<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>
Tampilkan postingan dengan label All about Mualaf (new Muslim). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about Mualaf (new Muslim). Tampilkan semua postingan

Terry Hold Brooks : Dari Neraka Guantanamo Keyakinan Barunya menggemparkan Amerika

 

Dari jantung kekuatan Zionist dan negara para penghina Nabi Muhammad SAW dengan tayangan film terkutuk “Innocence of Muslims” dan kasus-kasus lain yang kita hanya bisa mengatakan :

   GO TO HELL! BEHEAD ALL THOSE WHO INSULT THE PHROPHET MUHAMMAD SAW

lahir pula keajaiban hidayah Allah yang menyapa seseorang yang kita sendiri tidak menyangka bahwa Islam akan menyentuh hatinya karena keterlibatannya dalam memusuhi Islam.

ALLAH SWT. Maha Kuasa. Dia memberi hidayah Islam kepada siapa saja yang Dia kehendaki, kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apapun. Termasuk sesuatu yang musykil – Seseorang yang berada dalam posisi Penyiksa di pusat penyiksaan tawanan pejuang Islam Penjara Guantanamo, Cuba. Allah masih menghendaki menaruhkan kebaikan-NYA pada laki-laki tersebut dengan hidayah Islam.    

Terry Hold Brooks, Seorang tentara AS, yang bertugas menjaga dan menyiksa para mujahidin yang ditawan di Guantanamo, Terry Hold Brooks, dengan sukarela masuk Islam. Keislamannya mengguncangkan pun negara ‘demokrasi’ terbesar di dunia.

Bagaimana Kisahnya?

Hold Brooks ditugaskan oleh Angkatan Bersenjata AS untuk menjaga dan menyiksa para mujahidin di penjara Guantanamo. Para komandan senantiasa mendoktrin para tentara yang bertugas di Guantanamo bahwa para mujahidin yang mereka tahan adalah manusia paling jahat di muka bumi. Sebab, mereka bekerja di bawah kepemimpinan Usamah bin Ladin. “Mereka akan membunuhmu saat pertama kali engkau bertemu mereka, ”kata para komandan. Ini juga di doktrinkan dalam kursus perwira di Pentagon bahwa “ISLAM ADALAH MUSUH

Tugas para tentara penjaga adalah mengawasi dan menyiksa mereka dengan sadis. Hold Brooks justru sebisa mungkin meringankan siksaan -memperlakukan mujahidin dengan baik. Para tawanan sampai menjuluki ‘Penjaga yang Lembut’. Para tentara penjaga lainnya justru menuduhnya ‘sang Pengkhianat’.

Hal yang paling mengesankan Hold Brooks dari para tawanan adalah senyum ceria di wajah mereka dan ucapan “al-hamdulillah”, segala puji bagi Allah saat malam tiba.

Hold Brooks adalah seorang ateis. Bersama para penjaga lainnya, ia mengisi waktu luang dengan botol-botol minuman keras dan seks bebas. Pada suatu malam, ia ingin mengobrol dengan tawanan. Ia pergi ke sel tawanan no. 509, seorang muslim Maroko bernama Ahmad Rasyidi. Setelah berbincang-bincang dengannya, Brooks mengalami pencerahan.

Ini pertamakalinya ia mengenal Islam sebenarnya. Bukan Islam yang digambarkan secara buruk oleh media massa AS yang berada dalam kendali kekuatan Yahudi. Sejak itu, tiap malam ia datang ke sel Ahmad Rasyidi untuk belajar Islam. Botol minuman keras, seks bebas, dan kawan-kawan begadangnya ia tinggalkan.

Brooks mulai membeli buku tentang Islam dan membacanya dengan tekun. Sampai akhirnya suatu hari, Brooks membawa selembar kertas dan pena. Disodorkannya ke dalam sel Ahmad Rasyidi melalui celah-celah besi. Ia meminta Rasyidi menuliskan lafal dua kalimat syahadat berbahasa Arab, ditulis dalam huruf latin.

Hari itu, dengan suara keras ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Namanya diubah menjadi Musthafa Abdullah. Kehidupannya yang semula diisi musik, disko, tato, dan seks bebas telah ditinggalkannya. Ia mulai rajin mengerjakan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Pada tahun 2005, ia berhenti dari dinas militer. Ia lalu bekerja di Tempa Islamic Centre.

Meski hari-harinya telah diisi dengan kegiatan keislaman, bayang-bayang penyiksaan sadis di Guantanamo tetap tergambar jelas dalam benaknya. Begitulah kekuatan Islam, orang-orang yang memusuhinya berbalik menjadi pembelanya saat mereka telah mengenal keindahannya.

READ MORE ... Monggo di-Klik

1] Kabut misteri interaksi NAZI dan ISLAM


Selama ini sumber informasi tentang Nazi Jerman berasal dari negara-negara besar pemenang Perang Dunia II via media yang dikuasai Yahudi. Mereka melakukan propaganda secara non-stop dan pencitraan buruk terhadap semua musuh Yahudi dengan memutar-balikkan fakta. Dipastikan informasi tentang NAZI Jerman telah
dimanipulasi sesuai kepentingan sekutu (Yahudi khususnya). Kebohongan luarbiasa ini telah ditelan mentah-mentah oleh kita terkait informasi tentang Nazi.
Wajar saja, karena sejarah selalu ditulis oleh Pemenang. Namun akan selalu ada kekuatan alternatif yang terus-menerus melawan kemapanan, seperti media dan jurnalis independen atau figur berpengaruh yang dengan opini melawan mainstream, seperti statemen Presiden Ahmadinejad :
"Holocaust" adalah dongeng yang digunakan untuk menciptakan negara Yahudi di jantung dunia Islam.
yang dinyatakan pada 14 Desember 2005 dalam konferensi dunia di Teheran dengan  thema ”Benarkah Holocaust ada?”
Sebuah artikel koran Inggris, The Daily Telegraph, yang diterbitkan 3 Oktober 2009 menyerangnya dengan menyebutkan bahwa ia keturunan Yahudi di Iran, nama aslinya saat dilahirkan – Mahmoud Sabourjian

Sabourjian menurut artikel itu di Iran bermakna “Selendang Tallit” yang biasa dipakai di kalangan Yahudi. Namanya menjadi Mahmoud Ahmadinejad saat usia 1 tahun – disesuaikan dengan identitas Islam ketika dibawa pindah ke Teheran tahun 1957.
Banyak ahli di Iran telah membantah informasi tersebut dan mengatakan leluhur Ahmadinejad diketahui sebagai Muslim, dan kerabat Ahmadinejad mengatakan, dia mengadopsi nama baru pada saat pindah ke Teheran, untuk menghindari diskriminasi berdasarkan akar pedesaan.
Benar atau tidaknya ia keturunan Yahudi – itu tidak penting. Karena dari bangsa apapun ketika menjadi mualaf kita tidak berhak men-justifikasi (menakar) keimanannya – itu hak Allah SWT. Kontroversi ini boleh jadi untuk menghadang popularitas Ahmadinejad di kalangan ummat Islam.
Ia terlahir sebagai anak pandai-besi (blacksmith) di desa pertanian Aradan, dekat kota Garmsar, 120 KM tenggara Teheran 28 Oktober 1956. Ketika lahir dinamakan Mahmoud Saborjhian dan diberi nama yang lebih religius Mahmoud Ahmadinejad.
Catatan :
Selendang Tallit – Penggunaannya seperti berita ini :
Prosesi pernikahan digelar secara Yahudi. Saat seremoni, Natalie Portman dan Benjamin memakai selendang yang biasa dipakai kaum Yahudi, Tallit. Selendang itu untuk menyelimuti keduanya. Selesai upacara, selendang dilepas.

Neo-Nazi di negeri Yahudi

neo-nazi-zionism_universal quotesProfil Neo Nazi sekarang ini sangat berbeda dengan hakekat profil pengikut NAZI sebenarnya.  Anarkhisme dilakukan oleh Neo Nazi dengan cirinya yang Plonthos (skinhead), asesoris Metal dan pakaian yang jauh dari kesan disiplin dan militan. Kita pun bertanya, “Benarkah mereka penerus Hitler sejati atau ini hanya infiltrasi Yahudi licik?”  model pencitraan yang menyesatkan.
Jerusalem-September 12, 2007
Nazi identik pelaku Holocaust (pembantaian Yahudi). Ironisnya, di Israel muncul Neo-Nazi. Anehnya mereka pemuda Yahudi. Lebih aneh lagi, salah seorangnya cucu korban selamat dari holocaust di Ukraina. Mereka dihadapkan tuduhan serangan rasis, selebaran hasutan, kepemilikan buku rasis dan senjata tajam illegal.
“Pemerintah akan bertindak keras terhadap kelompok yang melakukan hasutan rasial dan tindakan kekerasan lain yang berbau rasis,” ujar Kejaksaan Agung Israel sebagaimana dilansir AFP, selasa (11/9/2007).
Kepolisian Israel yakin pengikut garis keras revolusioner Hitler ini bergerak di wilayah Israel. Mereka melakukan aksi penyerangan warga asing dan pengikut yahudi dan merekam video untuk disebar via internet.
Dalam video di media Israel, mereka terlihat menendang dan memukul orang lemah, user narkoba dan penganut Yahudi. Polisi menemukan bukti seragam militer ala Nazi, gambar Adolf Hitler, pisau, senjata api dan TNT.
“Ideologi mereka ‘menyerang penganut Yahudi, warga Asia dan Asing’. Mereka diyakini terkait Neo-Nazi luar negeri,” kata polisi setempat.
-----------------------------------------------------------
Sekali lagi, kejadian di Israel ini adalah ironi yang sangat kontradiktif!

Ingin tahu profil Nazi sejati!  

image
Johannes von Leers (1902-1965) sahabat karib Menteri Propaganda Joseph goebbels dan Mohammad Amin al_Huseini Mufti Palestina (yang mengungsi di Berlin sejak sebelum PD II hingga sesudahnya). Dia penulis yang diakui di masa Hitler. Johannes von Leers tetap bersembunyi di Jerman dan selalu lolos dari kejaran tentara sekutu, setelah Jerman kalah PD II. 
Setelah 10 tahun kucing-kucingan dengan sekutu, Leers melarikan diri ke Mesir tahun 1955. Ia masuk Islam dengan nama Omar Amin von Leers. Ia bekerja di Kementerian Informasi Mesir. Ia sangat mencintai Islam dan menjadi simpatisan Ikhwanul Muslimin.  Leers  pun melanjutkan perangnya melawan Zionisme dari Mesir.
Ucapan terkenal Leers mewakili perasaan orang seperti dirinya:
1]   Dalam "Der Kardinal und die Germanen" dengan lugas mengkritik aksi kejam pasukan Eropa dalam Perang Salib. Dia bandingkan toleransi Islam terhadap agama lain dengan penaklukan berdarah bangsa Kristen atas orang Barbar ASLI Jerman (p. 23, 48, 52, 68).
2]  Dalam "Blut und Rasse in der Gesetzgebung", Leers mencatat persamaan paralel Islam dan tradisi kuno Jerman, "hukum Tuhan dan hukum manusia bersatu" dan hak manusia adalah "fragmen dari keteraturan semesta yang berasal dari Tuhan" (p. 6).
3]  Dec. 1942, Die Judenfrange memuat artikel  program pasca-perang Zionis yang mendemonstrasikan bagaimana Zionism  menguasai Palestina dan dengannya menyiapkan posisi penguasa dunia. Kontribusi artikelnya berjudul "Yudaisme dan Islam sebagai kebalikan."
4]  Selain mendiskusikan isu strategis kampanye Jerman di Afrika Utara, Leers merancang fondasi moral dan intelektual untuk persekutuan Third Reich dengan Arab dan Muslim. Dia puji sikap anti-Zionis, "Bila dunia bersatu mengusung kebijakan sama, kita tidak akan dipusingkan masalah Yahudi seperti saat ini."
(Jeffrey Herf, The Jewish Enemy: Nazi Propaganda During World War II and the Holocaust, Boston: The Belknap Press, p. 178-182).
----------------------------------------------------------
Leers pengagum kebudayaan Arab dan sangat paham  bahasa Arab. Dia membantu penterjemahan peraturan Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir ke bahasa Jerman. Teks yang dia terjemahkan adalah tulisan Syaikh Muhammad Abu Zahra tentang konsep Islam mengenai perang dan peraturan jihad (Begriff des Krieges in Islam) dan Ibrahim Muhammad Ismail tentang doktrin ekonomi Islam (Der Islam und die heutigen Wirtschaftstheorien).
Leers menulis surat ke H. Keith Thompson (bisnisman di New York yang terkenal sikapnya anti-Zionisme dan pernah menjadi sekretaris pribadi mufti Palestina al-Husseini di Beirut) sebagai berikut :
"Islam saat ini satu-satunya kekuatan spiritual dunia yang berjuang untuk agama yang benar, nilai manusia dan kemerdekaan. Satu hal yang pasti - lebih banyak lagi patriot Jerman yang bergabung dalam gerakan revolusi Arab melawan imperialisme. Di Aljazair beberapa prajurit Jerman menyeret 2 orang perwira Prancis beserta perwira rendahan. Mereka potong leher tawanan disaksikan para revolusioner Aljazair, bergabung dengan milisi lokal dan memeluk Islam. Itu bagus sekali!
"Tempat kita sebagai bangsa yang ditekan kekuatan luar seharusnya tidak di sisi pemerintahan Bonn bentukan kolonialis Barat, melainkan beserta para nasionalis Arab yang berjuang memerdekakan diri dari kungkungan Imperialisme. Biarlah (Konrad) Adenauer murka saat mengetahui para patriot Jerman yang jujur tidak diekstradisi oleh negara-negara Arab pecinta kemerdekaan kepada dirinya atau ke bos-bos Amerika/Inggris. Biarlah babi Inggris menjuluki kita "Pengusik", karena tidak lama lagi mereka akan terusir dari Timur Tengah, seperti halnya yang telah terjadi di Irak dimana para pelayan Imperialisme Inggris dibantai pejuang Arab."
"Alhamdulillah! Dukungan yang diberikan Amerika dan anteknya kepada tirani Yahudi di Jerman akan membuat bangsa Jerman bangkit berjuang. Sebenarnyalah, untuk bangsa kita hanya ada SATU harapan - untuk menyingkirkan imperialisme Barat dengan bergabung bersama grup anti-imperialis yang digalang negara-negara Arab dan Muslim."
(Coogan, op. cit., p. 382-383)
--------------------------------------------------------------------------------------
Nazi tidak seburuk persangkaan. Citra  buruknya dibentuk media Yahudi. Maka diperlukan informasi berimbang tentang patriot Jerman. Elit Nazi ternyata berakal sehat, prinsipnya kuat dalam memperjuangkan nilai-nilai asli GERMAN  dan justru lebih dekat dengan Islam. Sebaliknya pemenang PD II  dipengaruhi Yahudi laknatullah dan saat ini lebih memusuhi ISLAM.
--------------------------------------------
Related Post:
Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam–Bagian 4 
Rasialisme versi NAZI Jerman - Bagian 3
Islam di sekitar NAZI - Bagian 2
--------------------------------------------------------
Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

2] Pandangan NAZI Tentang Islam, Muslim di sekitar NAZI


Saya sangat bersyukur bahwa saya berada dalam suasana kondusif di Indonesia sehingga bisa  bebas mengungkapkan apa yang saya rasakan tentang suatu hal yang sangat tidak adil,  yaitu tuduhan NAZI Jerman sangat rasis seperti yang di-blowup oleh media mainstream yang dikuasai Yahudi dan negara pemenang perang. Menyanggah NAZI tidak rasis sangat mudah karena faktanya pandangan Islam dan personil muslim ada dalam kesatuan elit tentara NAZI Jerman.
Adapun sejarah NAZI faktanya juga telah dimanipulasi media yahudi. Negara-negara besar pemenang PD II (USA, Inggris, Prancis dan Rusia) sangat leluasa merombak super power sebelum PD II  (Jerman) sesuka hatinya, termasuk dalam penulisan sejarah Jerman dan pencitraan NAZI. Zionist tentu saja ikut bermain. 
Bukti foto memperlihatkan  pasukan "Ras Arya Perkasa" ternyata bercampur ras lain, seperti Slavia, Chechen, Mediterania Bosnia bahkan Arab dan Korea. Dan yang membuat kagum, kebanyakan ras asing ini bergabung dalam pasukan elite SS - pasukannya Himmler – Media Yahudi menyebut Himmler "Rasis nomor 1"! 
Tuduhan yang tidak berdasar dan berlawanan dengan fakta bahwa ras-ras asing justru dirangkum dalam pasukan elit Jerman.
Bukti lain: 
Tidak selalu orang Jerman berambut pirang, mata biru dan tinggi di atas rata-rata orang Eropa. Faktanya banyak dari mereka berdarah campuran dan berpenampilan sama sekali "tidak ideal". Paling kentara adalah Joseph Goebbels. Saya yakin pertamakali melihatnya, anda pasti menyangka Goebbels – Ahli Propaganda NAZI adalah non-Jerman, bahkan non-Eropa!
Demikianlah!. Bila ingin mendapat fakta jernih, kita harus meneliti sejarah dengan fair sehingga kesimpulan kita bukanlah sebagai pengekor "trend". Apalagi trend-setter opini pro-Yahudi.  Tidak selalu fakta adalah apa yang diyakini orang banyak.
Seperti dikatakan Hitler :
"Apabila suatu kebohongan dijejalkan terus-menerus, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah fakta."

Islam di Jerman pra Perang Dunia II

Jerman merupakan sekutu kekhalifan Turki dalam PD I. Jerman menderita malu, kepedihan mendalam atas kekalahannya dan penghinaan Sekutu. Hal ini juga terjadi pada orang Arab yang dikhianati janji palsu Inggris dan Prancis yang akan memberi kemerdekaan. Banyak  pejuang terbaik Arab Muslim tewas demi membela Sekutu.
Situasi suram dimanfaatkan ahli-ahli strategi Jerman untuk reposisi Geo-Politik terhadap kekuatan imperialism. Jerman harus merapat lebih dekat ke bangsa Arab Muslim.  Alasannya sederhana, ada musuh bersama.
Seperti Karl Haushofer  dan Otto Strasser inginkan "Kekuatan Ke-3" di Eropa yang bersama-sama menjadi lawan kapitalisme dan komunisme. Minat mereka, memenangkan kaum "tidak punya" (selama ini tertekan) melawan kaum "berpunya".
Latar belakang strategis ini ternyata kemudian berdampak sampingan - beberapa diantara ahli strategi Jerman tersebut masuk Islam setelah meneliti dan mendalami sumber utama kebudayaan Arab, yaitu  – ISLAM.
Pendukung Arab ini diantaranya Dr. Fritz Grobba, veteran di Kementerian Luar Negeri dari tahun 1924 yang bertugas sebagai Duta Besar Jerman di Irak dan Arab Saudi. Dia pengagum kebudayaan Islam, dijuluki "Lawrence of Arabia Jerman" dan menjadi teman dekat al-Husseini. Setelah PD II, Grobba memeluk agama Islam dan menjadi penghubung politik antara pemimpin Mesir Gamal Abdel Nasser dengan pihak Jerman dan Soviet.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 383).
Tokoh lain Werner-Otto von Hentig, teman dekat Grobba dan kepala Divisi Arab di Kementerian Luar Negeri saat dpimpin  Joachim von Ribbentrop. Setelah PD II, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Timur Tengah. Pada tahun 1955 Raja Ibnu Saud menunjuknya sebagai kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi.
Saat menjabat Duta Besar Jerman untuk Indonesia.  Dalam kapasitas tersebut, dia mendampingi delegasi Saudi sebagai penasihat khusus dalam Konferensi Asia-Afrika, Bandung, April 1955. Hentig memberi nasihat pada orang Arab untuk mengadopsi kebijakan netralisme dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan mereka dari super power dunia saat itu, Amerika – Rusia.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 384).

Pandangan NAZI tentang ISLAM?

Seiring bangkitnya gerakan Nasional-Sosialis (NAZI) Jerman, para tokoh politik baru juga menyuarakan statemen menyejukkan tentang Islam yang sangat berbeda dengan keyakinan umum saat itu di Eropa. Termasuk diantaranya  Adolf Hitler dan Heinrich Himler! Seperti apa pandangan mereka tentang Islam?
Nov. 1938, harian Die Welt, dengan merujuk artikel di Der Arbeitsmann, menulis sebagai berikut:
"Inti utama artikel tersebut adalah pujian akan konsep Islam tentang takdir sebagai contoh komperehensif akan ide-ide nasib akan datang dan sekaligus bertentangan dengan konsep yang diyakini doktrin Kristen yang selama ini berlaku."
Merujuk ke mingguan Berlin Fridericus, majalah Prancis menulis bahwa:
"Jumlah orang masuk Islam semakin meningkat. Namun sampai saat ini tidak timbul masalah berarti di Jerman."
Mingguan Fridericus juga mengklaim bahwa:
“… disebabkan oleh konsep Islam "memproklamasikan prinsip2 vital dari etika yang sudah terbina, sehingga sangat mungkin untuk dikonfirmasikan." Dengan mengharmonisasikan ide keadilan dan pengampunan, Islam telah membuat ‘banyak orang Nordik tertarik dengan ajaran pembebasan dan keseteraan yang dikemukakan ISLAM.’
Der Welt menyimpulkan laporannya:
"Orang-orang Austria yang bergabung kembali dengan Reich mendapati bahwa di ibukota kini berkembang penelitian dan minat besar akan agama Muhammad, sehingga kita melihat bertambahnya orang lokal yang memproklamirkan diri sebagai pengikutnya (seperti tercatat di laporan resmi pemerintah). Di pihak lain, propaganda terencana yang mendukung ditinggalkannya ajaran Gereja justru semakin berkembang."
(dikutip dari buku "Nazisme et Islam" karya Omar Amin Mufti).
------------------------------------------------------------
Demikianlah, NUR Islam bersinar terang di tengah-tengah semangat NAZI di jantung Eropa.
--------------------------------------------
Related Post:
Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam–Bagian 4 
Rasialisme versi NAZI Jerman - Bagian 3
Kabut Misteri Dibalik Interaksi NAZI Jerman dan Islam - Bagian 1
--------------------------------------------------------

Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

3] Rasialisme versi NAZI Jerman


Sesudah Nazi berkuasa terjadi polarisasi antara politikus muda dan tokoh politik tua yang lebih konservatif demi menenangkan - USA dan UK – agar tidak mengancam keseimbangan kekuatan. Sebaliknya Elemen muda  ingin mengambil keuntungan dari perjuangan anti-kolonialisme.
Elemen muda dipimpin Adolf Hitler - Heinrich Himler pendukung policy pro-Arab untuk merdeka dan sedang melawan Zionisme yang inginkan Negara Israel. Dukungan pro-Arab menjadi kebijakan Hitler. Sementara Zionist di-support penuh dari imperialis Barat (USA, Inggris dan France).

Rasisme Nazi menghargai ras asing

Memang NAZI melakukan sistem rasialism. Tapi Rasialism seperti apa?   Berikut penuturan Léon Degrelle: 
"Rasialisme Jerman berarti penemuan kembali nilai-nilai kreatif dari ras mereka sendiri, sekaligus penemuan kembali kebudayaan mereka. Usaha pencarian yang mereka lakukan adalah hal yang mengagumkan dan terhormat. Rasialism Nasional-Sosialism bukan dibuat untuk melawan ras lain melainkan untuk kepentingan ras sendiri. Tujuannya mempertahankan dan mengembangkan ras yang sudah ada dan mengharapkan ras lain melakukan hal sama"
"Ini dibuktikan ketika Waffen-SS memperbesar jumlah anggota dengan merekrut lebih dari 60.000 MUSLIM asing. Waffen-SS sangat menghargai cara mereka menjalani hidup, kebiasaan,adat dan terutama keyakinan religius. Setiap batalion SS Islam ada imamnya, dan tiap kompi ada Mullah. Harapan kita adalah semoga kualitas mereka mendapat apresiasi setinggi mungkin.
Inilah rasialisme yang kita anut! Aku hadir saat setiap kamerad Islamku menerima hadiah pribadi dari Hitler pada tahun baru.
Tahukah anda apa hadiahnya?
Sebuah liontin dengan Al-Qur'an kecil di dalamnya!
Hitler sangat menghormati mereka dengan memberikan  aspek terpenting dalam hidup dan sejarah mereka.
Singkatnya, rasialismE Nasional-Sosialism (NAZI) merupakan ideologi setia pada ras sendiri dan sangat menghormati ras lain." (Léon Degrelle, "Epic: The Story of the Waffen SS," The Journal for Historical Review, vol. 3, no. 4, halaman 441-468).

Faktanya NAZI berperang melawan negara penjajah bangsa Muslim - Inggris, Prancis, Belanda dan Rusia. Ini menjadi sebab  kaum muslim mendukung Hitler, mendaftarkan sebagai Sukarelawan NAZI. Mereka muslim Bosnia, Albania, Chechnya, Tatar dan bangsa-bangsa di bawah tirani komunis Soviet. Jangan abaikan pula unit-unit perlawanan Arab (Freies Arabien) dari Timur Tengah dan Afrika Utara.
Lencana Freies Arabien sleeve patch - tempel di lengan            Badge Freies Arabien sleeve patch - ditempel di lengan


arabian volunteer wehrmacht             Badge Freies Arabien sleeve patch di lengan sukarelawan NAZI Arabian Wehrmacht
sukarelawan Arab di ketentaraan NAZI Jerman   Relawan Arab di ketentaraan NAZI dengan bendera kebanggaan mereka yang mengandung syahadat. Kiri depan adalah atasan mereka Asli Jerman.
Bukti Sejarah: Ditemukan Orang INDONESIA menjadi Tentara NAZI

       Orang Indonesia yang menjadi anggota Waffen-SS, Kesatuan elit tentara NAZI
Foto berasal dari Mark Bando, peneliti sejarah AS yang khusus meneliti unit-unit pasukan Parasut. Dalam penelitiannya Divisi Airborne ke-101, dia bertemu Wilson Boback,  veteran yang bertempur di Belanda, Operasi Market Garden September 1944. Unit Boback berhadapan dengan pasukan Landstorm Nederland (simpatisan NAZI di Belanda) dan Boback membunuh salah satunya. Dia geledah mayat si prajurit, dan menemukan foto orang Indonesia (Hindia-Belanda) memakai seragam Legion Nederland (kerah wolf’s hook plus perisai dan cufftitle), bersama helm khas Jerman berkilauan lengkap dengan lambang LN.
Divisi LN (Landstorm Nederland) adalah simpatisan NAZI dari Belanda yang sedang menjajah indonesia, dan orang Indonesia itu tengah tinggal di belanda dan menjadi tentara NAZI. Setidaknya ada 1 orang Indonesia yang pernah menjadi tentara NAZI-Waffen-SS. Kemungkinan besar tidak sendiri! Adakah orang Indonesia lain yang menjadi tentara Nazi?
Bagaimana menurut anda, apakah membanggakan atau memalukan?
Sangat membanggakan karena itu bentuk perlawanan pada penjajah.
----------------------------------------------
Muhammad Amin al-Husseini, Mufti Besar al-Quds/Jerusalem, memimpin perlawanan Arab terhadap Yahudi dan Inggris dari Berlin. Mantan PM Irak Rashid Ali al-Gailani memimpin perlawanan terhadap Inggris dari Berlin. Para jurnalis Arab, penulis dan pejuang kemerdekaan dari pengasingannya di Jerman.
Haroun al-Rashid Bey-inspiring quotes documentSS-Standartenführer Wilhelm Hintersatz (1886-1963) - Haroun al-Rashid Bey
Banyaknya tokoh Muslim di Jerman membuka peluang orang2 Asli Jerman  membina kontak dan belajar ISLAM. Diantaranya SS-Standartenführer Wilhelm Hintersatz (1886-1963), seorang Austria yang menjadi mualaf dan adopsi nama Haroun al-Rashid Bey. Dia kepala unit Osttürkischen Waffen-Verbände der SS yang anggotanya orang Uzbek dan Tatar-Volga. Mereka buktikan kemampuannya di pertempuran front Polandia.
(Ataullah Bogdan Kopanski, "Muslims and the Reich," Barnes Review, September-October, 2003, halaman 30-31)
--------------------------------------------
Saya ingin bertanya, Kita – orang INDONESIA - dijajah 100-an tahun dan kemudian si Penjajah diperangi Hitler, lalu: 
Mengapa kita ikut menghujat NAZI  setelah membaca sejarah PD II?  Sejarah ditulis menurut versi pemenang perang (versi Yahudi Amerika).
 
Apakah Nazi pernah menjajah Indonesia?
Apakah sejarah Nazi berlumuran darah Muslim?
--------------------------------------------
Related Post:
Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam–Bagian 4 
Fenomena Islam di sekitar Nazi Jerman - Bagian 2
Kabut Misteri Dibalik Interaksi NAZI Jerman dan Islam - Bagian 1
--------------------------------------------------------

Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

4] Daftar Perwira NAZI, SS dan Wehrmacht Pemeluk Islam


Berikut ini para petinggi Nazi dan perwira SS yang migrasi ke Timur-Tengah dan menduduki posisi militer dan birokratis, terutama di Mesir dan Suriah pasca Perang Dunia II. (Jean and Michel Angebert, The Occult and the Third Reich, New York : Macmillan,1974, p.275-276).
image
SS-Standartenführer Wilhelm Hintersatz (Haroun al-Rashid Bey)
Banyaknya tokoh Muslim, seperti Mufti Masjidil Aqsa (Palestina) Muhammad Husein Al-Amin sebagai pengungsi di Berlin membuka peluang penduduk asli    berinteraksi dan belajar ISLAM. Diantaranya  SS-Standartenführer (setara Kolonel) Wilhelm Hintersatz (1886-1963), orang Austria yang menjadi mualaf, nama muslimnya Haroun al-Rashid Bey yang mengepalai unit Osttürkischen Waffen-Verbände der SS yang anggotanya orang Uzbek dan Tatar-Volga. Mereka buktikan kemampuannya di front Polandia.

Dr. Fritz Grobba ex Duta Besar untuk Irak - Arab Saudi. Dia pengagum kebudayaan Islam, "Lawrence of Arabia Jerman" sahabat Mufti al-Husseini. Paska PD II, Grobba memeluk Islam dan menjadi penghubung politik Gamal Abdel Nasser dengan Jerman dan Soviet.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York : Autonomedia,1999, p.383). 


Werner-Otto von Hentig, sahabat Grobba, kepala Divisi Arab  Kementerian Luar Negeri saat dipimpin  Joachim von Ribbentrop. pasca PD II, dia habiskan hidupnya di Arab. Tahun 1955 Ibnu Saud menjadikannya kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi.
 
Menjadi Duta Besar Jerman di Indonesia!  Dalam kapasitas tersebut dia mendampingi delegasi Arab Saudi sebagai penasihat khusus di Konferensi Asia-Afrika, April 1955. Hentig memberi advis untuk mengadopsi kebijakan netralism dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan.
(Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York : Autonomedia,1999, p. 384).
Erich Altern (Ali Bella), Ex komisioner urusan Yahudi di Gestapo Pasca PD II menjadi instruktur militer pejuang PLO di Mesir.

Hans Appler (Salah Chaffar) stafnya Goebbels,  bekerja di Kementerian Informasi tahun 1956 dan akhirnya menjadi anggota Islamic Congress.

Franz Bartel (Hussein) : Asisten kepala Gestapo di Kattowitz, tahun 1959 bertugas di dept. Yahudi, Kementerian Informasi Mesir.

Walter Baumann/Ali Ben Khader, SS-Sturmbannführer, Warsawa, bekerja di Kementerian Informasi Mesir dan instruktur PLO.

Fritz Bayerlein : Jenderal terkenal yang bertempur bersama Jenderal Erwin
Rommel di Afrika Utara. Dia membantu perbaikan tank-tank Mesir.

Hans Becher : Ex Kepala seksi Yahudi Gestapo Wina, instruktur kepolisian Mesir di Alexandria.

Wilhelm Beissner : Kepala Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA). Dia migrasi dan menetap di Mesir.

Bernhard Bender/Bashir Ben Salah : perwira Gestapo yang punya  pengetahuan mendalam tentang Yiddish hingga mampu menyusupi organisasi bawah tanah Yahudi di Warsawa, menjadi penasihat satuan polisi politik Kairo dengan pangkat Letnan Kolonel.

Werner Birgel/El-Gamin. Perwira SS di Leipzig, kerja di Kementerian Informasi Mesir.

Wilhelm Böckler (Abd al-Karim) : SS-Untersturmführer di Warsawa dan kabur ke Mesir tahun 1949 dan menjadi Pejabat Kementerian Informasi urusan Israel di Mesir.

Wilhelm Börner (Ali Ben Keshir) SS-Sturmbannführer. Dinas di Kementerian Dalam Negeri Mesir dan menjadi instruktur PLO.

Alois Brunner (Ali Mohammed) : Perwira SS senior di Departemen  Yahudi yang  dipimpin Adolf Eichmann. Penasihat pasukan khusus Mesir-Suriah. Mossad berkali-kali gagal membunuhnya.

Friedrich Buble (Ben Amman) SS-Obergruppenführer. Direktur Departemen Hubungan Masyarakat tahun 1952 dan penasihat kepolisian Kairo.

Franz Bünsch, staf Goebbels. Koresponden BND di Kairo dan membantu mengorganisasikan mata uang Riyal di tahun 1958.

Erich Bunzel, SA-Obersturmführer (Major)  kolega Goebbels. Dia bertugas di departemen Israel Kementerian Informasi Mesir.

Joachim Däumling /Ibrahim Mustafa Kepala Gestapo Düsseldorf. Penasehat 
sistem penjara Mesir dan anggota pelayanan operator radio, dipekerjakan membantu pengembangan dinas intelijen Mesir.

Hans Eisele : Dokter SS pangkat Hauptsturmführer. Staf medis di fasilitas pesawat dan misil Mesir di Helwan, meninggal tahun 1965.

Wilhelm Fahrmbacher Generalleutnant Wehrmacht (Angkatan Udara), penanggung-jawab Vlassov Armee di Prancis tahun 1944. Penasihat militer Presiden dan staff perencana pusat di Kairo.

Eugen Fichberger : SS-Sturmbannführer. hijrah ke Mesir

Leopold Gleim (Ali al-Nasher) ex SS-Standartenführer di Warsawa, kepala departemen Gestapo urusan Yahudi Polandia. Tugas di dinas intelijen Mesir.
Gruber (Aradji) sahabat karib kepala Abwehr/Dinas Intelijen Wehrmacht, Admiral Wilhelm Canaris.  Kabur ke Mesir tahun 1950, bekerja di Liga Arab.

Baron von Harder : Mantan asisten Goebbels. Tinggal di Mesir.

Ludwig Heiden (Luis el-Hadj): Perwira SS - jurnalis Weltdienst (agen pers) ditransfer ke kantor pers Mesir dalam PD II dan kembali ke Mesir tahun 1950 dan menulis buku-buku tentang Third Reich dalam bahasa Arab.
 
Aribert Heim, Ex SS-Hauptsturmführer. Dokter kepolisian Mesir. Anda ingin mengetahui mengetahui Aribert Heim klik BIOGRAFI.

Franz Hithofer : Perwira Gestapo di Wina. Lari ke Mesir tahun 1950

Ulrik Klaus (Muhammad Akbar). Tinggal di Mesir.

Karl Luder, Kepala Hitler-Jugend (Pemuda Hitler) di Polandia. Bekerja di Kementerian Peperangan Mesir.

Gerhard Mertins, Ex SS-Standartenführer. Tinggal di Mesir.

Rudolf Mildner, SS-Standartenführer, kepala Gestapo Katowitz dan Polizei Denmark. Tinggal di Mesir dari tahun 1963.

Alois Moser, Ex SS-Gruppenführer di Ukraina. Menjadi instruktur gerakan paramiliter BAJU HIJAU di Kairo.

Oskar Münzel, Jenderal Wehrmacht (Angkatan Udara). Kabur ke Mesir tahun 1950,  mengorganisasi pasukan parasut Mesir.

Gerd von Nimzek (Ben Ali) : Lari ke Mesir tahun 1950.

Achim Dieter Pelschnik (el-Said) : Lari ke Mesir.
 
Franz Rademacher/Thome Rossel, Direktur urusan Yahudi Kementerian Luar Negeri Jerman tahun 1940-1943. Lari ke Suriah menjadi jurnalis lokal.
 
Hans Reichenberg, Perwira SS tinggal di Tangier, Libia. Pendiri firma ekspor-impor Arabo-Afrika dan membantu penyelundupan senjata untuk organisasi perjuangan anti-imperialis FLN di Aljazair.
 
Schmalstich : Ex SS-Sturmbannführer tinggal di Mesir.
 
Seipel/Emmad Zuhair Ex SS-Sturmbannführer dan perwira Gestapo di Paris. Bekerja di dinas keamanan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
 
Heinrich Sellmann (Hassan Suleiman) Kepala Gestapo Ulm. Bekerja di dinas keamanan Kementerian Informasi Mesir dan penasihat kontra-spionase.
 
Ernst-Wilhelm Springer, Perwira SS yang membantu pembentukan Legiun Muslim SS lari ke Mesir. Menjadi supplier senjata pejuang Palestina.
 
Albert Thielemann/Amman Kader. Kepala SS Bohemia. Job di Kementerian Informasi Mesir.
 
Erich Weinmann : SS-Standartenführer, kepala Sicherheitsdienst (SD) di Praha. Lari ke Mesir tahun 1949. Penasihat kepolisian Alexandria tahun 1950.
 
Werner Wietschenke : Dokter SS. Menjadi dokter di militer Mesir.
 
Heinrich Willermann (Naim Fahum) Dokter SS Menjadi dokter militer Mesir.
 
Ludwig Zind (Muhammad Saleh) Aktivis anti-Yahudi terkenal. Lari ke Mesir pasca PD II karena pandangannya dianggap ekstrim. Biografinya DISINI
Sumber:
www.badische-zeitung.de www.bosnacenter.com www.en.wikipedia.org www.forum.axishistory.com www.forums.islamicawakening.com http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/11/kedekatan-nazi-dengan-islam-dan-daftar.html
------------------------------------------------------------------
Related Post:
Rasialisme versi NAZI Jerman – Bagian 3
Fenomena Islam di sekitar Nazi Jerman - Bagian 2
Kabut Misteri Dibalik Interaksi NAZI Jerman dan Islam - Bagian 1
------------------------------------------------------------------

Kembali ke BAGIAN PALING ATAS klik --->        Back to Top

READ MORE ... Monggo di-Klik

Hanya Mekkah dan Madinah Bagian Bumi yang Bercahaya

 

Benarkah 'Sunita Williams' Masuk Islam Setelah Melihat Mekah & Madinah Dari Bulan?Akhir-akhir ini beredar berita heboh bahwa 'Sunita Williams' Masuk Islam Setelah Melihat kota Mekah dan Madinah dari Bulan. Terlepas dari benar tidaknya berita tersebut, berikut ini foto Mekah dan Madinah dari luar angkasa.

Lalu seperti apa isi pesan 'Sunita Williams Masuk Islam' yang beredar melalui email tersebut? Berikut kutipan yang diperoleh dari BLog genenetto;

Quote:

Assalamualaikum...! An important message to all Muslim brothers and sisters : Sunita Williams ( First Indian woman who went on a space journey few months back) accepted "ISLAM" Masha Allah, bcoz when they were on the moon, they saw towards EARTH, the entire EARTH looked dark, but 2 places on the EARTH GLITERED & looked like SPARKS (Roshni). They were shocked to see that and saw them with the help of telescope and came to know that those two places were "MAKKAH" and "MADINAH" Masya Allah !. Then they decided that after reaching to earth they'll accept "ISLAM". Thats y they reached safely following this glitering light. So be proud to a muslim and forward it to all like fire. Allah Hafiz...!

Kurang lebih translate-nya seperti ini :

“Assalamualaikum........ !! Sebuah pesan penting untuk seluruh saudara muslim dam muslimah : Sunita Williams ( Wanita Indian Pertama yang pergi ke luar angkasa untuk beberapa bulan telah kembali ) menerima "ISLAM " karena ketika mereka ke bulan, mereka melihat ke bumi, dan nampak semua wajah bumi kelihatan sangat gelap (hitam), tetapi ada 2 tempat di bumi yang bersinar dan terlihat seperti berkilauan. Mereka kaget melihat hal itu dan mereka ingin melihat lebih jelas dengan batuan teleskop dan mengetahui bahwa kedua tempat tersebut adalah Mekah & Madinah. Mereka memutuskan setelah mereka tiba di bumi mereka akan menerima islam. Itulah alasan kenapa mereka bisa kembali ke bumi dengan selamat, karena mengikuti arah sinar dari tempat tersebut. Maka berbanggalah menjadi muslim.

Dari hasil penelusuran lain, ditemukan sebuah postingan seorang penulis di kompasiana dengan judul "Kesaksian Sunita Williams: Mekah dan Madinah Tampak Terang Dari Luar Angkasa." Bahkan kali ini dilengkapi foto makkah dan madinah dari luar angakasa. Penasaran?

Berikut kutipannya ;
Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Mekah dan Madinah. Sunita William, seorang astronaut pertama India yang pada tanggal 2 Juli 2007 berada di angkasa luar, mengatakan bahwa dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada 2 tempat yang sangat berbeda, yaitu Mekah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masa Allah, Allah Maha Besar.

Foto Kota Madinah kota Makkah

Quote:

Keterangan: sebelah kiri kota Madinah dan kanan adalah kota Mekah, Saudi Arabia.

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout?. Dikhabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams secara spontan memeluk agama Islam. Allahu Akbar, bila khabar ini adalah suatu kebenaran.

Sunita Williams sendiri adalah seorang astronot kelahiran Ohio tanggal 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita : berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit).

image

image

READ MORE ... Monggo di-Klik

Waves of Islamization swept Eurasia Continent

Awan pekat “kultur materialism” di langit Eropa Barat dan Eropa Timur tidak lagi mampu menghalangi berkas-berkas cahaya Islam. Islam yang sebelumnya identik dengan jutaan imigran Turki, Aljazair, Maroko dan lainnya kini menjadi trend gelombang mualaf dari kalangan penduduk asli Eropa dan Eurasia (Eropa Timur). Bahkan para mualaf ini sering lebih menunjukkan kesalehan di banding para pewaris Islam sendiri yang mukim di Eropa (Islam karena keturunan). Seperti  berita berikut ini :

Selasa, 31 Januari 2012 08:03:44

Aktor Irlandia, Liam Neeson mengatakan, ia pikirkan kemungkinan menjadi Muslim setelah menjalani kebangkitan spiritual di Turki, tulis institut Stonegate.

Neeson dilahirkan dari keluarga Katolik Roma di Ballymena, Irlandia Utara, mengatakan kepada harian Inggris, The Sun, bahwa ia terkesan suasana religius di Istanbul saat menjalani syuting film di kota tersebut.

“Islam menyeru untuk melaksanakan sholat 5 waktu dan untuk minggu pertama, itu membuat Anda gila, kemudian itu masuk ke dalam jiwa Anda dan hal itu menjadi sangat indah, paling indah.  Terdapat 4.000 masjid di kota, beberapa sangat menakjubkan dan benar-benar membuat saya berpikir mengenai menjadi seorang Muslim”.

Neeson, salah satu dari ratusan ribu penduduk Asli Eropa yang menjual warisan Kristen untuk eksotism Islam. Lonjakan konversi agama memberi kontribusi terhadap mainstream Islam di Eropa dan berkontribusi terhadap Islamisasi benua, tulis Institut Stonegate.

Di Inggris, dalam beberapa tahun terakhir jumlah orang yang baru saja memeluk Islam sekitar 100.000, menurut survey sebuah kelompok “Faith Matters.”  Survey ini mengungkapkan bahwa hampir 2/3 dari mereka adalah perempuan, lebih 70 persen berkulit putih dan mean usia 27 tahun.

Survey oleh Kevin Brice dari Universitas Swansea di Wales, menanyakan kepada mualaf pandangan mereka tentang aspek negatif dari budaya Inggris.  Mereka mengidentifikasi alkohol dan mabuk-mabukan, kurangnya moralitas dan kebebasan seksual dan konsumerisme tidak terkendali.

Lebih dari 1 dari 4 orang mengakui terdapat “konflik alami” antara menjadi Muslim taat dan tinggal di Inggris.  Sembilan dari 10 mualaf perempuan mengatakan sejak mengubah agama, menyebabkan mereka berpakaian lebih konservatif.  Lebih setengahnya mengenakan kerudung dan 5%  mengenakan burqa/niqab.

Salah satu mualaf penduduk asli Inggris yang menonjol adalah Lauren Booth, adik ipar ex Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.  Booth sekarang mengenakan kerudung setiap kali meninggalkan rumah dan melaksanakan sholat 5 kali sehari.

Sebuah perkiraan menyatakan 70.000 warga Perancis memeluk Islam dalam beberapa tahun terakhir, seperti dilaporkan 3 saluran TV publik.  Seperti di Inggris, mayoritas pemeluk Islam di Perancis adalah perempuan muda yang mengatakan kecewa dengan materialisme.

Konversi ke Islam juga marak di Austria, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Belanda, Hungaria, Irlandia, Luksemburg, Norwegia, Polandia, Portugal dan Spanyol.

Di Italia, seorang Ambassador Alfredo Maiolese dan seorang anggota parlemen Italia, baru-baru ini menjadi Muslim dan mendedikasikan diri mencoba memperbaiki citra Islam di Barat.

Di Swedia, kini terdapat sekitar 5.000 orang yang baru memeluk Islam.

Di Jerman, setidaknya 20.000 orang masuk Islam dalam beberapa tahun terakhir, seperti dilaporkan TV RTL.  Beberapa mualaf bahkan memainkan peran penting dalam Jihad di Jerman.

“Tren ini telah dianggap menjadi ancaman terhadap keamanan kami, dan sementara tidak semua mualaf adalah potensial ‘teroris’, kami menghadapi semacam aksi ‘terorisme’ yang tumbuh di halaman belakang kami sendiri,” ujar Menteri Dalam Negeri Wolfgang Schaeuble.

Banyak warga Eropa yang baru memeluk Islam, faktanya menjadi jauh lebih sholeh dibanding Muslim sejak lahir. Bahkan banyak dari mereka yang menjadi “radikal” , tulis Institut Stonegate.

Di Belgia misalnya, Muriel Degauque, seorang perempuan dari Charleroi yang memeluk Islam, melakukan serangan bom syahid bom mobil menargetkan tentara penjajah Amerika di Irak pada November 2005.  Seorang pembuat roti, Degauque menikah dengan seorang pria Muslim dan pergi untuk berjihad ke Irak.

Di Swiss, seorang pemuda yang memeluk Islam menjadi “ancaman potensial” keamanan negara, menurut Alard du Bouis-Reymond - kepala kantor Migrasi Swiss.  Ucapannya tidak berlebihan karena seorang Daniel Streich yang sebelumnya tokoh Islamophobia terkenal di Swiss, mantan anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) yang berkampanye menentang pembangunan menara Masjid, kini memeluk Islam dan mengatakan Swiss butuh lebih banyak Masjid.


Tag Technorati: {grup-tag},

READ MORE ... Monggo di-Klik

Kisah Cinta Sejati Wanita Mualaf China

Kisah nyata ini sangat inspiratif bagi Pencari Kebenaran  Kebahagiaan Sejati. Kisah diperoleh Publisher pertama thn 2006, ditulis oleh mahasiswi Teknik Arsitektur Universitas T di kota P, hanya disebutkan Initial saja dan disebutkan Masjid kuno Melayu. Menurut catatan si Penulis, kisah ini  sesuai penuturan  si Pelaku dan diterbitkan atas sepengetahuan / izinnya.

Lokasi mungkin saja di Pontianak dengan Universitas Tanjungpura atau Palembang dengan Universitas Tridinanti.  Namun itu bukan menjadi topik utama. Yang paling penting esensi kisahnya. Berikut ini penuturannya.

KISAH CINTA SEJATI WANITA MUALAF  BERJUANG MEMPERTAHANKAN IMAN

 

Sebelum mulai, izinkan aku mohon maaf bila ada pihak tak berkenan terutama keluargaku. Untuk itu nama dan tempat disamarkan. Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (samaran) mahasiswi Universitas T yang telah sudi menulis.

Semoga menginspirasi  pembaca atau menguatkan orang yang  mengalami  seperti aku. Allah limpahkan rahmat dan Hidayah-NYa pada kita, amiin!.

Profile

Panggil aku Mawar usia 30-an lahir di kota P, pulau  di seberang pulau Jawa sebagai bungsu dari 4 bersaudara. Kami keluarga Cina generasi ke-4 imigran ke Indonesia. Kakek buyut pendatang dari negeri jauh di utara pada awal abad 20.

Menurut cerita, kakek buyut berjualan kebutuhan pokok gula, garam beras dll, keluar-masuk kampong dengan pikulan.   Bisnis keluarga berkembang pesat setelah pemerintah menggalakkan usaha yang dilakukan bangsa sendiri (pribumi).

Saat itu ada istilah Ali-Baba. Ali panggilan pribumi dan Baba / pebisnis Cina. Pengusaha pribumi diberi kemudahan izin usaha bahkan izin impor, tapi umumnya kesulitan modal. Sementara banyak etnis Cina modalnya kuat membeli izin usaha dari pribumi, sehingga memudahkan bisnis expor-impor ke Singapura, Malaysia dan Hongkong yang dikuasai etnis kami.

Bisnis keluarga makin besar, merambah semua bidang;  pertambangan, emas, perkebunan dan lainnya.  Kekayaan keluarga kami diatas rata-rata orang kaya Indonesia, above than ordinary rich.

Harta keluarga amat melimpah hingga orangtua cemas  seandainya kami sekeluarga (tiba-tiba) mati dan tidak ada yang mengurus harta kami. Untuk itu kami sekeluarga tidak pernah melakukan perjalanan pesawat bersama-sama. Bila liburan bersama, biasanya kami dibagi 2-3 flight. Papa-mama satu pesawat sisanya dibagi 2 flight. Sehingga bila terjadi musibah, ada anggota keluarga yang  tetap melanjutkan bisnis.

Aku bercerita tentang keluarga sebab sangat terkait dengan kisah selanjutnya.

Papa lahir dan dibesarkan di kota P. Setelah lulus SMA studi bisnis di negeri H (Hongkong). Begitu kembali papa menjadi businessman handal, banyak relasinya di berbagai negara. Papa rendah-hati, pendiam, bicara terukur dan seperlunya serta  jarang marah. Mama dari pulau lain yang menjadi karyawati perusahaan kakek sebelum bertemu papa. Mama orangnya keras, pintar, lincah, banyak pergaulan hingga kadang kami fikir, papa sepertinya takluk pada mama.

Banyak kebijakan perusahaan berasal dari ide mama dan selalu sukses. Keduanya memang pasangan  serasi dan saling mengisi.

Mengenal Islam

Masa kecilku penuh kebahagiaan. Dari SD hingga SMA aku sekolah swasta terkemuka, siswanya banyak anak bupati, gubernur atau pejabat. Aku pun berbaur tanpa memandang golongan, agama dan ras. Kadang aku diundang ke rumah mereka (anak bupati/gubernur) sehingga kenal dekat keluarganya dan kelak bermanfaat buat perusahaan kami.

Di sekolahku ada pelajaran agama untuk setiap pemeluknya. Jika ada pelajaran agama tertentu, penganut agama lain diizinkan keluar, tetapi boleh juga tinggal. Misalnya ada pelajaran Islam, aku lebih suka tinggal di kelas mendengarkan apa yang diajarkan.

Aku non-Muslim, setiap minggu ke tempat ibadah kami, tetapi aku lebih tertarik dengan Islam. Ada semacam panggilan dari hati paling dalam, Awalnya kupikir hanya perasaan ingin-tahu. Tapi setiap mendengar adzan, hati aku selalu bergetar.

Rumah kami sangat besar. Sering aku sendirian, orangtua sibuk di Jakarta dan hanya beberapa hari di rumah dalam sebulan. Kakak-kakakku masih kuliah di LN, sehingga rumah dengan 6 kamar besar, hanya dihuni aku sendiri. Pembantu, sopir dan satpam tinggal di pavilion terpisah dengan rumah induk. Di kesunyian hati, aku merasa sejuk setiap mendengar ayat Quran yang kadang tidak sengaja aku dengarkan di TV.

Aku makin tertarik dengan pelajaran Islam. Melihat ibu guru mengenakan kerudung dan wajah bersih bersinar membuat hati merasa sejuk. Dengan melihat wajah ibu guru saja, aku merasakan damai. Tanpa sadar akupun mencatat apa yang diajarkan, aku hapal ayat-ayat pendek. Semua terjadi begitu saja dan tak bisa dicegah. Pernah ibu guru menghampiri aku yang secara refleks sedang mencatat pelajaran tentang HAJI di papan tulis.

Beliau tahu aku non-muslim. Begitu mendekati tempat duduk aku. Jantung berdebar keras membayangkan diusir dari kelas. Ternyata hanya tersenyum ramah melihat catatanku. "Insya Allah kelak Mawar bersama ibu melaksanakan ibadah Haji ya…."

Hubunganku dengan Ibu Aisyah (samaran) makin akrab, aku tidak sabar menanti hari pelajarannya. Hubungan itu bagai anak dan ibu. Meski aku juga tetap mengikuti pelajaran agamaku, tapi lebih banyak melamun bahkan tidak mencatat sama sekali.

Sebagai gadis remaja tinggi 160 cm sedang mekar dan giat cari pacar. Banyak komentar teman; tubuhku indah, proporsional, wajah oriental dan akan banyak menarik perhatian laki. Tapi saat itu aku tak tertarik dengan pria seetnis. Sebaliknya setiap Jumat aku suka melihat siswa muslim ibadah shalat Jumat, hati langsung bergetar membayangkan andai salah satunya mau jadi pacarku. Dengan wajah bersih bersinar, basah tetesan air wudhu, melangkah ke masjid di seberang sekolah Ah...! Indahnya membayangkan wajah-wajah tersebut.

Aku tahu diri, mana ada pribumi yang mau menjadi pacarku. Banyak yang masih membedakan ras. Pacaran dengan cina dianggap memalukan dan menjadi cemohan.

Aku pernah berpacaran dengan anak bupati. Dia memutuskan hubungan  hanya karena ayahnya calon Gubernur yang tidak mau anggota keluarga  bisa menghambat pencalonan, seperti anaknya berpacaran dengan cina. Alasannya sangat mengada-ada tapi aku sadar; orangtuanya tentu tidak rela anaknya berhubungan terlalu jauh denganku yang juga beda agama.

Tapi hatiku sudah bulat kelak punya suami pribumi bahkan  bersedia masuk Islam. Keputusan ini kelak membawa hidupku melewati perjalanan penuh ujian dan cobaan.

Studi ke Australia dan Amerika

Lulus SMA aku study ke Aussie (Australia) dan Amerika mengikuti 2 kakakku. Tak banyak yang perlu diceritakan. Hampir 5 tahun kemudian aku kembali dengan gelar Master dan mengabdi untuk bisnis keluarga. Dalam waktu singkat profit perusahaan meningkat pesat, terus membesar - merambah banyak sektor bisnis.  Aku punya akses ke para elite daerah, karena semasa sekolah aku sudah mengenal keluarganya. Semua urusan perizinan aku selesaikan dengan mudah.

Aku masih single di pertengahan usia 20-an. Banyak pria  berusaha mendekatiku, dari pengusaha muda sukses hingga pemilik perusahaan besar.  Namun hatiku tidak bergetar sama sekali.  Mencari suami itu mudah tapi aku ingin mencari soulmate.

Romantisme dalam Islam

Suatu hari kantor mendapat staf baru dari kantor cabang di Jawa, 3 tahun lebih tua dariku, wajah bersih dan etnis Jawa. Tutur-kata lembut, sopan, tinggi proporsional dan ahhh...! Ini dia. Dia muslim taat. Wanita sekantor tidak habisnya membicarakan dan berlomba  mendapatkan perhatiannya. Menurut laporan - dia amat rajin, jujur, berprestasi hingga dipromosikan ke posisi lebih tinggi dan satu divisi denganku. 

Awalnya aku jaga image sebagai anak Big Boss. Lama-lama hati enggak bisa bohong,..sedikit demi sedikit namun pasti...aku jatuh cinta. Suatu saat kami semobil dari kantor gubernur. Tiba-tiba dia meminta izin shalat Ashar di Masjid Raya. Dari dalam mobil,  kucermati ia berwudhu, melangkah ke masjid, shalat...Ahhh!. Andai saja aku kelak bisa mengikuti di belakangnya.

Awalnya kami memanggil  secara formal 'Pak' dan 'Ibu'.  Tapi lama-lama secara tak sengaja aku memanggil "Mas" karena aku sering melihat orang Jawa memanggil yang lebih tua, suami atau kakak dengan sebutan "Mas". Dia rikuh, tetapi lama-kelamaan terbiasa. Tapi itu aku lakukan bila hanya berdua, tidak di kantor. Aku meminta dipanggil 'Dik'  bukan 'Ibu Mawar.'

Seperti pepatah Jawa, "Witing tresno jalaran kulino" terjemahan bebas  "Cinta tumbuh karena terbiasa selalu bersama." Bayangkan bagaimana awal cinta kami!!!

Kami duduk di belakang sopir mobilku.  Awalnya membahas berkas kerja, kadang tidak sengaja tangan kami bersentuhan. Dia secara sopan segera menarik tangannya dan minta maaf. Ahh!...sebal rasanya. Padahal aku yang menginginkan. Tapi itu tidak berlangsung lama, Akhirnya dia takluk. Aku biarkan tangannya memegang berkas lalu aku pura-pura membahas sambil tanganku menyentuh jari dan tangannya. Aku tidak pandai pura-pura. Dengan berani kugenggam jemarinya, lama-lama dia (sebut saja Mas Fariz) merespon, menggenggam tanganku...ahh!...!

Sering aku pura-pura minta supir kembali dari suatu tempat, seolah ada yang tertinggal ... padahal hanya ingin berlama-lama dengan dia.

Suatu saat aku pura-pura ketinggalan sesuatu, meminta sopir ke rumah. Begitu memasuki rumah orangtuaku, wajah Mas Fariz pucat. Dia gugup karena khawatir papa (Big Boss)  marah jika mengetahui pada jam kerja mampir ke rumahnya. Aku bilang tidak perlu takut, bukankah anak Big Boss yang membawanya.

Setahun berlalu. Hubungan kami semakin erat tapi dia belum menyatakan cinta. Mungkin takut ditolak apalagi beda agama. Hingga suatu saat dia menelpon mengajak bertemu di restoran luar kota.  Dia meminta datang sendirian tanpa sopir.

Di restoran itu dia menyatakan cinta...langsung saja kuterima. Kukatakan aku bersedia memeluk Islam dan sejak lama ingin masuk Islam, jadi mas Fariz semoga menjadi pembimbingku. Airmatanya meleleh. Seumur hidup baru kali ini seorang pria berlinangan airmata karena aku. Aku tidak kuasa menahan airmata dan yakin mendapatkan 'Soulmate.'

Di kantor kami bekerja seperti biasa. Tapi di luar kantor kami sepasang kekasih. Dia mengajari shalat dan sedikit doa. Dia memang lelaki taat, menjaga kesopanan dan tidak pernah melewati batas. Sehingga kadang aku yang menggoda, namun dia selalu bilang, sabar!...tunggu waktunya.  Seribu kali sayang, serapat apapun ditutupi, sedikit demi sedikit bocor juga rahasia kami hingga  papa tahu ................

Tentangan Keluarga

Suatu hari tiba-tiba papa datang ke ruangan aku, padahal amat sangat jarang terjadi, jika ada keperluan biasanya aku dipanggil. Mulanya papa tidak menanyakan hubungan aku dengan mas Fariz, tetapi sedikit demi sedikit topiknya mengarah kesana. Akhirnya papa menanyakan kebenaran hubungan itu. Aku tidak sanggup menjawab, wajah aku tertunduk. Papa menatap dan menunggu jawaban aku.

Aku tidak sanggup berbohong atau menyangkal, sebaliknya jika bilang "iya" aku khawatirkan karir  Mas Fariz. Aku hanya bisa menangis ... Esoknya, Mas Fariz tidak hadir, dia dipindahkan ke Jawa. Akupun kehilangan kontak.

Seminggu kemudian mas Fariz bercerita di telpon bahwa setelah papa menemuiku,  dia langsung menemuinya. Esok paginya dia harus kembali ke kantor lama. Keadaan semakin parah, setiap karyawan di kantornya sudah tahu hubungan kami. Banyak tuduhan kalau mas Fariz mengincar harta dan kedudukan dengan memacariku. Berulangkali dia sebut nama Allah, bersumpah, cintanya kepadaku bukan karena itu.

2 minggu kemudian dia resign, tetapi kami masih  berhubungan telpon. Dia mencari pekerjaan di perusahaan yang punya cabang di kota P agar bisa menemui aku.  3 bulan kemudian dia  mendapatkannya dengan  gaji jauh lebih kecil.  Aku amat terharu, dia korbankan karirnya demi aku.

Kami pun bebas berhubungan tidak peduli perkataan orang di kantor, tapi papa kembali mengetahui dan kali ini mama turun tangan.

Mereka tidak bedakan ras dan tidak keberatan bergaul dengan siapapun, tapi tidak bisa diterima jika aku masuk Islam dan mereka sudah curiga. Maka kujelaskan, aku sudah dewasa untuk mengambil keputusan hidup tanpa tergantung papa-mama - jawaban yang membuat mereka murka.

Mereka berkata, banyak orang rela mati demi merasakan rumah mewah, sopir tersedia tiap saat, mobil mewah, uang melimpah dan dihormati. Mereka katakan, tanpa mereka aku tidak akan pernah bisa memperoleh kehidupan seperti ini. Aku hanya menangis. Tapi hatiku bertekad apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan Mas Fariz.

Aku giat mendalami Islam. Saat istirahat kantor, aku pergi ke tokobuku besar di Mal untuk membaca buku Islam. Pernah aku mengajak rekan kantor ke tokobuku. Aku langsung ke rak buku Islam, dia ingatkan kalau aku ada di bagian rak buku Islam. Aku bilang memang benar, aku mau membaca tentang Islam.

Klimaks

Kedua kakak laki-laki aku menikah dan menetap di Jakarta menjalankan bisnis kami  dan papa-mama sekarang lebih banyak tinggal di kota kami  bersama kakak perempuanku dan aku. Tapi hubungan aku dengan papa-mama semakin renggang, kakakku pun sudah terprovokasi dan menjauh.

Aku dianggap bukan bagian keluarga dan tak diajak makan bersama di meja makan. Pembantu  disuruh memanggilku untuk makan bila mereka  selesai makan. Makanan yang ada adalah sisaan mereka dan pembantu tidak diperbolehkan menambah. Akhirnya aku makan makanan sisa.

Jika mereka makan ayam, aku makan ceker dan kepala saja. Bayangkan  rasanya sakit hati. Aku bersabar dan mas Fariz selalu mengingatkan untuk berbakti pada orangtua. Bisa saja aku akan di restoran  termahal di kota P.

Kakak perempuanku sebenarnya kasihan padaku, sehingga kadang dia menyimpan sebagian makanan yang baru dimasak. Sehingga pada saat mama-papa selesai makan, diam-diam dihidangkan untuk aku. Secara tidak terduga, mereka kembali ke meja-makan dan memergoki. Langsung mama rebut piringnya dan melemparkan ke lantai. Sambil menyindir tidak perlu kasihan sebab aku sanggup hidup tanpa diberi makan mama-papa.

Ohh..! Mereka rupanya sudah amat membenci. Hancur berkeping hati aku. Aku hanya menangis tetapi tidak menyesalI dan aku akan tetap bertahan.

Mas Fariz menyarankan bicara baik-baik agar papa-mama luluh. Suatu malam ada kesempatan mendatangi mereka dan berbicara. Dengan tutur baik aku meminta maaf. Aku tumpahkan perasaan semuanya. Tapi justru itu membuat mereka bertambah murka. Mereka tuduh aku kena sihir dan menyarankan aku sadar.

Ya Allah! Aku sehat, Insya Allah tidak ada satupun sihir. Semua keinginan murni dari panggilan jiwa yang tidak bisa aku cegah. Aku jelaskan lagi,  bahwa aku sudah dewasa hingga apapun keputusan bisa kupertanggung-jawabkan. Aku bisa mandiri jika dikehendaki. Pendirian mereka pun tetap bahkan menantang, jika sanggup hidup mandiri, sekarang juga serahkan seluruh harta yang  aku dapatkan selama hidup dengan mereka.

Karena tekad bulat, malam itu seluruh kartu credit, ATM, buku bank aku serahkan. Uang yang aku punya hanya yang tinggal di dompet. Sepertinya tinggal menunggu waktu untuk meninggalkan rumah. Esok paginya aku ada keperluan untuk membuka lemari besi tempat penyimpanan surat berharga keluarga. Berulangkali mencoba, aku tidak bisa membukanya.

Ternyata nomor kombinasinya diubah. Padahal ada barang pribadi aku: Ijasah, perhiasan dan lain. Aku telpon papa tapi jawabannya sinis. Papa menyindir kalau sanggup hidup mandiri, mengapa mau membuka lemari besi keluarga, pasti ada barang  yang mau dijual. Aku dikucilkan. Mereka menyiksa dengan caranya sehingga aku  menyerah. Aku mengadu ke mas Fariz dan mengatakan akan minggat. Dia diam, lalu  berpesan jangan sampai putus hubungan keluarga.

Beberapa hari kemudian aku tinggalkan rumah dan kos di dekat kantor. Aku berpamitan baik-baik pada mama-papa. Tetapi mereka menoleh pun tidak. Aku masih ada cukup uang di dompet. Aku bersumpah tidak akan meminta uang mereka.

Aku bertekad hidup mandiri. Selama bekerja di perusahaan papa, secara formal aku digaji sesuai dengan posisiku. Tapi disamping itu setiap bulan, aku mendapat uang-saku dari papa hampir 20x lipat gaji resmi. Sehingga penghasilan sebulan cukup untuk hidup mewah selama setahun. Seluruh simpanan bank, mencapai 10 digit. Mungkin cukup biaya seumur hidup.

Sekarang aku tetap bekerja dengan harapan masih digaji. Tapi akhir bulan aku tidak mendapat sepeserpun. Saat kutanyakan ke pembayaran gaji, ada perintah menahan gajiku. Ya Allah, mereka lakukan cara apapun agar menyerah. Saat itu juga kutinggalkan perusahaan papa selamanya.

Start from Zero

Saat kuadukan ke mas Fariz dia teramat sedih dan meminta maaf, karena dia hidupku menderita. Dia rela andai aku tak kuat untuk mundur. Aku peluk dia dan kupastikan keputusanku tidak berubah. Akupun semakin ingin hidup bersamanya. Saat itu hanya dia sandaranku. Dengan berurai airmata, dia tanya lagi, apakah rela menjadi muslimah dan menjadi istrinya. Kuciumi tangannya kukatakan kukorbankan kehidupanku hanya untuk bisa hidup bersamanya dan tidak akan menyesali.

Singkat cerita, dengan diantar mas Fariz aku mengucapkan kalimat syahadat di sebuah masjid disaksikan imam dan beberapa jemaah masjid. Dia mengajak segera menikah di kota kelahirannya. Kebetulan tugasnya dipindahkan ke pulau Jawa.

Sebelum menikah kami datangi rumah papa-mama. Tapi satpam di pintu gerbang mengatakan kalau dia diperintahkan tidak boleh membuka pintu bila kami datang. Sebenarnya ia mau membuka pintu. Tapi aku larang, khawatir mencelakai pekerjaan Biarlah aku saja yang menderita. Aku tinggalkan secarik surat yang isinya mohon doa restu bahwa aku akan menikah dengan Mas Fariz. Aku beritahukan ke pak satpam aku sudah muslimah. Matanya berkaca-kaca saat kukatakan aku mualaf.

Keluarga mas Fariz menanyakan ketidakhadiran keluargaku di pernikahan kami. Tapi setelah mas Fariz bercerita, mereka memahami. Kami menikah secara sederhana. Keluarganya amat sangat menerimaku dengan hangat tanpa mempermasalahkan keturunan Cina. Ibu mertuaku amat sayang kepadaku. Aku amat sangat bahagia menjadi istrinya.

Aku hidup di rumah sederhana, kulalui dengan penuh kebahagiaan dan aku tidak mengeluh sedikitpun dengan yang mas Fariz berikan. Aku tidak lagi bekerja, karena aku ingin mengabdi pada suamiku. Disamping itu semua ijasah masih tersimpan di lemari besi, aku tidak bisa melamar pekerjaan. Aku pun ingin membuktikan bisa mandiri dengan suamiku.

Mas Fariz amat sangat menyayangiku tiap pagi sebelum berangkat kantor dia memelukku. Tiap hari kubawakan 'lunch box' makan siang karena aku tidak mau dia makan makanan masakan orang lain. Aku sangat posesif, ingin memiliki dan melayani secara total. Tiap hari aku bangun sebelum dia bangun dan tidur setelah dia benar-benar tidur untuk memastikan dia sudah benar-benar tidak perlu aku layani lagi. Aku siapkan celana, baju, kaus kakinya tiap pagi sebelum berangkat kerja. Sehingga dia tidak perlu memikirkan pakaian apa yang harus dia pakai. Bahkan aku potong kukunya bila sudah panjang. Dia kujadikan pangeran bagi diriku.

Tiap malam sebelum tidur, kami ngobrol dan saling mengajarkan bahasa. Dia mengajari bahasa jawa, sedangkan aku mengajari bahasa mandarin. Dia amat cepat belajar mandarin dalam waktu singkat dia menguasai kata-kata yang umum diucapkan, kadang mengajakku bicara mandarin di rumah. Memang perusahaan tempatnya bekerja milik etnis Cina dan banyak berhubungan dengan keturunan Cina, sehingga bila berbahasa mandarin akan memberi keuntungan tambahan.

Suatu saat dia pulang membawa motor, kantornya memberi pinjaman cicilan motor. Memang hanya motor, tapi aku bahagia sekali dengan yang dia dapatkan. Berulangkali dia minta-maaf tak bisa membeli mobil seperti yang pernah kumiliki. Aku katakan motor yang kita miliki jauh lebih mewah dari mobilku dulu. Karena motor ini bukan sekedar dibeli dengan uang, tapi juga dengan cinta.

Kehidupan perkawinan kami teramat indah, kalau di rumah nyaris kami tidak bisa berjauhan. Tiap hari bagi kami adalah bulan madu. Setahun kemudian lahir anak kami. Bayi itu sebut saja 'Faisal'. Mas Fariz yang membacakan Azan dan iqomat sesaat setelah lahir. Aku merasa lengkap kebahagiaanku. Setiap hari bertambah bahagia bisa merasakan 2 orang "Fariz" dalam rumahku. Saat mas Fariz ke kantor, aku di temani Fariz kecil. Aku mencintai 2 orang yang sama darah dagingnya.

3 tahun anak kami hadir. Mas Fariz bercita-cita mendatangi orangtuaku, oma-opanya Faisal. Dia ingin perkenalkan cucu mereka dan menyatukan aku dengan papa-mama. Dia berharap dengan kehadiran Faisal, akan meluluhkan hati orangtuaku. Tapi tiap menelpon, papa-mama bersikap seperti dulu. Bahkan waktu kukatakan bahwa mereka  punya cucu dariku, mereka menjawab, kalau mereka tak merasa punya keturunan dariku…Ohh! malangnya anakku. Aku teramat sedih, teganya papa-mama. Aku maklumi masih membenciku, tapi jangan pada anakku, cucu mereka.

Tidak Putus Dirundung Malang

Dia yakin papa-mama akan menerima kami. Sebelum harapan terpenuhi, musibah mulai datang ....

Suatu hari suamiku pulang lebih awal karena merasa nggak enak badan, seperti masuk angin. Aku menyuruhnya segera istirahat, tidur dan memberi obat penghilang sakit. Malamnya tubuh panas menggigil. Keesokannya aku bawa ke dokter dan dikatakan hanya demam biasa sehingga hanya diberi obat penurun panas. Tapi malamnya tubuh tetap panas, menggigil dan mengigau. Dia menolak untuk dibawa ke RS bilangnya demam biasa.

Hari ke-4 kondisinya parah dan pingsan, dari hidung keluar darah. Di RS  Hasil periksa darah, trombosit tinggal 26.000 normalnya diatas 150.000. Suamiku kena demam berdarah, Dokter menyalahkan kenapa tak segera dibawa ke RS lebih awal, karena serangan terberatnya di hari 5. Kalau kondisi tidak kuat, amat berbahaya.

Hari ke 5 makin parah, napasnya berat, trombositnya tidak naik. Malam itu setengah mengigau, dia memanggilku, aku genggam tangannya, aku dekati telingaku ke mulutnya, aku dengar dia coba ucapkan sesuatu. Air matanya meleleh. Dia ucapkan "Maafkan aku" Aku tenangkan dia, kalau tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku ikhlas mendampinginya. Setelah mendengar kata_kataku dia tenang, dengan 1 tarikan napas dia ucapkan "La ilaaha illa llaah" lalu meninggal dalam pelukanku.

Aku ingat ucapannya, jika Allah izinkan, dia ingin meninggal di pelukanku. Aku memarahi dia, jangan bilang seperti itu. Tapi dia serius, kalau dia tak sanggup kalau aku meninggalkannya. Ternyata Allah  kabulkan. Orang yang aku jadikan sandaran hidup telah pergi. Tidak terkira sedih hatiku. Andai tidak ingat anakku, aku ingin menyusul Mas Fariz.

Mas Fariz jujur dan baik, seluruh rekan kerjanya dan big boss hadir melayat. Kantor memberi santunan 4x gaji, ditambah uang duka. Aku ditawari kerja di perusahaan tersebut. Tapi aku rasa setengah nyawaku hilang. Selama 3 bulan berduka, aku tidak sanggup melakukan apapun.

Sementara aku di rumah mertua agar Faisal ada yang mengasuh. Rumah dan motor dijual, karena tidak sanggup kubayangkan kenangan Mas Fariz. Hampir setengah tahun di rumah mertua, aku putuskan kembali ke kota asalku. Sebenarnya ibu mertua amat baik dan penyayang. Tapi aku tahu diri  tidak mungkin bergantung ke siapapun. Aku harus mandiri demi anakku satu-satunya.

Di kota asalku aku mengontrak rumah dan membuka toko kecil. Mungkin karena masih berduka dan terbayang suami hingga kurang mikirkan usahaakhirnya bangkrut.  Uang habis untuk membayar tagihan suplier.

Aku sebenarnya tidak pernah putus asa apapun aku jalani asal halal. Pernah jadi pelayan restoran beberapa bulan dan berhenti karena anakku tak ada yang menjaga. Akhirnya aku kehabisan uang tak sanggup bayar kontrakan. Dengan koper isi pakaian dan menggendong anakku berjalan tanpa tujuan. Aku bingung akan kemana. Pernah terlintas di benakku untuk kembali ke keluargaku. Tapi dengan kondisi ini mereka pasti merasa menang, tertawa terbahak dan mengejekku seumur hidupku bahwa aku gagal memilih jalan hidup.

Dibawah Naungan Islam

Ditengah perasaan putus asa, kuteringat masjid tempat aku pertama kali mengucapkan kalimat syahadat. Masjid itu bukan Masjid Raya di kota kami, tapi masjid tua bersejarah, maka banyak jemaah berziarah. Aku berpikir, dulu aku memulainya dari masjid itu, sehingga kalaupun jalan hidupku berakhir aku ingin di masjid itu pula. Aku datangi masjid tersebut Dan aku shalat mohon petunjuk. Anakku kelelahan tertidur di sampingku.

Aku tidak punya uang untuk membeli makanan dan hanya bisa menangis. Rupanya tangisku didengar seorang bapak dan beliaulah imam masjid tersebut dan dia pula yang dulu membimbing aku membaca syahadat. Aku tidak lupa dengan wajahnya tetapi dia pasti tidak ingat, karena wajahku tidak sesegar dulu lagi. Sewaktu aku perkenalkan diriku dan aku katakan bahwa aku dulu mualaf yang beliau bimbing, dia langsung ingat tapi juga kaget dengan kondisiku seperti ini.

Akhirnya aku ceritakan semuanya pada beliau, sebab aku merasa tidak ada lagi orang di dunia ini yang aku jadikan sandaran hidupku.

Setelah mendengar kisahku dia menyuruhku jangan pergi - tetap tinggal di masjid. Beliau menyuruh seorang jemaah membelikan makanan untuk aku dan anakku. Sebentar kemudian dia meninggalkan aku sambil berpesan akan segera kembali (rupanya dia mencari tempat untuk aku tinggali). Tidak lama beliau kembali. Sambil tersenyum dia katakan, mulai malam ini aku memperoleh tempat tinggal. Aku diajak ke belakang masjid disitu ada bangunan tambahan terdiri beberapa ruangan.  Biasa dipakai untuk gudang peralatan masjid, seperti tikar, kursi dan lainnya. Salah satu ruang tampak sudah kosong. Dia menunjuk bahwa itulah rumahku. Aku boleh menempati selama mungkin aku mau.

Ruang sebelahnya ditempati Pak Tua penjaga masjid, sehingga aku ada yang menemani. Ruangan itu berukuran kurang lebih 2x2m. Pak Imam masjid menambahkan, aku diberi honor sekedarnya jika mau membantu membersihkan masjid, sehingga cukup untuk makan. Beliau tambahkan kalau aku bisa datang ke rumahnya sekedar membantu istrinya memasak. Rumah beliau hanya beberapa ratus meter dari masjid.

Alhamdulillah, aku amat bersyukur ternyata Allah mendengar doaku. Aku ingat, bahwa Allah tidak akan menguji hambanya melebihi beban yang sanggup dia pikul. Aku bersyukur memperoleh tempat berteduh, walau hanya kamar kecil (jauh lebih kecil dibanding kamar mandi saat di rumah orangtuaku). Ada lagi yang membuatku tenang yaitu aku tinggal dekat rumah Allah, setiap merasa sedih, aku tinggal masuk masjid  mengadukan langsung pada Allah. Karena tinggal dekat masjid otomatis shalatku tidak pernah terlewatkan sekalipun.

Alhamdulillah, hidupku sedikit demi sedikit mulai tenang. Aku sering membantu istri Pak Imam memasak di rumahnya. Imbalannya beliau selalu membekali makanan untuk aku bawa pulang. Sehingga aku tidak perlu risau memikirkan makanan harian. Kalau Pak Imam sekeluarga ada keperluan keluar kota, akulah yang dititipi menjaga rumahnya dan bisa tinggal di rumahnya. Sebenarnya mereka menawarkanku tinggal bersama mereka. Tapi aku tahu diri tidak mau terus menerus merepotkan orang lain.

Pekerjaanku setiap hari membersihkan halaman masjid, membersihkan kaca jendela, Sedangkan Pak Tua mengepel lantai masjid. Tiap minggu aku mendapatkan honor sekedarnya dari hasil kotak amal, tapi kadang aku tidak mendapatkan sepeserpun, karena kadang sudah habis untuk keperluan masjid, tapi aku lakukan itu dengan senang hati dan ikhlas. Sementara ini aku benar-benar ingin mengabdi pada Masjid ini - sebagai tanda terimakasih. Aku tidak mau bersusah-payah mencari pekerjaan. Aku percaya kelak masjid ini akan memberi jalan memperoleh pekerjaan.

Kadang pada malam hari aku duduk di teras masjid, mengobrol dengan Pak Tua. Dia bercerita, anak-anaknya ada di kampong, tapi dia tak mau merepotkannya. Selama masih kuat, dia tak mau merepotkan orang lain. Lalu saat giliran aku bercerita, kadang aku bingung harus cerita apa...???

Apa aku ceritakan kalau dulu aku pernah naik kapal pesiar keliling EROPA, tidur di hotel mewah di LAS VEGAS atau saat kuliah punya apartment mewah di Australia …Ahh! Pasti dia tertawa  menganggap aku berkhayal. Jangankan tidur di hotel, uang yang aku punya tidak lebih dari Rp 20.000,-

Dulu tiap minggu aku bisa beli peralatan makeup, eye-shadow, lipstick jutaan rupiah. Kini makeup aku air wudhu sebelum shalat. Tapi justru banyak yang mengatakan wajahku tetap bersih, cantik alami. Kadang orang berpikir aku masih memakai makeup. Yah…! mungkin Allah yang memakaikannya. Kecantikan dari dalam “Inner Beauty”  Banyak yang bilang dengan mata sipit dibalik kerudung, aku terlihat cantik.

Tanpa terasa hampir 2 tahun aku menetap disini, anakku sudah sekolah SD dekat masjid milik yayasan dan tanpa membayar sepeserpun. Aku hanya membeli seragam dan alat sekolah. Bahagianya hati melihat anak aku masuk sekolah…ohh! seandainya mas Fariz masih ada dan melihat anak kita di hari pertama sekolah.

Anakku rupanya tumbuh besar dalam keprihatinan sehingga sangat tahu diri. Tak pernah sekalipun merengek minta dibelikan ini itu seperti layaknya anak lain. Pernah hatiku amat pilu. Ketika dia pulang sekolah dengan kaki telanjang sambil menenteng sepatunya. Sambil tertawa, tanpa mengeluh, dia justru menunjukkan sepatunya.

"Ma, sepatu Faisal sudah minta makan" Sepatunya robek depannya, seperti mulut minta makan. Melihat dia tertawa, aku ikutan tertawa, walau hati ingin menangis. Andai dia tahu dulu mama selalu memakai sepatu harga jutaan. kini, membelikan sepatu anakku yang murah aku belum sanggup. Alhasil selama 2 hari anakku ke sekolah memakai sepatu robek, hingga aku belikan sepatu bekas layak pakai.

Aku bersyukur punya anak amat tahu diri. Tidak mau membebani ibunya. Anak saleh akan menjadi bekal amat bernilai buat orangtua. Pak Imam masjid kadang menengok dan menanyakan keadaan kami. Dia sering cerita, bagaimana istri Muhammad SAW  hidup jauh lebih menderita, tapi tetap tabah. Beliau bilang, aku pasti akan menjadi ahli surga. Berulangkali dia katakan, orang lain tidak akan sanggup menghadapi cobaan ini, tapi aku tetap bertahan memegang keyakinan, meninggalkan kenikmatan dunia yang justru pernah kuperoleh.

Suatu siang, aku melihat mobil datang ke halaman masjid. Dari dalam mobil keluar 2 orang yang aku kenal. Yang satu Tante Grace, satunya Oom Albert. Mereka lawyer perusahaan dan keluarga kami. Entah bagaimana mereka bisa mengetahui aku ada disini. Mereka membawa sebundel amplop, mengajak aku berbicara. Aku lihat mata Tante Grace  memerah menahan airmata saat melihat tempat aku tinggal. Bahkan Oom Albert suara bergetar, lehernya tersekat menahan sedih. Mereka diutus orangtua aku. Karena orangtuaku sudah tahu bagaimana keadaan aku sekarang. Mereka katakan dalam amplop isinya surat bank, ATM, Ijasahku yang bisa aku miliki lagi. Bahkan aku dijemput pulang ke rumah mama-papaku.

Sejenak aku bahagia, kupikir orangtuaku terbuka hatinya, aku bisa pakai uang yang banyak untuk hidup lebih baik. Tapi dengan terpatah-patah Oom Albert melanjutkan, mama-papa memberi syarat.  Saat kutanyakan  syaratnya. Keduanya nyaris tidak sanggup melanjutkan.

Tante Grace makin menunduk menahan tangis. Akhirnya oom Albert mengatakan syaratnya aku dan anakku harus kembali ke keyakinan lama. Saat itu juga aku langsung menjawab, kalau aku tidak mau menerima amplop itu dan aku katakan agar dikembalikan ke papa. Keduanya amat sangat minta maaf padaku, karena mereka tahu aku tersinggung. Tapi aku juga sadar keduanya hanya menjalankan tugas. Bahkan Tante Grace katakan, andai mengikuti nurani pasti mereka serahkan itu amplop padaku tanpa syarat apapun, tapi mereka terikat profesi.

Keduanya pamit. Tapi tidak lama kemudian kembali lagi, aku pikir ingin membujuk. Rupanya mereka berinisiatif fotocopi ijasah dan menyerahkan copy-nya padaku. Mereka inisiatif  sendiri resikonya kehilangan pekerjaan. Mereka bilang hanya itu yang bisa mereka lakukan untukku.

Alhamdulillah. Sedikit demi sedikit Allah memberi jalan untukku.  Akhirnya aku punya bukti kalau aku pernah sekolah tinggi meraih Master bidang keuangan (finance) di luar negeri.

True Happiness 

Rupanya Allah cukup menguji dan memberi rewards atas ketabahanku.

Suatu pagi 2 orang mengamati bangunan masjid,  wanita kulit putih  dan lokal. Pak Tua ada di halaman Masjid, maka mereka menghampiri. Masjid kami memang unik, bangunan tua dengan arsitektur Melayu Kuno dan sering dikunjungi. Biasanya Pak Tua menjadi juru-bicara karena dia paling tahu sejarah masjid. Aku banyak mendapat cerita dari Pak Tua sehingga aku tahu sejarah masjid kami.

Dari jauh tampak keduanya mengobrol dengan Pak tua, sampai akhirnya kulihat si Kulit Putih kebingungan.  Akupun menghampiri dan dengan sopan memperkenalkan diri serta menawarkan bantuan.

Ternyata dia mahasiswi Arsitektur dari Australia dan ditemani mahasiswi Arsitektur  universitas T di kotaku sebagai penterjemah (panggil saja Retno). Rupanya bahasa Inggris Retno kurang lancar hingga si Bule kebingungan mendengar terjemahan cerita Pak Tua. Dengan sopan aku mengajukan diri membantu si Bule.

Dengan bahasa inggris sangat lancar, aku ceritakan semua hal tentang masjid. Aku ajak berkeliling ke tiap sudutnya. Si Bule bertambah takjub saat kukatakan pernah study di negerinya. Retno terus memandangiku setengah tak percaya. Setelah puas mendapat informasi, sebelum pulang Retno berjanji menemuiku segera, ingin menanyakan banyak hal tentang diriku.  Dengan senang-hati akan kuterima kedatangannya kapan saja.

Beberapa hari kemudian Retno  menemuiku. Dia amat ingin tahu siapa diriku. Aku ceritakan semua perjalanan hidupku sampai saat ini. Dia amat bersimpati dan ingin menolong. Walau tak mengharap pertolongan orang lain, tapi kuhargai niatnya. Dia bilang dengan pendidikan dan kemahiran bahasa asing akan mudah mendapat pekerjaan, apalagi ada copy ijasah. Seminggu kemudian dia datang membawa kertas dan amplop,  menyuruh membuat surat lamaran.

Informasinya Rektorat memerlukan tenaga honorer. Aku terharu ada orang peduli mau membantu tanpa pamrih, aku ucapkan banyak terimakasih padanya. Bagiku dia seperti diutus Allah untuk menolongku. Tidak lama kemudian aku mendapat kabar gembira, aku dipanggil ke Rektorat untuk test dan wawancara. Sebelum berangkat aku shalat memohon kepada Allah agar diberi kelancaran. Anakku aku titipkan pada Pak Tua yang kuanggap sebagai orangtua sendiri.

Alhamdulillah, test  berjalan lancar. Saat wawancara justru Bahasa Inggris lebih aku kuasai dibanding pewawancara. Dia bilang English-ku perfect.

Beberapa hari kemudian dia datang dan tampak gembira sekali, katanya dalam beberapa hari aku akan mendapat surat dari Rektorat yang isinya diterimanya aku sebagai honorer. Dia tahu informasi karena temannya  bekerja disana. Aku segera menuju masjid dan bersujud syukur lama sekali. Kurasa aku lulus semua test yang diujikan Allah.  Sering aku bertanya pada Allah, apakah karena aku mualaf sehingga Allah kurang percaya pada keimananku hingga perlu diuji dengan ujian amat berat.

Walau hanya honorer aku sangat bersyukur, yang penting aku memperoleh penghasilan layak. Pekerjaan membantu Bagian Keuangan di Rektorat, memang sesuai dengan ilmuku. Mulai banyak yang tahu kalau aku lulusan luar negeri. Setiap seminar yang memerlukan makalah bahasa Inggris pasti aku yang diberi tugas penyusun makalah.

Aku banyak membantu penterjemahan litelatur asing untuk mahasiswa. Nyaris 3 tahun terakhir, aku tidak pernah membeli baju baru. Dengan gaji sekarang aku bisa membelinya. Aku amat sangat senang bukan main, bisa membelikan pakaian anak. Bahagia melihat anak berpakaian layak. Pakaian sekolahnya sudah menguning, kini aku beli yang baru, putih bersih dan sepatu baru. Sepatu lamanya robek dan kusimpan sebagai kenangan.

Tak lama kemudian aku mengontrak rumah. Sebelum  aku meninggalkan Masjid tak lupa pamitan ke rumah Pak Imam mengucapkan terimakasih atas pertolongannya, beliau katakan yang menolong bukan dia tapi Allah yang menolongku. Aku memeluk dia lama sekali. Aku katakan dahulu aku ucapkan syahadat di depannya dan aku tak akan pernah mengingkarinya seumur hidupku, apapun yang terjadi.

Sebelum pergi kupandangi kamarku untuk terakhir kali, sempat beberapa menit tertegun, membayangkan, mungkin kelak ruangan ini dipakai oleh orang yang senasib seperti aku.....
Aku harap Semoga Allah memberinya kekuatan....

Setelah melewati segala cobaan, Allah terus-menerus memberi semacam rewards, belum setahun bekerja, Rektorat memberi kabar statusku menjadi karyawan tetap. Beberapa dosen senior menawari posisi asisten dosen. Rekan kerja mengatakan karirku amat bagus. Orang berkualifikasi sepertiku amat dibutuhkan. Mereka bilang kesuksesan hanya menunggu waktu.

Aku hanya mengucap Alhamdulillah. Dahulu aku sering berdoa dengan linangan airmata kesedihan, sekarang sering menangis saat berdoa, tapi kali ini aku menangis bahagia. Sampai saat ini aku sendirian, aku bertekad membesarkan anak sebaik-baiknya. Aku masih merasa istrinya mas Fariz. Seperti yang aku pernah katakan, dia bukan hanya suami, tapi soulmate dan tidak tergantikan. Tetapi entah kalau Allah mempunyai rencana lain. Tiap memandang anakku, aku seperti melihat mas Fariz. Seolah dia masih mendampingiku.

Alhamdulillah! kini aku mampu membeli motor. Di akhir pekan aku sering berboncengan dengan anakku jalan-jalan atau sengaja lewat di depan rumah orangtuaku, sambil aku katakan bahwa itu rumah opa-oma. Sering anakku bertanya, "Ma kapan kita pergi ke rumah oma-opa? " Aku tersekat tak bisa menjawab sebab menahan airmata.  Aku terus berdoa, semoga suatu saat kelak orangtuaku dibukakan hatinya, jika tak mau menerimaku lagi, mohon diterima anakku – cucu mereka.

Wassalam,
Mawar.

Catatan saya:

Ada beberapa petunjuk penting. Disebutkan kisah terjadi di kota P dan akhirnya bekerja di Universitas T tempat Retno (penulis kisah ini) kuliah di Fakultas Arsitektur. P bisa jadi:

1.  Pontianak ada Universitas T (Tanjungpura). Populasi melayu besar pendukung kesultanan sejak 3 abad lalu menyisakan Masjid Melayu Kuno - tempat tinggal Mawar. Pertanyaannya : Apakah Universitas Tanjungpura ada Fakultas Arsitektur sebelum tahun 2006? Ya, ada. Dibuka  tahun 2003   http://kampusbagus.com/s1-arsitektur-universitas-tanjungpura/

2.  Palembang – ada beberapa Masjid arsitektur Melayu Kuno peninggalan kesultanan Melayu Palembang. Dan ada Universitas Tridinanti dengan Jurusan Arsitektur yang mendapat izin penyelenggaraan th 2005. No. 2629/D/T/2005 tanggal 10 Maret 2005 tentang ijin penyelenggara Program Studi Arsitektur.

Lebih mungkin kisah ini terjadi di Pontianak. Sudahlah yang penting substansinya semoga menginspirasi ketabahan saat harus mempertahankan keimanan.

Catatan Publisher Pertama:
Kisah ini dikirimkan ke email saya dari seorang teman tahun 2006 dan sempat hilang tapi ada teman lain di facebook yang mempublikasikan jadi akhirnya saya minta ijin untuk copy dan edit.

READ MORE ... Monggo di-Klik
Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

.

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website
Webmaster Toolkit - free webmaster tools
Google PageRank Checker

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?