<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Trigger Rapid Collapse of Portuguese Empire in the Hands of Mujahid Islam Morocco in August 1578

ALLAH SWT mempergilirkan pasang-surut peradaban dan sejarah semua bangsa tanpa pengecualian. Keadilan dan kasih sayang Allah meliputi keseluruhan manusia, baik yang beriman maupun kafir atau pagan. 

Kita dapat mereview sejarah dan peradaban Babilonia, China, Mesir, Persia, Macedonia – Yunani, Romawi, Islam dan hancurnya peradaban di baghdad oleh  pasukan Hulaghu Khan. Seiring dengan kemunduran peradaban dan hilangnya Islam di Spanyol, Eropa mulai  menjelajah Dunia Baru yang menjadikan mereka mendominasi hingga sekarang.   

PORTUGIS dan Spanyol bangsa Eropa pertama yang merintis Penjelajahan, Dunia Kristen  berjuang mencari route baru ke Dunia Timur sesudah sultan Turki Utsmani, Muhammad II al Fatih (30/Maret 1432 - 3/Mei 1481 M) di usia 21 tahun menaklukkan  Constantinople ibukota Bizantium (Romawi Timur)  tanggal 29 Mei 1453 - setelah pengepungan 57 hari -  yang membuat Eropa mengalami isolasi ekonomi dari dunia timur. Semangat perang Salib pun mengalami metamorfose dalam bentuk mencari sumber ekonomi baru (Gold), wilayah baru (Glorious) dan misi Kristen (Gospel).

PORTUGIS menjadi imperium yang diperhitungkan pada awal abad ke-16. kapal Portugis telah mendarat di Benua Baru Amerika dan kapal Eropa pertama yang menjelajah belahan dunia timur ; Maluku, Malaka, Goa, Macau dan Timor Leste. Tetapi hanya 50 tahun usia Imperium Portugis. Nasib tragis  dialami di Marokko yang merontokkan kedigdayaannya tanpa pernah bisa bangkit lagi hingga kini.

Pemicu lenyapnya Imperium Portugis adalah The Battle of Ksar El Kebir (Arabic: معركة القصر الكبير‎), juga dikenal sebagai Battle of Three Kings (Arabic: معركة الملوك الثلاث‎). Di Marokko dikenal sebagai "Battle of Oued El Makhazeen"
(معركة وادي المخازن‎). Di Portugal dikenal sebagai batalha de Alcácer-Quibir adalah Pertempuran Besar dan Utama yang berjalan sangat singkat (4 jam 20 menit) pada 4 August 1578 di Marokko, di Ksar-el-Kebir terletak diantara Tangier and Fez.

The Battle of Three Kings di Alcácer-Quibir menjadi kenangan terpahit dalam sejarah petualangan Portugis yang ingin menjajah Maroko. Bahkan di  Ensiklopedia Wikipedia  tentang sejarah Imperium Portugis, perang besar ini tidak  disinggung sedikit pun sebab sudah menjadi aib besar takluk di tangan mujahiddin.

Bayangkan Sebanyak 40.000 Mujahiddin (pejuang Islam) berhasil menghancurkan 125.000 pasukan Portugis dan sekutunya yang mengagresi kesultanan Marokko. Lebih dari 100.000 mati dan hanya 100-an orang lolos menuju pantai dan 16.000 ditawan. Inilah bukti nyata pertolongan Allah.

Geopolitik Wilayah Mediterania (Laut Tengah)

Pada tahun 1578, Kekhalifahan Turki Utsmani ada pada puncak kejayaan di bawah Sultan Sulaiman Qonuni. Wilayahnya meliputi Turki saat ini hingga di perbatasan Hungaria di sebelah barat, Timur Tengah (Syiria hingga Hijaz), Mesir dan seluruh wilayah Afrika Utara minus Maghrib (Maroko). Laut Tengah berada dalam hegemoni Utsmaniyah. Terjalin pula persekutuan erat dengan Perancis sehingga Eropa pun terpecah belah, namun memiliki semangat yang sama, penjelajahan dan penaklukkan dunia baru.

Persaingan penjelajahan dan penaklukkan dunia baru berlangsung cepat dan dipenuhi pertumpahan darah. Kapal-kapal Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Italia melanglang buana sejak penemuan Amerika oleh Colombus tahun 1492 M dan penemuan ladang emas Inca-Maya oleh Cortez dan untuk itu dilakukan  pembantaian bangsa Inca-Maya.

Tahun 1578, di Maroko terjadi konflik antara Abu Abdullah Muhammad Mutawakkil as-Sa’di dengan pamannya, Amir Abdul Malik. Setelah kalah, as-Sa’di meminta bantuan raja Portugis Sebastian, Sementara Abdul Malik beraliansi dengan Turki Utsmani.

Permintaan itu dengan senang hati diterima Sebastian yang juga memiliki misi penaklukan. Didorong fanatisme Katolik, perluasan imperium dan semangat perang salib, datanglah Sebastian bersama sukarelawan Spanyol, tentara bayaran Jerman, Italia serta tokoh Inggris berpengaruh, Thomas Stukley. Sejumlah 500 kapal dipergunakan untuk menyeberangkan 23.000 tentara (sumber Barat), sementara sejarawan muslim menyebutkan pasukan musuh 125.000 orang.

Pengkerucutan jumlah pasukan biasa dilakukan sejarawan Barat untuk membuat pemakluman atas kekalahannya. Untuk besar jumlah pasukan muslimin, baik sumber Barat maupun muslimin menyebutkan jumlah yang sama, yakni 40.000 orang, yang terdiri dari 35.000 pasukan Abdul Malik dan 5.000 pasukan bantuan Utsmaniyah.

Menjelang Pertempuran Tiga Raja

Pasukan Portugis mendarat 24 Juni 1578 di Arzila, Maroko. Seruan jihad segera berkumandang di seluruh penjuru, “Pergilah kalian ke Wadil Makhazin untuk berjihad di jalan Allah!”                                                  Maka berdatanganlah para mujahidin dan dipimpin amir Abdul Malik al-Mu’tashim Billah siap menghadapi penyerang.

As-Sa’di melancarkan perang opini dan fatwa untuk memecah belah muslimin melalui surat ke penduduk Maroko,                 

Saya tidak pernah meminta bantuan kepada orang Kristen, kecuali saat tidak dapat bantuan lagi dari muslimin. Bukankah para ulama mengatakan, ‘Boleh saja bagi manusia meminta bantuan pada siapa saja atas orang yang merampas haknya dengan semua cara yang bisa dia lakukan.’      Dengarkanlah ancaman Allah, “Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (al-Baqarah : 279).”

Opini as-Sa’di segera mendapat jawaban keras dari ulama-ulama Maroko, setelah pembukaan surat tahmid dan sholawat,
“… Adapun perkataanmu bahwa kau kembali kepada mereka tatkala tidak ada lagi pertolongan dari muslimin, maka di dalamnya ada larangan yang akan mendatangkan kemurkaan Rabb-Mu.

Salah satunya adalah karena engkau meyakini bahwa sesungguhnya semua kaum muslimin berada dalam kesesatan, dan sesungguhnya kebenaran tidak bisa ditegakkan kecuali dengan bantuan orang Kristen. Kita berlindung kepada Allah.                                                                    Kedua, sesungguhnya kamu meminta pertolongan kepada orang2 kafir untuk memerangi muslimin.
Padahal Rasululllah bersabda, “Sesungguhnya saya tidak pernah meminta pertolongan pada orang-orang yang menyekutukan Allah.”

Engkau sendiri telah membanggakan diri dalam suratmu bersama gerombolan orang2 Romawi yang kini berada bersamamu. Dan kau merasa terangkat dengan datangnya raja itu dengan tentaranya. Lalu bagaimana posisimu dengan firman Allah berikut,
“Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai.” (At-Taubah : 32)

Amir Abdul Malik mengirimkan surat kepada  raja Portugis, “Sesungguhnya pengaruhmu telah ada sejak engkau pertamakali keluar dari negerimu, sedangkan engkau membawa permusuhan. Maka janganlah engkau bergerak dulu sebelum kami datang kepadamu. Jika itu engkau lakukan, maka engkau benar2 seorang Kristen  pemberani.  Dan jika tidak, maka engkau tidak lebih dari anak anjing. Bukanlah sikap pemberani dan bukan pula ksatria jika seseorang datang pada penduduk yang tidak terlindungi dan dia tidak menanti orang2 yang siap perang.”

Surat ini membuat marah Sebastian namun berhasil membuatnya memutuskan untuk menunggu meskipun penasihat dan komandan perangnya meminta untuk tetap segera melakukan pendudukan. Strategi Abdul Malik berhasil.

Bertemulah 125.000 pasukan Portugis dan 40.000 pasukan muslimin di daerah bernama Istana Besar (Ksar al-Kabir), lebih 100 km di sebelah selatan Tangier dan 20 km jauhnya dari pantai. Kecerdasan taktik Abdul Malik berhasil memancing dan mengisolasi pasukan Sebastian dari pasukan artileri armada kapalnya di pantai. Pasukan kavaleri juga dikirimkan untuk menghancurkan jembatan di belakang Sebastian sehingga memutus jalur bantuan dan pelarian musuh.

Abdul Malik mengatur meriam artileri di bagian depan kemudian pasukan infantri dan pemanah di tengah memanjang serta kavaleri kudanya di sayap kanan dan kiri. Sebenarnya Abdul Malik menderita sakit parah, namun semangat jihadnya yang menggelora membuatnya tegar.
“Sejak kapan seseorang yang sakit mendapat pengecualian dalam jihad di jalan Allah?” Jawabnya ketika diminta tidak terjun di medan perang.

Hari Bersejarah

Senin 30 Jumadil Akhir 986 H (4 Agustus 1578) menjadi hari bersejarah, baik bagi Portugis maupun Maroko dan khususnya dunia Islam. Pagi itu Sultan Abdul Malik berdiri di depan pasukan menyampaikan khutbah jihad menjelang perang.

Ia bacakan ayat yang menggelorakan jihad.  Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar2 Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hajj : 40).
Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(al-Anfal : 10).
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).(al-Anfal : 15).

Sultan Abdul Malik terus membakar semangat untuk mati syahid. Di seberang mereka pun para kardinal Portugis melakukan hal yang sama, membakar semangat pasukannya yang dipimpin Raja Sebastian. Pasukan Portugis menjadikan perang ini sebagai bagian Perang Salib.

Perang ditandai dengan 10 letusan meriam dari kedua belah pihak. Takbir menggema menggetarkan siapapun yang mendengar. Majulah kedua pasukan saling merangsek.

Sultan Abdul Malik maju di barisan depan menyerang pasukan tengah musuh. Namun penyakit parah membuatnya harus dibawa kembali ke tenda. Di tenda hanya ditemani saudaranya Ahmad al-Manshur serta pengawalnya Ridwan al-Alaj, Sultan memberikan intruksi perang dan meminta info kematiannya disembunyikan hingga Sultan pun wafat.

Gelora jihad disertai taktik perang jitu berhasil menekan pasukan Sebastian baik di barisan tengah maupun sayap. Mujagiddin Marokko dibantu 5.000 pasukan kavaleri elit Janisari Utsmaniyah, momok menakutkan bagi Eropa, berhasil menggulung pasukan sayap Portugis. Seluruh pasukan Portugis lari mundur ke jembatan Sungai Wadil Makhazin.

Sayangnya jembatan harapan itu telah dihancurkan, aroma kematian menghinggapi pasukan Kristen, banyak yang mati tercebur ke sungai, termasuk as-Sa’di dan Sebastian yang mayatnya tidak pernah ditemukan, sisanya tertawan dan terbunuh. Pertempuran besar ini hanya berlangsung Selama 4 jam 20 menit, Allah menunjukkan pertolongan-Nya dengan menghinakan pasukan Portugis.

Sesudah perang Besar ini, naiklah Ahmad al-Manshur sebagai Sultan menggantikan saudaranya. Kabar kemenangan segera tersebar di seluruh negeri muslim dan disambut dengan suka cita. Wibawa muslim khususnya Maroko meningkat sehingga datanglah utusan-utusan dari berbagai negeri Eropa mengirimkan hadiah dan hubungan dagang.

Di sisi lain, sejarah Portugis memasuki masa kegelapan sangat panjang. Imperiumnya runtuh dan dicaplok oleh negara Eropa lain, hanya tersisa Timor Leste. Kerajaan Portugis dikuasai Spanyol selama berabad-abad.

Allah Azza wa Jalla membuktikan pertolongan-Nya dalam Perang Istana Besar sehingga terusir pasukan kristen yang hendak menjajah. Allah mengilhamkan kemampuan strategi dan taktik cerdas kepada Sultan Abdul Malik sehingga musuh yang 3x lipat jumlahnya dihancurkan total. Semoga menjadi ilham bagi pejuang Islam seluruh dunia.

Sumber :
1). Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyyah oleh Ali Muhammad As  Shalabi.
2).  www.wikipedia.org, Battle of Three Kings.
< Wa billaahit taufiq wal hidayah >

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

Blog Archive

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?