Jika kita ke Aceh, Medan hingga Palembang sangat mudah ditemukan kedai kopi. Namun jika Anda menjelajahi wilayah Jawa bagian tengah dan Timur setiap warung menyuguhkan teh manis atau teh tawar yang gratis. Di Yogyakarta dan Solo, warung Angkringan pasti ada teh kental manis “Teh Legi Kentel” – istilah khasnya “Tehgitel.” Begitu juga bertamu atau hajatan di desa Jawa, dikatakan “Hidangan teh alah biasa!”
Teh telah diakui di beberapa negara dunia yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi konsumsi bagi masyarakat di Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Budaya minum teh pada momen istimewa ada di Jepang dan Cina sejak ribuan tahun. Teh minuman sehari-hari yang memberi rasa segar nyaman.
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas.
Sejak masih kanak-kanak hingga saya merantau meninggalkan rumah orangtua di Jogyakarta, Emakku pasti menyedaikan teko teh penuh untuk minuman setiap saat. Secara umum, konsumsi teh dalam sajian tradisional sangat baik bagi kesehatan. Ancaman bahaya justru datang dari sajian dan kemasan teh modern – Teh Celup.
Teh dikemas dalam bentuk teh celup juga teh bubuk berbungkus kertas. Namun, ada yang perlu diperhatikan pada teh celup, yaitu cara penyeduhan. Teh celup JANGAN dicelupkan terlalu lama. Ini berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau.
Hal ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas, sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Kertas dengan klorin tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. “Bayangkan saja zat ini untuk pembersih kloset WC atau alat-alat kedokteran!”
Bahayanya tidak jauh berbeda dengan insektisida (racun serangga). Banyak riset mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama.
Jika mencelup kantong teh lebih dari 3 - 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Dan banyak khasiat teh yang tertinggal dalam minuman teh. Agar terhindar dari kemungkinan - kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit.
0 komentar dan respon:
Posting Komentar