SELAMAT TAHUN BARU HIJRAH! : RENUNGAN TENTANG WAKTU
Label:
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Minggu, Oktober 26, 2014
0
komentar dan respon
Interlude : “Stole My Heart” Video in Website Design
This post is solely interlude in blog of Website Design. It’s for break-time only. Full song of Little and Ashley's "Stole My Heart" as heard and seen on the Amazon Kindle Commerical. Here you are!
Once upon
A time I saw you walk along
A moonbeam; what a lovely girl
I followed you around the world
I love you, don't you see
You stole my heart in 1-2-3
I love you, yes it's true
You stole my heart and
I'm gonna steal yours too
INTERLUDE
Label:
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Sabtu, Agustus 31, 2013
0
komentar dan respon
Memeluk Anak Bisa Menjadikan Rasa Aman Ketika Remaja
Kaum pria jangan pelit memberikan pelukan untuk anak-anak Anda. Cara ini dipercaya bisa memberikan rasa aman yang besar untuk anaknya. Alhasil, anak itu tak akan mencari cara lain untuk membuatnya aman seperti mabuk-mabukan atau mengonsumsi obat-obatan terlarang saat si kecil sudah beranjak besar.
Demikian disampaikan Hipnoterapis Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT, di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (10/7/2013) merujuk hasil penelitian di Amerika Serikat.
"Kenapa bukan ibu? Dekapan di dada dari bapaknya itu cukup. Anak-anak jadinya merasa aman. Ketika sudah besar, di sekelilingnya orang gemar mabuk atau narkoba, dia tidak terpengaruh karena di alam bawah sadarnya rasa aman itu sudah menguat," kata Widya.
Ia memberi contoh, ketika pikiran bawah sadar anak itu sudah tertanam rasa aman, gangguan dan
godaan apa pun yang bisa menjerumuskan si anak di masa dewasanya bisa dihadangnya. Anak-anak itu merasa, apa pun yang ditawarkan ke dia tak akan membuatnya aman karena rasa aman yang lebih besar dan nyata hanya ada dan bisa diperoleh dari ayahnya. Jadi, pelukan ayah bisa mengalahkan apa pun.
Menurutnya, ayah yang bertindak sebagai figur otoritas bisa membuat apa yang dirasakan si anak masuk dengan cepat ke alam bawah sadarnya. Dengan begitu, anak akan merasa aman. "Jadi para lelaki jangan pelit-pelit berikan dadamu kepada anakmu," imbuhnya.
Ia mengatakan, di zaman modern ini orang kerap melupakan pikiran bawah sadar dan lebih mengingat pikiran sadar. Padahal, pikiran bawah sadar 9 kali lebih kuat dibanding pikiran sadar.
Selain itu, pikiran bawah sadar sangat cerdas dan berusaha melindungi diri sendiri. Namun, pikiran bawah sadar layaknya anak berusia di bawah delapan tahun. Ia akan menerima apa yang ditangkapnya bulat-bulat tanpa menganalisanya.
Sumber: tribunnews
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
Mendidik Anak,
Qolbu,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Selasa, Juli 16, 2013
0
komentar dan respon
Foto Klasik Yogyakarta : Memori Anak 7 tahun di Era 70-an
YOGYAKARTA – Aku kembali! Dimanakah sahabat-sahabat masa kecilku?
Pertanyaan itu menggayut, setiap turun dari KA Jakarta-Yogyakarta. Inilah kotaku, Emak melahirkan aku, 16 Desember, di RS Bethesda Jln Jenderal Sudirman, ketika rumah kami di pinggir Jalan Urip Sumoharjo (d/h Jl. Solo) hanya 500m sebelah timur RS dekat Bioskop RAHAYU Purbonegaran. Tetangga menyebut rumah itu “Omahe Eddy Empi anak’e Syukri Wong Palembang" hingga kami pindah ke Sapen (selatan IAIN) pada tahun 1973.
Tahun 1974-1976 pindah ke Kepuh dan terakhir ke Demangan – kini rumah kami hanya ditempati Emak-Bapak. Begitulah, sejarah urbant keluargaku berkutat di kecamatan Gondokusuman. Ibu berasal dari wilayah paling selatan pesisir Jawa (dekat pantai Samas, Bantul, DIY). Ayah berasal dari dusun kecil pinggir hutan lebat alur sungai Musi – Sekayu, SUMSEL. Kami adalah keluarga urbant di Yogyakarta.
Kilo Meter NOL
Menuju Jalan Malioboro, belok kiri – dan – Lihat! Becak melintasi :
Gedung Bank Indonesia cabang Yogyakarta, Jalan Panembahan Senopati (samping Benteng Vree de Burg). Di sampingnya Kantor POS Besar.
Yogyakarta KM 0 on July 1, 2011
Emang Asyik Jadi Anak Kampung!
Saya dibesarkan dalam atmosfer Yogjakarta era 70-an dan awal 80-an yang khas Njawani. Dahulunya kupunya kegemaran Sekaten, menonton wayang kulit, wayang wong (ketoprak Mataram), “celelekane” Basiyo di RRI, pengamen keliling Mas Sujud, Malioboro Fair atau Jalan Solo Fair, TVRI stasiun Yogya dan bermain di alam bebas.
Kegiatan bermain bersama, misal : Bak sodor, sundah mandah, pethak umpet, main perang-perangan dengan pedang kayu (dari batang petai china) melawan anak kampung tetangga (bukan dalam konteks tawuran untuk sengaja saling menyakiti! Tapi perang-perangan sebagai ekspresi kegembiraan – jika bagian tubuh tertentu tersentuh pedang dianggap kalah) atau tembak-tembakan dengan senapan dari papan kayu blabag yang digergaji atau glagah tebu dibeli di Pasar Lempuyangan. Peluru yang melesat juga dari batang glagah. Jika kena dia dianggap kalah.
Tampaknya aku tumbuh ‘Dhadhi wong Yogjo’ seiring metamorfosis ayahku, perantau Sumatera yang kuliah di Fakultas FIPA UGM, dari wujud wong Palembang pelan tapi pasti menjadi wong Yogjo, tidak mau pindah dari kota ini karena cinta. Sebaliknya aku terobsesi balik ke kampung halaman ayah. Selepas lulus dari Fakultas Ekonomi UGM saya 5 tahun mukim di Palembang sebelum akhirnya hidup di Jakarta.
Saat itu Jalan Solo hingga Jalan Sudirman, dari IAIN hingga jembatan Gondolayu berjejer pohon Asam Jawa usia puluhan tahun. Berjarak 400 meter arah timur rumahku tumbuh pohon Randu Alas raksasa, diameter 2 meter lebih. Sebelah timur Langensari berdiri kokoh beringin besar, pepohonan kenari yang meninggi di sisi jalan Bengkel KA Pengok. Yogyakarta saat itu dirindangi oleh pepohonan tepi jalan.
Lokasi Randu Alas (ditebang tahun 1977) di seberang BANK BCA Jl. Urip Sumoharjo (sekarang) hanya berjarak 30 meter dari Jalan raya. Batangnya jauh lebih besar dan kokoh dibanding RANDU ALAS depan rumah pelukis surealis AFANDI, jembatan GADJAH WONG. Saat sore, hadir suara harmoni alam dari burung, kelawar dan bangau. Seakan tidak terusik, karena kendaraan bermotor belum banyak namun lebih banyak becak, sepeda, motor DKW, andong dan sedikit motor Honda 70 cc.
Setiap pagi jalan depan rumah dilewati Andong (kereta kuda) dan gerobak sapi membawa hasil pertanian dari desa-desa di Sleman dan Prambanan ke kota Jogya. Semua jalan masih 2 arah tanpa Traffic Light. Aku sering menumpang Gerobak Sapi, naik dari Bioskop RAHAYU turun di (Hotel) Ambarukmo, kecepatannya lebih pelan dari sepeda tapi sangat sensasional sebab berjalan sembari bergoyang. pulangnya berjalan kaki sekitar 4 KM bersama kawan sepermainan.
Njajah Kali Melan Kori
Sepulang sekolah di SDN Klitren Lor - Balapan (belakang DUTA Photo) sering aku menyusur sungai mencari ikan dengan alat penyaring dari anyaman bambu. Mencari ikan di kali (sungai kecil) mulai dari Langensari (Pengok), di bawah jembatan Jalan Solo (dulu disebut sebagai “buk” dan kini diatasnya menjadi toko besar Gardena), hingga ke mata-airnya di Kupel, kampung Kuningan sebelah timur Fakultas Hukum UGM (disebut juga lembah) yang masih banyak sawah dan Bong (makam Cina).
Sungai menjadi tempat favorit; tempat cari ikan Wader, Kuthuk, Cethul, Pala Timah dan Lele atau sekali waktu mendapat belut sawah. Cari udang di sungai jernih di sela batu dan pasir, hampir tidak ada sampah plastik. Aktivitas paling favorit berburu udang sungai ukuran besar kehitam-hitaman, karena begitu dapat langsung dijemur sampai merah - siap santap dan Wuih gurih!!! Lemak nian!! uji wong Palembang. Dijemur di atas batu atau di atas besi rel KA.
Setiap pagi dan sore tepian sungai Gadjah Wong ramai, orang pun datang untuk mandi di sungai atau mata-air kecil yang banyak (di area persawahan sebelah timur kampus IAIN saja saat itu ada 10 mata-air kecil yang disebut "Mbelik").
Pemukiman Penduduk di daerah BANTUL - Yogyakarta
Aku sangatlah puas menjelajah sungai Gajah Wong dan kali Kucing di atasnya. Penjelajahan alur sungai Gadjah Wong dimulai dari sebelah timur kampus Sanata Dharma (kp. Mrican – Papringan – Sapen - Sorowajan hingga di kaki Jembatan KB. Gembira Loka). Alam sepanjang alur Gadjah Wong masih alami dengan sawah nan luas dan kebun karet di sebelah timur Timoho.
Hiburan TV tahun 1970-an Awal (tahun 1970 - 1975)
Untuk hiburan TV perlu perjuangan berat sebab TV langka, listrik pun langka karena hampir seluruh kampung Sapen tidak ada stroom listrik dari PLN – semua gang/jalan atau rumah hanya diterangi lampu minyak tanah sentir, teplok atau petromak. Satu-satunya tempat di SAPEN untuk menonton TV hanya ada di perumahan dosen IAIN. Nonton pun rame-rame dari balik jendela jeruji besi. Siaran TV dimulai pukul 17.00-24.00 . Namun aku tidak pernah menonton sampai larut malam, sebab setelah jam 7 malam gordyn (kain tirai) jendela ditutup.
Jika masih mau, terpaksa berjalan kaki 1,5 km rame-rame (sebab tidak punya sepeda) ke Bengkel KA Pengok atau pergi ke sebelah barat tokobuku GRAMEDIA sekarang. TV ditempatkan dalam sangkar kotak setinggi 3,5 meter. Bayangkan bak menonton layar tancap keliling.
Layar Tancap keliling masa 70-an satu-satunya penyelenggara adalah Deppen RI (Departemen Penerangan) di lapangan terbuka dengan film perang kemerdekaan, dokumentasi pembangunan hingga tayangan kampanye Keluarga Berencana (KB). Pada momen tahunan Sekatenan di Alun-alun Lor, Layar Tancap ini juga menjadi tontonan favorit dan gratis.
Hingga kini teringat serial film sore: SINTARO, Lancer, Bonanza, Rodex, Batman and Robin, serial Ivanho + Robinhood and Richard King the Lion Hearth, Daniel Bond, Rin Tin Tin, Popeye The Sailor dan Woody Pecker Show etc.
Klip video serial film Hawaian Fife O klik saja --> Hawaian Fife O
Keluarga Cowboy dalam serial “Bonanza”
Sebelum “Dunia Dalam Berita” pukul 10 malam ditayangkan Hawaian Five O, The Champion, Star Trek, Baretta, Jeanny (jin kocak dan juga cantik istri Mayor AU Nelson “Barbara Eden” yang tinggal dalam botol), PRIMUS – Penyelam laut Dalam, Twelve O Clock (kisah pilot AS dalam PD II), Telly Savalas dan The Saint - Roger Moore. Dari semua itu yang menjadi favorit adalah Film Cerita Akhir Pekan, film lepas pilihan selama 2 jam penuh tanpa iklan dengan thema perang Dunia 2, spionase, detektif atau drama.
Menonton “Gambar Hidup” di Bioskop terdekat – RAHAYU terasa mahal. Uang jajan Seringgit (Rp 2,50) atau Segelo (Rp1) mana cukup beli tiket? Kalaupun tiket terbeli, tetap saja ditolak masuk, karena kategori film 17 Tahun ke atas. Akhirnya hanya bisa mlototin poster film atau sekali-kali menyelinap tidak bayar atau sembunyi di balik pintu setengah terbuka, mengintip lewat celah engsel pintu, sementara porter menyobek karcis, hingga saat pintu tersebut ditutup sepenuhnya. Dah!!! Puas tuntas dah!!!.
The Old-Fashioned Marketing from 1960s - 70s
Anda tahu bagaimana film baru dipromosikan? Sekitar jam 2 siang mobil iklan film melintasi depan rumah. Mobil yang dipasangi poster film dari kain kanvas berjalan pelan sambil menyebarkan selebaran kertas stensilan promosi film keliling kota. Sementara tidak hentinya staf pemasar berteriak-teriak melalui megaphone besar mempromosikan judul film baru.
Idiom sering dipakai seperti “Film action terhebat”, “Bruce Lee Otot Kawat Balung Wesi”, “dengan bintang tenar Charles Bronson, John Wayne, Jim Brown, Charlton Heston …” Promosi sukses! Film diputar pkl 10.00, 14.00 (Matine Show), 17.00 (Evening) & 21.00 sering terlihat antrian panjang. Apalagi tayangan Sabtu malam pukul 24.00 (Midnight Show).
Photo Yogyakarta di masa lalu
My father was a settled foreigner from South Sumatera who studied at the Faculty of FIPA UGM and my mother is a native resident. He so love Yogyakarta and never move from the city. My parents are dwelling in kampung Demangan Yogyakarta. Instead I have lived in my father's hometown, Palembang, for 5 years before living in Jakarta until now.
My first school was at primary school SDN Balapan (in the south of DUTA PHOTO, now a campus of STIE YKPN), proceeded to SMP Negeri V Kota Baru and then continue to SMAN I Teladan Yogyakarta. Finally I passed graduate of Economic Faculty of Gadjahmada University.
Kampusku pada 50-an tahun lalu. Ini gedung pusat UGM (gedung Induk), entah diambilnya foto ini pada tahun berapa. Latar belakangnya tampak gunung Merapi terlihat sangat jelas dan berdiri kokoh belum ada pepohonan perindang di selatan gedung. Ruang-ruang kuliah saya di Fakultas Ekonomi sepanjang tahun 1984 – 1988 ada di lantai 2 dan 3 pada sayap utara dan selatan Gedung Induk.
My High School SMA Negeri I Teladan Yogyakarta
Foto suasana Jalan Jendral Sudirman, di sisi Barat Jembatan Gondolayu. Kini masuk wilayah kelurahan Cokrodiningratan, kecamatan Jetis. Di kejauhan tampak tegak icon Yogyakarta (Tugu) dan di Abdi Dalem Kraton naik Sepeda. Di dekatnya sekarang telah dibangun HOTEL SANTIKA PREMIERE.
Kreteg Kewek berasal dari nama Belanda Kerk & Werg, berarti “jalan menuju gereja” (gereja KOTABARU) dari sudut pandang Hotel Garuda. Tampak percabangan rel KA dan pemukiman asri Kota Baru dan Seminari Katolik. samar-samar terbaca : Lucht Foto KNIL.
"TUGU YOGYAKARTA" – Samar-samar di kejauhan terbaca TOKO SEN di jalan Mangkubumi menuju Malioboro. Tahun 1992 saya membubut block mesin (kotter) sepedamotor GL 100. Masih adakah tokonya? Di bawah pohon besar (kanan) tampak Depot Es arah menuju pasar Kranggan.
Jalan Pangeran Mangkub
Jalan Pangeran Mangkubumi pada tahun 1948. Dikenali dari bentuk trotoar dan pada tahun 1970-an saya melihatnya masih seperti itu. Di sisi timur tidak ada toko kecuali di ujung utara dekat icon kota Yogyakarta (Tugu). Di sisi kiri jalan, dari kejauhan tampak plang warna putih dengan letter “Kedaulatan Rakyat.” Sekarang ini trotoar di sisi kanan menjadi jalur lambat.
Malioboro atau Jalan Ahmad Yani dimasa lalu.
KANTOR POS BESAR (sebelah kanan) dan BANK INDONESIA di KM NOL. Melihat Kantor Pos Besar tahun 1955, orang segera mengingat bahwa Yogyakarta di masa silam telah ada bangunan bagus, namun tidak sedikit yang telah lenyap.
Photo diambil dari arah Gedung Agung (Istana Kepresidenan). Di seberang Gedung BI merupakan halaman Benteng Vreedeburg. Saya masih ingat tahun 1972 jalan ke arah kiri dihiasi pepohonan yang lebat yang jika sore hari langit ditingkahi hiruk pikuk suara bangau, walet dan kelalawar. Tahun1975 dibangun Monumen Yogya Kembali persis di seberang Kantor Pos Besar. Lihat Mobil dan becak melaju ke arah kiri sementara saat ini pasti dilarang karena one way traffic.
Sultan HB IX Menyumbang NKRI 6.000.000 Gulden
Dan Sejarah Akan Terus Mencatat di tahun1950 :
"Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi. Silakan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta," sambil mengeluarkan cek senilai 6 juta gulden untuk modal awal menjalankan roda pemerintahan NKRI. Sri Sultan Hamengkubuwono IX mengatakan itu dengan berurai air mata di hadapan Ir Soekarno menteri-menterinya.
Para menteri kabinet Soekarno ikut menangis.
--------------------------------------------------------------
Dan pemerintahan saat ini (period 2009-2014) hendak menghilangkan keistimewaan Yogyakarta dan gagal mengatasi korupsi berjamaah secara besar-besaran sehingga menyengsarakan rakyat !!!!! ..... Meski akhirnya gagal karena DPR tidak meloloskan RUU tersebut. Apakah demokrasi ala Amerika akan menjadikan NKRI tidak tahu balas budi atau memang mau melupakan sejarah ini?
Masjid Agung Yogyakarta tahun 1900.
Pengrajin Yogyakarta pada tahun 1900-an awal
KLA Project - Yogyakarta
Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja
Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati
Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…
Label:
Selingan Senggang,
Sphere
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Sabtu, Juni 15, 2013
0
komentar dan respon
Canal de Suez : Diantara Ferdinand de Lessep dan Umar ibn Khattab
Malam ini saya sangat terperangah. Selama ini aku mendapat informasi tentang Terusan Suez secara tidak lengkap dan cenderung disesatkan oleh sumber informasinya. Lebih dari 30 tahun lalu dalam buku kurikulum Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) untuk siswa kelas V dan VI SD di DIY, disebutkan Terusan Suez dibangun Ferdinand de Lessep dan diresmikan penggunaannya di tahun 1869 – setelah sekitar 10 tahun pembangunan. Saya pun mendapat kesan dan kesimpulan ide pembangunan ini berasal dari insinyur perancis ini.
Baru-baru ini saya temukan fakta baru, SIAPAKAH YANG SEBENARNYA MERINTIS PEMBANGUNAN TERUSAN TERBESAR DI DUNIA INI?
Terusan Suez Adalah Karya Master Piece Umar bin Khattab
Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.
Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.
Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.
Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.
Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk Amirul Mukminin.
Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.
Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.
Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.
Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.
Sumber : mediaumat.com
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
Historical Review,
ISLAMIC Historical Review,
KEMULIAAN ISLAM,
News,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Jumat, Juni 14, 2013
0
komentar dan respon
Pesta Bakar Batu : Kisah Dokter PTT di Distrik Yahukimo Papua
Berikut ini kisah salah satu ikhwan dokter muda Mukri Nasution saat menjalani PTT di Papua.
-goresan jemari ini berharap selalu memberikan jejak yang terbaik, menyejukkan hati, persinggahan yang nyaman. selamat berjuang buat avicena-avicena baru , para pejuang kemanusiaan!!!”
catatan : Avicena merujuk ke Ibnu Sina ahli kedokteran dari dunia Islam masa lalu.
Tradisi Bakar Batu
Tradisi bakar batu masih menjadi tradisi yang melekat pada masyarakat suku-suku di Pegunungan Tengah Papua. Sudah hampir setahun di Papua, Ini adalah yang ke 3 kalinya saya mengikuti acara bakar batu dan kali ini bersama masyarakat suku Hubla dalam rangka peresmian sebuah Puskesmas. Suku Hubla merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Pegunungan Tengah Papua di sebelah Timurnya Lembah Baliem, dahulunya daerah2 ini dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Jayawijaya, tetapi setelah terjadi pemekaran besar-besaran terbentuk beberapa kabupaten baru, salah satunya adalah kabupaten Yahukimo. Kata Yahukimo merupakan singkatan dari beberapa nama suku besar yang mendiami kabupaten ini yaitu suku Yali, Hubla, Kimial dan Suku Momina. Sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pegunungan yang ditempuh dengan berjalan kaki ataupun dengan menggunakan pesawat-pesawat kecil yang sangat terbatas antara Distrik yang satu dengan Distrik Lainnya.belum ada akses untuk transportasi darat yang menghubungkan antara ibu kota Provinsi di Jayapura maupun dari Jayawijaya sebagai kabupaten tertua di wilayah pegunungan, sehingga ini menyebabkan harga barang bisa mencapai 3 kali lipat bahkan lebih dibanding di Jayapura.
Kembali kita membahas tentang tradisi bakar batu, tradisi bakar batu ini merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat ketika ada momen-memen tertentu misalnya untuk merayakan kemenangan dalam peperangan antar suku, pernikahan, kematian, peresmian gedung pemerintahan dll.
Pada acara bakar batu masyarakat biasanya membawa hasil bumi berupa ubi jalar (Hipere), sayur-sayuran dan beberapa ekor Babi (Wam) dan ayam. Awalnya kayu bakar akan ditumpuk kemudian diatasnya akan diletakkan batu mulai dari ukuran kepalan tangan sampai batu seukuran kepala. Kemudian akan ditutupi lagi dengan kayu bakar, selanjutnya akan dibakar sampai kayu bakar habis dan batu dipastikan sudah sangat panas. Bersamaan dengan itu sebuah lobang besar akan digali, ini nanti berfungsi sebagai tempat memasak. Beberapa warga membersihkan Ubi jalar, sayur2an . sedangkan Babi dan ayam biasanya bukan disembelih tapi dipanah tepat di daerah jantungnya.
Batu yang sudah panas akan disusun satu lapis di dasar lubang yang sudah digali biasanya dipakai batu-batu yang berkuran besar kemudian ditutup dengan rumput-rumput, di atas rumput tersebut akan disusun ubi jalar dan sayur-sayuran yang sudah diberikan bumbu, setelah itu akan ditutupi lagi dengan selapis rumput dan diatas rumput akan disusun lagi batu-batu yang sudah dipanaskan/dibakar,kemudian akan ditutup lagi dengan rumput dan diatasnya akan diletakkan Babi yang sudah dikeluarkan isi perutnya dan sudah dibersihkan. Kemudian ditutup lagi dengan rumput kemudian akan diikat agar panas uapnya tidak keluar. Berhubung saya Muslim maka dibuat satu lagi lubang untuk memasak ayam, proses memasaknya juga sama dengan bakar batu untuk babi tadi. Syukurlah tidak ada masalah dengan saya tidak mau makan Babi dan makanan yang bercampur dengan babi, mereka sangat menghargai perbedaan dan menghormati keyakinan saya. Dulu saat baru nyampe di Papua ada yang cerita kalau kita dijamu makan, apapun makanannya harus kita makan termasuk babi sekalipun, klo gak kita makan bisa-bisa kita dipanah sama masyarakat karena itu akan menghina mereka. Ternyata itu hanya cerita yang gak benar. Tak ada cerita seperti itu, masyarakat sangat menghargai keberadaan kita dan memang pada dasarnya masyarakat Papua itu baik. Jadi dimanapun kita berada keyakinan dan prinsip yang kita yakini ya harus kita pegang kuat, tinggal masalah komunikasi kita saja dengan masyarakat.
Setelah semua bahan dimasukkan dan dibalut dengan rumput akan ditunggu sekitar 2-3 jam sampai matang.uap panas dari batu inilah yang nantinya yang akan membuat makanan menjadi matang. Sewaktu menunggu makanan masak acara selanjutnya adalah seromonial berupa kata sambutan dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat,tokoh gereja dan juga nyanyi-nyanyian pujian yang dibawakan oleh masyarakat.
Setelah acara seremonial selesai dan makananpun sudah matang saatnya untuk makan . Makanan dibagikan kepada masyarakat yang sudah menunggu membuat kelompok2 kecil, kemudian selanjutnya akan disantap bersama.
Masih banyak lagi kearifan local pada masyarakat suku-suku di pegunungan tengah Papua yang perlu kita jaga bersama.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
KESEHATAN,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Jumat, Mei 10, 2013
0
komentar dan respon
Anak TK dan SD Jago Computer? Jangan Anda Banggakan Dulu?
Anak Jago Komputer Sejak TK? Jangan Anda Bangga Dulu, Berdampak Negatif, Lho …
Mengajari anak memakai komputer, internet, atau ponsel, ternyata tidak selamanya baik. Ada kecenderungan, anak-anak yang lebih dini mengenal kecanggihan teknologi komunikasi ini akan punya kemampuan dan keterampilan sosial dan empati lebih rendah.
”Saat ini jika anak kecewa, ada kecenderungan mereka menarik diri, marah, mudah putus asa atau frustrasi. Sekarang toleransi anak-anak juga rendah, Psikolog RSUP Dr Sardjito dan dosen psikologi Fakultas Kedokteran UGM, Dr Indria Laksmi Gamayanti, Kamis (2/1).
Belum lagi bila anak bisa mengeksplorasi situs porno. Meskipun ahli teknologi informasi mengatakan ada proteksi, situs porno terbukti masih dapat diakses oleh anak-anak. ”Ada kejadian seorang guru memberi tugas kepada anak untuk mencari sebuah informasi di internet, tetapi ternyata yang keluar situs porno. Ada klien saya cerita, anaknya yang baru berusia enam tahun, mendapat kiriman video mesum artis,” ungkap psikolog perkembangan ini.
Karena itu Gamayanti tidak setuju apabila anak TK dan SD sudah belajar komputer dan siswa disuruh mengakes sendiri. Dia pun menyarankan agar proses belajar menarik dan hidup, sebaiknya menggunakan LCD proyektor. Atau, lebih baik hanya guru yang menggunakan komputer serta menjelaskannya, sedangkan murid melihatnya.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
Mendidik Anak,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Minggu, Mei 05, 2013
0
komentar dan respon
Kang Aher – Ahmad Heryawan yang mempesona wartawan ...
Suatu saat di bulan november....
Ia turun, dan para stafnya keheranan. Tak ada siapapun. Tak ada kemeriahan apapun. Mereka akhirnya saling berbisik sementara lelaki tadi berjalan dan mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh area.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan wilayah Cimangkok, Sukabumi. Inilah tempat yang mendadak ia kunjungi di sore ini. Areal yang cukup luas, sepi, nampak beberapa pohon yang malas tegak, juga kelihatan ada kegiatan pembangunan yang terbengkalai.
Mendapati seorang pria kurus tengah mencangkul, iapun mendekatinya. Membicarakan beberapa hal dan sebagainya. Setelah terlihat mendapat kesimpulan dengan apa yang terjadi di tempat ini, ia minta ajudannya untuk menlepon ke kepala dinas bersangkutan, dan pembicaraan berlanjut dengan staf yang kian berbisik membayangkan mimpi apa orang yang ditelpon itu
Setelah itu ia pun meluncur ke sebuah pelosok kampung. Saya sebut kampung rasanya tak berlebihan. Karena memang demikian nyatanya. Kolam ikan dan sawah di kiri-kanan jalan sempit. Hawanya pun sejuk. Sampai di tujuan, ia agak berlari. Tidak memperhatikan staf yang terbirit membawakan payung untuknya. Ya, sore itu langit sukabumi hujan.
Ia pun sampai di depan sebuah rumah, membuka pagar bambu khas desa-desa dan masuk. Rumah sederhana. Masih heran dengan apa yang saya lihat, ia keluar lagi. "Mau masuk? tapi maaf tempatnya memang agak sempit", ujarnya dengan sumringah. Sebelum sempat menerka atas alasan apa ia nampak bahagia, akhirnya ia beri jawabnya: "di rumah, keluarga lagi kumpul, gak apa-apa nunggu disni ya," katanya sambil menunjukkan beberapa kursi di teras rumah.
Rumah yang sederhana. Saya pikir jika pejabat pasti akan punya dinasti kecil. Setidaknya keluarganya 'terlindung' disana. Namun dilihat bagaimanapun ini rumah biasa. Terlalu biasa malah. Di dalamnya tinggal nenek kesayangan seorang Ahmad Heryawan. Nenek berusia 106 tahun yang setiap hari bisa melahap 3 juz Al Quran. Nenek yang giginya masih bagus dan belum pikun. Begitu sering ia ceritakan dengan bangganya.
Itulah pertama kali saya beraktivitas panjang dengannya. Melihat sendiri orang seperti apa ia. Nyatanya demikian. Tak rumit, responsif, dan saya merasa sedang tak bekerja pada atasan. Biar usia saya tak berbeda jauh dengan putra pertamanya, dari cara berinteraksi saya merasa seperti rekan setara saja. Padahal jauh. Jauuuuuh sekali posinya. Saya cuma peliput lepas. Ia seorang Gubernur, pemangku kekuasaan tertinggi di provinsi yang kepadatannya sudah seperlima Indonesia.
Tak rumit. Pakaiannya paling atasan batik atau kemeja polos dengan celana bahan warna hitam. Jika tiba waktu shalat, dimana bertemu mesjid, rangkaian mobil pun berhenti. Mushalla kecil sampai Mesjid besar. Terurus atau tidak, tak masalah. Suatu kali bahkan pernah di acara Gubernur Saba Desa di sebuah daerah di majalengka. Aparat kecamatan dan desa setempat sempat heboh saat Gubernur hendak shalat. Pasalnya, mushalla itu sempit, gelap, dan (maaf) nampak tak terurus. "Gak apa-apa, gak apa-apa, shalat disini saja." Ujarnya santai saat beberapa orang menawarinya shalat di area kantor, yang lebih nyaman.
Ia responsif. Saya salut. Sering saya perhatikan dalam diskusi dan audiensi-audiensi. Bila ada yang mengeluhkan sesuatu persoalan, wajahnya lantas memurung. Nampak berpikir keras. Seperti sedang bertanya-tanya, apa yang salah? dimana letak persoalannya? Bagaimana memecahkannya?
Ia juga aktif menjalin relasi dengan perusahaan. Mengincar (dalam artian positif) kantong-kantong CSR (Corporate Social Responsibility). Dari situlah salah satunya, ia bisa menggenjot pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru) terbanyak sepanjang sejarah Jabar.
Saya perhatikan, lewat bantuan twitter di akun @aheryawan ia sering mendapat masukan dan informasi. Pernah suatu saat di daerah garut heboh berita kelaparan di suatu kampung. Berita membesar dan memancing banyak hujatan gugatan. Ia pun mengirim 10 ton beras ke daerah bersangkutan. Ketika sampai, ternyata yang disebut kelaparan, hanya dua rumah bukan sekampung yang heboh diberitakan. Mereka makan nasi aking. Petugas pemprov yang sampai di lokasi kebingungan, mau diapakan beras sebanyak itu? Namun instruksi dari Gubernur sederhana: "Bagikan saja di kampung itu."
Ini hanya sekilas. Barangkali bila diteruskan, bisa jadi tulisan yang tak karuan, hehe. Mudah-mudahan yang disampaikan proporsional. Tak dilebih-lebihkan. Allah-lah yang lebih tahu apa yang berkelumit di hati hamba-hambaNya. Bila ada yang baik moga bisa jadi contoh dan jadi bagian diri. Bila ada yang salah, hanya pada Allah kita berlindung dan memohon petunjuk.[]
by roni sewiko
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
Mendidik Anak,
Politik,
Qolbu,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Selasa, Januari 29, 2013
0
komentar dan respon
Habibie’s Endless Love Poem : PUISI HABIBIE UNTUK AINUN
Ainun,
Hari ini, tepat 50 tahun dan 8 menit yang lalu, kita bertatap muka
Tanpa direncanakan mata kita bertemu, bagaikan kilat menyambar memukau, mempesona “Getaran Cinta”, bagian dari “Getaran Jiwa”
Alunan getaran yang tinggi, berirama denyutan jantung dan tarikan nafas
Tak terkendali mengkalbui diri kita sepanjang masa sampai akhirat
Sekarang 50 tahun 8 menit kemudia, berkunjung ke Taman Makam Pahlawan
Tempat peristirahatan ragamu, Getaran Cinta dan Getaran Jiwa kita, telah menyatu, memukau, mempesona berirama denyutan jantung dan tarikan nafas yg tinggi
Memanjatkan Do’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa telah memanunggalkan kita
Karena Cinta kita paling suci, murni, sejati sempurna dan abadi sampai akhirat
Habibie
Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan Kalibata
Jakarta, Rabu 7 Maret 2012
Label:
Selingan Senggang,
Sphere
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Minggu, Januari 27, 2013
0
komentar dan respon
China : Kecantikan Bukan Halangan untuk Dieksekusi MATI
China terkenal tidak mengenal kompromi dalam menegakkan hukum. Vonis hukuman mati alah biasa diputuskan oleh hakim dalam pengadilan kilat dan tidak berlarut-larut. Hukuman mati juga tidak pandang bulu diterapkan pada pejabat tinggi partai yang berkuasa (komunis), walikota dan birokrat korup hingga wanita muda nan cantik. Berikut ini hasil repost dan artikel ini hanya sebagai perbandingan Hukum Di Negara Kita dan Cina.
WANITA WANITA CANTIK YANG DI HUKUM MATI DI CINA
1. Xu Xiaomei
Divonis hukuman MATI karena melakukan penganiyaan berat dan pembunuhan.
2. Lai Xiangjian
Si Cantik ini dieksekusi pada usia 20 tahun pada tahun 1990-an karena membunuh suaminya sendiri.
3. Huang Tingting
Ditangkap karena terlibat perdagangan narkotika ilegal dalam skala besar tepat pada ulang tahunnya ke 18. Dihukum mati pada tanggal 3 November 2007, tepat 1 bulan setelah ditahan.
Tao Jing berasal dari Provinsi Yunnan, China Selatan. Ia dieksekusi tahun 1991 dalam usia 20 tahun karena membawa narkoba untuk pacarnya. Ia merupakan wanita termuda yang dieksekusi mati dalam kurun waktu 50 tahun.
5. Feng Cuiqiong saat ditangkap aparat
Ia berasal dari Yunnan juga. Ia dieksekusi pada waktu yang sama seperti Tao Jing pada usia 21 tahun. Kasusnya adalah perdagangan narkotika dan divonis MATI.
6. Song Dan
Melakukan penipuan di internet melalui media jejaring sosial. Dia ditangkap dan dieksekusi MATI pada usia 18 tahun. Alasannya melakukan penipuan adalah untuk mengumpulkan uang agar bisa bertemu Liu Xiang, atlet Olimpiade. idolanya.
7. Liu Yiping
Ia hanya melakukan korupsi kecil-kecilan saja dan dihukum berat – MATI – di China. Ia adalah seorang petugas ticketing sebuah maskapai penerbangan di Guangzhou Baiyun Airport yang melakukan penggelapan uang sebesar lebih dari 550.000 Yuan. Ia dieksekusi pada usia 23 tahun.
8. He Yuqiong dihukum mati karena perdagangan perempuan.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
News,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Kamis, Desember 13, 2012
0
komentar dan respon
Diego Mendieta : Potret Buruk Bola Sepak Indonesia
Betul-betul sangat mengenaskan nasib sepakbola Indonesia, sudah miskin prestasi miskin pula moral pengurus klub-klubnya. Masak pemain tidak dibayar gaji (4 bulan sebesar 120 juta Rupiah), pemain dari LUAR NEGERI lagi. Hingga ketika sakit parah, minta tiket pulang ke negerinya untuk meninggal di depan keluarganya di Paraguay tidak juga dipenuhi dari gajinya tersebut.
Sebentar lagi berita tragis dunia sepakbola KITA akan GO INTERNASIONAL,.....bikin maluuuuuu, karena kelakuan pengurus sepakbola kita semua menanggung malu...
Kita bisanya hanya ngomong doang……! Kita akan protes keras, demo dan menuntut ini itu ke Malaysia, ketika TKI kita sering disiksa, dianiaya, bahkan dibunuh. Tetapi yang ngomong begitu banyak tidak melihat ke diri sendiri, kejadian yang sama juga ada di negeri sendiri. Bagaimana kata orang Malaysia dan negara lainnya ketika melihat potret buruk yang sama terhadap tenaga kerja di Indonesia. Para pengurus klub sepakbola di Indonesia juga menyiksa TKA. Bahkan di dalam dunia sportifitas, ironis memang.
Berikut ini keinginan terakhir Diego Mendieta yang ditulis dengan tinta merah dan dipajang sebagai gambar identitas akun BBM beberapa rekan pemain serta pelaku sepak bola:
Gak minta gaji Full
Aku
Cuma minta tiket pesawat
Biar bisa pulang
Ketemu MAMAH
Dan
Mati di negara sayaRIP#Diego Mendieta
Berikut ini ulasan berita dikutip dari Yahoo!
Kematian menjemput manusia kapan saja tanpa pernah diduga. Namun demikian, kematian tragis Diego Mendieta patut disesalkan. Mantan pemain Persis Solo asal Paraguay menghembuskan napas terakhir dalam kesendirian dan ketidakadilan.
Hingga ujung hayat, Diego masih belum menerima gaji selama empat bulan sebesar Rp120 juta. Hak yang tak terbayarkan ini meninggalkan keprihatinan mendalam. Inilah puncak gunung es karut-marutnya tatanan sepak bola Indonesia.
Bukan rahasia lagi bahwa banyak pemain di kompetisi Indonesia yang belum menerima gaji — baik itu di LSI (versi KPSI) maupun LPI (versi PSSI) yang sedang sibuk klaim kepemimpinan sepakbola Nasional. Apa penyebabnya? Ketidakbecusan pengelola sepak bola di negeri ini.
Di Indonesia, kompetisi level negara nyaris tidak berbeda dengan turnamen antar-kampung. Maklum, tak pernah dibangun berdasarkan studi kelayakan. Tidak ada riset dan kalkulasi berapa biaya minimal yang harus dikeluarkan sebuah klub untuk ikut kompetisi. Akibatnya, tidak ada kejelasan dari mana saja klub seharusnya menggali sumber dana.
Selanjutnya, tak diketahui daerah mana yang pantas menyelenggarakan kompetisi di lapis satu-dua-tiga-dan seterusnya. Tidak pula diperhitungkan apakah kota tertentu memiliki daya beli tiket dan suvenir klub. Tak ada pula aturan tentang siapa yang berhak punya klub dan tak ada aturan kepemilikan saham. Tak ada panduan bagaimana dan oleh siapa semestinya klub dikelola, bagaimana keamanan kompetisi diurus, bagaimana klub diberi kompas untuk menjaring dana/sponsor.
Ini semua tak pernah jelas.Mungkin Indonesia satu-satunya negara besar di dunia dengan kompetisi (yang katanya profesional) tanpa fondasi yang kuat, bagus, baik, dan benar. Padahal, selain sebagai industri hiburan, kompetisi profesional juga berfungsi sebagai muara pembinaan sepak bola nasional. Sepertinya di Indonesia, kedua fungsi ini diabaikan.
Pendeknya, kompetisi Indonesia tak punya desain besar. Andai ada, itu cuma macan kertas. Prinsip "pokoknya jalan" menjadi kunci. Itulah sebabnya konfigurasi jadwal pertandingan pun belang bonteng. Masa kompetisi dari musim ke musim selalu tak jelas. Rencana dibuat parsial. Sanksi dan aturan bisa direkayasa kapan saja sesuai kepentingan. Kompetisi amburadul.
Kita tidak heran lagi bila klub bergerak liar (misalnya dengan membeli pertandingan dan bahkan gelar juara). Kita juga tidak heran bila kompetensi wasit amatlah rendah. Wasit tidak becus, wasit mudah “dititipi”, juga wasit yang menjadi bulan-bulanan pemain karena sering menghadiahkan penalti di menit-menit terakhir.
Kita juga tidak heran bila tiada standar kualitas pemain, maklum yang memilih pemain adalah pengurus klub (bukannya pelatih). Padahal para pemain ini ujung tombak kompetisi kasta tertinggi dengan putaran uang ratusan miliar rupiah.
Uang itu seperti dibakar tanpa ada hasil yang bisa dibanggakan. Yang muncul justru masalah demi masalah mendasar.Kompetisi profesional bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri dalam sistem sepak bola sebuah negara. Dia hanyalah puncak piramida pembinaan. Tentu saja kompetisi puncak membutuhkan topangan dari bawah. Fondasi harus kuat. Tatanan harus jelas. Dengan sebuah piramida, pengelola dan pelaku sepak bola menjadi paham di mana peta mereka dan ke mana tujuan. Tanpa itu semua Indonesia menjadi sulit dan mungkin tidak akan pernah berprestasi.
Memang Indonesia pernah juara SEA Games 1991, meski belum punya piramida pembinaan. Tetapi itu 21 tahun yang lalu. Atau tim kita pernah menahan seri melawan tim Rusia pada tahun 1953. Namun kini dunia sudah berubah. Sepak bola dan pengelolaannya berevolusi tanpa henti. Indonesia tidak bisa hanya bermodalkan romantisme, mengenang kejayaan masa lalu, seolah dunia tidak bergerak.
Indonesia juga tidak bisa naif menyalahkan konflik PSSI-KPSI sebagai biang keladi kegagalan. Betul, konflik memang menyebabkan tim nasional tidak diperkuat pemain terbaik. Tetapi tanpa konflik pun kita sudah kesulitan berprestasi. Ingat, pada Piala AFF 2010 kita juga gagal juara.
Sudah saatnya PSSI membuat cetak biru piramida pembinaan dan pengelolaan sepak bola. Membuat liga berjenjang yang dijalankan dengan teratur dan konsisten adalah syarat mutlak. Berbagai lapisan kompetisi itu akan melahirkan pemain dalam jumlah besar dari tahun ke tahun. Dia juga akan membutuhkan panitia pertandingan dalam jumlah banyak. Dia pun akan memerlukan kurikulum sepak bola.
Sudah saatnya pula PSSI membenahi dan menyusun ulang konsep kompetisi profesional di negeri ini. Jangan lagi hanya mengandalkan prinsip parsial dan asal jalan saja. Perhitungan hak dan kewajiban setiap pelaku dalam bungkus industri menjadi penting. Jangan biarkan lagi klub amatir dan sumber dana tak jelas bisa mudah ikut liga.
Jangan lagi ada pemain yang bayarannya macet. Jangan lagi ada pertandingan yang berubah jadi pameran jurus pencak silat. Jangan lagi ada wasit yang berfungsi ganda (terima titipan duit, juga terima bogem mentah pemain).
Paling kita akan mendengar perkataan orang-orang bijak kita seperti ini :
"INTROSPEKSI DIRI"..."BELAJAR DARI KESALAHAN"....
TETAPI sudah yang keberapa ratus kali ya???? kita INTROSPEKSI TERUS...BELAJAR TERUS...kapan PINTER NYA KITA? KITA HANYA PANDAI BERKATA-KATA!!!!!!!!!!!!!!
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
News,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Kamis, Desember 06, 2012
0
komentar dan respon
KAHMI News : Mahfud MD terpilih menjadi Ketua Presidium
Tampaknya biduk KAHMI mulai mendapati arah yang baru setelah dinahkodai oleh figur bukan politikus, seperti selama ini terjadi. Mahfud MD yang masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi yang sebentar lagi akan berakhir dan menyatakan tidak lagi mencalonkan diri untuk jabatan tersebut telah terpilih sebagai nahloda KAHMI. Munas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Riau telah memilih 9 presidium untuk Majelis Nasional KAHMI periode 2012-2017. Selamat untuk Bang Mahfud MD terpilih sebagai ketua presidium karena meraih suara terbanyak.
Terpilihnya Mahfud MD sebagai Ketua Presedium KAHMI dianggap merefleksikan keinginan seluruh peserta Munas ke-IX di Riau. Dari awal perserta Munas, tak ingin KAHMI dipimpin politisi.
"Jadi kepimpinan Mahfud MD ini sudah dapat mewakili apa yang diharapkan peserta Munas pada umumnya. Dimana peserta mengharapkan agar KAHMI jangan dimpimpin seorang politisi," kata Ketua Pelaksana Daerah Munas KAHMI di Riau, Johar Firdaus seperti dikutip dari detikcom, Minggu (2/12).
Menurut Johar, keinginan peserta Munas untuk tidak memilih ketua dari unsur politisi, agar kepengurusan KAHMI bisa lebih independen. Sehingga peserta Munas mengharapkan ketua umum KAHMI dari kalangan birokrasi, atau akademisi.
"Para peserta menilai, jika pucuk pimpinan dari politisi, mau tidak mau, nantinya KAHMI juga terkesan ikut dalam partai tersebut. Menghindari hal itulah, kami rasa Mahfud MD sudah paling pas memimpin KAHMI, karena dia dari kalangan akademisi," kata Johar.
Sementara itu, pemilihan sekjen KAHMI tidak dilaksanakan oleh partisipan Munas.
"Munas sudah memilih Mahfud sebagai Ketua Presidium KAHMI. Namun untuk urusan Sekjen, hal itu tidak dipilih oleh peserta Munas," ucap, Johar.
Menurut Johar, hasil Munas menyepakati bahwa posisi Sekjen akan ditentukan sendiri oleh 9 presidium terpilih, dan penentuan itu akan dilakukan melalui rapat internal para presidium.
"Jadi untuk Sekjen bukan peserta Munas yang memilihnya. Melainkan 9 orang presidium yang akan menentukan posisi tersebut," kata Johar.
Ketika disinggung siapa yang akan mengisi posisi Sekjen dari 9 presidium, Johar mengaku belum mengetahui.
"Saya sendiri belum dapat bocoran. Tapi paling tidak, saat memiilih ketua umum presidium ada semangat bersama agar KAHMI tidak dipimpin seorang politikus. Nah, kalau melihat kacamata yang sama, ya mungkin bisa jadi Sekjen juga dari kalangan birokrasi, akademi dan tentunya bukan politisi," kata Johar.
Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) juga menetapkan Akbar Tandjung dan Fuad Basyir sebagai duet Dewan Penasihat.
"Peserta Munas menyepakati keduanya menjadi dewan penasihat," kata Ketua Pelaksana Daerah Munas IX di Riau, Johar Firdaus, Minggu (2/12/2012).
Sedangkan Yusril Ihza Mahendra yang juga ikut dalam acara Munas sempat mencalonkan diri sebagai ketua presidium. Namun menjelang hari pemilihan, Yusril lebih dulu meninggalkan acara Munas.
"Nama Yusril sempat mau dalam kandidat presidium. Hanya saja menjelang pemilihan, Yusril lebih awal meninggalkan acara," kata Johar.
Berdasarkan Munas tersebut, terpilih 9 orang presidium yang menjadi anggota Majelis Nasional KAHMI. Berikut hasil pemilihan dalam Munas KAHMI ke-IX:
1. Mahfud MD (347 suara)
2. Viva Yoga Mauladi (334 suara)
3. Anas Urbaningrum (320 suara)
4. Muhammad Marwan (313 suara)
5. Anis Baswedan (308 suara)
6. Bambang Soesatyo (260 suara)
7. Dr Hj Reni Marlina (192 suara)
8. Ms Kaban (156 suara)
9. Taufiq Hidayat (153 suara)
Dari 9 presidium terpilih tersebut, hanya tiga yang berlatar belakang akademisi dan birokrat, yaitu Mahfud MD (MK), Muhammad Marwan (Birokrat), dan Anis Baswedan (Akademisi). Sementara 6 presidium lainnya berlatar belakang politisi.
Munas KAHMI ke-IX digelar sejak Jumat (30/11) hingga Minggu (2/12) dini hari di Kabupaten Kampar, Riau. Selain dihadiri 1.000 anggota KAHMI dari seluruh Indonesia, Munas ini juga dihadiri Jusuf Kalla.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
ISLAMIC Historical Review,
KEMULIAAN ISLAM,
News,
Politik,
Selingan Senggang
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Senin, Desember 03, 2012
0
komentar dan respon
Alam Semesta Ciptaan Allah : Seberapa Besar BUMI kita?
Kita hidup di planet bumi yang terhampar termat luas, dimana terbagi oleh negeri-negeri yang didiami oleh manusia dengan ras dan berbangsa-bangsa. Allah pun menciptakan manusia yang satu menjadi berbangsa-bangsa untuk saling mengenal. Begitu banyak hal yang belum kita tahu tentang negeri-negeri lain, sementara bumi secara keseluruhan, sebagai planet, dapat di ibaratkan sebagai satu titik (noktah) di alam semesta ini.
Seberapa besarkah ukuran buki kita?
Keliling planet yang kita diami ini, BUMI kita, panjangnya 40.000 km (Jika kita ada di Pontianak, kota yang berada pada posisi 0 derajat LU/LS, pergi terbang lurus ke Barat mengitari bumi, hingga kemudian tiba kembali di kota Pontianak dari arah Timur. Itu artinya kita telah menempuh jarak 40.000 KM). Ini artinya bumi sangat besar bagi kita. Untuk pergi ke Amerika atau Afrika saja terasa jauh sekali.
Namun coba kita lihat seberapa besar Bumi kita di banding planet yang masih dalam satu tata surya kita yang hanya memiliki SATU matahari sebagai pusatnya dan 11 planet ini tidak henti mengitari matahari. Ternyata BUMI kita tidak ada apa-apanya.
Pada gambar 1, BUMI lebih besar (secara berurutan) dari Venus, Mars, Mercurius danyang terkecil Pluto dalam konfigurasi Tata Surya Matahari kita.
Pada gambar 2, ukuran BUMI kita jauh lebih kecil dari Planet Yupiter (yang terbesar)-Lihat! Ukuran planet Bumi nomor 1 dari kiri pada baris paling bawah gambar 2. Planet lain yang ukurannya jauh lebih besar dari Bumi (secara berurutan) Neptunus, Uranus dan Saturnus.
Pada gambar 3, Bumi hanya seperti satu titik (urutan planet nomor 5 dari kiri) pada baris planet-planet Tata Surya di bawah gambar “seukuran bola tenis” MATAHARI.
Sementara Matahari kita hanyalah satu bintang diantara bintang yang jumlahnya tidak terhingga dari konstelasi galaksi BIMA SAKTI. Dan alam semesta memiliki galaksi yang tidak terhingga. Semua itu adalah ciptaan Allah SWT, yang menjadikan bumi kita sangat-sangat teramat kecil, lalu bagaimana dengan kita di hadapan alam semesta ini. Lalu bagaimana kita di hadapan Yang Menciptakan alam semesta.
Sementara bintang yang terbesar pun hanya satu titik dibanding Galaksi, Cluster, Super Cluster, Jagad Raya. Allah Maha Besar!
Ukuran Bumi dibanding Planet Jupiter
Ukuran Bumi dibanding Matahari. Diameter (lebar) matahari 1.391.980 km. Jika bumi “dimasukkan” ke matahari, ada 1,3 juta bumi yang bisa masuk.
Ukuran Matahari dibanding Bintang Arcturus
Ukuran Matahari dibanding Bintang Antares. Saat ini bumi sudah tidak bisa dilihat lagi. Diameter Antares 804.672.000 km.
Kalau anda menganggap Antares sudah sangat besar, ternyata bintang itu masih belum apa-apa dibanding dengan galaksi seperti Galaksi Bimasakti yang terdiri dari ratusan milyar bintang dengan lebar hingga 100 ribu tahun cahaya (1 detik cahaya=300.000 km).
Galaksi itu pun tidak seberapa jika dibanding dengan Cluster (Kumpulan) Galaksi yang terdiri dari ribuan Galaksi.
Tapi di atas Cluster masih ada Super Cluster yang terdiri dari ribuan Cluster. Ribuan Super Cluster akhirnya membentuk jagad raya.
Saat ini diperkirakan Jagad Raya (Universe) lebarnya 30 milyar tahun cahaya. Tapi ini cuma angka sementara mengingat teleskop tercanggih saat ini “cuma” bisa mencapai jarak 15 milyar tahun cahaya!
Ini baru langit ke 1. Belum langit ke 2, langit ke 3, hingga langit ke 7 di mana saat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad sampai hingga ke sana.
Jika dunia ini begitu luas, maka Allah menegaskan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Jauh lebih luas lagi dari dunia!
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah 255]
Source:
http://www.alphadad.net/Previous%20Alpha%20Dad%20Site/alphadadkids.htm
http://www.bcssa.org/newsroom/scholarships/great8sci/Space/4galaxys.html
http://apod.nasa.gov/apod/ap080210.html
http://www.nasaimages.org/luna/servlet/detail/NVA2~8~8~14669~115210:The-Violent-Lives-of-Galaxies–Caughttp://media-islam.or.id/2010/03/11/seberapa-besarkah-bumi-kita-allah-maha-besar/
Label:
News,
Selingan Senggang,
Sphere
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Minggu, Desember 02, 2012
0
komentar dan respon
Kisah Cinta Sejati Zainab Binti Rasulullah SAW : Keimanan di Batas Ajal
Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu 'anha – putri sulung Rasulullah SAW. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu 'anha.
Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya –Rasullah SAW– untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.
Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad SAW. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.
Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.
Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.
Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Ayyuhai! Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.
Demikianlah kethaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang belum masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah SWT yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.
Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.
Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, JIKA mereka setuju Nabi meminta AGAR Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).
Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.
Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan air mata menggenang. Demikianlah kethaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.
Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya.
Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.
Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.
“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”
Abul Ash dan hartanya pun selamat.
Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah SAW. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.
Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah SAW, ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya juga karena iman. Berpisah dan bersatunya pasangan suami istri ini BUKAN karena cinta.
Maka sangat tercela apabila seorang muslim maupun muslimah terlalu mengagung-agungkan CINTA. Mendudukkan perasaan cinta di atas segala-galanya.
Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri agar berkas cahaya iman bersemayam di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad SAW.
Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda :
“Kafanilah ia dengan kain ini.”
Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,
''Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.'
Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
ISLAMIC Historical Review,
Qolbu,
Risalah al Qaida,
Selingan Senggang,
The Messengers
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Sabtu, Desember 01, 2012
0
komentar dan respon
Tim Relawan Indonesia: Melawat ke Latakia Suriah Utara
Mata terus menatap keindahan bintang-bintang di langit Latakia. Sambil berdzikir, memupuk terus keyakinan bahwa kematian itu sudah digariskan. Entah di Suriah atau di Indonesia, kematian datang karena memang sudah tiba saatnya. Bukan karena kenekatan kami datang ke daerah konflik semacam ini. Sebab, menolong orang terzhalimi di wilayah konflik tidak akan mendekatkan kita kepada kematian, sebagaimana duduk diam di rumah tidak akan melindungi diri dari kematian. Hasbunallah wa nikmal wakiil.
Hujan lebat mengguyur Bandara Soekarno Hatta, Sabtu 3 Nopember 2012 lalu, saat tim ke-3 Hilal Ahmar Society (HASI) bertolak ke Turki. Mengemban misi seperti 2 tim sebelumnya, tim ini dipimpin Abu Yahya dengan anggota Ustadz Oemar Mita sebagai penerjemah, dr. Herry Syahbana dan Eddy Subiyanto sebagai tim medis. Begitulah berita kecil yang di-release dari http://www.muslimdaily.net
Status Abu Yahya masih bekerja sebagai editor penerbit Ummul Quro Jakarta juga salah satu pengurus HASI. Ustadz Oemar Mita kesehariannya dai aktif di sekitar Jakarta. Dr. Herry aktivis Hilal Ahmar Jogjakarta sedang menempuh pendidikan spesialis radiologi UGM. Sementara Eddy Subiyanto sehari-hari sebagai perawat di RS YARSIS Surakarta.
Dalam pesan yang disampaikan menjelang keberangkatan, dr. Sunardi selaku salah satu pendiri HASI menekankan kepada tim agar menjaga niat ikhlas dan kesabaran. "Anda adalah duta yang mewakili umat Islam Indonesia di hadapan rakyat Muslim Suriah yang sedang terzalimi."
Kami berusaha melintasi perbatasan Suriah Turki untuk menembus ke kota Latakia melalui koridor aman, meski harus menempuhi medan yang teramat sulit.
"Kedatangan antum kemari telah membawa berkah," kata salah seorang penjemput kami, warga Suriah. Kegelapan malam membuat saya tidak mengenali wajahnya. "Hujan sering turun, halilintar sering menggelegar. Pesawat-pesawat itu mengurangi intensitas serangan,"
Melintasi perbatasan Turki-Suriah harus melalui medan yang berat. Kami harus mendaki tebing curam. Tentu dengan beban carrier bag cukup besar yang harus kami bawa sendiri. Tidak mungkin meminta bantuan ikhwah Suriah, karena mereka sendiri juga membawa beban obat-obatan yang tidak ringan. Sebut saja botol infus, di Indonesia terbuat dari plastik. Di Turki, terbuat dari kaca yang tentu menambah beban. Perjalanan seru! Saya mengalami jatuh terduduk dan Ustadz Umar sempat meminta berhenti dan celananya sobek.
Disambut hujan rintik, nafas tersengal dan keringat bercucuran—meski sebenarnya temperatur cukup dingin—kami usaikan "estape" terakhir perjalanan melintas batas. Ujung tebing yang kami daki ternyata jalan aspal. Tidak seberapa lebar memang, tapi cukup bagus untuk sebuah jalan di pegunungan—bila dibandingkan di Indonesia.
Di pinggir jalan tersebut kami rehat sejenak sambil menanti ambulan yang dijanjikan akan menjemput kami ke klinik darurat di Salma. Tak berapa lama, di ujung jalan terlihat seberkas sinar bergerak mendekat diiringi raungan mesin disel. Sebuah truk engkel (kalau di Indonesia sosoknya seperti KIA Travello) menghampiri kami. Wajah baru menyapa kami dari kabin depan truk tersebut. "Ahlan wa sahlan," sambutnya tersenyum disertai rekannya yang akan mengawal kami.
"Maaf, ambulan sedang dipakai. Jadi kita dijemput pakai truk ini," kata Ubay si kurir. Kami semua—10 orang—menaikkan barang, dan menata diri di bak truk. Di ujung bak ada genset, sementara di bagian depan ada kotak logistik keperluan Rumah Sakit darurat selain obat-obatan yang kami bawa. Sejurus, kami semua duduk di bak belakang. "Mana syabab Indonesia.... ayo di tengah. Jangan boleh di ujung belakang," kata Ubay. "Oke, siap. Kita berangkat," katanya kepada sopir.
Mobil menyusuri jalanan sempit di antara tebing dan jurang. Kami dalam beragam posisi. Ada yang duduk, bersandar di tas, dan.... pak Edi terlelap tidur. Sesekali, kami isi dengan cengkrama bersama para ikhwah Suriah. Mulai dari sindiran mereka yang melapuk bujang, sampai kebiasaan mereka bersenda gurau. Namun ada pula fase mendebarkan, yaitu saat saya berdiri menata isi tas, saya nyalakan senter.
Sebermula saya ragu, karena mungkin ini membahayakan. Tapi melihat lampu truk terus menyala sepanjang jalan, saya pikir nyala senter bukan masalah. Tapi :
"Hey, duduk dan matikan lampu," teriak Ubay. "Di samping kanan kiri kita ada marshad (tempat pengintaian) milik tentara Asad. Mereka punya peluncur granat," katanya. "Bagaimana dengan nyala lampu mobil?" tanya Ustadz Umar. "Saya sudah ingatkan sopir," jawabnya pendek.
Asir, pemuda Suriah yang duduk di samping saya kemudian menceritakan berbagai bentuk serangan yang sering dilakukan tentara Asad. Mulai dari roket, hingga Birmil. "Apa itu?" tanya saya penasaran dalam posisi tangan bersedekap kedinginan. "Birmil itu tempat minyak. Tingginya sekitar 1,5 m dan diameternya setengah meter. Mereka isi dengan bahan peledak jenis TNT dicampur potongan besi, paku serta benda-benda tajam lainnya," papar Asir.
Birmil—yang kemudian saya menerkanya sebagai tong, drum atau sejenis tangki—itu lanjut Ala dibawa dengan pesawat dan dijatuhkan dari ketinggian sekitar 400 m. Satu birmil, bisa kadang diisi TNT seberat 60 kg. "Bisa dibayangkan kalau menimpa sebuah bangunan," kata Abu Bakar, salah seorang mujahid dari Katibah Ahlus Sunnah wal Jamaah. "Ini metode baru Basar Asad untuk menghemat biaya. Sebab, menyerang dengan roket memerlukan biaya besar. Birmil bisa jauh lebih hemat dengan efek mematikan tetap tinggi," imbuh Ala.
Rupanya, birmil itu pula yang menimpa klinik pengobatan tempat teman-teman HASI tim ke-2 (sebelum kami) berada. Alhamdulillah, meski bangunan rusak berat, hanya seorang dari tim ke-2 HASI yang terluka ringan di kepalanya. Namun, birmil itu pula yang menewaskan Komandan Abu Burhan, pimpinan Liwa' Ahbaabullah. Ia sedang membawa air untuk dibawa ke rumahnya di kawasan Lattakia, ketika sebuah pesawat menjatuhkan birmil. Dan, sebuah potongan besi menghantam kepalanya hingga menemui kesyahidan, insya Allah.
Saya merebahkan diri sekadar meregangkan otot. Menatap langit yang berubah tak menentu. Kadang mendung atau cerah bertabur bintang. Menatap bintang, mencoba membedakan bentuknya dengan pesawat. Sebab, serangan udara banyak dilakukan di malam hari. Ketika melihat perbukitan dengan rumah-rumah bertaburan lampu, saya menanyakannya kepada Asir, "Itu milik Sunni atau Nushairi?" Jawabnya “Milik Sunni”. "Mengapa berani menghidupkan lampu?" "Ya, nanti jika terdengar suara pesawat, seluruh lampu itu mati dipadamkan." "Pesawat lebih sering datang di malam hari karena tidak terlihat. Tiba-tiba saja langsung jatuh bom,"
Mata saya tetap terus-menerus menatap beku ke bintang-bintang di langit malam Latakia. Sambil tetap terus berdzikir, memupuk terus keyakinan bahwa kematian itu sudah digariskan. Entah di Suriah atau di Indonesia, kematian datang karena memang sudah tiba saatnya. Bukan karena kenekatan kami datang ke daerah konflik semacam ini. Sebab, menolong orang terzhalimi di wilayah konflik tidak akan mendekatkan kita kepada kematian, sebagaimana duduk diam di rumah tidak akan melindungi diri dari kematian. Hasbunallah wa nikmal wakiil.
READ MORE ... Monggo di-Klik
Label:
News,
Selingan Senggang,
Sphere
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Senin, November 19, 2012
0
komentar dan respon
4] Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam
Berikut ini para petinggi Nazi dan perwira SS yang migrasi ke Timur-Tengah dan menduduki posisi militer dan birokratis, terutama di Mesir dan Suriah pasca Perang Dunia II. (Jean and Michel Angebert, The Occult and the Third Reich, New York : Macmillan,1974, p.275-276).
Banyaknya tokoh Muslim, seperti Mufti Masjidil Aqsa (Palestina) Muhammad Husein Al-Amin sebagai pengungsi di Berlin membuka peluang penduduk asli berinteraksi dan belajar ISLAM. Diantaranya SS-Standartenführer (setara Kolonel) Wilhelm Hintersatz (1886-1963), orang Austria yang menjadi mualaf, nama muslimnya Haroun al-Rashid Bey yang mengepalai unit Osttürkischen Waffen-Verbände der SS yang anggotanya orang Uzbek dan Tatar-Volga. Mereka buktikan kemampuannya di front Polandia.
Dr. Fritz Grobba ex Duta Besar untuk Irak - Arab Saudi. Dia pengagum kebudayaan Islam, "Lawrence of Arabia Jerman" sahabat Mufti al-Husseini. Paska PD II, Grobba memeluk Islam dan menjadi penghubung politik Gamal Abdel Nasser dengan Jerman dan Soviet.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York : Autonomedia,1999, p.383).
Werner-Otto von Hentig, sahabat Grobba, kepala Divisi Arab Kementerian Luar Negeri saat dipimpin Joachim von Ribbentrop. pasca PD II, dia habiskan hidupnya di Arab. Tahun 1955 Ibnu Saud menjadikannya kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi.
Menjadi Duta Besar Jerman di Indonesia! Dalam kapasitas tersebut dia mendampingi delegasi Arab Saudi sebagai penasihat khusus di Konferensi Asia-Afrika, April 1955. Hentig memberi advis untuk mengadopsi kebijakan netralism dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York : Autonomedia,1999, p. 384).
Erich Altern (Ali Bella), Ex komisioner urusan Yahudi di Gestapo Pasca PD II menjadi instruktur militer pejuang PLO di Mesir.
Hans Appler (Salah Chaffar) stafnya Goebbels, bekerja di Kementerian Informasi tahun 1956 dan akhirnya menjadi anggota Islamic Congress.
Franz Bartel (Hussein) : Asisten kepala Gestapo di Kattowitz, tahun 1959 bertugas di dept. Yahudi, Kementerian Informasi Mesir.
Walter Baumann/Ali Ben Khader, SS-Sturmbannführer, Warsawa, bekerja di Kementerian Informasi Mesir dan instruktur PLO.
Fritz Bayerlein : Jenderal terkenal yang bertempur bersama Jenderal Erwin
Rommel di Afrika Utara. Dia membantu perbaikan tank-tank Mesir.
Hans Becher : Ex Kepala seksi Yahudi Gestapo Wina, instruktur kepolisian Mesir di Alexandria.
Wilhelm Beissner : Kepala Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA). Dia migrasi dan menetap di Mesir.
Bernhard Bender/Bashir Ben Salah : perwira Gestapo yang punya pengetahuan mendalam tentang Yiddish hingga mampu menyusupi organisasi bawah tanah Yahudi di Warsawa, menjadi penasihat satuan polisi politik Kairo dengan pangkat Letnan Kolonel.
Werner Birgel/El-Gamin. Perwira SS di Leipzig, kerja di Kementerian Informasi Mesir.
Wilhelm Böckler (Abd al-Karim) : SS-Untersturmführer di Warsawa dan kabur ke Mesir tahun 1949 dan menjadi Pejabat Kementerian Informasi urusan Israel di Mesir.
Wilhelm Börner (Ali Ben Keshir) SS-Sturmbannführer. Dinas di Kementerian Dalam Negeri Mesir dan menjadi instruktur PLO.
Alois Brunner (Ali Mohammed) : Perwira SS senior di Departemen Yahudi yang dipimpin Adolf Eichmann. Penasihat pasukan khusus Mesir-Suriah. Mossad berkali-kali gagal membunuhnya.
Friedrich Buble (Ben Amman) SS-Obergruppenführer. Direktur Departemen Hubungan Masyarakat tahun 1952 dan penasihat kepolisian Kairo.
Franz Bünsch, staf Goebbels. Koresponden BND di Kairo dan membantu mengorganisasikan mata uang Riyal di tahun 1958.
Erich Bunzel, SA-Obersturmführer (Major) kolega Goebbels. Dia bertugas di departemen Israel Kementerian Informasi Mesir.
Joachim Däumling /Ibrahim Mustafa Kepala Gestapo Düsseldorf. Penasehat
sistem penjara Mesir dan anggota pelayanan operator radio, dipekerjakan membantu pengembangan dinas intelijen Mesir.
Hans Eisele : Dokter SS pangkat Hauptsturmführer. Staf medis di fasilitas pesawat dan misil Mesir di Helwan, meninggal tahun 1965.
Wilhelm Fahrmbacher Generalleutnant Wehrmacht (Angkatan Udara), penanggung-jawab Vlassov Armee di Prancis tahun 1944. Penasihat militer Presiden dan staff perencana pusat di Kairo.
Eugen Fichberger : SS-Sturmbannführer. hijrah ke Mesir
Leopold Gleim (Ali al-Nasher) ex SS-Standartenführer di Warsawa, kepala departemen Gestapo urusan Yahudi Polandia. Tugas di dinas intelijen Mesir.
Gruber (Aradji) sahabat karib kepala Abwehr/Dinas Intelijen Wehrmacht, Admiral Wilhelm Canaris. Kabur ke Mesir tahun 1950, bekerja di Liga Arab.
Baron von Harder : Mantan asisten Goebbels. Tinggal di Mesir.
Ludwig Heiden (Luis el-Hadj): Perwira SS - jurnalis Weltdienst (agen pers) ditransfer ke kantor pers Mesir dalam PD II dan kembali ke Mesir tahun 1950 dan menulis buku-buku tentang Third Reich dalam bahasa Arab.
Aribert Heim, Ex SS-Hauptsturmführer. Dokter kepolisian Mesir. Anda ingin mengetahui mengetahui Aribert Heim klik BIOGRAFI.
Franz Hithofer : Perwira Gestapo di Wina. Lari ke Mesir tahun 1950
Ulrik Klaus (Muhammad Akbar). Tinggal di Mesir.
Karl Luder, Kepala Hitler-Jugend (Pemuda Hitler) di Polandia. Bekerja di Kementerian Peperangan Mesir.
Gerhard Mertins, Ex SS-Standartenführer. Tinggal di Mesir.
Rudolf Mildner, SS-Standartenführer, kepala Gestapo Katowitz dan Polizei Denmark. Tinggal di Mesir dari tahun 1963.
Alois Moser, Ex SS-Gruppenführer di Ukraina. Menjadi instruktur gerakan paramiliter BAJU HIJAU di Kairo.
Oskar Münzel, Jenderal Wehrmacht (Angkatan Udara). Kabur ke Mesir tahun 1950, mengorganisasi pasukan parasut Mesir.
Gerd von Nimzek (Ben Ali) : Lari ke Mesir tahun 1950.
Achim Dieter Pelschnik (el-Said) : Lari ke Mesir.
Franz Rademacher/Thome Rossel, Direktur urusan Yahudi Kementerian Luar Negeri Jerman tahun 1940-1943. Lari ke Suriah menjadi jurnalis lokal.
Hans Reichenberg, Perwira SS tinggal di Tangier, Libia. Pendiri firma ekspor-impor Arabo-Afrika dan membantu penyelundupan senjata untuk organisasi perjuangan anti-imperialis FLN di Aljazair.
Schmalstich : Ex SS-Sturmbannführer tinggal di Mesir.
Seipel/Emmad Zuhair Ex SS-Sturmbannführer dan perwira Gestapo di Paris. Bekerja di dinas keamanan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Heinrich Sellmann (Hassan Suleiman) Kepala Gestapo Ulm. Bekerja di dinas keamanan Kementerian Informasi Mesir dan penasihat kontra-spionase.
Ernst-Wilhelm Springer, Perwira SS yang membantu pembentukan Legiun Muslim SS lari ke Mesir. Menjadi supplier senjata pejuang Palestina.
Albert Thielemann/Amman Kader. Kepala SS Bohemia. Job di Kementerian Informasi Mesir.
Erich Weinmann : SS-Standartenführer, kepala Sicherheitsdienst (SD) di Praha. Lari ke Mesir tahun 1949. Penasihat kepolisian Alexandria tahun 1950.
Werner Wietschenke : Dokter SS. Menjadi dokter di militer Mesir.
Heinrich Willermann (Naim Fahum) Dokter SS Menjadi dokter militer Mesir.
Ludwig Zind (Muhammad Saleh) Aktivis anti-Yahudi terkenal. Lari ke Mesir pasca PD II karena pandangannya dianggap ekstrim. Biografinya DISINI
www.badische-zeitung.de www.bosnacenter.com www.en.wikipedia.org www.forum.axishistory.com www.forums.islamicawakening.com http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/11/kedekatan-nazi-dengan-islam-dan-daftar.html
Rasialisme versi NAZI Jerman – Bagian 3
Fenomena Islam di sekitar Nazi Jerman - Bagian 2
Kabut Misteri Dibalik Interaksi NAZI Jerman dan Islam - Bagian 1
Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik ---> Back to Top
Label:
All about Mualaf (new Muslim),
Historical Review,
ISLAMIC Historical Review,
Selingan Senggang,
Teori Konspirasi
Diposting oleh
yusufzul
Hari
Minggu, Agustus 26, 2012
0
komentar dan respon








