<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Akan Hilangkah Amar-Ma’ruf Nahi-Munkar dari Islam?


Di kalangan ummat Islam ada dikenal ulama su’u (ulama jelek) yang menyesatkan ummat. Saat mendekati kiamat dengan Agama Islam akan diangkat  diwafatkannya ulama-ulama hanif, sehingga yang tinggal adalah ulama bodoh dan sesat dan menyesatkan. Dan fenomena ini mulai muncul di hadapan kita.

Sangat aneh ada “ulama” senior wahabi yang menganjurkan orang Palestina menyerah saja pada Israil, dan menafikkan Jihad atau menghapus Jihad dari ajaran Islam. Dalam kadar berbeda ada pernyataan ulama mengabaikan “Nahi Munkar.”

Menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj di beberapa tempat dan kesempatan yang memastikan bahwa umat Islam dari kalangan NU tidak akan goyah imannya dan tidak akan merosot akhlaknya meskipun 1.000 orang semacam Lady Gaga datang ke Indonesia. Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) meminta pernyataan Said Aqil  disikapi dengan teliti.

“Pernyataan beliau ini harus disikapi dengan hati-hati.  Sebab ini ada tanda-tandanya ingin mengabaikan ajaran nahi munkar.” Kata Ustadz Fahmi Salim kepada www.arrahmah.com, Jakarta, Minggu (19/5).

Amar ma’ruf nahi munkar sendiri menurut Ustadz Fahmi, mengutip pendapat Imam Ghazali, merupakan bentuk terbesar ajaran agama Islam, dan merupakan syi’ar kenabian. Karena alasan amar ma’ruf nahi munkar, Allah turunkan nabi dan rasul.

“Kalau syi’ar kenabian ini hilang. Maka, kata Imam Ghazali agama akan rusak, kesesatan tersebar, negeri-negeri akan binasa, umat pun akan hancur,” Ujarnya.

Ia berpendapat bahwa umat Islam  tidak bisa semena-mena menganggap dirinya sholeh dan imannya tidak akan hilang kalau kemaksiatan merajalela, menurutnya hal itu tidak benar dalam konsep Islam.

“Nah, ini perbedaan konsep Islam dengan sekularism. Sekularism memberi ruang yang sama antara kebaikan dengan kemaksiatan di ruang publik. Dalam Islam tidak begitu, masyarakat harus dilindungi dari tontonan, atau segala bentuk perilaku dan tindakan yang maksiat dan tidak bisa diberi ruang di ranah publik, karena tidak sesuai dengan islam.” Papar anggota pengkajian dan penelitian MUI Pusat ini.

Lebih dari itu, manusia tidak bisa memastikan dan menjamin Iman siapapun akan tetap berada dalam level tertentu,karena ia menilai keimanan seseorang sangat berpengaruh dengan pemahaman dan amal perbuatan masing-masing personal.

Hadits Nabi menyatakan bahwa kelak dekat hari kiamat – Seseorang beriman di pagi hari, sorenya di kafir (imannya hilang). Seseorang beriman di waktu petang, di pagi harinya dia kafir. Jadi tidak ada jaminan seseorang bisa mempertahankan level keimanannya secara terus menerus. Karena datangnya iman juga karena hidayah dan rahmat Allah.

“Kita tidak bisa memastikan, memangnya kita yang memberi garansi, Iman itukan tergantung masing-masing individu. Ya mungkin seorang alim dan dekat dengan Allah tidak bergeming, tapi kita khan bicara bukan tentang orang alim saja, tapi tentang umat yang masih awam dan lemah imannya yang pemahaman Islamnya belum utuh. Bagi umat yang lemah imannya perlu dibimbing oleh Ulama dengan cara ulama menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.” Tutur Ustadz Fahmi

Dia menjelaskan hal semacam ini pernah juga terjadi pada masa Sahabat Abu bakar As shidiq, dimana Abu Bakar Ra pernah meluruskan orang-orang yang keliru memahami ayat 105 surat Al Maidah yang menyatakan  “tidak akan membahayakan kamu orang-orang tersesat bagi kamu yang sudah mendapat petunjuk” yang dianggap seolah-olah menihilkan amar ma'ruf nahi munkar pada saat itu.

“Mungkin beliau mengasosiasikan lontaran itu dengan ayat tersebut. Dan ini salah, para sahabat sudah menanyakan maksud ayat itu kepada Rasulullah. Seperti diriwayatkan dalam Tafsir Ibnu katsir bahwasanya Abu Tsa’labah menanyakan kepada Rasulullah, apakah benar kita tidak diperintahakan amar ma’ruf nahi munkar dengan adanya ayat ini. Rasulullah menjawab” oh salah justru kalian harus ber amar ma’ruf nahi munkar, perbaiki diri kalian, perbaiki keluarga kalian, sebab akan banyak hawa nafsu yang diperturutkan, akan ada banyak dunia yang diutamakan, akan ada lagi hal-hal negatif. Kalau kalian memiliki komitmen keimanan yang kuat dan dapat membentengi diri dan keluarga kalian , baru tidak dapat berpengaruh, kira-kira demikian jawaban Rasulullah.” Terang lulusan Al Azhar Kairo ini.

Tidak ada jaminan Nabi

Ustadz Fahmi pun tidak sepakat jika dikatakan bahwa Umat Islam sudah memiliki Imunitas keimanan dan tidak terpengaruh oleh kerusakan dan maksiat yang tersebar, sebab rasulullah sendiri tidak berani memberi garansi persoalan tersebut, justru pada zaman sahabat keimanan masyarakat terus dijaga dengan ditegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

“Jadi tidak benar kalau dikatakan umat ini sudah kebal keimanannya, nabi saja tidak berani menjamin kekebalan iman umatnya. Bahkan Abu Bakar Ash shidiq menegur sahabat yang salah memahami ayat tersebut. Ayat itu tidak menyuruh kita berpangku tangan dari amar ma’ruf nahi munkar. Justru, Abu bakar menyuruh kita sebaliknya berpegang teguh kepada amar ma’rugf nahi munkar.” ujarnya

Kalau kita sudah amar ma’ruf nahi munkar, sudah kuat benteng keluarga dan masyarakat kita,Kata Ustad Fahmi, maka tidak akan membahayakan jika masih ada orang yang tersesat dan masih ada orang yang maksiat. Maksud ayat itu kesitu.”tandasnya.

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?