<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Hakim Marzuki : Hakim BAO ala Indonesiakah?

 

Kiranya masih ada pula hakim yang berhati amat mulia di negeri ini (Indonesia). Dan cerita tentang tuntutan di mahkamah pengadilan dengan materi tuntutan yang sangat remeh tetapi meminta hukuman setimpal terhadap rakyat yang paling lemah karena miskin di segala aspek kehidupannya masih juga terjadi.

Kali ini kami tuturkan kisah nyata seorang nenek mencuri singkong untuk makan cucunya yang lapar harus menghadapi vonis 2.5 tahun penjara atau subsider denda Rp. 1 juta Rupiah. Sang hakim harus memvonis putusan tersebut tetapi di sisi lain dia juga memutuskan vonis tambahan yang menyelamatkan nenek tersebut dari eksekusi masuk penjara dan bahkan nenek terebut pulang ke rumahnya sembari membawa uang dari putusan pengadilan sebesar Rp. 3,5 juta.

Nenek dituntut karena curi singkong

Berikut ini saya kutip dari salah satu rekan di Facebook :

Diruang sidang pengadilan, Hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucu lapar, namun Manajer PT A**** K**** tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lain.

Hakim Marzuki menghela nafas dengan berat saat tiba waktunya untuk memutuskan perkara. 'Maafkan saya,' katanya sambil memandang nenek itu.

'Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi Anda harus dihukum. Saya mendenda Anda 1jt Rupiah dan jika Anda tidak mampu membayar maka Anda harus masuk penjara 2,5 tahun, sama seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum.'

Si Nenek tertunduk lesu, hatinya remuk-redam. Sementara Hakim Marzuki mencopot topi toga, membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang 1jt Rupiah ke topi toganya. Dia juga memutus di luar tuntutan Jaksa PU dan berkata kepada hadirin :

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50.000 Rupiah, sebab kalian telah menetap di kota ini, dan telah membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri (singkong) untuk memberi makan cucunya, Saudara Panitera! Tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa."

Sampai palu diketuk dan kemudian Hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, maka nenek itupun juga pergi dengan mengantongi uang 3,5jt Rupiah, termasuk uang 50.000 yang dibayarkan oleh Manajer PT A**** K**** yang hanya tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang disayang, kisahnya luput dari liputan pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk menjadi contoh kepada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh Hakim Marzuki.
** Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua Insyaallah.

Dear Para Petinggi Negeri ini!
Kami hanya sebutir Pasir yang mungkin sudah terkena Tahi Kucing. Namun, di balik kelusuhan dan baunya tubuh kami, tersimpan hati kami yang lelah dan sakit karena terlalu banyak menanggung derita. Kami pasrah, Kami tabah, dan tetap tersenyum walaupun mulut kami tidak berkenan untuk tersenyum.

Kalian Bapak dan Ibu Menteri!. Tolong dengarkan kami Para orang-orang terkutuk. Kami tidak seperti anda, yang mampu membeli emas sesuka kalian. Kami pun sadar di balik kemewahan kalian tertumpuk Beban negara yang selalu menyelimuti pikiran. Anda bagai Layar Perahu yang kami tumpangi. jika anda arahkan Perahu ke Utara, kami pun akan mengikut kalian. walaupun Hati kami berkenan Ke arah selatan.

Kami hanya ingin didengarkan!. Apa kami ingin seperti ini?
apa kami ingin mempunyai nasib seperti ini? Dan apa anda tahu semua jeritan hati kami untuk anda?

Setiap malam, kami hanya mampu berdoa. hanya untuk mendoakan anda sebagai PETINGGI NEGERI INI.! karena kemajuan kami dan bangsa ini ada di tangan anda.
DAN ANGGAPLAH BAHWA KAMI ITU ADA!
=============================================
Saya tidak membutuhkan komentar anda. Saya hanya ingin sahabat semua menyebarkan kisah ini ke media untuk menjadi contoh kepada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh Hakim Marzuki.

— bersama Busaery El-karkhi.

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?