<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

Tambora Caused Le Petit Caporal The Emperor of France Napoleon Bonaparte Surrendered In Waterloo

 

Sesuatu yang musykil atau tidak masuk akal telah terjadi. Kekalahan Kaisar terbesar dalam sejarah perancis Napoleon Bonaparte sehingga menyerah takluk kepada tentara Inggris di Waterloo 18 April tidak lepas dari dampak akibat meletusnya gunung Tambora yang sangat jauh di Indonesia. Kondisi yang sulit dipahami pada zamannya (awal abad 19). 

Battle_of_Waterloo_-_Robinson    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/82/Battle_of_Waterloo_-_Robinson.jpg

Pada tanggal 10 April 1815 klimaks dari letusan dahsyat gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat-INDONESIA, telah menyemburkan materi paling banyak dalam sejarah manusia. diperkirakan sebanyak 36 mil kubik material, menciptakan kawah diameter 7 kilometer, kedalaman kawah 800 m dan keliling kawah 16 km,

Dentuman letusan Tambora terdengar sampai ke Jakarta (1.250 kilometer) dan Ternate (1.400 kilometer).  Pada tanggal 10 dan 11 April 1815 dentuman letusan Gunung Tambora juga terdengar sampai ke Pulau Bangka (1.500 kilometer) dan Bengkulu (1.775 kilometer). Langit tetap gelap selama 1-2 hari dalam radius 600 km dari gunung berapi. Getarannya mengguncangkan bumi hingga jarak ratusan mil.

Hal yang menarik dari peristiwa ini adalah lapisan debu yang menyembur ternyata telah menghambat sinar Matahari untuk mencapai Bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan musim secara tiba-tiba di beberapa bagian Bumi dan temperatur udara mengalami penurunan drastis secara global (penurunan hingga 3 derajat Celcius). Seharusnya musim panas bulan April 1815 di Belahan Bumi Utara menjadi musim dingin karena sinar matahari terhalang menembus ke Bumi. Dampak berkepanjangan dari letusan Tambora juga membuat sepanjang tahun 1816  di Belahan Bumi Utara (Eropa dan Amerika) tanpa musim panas.

Dua bulan setelah letusan dahsyat Tambora, tepatnya Minggu 18 Juni 1815, pasukan Napolean terjebak musuh. Pasalnya, sepanjang hari itu cuaca memburuk. Hujan terus mengguyur Waterloo. Akibat cuaca buruk, roda kereta penghela meriam terjebak lumpur. Semua kendaraan beroda tidak bisa melaju. Tanahnya licin diselimuti salju. Cuaca dingin sangat ekstrim karena abu tebal dari letusan Gunung Tambora masih bertebaran di atmosfer sehingga menghalangi sinar matahari yang jatuh ke bumi.

Perang Waterloo di Belgia menjadi kisah tragis bagi Napoleon. Kehebatan Napoleon sejak menjadi Kaisar Perancis 1804 dan dalam menundukkan musuh-musuhnya berakhir sudah. Ia pun menyerah kalah kepada tentara Inggris,Belgia, Belanda dan Prussia (Jerman).

Napoleon lalu dibuang ke Pulau Saint Helena, sebuah pulau kecil di selatan Samudra Atlantik. Di pulau terpencil itulah ia menghabiskan waktunya hingga meninggal dunia pada 1821 akibat serangan kanker.

Kenneth Spink, seorang pakar geologi berteori, bahwa cuaca buruk akibat letusan Gunung Tambora menjadi salah satu pemicu kekalahan Napoleon. Pada pertemuan ilmiah tentang Applied Geosciences di Warwick, Inggris (1996), Spink mengatakan bahwa letusan Gunung Tambora telah berdampak besar terhadap tatanan iklim dunia kala itu, termasuk cuaca buruk di Waterloo pada Juni 1815.

Di Yogyakarta, letusan Tambora mengagetkan Thomas Stamford Raffles. Gubernur Jenderal Britania Raya di Hindia Belanda yang berkuasa di tahun 1811-1816. awalnya mengira ledakan itu berasal dari suara tembakan meriam musuh. Wajar saja demikian karena ketika itu telegram belum tercipta sehingga letusan Tambora tidak bisa disampaikan ke berbagai penjuru daerah dalam waktu yang relatif cepat.

Takut diserang musuh, Raffles pun lalu mengirim tentara ke pos-pos jaga di sepanjang pesisir untuk siap siaga. Perahu-perahu pun disiagakan. Apa boleh buat, dugaan Raffles keliru. Tak ada serangan musuh.

1.     In Dangerous Moments of Mount Merapi Eruption - The Most Active 
       Volcano in The World

2.     Tambora in April 1815 Made the Greatest Global Climate Catastrophe
3.     A Giant Sea Volcano 330 KM West of Bengkulu, Is This New Treat of
        Nature?

< Wa billaahit taufiq wal hidayah >
The Quote Inspire Me to Islam

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

Blog Archive

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?