<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

The Rising Both Horn of Devil From Najed –The Message of Al Hadits

  

Menelisik sejarah Wahaby harus diawali dengan hadits yang menyebutkan  akan muncul ‘tanduk setan’  pada abad 12 H dari NAJED (lingkaran merah di peta) dan juga dikaitkan dengan hadits tentang Penghancuran Yatsrib (MADINAH)  sebagai salah satu tanda dekatnya Kiamat.

najad_one

NAJED - tempat kemunculan figure yang disebut ‘Tanduk Setan’ wilayah luas sebelah timur dan timur laut Hejaz atau TEPAT ada di sebelah timur Madinah. Perhatikan peta : Madinah jadi titik awal tanda panah sebelah kiri persis mengarah ke Timur begitu juga Ibukota Kerajaan Arab Saudi (Wahabi)  Riyadh (masuk wilayah Najed) atau tempat kelahiran pendiri Wahabi Muhammad ibn Abdul Wahab di ‘Uyainah ditunjukkan tanda panah kedua (atas ke bawah).

Wahabi dalam pembelaannya mengatakan hadits tersebut mengarah ke Irak. Perhatikan Irak posisinya jauh di utara, merupakan dataran rendah dan landai. Sementara “Najed” diartikan dataran tinggi atau daerah di ketinggian yang lebih tepat menunjuk pada Riyadh dan ‘Uyainah atau ad-Dar’iyah dan sampai saat ini memang namanya daerah Najed.

SEJARAH WAHABI

Berikut nukilan jawaban habib Munzir Al Musawwg tentang persolan Wahhaby yang saya kutip dari situs ini.  http://www.majelisrasulullah.org  akidahmu2

Menanggapi banyaknya permintaan pembaca tentang Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaximal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab yang  dapat dipertanggung-jawabkan, diantaranya Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain.

Pembukaan

*) Nama Aliran ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin At-Tamimi. Lahir di ‘Uyainah di sebelah utara Riyadh masuk wilayah NAJED tahun 1115 H dan meninggal tahun 1206 Hijriyah.

Informasi di atas *), sangat valid, karena disampaikan pembela Wahhaby, MOHAMMAD ABDUL QADEER ALMANDEELY Pejabat Am Hal Ehwal Agama Dan Masjid Al Haram Makkah Al Mukaramah,  10 Julai 1994, di Wacana Tokoh-Tokoh Mujaddid Islam di Universiti Teknologi Malaysia, Kuala Lumpur.

Perhatikan masa hidupnya (1115–1206 H) ada di rentang abad 12 Hijrah.  Fakta ini sesuai dengan substansi hadits Nabi pada paragraf pembukaan.
Pada usia remaja tahun 1713 M, dia dekat dengan ahli orientalis Inggris, Mr. Hempher, yang bekerja sebagai spionase.  Sejak itulah dia menjadi garapan dan alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran baru.

Dalam sejarahnya, Inggris memang berhasil mendirikan sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target pragram kerja kolonial Inggris dengan nama aliran Wahabi.

Tanda Tanda Awal Kesesatan

Mulanya dia dalam lingkungan madzhab Hanbali, Ayahnya Syaikh Abdul Wahab seorang sunni  begitu pula guru-gurunya, hingga kemudian mereka punya firasat kurang baik bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Mereka pun menyuruh orang-orang berhati-hati terhadapnya. Ternyata firasat itu benar. Ayahnya pun menentangnya dan memberi peringatan khusus. Kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar madzhab Hanbali bahkan menulis buku bantahan  berjudul
”As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah.”

Gurunya di Madinah Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i menulis surat : “Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.”

Seperti diketahui, madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah sampai hari ini adalah kelompok terbesar dan kaum wahabi diluar kelompok besar ini. Bahkan kaum wahabi mengkafirkan kelompok besar ini. Allah berfirman :

“ Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang2 mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang kesesatan) dan kami masukkan ia dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali ” (QS : An-Nisa 115)

Penyebaran Ajaran Wahaby

Salah satu dari ajarannya adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yg disampaikan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWJ) berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.

Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan ?
Dengan segera dia menjawab, “Setiap malam Allah membebaskan 100.000 orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan”
Lelaki itu bertanya lagi “Pengikutmu tidak mencapai 1 % pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedang engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim.”

Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab  diam seribu bahasa. Sekalipun demikian dia tetap tidak menggubris nasehat darimanapun, termasuk dari ayahnya dan guru-gurunya itu atau kakaknya sendiri Sulaiman bin Abdul Wahab yang juga ulama besar dan dihormati.

Dengan dalih pemurnian Islam, dia menyebarkan ajaran di sekitar Najed. Orang-orang pengetahuan agama minim banyak  terpengaruh. Termasuk penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (mati tahun 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang juga mertuanya. Dia mendukung penuh dan memanfaatkan untuk memperluas wilayah. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah menantunya. Jika perintahnya membunuh atau merampas harta seseorang dia segera laksanakan dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih dan membunuh orang musyrik dijamin surga.

Sejak semula ia sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dan lain-lainnya. Agaknya dia berkeinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin.

Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula dua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal itu dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak, dia langsung dibunuh.

Dia juga sering merendahkan derajat Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata : “Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkatku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali.”

Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan wilayahnya semakin luas. Mereka memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya.

Menyebarkan Teror Dan Permusuhan

Tidak mengherankan bila pengikutnya menyerang makam-makam mulia. Tahun 1802 mereka menyerang Karbala, makam cucu Nabi, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar  yang berpotensi syirik. Kemudian tahun 1804 mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad SAW.

Penaklukan berlanjut ke Mekkah tahun 1806 dan merusak kiswah (kain penutup Ka’bah yang terbuat dari sutra). Lalu merobohkan puluhan kubah di Ma’la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi diiringi tabuhan kendang. Mereka mencaci-maki ahli kubur bahkan kencing di kubur kaum solihin tersebut.

Gerakan Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajurit yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut.

Awal abad ke-20 Abdul Aziz bin Sa’ud membangkitkan kembali Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah,  Madinah dan Jeddah, Sementara Turki lemah akibat kalah dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan Arab Saudi.

Dewasa ini pengaruh gerakan ini mendunia. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak kehadirannya dunia Islam tidak pernah tenang dan penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi’i yang sudah mapan.

Kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diratakan dengan  menggunakan dinamit. Demikian juga kubah tempat Nabi dilahirkan, di Suq al Leil diruntuhkan dengan dinamit dan dijadikan parkir onta, namun karena gencarnya desakan Muslim International maka dibangun perpustakaan.

Kaum Wahabi benar-benar tidak menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat makam Nabi SAW juga akan dihancurkan tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.

Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat.

Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir (sejak tahun 1950 telah diubah oleh Walikota Makkah menjadi Perpustakaan Umum yang selalu terkunci pintunya). Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabi punya andil dalam pemusnahan ini. Mereka memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru.  Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

“Saat ini kita saksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir.

Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal itu berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tertulis “Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.”

Nasib situs Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan Islam sejak masa Rasul SAW.  Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi.

Sebaliknya mereka justru mendatangkan arkeolog seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan Pra-Islam dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman Pra Islam telah menunjukkan kemajuan luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.

Karakter Dakwah Wahabi 

Para juru dakwahnya radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung keuangan yang kuat. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid’ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama manapun kecuali kelompok mereka sendiri.

Di negeri kita ini – Indonesia - mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini. Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih tercampur kemusyrikan Hindu-Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi menambah sisanya.

Dengan mudahnya mengkafirkan orang yang telah nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang kini menjadi corong wahabi di Indonesia ini masih dalam kepercayaan animisme penyembah berhala atau masih kafir.

Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu omong kosong !.

Mereka menorehkan catatan sejarah hitam dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz. Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805.

Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid’ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid’ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama keluarga pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.

Berita Nubuwwat Tentang Si Tanduk Setan

Sungguh Nabi telah memberitakan akan datangnya kaum Wahabi dalam
beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian yaitu memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam shahih BUKHARI, MUSLIM dan lainnya. Diantaranya :
“Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukhori no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

Dalam hadits diatas dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul.

Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal :
“Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah itu sendiri yang menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian.”

Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata : Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.”, riwayat lain dua tanduk syaitan. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala’udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW :

“Akan keluar di abad 12 (Hijrah) nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”.     

(Petikan “ … keluar di abad 12H” terbukti dengan fakta masa hidup Muhammad bin Abdul Wahhab (1699 M – 1792 M/ 1111 H – 1206H))  

BANY HANIFAH adalah kaumnya nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan (juga kaumnya) Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab.

Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang ulama’ mencatat tahunnya dengan komentarnya : “Ba daa halaakul khobiits” (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji)

(Wallaahu a’lam bis sawab)

Catatan :
Setelah membaca uraian yang sangat jelas ini, masih saja ada  respon tentangan dari pengikut Wahabi, seperti berikut ini.

61. iqbalmatondang - Sabtu, 24 Mei, 2008                                                 Tulisan panjang yang jelek. Tulisan sufi khobi penyembah kuburan. Persetan kalau mereka mengisalamkan 90% Indonesia. Buktinya, toh islam di sini antum tau sendiri keadaannya.
Untuk apa sih rumah Rasul dilestarikan. toh saat kiamat juga akan Allah hancurkan rumah itu. lebih baik dijadikan sesuat yang bermanfaat seperti perpustakaan.
Saya katakan umat ini lebih butuh buku dari pada bangunan kuno 

63. Quito Riantori - Senin, 26 Mei, 2008 (Reply for @iqbalmatondang)
@iqbalmatondang
Inilah satu bukti lain dari kedunguan para pengikut Salafy-Wahabi! Kuburan mau dimusnahkan utk dijadikan perpustakaan?? Gimana kalo kuburan keluarga anda saja lebih dulu yang dijadikan perpustakaan? Dan ini sebuah bukti bahwa mereka akhirnya mengakui bahwa mereka berencana utk menghancurkan smua situs2 sejarah Islam! Katanya : “Saya katakan umat ini lebih butuh buku dari pada bangunan kuno” He…3x Bagaimana bisa ada buku sejarah kalo bangunan2 sejarah mau dia musnahkan? Kebodohan yang nyata!

sumber : http://qitori.wordpress.com

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

Blog Archive

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?