lapisan masyarakat (lintas partai dan non-partai), mereka digantikan oleh tokoh politik yang dikampanyekan 5 tahun sekali. Pamor mereka telah dirampas oleh tokoh-tokoh politik yang lahir dari partai dan citra politik  dibesarkan oleh media massa yang lacur dan idealisme pers bisa dibeli dengan uang. Politik Indonesia saat ini sangat beraroma UANG (baik dalam rekruitmen maupun berapa besar kontribusi (uang) setelah lolos masuk DPR dan pemerintahan). 

Koruptor besar, komprador zionist, antek asing dan pengkhianat bangsa bisa dicitrakan sebagai politikus bersih dengan kekuatan uang dan media massa. Semua tokoh politik adalah tokoh Partisan dibesarkan oleh partai dan dengan kekuatan uang partai baru bisa dijadikan kuda Troya oleh para kapitalis laknat.

Tidak diragukan lagi Democrazy (Democracy Crazy) sudah menjadi mainstream dunia. Demokrasi sudah sangat melewati batas dan telah mematikan nilai-nliai sosial lokal, etika moral dan nilai-nilai agama. Demikian juga demokrasi yang diekspor dari alam pemikiran dunia Barat ini telah mencengkeram kuat sistem politik di Indonesia. 

Secara konstitusional sebenarnya NKRI adalah negara yang berlandaskan syariat Islam, melalui kesepakatan para ulama dengan kaum nasionalis dalam persiapan kemerdekaan pada waktu itu telah terbentuk Piagam Jakarta. Namun dalam perjalanannya kaum nasionalis sekuler menghianati kesepakatan tersebut. Salah satunya ialah bentuk negara yang secara kontitusi disebutkan bahwa Indonesia adalah negara musyawarah yang tercantum dalam sila ke-4, namun oleh rezim yang berkuasa sejak awal kemerdekaan hingga hari ini diselewengkan menjadi negara demokrasi. Akibatnya selama puluhan tahun rakyat dicekoki dengan pemahaman demokrasi, sistem kufur dari bangsa barat. Dan tidak sedikit pula yang akhirnya tersesatkan dengan menyamakan bahwa demokrasi adalah musyawarah itu sendiri. Demikian penjelasan Habib Rizieq dalam ceramahnya tentang NKRI Bersyariah beberapa waktu lalu di Bojong Gede Bogor.

“Musyawarah itu beda dengan demokrasi. Musyawarah itu ajaran Islam, perintah Allah Swt sedangkan demokrasi itu sistem batil, sistem kufur dari orang-orang kafir yang haram untuk diikuti,” ujar Habib. Sementara dalam sistem demokrasi, ide sinting dan kegilaan melebihi hewan seperti Gay dan Lesbian bisa masuk UU perkawinan jika mendapatkan suara mayoritas di parlemen.

“Dalam musyawarah segala apa yang sudah ada ketetapan hukum dari Allah dan Rasul-Nya itu tidak boleh dirubah, yang di musyawarahkan hanya teknisnya saja. Contohnya seperti minuman keras, hukumnya sudah haram tidak boleh diganti lagi. Namun berbeda dengan demokrasi, dengan suara terbanyak minuman keras menjadi boleh, contohnya seperti Kepres No 3/thn 1997 tentang bolehnya miras beredar di masyarakat dengan kadar dibawah 5%,” papar ketua umum FPI ini.

Tentang hukumnya demokrasi, secara tegas Habib Rizieq juga mengatakan bahwa demokrasi itu haram dan lebih bahaya dari babi. “Demokrasi lebih bahaya dari babi. Jika kita colek babi itu terkena najis mugholadoh, dan jika dibersihkan 7 kali maka kembali suci. Jika dimakan dagingnya kita akan berdosa namun tidak jatuh kafir. Namun jika demokrasi dibenak kaum muslimin maka dia ridho hukum Allah dipermainkan, maka dia bisa murtad keluar dari islam. Demokrasi bisa memurtadkan kita,” tegas Habib.

“Maka dari itu mulai saat ini, buang jauh-jauh dari pikiran kita bahwa Indonesia negara demokrasi, ganti dengan bahwa negara Indonesia adalah negara musyawarah. Itulah yang sesuai dengan landasan konstitusional dan cita-cita para pendiri bangsa ini,” pesannya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Garam - Ekstrak Lemon Menjadi Bahan Bikin Senjata Mematikan

 

Keterbatasan dan kondisi maut mengancam setiap saat di Suriah memicu kreatifitas luarbiasa. Garam dan Lemon dapat menghasilkan rampasan perang peluncur roket RPG, senapan serbu AK-47, magazin  dan mesiu. Dan semua itu terjadi dalam perang yang tidak berimbang antara Mujahiddien Suriah dan tentara bangsat Bashar Assad. Allaaahu Akbar walillaahil hamd.

Di Suriah, garam dan lemon pun jadi bahan pembuatan senjata

A young man works on the production of hand made missiles in a secret factory in Al-Bab, 30 kilometers from Aleppo. (AFP)

Pertempuran di Suriah semakin sengit, meskipun teknologi persenjataan antara kubu musuh dan Mujahidin jauh berbeda. Pihak rezim Assad memiliki persenjataan canggih yang lengkap, sedangkan Mujahidin menggunakan senjata apa adanya yang di antaranya mereka rakit sendiri.

Kekurangan senjata tak membuat Mujahidin patah semangat dan kehilangan kreatifitas, justru kreatifias muncul di tengah-tengah keterbatasan. Bahkan garam dan lemon pun jadi bahan pembuatan senjata.

Di antara Mujahidin yang merakit senjata sendiri adalah para anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Mereka mengembangkan senjata mereka sendiri untuk “bermain” di medan Jihad melawan pasukan rezim Assad.

“Saya dan kelompok saya mengambil pertempuran ini sebagai kasus saling menguntungkan, jadi kami harus memainkan permainan bertahan hidup paling kuat dan mempertahankan diri-diri kami dari serangan-serangan para binatang ini (tentara rezim -red),” kata Abu Hasan, seorang letnan FSA di provinsi Aleppo, dalam sebuah laporan ekslusif Al Arabiya.

Tim Abu Hasan terdiri dari 57 anggota, delapan dari mereka mampu merancang dan membuat senjata-senjata unik, menurut Abu Hasan.

“Tidak semua senjata kami akurat dan kami mendapati beberapa meleset sesekali , tetapi itu adalah bagian dari perjuangan dalam peperangan. Namun senjata-senjata buatan tangan ini memberikan kami kekuatan yang kami butuhkan untuk membunuh beberapa dalam setiap serangan yang kami lancarkan,” tutur Abu Hasan.

Unit Abu Hasan memproduksi rata-rata 18-30 roket buatan sendiri setiap harinya, dan telah membuat peluncur roket dengan menggunakan bahan-bahan rumah tangga yang mudah didapat di dapur seperti garam atau ekstraksi asam dari lemon.

Menurut Abu Hasan, timnya khusus melaksanakan pertempuran darat, namun di bagian lainnya di kota Aleppo Abu Hasan menyaksikan temuan yang lebih maju secara teknis, di mana pesawat-pesawat tempur rezim telah ditembak jatuh oleh Mujahidin dengan menggunakan artileri buatan tangan sendiri.

“Rezim (Assad) meremehkan kemampuan mental rakyat Suriah… meskipun banyak dari kami yang tidak berpendidikan, kami berusaha untuk menciptakan dari nol untuk menghancurkan mesin-mesin yang sangat besar (milik rezim),” katanya.

Abu Hasan mengatakan bahwa senjata-senjata sederhana buatan tangan sendiri adalah investasi yang besar. Unitnya telah mampu membuat kemajuan melawan tentara rezim Assad dan mendapatkan ghanimah yang bisa memperkuat mereka.

“Setiap roket yang sukses diluncurkan, sebagai imbalannya kami menerima RPG-7, AK-47, dan amunisi-amunisi dan itulah bagaimana kami dapat tumbuh lebih kuat,” katanya, Al-Arabiya melaporkan.

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/16/di-suriah-garam-dan-lemon-pun-jadi-bahan-pembuatan-senjata.html#sthash.XxZSpxvU.dpuf - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/16/di-suriah-garam-dan-lemon-pun-jadi-bahan-pembuatan-senjata.html#sthash.XxZSpxvU.dpuf

READ MORE ... Monggo di-Klik

KAHMI News : Mahfud MD terpilih menjadi Ketua Presidium

Tampaknya biduk KAHMI mulai mendapati arah yang baru setelah dinahkodai oleh figur bukan politikus, seperti selama ini terjadi. Mahfud MD yang masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi yang sebentar lagi akan berakhir dan menyatakan tidak lagi mencalonkan diri untuk jabatan tersebut telah terpilih sebagai nahloda KAHMI. Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Riau telah memilih 9 presidium untuk Majelis Nasional KAHMI periode 2012-2017. Selamat untuk Bang Mahfud MD terpilih sebagai ketua presidium karena meraih suara terbanyak.

Terpilihnya Mahfud MD sebagai Ketua Presedium KAHMI dianggap merefleksikan keinginan seluruh peserta Munas ke-IX di Riau. Dari awal perserta Munas, tak ingin KAHMI dipimpin politisi.

"Jadi kepimpinan Mahfud MD ini sudah dapat mewakili apa yang diharapkan peserta Munas pada umumnya. Dimana peserta mengharapkan agar KAHMI jangan dimpimpin seorang politisi," kata Ketua Pelaksana Daerah Munas KAHMI di Riau, Johar Firdaus seperti dikutip dari detikcom, Minggu (2/12).

Menurut Johar, keinginan peserta Munas untuk tidak memilih ketua dari unsur politisi, agar kepengurusan KAHMI bisa lebih independen. Sehingga peserta Munas mengharapkan ketua umum KAHMI dari kalangan birokrasi, atau akademisi.

"Para peserta menilai, jika pucuk pimpinan dari politisi, mau tidak mau, nantinya KAHMI juga terkesan ikut dalam partai tersebut. Menghindari hal itulah, kami rasa Mahfud MD sudah paling pas memimpin KAHMI, karena dia dari kalangan akademisi," kata Johar.

Sementara itu, pemilihan sekjen KAHMI tidak dilaksanakan oleh partisipan Munas.

"Munas sudah memilih Mahfud sebagai Ketua Presidium KAHMI. Namun untuk urusan Sekjen, hal itu tidak dipilih oleh peserta Munas," ucap, Johar.

Menurut Johar, hasil Munas menyepakati bahwa posisi Sekjen akan ditentukan sendiri oleh 9 presidium terpilih, dan penentuan itu akan dilakukan melalui rapat internal para presidium.

"Jadi untuk Sekjen bukan peserta Munas yang memilihnya. Melainkan 9 orang presidium yang akan menentukan posisi tersebut," kata Johar.

Ketika disinggung siapa yang akan mengisi posisi Sekjen dari 9 presidium, Johar mengaku belum mengetahui.

"Saya sendiri belum dapat bocoran. Tapi paling tidak, saat memiilih ketua umum presidium ada semangat bersama agar KAHMI tidak dipimpin seorang politikus. Nah, kalau melihat kacamata yang sama, ya mungkin bisa jadi Sekjen juga dari kalangan birokrasi, akademi dan tentunya bukan politisi," kata Johar.

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) juga menetapkan Akbar Tandjung dan Fuad Basyir sebagai duet Dewan Penasihat.

"Peserta Munas menyepakati keduanya menjadi dewan penasihat," kata Ketua Pelaksana Daerah Munas IX di Riau, Johar Firdaus, Minggu (2/12/2012).

Sedangkan Yusril Ihza Mahendra yang juga ikut dalam acara Munas sempat mencalonkan diri sebagai ketua presidium. Namun menjelang hari pemilihan, Yusril lebih dulu meninggalkan acara Munas.

"Nama Yusril sempat mau dalam kandidat presidium. Hanya saja menjelang pemilihan, Yusril lebih awal meninggalkan acara," kata Johar.

Berdasarkan Munas tersebut, terpilih 9 orang presidium yang menjadi anggota Majelis Nasional KAHMI. Berikut hasil pemilihan dalam Munas KAHMI ke-IX:

1. Mahfud MD (347 suara)
2. Viva Yoga Mauladi (334 suara)
3. Anas Urbaningrum (320 suara)
4. Muhammad Marwan (313 suara)
5. Anis Baswedan (308 suara)
6. Bambang Soesatyo (260 suara)
7. Dr Hj Reni Marlina (192 suara)
8. Ms Kaban (156 suara)
9. Taufiq Hidayat (153 suara)

Dari 9 presidium terpilih tersebut, hanya tiga yang berlatar belakang akademisi dan birokrat, yaitu Mahfud MD (MK), Muhammad Marwan (Birokrat), dan Anis Baswedan (Akademisi). Sementara 6 presidium lainnya berlatar belakang politisi.

Munas KAHMI ke-IX digelar sejak Jumat (30/11) hingga Minggu (2/12) dini hari di Kabupaten Kampar, Riau. Selain dihadiri 1.000 anggota KAHMI dari seluruh Indonesia, Munas ini juga dihadiri Jusuf Kalla.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kisah Cinta Sejati Zainab Binti Rasulullah SAW : Keimanan di Batas Ajal

 

Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu 'anha – putri sulung Rasulullah SAW. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu 'anha.

Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya –Rasullah SAW– untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.

Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad SAW. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.

Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.

Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.

Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Ayyuhai! Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.

Demikianlah kethaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang belum masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah SWT yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.

Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.

Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, JIKA mereka setuju Nabi meminta AGAR Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).

Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.

Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan  air mata menggenang. Demikianlah kethaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.

Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya. 

Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.

Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.

“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”

Abul Ash dan hartanya pun selamat.

Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah SAW. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.

Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah SAW, ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya juga karena iman. Berpisah dan bersatunya pasangan suami istri ini BUKAN karena cinta.

Maka sangat tercela apabila seorang muslim maupun muslimah terlalu mengagung-agungkan CINTA. Mendudukkan perasaan cinta di atas segala-galanya.

Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri  agar berkas cahaya iman bersemayam  di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad SAW.

Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda : 

“Kafanilah ia dengan kain ini.”

Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,

''Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.'

Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Telah Hilangkah Ruh Jihad untuk Pembelaan Rasulullah pada Ulama Kita? Apalah Arti kekuatan Demo Semata

 

Ulama Indonesia terdahulu sebenarnya sudah menyadari tabiat penguasa baru, Wahabi, yang telah mengusir Syarif Husain dari tanah Haromain (Mekkah dan Madinah).  Wahabi adalah kaum puritan yang bersemboyan “Pemurnian aqidah Islam”, “Kembali kepada Qur’an dan Hadits” dan mengkafir-kafirkan dan membid’ah-bid’ahkan amalan golongan lain. Pada tahun 1924 Komisi Hijaz, hasil konferensi umat Islam Indonesia di Bandung, telah dikirim ke penguasa baru tersebut dengan misi menyampaikan pesan untuk tidak merusak situs warisan Rasulullah dan para sahabat. Komisi ini juga meminta agar kaum Wahabi menghormati ajaran dan praktek amalan umat Islam yang bukan Wahabi di Makkah dan Madinah.  

Faktanya hingga kini ada sekitar 300-an situs sejarah awal Islam telah dihancurkan. Bagaimana mungkin mereka bisa menghancurkan rumah tinggal Nabi hingga tidak berbekas? Tokoh intelektual besar Wahabi (saya tidak sudi menyebutnya “ulama besar Wahabi”) sejak lebih dari 60 tahun lalu  menyerukan pembongkaran makam keluarga Nabi (ahlul bayt) dan makam para sahabat utama. Mereka penjarakan para ulama bukan Wahabi tanpa proses pengadilan. 

Sejak tahun 1942, mereka undang tentara kafir Amerika di tanah Nabi dan membangun pangkalan militer Dahran. Pengkhianatan penguasa Wahabi terhadap umat Islam sudah terjadi sebelum berkuasa. Mereka berkuasa atas bantuan Yahudi Inggris, (Kolonel) “Lawerence – Prince of Arabia” hingga mendatangkan fitnah teramat besar dengan mengundang Barat untuk mendominasi pusat dunia Islam.

Mereka juga punya hubungan khusus dengan negara Israel dan membiarkan Israel membangun pos pemeriksaan di  Pulau Tiran dan Safir seluas 113 Km yang dimiliki Arab Saudi. Keduanya sangat strategis karena berada di mulut Teluk Aqaba, dimana lalu lintas ke pelabuhan di selatan Israel harus melewati Laut Merah.  “Ulama Besar” Wahabi – Nashiruddin al Albani juga mengharamkan Jihad melawan Israel dan menghimbau warga Palestina pergi meninggalkan tanah miliknya.

Dan kini mereka ingin mewujudkan Mekkah dan Madinah sama seperti kota-kota besar lain di Amerika dan Eropa. Tentu saja harus menggusur semua situs dunia Islam tersebut dengan alasan perluasan dan pembangunan. INI BUKTI TERBARU :

MAKKAH - Pembukaan sebuah toko baru di kota suci Makkah, Arab Saudi, oleh artis Barat Paris Hilton memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia, sebab dianggap sebagai penodaan bagi kota suci Makkah. Hilton telah membuka sebuah toko yang menjual tas mewah dan barang-barang berharga tinggi di kota Makkah awal pekan ini di bulan November 2012.

 

"Toko baru saya yang cantik baru saja dibuka di Mall Makkah di Arab Saudi," tulis Hilton di akunTwitternya, dikutip Onislam.

 

"Tidak perlu ada tokonya di sini karena kami tidak membutuhkannya," kata seorang Syaikh di Saudi, Syaikh Adnan Baharith kepada CNN.

"Jika ini berada di tangan kami (jika berkuasa-red) kami pasti telah menutup seluruh tokonya di Saudi," tambah Syaikh.  Sebenarnya, ini bukan pertama kali Hilton membuka toko di negeri kaum Muslimin itu. Tetapi ini adalah toko ke-5 milik Hilton yang didirikan di Saudi.

 

"Ini adalah toko ke-5 di Arab Saudi, dan jumlah toko totalnya 42! Bangga banget untuk mengembangkan merek saya!" kicau Hilton.

 

Kabar ini bukan saja membuat Muslim di Saudi marah, tetapi juga menimbulkan kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

 

"Ini tidak bisa diterima bagi seorang wanita seperti dia membuka tokonya di sini (Makkah)," kata seorang user menulis di Twitter.

Makkah adalah kota tersuci umat Islam, di sana adalah tempat berkumpulnya umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji. Pemerintah Arab Saudi telah melakukan beberapa proyek pengembangan Makkah, mencakup memperluas area Masjidil Haram dan terminal-terminal untuk ibadah haji.

Namun bertaburnya perusahaan milik non-Muslim di Arab Saudi, terkhusus tanah suci Makkah, membuat banyak Muslim khawatir bahwa Makkah "dikomersilkan."

Lalu mengapa ketua Majelis Ulama Indonesia dan kebanyakan ulama kita seperti menutup mata? Apakah karena kedermawanan Arab Saudi untuk pembangunan masjid dan madrasah di Indonesia? 

MUI: Rencana Hancurkan Makam Nabi SAW, fitnah untuk adu domba umat Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Amidan mengatakan kabar yang menyebutkan Pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan Masjid Nabawi beserta Makam Nabi Muhammad Saw adalah isu belaka. Dia menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba kalangan Muslim, seperti diketahui Arab Saudi dalam manhajnya menisbatkan diri kepada dakwah Salafiyah.

"Memang mau diperluas tapi kondisi makam tidak akan berubah. Selain itu kan makam ada di dalam masjid," kata Amidhan seperti dikutip merdeka.com, Rabu (31/10/2012).

Dia katakan, di Arab Saudi isu tersebut tak beredar. Karenanya, ia mempertanyakan asal isu itu beredar. "Enggak ada sama sekali. Tenang-tenang saja di sini," kata Amidhan yang saat ini berada di Madinah usai menunaikan haji.

Komentar I : Pak Kyai! Rencana itu sungguh rencana teramat besar dan  menjadi isu sejak tahun 1950-an. Sama seperti juga usaha 2 orang nashrani membuat terowongan untuk mencuri jenazah Nabi pada berabad2 yang lalu. Sementara Pak Kyai terlampau tergesa menyimpulkan hanya berdasarkan kunjungan sekilas di Masjid Nabawi.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga tidak bakal berani melakukannya. Sebab, jika hal itu terjadi, Pemerintah Arab Saudi akan didemo seluruh umat muslim dunia.

"Pasti akan dimusuhi sama semua umat muslim di dunia, pasti akan didemo. Pasti tidak akan tinggal diam umat muslim," kata Amidan.

Komentar 2 : Pak Kyai, kerajaan Arab Saudi tak ambil pusing dengan demo-demo seperti itu.  Mana ada berita demo disana Karena protes sedikit, langsung dibawa ke penjara. Demo besar di Bahrain ditumpas habis dengan kekuatan senjata oleh tentara Arab Saudi.

Sebelumnya beredar kabar Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas Masjid Nabawi di Madinah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran banyak pihak jika makam Nabi Muhammad akan dihancurkan.

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang kemudian dikutip sejumlah media di Indonesia, Senin (29/10/2012) lalu.

Menurut kantor berita itu, pengahancuran makam Rasulullah SAW merupakan bagian dari rencana pemerintah Arab Saudi yang akan menghancurkan seluruh situs bersejarah Islam, termasuk Masjid Nabawi dan 3 masjid lainnya yang merupakan masjid tertua di dunia.

Sebagai gantinya, dikatakan, pemerintah Arab Saudi merencanakan pengembangan proyek ekspansi yang bernilai multi miliar Poundsterling.

Bahkan rencana penghancuran Masjid Nabawi di Madinah, tempat di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan, akan dimulai bulan depan seusai musim Haji. Kemudian, di atas tanah situs paling bersejarah tersebut, pemerintah Saudi akan membangun gedung terbesar di dunia yang bisa menampung 1,6 juta orang.

Dikatakan selanjutnya, pengembangan Masjid Nabawi sebagian besar nantinya akan mengambil bagian sayap barat dari masjid. Dalam sayap itu, terdapat makam 2 khalifah sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar Siddik RA dan Umar bin Khatab RA.

Mengutip Dr. Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam, Fars menyebutkan rencana itu  digulirkan sejak 2007 lalu, dimana Kementerian Urusan Islam Arab Saudi merilis pamflet yang isinya rencana penghancuran makam Rasulullah SAW dan situs bersejarah lainnya. Pamflet tersebut disusun oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al-Sheikh. Bahkan, di dalam pamflet disebutkan, penghancuran kubah masjid dan meratakan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar berdasarkan fatwa Abdulaziz al-Sheikh.

Suara Islam Online
telah berusaha menghubungi Kedubes Saudi Arabia di Jakarta melalui Atase Pers Nawwaf Algarnas. Hingga berita ini diturunkan handphonenya dalam keadaan mati. Pesan singkat yang dikirimkan SI Online juga belum dijawab

Komentar 3 Penutup :

Pak Kyai! Isu pembongkaran makam Nabi SAW, bukan baru ada dan diciptakan oleh media Iran - yang sebagian kaum suni menganggap Syiah bukan bagian dari dunia Islam. Sementara kaum wahabi yang begitu jelas pengkhianatannya dianggap sebaliknya.   Modernisasi di Makkah dan Madinah agar setara dengan kota-kota besar di dunia Barat sudah jelas di depan mata. Tidak perlu dibayangkan lagi Hotel HILTON hanya berjarak satu lemparan batu dari Masjidil Haram di Mekkah.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Pembantaian Karbala dalam pandangan Habib Umar bin Hafidz oleh Habib Ali Al-Jufri

 

Peristiwa pembantaian Karbala terhadap kafilah cucu Rasulullah SAW, Husein bin Ali ibn Thalib beserta keluarganya dan pendukung setianya, hanya menyisakan satu-satunya keturunan Nabi SAW, yaitu Ali Zainal Abidin dalam usia belia dan bibinya Zainab yang senantiasa berusaha melindunginya. Peristiwa ini adalah ujian yang sangat besar dari Allah terhadap umat Islam sepeninggal Rasulullah SAW dan pengaruhnya pun terasa hingga sekarang terkait dengan sejarah mazhab Suni dan Syiah dan pasang surut hubungan diantara keduanya hingga sekarang.

“Sungguh mereka pasti akan membunuhku. Mereka tak mungkin membiarkanku. Dan aku takut bila aku terbunuh di Tanah Haram ini, hal itu akan merusak kehormatan Tanah Haram.”

Husein ra. dengan kesadaran penuh dengan sikap ridho dan ikhlas menyambut takdirnya. Maka takdir Allah pun tetap berlaku apapun jadinya. Dan peristiwa Karbala pun terjadi.

Penuturan Habib Ali Al-Jufri

Suatu malam di negeri Mesir, Habib Ali Al-Jufri menuturkan kisah Tragedi Karbala. Peristiwa yang menjadi noda hitam dalam sejarah Islam. Peristiwa yang mengakibatkan cucu Rasulullah SAW Imam Husain, dan hampir seluruh anggota keluarganya, dibunuh secara keji.

Demi Tuhan, yang mengumpulkan kita semua di malam ini, apa yang terjadi pada Imam Husain adalah konsekuensi dari cobaan dan ujian baginya.

Al-Husain pergi meninggalkan Madinah menuju Makkah. Sebelumnya ia beristikharah, meminta petunjuk Allah SWT, perihal dukungan 17.000 orang yang membai’atnya. Lalu ia memutuskan akan pergi bersama sekelompok pemuda Bani Hasyim, berikut para pengikut dan (keluarga) pendukung mereka dari kalangan wanita dan anak-anak.

Kemudian, Abdullah bin Abbas menjumpai Al-Husain, ia berkata, “Wahai anak putri Rasulullah SAW, benarkah berita yang sampai kepadaku bahwa engkau telah memutuskan akan pergi ke medan jihad itu?”
“Ya,” jawab Al-Husain.

“Bukankah mereka telah mengkhianati ayah dan saudaramu? Tidaklah aku lihat mereka kecuali pasti mengkhianatimu pula,” ujar Ibnu Abbas.

Al-Husain berkata, “Sungguh aku mengetahui bahwa mereka pasti mengkhianatiku.”

Ibnu Abbas bertanya lagi, “Lalu untuk apa engkau keluar, wahai putra Rasulullah?”

Al-Husain berkata, “Sungguh mereka pasti akan membunuhku. Mereka tak mungkin membiarkanku. Dan aku takut bila aku terbunuh di Tanah Haram ini, hal itu akan merusak kehormatan Tanah Haram….”

Akhirnya sampailah Al-Husain dan rombongan di sebuah padang yang luas. Karbala namanya. Dan, di sanalah pembataian itu terjadi.

Tragedi Karbala terjadi tak terlepas dari rakusnya penguasa zhalim pada kedudukan khalifah secara politis. Namun, apakah pencapaian posisi khalifah secara politis itu adalah segala-galanya?
Inilah antara lain pandangan Habib Umar Bin Hafidz.

Dalam kitab Al-Mustadrak ada riwayat yang dinyatakan shahih oleh Adz-Dzahabi, “Setelah Al-Hasan mundur sebagai khalifah, ada orang bilang kepadanya, ‘Orang-orang mengatakan, Tuan menginginkan khilafah.’

Al-Hasan berkata, ‘Aku meninggalkan jabatan khilafah di saat orang-orang kuat berada di tanganku. Mereka mengikuti perintahku, siap memerangi orang yang aku perangi, dan berdamai dengan orang yang berdamai denganku. (Aku meninggalkan khilafah itu) karena untuk mencari ridha Tuhanku dan menghindarkan pertumpahan darah sesama muslimin….’.”

Dalam konteks ini, mundur dari khilafah saat terjadinya perpecahan adalah khilafah sejati. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh anakku (cucuku) ini adalah seorang pemimpin. Dengan perantaraannya, Allah akan mendamaikan permusuhan di antara dua kubu besar kaum muslimin.” (HR Al-Bukhari).

Intinya, sikap Al-Hasan dan Al-Husain benar sesuai konteks masalah yang mereka hadapi. Dalam mensikapi takdir Allah atas umat Islam diatas (peristiwa Karbala) maka sikap yang bijak adalah berhenti saling menyalahkan golongan atau mazhab lain. Husein ra. dengan kesadaran penuh ridho dan ikhlas menyambut takdirnya. Maka takdir Allah pun tetap berlaku apapun jadinya. Maka biarlah pihak masa lalu yang membela cucu-cucu Rasulullah SAW dan yang memusuhinya adalah menjadi urusan Allah semata.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Menakar sang Pemimpin DKI dengan takaran Aqidah!


 
Pagi ini,  20 September 2012, ada hajatan besar pemilihan gubernur DKI Jakarta. Hari ini sangat menentukan nasib umat Islam karena umat dihadapkan pilihan wakil gubernur  non-muslim (dikhawatirkan jika pasangan ini menang, si Ahok ini menjadi pejabat gubernur, ketika Joko Widodo bisa terpenuhi syahwat politik ke jabatan lebih tinggi – Dalam debat di Metro TV beberapa hari lalu, motifnya jelas ingin meningkatkan karier politik). Bayangkan di tahun 2014 Jokowi menjadi menteri Dalam Negeri atau bahkan wakil presiden sementara Basuki Purnama – Cina Kristen Protestan memimpin umat Islam Jakarta sebagai gubernur.
 
Apakah alih kepemimpinan kepada Franciscus Xaverius(?) Hadi Rudyatmo sebagai pejabat walikota SOLO tidak cukup memberi pelajaran bagi umat Islam Jakarta?

Sementara ketika Joko Widodo masih menjabat Walikota Solo memberi perhatian terlalu besar terhadap minoritas kristen dan bersikap tidak adil terhadap umat Islam. Hal itu terungkap dari alokasi dana bantuan sosial Pemerintah Kota Solo.

"Bantuan itu lebih banyak diberikan ke pihak non-muslim, sebesar 71,88%  dari anggaran Rp 4,7 M. Itu ada untuk ormas, sekolah" ujar pengamat sosial-politik Mustofa B. Nahrawardaya dikutip rmol.com, (15/8/2012).

Untuk kalangan Islam, alokasi dana bansos hanya 28,12%. "Itu data anggaran Bansos yang dilaporkan ke DPRD Solo dari Januari sampai Desember tahun 2009. Saya hanya mengambil samplenya saja. Kan satu periode ada 5 tahun," ungkap Mustofa kemarin (14/8-2012) dalam Indonesia Lawyers Club di TVOne.

"Itulah kehebatan orang Islam. Sudah betul itu Jokowi. Di Solo, Kristen kan minoritas, dikembangkan oleh Jokowi. Makanya sekarang berkembang. Jadi jangan hanya yang mayoritas (yang diperhatikan)," sindirnya. 

Jadi relakah hal itu dipraktekkan di Jakarta?

Di Balik Pencitraan Jokowi ada dilema yang sangat mengganggu pikiran muslim yang peduli dengan calon pemimpin dengan akidah Islam lurus. Bagaimana tidak macam figur Dahlan Iskan yang prestasinya sangat mengagumkan pada bidangnya dan cara hidup bersahaja dan pernah mondok di Pesantren tetapi ada sisi gelap yang fatal, yaitu keterlibatannya di Lions Club yang berafiliasi dengan Zionist Yahudi. Kita tahu Rotary Club dan Lions Clubs adalah berujung ke  Free Masonry dan Zionist.
 

Akankah Anda rela Jejak Zionist ada di pemerintahan kita?

 
Demikian juga dengan Joko Widodo. Menurut informasi dari Yusuf Kalla sebelum mempromosikannya sebagai calon Gubernur DKI, latar belakang Jokowi adalah NU.  Tapi sayang, dia juga aktif di Rotary Club sebagaimana dilansir oleh postingan ini.
 
oleh : Kaab as-Sidani Editor in Chief Shoutussalam Islamic Media

Siapa yang tak kenal dengan Jokowi? Walikota dengan segudang prestasi duniawi. Putra Solo ini pasti dibanggakan dan dipuja, bahkan juga oleh para pemuda-pemudi muslim. Namun apakah benar Jokowi patut dibanggakan? Apalagi sebagian aktivis Islam ikut-ikutan.

Sedikit Kejutan

Di akhir Februari 2012, tepatnya di tanggal 23 terjadi sebuah berita yang kurang menarik. Namun berita ini pastinya akan sangat mengejutkan bagi penggemar kasus-kasus konspirasi Yahudi di Indonesia. Dikutip dari harian Joglosemar, Kamis(23/2), Rotary Club (RC) Solo Kartini melantik Istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka, bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional. Pasti pembaca berita ini terkejut. Siapa sangka Pak Walikota yang mereka bangga-banggakan ternyata teman dekat agen kolonialisme dan zionisme.
Seperti dikutip dari eramuslim, peneliti tentang zionisme Ridwan Saidi, yang dinukil dari buku Jaringan Yahudi di Nusantara karangan Artawijaya, menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot zionis. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme. Bahkan sebelumnya (seperti dikutip dari situs sragenpos, 15/7/2011) Walikota Solo,Joko Widodo bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di RT 8 RW XX, Krajan, Kadipiro, Solo, Jumat (15/7). Dalam laporannya,nahimunkar.com juga menyebut bahwa Rotary Club dan saudara kembarnya, Lions Club, merupakan kaki tangan zionis.
Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia. Seperti dikutip juga dari nahimunkar.com, FUUI menjelaskan bahwa Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

Sebenarnya Tidak Mengejutkan

Pada hakikatnya siapapun yang cermat menelusuri sepak terjang Jokowi sejak awalnya tidak akan terkejut. Jokowi memang tidak tanggap dengan masalah-masalah akidah. Proses berpasangannya dengan orang-orang nasrani pada dua kali (dan calonnya tiga kali pada pilgub DKI) pilkada Solo, menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki sensitivitas akidah. Memang banyak sekali versi-versi tentang pengkafiran orang-orang yang berbuat salah kaprah seperti Jokowi ini. Ada yang mengkafirkannya ada yang belum berani. Padahal dalam ayat al-Qur’an banyak tertera larangan memberikan kepemimpinan serta kepercayaan kepada orang kafir, atau yang disebut dengan tawalli.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”( QS. Al-Maidah: 51)
Syaikh Abdullah Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahumullah berkata saat menjelaskan penjelasan tawalli dan muwalah: “Tawalli adalah kekafiran yang mengeluarkan dari millah, dan ia itu seperti membela mereka dan membantu mereka dengan harta, badan dan pendapat (dalam memerangi kaum muslimin). Dan muwalah adalah dosa besar, seperti menuangkan tinta atau merautkan pena atau berseri-seri kepada mereka seandainya dia menyodorkan cemeti untuk mereka”. (Ad Durar As Saniyyah: 8/422, lihat At Tibyan Fi Kufri Man A’anal Amrikan 98)
Adapun apa yang dilakukan Jokowi sangat membahayakan kaum muslimin. Sewaktu-waktu dapat dengan mudah, dengan justifikasi peraturan yang berlaku, bahwa jabatannya akan berpindah dengan orang-orang yang kekafirannya bahkan disepakati oleh ahli bid’ah sekelas murjiah sekalipun. Sungguh perbuatan tawalli yang mengkafirkan.
Seperti diketahui, wakil-wakil yang diajukan untuk menjadi orang nomor dua setelah Jokowi adalah nasrani tulen seperti Rudy dan Ahok. Bisa jadi suatu saat, dengan prestasi dan kepandaiannya, Jokowi akan melesat sebagai capres. Hingga seperti biasa, partai sekuler PDIP bukan tidak mungkin akan menampakkan simbol-simbol pluralisme lagi dengan mengangkat calon wakil dari kalangan kafir asli. Tidak mustahil jika partai-partai seperti PDS akan mendomplengkan wakilnya kepada PDIP, sebab PDIP ini terkenal sangat abangan, sebuah sisi oposisi dari santri.
Pencitraan Sejenis Tidak kalah parah dengan Jokowi. Sosok yang akhir-akhir ini sering dicitrakan sebagai pahlawan adalah Dahlan Iskan, pengusaha kenamaan yang sukses gara-gara kiprahnya di Jawa Pos. Banyak sinyalemen yang menunjukkan bahwa Dahlan Iskan adalah neolib luar dalam. Diluar, akidah ekonominya adalah neolib. Di dalam hati, ia dikenal dekat dengan sosok-sosok seperti Cak Nur laknatullah. "Saya akan selalu ingat pendapat intelektual muslim Nurcholish Madjid (Cak nur) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan. Pendapat yang sama juga datang dari KH Said Aqil Siraj, Ketua umum PB NU dan KH Syukri, pimpinan pondok modern Gontor Ponorogo, bahwa puasa, kerja lebih keras dan menolong orang lain adalah tiga bentuk bersyukur yang paling tinggi," seperti sebuah pernyataannya akan kiai-kiainya yang terekam dalam media merdeka.com. Selain itu, Jawa Pos merupakan salah satu media yang gencar bekerja sama mempromosikan ajaran sesat JIL.
Ulil Abshar Abdalla dan kawan-kawan sempat mengisi rubrik Kajian Utan Kayu di koran tersebut dengan pesan-pesan yang kental akan nuansa pluralisme dan de-islamisasi. “Akhirnya kami pilih nama Kajian Utan Kayu,” kata Ulil Abshar Abdalla pada majalahGatra, edisi 03/08 (01/12/2008). Selain itu yang tidak kalah meresahkan adalah keterlibatan Dahlan Iskan dalam organisasi freemason. Dalam situsnya, Lions club memajang foto Dahlan dalam posisi strategis organisasi Lions Club. Dalam diagram organisasi tersebut, entah bagaimana posisi hierarkinya, yang jelas ditengah banyaknya etnis tionghoa di diagram tersebut, Dahlan Iskan berada di pucuk atas dengan embel-embel president.

Pedulilah Akan Akidah Wahai Para Aktivis

Hingga akhirnya, sebagai aktivis Islam, dari manapun golongannya, hendaknya peduli kepada akidah dan keimanan seseorang. Jangan sampai salah memilih panutan dan idola. Serta sebuah tindakan yang salah kaprah ketika membangga-banggakan dan membela orang-orang macam ini. Tidak dipungkiri mereka yang telah disebutkan diatas merupakan orang jenius, tetapi keberadaan orang-orang seperti mereka merupakan fitnah dan cobaan bagi kaum muslimin. Sehingga tidak mungkin mengabaikan kekafiran dan kejanggalan akidah seseorang, meskipun orang-orang tersebut pintar dan cerdas. Belum juga kasus-kasus lain, seperti ritual musyrik kala Jokowi memandikan mobil esemka, kasus-kasus seperti ini harus menjadi perhatian dari kaum muslimin. Apalagi banyak aktivis dan thullab Islam serta mengaku membela-bela Palestina dan negeri-negeri yang dijajah lainnya, tetapi secara sadar atau tidak telah membela dan menyanjung-nyanjung mereka-mereka yang bergandengan tangan dengan orang kafir yang telah dilaknat sebagai anak cucu babi dan kera.
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka". (QS. Al Baqarah: 120)

7 komentar :

Ly-lyn mengatakan... Subhanalloh,    akhirnya kebenaran muncul juga..
3 Mei 2012 19:38
onez mengatakan...
waduh beneran nih?? kaget ane, soalnya ane termasuk orang yg mendukung pak jokowi n' ane kirain pak ahok dah jadi muallaf. ckckckc....
4 Mei 2012 01:15
Unknown mengatakan...
Kalau menurut saya Mas Adi, Jokowi menunjukkan banyak maslahat dunia khususnya untuk rakyat Solo dibandingkan pemimpin daerah lainnya. Mengenai maslahat akidah harusnya ulama-ulama kita yang turut ambil bagian lebih besar dalam memperjuangkannya..
23 Mei 2012 18:23
WiraYudha mengatakan...
Mas Cahyono, sy menyukai tulisan Anda. Tp semakin kesini knp prasangka selalu menjadi alasan utama mengkafirkan/menyesatkan orang? Sy juga tdk suka dgn Ulil Abdala, dia sama sekali tdk ada maslahatnya buat umat/rakyat. Tp Jokowi? Mas, sy setuju kita hrs berdakwah, amar makruf nahi munkar. Tp bukan dgn dasar prasangka belaka. Jokowi satu2nya pejabat yg tidak doyan duit negara saat ini. Anda pasti tahu, hampir semua pejabat makan uang anggaran. Dan yg terakhir yg plg bikin sy geram, pengadaan Alquran pun dikorupsi. Bandingkan dgn rekam jejak Jokowi selama memimpin Solo. Seluruh rakyat Solo akan bersaksi bhw Jokowi berhasil membangun Solo. Sy mencoba utk berpikir realistis namun tetap hrs kritis & dlm pondasi akidah. Dan sebaiknya jgn terlalu mudah mengeluarkan kata kafir dari mulut kita. Dan Jokowi sgt jauh berbeda dgn Ulil Absar. Dan sy bukan tim suksesnya Jokowi, hanya seorang warga Jakarta yg ingin Jkt berubah lbh baik. Wassalam.    
13 Juli 2012 10:23

cahyono adi mengatakan...
ma'af mas wira, sy tdk ada mengkafirkan dan menyalahkan pak jokowi. Hanya memberi peringatan untuk hati-hati thd org yg blm kita kenal keimanannya. Lgpl artikel di atas bukan analisis sy. sy hanya mencopas dari blog lain dgn tujuan untuk memberi peringatan agar umat Islam berhati-hati. Terlalu banyak kasus "tipuan" yg dilakukan zionis. Snouck Horgronje misalnya, siapa sangka ia adalah srigala berbulu domba. Beberapa kiai bahkan rela menjadikan putrinya istri Snouck Horgronje.
Sy juga berharap Jokowi tidak seperti Snouck.
14 Juli 2012 03:42
WiraYudha mengatakan...
Amin Mas, sy pun berdoa & berharap semoga Pak Jokowi bisa tetap konsisten dlm kesederhanaan,kesahajaan, tetap pro rakyat kecil, tdk memperkaya diri dg cara2 yg tdk jujur, tdk menomorsatukan partai pengusungnya secara membabi buta seperti kebanyakan pejabat di negara kira. Dan sy pun setuju bhw umat Islam hrs selalu berhati-hati terutama bila mengangkut aqidah. Sy skrg kebetulan sedang tugas belajar di Amerika Mas, & sy cukup kagum dgn komunitas Muslim disini, mungkin krn mereka minoritas, ukhuwah mereka sangat terjaga. Jauh beda dgn kita yg mayoritas, malah suka gontok2an perkara yg tdk substansial.
15 Juli 2012 09:59
cahyono adi mengatakan... terima kasih atas atensinya thd blog ini. selamat bertugas semoga sukses selalu. Amien

Source –Republish : http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/05/di-balik-pencitraan-dahlan-iskan-dan.html

READ MORE ... Monggo di-Klik

Sunni-Syiah : Bersatulah Menghadapi Musuh Islam!

 

Peristiwa sampang menghentakkan kesadaran kalangan muslim yang memiliki Sindrom Ukhuwwah atau memimpikan ummat Islam merapatkan barisan menghadapi tantangan dan fitnah dari musuh-musuhnya untuk memecah-belah ummat Islam. Meski ada banyak mazhab yang dianut ummat Islam baik di kalangan Sunni maupun Syiah tetapi ingatlah kita ini ummat yang satu. Sementara musuh-musuh Islam dan kaum munafik tidak henti-hentinya menghembuskan api fitnah untuk memecah belah ummat Islam dan agar saling menyerang.

Dan Alhamdulillah, meski saya berada dalam koridor kultur Islam Sunni saya merasa sangat berbahagia bahwa masih ada pandangan jernih bijak yang berasal dari ketua PWNU Jawa tengah tentang Syiah  yang menegaskan kembali bahwa Syiah bagian dari ummat Islam.

"Hubungan Sunni-Syiah internasional sudah mencair. Universitas Al-Azhar, Kairo, juga sudah mengakui Syiah sebagai bagian dari Islam," kata Nanat Fatah Natsir ketua ICMI, saat dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2012.

Dia menilai bahwa tidak ada lagi persoalan antara Islam Sunni dan Syiah. Karena itu, dia mempertanyakan kenapa di tingkat lokal seperti di Sampang, Madura, masih terjadi konflik antara kedua kelompok Islam itu.

"Saya melihat konflik itu terjadi karena faktor lain yang menjadi pemicu. Jadi, bukan konflik berlatar belakang agama," kata mantan rektor UIN Bandung itu.

 

Permulaan Kejadian Konflik Sampang

Peristiwa Sampang_sumber Flickr ia

Kerusuhan dengan lantar belakang agama kembali terjadi baru-baru ini. Kerusuhan kembali mewarnai atau lebih tepatnya menodai kehidupan beragama di Indonesia. Tepatnya pada tanggal 26 Agustus 2012, terjadi kerusuhan di Sampang, Madura yang mana melibatkan Muslim Syiah Sampang dengan Muslim Sunni.

Kerusuhan bermula ketika sekitar 20 anak warga Syiah beserta orangtuanya berniat untuk bersilaturahmi ke luar Kecamatan Omben dan sebagian dari mereka akan kembali ke pesantren di luar Sampang karena telah selesainya libur Idul Fitri. Di tengah-tengah perjalanan dengan bus, tiba-tiba rombongan tersebut dihadang oleh warga Sunni yang menggunakan 30 sepeda motor. Warga Syiah ini dipaksa untuk kembali ke desa mereka dan dilarang untuk belajar di luar Sampang. Paksaan ini pun menimbulkan perlawanan, tetapi warga Syiah pun akhirnya terpaksa kembali ke rumah masing-masing.

Karena ancaman kekerasan tersebut, para warga Syiah pun berkumpul di rumah Ustad Tajul Muluk, pemimpin umat Syiah Sampang, untuk berjaga-jaga dan bersiap-siap melindungi para perempuan dan anak-anak dari serangan warga Sunni. Namun warga Sunni yang mengancam ini terus bertambah menjadi ratusan orang, dikabarkan mereka pun mengancam warga Syiah ini jika berani melawan. Mereka yang berjumlah ratusan ini pun dilengkapi dengan berbagai macam senjata tajam. Setelah adu mulut antar kedua pihak, tidak lama kemudian kerusuhan pun terjadi dan semakin memanas. Pertikaian yang semakin meluas pun memakan beberapa korban dengan luka serius dan satu orang tewas. Selain itu, massa juga membakar rumah Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang, hingga habis dan kemudian disusul dengan membakar rumah-rumah warga Syiah lainnya. Jumlah rumah warga Syiah yang dibakar setidaknya mencapai 60 unit bangunan. Polisi dan aparat keamanan sendiri sepertinya tidak tangap menghadapi kerusuhan ini. Pertolongan dari polisi pun terlambat, dengan jumlah personil yang tidak memadai untuk menghentikan kerusuhan dan mencegah pembakaran rumah-rumah warga.

Tragedi Sampang: Memalukan dan Memilukan

Masih ada pandangan jernih bijak yang berasal dari ketua PWNU Jawa tengah tentang Syiah  yang menegaskan kembali bahwa Syiah adalah bagian dari ummat Islam – bagian dari ukhuwwah Islamiyah. Berita saya kutip dari Artikel Republika Online. Mudah-mudahan mencairkan hubungan Syiah dan Sunni, membantah fitnah perpecahan dan memadamkan api permusuhan di antara keduanya.

Tragedi Sampang: Memalukan dan Memilukan

Seorang warga melemparkan batu ke arah bangunan rumah, musholla dan madrasah yang dibakar massa, di Desa Blu'uran, Karangpinang, Sampang, Madura, Jatim, Kamis (29/12).

Berita Terkait

ICMI: Hubungan Syiah-Sunni Internasional Sudah Mencair

TNI-Polisi Masih Berjaga-jaga di Sampang

Said Agil: Kasus Sampang Bukan Konflik NU-Syiah

Kasus Sampang, Ulama Diminta Kembali ke Ukhuwah Islamiyah

JK: Beda Ideologi Bukan Alasan Membunuh

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah M. Adnan menilai aksi kekerasan terhadap pemeluk Syiah di Sampang, Madura merupakan tindakan yang memalukan dan memilukan.
"Hanya ada dua kata atas tragedi kekerasan atas nama agama yang masih saja terjadi dan kali ini yang menjadi korban adalah pemeluk Syiah di Sampang, Madura, yakni memalukan dan memilukan," katanya di Semarang, Selasa.
Memalukan, kata dia, sebab kasus kekerasan itu terjadi di kalangan sesama pemeluk Islam yang memiliki kitab suci Alquran yang sama, mengucapkan syahadat yang sama, dan meyakini nabi yang sama, yakni Nabi Muhammad SAW.
Aksi kekerasan terhadap pemeluk Syiah itu juga memilukan, kata dia, karena yang menjadi korban lagi-lagi mereka yang tidak berdosa, baik korban yang meninggal maupun korban yang menjadi terusir dan terusik.
Secara sederhana, ia menjelaskan paham yang dianut Syiah memang hanya mengakui satu khalifah sepeninggal Nabi Muhammad SAW, yakni Imam Ali (Ali bin Abu Thalib), sementara paham Sunni mengakui keempat sahabat Nabi.
"Sunni memberikan tempat istimewa pada keempat sahabat Nabi, baik Abu Bakar, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abu Thalib karena meyakini Nabi tidak pernah menunjuk siapa yang menjadi penggantinya," katanya.
Meski demikian, Adnan yang pernah menjadi Ketua Islamic Centre di Hiroshima, Jepang itu mengatakan bahwa dalam tata cara peribadatan pemeluk Syiah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pemeluk Islam yang lainnya.
Ia mengakui, seperti halnya dalam Sunni yang sebenarnya juga memiliki banyak "sempalan" dan mazhab, paham Syiah juga seperti itu, ada paham Syiah yang ekstrem, ada yang toleran, bahkan ada yang mirip-mirip Sunni.
"Saya rasa masyarakat perlu lebih banyak belajar untuk memahami, kalau orang yang paham benar dengan Syiah tentu toleran. Meski hanya mengakui Imam Ali, mereka tidak mencaci maki ketiga sahabat lainnya," katanya.
Adnan mengemukakan, sebelum Ramadhan lalu sempat menerima kunjungan Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang merupakan organisasi jamaah Syiah, setelah kunjungan serupa dari tokoh Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI).
"Mereka ini sangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga tidak berusaha memisahkan maupun memperbarui sistem politik yang berlaku di Indonesia, tidak seperti paham Syiah dahulu," katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih banyak belajar bahwa dalam Islam sendiri memang banyak perbedaan sehingga butuh kesadaran, pengertian, dan pengalaman sosial untuk bisa memahami perbedaan dengan baik.
"Tidak cukup kalangan agama, pemerintah harus segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, termasuk aparat. Sebab, kejadian semacam ini sudah kesekian kalinya dan jangan sampai terulang," kata Adnan.

Sumber: antara

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?