<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Rahasia sukses Inovasi Wright Brothers

Terbang menjadi impian manusia, melayang seperti dalam dongeng 1001 Malam. Si genius Wright mewujudkan mimpi menjadi kenyataan, Terbang dengan pesawat dan bukannya bersila di atas permadani terbang sambil mengisap “hoga” yang 3 hasta panjangnya.

clip_image002Wilbur Wright lahir tahun 1867 di kota Millville, Indiana. Orville Wright –adiknya– lahir tahun 1871 di Dayton, Ohio. Keduanya pernah kuliah dan tak pernah lulus. Di sekolah dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah.

Tahun 1878, ayahnya membelikan ‘helikopter’ mainan untuk 2 anaknya yang termuda dari 7 anaknya. Mainan terbuat dari bambu dan karet untuk memutar baling-baling. Wilbur dan Orville memainkan hingga rusak, kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa pengalaman bermain dengan helikopter bambu menjadi sumber inspirasi mereka terhadap mesin yang bisa terbang.

Keduanya berbakat dalam mekanika dan terobsesi mesin yang dapat menerbangkan manusia. Tahun 1892 mereka membuka usaha service,  membuat dan menjual sepeda. Usaha tokonya menghasilkan dana untuk experimen Aeronautik. Mereka asyik menekuni karya2 peminat aeronautik lain seperti : Otto Lilienthal, Octave Chanute dan Samuel P. Langley. tahun 1899 mereka mulai bekerja ke arah penerbangan sendiri. Pada Desember 1903, kerja kerasnya selama 4 tahun lebih sukses.

Bagaimana Wright Brothers mampu menciptakan prestasi yang gagal dilakukan orang lain. Beberapa sebab yang membuatnya berhasil :

Pertama, 2 kepala tentu lebih efektif dari 1 kepala. keduanya senantiasa bekerja sama dan tunjang-menunjang dengan amat serasi dan sempurna.

Kedua, mereka cekatan mengambil keputusan bahwa pertama harus mempelajari bagaimana cara terbang sebelum mencoba membuat pesawat. Sekilas, hal ini bertentangan dengan ukuran umum : bagaimana bisa belajar terbang jika belum ada pesawat terbang?                   Jawabannya, mereka belajar terbang dengan pesawat peluncur.

Awalnya keduanya mengamati cara kerja layang-layang dan peluncur. Tahun berikutnya (1900) mereka membawa peluncur ukuran besar ke Kitty Hawk, Carolina Utara, cukup untuk ditumpangi dan dapat mengangkat seorang manusia. Pesawat ini dicoba. Tampaknya hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Mereka membuat dan mencoba peluncur lengkap di tahun 1901 dan disusul pesawat peluncur ke-3 tahun 1902.

Peluncur ke-3 ini merupakan gabungan dari semua penemuan penting mereka dan beberapa paten dasar.  Dengan peluncur ini mereka berhasil mengangkasa lebih 1.000x dan menjadi pilot pesawat peluncur terbaik dan paling berpengalaman sebelum membuat pesawat udara bermesin.

Pengalaman mengudara dengan pesawat peluncur merupakan inti sukses mereka. Banyak orang sebelumnya yang mencoba membuat pesawat punya kekhawatiran utama bagaimana hasil ciptaannya tinggal landas. Mereka sadar bahwa masalah pokok adalah bagaimana mengendalikan pesawat sesudah berada di udara.

Karena itu, sebagian besar waktu dan perhatian mereka tumpahkan pada soal bagaimana mencapai kestabilan pesawat saat sudah terbang. Mereka berhasil menciptakan 3 jenis alat pokok untuk kontrol pesawat, dan ini yang membuat mereka berhasil dalam peragaan.

Penemuan penting keduanya dalam hal desain sayap. Mereka sadar, data sebelumnya yang sudah disiarkan, tidak bisa dijadikan pegangan. Maka mereka ciptakan sendiri lorong-lorong angin dan dicoba terhadap lebih dari 2.000 macam bentuk permukaan sayap. Inti percobaan ini adalah :

keduanya membuat bagan sendiri, memaparkan tentang tekanan udara terhadap sayap tergantung pada bentuk sayap. Keterangan ini kemudian digunakan dalam pembuatan sayap pesawat terbang hingga sekarang.

Disamping semua hasil penemuan ini, kedua Wright ini tidak bisa sukses bilamana mereka tidak tampil pada saat yang tepat dalam sejarah. Percobaan penerbangan dengan mesin pada paruh pertama abad 19 cenderung gagal. Mesin uap jelas terlampau berat untuk dimanfaatkan.

Saat keduanya muncul, mesin pemroses pembakaran sudah ada. Tapi, mesin ini hanya untuk pemakaian umum, terlalu berat untuk  pesawat terbang.  Saat tidak ada pabrik yang sanggup merancang mesin ringan, keduanya, dengan bantuan 1 ahli mekanik, merancang sendiri mesinnya. Inilah kejeniusan mereka. Dalam waktu singkat mereka merancang mesin yang lebih unggul dari semua buatan pabrik lain. Wright bersaudara merancang sendiri baling-baling. Salah satu yang mereka pergunakan di tahun 1903, 66% berhasil.

Penerbangan pertama dilakukan 17 Desember 1903 di Kill Devil Hill, Kitty Hawk, Carolina Utara. Masing-masing kedua Wright ini melakukan dua penerbangan hari itu. Penerbangan pertama oleh Orville Wright selama 12 detik dan mencapai jarak 120 kaki. Penerbangan terakhir oleh Wilbur Wright, berlangsung 59 detik dan mencapai ketinggian 852 kaki.

Pesawat terbang pertama  dinamakan Flyer (terkenal julukan Kitty Hawk), biaya pembuatan kurang dari $ 1.000. Pesawat itu punya sayap sepanjang 40 kaki dan bobot 750 pon, kekuatan mesin 12 tenaga kuda dengan berat mesin 170 pon. Pesawat asli itu kini tersimpan di Museum Udara dan Ruang Angkasa Washington DC.

Setelah penerbangan mereka di Kitty Hawk, Wright Brothers kembali ke Dayton. Di sana mereka merancang dan membuat pesawat Flyer II. Dengan pesawat ke-2 ini mereka melakukan 105 kali penerbangan di tahun 1904 tanpa menarik perhatian umum. Pesawat Flyer III yang sudah disempurnakan dan lebih praktis dibuat tahun 1905.

Meski mereka banyak mengudara di Dayton, banyak orang tetap tidak percaya bahwa sudah ditemukan pesawat terbang. Meski ada 5 saksi saat penerbangan pertama, namun sedikit sekali diberitakan media. Koran kotanya sendiri,   Dayton,  menganggapnya sepi. Tahun 1906 –misalnya– The Herald Tribune edisi Paris menurunkan tulisan berjudul Flyer or Liars? (Penerbangan atau pengibulan?).

Akhirnya tahun 1908 semua kebimbangan dan ketidakpercayaan umum terhapus. Wilbur Wright menerbangkan pesawatnya ke Perancis, membuat demonstrasi akrobatik udara dan mengorganisir firma untuk memasarkan ciptaannya. Sementara itu, di Amerika Serikat, Orville Wright menyuguhkan pertunjukkan serupa. Malangnya, pada 17 September 1908 pesawatnya jatuh terhempas. Inilah satu-satunya kecelakaan yang dialami mereka berdua. Seorang penumpang tewas, Orville patah kaki dan dua tulang iganya tetapi segera dapat sembuh.

Keberhasilannya menggugah Departemen Pertahanan menandatangani kontrak pembuatan pesawat senilai $ 30.000 di tahun 1909 untuk Angkatan Udara pertama di dunia.

Tahun 1912 Wilbur W. terserang tipus dan meninggal pada umur 45 tahun. Orville Wright yang pada tahun 1915 menjual saham-sahamnya hidup sampai tahun 1948. Keduanya tidak pernah kawin.

Meskipun banyak experimen yang mendahului, Wright Brothers dianggap penemu pesawat terbang. Dan lebih dari itu, penemuan pesawat terbang merupakan pembuka jalan bagi penerbangan antariksa.

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

Blog Archive

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?