<div style='background-color: none transparent; float:right;'><a href='http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget' title='News Widget'>News Widget</a></div>

(2) HOW TO FIND THE MOST SUITABLE METHODE FOR TEACHING SOUL

 

Metode Pengajaran Jiwa Bagian KEDUA

Dalam pandangan Islam JIWA adalah  OBYEK PENGAJARAN.  
Pemahaman Konsep Jiwa sangat perlu sebelum membicarakan  metode pendidikan sebab jiwa mempunyai bagian-bagian penting saling terkait dan masing-masing memiliki peran penting. Inti jiwa adalah Qalb didalamnya mencakup Sadr, Fuad dan Lubb. 

‘Sadr’ asal akar kata ‘sadara’ (muncul). Dalam bahasa Indonesia menjadi  ‘sadar’ atau ‘kesadaran’. Qalb diterjemahkan menjadi 'hati yang bersifat ruhaniyyah' bukan sebagai organ tubuh (hepar). Fuad diterjemahkan sebagai 'nurani' dan kata Lubb belum ada terjemahan bahasa indonesia.  Tetapi mengutip dari satu kitab klasik, Lubb diartikan sebagai ‘akal-pikiran yang beriman.’ Demikian menurut Hakim Tirmidhi.

Hakim Tirmidhi ulama abad 9 M menulis kitab Bayan al-Farq, Bayn al-Sadr
wal-Qalb wal-Fuad wal-ubb
(Penjelasan Tentang Perbedaan antara Sadr, Qalb, Fuad dan  Lubb). Kitab yang menjadi referensi dalam kajian Islam tentang Konsep Jiwa, disamping Ihyaa Ulumuddin karya Imam Ghozali.

Menurutnya Sadr (kesadaran) ternyata berbeda arti dengan qalb yang berarti hati yang bersifat ruhaniyah.  Fuad (nurani) berbeda pengertiannya dengan lubb yang dia artikan akal pikiran yang beriman. Pengertian Ulul Albab adalah orang yang berakal fikiran tauhid, kata ‘Ulul alBab’ berasal dari kata dasar ‘Lubb’.

Keempatnya (Qolb, Sadr, Fuad dan Lubb) merujuk kepada sesuatu yang bersifat batiniyah. Jika dada dibedah tentu semua itu tak akan ditemukan. Maka dalam bukunya, Hakim Tirmidhi menjelaskan hati (qalb)  adalah nama yang komprehensif dan bersifat batiniyah (tidak empiris).

Kesadaran (consiousness) ada dalam hati  seperti kedudukan putih-mata didalam mata. Kesadaran adalah pintu masuk segala sesuatu ke dalam jiwa manusia. Perasaan waswas, lalai, kebencian, kejahatan, kelapangan dan kesempitan masuk melalui Kesadaran. Amarah, cita-cita, keinginan, birahi, itupun masuk ke dalam sadr dan bukan ke dalam qalb.

Tetapi sadr juga tempat masuknya ilmu yang datang melalui indera seperti mata dan pendengaran. Jika hilang kesadaran (i.e. pingsan) maka semua hal diatas tertutup pintu masuknya ke dalam jiwa atau hati. Maka dari itu pengajaran, hafalan, dan pendengaran berhubungan dengan sadr.

GAMBARAN JIWA DAN UNSUR-UNSURNYA

Jika kesadaran ada dalam qalb, maka qalb itu sendiri ada di genggaman
nafs atau jiwa.
Namun, Q
alb adalah raja dan  Jiwa adalah kerajaannya.
“Jika rajanya baik.”  
seperti hadits Nabi, “maka baiklah bala tentaranya
dan jika rusak maka rusaklah bala tentaranya”.  Demikian baik-buruknya
jasad tergantung pada qalb (hati yang bersifat ruhaniyah (tidak empiris)).

1)   Hati bagaikan lampu dan baiknya lampu terlihat dari cahayanya. 
      Dan baiknya hati terlihat dari cahaya ketaqwaan dan keyakinan. 

2)   Sebagai raja Hati adalah tempat bersemayamnya cahaya Iman,
      cahaya kekhusyu’an, ketaqwaan, kecintaan, keridhaan, keyakinan,
      ketakutan, harapan, kesabaran, kepuasan. Karena iman dalam Islam
     berasaskan pada ilmu, maka qalb juga merupakan sumber ilmu.

Karena sadr itu tempat masuknya ilmu, sedangkan qalb itu tempat keimanan, maka di dalam qalb itu pun terdapat ilmu.

3)   Jika hati adalah mata dan kesadaran adalah putih-mata maka fuad
      adalah hitamnya pupil (bola) mata.

4)   Fuad  adalah tempat bersemayamnya ma’rifah, pemikiran, konsep,
      pandangan dan gagasan (ide).

Ketika berfikir maka ‘fuad’ lebih dulu bekerja baru kemudian hatinya. Fuad ada ditengah-tengah hati dan Lubb adalah cahaya mata. 

5)    Jika qalb adalah tempat bersamayam cahaya keimanan dan sadr
       tempat cahaya keislaman, dan fuad adalah tempat cahaya ma’rifah
       maka lubb berkaitan dengan cahaya ketauhidan.

Gambaran diatas tampak terlalu spiritual atau bahasa filosof Kant, terlalu transcendent. Tapi memang proses berfikir demikian adanya. Hanya saja yang ditekankan disini, bagaimana ilmu itu berproses sehingga ilmunya melahirkan iman bukan bagaimana ilmu didapat (intelektualistik).

Jika pendidikan Islam memperhatikan potensi batiniyah manusia seperti yang digambarkan Hakim Tirmidhi maka akan lahir manusia-manusia tinggi ilmu dan iman sekaligus banyak amal. Yaitu manusia yang hati, kesadaran (sadr), nurani (fuad) dan fikiran (lubb) berjalan seimbang.

Biografi singkat :                                                                                

Hakim Tirmidzi lahir sekitar tahun 820 di kota Tirmidh, terletak di perbatasan antara USSR dan Afghanistan, dekat kota Balkh. Dia keturunan dari keluarga ahli teologi Islam. Pada usia 30-an dia menunaikan ibadah haji. Sekembalinya dari Mekah ia mengabdikan diri di ranah sufi dan menjadi penulis yang sangat produktif di bidang ini. salah satu kitabnya berjudul : Bayan al-farq, bayn al-Sadr wal-Qalb wal-Fuad wal-Lubb.

Hakim Tirmidzi menyebut Lubb atau cahaya hati yang rumahnya didalam hati ini dengan sebutan cahaya ma'rifah. Melalui cahaya dalam hatinya ini orang tahu 'secara alami' bahwa Allah ada. Tapi dia tahu Allah itu ada tidak secara otomatis. Di satu sisi, kesadaran tentang Allah ada di alam bawah sadar dan perlu diaktifkan melalui usaha sendiri. Di sisi lain, usahanya saja bukan faktor penentu dalam memperoleh pengetahuan tentang Allah.

Potensi pengetahuan ini ditetapkan  dengan rahmat ilahi, dengan demikian potensi pengetahuan tentang Allah bervariasi dari orang ke orang. Karena hati itu juga diibaratkan seperti cermin kaca, jika terlalu banyak noda (dosa) yang menempel akan menghalangi cahaya hati (Lubb atau Ma’rifah) untuk mengenali keberadaan Allah.

Kembali  KE :  BAGIAN PERTAMA
ARTIKEL TERKAIT   :

1.     SEARCHING THE MOST SUITABLE METHODE FOR TEACHING SOUL (Part 1)
2.     How To Feel True Happiness? (Part 1)
3.     How To Feel True Happiness? (Part 2)
4.     THE BUTTERFLY TEACHS ME A LOT – Series of Parental
        Related to the Poem written by General Douglas Mac Arthur :
                                          Build Me My Son

5.    
Jangan Menjadi Hamba Allah yang Hebat Jika Menginginkan
        Keikhlasan

< Wa billaahit taufiq wal hidayah >
The Quote Inspire ME to ISLAM

0 komentar dan respon:

Word of the Day

Article of the Day

This Day in History
Sanden Yogyakarta Jakarta Slideshow: Yusuf’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Yogyakarta was created by TripAdvisor. See another Yogyakarta slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Free Backlinks Online Users

Delivered by FeedBurner

Google Translate

Add to Google
Translate to 32 LANGUAGES
Jpn
Indonesia

Sayangi Kendaraan Anda
ASURANSI MOBIL SHARIAH
contact :
yusuf.edyempi@yahoo.com
SMS......:...0815 8525 9555

Statistic

danke herzlich für besuch

free counters

Blog Archive

SEO for your blog

sitemap for blog blogger web website

Recent flag visits


bloguez.com

STAGE OF MODERN CIVILIZATION SOME GREATEST ACHIEVERS OR THE ONES HISTORY WOULD REMEMBER SOME WAY - CAN YOU TRACK THEM BY NAME?