<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label Risalah al Qaida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah al Qaida. Tampilkan semua postingan

Sajadah bersimbol dajjal zionis beredar di Masjid dan Musholla

 

Saat kita mengetahui fakta bahwa banyak ditemukan lambang-lambang dajjal di sekitar kita, apa yang kita rasakan? Kaget?
Ya! Pasti
Itu pula yang Allah prediksi dalam al-anbiya : 97
"Dan semakin dekatlah janji yang haq (kiamat). Maka serta merta orang yang mengingkarinya mata mereka terbelalak..."
Tapi semoga kita tidak digolongkan kepada orang-orang yang mengingkari fakta ini

Astaghfirullah, sajadah berlambang dajjal zionis beredar di Banjarmasin

Kali ini benar-benar mengejutkan dan tak disadari, sajadah yang biasa dipakai untuk shalat diduga sudah disusupi oleh lambang-lambang Dajjal. Sajadah seperti diatas sering saya temukan sejak lama di Palembang, Yogyakarta dan hingga publish artikel ini, saat ini, sajadah laknat ini  sehari-hari digelar di musholla di belakang rumah tinggal saya di Cakung Jakarta. Di Banjarmasin pun sudah beredar sejak lama.

Jika diperhatikan dengan seksama, memang ada beberapa motif dalam sajadah tersebut yang menjadi ikon Dajjal kaum Zionisme “Israel”. Seperti lambang bintang Satanisme, dan lambang mata satu. Memang tidak terlalu nampak benar jika tak dilihat dengan seksama.

Banjarmasin-sajadah-berlambang-dajjal-di-banjarmasin

“Dulu pernah dengar dan ketika tahu di Banjarmasin juga ditemukan sajadah berlambang dajjal itu saya menjadi takut untuk memakai sajadah itu,” ujarnya seperti dikutip habaronline, Ahad (11/8/2013).

Menurut penjual karpet di Banjarmasin, sajadah yang berisi lambang-lambang aneh ini umum sekali kita temukan di masjid-masjid dan langgar di kota Banjarmasin karena harganya yang lebih miring dibanding jenis lainnya.

Rata-rata para penjual sajadah dan karpet tidak mengetahui hal ini, karena memang keterbatasan info tentang lambang Dajjal dari organisasi Paganisme.

Banjarmasin-beredar-sajadah-berlambang-dajjal-di-banjarmasin2

Memang hal ini masih menjadi pro dan kontra. Sebagian langgar dan Masjid di Banjarmasin biasanya menutup sajadah itu dengan kain putih di atasnya. Entah sekadar kebetulan atau disengaja, kehadiran beberapa lambang khas pemuja Satanisme ittu memang nyata ada.

(sumber: habaronline)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Ibrahim Sily : Kisah Aneh Pendeta Masuk Islam

 

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah… medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!”

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal… kami berjalan lamban… kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami. (Abu Mufti, Facebook).

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)


[Source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Dia –Allah– telah menamai kamu sekalian orang muslim dari dahulu dan sekarang : Ustadz Mudzakkir tidak bisa kafirkan Syi'ah

 

Kyai Mudzakkir bersama Abu Bakar Arsal al-Habsy, pembina demokrat dan tokoh syiah Indonesia dalam sebuah acara. (26/6/13) (foto: an-najah)

Pro kontra, issue dan problematika yang selama ini melekat pada diri pimpinan Ponpes Al Islam Gumuk Solo Jawa Tengah, ustadz Mudzakkir terkait tuduhan bahwa dirinya merupakan bagian dari Syi’ah, akhirnya terkuak.

Paling tidak, satu benang kusut dari sekian keruwetan yang ada sudah terurai, saat ustadz Mudzakkir mengisi kajian Jum’at malam bertema ” KEUNGGULAN SUNNI TERHADAP SYI’AH” di masjid Istiqlal Sumber Solo, pada Jum’at (12/7/2013).

Dalam kesempatan tersebut, di akhir-akhir acara, tepatnya pada waktu sesi tanya jawab dan sekitar sepuluh menit sebelum acara akan selesai, ustadz Mudzakkir menyatakan dirinya adalah seorang muslim, dan bukan Syi’ah.

Namun, sebelum ustadz Mudzakkir mengungkapkan kalimat tersebut, terlebih dahulu diwarnai dengan suara lantang dari para jama’ah yang menginginkan agar ustadz Mudzakkir mengatakan secara jelas dan tegas bahwa dirinya bukan Syi’ah dan Syi’ah itu Kafir.

Hal ini seperti yang di minta Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Ustadz Dr Mu’inudinillah Basri yang juga hadir dalam kajian pada malam itu, yang merupakan salah satu dari ribuan jama’ah yang memadati kompleks masjid Istiqlal.

acara suni lebih unggul di solo

(foto: voa-islam)

Ustadz Mu’in menjelaskan, hal ini diminta karena banyaknya orang yang menuduh ustadz Mudzakkir Syi’ah, namun tidak mau untuk tabayyun. Bahkan banyak diantara yang menuduh tersebut, 100 % sudah yakin bahwa ustadz Mudzakkir itu Syi’ah.

Disisi lain, ustadz Mudzakkir sebagai pihak yang tertuduh mengatakan tidak mau untuk memberikan klarifikasi. Maka, dalam kondisi seperti itu, ustadz Mu’in mengaku bingung. Apalagi DSKS juga dikait-kaitkan dalam permasalahan tersebut.

“Saya akan menjadi saksi, ketika beliau mengatakan; Saya ahlu sunnah dan saya bukan Syi’ah. Semua bertanggungjawab dan akan menjadi saksi, setelah itu tidak ada omongan lagi,” pinta ustadz Mu’in.

Secara syari’ah, kata ustadz Mu’in, Rasulullah Saw sebetulnya sudah memberikan contoh yang harus dilakukan kedua belah pihak terkait situasi seperti itu. Dimana, saat istri tercinta beliau, yakni ‘Aisyah ra dituduh telah berzina dengan salah seorang sahabat.

Awalnya, Rasulullah hampir percaya dengan fitnah yang dihembuskan oleh orang munafiq dan Yahudi. Tapi, ‘Aisyah sebagai pihak tertuduh mengatakan dirinya bukan pezina. Dan setelah turun ayat yang mengungkap kebenaran tersebut, akhirnya Rasulullah juga mengatakan istrinya tidak selingkuh.

“Kalau Rasulullah demikian, mudah-mudahan insya Allah ustadz Mudzakkir berqudwah; Saya bukan Syi’ah seperti yang kita tuduhkan. Ini syari’ah, terima kasih ustadz, agar supaya masyarakat ini tidak bingung dengan ustadz Mudzakkir, mudah-mudahan setelah ini kita sudah bisa tenang yaa,” lanjutnya.

Tak hanya jama’ah putra, ada pula jama’ah putri yang menginginkan kesaksian tersebut. Dia merasa prihatin dengan kondisi itu. Dirinya mengatakan, jika ustadz Mudzakkir tidak segera menyelesaikan masalah tersebut, akan berakibat perpecahan bagi umat Islam.

Selain itu, dia juga mengharap ustadz Mudzakkir untuk menyelamatkan umat agar terhindar dari perpecahan. Jangan sampai situasi seperti itu, memberikan angin segar dan membuat orang Kafir senang dan bertepuk tangan.

Mendengar sejumlah permintaan dari para jama’ah, ustadz Mudzakkir lalu berkata: “Kita semuanya ini, bapak-bapak ibu-ibu saudara-saudara sekalian, berada di kekuasaan Allah Ta’ala, ndak bisa, saya ini ndak bisa menolong orang, yang bisa menolong itu Allah Ta’ala. Kita semuanya ini sama, kita ini orang dho’if, orang-orang lemah,”

Namun, mendengar jawaban dari ustadz Mudzakkir seperti itu, para jama’ah intrupsi dan bersuara lagi bahwa bukan seperti itu jawaban yang di inginkan.

Disamping itu, para jama’ah juga merasa kecewa dengan sejumlah jawaban ustadz Mudzakkir, mulai dari penanya pertama hingga ke-empat, yang terkesan muter-muter dan tidak jelas arahnya. Para jamaah hanya meminta kesaksian ustadz Mudzakkir, apakah dirinya ahlu sunnah atau Syi’ah.

Kemudian dijawab lagi oleh ustadz Mudzakkir : “Kalau saudara-saudara menganggap (jawaban -red) saya mubeng-mubeng (muter-muter -red) ya sudah saya tidak usah jawab, cukup,” katanya.

“(kemudian sambil meletakkan mic yang dia pegang, ustadz Mudzakkir lalu berkata –red) Apapun yang saudara katakan, omongan saya sudah jelas, tidak ada sesuatu yang diragukan, yaa, saya muslim,” tandasnya.

“Allah mengatakan huwa sammaul-muslimin min qobli wa fie hadza (Dia –Allah- telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan -begitu pula- dalam -Al Qur’an- ini. QS. Al Hajj 22 : 78 -red), saya muslim,” tambahnya.

“Di Madinah kebetulan saya juga waktu sholat menjama’ dhuhur dengan ashar, berkali-kali ketahuan disitu didatangi askar, dipegang tangan saya; “Dari mana? Dari Indonesia. (Askar bertanya lagi -red) Malaysia? Bukan, Indonesia. (Askar bertanya lagi -red) Ente Syi’i? Saya jawab muslim, bukan Syi’i,” tegasnya.

Ustadz Mudzakkir melanjutkan, meskipun dirinya menyatakan bukan Syi’ah, tapi jika diminta atau dipaksa untuk mengkafirkan Syi’ah, dirinya tidak bisa.

“Tetapi kalau saya disuruh mengkafirkan saudara saya dikalangan Syi’ah, Tidak. Apalagi disuruh memusuhi ahlu sunnah, Tidak. Semua muslim,” tandasnya.

KH-Mudzakir-1

“Tidak percaya kepada saya silahkan, itu padune taqqiyah, silahkan. Pokoknya saya sudah katakan, setiap tuduhan, siapapun juga, kita ketemu di mahsyar (di akhirat -red). Di dunia tidak akan saya tuntut, insya Allah,” imbuhnya.

“(kemudian ada jama’ah yang berseru; beri penjelasan ustadz. Lalu dijawab ustadz Mudzakkir -red) Di mahsyar, di mahsyar saja ketemu kita,” pungkasnya.

[source]

READ MORE ... Monggo di-Klik

Nilailah Calon Pemimpin dengan Takaran Aqidah!


 
Apakah modus FX (Franciscus Xaverius(?)) Hadi Rudyatmo yang saat ini sudah dipersiapkan sebagai pejabat walikota Solo tidak cukup memberi pelajaran bagi umat Islam Jakarta?
 
Apakah fenomena Walikota Solo, Joko Widodo, yang bersikap tidak adil terhadap umat Islam dengan memberi perhatian terlalu besar terhadap kelompok minoritas kristen di daerah yang dia pimpin tidak cukup menyengat kesadaran umat Islam di Jakarta? Semua ini terungkap dari alokasi dana bantuan sosial Pemerintah Kota Solo.

"Bantuan itu lebih banyak diberikan ke pihak non-muslim, sebesar 71,88%  dari anggaran Rp 4,7 M. Itu ada untuk ormas, sekolah" ujar pengamat sosial-politik Mustofa B. Nahrawardaya dikutip rmol.com, (15/8/2012).

Untuk kalangan Islam, alokasi dana bansos hanya 28,12%. "Itu data anggaran Bansos yang dilaporkan ke DPRD Solo dari Januari sampai Desember tahun 2009. Saya hanya mengambil samplenya saja. Kan satu periode ada 5 tahun," ungkap Mustofa kemarin (14/8-2012) dalam Indonesia Lawyers Club di TVOne.

"Itulah kehebatan orang Islam. Sudah betul itu Jokowi. Di Solo, Kristen kan minoritas, dikembangkan oleh Jokowi. Makanya sekarang berkembang. Jadi jangan hanya yang mayoritas (yang diperhatikan)," sindirnya. 

Jadi relakah hal itu dipraktekkan di Jakarta?

Pagi ini,  20 September 2012, merupakan hari sangat menentukan bagi umat Islam Jakarta, karena untuk pertamakali umat dihadapkan pada pilihan wakil gubernur  NASHRANI (yang dikhawatirkan jika pasangan ini terpilih, si Ahok ini akan menjadi pejabat gubernur DKI Jakarta, ketika Joko Widodo bisa terpenuhi syahwat politik ke jabatan lebih tinggi – Dalam debat di Metro TV beberapa hari lalu, motifnya jelas ingin meningkatkan karier politik). Bayangkan di tahun 2014 boleh jadi Jokowi menjadi menteri Dalam Negeri atau bahkan wakil presiden. Sementara Basuki Purnama – Cina Kristen Protestan akan memimpin umat Islam Jakarta sebagai gubernur.
 
Sejak awal popularitas dan pencitraan politik Joko Widodo telah disupport beberapa media massa besar pendukung liberalisme dan sekulerisme pembenci Islam. Di Balik Pencitraan Dahlan Iskan dan Jokowi ada dilema yang sangat mengganggu pikiran muslim yang peduli dengan calon pemimpin dengan akidah Islam lurus. Bagaimana tidak macam figur Dahlan Iskan yang prestasinya sangat mengagumkan pada bidangnya dan cara hidup bersahaja dan pernah mondok di Pesantren tetapi ada sisi gelap yang fatal, yaitu keterlibatannya di Lions Club yang berafiliasi dengan Zionist Yahudi. Kita tahu Rotary Club dan Lions Clubs adalah berujung ke  Free Masonry dan Zionist.
 

Relakah Anda Jejak Zionist Ada di Pemerintahan Kita? TIDAK!

 
Demikian juga dengan Jokowi. Menurut informasi dari Yusuf Kalla sebelum mempromosikannya sebagai calon Gubernur DKI, latar belakang Jokowi adalah NU. Tetapi sayangnya dia juga melibatkan diri di Rotary Club sebagaimana dilansir oleh postingan ini.
 
oleh : Kaab as-Sidani Editor in Chief Shoutussalam Islamic Media

Siapa yang tak kenal dengan Jokowi? Walikota dengan segudang prestasi duniawi. Putra Solo ini pasti dibanggakan dan dipuja, bahkan juga oleh para pemuda-pemudi muslim. Namun apakah benar Jokowi patut dibanggakan? Apalagi sebagian aktivis Islam ikut-ikutan.

Sedikit Kejutan

Di akhir Februari 2012, tepatnya di tanggal 23 terjadi sebuah berita yang kurang menarik. Namun berita ini pastinya akan sangat mengejutkan bagi penggemar kasus-kasus konspirasi Yahudi di Indonesia. Dikutip dari harian Joglosemar, Kamis(23/2), Rotary Club (RC) Solo Kartini melantik Istri Walikota Surakarta Iriana Joko Widodo sebagai anggota kehormatan mereka, bersamaan dengan ulang tahun ke-107 Rotary Internasional. Pasti pembaca berita ini terkejut. Siapa sangka Pak Walikota yang mereka bangga-banggakan ternyata teman dekat agen kolonialisme dan zionisme.
Seperti dikutip dari eramuslim, peneliti tentang zionisme Ridwan Saidi, yang dinukil dari buku Jaringan Yahudi di Nusantara karangan Artawijaya, menyebut Rotary Club Internasional sebagai perabot zionis. Sebagai organisasi elit yang menjalankan misi kemanusiaan, Rotary Club sepenuhnya dikendalikan oleh Freemasonry dan Zionisme. Bahkan sebelumnya (seperti dikutip dari situs sragenpos, 15/7/2011) Walikota Solo,Joko Widodo bersama sejumlah anggota Rotary Club Solo Kartini meninjau proyek porselenisasi di RT 8 RW XX, Krajan, Kadipiro, Solo, Jumat (15/7). Dalam laporannya,nahimunkar.com juga menyebut bahwa Rotary Club dan saudara kembarnya, Lions Club, merupakan kaki tangan zionis.
Rotary Club mempunyai persamaan besar dengan Freemasonry. Keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang nilai dan semangat yang membentuk jiwa seseorang, seperti ide egaliti, fraterniti, semangat humanisme, dan kerjasama internasional. Ini adalah semangat yang sangat berbahaya yang diarahkan untuk mengikis karakteristik bangsa-bangsa dan menguburkan segala bentuk loyalitas, sehingga pribadi-pribadi akan kehilangan identitas dan harga diri serta hidup dalam kebimbangan. Akibatnya, tak ada lagi kekuatan yang dominan, kecuali orang-orang Yahudi yang terus-menerus berambisi mendominasi dunia. Seperti dikutip juga dari nahimunkar.com, FUUI menjelaskan bahwa Rotary Club mencekoki anggotanya agar mengikuti agama yang diakui atas dasar persamaan sesuai urutan abjad, seperti Budha, Islam, Yahudi, Masehi, dan seterusnya. Dalam urutan terakhir tersebut, Taoisme, sebuah keyakinan orang-orang Tiong Hoa yang muncul pada abad ke-6 SM, meyakini bahwa kebahagiaan dapat terpenuhi dengan tercapainya kebutuhan insting manusia dan kemudahan hubungan sosial dan politik sesama manusia.

Sebenarnya Tidak Mengejutkan

Pada hakikatnya siapapun yang cermat menelusuri sepak terjang Jokowi sejak awalnya tidak akan terkejut. Jokowi memang tidak tanggap dengan masalah-masalah akidah. Proses berpasangannya dengan orang-orang nasrani pada dua kali (dan calonnya tiga kali pada pilgub DKI) pilkada Solo, menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak memiliki sensitivitas akidah. Memang banyak sekali versi-versi tentang pengkafiran orang-orang yang berbuat salah kaprah seperti Jokowi ini. Ada yang mengkafirkannya ada yang belum berani. Padahal dalam ayat al-Qur’an banyak tertera larangan memberikan kepemimpinan serta kepercayaan kepada orang kafir, atau yang disebut dengan tawalli.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”( QS. Al-Maidah: 51)
Syaikh Abdullah Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahumullah berkata saat menjelaskan penjelasan tawalli dan muwalah: “Tawalli adalah kekafiran yang mengeluarkan dari millah, dan ia itu seperti membela mereka dan membantu mereka dengan harta, badan dan pendapat (dalam memerangi kaum muslimin). Dan muwalah adalah dosa besar, seperti menuangkan tinta atau merautkan pena atau berseri-seri kepada mereka seandainya dia menyodorkan cemeti untuk mereka”. (Ad Durar As Saniyyah: 8/422, lihat At Tibyan Fi Kufri Man A’anal Amrikan 98)
Adapun apa yang dilakukan Jokowi sangat membahayakan kaum muslimin. Sewaktu-waktu dapat dengan mudah, dengan justifikasi peraturan yang berlaku, bahwa jabatannya akan berpindah dengan orang-orang yang kekafirannya bahkan disepakati oleh ahli bid’ah sekelas murjiah sekalipun. Sungguh perbuatan tawalli yang mengkafirkan.
Seperti diketahui, wakil-wakil yang diajukan untuk menjadi orang nomor dua setelah Jokowi adalah nasrani tulen seperti Rudy dan Ahok. Bisa jadi suatu saat, dengan prestasi dan kepandaiannya, Jokowi akan melesat sebagai capres. Hingga seperti biasa, partai sekuler PDIP bukan tidak mungkin akan menampakkan simbol-simbol pluralisme lagi dengan mengangkat calon wakil dari kalangan kafir asli. Tidak mustahil jika partai-partai seperti PDS akan mendomplengkan wakilnya kepada PDIP, sebab PDIP ini terkenal sangat abangan, sebuah sisi oposisi dari santri.
Pencitraan Sejenis Tidak kalah parah dengan Jokowi. Sosok yang akhir-akhir ini sering dicitrakan sebagai pahlawan adalah Dahlan Iskan, pengusaha kenamaan yang sukses gara-gara kiprahnya di Jawa Pos. Banyak sinyalemen yang menunjukkan bahwa Dahlan Iskan adalah neolib luar dalam. Diluar, akidah ekonominya adalah neolib. Di dalam hati, ia dikenal dekat dengan sosok-sosok seperti Cak Nur laknatullah. "Saya akan selalu ingat pendapat intelektual muslim Nurcholish Madjid (Cak nur) bahwa bentuk rasa syukur terbaik adalah kerja keras untuk kebaikan. Pendapat yang sama juga datang dari KH Said Aqil Siraj, Ketua umum PB NU dan KH Syukri, pimpinan pondok modern Gontor Ponorogo, bahwa puasa, kerja lebih keras dan menolong orang lain adalah tiga bentuk bersyukur yang paling tinggi," seperti sebuah pernyataannya akan kiai-kiainya yang terekam dalam media merdeka.com. Selain itu, Jawa Pos merupakan salah satu media yang gencar bekerja sama mempromosikan ajaran sesat JIL.
Ulil Abshar Abdalla dan kawan-kawan sempat mengisi rubrik Kajian Utan Kayu di koran tersebut dengan pesan-pesan yang kental akan nuansa pluralisme dan de-islamisasi. “Akhirnya kami pilih nama Kajian Utan Kayu,” kata Ulil Abshar Abdalla pada majalahGatra, edisi 03/08 (01/12/2008). Selain itu yang tidak kalah meresahkan adalah keterlibatan Dahlan Iskan dalam organisasi freemason. Dalam situsnya, Lions club memajang foto Dahlan dalam posisi strategis organisasi Lions Club. Dalam diagram organisasi tersebut, entah bagaimana posisi hierarkinya, yang jelas ditengah banyaknya etnis tionghoa di diagram tersebut, Dahlan Iskan berada di pucuk atas dengan embel-embel president.

Pedulilah Akan Akidah Wahai Para Aktivis

Hingga akhirnya, sebagai aktivis Islam, dari manapun golongannya, hendaknya peduli kepada akidah dan keimanan seseorang. Jangan sampai salah memilih panutan dan idola. Serta sebuah tindakan yang salah kaprah ketika membangga-banggakan dan membela orang-orang macam ini. Tidak dipungkiri mereka yang telah disebutkan diatas merupakan orang jenius, tetapi keberadaan orang-orang seperti mereka merupakan fitnah dan cobaan bagi kaum muslimin. Sehingga tidak mungkin mengabaikan kekafiran dan kejanggalan akidah seseorang, meskipun orang-orang tersebut pintar dan cerdas. Belum juga kasus-kasus lain, seperti ritual musyrik kala Jokowi memandikan mobil esemka, kasus-kasus seperti ini harus menjadi perhatian dari kaum muslimin. Apalagi banyak aktivis dan thullab Islam serta mengaku membela-bela Palestina dan negeri-negeri yang dijajah lainnya, tetapi secara sadar atau tidak telah membela dan menyanjung-nyanjung mereka-mereka yang bergandengan tangan dengan orang kafir yang telah dilaknat sebagai anak cucu babi dan kera.
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka". (QS. Al Baqarah: 120)

7 komentar :

Ly-lyn mengatakan... Subhanalloh,    akhirnya kebenaran muncul juga..
3 Mei 2012 19:38
onez mengatakan...
waduh beneran nih?? kaget ane, soalnya ane termasuk orang yg mendukung pak jokowi n' ane kirain pak ahok dah jadi muallaf. ckckckc....
4 Mei 2012 01:15
Unknown mengatakan...
Kalau menurut saya Mas Adi, Jokowi menunjukkan banyak maslahat dunia khususnya untuk rakyat Solo dibandingkan pemimpin daerah lainnya. Mengenai maslahat akidah harusnya ulama-ulama kita yang turut ambil bagian lebih besar dalam memperjuangkannya..
23 Mei 2012 18:23
WiraYudha mengatakan...
Mas Cahyono, sy menyukai tulisan Anda. Tp semakin kesini knp prasangka selalu menjadi alasan utama mengkafirkan/menyesatkan orang? Sy juga tdk suka dgn Ulil Abdala, dia sama sekali tdk ada maslahatnya buat umat/rakyat. Tp Jokowi? Mas, sy setuju kita hrs berdakwah, amar makruf nahi munkar. Tp bukan dgn dasar prasangka belaka. Jokowi satu2nya pejabat yg tidak doyan duit negara saat ini. Anda pasti tahu, hampir semua pejabat makan uang anggaran. Dan yg terakhir yg plg bikin sy geram, pengadaan Alquran pun dikorupsi. Bandingkan dgn rekam jejak Jokowi selama memimpin Solo. Seluruh rakyat Solo akan bersaksi bhw Jokowi berhasil membangun Solo. Sy mencoba utk berpikir realistis namun tetap hrs kritis & dlm pondasi akidah. Dan sebaiknya jgn terlalu mudah mengeluarkan kata kafir dari mulut kita. Dan Jokowi sgt jauh berbeda dgn Ulil Absar. Dan sy bukan tim suksesnya Jokowi, hanya seorang warga Jakarta yg ingin Jkt berubah lbh baik. Wassalam.    
13 Juli 2012 10:23

cahyono adi mengatakan...
ma'af mas wira, sy tdk ada mengkafirkan dan menyalahkan pak jokowi. Hanya memberi peringatan untuk hati-hati thd org yg blm kita kenal keimanannya. Lgpl artikel di atas bukan analisis sy. sy hanya mencopas dari blog lain dgn tujuan untuk memberi peringatan agar umat Islam berhati-hati. Terlalu banyak kasus "tipuan" yg dilakukan zionis. Snouck Horgronje misalnya, siapa sangka ia adalah srigala berbulu domba. Beberapa kiai bahkan rela menjadikan putrinya istri Snouck Horgronje.
Sy juga berharap Jokowi tidak seperti Snouck.
14 Juli 2012 03:42
WiraYudha mengatakan...
Amin Mas, sy pun berdoa & berharap semoga Pak Jokowi bisa tetap konsisten dlm kesederhanaan,kesahajaan, tetap pro rakyat kecil, tdk memperkaya diri dg cara2 yg tdk jujur, tdk menomorsatukan partai pengusungnya secara membabi buta seperti kebanyakan pejabat di negara kira. Dan sy pun setuju bhw umat Islam hrs selalu berhati-hati terutama bila mengangkut aqidah. Sy skrg kebetulan sedang tugas belajar di Amerika Mas, & sy cukup kagum dgn komunitas Muslim disini, mungkin krn mereka minoritas, ukhuwah mereka sangat terjaga. Jauh beda dgn kita yg mayoritas, malah suka gontok2an perkara yg tdk substansial.
15 Juli 2012 09:59
cahyono adi mengatakan... terima kasih atas atensinya thd blog ini. selamat bertugas semoga sukses selalu. Amien

Source –Republish : http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/05/di-balik-pencitraan-dahlan-iskan-dan.html

READ MORE ... Monggo di-Klik

Social Behavior Study : Mengapa Daging Babi Diharamkan?

 

Suatu ketika Syeikh Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Beberapa mahasiswa menanyakan padanya tentang alasan ajaran Islam mengharamkan babi. “Umat Islam mengatakan babi itu haram karena memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri-bakteri berbahaya. Sekarang, semua itu sudah hampir tidak ada karena babi dipelihara di peternakan modern, kebersihannya terjamin, dan proses sterilisasi yang sudah memadai. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba berbahaya?”

Muhammad Abduh tidak langsung menjawab. Dengan cerdik beliau minta dihadirkan 2 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina, serta 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina.

Mereka bertanya, “Untuk apa semua ini?”

“Penuhi apa yang saya minta, maka akan saya perlihatkan satu rahasia,” jawab Syeikh

Mereka memenuhi permintaan Muhammad Abduh. Pemikir Islam ini segera mengurung 2 ekor ayam jantan bersama 1 ekor ayam betina dalam 1 kandang. Apa yang terjadi? Dua ekor ayam jantan itu berkelahi dan

saling membunuh untuk mendapatkan ayam betina. Setelah itu Muhammad Abduh melepas 2 ekor babi jantan dg 1 ekor babi betina. Kali ini, mereka menyaksikan sebuah “keanehan”. Tidak ada sedikit pun perkelahian utk memperebutkan babi betina. Tanpa rasa cemburu dan harga diri, babi jantan yang satu justru membantu babi jantan lainnya melaksanakan hajat seksualnya. Mengapa hal ini terjadi? “

Saudara-saudariku semua, daging babi membunuh ‘ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian membiarkan istrinya bersama lelaki lain, tanpa rasa cemburu.
Seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, tapi kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was.
Sesungguhnya, daging babi itu menularkan sifat-sifat buruk pada orang yang memakannya.

Muhammad Abduh kemudian memberikan contoh-contoh baik dalam syariat Islam. Misalnya, Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran serta memakan kotorannya. Siapapun yang ingin menyembelihnya harus mengurungnya selama beberapa hari serta memberinya pakan yg sesuai. Mengapa? Agar perutnya terbebas dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba berbahaya yang bisa menular pada manusia. Itulah hukum Allah. Itulah perlindungan dan kasih sayang Al-Khaliq kepada manusia.

(Disalin dari buku “Haram Bikin Seram” karya Tauhid Nur Azhar)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Israel Amat Mengkhawatirkan Senjata Jatuh ke Tangan Mujahiddin

Tingginya tensi serangan mujahidin, membuat Bashar Assad kelimpungan. Pertempuran jarak dekat antara pasukan Assad dan mujahidin terjadi disekitar Damaskus. Assad amat membutuhkan bantuan pasukan. Karena itu ia memindahkan pasukannya yang stand by di Dataran Tinggi Golan ke Damaskus dan beberapa wilayah yang sedang panas.

Kepala intelijen militer Israel, Brigjen Aviv Kochavi membenarkan hal itu. ”Untuk menghadapi perlawanan, Assad telah memindahkan pasukannya di Golan untuk diterjunkan disekitar Damaskus dan kota-kota yang bergolak,” ungkap Kochavi dihadapan parlemen Israel, Knesset.

Kochavi amat khawatir jika senjata berat dan canggih milik rezim Assad jatuh ke tangan mujahidin. ”Israel harus memperketat pengawasan agar persenjataan tidak masuk ke pihak perlawanan,” tukas Kochavi.

Mujahidin, berperang dengan iman

Kochavi paham betul, bila senjata sampai jatuh ke tangan mujahidin, maka hasil pertempuran akan lain. Sebuah pepatah mengatakan, man behind the gun (senjata itu tergantung siapa yang menggunakan).

Senjata biasa bisa berubah menakutkan bila dipegang oleh orang yang benar. Sepucuk AK-47, akan lebih berbahaya bagi orang kafir bila dipegang oleh mujahidin. Senjata yang hari ini meletup di Suriah, tidak menutup kemungkinan akan meletup juga dijantung Israel lewat tangan-tangan mujahidin.

Tak dipungkiri, kekuatan persenjataan juga penting. Bila Amerika punya tank anti ranjau, mujahidin punya pengacau sinyal tank anti ranjau. Hingga tank anti ranjau Amerika menjadi tank nomor satu yang tersapu ranjau mujahidin. Strategi jitu dan persenjataan adalah faktor penting dalam peperangan

READ MORE ... Monggo di-Klik

Turis Adrenalin : Supir Truk Jepang ini menikmati Tur baku tembak di Medan Perang Suriah

 

Kematian datang bisa dimana saja dan kapan saja. Para pengecut yang selalu menghindar jauh dari mara bahaya dan mengkhawatirkan nyawanya atau takut akan kehadiran si Pencabut nyawa – malaikat maut Izra’il  - namun justru ajal mendatanginya. Sementara orang-orang pemberani yang menyambut bahaya dan selalu dekat dengan aroma kematian justru tetap dapat melanjutkan kehidupannya.

Seseorang tidak akan bisa menghindar dari maut ketika takdir kematiannya sudah tiba, meskipun dia berlindung di benteng yang tinggi dan kokoh. Seseorang akan keluar dari tempatnya menuju tempat yang ditakdirkan sebagai tempat kematiannya. Pilihannya adalah bagaimana dia memilih  cara matinya.

Ada perbedaan 180 derajat antara seorang mujahid Islam yang berperang mencari mati untuk mendapatkan kemuliaan mati syahid diperbandingkan dengan tentara pembela permerintahan sekuler yang berperang untuk mempertahankan nyawanya agar tetap hidup atau berperang untuk membela kepentingan duniawi.  


Tour de Adrenaline

Seorang Jepang bosan dengan profesinya sebagai supir truk, yang sehari-harinya mengemudi dari Osaka hingga Tokyo atau Nagasaki, mengangkut beban tangki bensin, air atau bahkan cokelat, telah memutuskan "berlibur"  memacu adrenalinnya di medan perang sengit di Suriah.

Toshifumi Fujimoto biasa dipanggil Fujimoto, usia 45 tahun, laki-laki perawakan agak  gemuk ini benar-benar menyukai resiko kematian dengan melewati momen-momen maut yang memacu adrenalin, benar-benar hal yang tak biasa dalam hidup dia sebelumnya. Pria ini benar-benar senang dan sangat menikmati menjadi turis perang.

Dia telah berusaha membunuh kebosanannya menjalani rutinitas sebagai supir. Dan kini Fujimoto telah menggantinya dengan hari-hari menegangkan dan situasi "seru" di jalan-jalan kota Aleppo, Suriah, Di negara perang ini adalah tempat ia berpetualang saat ini. Tempat baru petualangannya setelah sebelumnya melalui tempat-tempat konflik lainnya di Timur Tengah. Semuanya ia abadikan dengan mengambil foto dan merekam video dan mengupload dan menarasikannya di account Facebook sembari menghindari peluru dengan penuh semangat.

Sebelum tiba di Suriah, tahun lalu ia berada di Yaman menikmati Arab Spring – revolusi dan demonstrasi besar rakyat Yaman. Ia juga hadir menyaksikan revolusi Mesir dan demonstrasi rakyat di depan kedutaan besar AS dan Lapangan Tahrir Square di Kairo, Mesi., Kemudin disusul jatuhnya pemerintahan presiden Husni Mubarak. Pada akhir tahun 2011. Fujimoto pun berencana untuk menemui Mujahidin Taliban di Afghanistan.

Saat ini, ia telah lebih dari 2 minggu menikmati tur di kota Aleppo, salah satu tempat perang paling sengit di Suriah. Fujimoto telah "bermain-main" bersama dengan para Mujahidin di bawah suara dentuman bom dan tembakan mortir dan meriam besar.

Dengan memakai seragam ala tentara Jepang "bersenjatakan" kamera foto dan video, Fujimoto mendatangi front tempur dimanapun yang setiap harinya ia dokumentasikan perang paling sengit yang sedang berlangsung di salah satu kota terbesar Suriah itu.

Fujimoto, tidak bisa berbicara bahasa Inggris, apalagi bahasa Arab, ia pun hanya bisa diwawancarai dengan memanfaatkan fitur Google Translate yang ada di laptopnya.

"Saya selalu pergi sendiri, karena tidak ada tur guide yang mau pergi ke front ini. Ini sangat menarik, dan adrenalin terpacu tidak seperti biasanya," katanya bersemangat.

"Di Suriah, jauh lebih bahaya untuk menjadi wartawan daripada menjadi turis," katanya. Ia gambarkan bagaimana setiap pagi ia berjalan 200 m untuk mencapai 'front.' “Saya di sana berada di jajaran baku tembak bersama para tentara Pembebasan Suriah (FSA)."

"Ini membuat saya kagum, dan Saya juga menikmatinya," katanya. Dalam suatu kesempatan, Fujimoto juga mengambil foto para Mujahidin Suriah yang bertebaran di jalan-jalan kota Aleppo.

"Kebanyakan orang mengira Saya ini orang Cina, dan mereka menyapa saya dengan bahasa Cina," ungkapnya sambil tersenyum.

Fujimoto bersama mujahidin Suriah (foto ini diambil dari akun Facebook Toshifumi Fujimoto)

Saat pertempuran sedang sengit, ia ambil kesempatan untuk mendokumentasikannya, namun jika situasi bahaya para Mujahidin memperingatkan para warga sipil atau siapapun yang bukan pejuang untuk menjauh.

Namun ia sering mengabaikan peringatan dan tetap berusaha mengambil foto yang kemudian akan ia share di Facebook-nya, ia bahkan tidak takut mati.

"Saya bukanlah target para penembak jitu karena Saya adalah turis, tidak seperti kalian para jurnalis," katanya kepada wartawan AFP. "Selain itu, Saya tidak takut apakah mereka menembak saya atau mereka mungkin membunuh saya. Saya adalah kombinasi samurai dan kamikaze."

Fujimoto bahkan tidak menggunakan helm atau jaket anti peluru sebagai pelindung.

"Itu sangat berat ketika digunakan untuk berlari dan lebih menyenangkan jika pergi ke front tanpa apa-apa (pelindung). Selain itu, ketika mereka menembak itu sangat menyenangkan dan menarik."

Dalam foto-foto yang ia share di akun Facebook-nya, terlihat ia sering bersama Mujahidin dan anak-anak Suriah. Di antara fotonya menunjukkan ia sedang menembak bersama Mujahidin, namun tak ada keterangan apakah ia sedang belajar menembak atau turut menembak pasukan rezim.

Fujimoto mengatakan bahwa majikannya tidak tahu ia sekarang berada di Suriah. "Saya hanya mengatakan kepada mereka Saya pergi ke Turki untuk berlibur. Jika Saya mengatakan mereka yang sebenarnya, mereka akan mengatakan kepada saya bahwa Saya benar-benar gila."

Fujimoto bersama mujahidin Suriah (Foto ini diambil dari akun Facebook Toshifumi Fujimoto)

Mungkin banyak orang mengatakan ia gila, tetapi orang-orang tidak tahu bahwa pekerjaannya dan kehidupan keluarganya adalah akar kesedihannya yang membuat ia ingin mencari hidup baru.

Fujimoto telah bercerai dengan istrinya, dan mengatakan "Saya tidak memiliki keluarga, tidak ada teman, tidak ada pacar. Saya sendirian dalam hidup ini."

Tetapi ia memiliki tiga anak perempuan, yang tidak pernah ia lihat selama lima tahun, "bahkan tidak di Facebook atau Internet, tidak ada. Dan itu adalah kesedihan saya yang mendalam," katanya sambil mengusap air matanya.

Sebab itulah ia membayar asuransi jiwa, dan "Saya berdoa setiap hari bahwa, jika sesuatu terjadi pada saya, gadis-gadis daya mungkin akan mendapatkan uang asuransi dan mampu hidup dengan nyaman."

Fujimoto tidak menjual foto-foto atau rekaman yang ia ambil selama turnya di medan perang ini, dan ia telah menghabiskan uang hingga USD 2.500 dari kantong pribadinya untuk terbang ke Turki. Kemudian mengeluarkan USD 25 sehari untuk biaya penginapan.

Selama di Aleppo, ia telah mendatangi berbagai medan tempur, seperti di distrik Amariya, Salahuddin, Saif al-Dawlah, Izza. Dan meskipun ia senang mengambil gambar di tempat konflik ini dan menyebarkannya, tetapi ada gambar yang membuatnya terpaku dan menyangkut dalam pikirannya.

Ketika ia membuka file di laptopnya, ia menunjukkan sebagian tubuh anak perempuan kecil berusia 7 tahun membusuk di Saif al-Dawlah, karena ditembak oleh penembak jitu rezim. Ia membayangkan, betapa sedihnya kehilangan puteri yang dicintai.

"Saya cinta anak-anak, tetapi Suriah bukanlah tempat bagi mereka. Sebuah bom bisa menghabisi nyawa mereka kapan saja," katanya yang kemudian diajak oleh mujahidin untuk bergabung dengan mereka di Salahuddin dan segera turun ke jalan menuju tempat di mana suara tembakan terdengar untuk melanjutkan "liburannya" di mana ia bisa merasakan hidup yang lebih hidup.

Inilah Fujimoto, orang Jepang yang rela menghabiskan uang untuk pergi ke medan perang. Demi mencari kehidupan yang lebih hidup, melupakan segala kepenatan dan kesedihan dalam hidupnya. Tak takut mati atau takut rugi harta.

Namun bagi seorang Muslim, medan Jihad bukanlah layaknya film action di Hollywood yang hanya untuk ditonton, atau "tempat wisata" yang hanya untuk "refreshing." Ada perniagaan sejati yang menggiurkan di sana yang ditawarkan oleh Allah SWT.

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar."                                                                                              (Q.S Ash-Shaff [61]: 10-12).

Maka tidak tertarikkah dengan janji ini?

"Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?"  (Q.S An-Nisaa' [4]: 87)

READ MORE ... Monggo di-Klik

Haram Hukumnya Ucapan Selamat Natal, Why?

 

Dalam sebuah dialog menarik yang tersebar di berbagai situs internet serta jejaring sosial, ada pelajaran yang sangat baik pada dialog ini. Berikut cuplikannya :

Muslim : Bagaimana Natalmu?

David  : Baik, kau tidak mengucapkan Selamat Natal padaku?

Muslim : Tidak, agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu,
             tetapi masalah ini, agama saya melarangnya.

David : Tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata-kata? Teman muslimku yang lain
            mengucapkannya padaku.

Muslim : Mungkin mereka belum mengetahuinya. David, kau bisa mengucapkan "Dua
             kalimat syahadat"?

David : Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya. Itu akan mengganggu
           kepercayaan saya.

Muslim : Kenapa? Bukankah hanya kata-kata? Ayo, ucapkanlah.

David  : Sekarang, saya mengerti.

Dialog ini menggambarkan dengan sangat baik kepada kita tentang hubungan antara muslim dan kristen, khususnya berkaitan dengan Hari Natal. Logika yang sederhana namun cerdas cukup menggambarkan kepada kita bagaimana seharusnya hubungan antara kedua umat yang berbeda keyakinan ini.

Sementara hari ini banyak orang yang dianggap "tokoh" masyarakat level Nasional/Lokal dari kalangan muslim karena sebab kebodohannya dan ingin tampil humanis, pluralis, wisdom, menjadi pahlawan, pemimpin hebat kemudian dengan ringannya mengucapkan "selamat natal" kepada umat kristten tanpa disadari hal tersebut telah merusak akidah dirinya dan umat Islam.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kisah Cinta Sejati Zainab Binti Rasulullah SAW : Keimanan di Batas Ajal

 

Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu 'anha – putri sulung Rasulullah SAW. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu 'anha.

Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya –Rasullah SAW– untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.

Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad SAW. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.

Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.

Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.

Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Ayyuhai! Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.

Demikianlah kethaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang belum masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah SWT yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.

Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.

Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, JIKA mereka setuju Nabi meminta AGAR Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).

Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.

Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan  air mata menggenang. Demikianlah kethaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.

Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya. 

Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.

Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.

“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”

Abul Ash dan hartanya pun selamat.

Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah SAW. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.

Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah SAW, ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya juga karena iman. Berpisah dan bersatunya pasangan suami istri ini BUKAN karena cinta.

Maka sangat tercela apabila seorang muslim maupun muslimah terlalu mengagung-agungkan CINTA. Mendudukkan perasaan cinta di atas segala-galanya.

Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri  agar berkas cahaya iman bersemayam  di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad SAW.

Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda : 

“Kafanilah ia dengan kain ini.”

Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,

''Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.'

Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Analisis National Review tentang “Bilaad asy Syam” - Syria

Perkembangan terakhir konflik Syria dI bulan November 2012, pemerintah Assad telah kehilangan kontrol di semua wilayah perbatasan. Kontrol pintu perbatasan Syiria – Irak, Syiria – Turki dan Syiria – Yordania berhasil direbut kaum Mujahiddin yang terobsesi pada penegakkan Syariat Islam.
 
Perkembangan terbaru ini akan membuka pintu masuknya lebih banyak lagi Mujahid dari seluruh dunia. Tampaknya inilah “pematangan” situasi menuju perang paling besar “ARMAGEDDON” sebagaimana di-nubuwwat-kan Nabi Muhammad SAW. 


National Reviews adalah majalah 2 mingguan yang didirikan oleh bekas penulis William F. Buckley, Jr, tahun 1955. Berbasis di New York City . Ia menjelaskan dirinya sebagai "majalah Amerika yang paling banyak dibaca dan berpengaruh dan website-nya untuk berita-berita, komentar, dan opini yang bersifat konservatif."
 
Kali ini situs National Review (NR) baru saja merilis sebuah analisis yang sangat menarik mengenai pergerakan Al Qaeda di Suriah.  Mereka mengungkapkan bahwa Al Qaeda berhasil menangkap kesempatan emas yang tidak diketahui oleh Barat.  Walaupun analisis ini bersumber dari media Barat, namun analisis kali ini sangat penting untuk disimak. Mengapa karena ini sangat relevan dengan nubuwwat Nabi Muhammad SAW bahwa akan terjadi suatu perang di bumi Syam (meliputi Syria, Yordania, Libanon dan Israel) sebagai salah satu tanda mendekati Kiamat.
 
Perang yang dalam hadits disebutkan sebagai Peperangan Terbesar (Al-Malhamah Al-Kubra). Perang yang akan terjadi ini tidak banyak diketahui kalangan awam ummat Islam, kecuali oleh sebagian kecil saja yang menthela’ah hadits / nubuwwat Nabi berikut ini :
Rasulullah bersabda, “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
 
Sementara pihak-pihak yang berperang dalam pertempuran ini adalah pihak kaum Muslimin menghadapi pihak Rum, setelah terjadinya perang Armageddon, dimana pihak Rum telah berkhianat terhadap kita dalam perang tersebut. Dan semua itu terjadi di negeri Syam (Bilaad asy Syam).

Pengenalan Perang Armageddon

Peperangan Armageddon adalah peristiwa pertama sebagai permulaan dari serentetan huru-hara akhir zaman, pertempuran ini adalah perang penghancuran dan nuklir yang akan memusnahkan sebagian besar senjata-senjata strategis.

Perang Armageddon adalah:
1. Peristiwa besar dan perang kehancuran
2. Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya
3. Perang persekutuan internasional (PD) yang ditunggu oleh seluruh penduduk bumi
4. Ia adalah perang politik dan agama
5. Ia adalah perang raksasa oleh banyak pihak
6. Ia adalah perang yang paling besar dan dahsyat dalam sejarah
7. Ia adalah awal dari kemusnahan
8. Perang dimulai menyeluruhnya ‘perdamaian palsu’ sehingga orang2 berkata
    ‘perdamaian sudah datang’, ‘keamanan sudah datang’, padahal fakta sebaliknya.

Armageddon berasal dari bahasa Ibrani yang terdiri dari 2 kata yaitu:
1. “Ar” yang berarti gunung atau bukit
2. “Mageddo” nama suatu lembah di Palestina, yangmana di lembah ini akan menjadi medan pertempuran yang akan datang, membentang sekitar 200 mil dari “Mageddo” di utara hingga ke “Edom” di selatan, dan dari laut putih di barat hingga bukit Mohab di Timur yang berjarak 100 mil.

Analisis National Review tentang Syria

berikut analisis yang dipublikasikan National Review di New York :
 
Kegembiraan kolektif kita yang melihat kemungkinan bahwa rezim Assad akan hancur dan pendukung Ayatullah Iran terus melemah, telah mengaburkan visi dan mencegah kita melihat munculnya Al Qaeda di Suriah.  Pada bulan Maret tahun ini, jihadis melancarkan tujuh serangan terhadap Assad.  Pada bulan Juni mereka memimpin 66 operasi dan lebih dari setengahnya terjadi di ibukota Suriah, Damaskus.  Oposisi Suriah sangat mendapatkan manfaat dari organisasi "teroris" tersebut, disiplin, pengalaman tempur, semangat keagamaan dan kemampuan menyerang rezim Assad di tempat yang paling menyakitkan.
Di wilayah Timur Tengah, yang paling diinginkan Al Qaeda tentu saja Arab Saudi, namun Suriah masuk ke dalam daftar berikutnya.  Kini, Suriah bukan lagi Suriah bagi jihadis, namun bagian dari Bilad al-Syam, wilayah yang disebut ketika perbatasan tidak lagi memisahkan tanah yang sekarang disebut Yordania, Suriah, Lebanon dan yang terpenting Palestina dan Israel.  Bagi Al Qaeda, negara-negara modern ini dibatasi oleh batas-batas artifisial yang diciptakan Inggris dan Perancis setelah Perang Dunia Pertama.  Ya, Al Qaeda memiliki memori sejarah yang panjang, tetapi mereka juga memiliki rencana untuk masa depannya.  Dan di Bilaad al Syam, masa depan terlihat baik bagi Al Qaeda.
Selama Assad mengatur Suriah, brigade Arab dan pejuang Muslim lainnya akan terus berkumpul di Bilaad al-Syam untuk mendukung jihad kaum Muslim Sunni melawan kafir Alawiyah seperti yang mereka lihat.  Assad menawarkan mereka titik berkumpul.  Dalam prosesnya, waralaba lokal Al Qaeda akan mendapatkan dukungan dan membuat aliansi dengan suku-suku Suriah dan pemimpin Sunni.  Saat Assad Jatuh, Al Qaeda mungkin akan mendapatkan kontrol de facto di Suriah sebagai basis strategis baru untuk jihadis di Timur Tengah, atau setidaknya menikmati perlindungan suku di daerah perbatasan yang lebih luas dengan Irak dan Yordania.  Sebuah pemerintahan baru di Suriah tidak hanya akan berhutang budi kepada para pejuang, tetapi juga membutuhkan kerja sama mereka untuk meminimalkan potensi pertempuran milisi satu sama lainnya.
Sama seperti Suriah bukanlah Suriah dan bagi Al Qaeda, bukanlah Al Qaeda, seperti yang kita kenal mereka adalah Tentara Pembebasan Suriah (FSA).  Bagi pasukan oposisi Suriah, pejuang Al Qaeda menyambut sukarelawan Arab dan negeri-negeri muslim, Mujahidin yang menyebut dirinya Jabhah al nusrah li-Ahli al-Syam, di antara nama-nama lainnya.
Tidak sejak zaman Jihad Afghan melawan Soviet, jihad global telah menemukan kombinasi langka penyebab kuat, dana yang tersedia, dukungan semangat Arab, persetujuan Barat, dan kedatangan para pemuda Muslim untuk berperang di bawah panji mereka untuk mendirikan pemerintahan Islam.  Sementara jumlah yang tepat dari pejuang-pejuang itu sulit didapat, itu adalah fakta bahwa dalam setiap pertempuran penting tiga bulan terakhir dari Aleppo hingga Homs hingga Deir al-zor dan Damaskus, Al Qaeda telah menonjol.
Untuk masa-masa mendatang, pemerintahan Assad akan terus menghadapi pemberontakan keras di kota demi kota.  Mereka akan kehilangan kontrol atas perbatasan dengan Yordania, Irak, Turki dan Libanon dan pejuang asing akan datang dengan berbondong-bondong untuk berjihad di Bilaad al-Syam dengan memegang beberapa janji kuat.
Wallaahu a’lam

READ MORE ... Monggo di-Klik

Telah Hilangkah Ruh Jihad untuk Pembelaan Rasulullah pada Ulama Kita? Apalah Arti kekuatan Demo Semata

 

Ulama Indonesia terdahulu sebenarnya sudah menyadari tabiat penguasa baru, Wahabi, yang telah mengusir Syarif Husain dari tanah Haromain (Mekkah dan Madinah).  Wahabi adalah kaum puritan yang bersemboyan “Pemurnian aqidah Islam”, “Kembali kepada Qur’an dan Hadits” dan mengkafir-kafirkan dan membid’ah-bid’ahkan amalan golongan lain. Pada tahun 1924 Komisi Hijaz, hasil konferensi umat Islam Indonesia di Bandung, telah dikirim ke penguasa baru tersebut dengan misi menyampaikan pesan untuk tidak merusak situs warisan Rasulullah dan para sahabat. Komisi ini juga meminta agar kaum Wahabi menghormati ajaran dan praktek amalan umat Islam yang bukan Wahabi di Makkah dan Madinah.  

Faktanya hingga kini ada sekitar 300-an situs sejarah awal Islam telah dihancurkan. Bagaimana mungkin mereka bisa menghancurkan rumah tinggal Nabi hingga tidak berbekas? Tokoh intelektual besar Wahabi (saya tidak sudi menyebutnya “ulama besar Wahabi”) sejak lebih dari 60 tahun lalu  menyerukan pembongkaran makam keluarga Nabi (ahlul bayt) dan makam para sahabat utama. Mereka penjarakan para ulama bukan Wahabi tanpa proses pengadilan. 

Sejak tahun 1942, mereka undang tentara kafir Amerika di tanah Nabi dan membangun pangkalan militer Dahran. Pengkhianatan penguasa Wahabi terhadap umat Islam sudah terjadi sebelum berkuasa. Mereka berkuasa atas bantuan Yahudi Inggris, (Kolonel) “Lawerence – Prince of Arabia” hingga mendatangkan fitnah teramat besar dengan mengundang Barat untuk mendominasi pusat dunia Islam.

Mereka juga punya hubungan khusus dengan negara Israel dan membiarkan Israel membangun pos pemeriksaan di  Pulau Tiran dan Safir seluas 113 Km yang dimiliki Arab Saudi. Keduanya sangat strategis karena berada di mulut Teluk Aqaba, dimana lalu lintas ke pelabuhan di selatan Israel harus melewati Laut Merah.  “Ulama Besar” Wahabi – Nashiruddin al Albani juga mengharamkan Jihad melawan Israel dan menghimbau warga Palestina pergi meninggalkan tanah miliknya.

Dan kini mereka ingin mewujudkan Mekkah dan Madinah sama seperti kota-kota besar lain di Amerika dan Eropa. Tentu saja harus menggusur semua situs dunia Islam tersebut dengan alasan perluasan dan pembangunan. INI BUKTI TERBARU :

MAKKAH - Pembukaan sebuah toko baru di kota suci Makkah, Arab Saudi, oleh artis Barat Paris Hilton memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia, sebab dianggap sebagai penodaan bagi kota suci Makkah. Hilton telah membuka sebuah toko yang menjual tas mewah dan barang-barang berharga tinggi di kota Makkah awal pekan ini di bulan November 2012.

 

"Toko baru saya yang cantik baru saja dibuka di Mall Makkah di Arab Saudi," tulis Hilton di akunTwitternya, dikutip Onislam.

 

"Tidak perlu ada tokonya di sini karena kami tidak membutuhkannya," kata seorang Syaikh di Saudi, Syaikh Adnan Baharith kepada CNN.

"Jika ini berada di tangan kami (jika berkuasa-red) kami pasti telah menutup seluruh tokonya di Saudi," tambah Syaikh.  Sebenarnya, ini bukan pertama kali Hilton membuka toko di negeri kaum Muslimin itu. Tetapi ini adalah toko ke-5 milik Hilton yang didirikan di Saudi.

 

"Ini adalah toko ke-5 di Arab Saudi, dan jumlah toko totalnya 42! Bangga banget untuk mengembangkan merek saya!" kicau Hilton.

 

Kabar ini bukan saja membuat Muslim di Saudi marah, tetapi juga menimbulkan kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

 

"Ini tidak bisa diterima bagi seorang wanita seperti dia membuka tokonya di sini (Makkah)," kata seorang user menulis di Twitter.

Makkah adalah kota tersuci umat Islam, di sana adalah tempat berkumpulnya umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji. Pemerintah Arab Saudi telah melakukan beberapa proyek pengembangan Makkah, mencakup memperluas area Masjidil Haram dan terminal-terminal untuk ibadah haji.

Namun bertaburnya perusahaan milik non-Muslim di Arab Saudi, terkhusus tanah suci Makkah, membuat banyak Muslim khawatir bahwa Makkah "dikomersilkan."

Lalu mengapa ketua Majelis Ulama Indonesia dan kebanyakan ulama kita seperti menutup mata? Apakah karena kedermawanan Arab Saudi untuk pembangunan masjid dan madrasah di Indonesia? 

MUI: Rencana Hancurkan Makam Nabi SAW, fitnah untuk adu domba umat Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Amidan mengatakan kabar yang menyebutkan Pemerintah Arab Saudi akan menghancurkan Masjid Nabawi beserta Makam Nabi Muhammad Saw adalah isu belaka. Dia menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk mengadu domba kalangan Muslim, seperti diketahui Arab Saudi dalam manhajnya menisbatkan diri kepada dakwah Salafiyah.

"Memang mau diperluas tapi kondisi makam tidak akan berubah. Selain itu kan makam ada di dalam masjid," kata Amidhan seperti dikutip merdeka.com, Rabu (31/10/2012).

Dia katakan, di Arab Saudi isu tersebut tak beredar. Karenanya, ia mempertanyakan asal isu itu beredar. "Enggak ada sama sekali. Tenang-tenang saja di sini," kata Amidhan yang saat ini berada di Madinah usai menunaikan haji.

Komentar I : Pak Kyai! Rencana itu sungguh rencana teramat besar dan  menjadi isu sejak tahun 1950-an. Sama seperti juga usaha 2 orang nashrani membuat terowongan untuk mencuri jenazah Nabi pada berabad2 yang lalu. Sementara Pak Kyai terlampau tergesa menyimpulkan hanya berdasarkan kunjungan sekilas di Masjid Nabawi.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi juga tidak bakal berani melakukannya. Sebab, jika hal itu terjadi, Pemerintah Arab Saudi akan didemo seluruh umat muslim dunia.

"Pasti akan dimusuhi sama semua umat muslim di dunia, pasti akan didemo. Pasti tidak akan tinggal diam umat muslim," kata Amidan.

Komentar 2 : Pak Kyai, kerajaan Arab Saudi tak ambil pusing dengan demo-demo seperti itu.  Mana ada berita demo disana Karena protes sedikit, langsung dibawa ke penjara. Demo besar di Bahrain ditumpas habis dengan kekuatan senjata oleh tentara Arab Saudi.

Sebelumnya beredar kabar Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas Masjid Nabawi di Madinah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran banyak pihak jika makam Nabi Muhammad akan dihancurkan.

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang kemudian dikutip sejumlah media di Indonesia, Senin (29/10/2012) lalu.

Menurut kantor berita itu, pengahancuran makam Rasulullah SAW merupakan bagian dari rencana pemerintah Arab Saudi yang akan menghancurkan seluruh situs bersejarah Islam, termasuk Masjid Nabawi dan 3 masjid lainnya yang merupakan masjid tertua di dunia.

Sebagai gantinya, dikatakan, pemerintah Arab Saudi merencanakan pengembangan proyek ekspansi yang bernilai multi miliar Poundsterling.

Bahkan rencana penghancuran Masjid Nabawi di Madinah, tempat di mana Nabi Muhammad SAW dimakamkan, akan dimulai bulan depan seusai musim Haji. Kemudian, di atas tanah situs paling bersejarah tersebut, pemerintah Saudi akan membangun gedung terbesar di dunia yang bisa menampung 1,6 juta orang.

Dikatakan selanjutnya, pengembangan Masjid Nabawi sebagian besar nantinya akan mengambil bagian sayap barat dari masjid. Dalam sayap itu, terdapat makam 2 khalifah sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Abu Bakar Siddik RA dan Umar bin Khatab RA.

Mengutip Dr. Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam, Fars menyebutkan rencana itu  digulirkan sejak 2007 lalu, dimana Kementerian Urusan Islam Arab Saudi merilis pamflet yang isinya rencana penghancuran makam Rasulullah SAW dan situs bersejarah lainnya. Pamflet tersebut disusun oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al-Sheikh. Bahkan, di dalam pamflet disebutkan, penghancuran kubah masjid dan meratakan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar berdasarkan fatwa Abdulaziz al-Sheikh.

Suara Islam Online
telah berusaha menghubungi Kedubes Saudi Arabia di Jakarta melalui Atase Pers Nawwaf Algarnas. Hingga berita ini diturunkan handphonenya dalam keadaan mati. Pesan singkat yang dikirimkan SI Online juga belum dijawab

Komentar 3 Penutup :

Pak Kyai! Isu pembongkaran makam Nabi SAW, bukan baru ada dan diciptakan oleh media Iran - yang sebagian kaum suni menganggap Syiah bukan bagian dari dunia Islam. Sementara kaum wahabi yang begitu jelas pengkhianatannya dianggap sebaliknya.   Modernisasi di Makkah dan Madinah agar setara dengan kota-kota besar di dunia Barat sudah jelas di depan mata. Tidak perlu dibayangkan lagi Hotel HILTON hanya berjarak satu lemparan batu dari Masjidil Haram di Mekkah.

READ MORE ... Monggo di-Klik

Syrian Regime's Military Headquarters in Damascus was Conquered by Five Mujahid!

 

“Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan   manusia tidak memahaminya.”

Mujahidin Front Pembela Penduduk Syiria (Jabhah Nushrah li ahli Syam) akhirnya merilis pernyataan resmi terkait serangan dahsyat terhadap Markas Besar Tentara Nasional Suriah di Damaskus, Rabu (26/9/2012). Selain mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, Jabhah Nushrah juga menguraikan kronologi serangan heroik yang hanya melibatkan 5 orang saja.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Berikut ini  uraian rinci tentang serangan yang penuh berkah dan peperangan yang penuh kemuliaan tersebut:

Fase pertama

Pada pagi hari Rabu tanggal 26 September 2012 M jam 07.00 pagi, sang ksatria pelaku serangan bom syahid, Abu Muhannad Asy-Syami berhasil membawa mobil bermuatan penuh bom ke arah yang sejajar dengan gedung Markas Besar Tentara Nasional dari arah selatan. Saat ia telah mencapai titik terdekat yang tepat dengan bagian tengah bangunan, ia meledakkan diri sehingga mengakibatkan kehancuran hebat di bagian gedung Markas Besar dari arah tersebut. Ledakan berkekuatan dahsyat itu mencapai bagian dalam gedung, menewaskan banyak tentara, melukai banyak tentara lainnya dan menimbulkan kepanikan serta ketakutan luar biasa terhadap tentara yang lolos dari ledakan.

kemuliaan Islamkemuliaan pejuang Islam

Fase kedua

Sebuah mobil penuh bom mengangkut regu perintis berkekuatan 4 orang mujahid Jabhah Nushrah pelaku serangan syahid. Mobil itu meluncur dari luar gedung ke pintu gerbang utama Markas Besar Tentara Nasional Suriah. Suasana kacau di kompleks gedung dimanfaatkan oleh keempat orang tersebut untuk memerintahkan para tentara yang piket di pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang.

Para tentara tersebut mengira keempat saudara ini adalah para perwira tinggi yang bertanggung jawab atas keamanan Markas Besar. Mereka meyakini hal itu setelah melihat keempat saudara ini memakai seragam tentara yang sama dengan seragam yang mereka kenakan. Para tentara yang piket segera membuka pintu gerbang, maka mobil dan keempat saudara tersebut masuk ke dalam gedung dengan mengharap janji Allah Ta'ala:

ادْخُلُواْ عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللّهِ فَتَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

"Masuklah kalian ke dalam pintu gerbang! Jika kalian telah memasukinya, niscaya kalian akan meraih kemenangan. Dan hendaklah kalian bertawakal kepada Allah semata, jika kalian benar-benar beriman." (QS. Al-Maidah [5]: 23)

Mereka pun menembak mati setiap tentara di depan mereka dan mulai melakukan serbuan masuk yang sangat berani.

Adapun serangan masuk ini mengingatkan kita kembali akan aksi heroiK sahabat Barra' bin Malik radhiyallahu 'anhu yang berbekal pedangnya saja menyerbu masuk ke dalam kebun kematian tempat nabi palsu Musailamah Al-Kadzab dan pasukannya mempertahankan diri. Keempat  saudara tersebut, semoga Allah mereka dan para syuhada' di sisi-Nya, menyerbu masuk ke dalam gedung Markas Besar Tentara.

Mereka menguasai lantai pertama gedung tersebut, dengan karunia dan pertolongan Allah semata, menembak mati setiap tentara dan perwira yang ditemui. Kemudian membakar bagian dalam lantai satu gedung. Mereka lantas meledakkan mobil penuh bom yang mereka parkir di pintu gerbang utama dengan remote control dari kejauhan. Akibatnya ledakan keras dan api melahap bagian depan gedung. Kebakaran bagian ini berlanjut sampai jam 16.00 sore, bahkan setelahnya.

Serangan bom syahid dari arah selatan markas besar tentara nasional Suriahmujahid Islammujahid Islam Syiria

Keempat saudara itu kemudian naik ke lantai dua gedung, semoga Allah meninggikan derajat mereka di surga, untuk menguasai lantai dua. Mereka menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temukan, kemudian mereka membakar ruangan lantai dua gedung.

Setelah itu mereka naik ke lantai tiga dan bertahan di lantai paling atas gedung tersebut, setelah mereka menembak mati semua tentara dalam lantai itu dan para tentara yang berjaga di halaman gedung. Mereka mulai menahan gempuraan sengit pasukan rezim Bashar Asad yang berbondong-bondong datang sebagai bantuan bagi pasukan di Mabes itu.

Ke-4 saudara itu bertahan dalam lantai paling atas gedung dengan menggunakan DShk, roket RPG, senapan mesin dan senapan serbu. Pertempuran sengit berlangsung selama tiga jam penuh, antara sebuah pasukan dengan persenjataan dan amunis lengkap  melawan empat orang mujahid saja! Ya, hanya empat orang mujahid Jabhah Nushrah saja. Namun sungguh jauh perbedaan antara orang-orang yang berperang di jalan thaghut dan orang-orang yang berperang di jalan Allah ta'ala. Pertempuran itu baru berhenti saat masing-masing mujahid berpulang kepada rahmat Allah, semoga Allah menerima mereka dalam barisan para syuhada'.

Penyerangan ini sungguh peperangan yang sebenarnya, sebuah pertempuran yang sejati, mengembalikan dalam benak pikiran masyarakat apa yang bisa dilakukan oleh kaum beriman. Semoga operasi serangan ini dan serangan-serangan semisalnya mampu menghasung semangat mereka yang bercita-cita rendah.

Wahai umat Islam, janganlah menangisi kehinaan                                        Sungguh kemuliaan itu ditulis dengan pasukan-pasukan iman                                  Jika ia menimpakan kekalahan kepada rezim durjana                                        

Kamp training militer bagi lima mujahid pelaku serangan heroic terhadap gedung Mabes Tentara Nasional di DamaskusKelima mujahid tengah melakukan latihan persiapan serangan terhadap gedung Mabes Tentara Nasional di Damaskus
Kelima mujahid tengah melakukan latihan persiapan serangan terhadap gedung Mabes Tentara Nasional di DamaskusKe-5 mujahid tengah melakukan latihan persiapan serangan terhadap gedung Markas Besar Tentara Nasional di Damaskus

Pada hari ini, dengan karunia Allah semata, telah terbit atas umat Islam sebuah pagi yang penuh dengan kemuliaan iman dan pekikan jihad dari para singa Jabhah Nushrah saat mereka melancarkan serangan hebat terhadap Markas Besar Tentara di Umayyah Square di ibukota Damaskus. Maka markas besar itu menimbun para perwira militer, menjungkalkan singgasananya dan terbuktilah pada diri para mujahid yang heroik itu sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam, "Jika kami telah menyerang serambi negeri sebuah kaum, maka amat buruklah pagi hari para durjana."

Foto Markas Besar Tentara (Kepala Staf Tentara Nasional Suriah) beberapa saat sebelum mujahidin Jabhah Nushrah melakukan serangan

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

READ MORE ... Monggo di-Klik

Meluruskan Pandangan Teologis Anak Sejak Dini – Part 1

Sering terdengar ungkapan " ... terserah pada yang di Atas" dari anak2  remaja (ABG).  Terlebih  ungkapan ini  populer  di kalangan selebrities, yang segan menyebut nama Tuhannya, pada tayangan info-tainment TV. Ungkapan ini merujuk pada keberadaan Tuhan ada di "atas" atau di suatu tempat ATAU Tuhan membutuhkan tempat untuk mengisi eksistensi / keberadaan Allah.
Inilah racun sangat berbahaya yang sangat halus lagi tersembunyi dan telah merusak aqidah (pandangan teologis) umat Islam, nohok langsung ke pusat kesadaran hingga menyesatkan akal dari memahami pandangan benar tentang hakikat Tuhan, merusak kesucian-Nya - SubhaanaAllah.

Lebih fatal lagi, bagi yang meyakini bahwa Allah benar2 ada di “Atas” atau “Allah ada bertempat”  bisa disamakan dengan keyakinan Tuhan yang ada (bertempat) di sorga. ungkapan yang selalu mengiringi  doa2 kaum Nashrani. Maka bisa Anda dibayangkan imannya bisa lepas dengan sangat cepat dan tanpa ia sadari seperti lepasnya anak panah dari busur. Itulah salah satu racun paling berbahaya di sekitar kita yang mengancam keimanan keluarga di rumah  kita sendiri dan TV kita sendiri.
Kawal anak berakhlaq islami
Kawal aqidah dan akhlaq Anak kita
Benarlah berita yang disampaikan Muhammad SAW bahwa mendekati kiamat, fitnah dajjal akan memasuki rumah-rumah muslim. Faktanya fitnah itu sudah masuk melalui perangkat TV, internet dan audio video atau image gambar membahayakan anak-anak kita atau bahkan tanpa disadari diri kita sendiri pun belum tentu selamat dari fitnah besar ini.

Dalam Teologi Islam pasca tabi'it-tabi'in (3H / 9M) kita mengenal banyak kelompok aliran. Pengelompokan didasarkan pada kecenderungan masing-masing aliran dalam menafsirkan ayat-ayat tentang ketuhanan. Mulai dari kelompok yang sangat berhati-hati dengan tidak mau menafsirkan sifat Allah dalam Qur'an - sebanyak 99 (Asma'ul husna) – yaitu mereka pahami apa adanya. Bahwa hanya Allah yang mengetahui penafsiran ayatnya. Contoh :tafsir Alif Lam Mim (QS Al-Baqoroh 2:1), Alif Lam Ra (Yusuf 11:1).

Ada juga kelompok yang - dalam menafsirkan - cenderung mendahulukan wahyu dari pada akal (aliran Asy'ariyah). Ada kelompok yang cenderung mendahulukan akal daripada wahyu (Mu'tazilah). Selanjutnya berkembang aliran mujasimah, musyabihah dan banyak aliran lain yang semakin sesat-menyesatkan, terutama yang datang belakangan.

Seiring meluasnya wilayah Islam dan interaksi dengan masyarakat non-Islam telah membuka pintu masuk unsur pagan (animisme-dinamisme, filsafat, Yudaism, India, adat, ajaran leluhur, kejawen). Terjadi sinkretism (pencampur-adukan ajaran) yang merusak aqidah-Islam. Bahaya paling kontemporer adalah pandangan teologis Jaringan-Islam-Liberal dengan penafsiran sebebas-bebasnya segala hal tentang Islam.
Awalnya perbedaan pandangan masalah teologi terjadi antara pengikut Abu al Hasan  al Asy'ary (aliran Asy'ary) dengan pengikut Washil ibn Atho' (Mu'tazilah) berkisar pada wujud Allah, zat dan sifat-sifat-Nya. Polemik ini sesuatu yang baru, yang tidak terjadi di zaman Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in dan baru terjadi sesudah zaman tabi'it tabi'in.
Yang paling aman adalah memegang teguh aqidah ulama salaf (yang DIMAKSUD BUKAN kaum salafi  Wahhabi). Tapi yang dianut para sahabat hingga tabi'it tabi'in yang membatasi diri dalam menafsirkan ayat-ayat Qur’an tentang wujud, zat dan sifat-sifat Allah. Karena hanya Dia yang tahu hakikat wujud, zat dan sifat-sifat-Nya sendiri.    
------------------------------------
Kembali ke BAGIAN PALING ATAS halaman klik!      Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?